Si Atung Berbiak, Satwa Langka Dipenangkaran Rusa Bawean


GRESIK,1minute.id – Hallo Atung. Maskot Asian Games 2018. Satwa langka yang terancam punah. Gimana kondisi satwa mungil yang gesit itu ? Fotografer 1minute.id pada Selasa. 8 Juni 2021 disela mengikuti kunjungan kerja Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah menengok langsung tempat penangkaran Rusa Bawean bernama latin Axis Kuhli di Batu Gebang Desa Pudakit Timur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean itu.

RUSA BAWEAN : Maskot Asian Games 2018 itu di penangkaran rusa di Desa Pudakittimur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Selasa, 8 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Sore itu, matahari mulai beranjak masuk peraduan. Puluhan ekor rusa mulai mendekati pagar seperti sedang menunggu makanan. “Tunggu sebentar. Saya ambil makanan sebentar. Jangan berisik nanti rusa lari,”kata Nur Samsi, Kepala Resor (area sektor) konservasi Wilayah 11 Pulau Bawean kepada 1minute.id

Nur Samsi membawa makanan untuk satwa bertubuh mungil nan lucu itu. Satwa langka yang dikenal gesit itu langsung menyerbu makanan berupa daun segar yang dibawa oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) Bawean itu.Puluhan rusa makan begitu lahap.

SATWA LANGKA : Rusa Bawean di penangkaran rusa di Desa Pudakittimur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Selasa, 8 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Sehari minimal tiga kali kami memberi makan,”kata lelaki yang murah senyum itu. Dia terlihat begitu menyatu dengan satu dan tiga satwa maskot  Asian Games 2018. Di tempat penangkaran yang telah menjadi salah satu destinasi eduwisata di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean terlihat gemuk dan terawat.

“Sebelumnya ada 28 ekor. Sekarang 30 ekor, serta dua ekor betina sedang bunting,”cerita Nur Samsi. Untuk diketahui, sejak 1979 Pemerintah Indonesia menetapkan sebagai Satwa Dilindungi. Pada 2008 Rusa Bawean masuk dalam daftar merah  international union for conservation of nature (IUCN) Red List, dengan kategori kritis alias critically endangered. 

RUSA BAWEAN : Penangkaran rusa di Desa Pudakittimur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Selasa, 8 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Selain itu dikategorikan Appendix I Cities            (convervation on international trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora).Artinya, rusa Bawean tergolong satwa langka yang jumlah di alam sudah sangat sedikit dan terancam punah sehingga tidak boleh diperdagangkan. 

Pada 2009, hasil pengamatan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebut jumlah Rusa Bawean diperkirakan berjumlah 600-an ekor. Survei lembaga konservasi pada 2017 , populasi Rusa Bawean ini berkurang ditaksir tersisa 400-an ekor. Miris, mengingat rusa Bawean adalah salah satu dari empat spesies rusa asli Indonesia. 

Di dunia ada 62 jenis rusa dan empat diantaranya endemik di Indonesia. Yakni Rusa Sumbar (cervus unicolor), rusa Timor (Cervus timorensis) , rusa Bawean (Axis Kuhli) dan Kijang (muntiacus muntjak). 

LAHAP MAKAN : RUSA BAWEAN : Maskot Asian Games 2018 itu di penangkaran rusa di Desa Pudakittimur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Selasa, 8 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Rusa Bawean memiliki tinggi rata-rata 60-70 cm, panjang tubuh 105-115 cm. Bobot betina 15-25 kg dan jantan 19-30 kg. Ciