Pegiat Lingkungan Ingatkan Pengusaha Tambak, Bawean Kawasan Konservasi Perairan Harus Dilestarikan

GRESIK,1minute.id – Pengusaha budidaya udang vaname mulai melirik Pulau Bawean. Sayangnya, usaha budidaya itu diduga kurang mempedulikan ekosistem setempat. Aksi penolakan mulai bermunculan. Diantaranya, aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bawean.

Mereka memasang spanduk penolakan rencana pembangunan tambak udang di Kecamatan Tambak, Pulau Bawean itu. Isi spanduk itu ” PMII Bawean Menolak…!!! Akan dibangunnya tambak udang di Dusun Teluk Emur, Desa Kepuhteluk” 

Aktivis PMII Bawean itu juga menyertakan dasar penolakan yakni Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 82/2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengandalian Pencemaran Air. 

Menurut Kabid Pengembangan Sumberdaya Laut dari Perkumpulan Peduli Konservasi Bawean Abd. Saddam Mujib menyatakan, merujuk KEP.28/MEN/2004, pengembangan budidaya udang merupakan salah satu prioritas dalam pembangunan perikanan budidaya di Indonesia. Sebab, pengembangan budidaya udang memiliki nilai ekonomis tinggi yang dapat membantu pembudidaya, devisa negara, dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Akan tetapi, imbuh Saddam, pembangunan tambak harus mematuhi peraturan yang ada. Misalnya,  tata ruang darat yakni rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan tata ruang laut atau rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau terkecil (RZWP3K).

Saat ini, ada fenomena menarik di Pulau Putri-sebutan lain- Pulau bawean. Investor asal Pulau Jawa mulai melirik dengan melakukan investasi untuk membangun tambak udang vaname di pesisir pulau Bawean. 

Permasalahannya, kata Saddam, semua tambak yang ada, yakni tradisional maupun super intensif diduga kuat tidak memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL)  untuk pembuangan limbah. “Mereka membuang limbah langsung ke laut tanpa mengolah limbahnya terlebih dahulu,”kata Saddam dalam keterangan pers kepada 1minute.id pada Selasa, 24 Agustus 2021.

Limbah tetap harus dikelola. Selain dikelola, imbuhnya, pembuangan limbah juga harus melihat kondisi oseanografi seperti arah arus laut dan pasang surut sehingga bisa dikontrol pembuangannya kapan waktu yang cocok untuk dibuang. 

“Jika tidak memperhatikan beberapa hal tersebut akan memicu terjadinya eutrofikasi (pengkayaan nutrient) sehingga dapat mengakibatkan terjadinya blooming microalga berbahaya. Selain itu juga, penyakit gatal-gatal pada kulit bisa menyerang orang yang mandi di pantai,”terangnya didampingi Muhammad, Ketua Perkumpulan Peduli Konservasi Bawean (PPKB).

Blooming microalga berbahaya dapat berdampak pada mati massal ikan di laut dan mengandung racun (toxic). Selain itu, microalga yang blooming tadi akan terakumulasi pada kerang-kerangan sehingga masuk ke rantai makan dan membahayakn manusia yang memakannya. “Sepanjang pesisir Bawean pada saat ayr laut surut,  air laut terendah sering dijadikan tempat mencari kerang-kerangan oleh warga sekitar untuk dikonsumsi,”tegas Saddam.

Ia pun meminta kepada para investor tidak hanya memikirkan keuntungan. “Petambak juga harusnya memikirikan bagaimana memanfaatkan sumberdaya laut dan pesisir secara berkelanjutan sehingga dapat dinikmati anak cucu kita kelak,”katanya. “Jika petambak yang mengerti lingkungan, pasti akan menggunakan jasa ekosistem dalam mengelola tambaknya bukan sekedar mengkonversi mangrove menjadi tambak,”tambahnya.

Apalagi, sekeliling Pulau Bawean merupakan Kawasan Konservasi Perairan (KKP). KKP merupakan kawasan perairan yang dilindungi, dikelola dengan sistem zonasi, untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya ikan dan lingkungannya secara berkelanjutan berdasarkan PermenKP No. Per.30/MEN/2010. “Ini berarti, perairan Pulau Bawean kaya akan sumberdaya hayati laut yang harus dilestarikan,”pungkasnya.(yad)

Pegiat Lingkungan Ingatkan Pengusaha Tambak, Bawean Kawasan Konservasi Perairan Harus Dilestarikan Selengkapnya

Turun Level 3, Bupati Mulai Melakukan Pemulihan Ekonomi, Implementasikan Program Nawa Karsa

GRESIK,1minute.id – Kerja keraspemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik dan semua stakeholder berbuah penurunan zona dari merah ke zona oranye. Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diperpanjang hingga 30 Agustus 2021, 

Kota Santri bersama Kota Surabaya dan Sidoarjo dikenal dengan sebutan Surabaya Raya memasuki level-3.
Penurunan level itu membuat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bergerak cepat mengambil momentum untuk pemulihan ekonomi masyarakat. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Poedak Galery Gresik pada Selasa, 24 Agustus2021.  Pusat kuliner dan penjualan oleh-oleh berlokasi di Jalan Pahlawan, Gresik.  

Poedak Galery Gresik itu menempati lahan bekas terminal untuk para wisatawan relegi, Maulana Malik Ibrahim itu sudah lebih setahun tutup karena merebaknya wabah coronavirus disease 2019.
Gus Yani didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji, Kepala Diskoperindag Agus Budiyono, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gresik Ida Lailatus Sa’diyah.

Gus Yani langsung menuju lantai dua tempat lapak kuliner. Kemudian, turun melihat kondisi tempat galery para UMKM. Tidak lebih 10 menit Gus Yani berada Poedak Galery Gresik itu.

Gus Yani menyatakan, Pemkab Gresik tidak boleh telat mengambil momentum penurunan level 3 ini. “Alhamdulillah Surabaya Raya terutama Gresik turun level 3. Sudah saatnya mencuri start untuk pemulihan ekonomi,”ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. Sebab, penurunan level di Surabaya Raya diperbolehkan memulai melakukan pemulihan ekonomi.

Pemulihan ekonomi tetap dibarengi dengan serbuan vaksinasi masal sehingga kasus konfirmasi terus menurun. Kini, saatnya memikirkan terkait pemulihan ekonomi terutama sektor-sektor UMKM yang terus di dorong dan back up. “Program Nawa Karsa, 3B (bela,  beli dan bagi) harus diaplikasikan ditengah pandemi Covid-19,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Diskoperindag Gresik Agus Budiyono mengatakan, pihaknya segera melakukan rapat untuk melakukan reaktivasi Poedak Galery Gresik ini. “Kamis lusa, kami akan rapatkan dulu,”kata Agus Budiyono. Poedak Galery Gresik dibagi menjadi dua bagian.  Lantai untuk kuliner terdapat 12 lapak. Sedangkan, lantai dasar untuk galeri UMKM. “Poedak Galery Gresik akan buka mulai pukul 10 pagi sampai 10 malam,”tegas Agus Budiyono. (yad)

Turun Level 3, Bupati Mulai Melakukan Pemulihan Ekonomi, Implementasikan Program Nawa Karsa Selengkapnya

Sepuluh Hari KKN, 18 Mahasiswa UMG Tuntaskan Pendampingan 1.000 Bidang PTSL

GRESIK, 1minute.id – Kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) di Desa Palebon, dan Setrohadi di Kecamatan Duduksampeyan berakhir. Selama sepuluh hari, 18 mahasiswa dari dua fakultas yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) dan Fakultas Teknik (FK).

KKN di dua desa itu diketuai oleh Achmad Faishol Ridho, mahasisa dari Teknik Perkapalan. Selama 10 hari mereka melakukan pendampingan kepada masyarakat di dua desa tersebut dalam mengurus program Percepatan Pendaftaran Tanah  Sistematis (PTSL) Kementerian ATR/BPN.

Pendampingan yang dilakukan dengan mengedukasi masyarakat hingga pendampingan dalam proses kelengkapan administrasi. Hasilnya? 

“Alhamdulillah, selama 10 hari melakukan pendampingan di Desa Palebon bisa menyelesaikan proses pendaftaran 300 bidang tanah.  Sedangkan, di Desa Setrohadi mencapai 700 bidang tanah,”ujar Achmad Faishol Ridho pada Selasa, 24 Agustus 2021. 

Pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa ini menghapus stigma mengurus sertifikat ribet dan lama. “Momentum ini diharapkan dapat menghapus paradigma lama, dimana pengurusan sertifikat sering dikeluhkan oleh masyarakat karena lamanya waktu pengurusan,”imbuh Edo-sapaan- Achmad Faishol Ridho

Asmaul, salah satu warga setempat bersyukur tanah yang dimiliki sudah terdaftar di Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Terimakasih sekali karena biaya ringan dan proses cepat,”ujar Asmaul. (yad)

Sepuluh Hari KKN, 18 Mahasiswa UMG Tuntaskan Pendampingan 1.000 Bidang PTSL Selengkapnya

IKA-PMII Gresik Gelar Vaksinasi 2 Ribu Dosis untuk Mahasiswa


GRESIK,1minute.id – Vaksinasi merambah kampus. Ribuan mahasiswa di Universitas Qomarudin, Bungah mengikuti vaksinasi yang digagas oleh Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Gresik pada Senin, 23 Agustus 2021.

Serbuan vaksin di kampus di Desa/Kecamatan Bungah, Gresik bagian percepatan pembentukan herd immunity di Kota Santri ini. Vaksinasi sebanyak 2 ribu mahasiswa akan berakhir Rabu, 25 Agustus 2021 nanti. 

Ketua PC IKA PMII Gresik Aminatun Habibah menjelaskan, percepatan vaksinasi terus dilakukan supaya segera membentuk herd immunity sesuai target pemerintah 70 persen paling lambat akhir tahun ini. Sampai saat ini target tersebut belum tercapai. Data Dinkes Gresik menyebutkan warga yang telah melakukan vaksinasi dosis satu dan dua baru mencapai 40-an persen. IKA-PMII turut serta berkolaborasi dengan pemerintah melakukan vaksinasi.

“Semoga usaha kita dalam membentuk herd immunity segera tercapai. Sehingga masyarakat gresik bisa terhindar dari pandemi Covid-19,” kata Aminatun Habibah yang juga Wakil Bupati Gresik itu. Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah mengapresiasi antusiasme mahasiswa untuk vaksinasi. Selain warga Gresik, ada juga yang berasal dari Lamongan dan Surabaya. “Alhamdulillah, gresik sudah masuk zona oranye. Percepatan vaksinasi terus dilakukan. Semoga kasus Covid-19 terus menurun hingga menjadi zona kuning,”harap Bu  Min. 

Meski sudah dilakukan vaksin, protokol kesehatan (prokes) harus tetap dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Juga, jangan sampai menciptakan kerumunan. “Kami juga berikan sembako, obat-obatan dan hand sanitizer kepada warga yang terdampak pandemi Covid-19,” imbuhnya. (yad)

IKA-PMII Gresik Gelar Vaksinasi 2 Ribu Dosis untuk Mahasiswa Selengkapnya

Pembangkitan Jawa-Bali Sumbangkan Oksigen Medis kepada Pemkab Gresik

GRESIK,1minute.id – Tren Covid-19 menurun. Tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan coronavirus disease 2019 di Gresik tersisa 16,27 persen atau hanya 88 orang. Namun, partisipasi masyarakat dan perusahaan membantu Pemkab Gresik dalam penanganan Covid-19 terus mengalir.

Diantaranya, PT Pembangkitan Jawa-Bali UP Gresik. Perusahaan pelat merah berlokasi Jalan Harun Thohir, Gresik melalui dana Corporate Social Responbility (CSR) memberikan bantuan 5 unit tabung oksigen medis. Tabung Oksigen medis warna putih masing-masing berukuran 6 meter kubik (m³) itu diserahkan oleh General Manager PJB UP Gresik Sidik Wiyono kepada Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah di Rumah Dinas Wabup di Jalan Basuki Rahmat pada Senin, 23 Agustus 2021.

Wabup Aminatun Habibah menyatakan tabung oksigen ini akan ditempatkan di Posko darurat yang ada di lima wilayah kerja (Wilker) Gresik. “Adanya sinergi antara Pemerintah dengan swasta ini merupakan bentuk gotong royong agar kita segera keluar dari pandemi. Dalam penanganan pandemi Covid-19, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kerjasama yang intens dengan semua pihak agar pandemi segera bisa diatasi,”katanya.

Ia melanjutkan, saat ini sudah tidak direkomendasikan pasien Covid-19 untuk melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah. Namun Posko Covid yang ada di tiap wilayah eks wilayah Kerja Pembantu Bupati Gresik ini tetap menyiapkan tabung oksigen untuk melayani masyarakat refill ke tabung kecil. 

Sebab, ada beberapa kriteria pasien yang masih diperbolehkan isoman dengan pengawasan ketat tenaga medis. Misalnya,  pasien lansia berumur diatas 65 tahun,  anak dibawah 12 tahun, ibu hamil dan menyusui serta pasien berkebutuhan khusus. “Tabung Oksigen ini akan ditempatkan di Posko darurat yang ada,”kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi.  (yad)

Pembangkitan Jawa-Bali Sumbangkan Oksigen Medis kepada Pemkab Gresik Selengkapnya

Komisi 1 DPRD Gresik Dorong OPD Inovasi untuk Dongkrak PAD dari Sektor Telekomunikasi


GRESIK, 1minute.id – Komisi I DPRD Gresik mendorong kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berinovasi untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) Gresik.  Diantaranya, memaksimalkan sewa lahan yang dipergunakan untuk microcell pole atawa mini tower.

Sebab, komisi yang membidangi pemerintahan itu menganggap sewa lahan mikrosel saat ini tergolong murah. Wakil Ketua Komisi I DPRD Gresik Syaichu Busyiri mengatakan penggunaan lahan aset Pemkab Gresik untuk pendirian mikrosel sangat murah. Dibutuhkan inovasi dan regulasi agar bisa memungut retribusi dari mikrosel itu.

“Memang, permasalahan telekomunikasi belum tuntas yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) karena sudah bertahun-tahun. Kami akan undang hearing dengan Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informasi),”ungkap Wakil Ketua Komisi I DPRD Gresik Syaichu Busyiri didampingi Anggota Komisi I Kamja Wiyono dalam Konferensi Pers di Ruang Komisi pada Senin, 23 Agustus 2021.

Inovasi perlu dilakukan untuk menambah pundi-pundi PAD Gresik. Penggunaan telekomunikasi semakin tinggi di Kota Santri-sebutan Lain-Kabupaten Gresik. Akan tetapi, kontribusi kepada daerah belum signifikan.  Akan tetapi, Syaichu tidak menyebutkan nilai kontribusi dari sewa lahan untuk perangkat dalam infrastruktur telepon selular yang berdiri media jalan yang digunakan sebagai taman penghijau itu. 

Politisi dar PKB Gresik itu, berharap pemerintah kembali mengajukan kembali Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan atas Perda nomor 19/2012 tentang Penataan, Pembangunan dan Pengendalian Menara Telekomunikasi Bersama dalam Perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2018 lalu. 

Sebab, pengajuan tersebut dihapus oleh Tim Legislasi (Timleg) Pemkab Gresik pada 2019 silam. “Insya Allah, tahun depan bisa kita tuntaskan. Karena bukan menjadi program prioritas bupati di masa pandemi. Tetapi, pemberdayaan UMKM yang menjadi program prioritas,”tandas anggota FPKB DPRD Gresik itu.

JUMPA PERS: Wakil Ketua Komisi I DPRD Gresik Syaichu Busyiri didampingi Anggota Kamja Wiyono ketika menggelar jumpa pers fi Ruang Komisi DPRD Gresik pada Senin, 23 Agustus 2021

Diakui politisi PKB ini, banyak permasalahan telekomunikasi  yang harus dituntaskan. Seperti keberadaan menara (base transceiver station/BTS) diduga ilegal hingga biaya sewa lahan milik Pemkab Gresik yang terlalu murah. Maupun, rencana Pemkab Gresik mendirikan menara telekomunikasi bersama.  

Padahal, sektor telekomunikasi bisa menjadi peluang menggali PAD ketika dana transfer dari pemerintah pusat dan provinsi semakin menurun. Apalagi, PAD dari pajak dan retribusi daerah juga tak tercapai sesuai target.“Inovasi untuk menggali PAD dari sektor telekomunikasi masih ada peluang besar,”tegas dia. 
Sementara itu, Kamja Wiyono mendukung Komisi I untuk menuntaskan permasalahan tersebut. “Apalagi, Pak Syaichu Busyiri sangat paham dengan permasalahan itu,”pungkas dia. (yad)

Komisi 1 DPRD Gresik Dorong OPD Inovasi untuk Dongkrak PAD dari Sektor Telekomunikasi Selengkapnya

Ikhtiar Percepatan Herd Immunity, Hakim dan Masyarakat Pengadilan Melakukan Vaksinasi

GRESIK,1minute.id – Upaya Pemkab Gresik melakukan percepatan pembentukan herd immunity di Kota Santri dilakukan disokong oleh Pengadilan Negeri Gresik. Lembaga peradilan berkantor di Jalan Permata Kompleks Perumahan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, itu menggelar vaksinasi  bagi keluarga pegawai dan hakim pada Senin 23 Agustus 2021.

Dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, puluhan dari keluarga hakim dan pegawai honorer melakukan vaksinasi Sinovac dosis pertama berkerjasama dengan Urusan Kesehatan (Urkes) Polres Gresik.

Humas Pengadilan Negeri Gresik Fatkhur Rochman mengatakan, vaksinasi tersebut sebagai ikhtiar pencegahan bahaya virus Covid-19. Sekaligus wujud kepedulian Pengadilan Negeri Gresik pada masyarakat khususnya pencari keadilan agar tidak lagi ragu datang ke Pengadilan Negeri Gresik.

“Pegawai dan Hakim disini tidak lagi waswas dalam melayani dan berhadapan dengan masyarakat. Namun harus tetap menerapkan protokol kesehatan meski sudah di vaksin,” terang Fatkhur. Fatkhur menjelaskan, total ada 33 peserta yang mengikuti vaksinasi pertama, dan dua peserta tidak lolos sekrening. Selain keluarga,  vaksin juga diberikan pada masyarakat di lingkungan Pengadilan Negeri Gresik.

“Vaksin diberikan pada keluarga hakim dan pegawai honorer. Ada tambahan dari mahasiswa magang, dan masyarakat yang bekerja di lingkungan Pengadilan Negeri Gresik,”lanjutkan.

Sementara itu, Paurkes Polres Gresik Ipda Sugioto menyebut, sebanyak dua peserta tidak lolos saat sekrining dikarenakan satu masih dibawah umur, dan satu lagi merupakan penyintas. “Peserta yang lolos vaksin akan melakukan vaksinasi dosis ke dua pada  22 September mendatang. Hal  ini juga sebagai bukti jika Pengadilan Negeri Wates telah bersinergi melawan Covid 19,”tambahnya. (yad)

Ikhtiar Percepatan Herd Immunity, Hakim dan Masyarakat Pengadilan Melakukan Vaksinasi Selengkapnya

Bupati Siapkan Voucher Belanja, Dokter, Vitamin, Tempat Tidur berstandar Atlet Olimpiade untuk Warga Isoter di RSL G-JOS


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mendorong kepala desa, babinsa dan bhabinkamtibmas untuk melakukan pendekatan kepada warga yang sedang melakukan isolasi mandiri (isoman) menjalani isolasi terpusat (Isoter) di Rumah Sakit Lapangan (RSL) Gelora Joko Samudro (G-JOS).

Bupati Fandi Akhmad Yani menjamin warga yang Isoter akan mendapatkan perawatan yang maksimal. Selain itu, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani akan memberikan vaucher belanja senilai Rp 200 ribu per pekan.

Hal itu diungkapkan Gus Yani dalam Rapat Koodinasi Forkopida  Pelaksanaan Pemindahan Isoman) ke Isoter dan Pelaksanaan Isolasi Massal di Parkir Barat Kantor Bupati Gresik pada Senin, 23 Agustus 2021.
“Bagi masyarakat Gakin yang terpapar Covid-19 dan siap di isolasi terpusat di RSL G-JOS. Kami akan memberikan voucher belanja. Perawatan Isolasi terpusat di RSL G-JOS lebih terawat. Paling hanya seminggu sudah pulang,”kata Gus Yani.

RSL G-JOS memiliki fasilitas cukup lengkap. Tempat tidur berstandar atlet di Olimpiade Jepang, makanan bergizi,  obat-obatan hingga oksigen medis telah disiapkan. Selain itu, isoter mendapatkan pengawasan dan perawatan dari tenaga kesehatan (nakes) bahkan dokter spesialis.

“Dengan fasilitas itu, isoter akan lebih cepat sembuh,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu. Sarana dan prasarana serta pengawasan nakes itu telah terbukti warga yang menjalani isolasi di G-JOS semuanya sembuh. Sembuh 100 persen,”tegasnya.  Karena itu, Gus Yani berharap para kepala desa, babinsa dan bhabinkamtibmas bisa melakukan pendekatan humanis kepada warganya untuk mau menjalani perawatan di RSL G-JOS. 

Rakor yang dihadiri Forkopimda ini diikuti Camat, Danramil dan seluruh Kepala Desa (Kades) Se-Kabupaten Gresik ini, Gus Yani melanjutkan pelaksanaan pemindahan ini harus segera dilaksanakan. Karena perintah Presiden Jokowi kepada Gubernur, Pangdam, Kapolda Jawa Timur serta para Bupati/Walikota, Kapolres dan Dandim se Jawa Timur beberapa saat yang lalu. 

“Mulai besok (Selasa), pemindahan bisa dilaksanakan,” katanya. Berdasarkan data Dinkes Gresik tren kasus Covid-19 terus melandai. Gresik yang semula masuk zona merah kini menjadi zona oranye. Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy rate/BOR  rujukan Covid-19 hanya sebesar 16,27 persen atau hanya 88 orang. Jumlah pasien aktif di Gresik sudah sangat menurun yakni hanya tersisa 490 orang.  Sedangkan, pasien isoman sebanyak 402 orang.

KETERANGAN PERS: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Forkopimda memberikan keterangan pers usai rakor di Parkir Barat Kantor Bupati Gresik pada Senin, 23 Agustus 2021 (foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

Pada kesempatatan itu, Gus Yani  menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu. Tapi dia tetap mengingatkan agar kita semua aparat Pemerintah tidak boleh lengah dan tetap melaksnakan pengetatan protokol kesehatan.

“Kami mengumpulkan para Kades/Lurah, Tiga pilar di Kecamatan secara mendadak hanya untuk sebuah komitmen bersama untuk pelaksanaan isoter ini secepatnya. Kalau Pemerintah desa tidak mau membantu kami akan kesulitan melaksanakan ini. Bila tidak mau isoter pakai mobil ambulan bisa dengan mobil siaga. Silahkan tinggal telepon ke Posko darurat,”harap Gus Yani. 

Sementara itu, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf. Taufik Ismail menambahkan pemindahan ke isoter itu, sesuai perintah dan target sampai hari Jumat. “Kami ditugaskan untuk sesegera mungkin membawa pasien isoman ke RSL G-JOS. Perintah ini tegas bahwa apabila kami tidak bisa melakukan isoter, kami di sanksi diharuskan menjaga pasien isoman 24 jam. Tentu kami akan perintahkan Danramil dan Babinsa saya untuk menjaga.Tolong para Danramil hal itu harus segera dilaksanakan,” ujar Taufik Ismail. 

Perintah yang sama disampaikan Kapolres AKBP Arief Fitrianto kepada Kapolsek dan anggota Bhabinkamtibmas yang juga di undang pada rakor kali ini. Bahkan dihadapan Bupati dan anggota Forkopimda yang lain, Arief Fitrianto meminta Kades untuk melakukan pengadaan alat rapid test antigen dari dana desa. “Alat rapid test ini penting untuk membantu mendukung pelaksanaan tracing di desa, sebagai antisipasi kekosongan alat pada Dinkes maupun Puskesmas,”tandas alumnus Akpol 2001 itu.

Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir mengatakan, aparat yang akan memindahkan warga ke isoter bisa meyakinkan warga. Abdul Qodir memberikan tips yakni fasilitas tempat tidur isoter nyaris sama dengan yang digunakan atlet Olimpiade Tokyo. “Fasilitas sangat terjamin,”tegasnya. (yad)

Bupati Siapkan Voucher Belanja, Dokter, Vitamin, Tempat Tidur berstandar Atlet Olimpiade untuk Warga Isoter di RSL G-JOS Selengkapnya

Doakan Leluhur dan Orang Tua, Umat Tridharma Lakukan Sembayang Arwah di Kelenteng Kim Hin Kiong

GRESIK,1minute.id – Umat Tionghoa menggelar Sembayang Cioko atau King Ho Ping atau Sembayang rebutan pada Minggu, 22 Agustus 2021. Sembayang rebutan atau dikenal Sembayang Arwah ini diikuti puluhan umat di TITD Kim Hin Kiong di Jalan Setiabudi, Gresik.

Ritual tahun ini dipimpin oleh Ketua TITD Kim Hin Kiong Gresik Budi Prasetyo Tejo. Ritual pun khusyuk.  Menurut Budi Prasetyo Tejo, sembayang Cioko atau King Ho Ping atau Sembayang rebutan oleh warga Tiongkok dikenal dengan Sembayang Arwah. “Kita sembayangi arwah-arwah yang tidak disembayangi oleh keluarganya lagi atau kepaten obor,”kata Budi ditemui 1minute.id pada Minggu, 22 Agustus 2021.

Sembayang arwah ini, dalam tradisi orang Tionghoa menyembayangi leluhur di rumah masing masing sebelum tanggal 15 puncaknya jam 12 siang. “Setelah itu, kalau keluarga tidak menyembayangi kebanyakan mereka ke kelenteng. Jadi kelenteng ini menyembahyangi arwah-arwah yang tidak disembayangi oleh keluarganya atau kepaten obor,”terangnya. 

Sembayang arwah ini, imbuhnya, tujuannya sebagai manusia, anak atau keturunan harus berbakti kepada orang tua. “Jadi ini menunjukkan bakti kita kepada orang tua atau leluhur,”tegasnya. Di Kelenteng berdiri pada 1 Agustus 1153 masehi atau 868 tahun silam itu, tradisi Sembayang Arwah dilakukan setiap bulan 7 tanggal 15 imlek (tahun ini bertepatan Minggu, 22 Agustus 2021.

 

REBUTAN: Warga sekitar Kelenteng mengambil sesaji usai umat TITD Kim Hin Kiong menggelar Sembayang Arwah atau Sembayang rebutan pada Minggu, 22 Agustus 2021 (Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

“Setiap tahun kami adakah karena Kelenteng ada yang lebih luas menyembayangi arwah-arwah yang tidak disembayangi lagi oleh keluarganya,”katanya. Dalam pengamatan 1minute.id, dalam ritual Sembayang Arwah ini, mereka membawa macam sesaji. Sesaji itu ditata rapi di depan kelenteng. Ada daging, buah-buahan, hingga makanan ringan.

“Sesaji itu untuk bakti kepada leluhur atau orang tua. Kita dibagikan kepada masyarakat. Karena lokasinya tidak memungkinkan untuk rebutan,”ujarnya. Sembayang Arwah di masa pandemi Covid-19 ini berbeda. Sebab, umat Tridharma ini tidak hanya membagikan makanan siap saja. Namun, juga membagikan beras kepada masyarakat sekitar yang terdampak wabah yang paling mematikan di era modern ini.

Sebanyak 750 kilogram beras dibagikan oleh pengurus kelenteng. Beras dalam bentuk paket 5 kilogram itu diserahkan oleh Ketua TITD Kim Hin Kiong Budi Prasetyo Tejo kepada Kepala Desa Pulopancikan dan perwakilan dari Lembaga Amin Zakat ,Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LazisNU). “Ada 150 paket beras masing-masing seberat 5 kilogram yang kami bagikan kepada masyarakat yang terdampak coronavirus disease,”ungkap Budi. (yad)

Doakan Leluhur dan Orang Tua, Umat Tridharma Lakukan Sembayang Arwah di Kelenteng Kim Hin Kiong Selengkapnya

Kampung Kreasi , Masuk 100 Besar ADWI 2021, Anugerah Tertinggi Desa Wisata Dihelat Menparekraf

GRESIK,1minute.id – Kampung Kreasi di Jalan Kramatlangon, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik masuk nominasi 100 Desa Wisata dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 digelar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf). 

Ajang anugerah wisata paling bergengsi ini diikuti ratusan destinasi di Indonesia.”Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 dalam mewujudkan desa wisata yang berkelas dunia, berdaya saing, dan berkelanjutan untuk Indonesia Bangkit,”kata Menparenkraf Sandiaga Salahudin Uno dalam sambutan secara virtual pada Jumat, 20 Agustus 2021.

Kabupaten Gresik mempunyai satu wakil berprestasi  masuk dalam jajaran 100 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia yakni Kelurahan Sidokumpul “Kampung Kreasi”

“Untuk desa wisata yang belum lolos 100 Besar Desa Wisata, ADWI 2021 tetap terus tingkatkan inovasi, adaptasi, dan perluas kolaborasi dalam mengembangkan desa wisata,”lanjut Menparekraf Sandiaga Uno. 

Kemenparekraf akan menjadikan data serta informasi yang ada di Jejaring Desa Wisata (Jadesta) sebagai sebagai wadah dan arah dalam penyusunan rencana serta pengembangan seluruh desa wisata yang ada di Indonesia. Jadesta adalah wadah komunitas bagi Desa Wisata di seluruh Indonesia. 

“Bersama-sama kita wujudkan desa wisata sebagai simbol kebangkitan ekonomi nasional. Menjadikan desa wisata yang berkelas dunia, berdaya saing, dan berkelanjutan untuk Indonesia Bangkit!”tegas Sandiaga Uno. ADWI 2021 ini diikuti ratusan destinasi wisata di Indonesia agenda rutin tahunan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf). 

BANK SAMPAH: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berdialog dengan warga yang mengolah sampah menjadi tempat duduk bernilai ekonomis di Kampung Kreatif di Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik pada 2 Juni 2021 (foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

Seperti apa Destinasi Kampung Kreasi di Jalan Kramatlangon, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik itu. Berdasarkan data yang diunggah dalam jadesta.com Kampung Kreasi merupakan Desa Wisata Edukasi Daur Ulang dan Urban farming yang terletak di Jl. Kramat Langon RW 07 Kelurahan Sidokumpul Kabupaten Gresik. 

Kampung ini mengembangkan konsep kreatifitas pembelajaran mendaur ulang sampah lapak menjadi kerajinan yang bernilai dan pertanian lahan sempit ditengah kota, dan keindahan bangunan warna warni yang dipadukan dengan Damar Kurung disepanjang kawasan wisata.

Di wisata ini juga menghadirkan suasana hijau yang menyejukkan mata dan instagramable untuk berfoto ria dengan spot yang tersedia serta atraksi sapi perah. Setelah berjalan-jalan, pengunjung bisa menikmati hidangan kopi khas Gresik di sebuah Kedai Kopi Sampah milik Karang Taruna yang menerapkan metode transaksi pembayaran menggunakan sampah atau yang khas dengan istilah Ngopi Bayar Pakai Sampah.

SEGAR: Sayur Kol yang ditanam di media hidroponik di di Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik pada 2 Juni 2021 (foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

Sebagai Wisata Edukasi, desa telah mampu memproduksi 110 produk per bulan, 1. 000 produk kerajinan per tahun, pemanfaatan urban farming hidroponik DFT, NFT, Ducth Bucket dan vertikultur sepanjang 300 m, 45 titik biopori resapan dan komposter. Serta pengelolaan 4,7 ton sampah pertahun dari Bank Sampah.

Wisata ini telah resmi ditetapkan sebagai Desa wisata oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud)  Gresik pada 2020. Kampung ini mengedepankan Community Based Tourism dan kemitraan bersama stakeholder terkait, baik dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meliputi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Dinas Lingkungan Hidup, dan Perusahaan dari PT. Pertamina Lubricants Unit Gresik serta komunitas Asosiasi Bank Sampah dan Pokdarwis Kabupaten Gresik.

Bentuk kegiatan yang dilakukan telah memperoleh penghargaan dari berbagai instansi yaitu,

  1. 2019 Juara Kampung Terinovatif Se-Kabupaten Gresik oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik.
  2. 2019 Juara 3 Urban Farming Se-Kabupaten Gresik oleh Dinas Pertanian Kabupaten Gresik 
  3. 2020 Juara 3 Local Hero Award Kategori Hijau Pertamina 
  4. 202 Juara Favorit Local Hero Award Kategori Hijau Pertamina 
  5. 2021 Penghargaan atas Kontribusi dan Pengurangan Sampah di Kabupaten Gresik oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik 
  6. 2021 Juara 1 Pemuda Pelopor Kategori Sumber daya Alam dan Wisata oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gresik 
  7. 2021 Terbaik Ke-3 Anugerah Wisata Gresik Kategori Wisata Buatan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gresik.

Wisata yang dikembangkan turut berkontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGS) dalam (4) Pendidikan, (8) Pekerjaan yang layak dan Pertumbuhan Ekonomi, (11) Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, (12) Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dan (13) Penanganan Perubahan Iklim. (yad)

Kampung Kreasi , Masuk 100 Besar ADWI 2021, Anugerah Tertinggi Desa Wisata Dihelat Menparekraf Selengkapnya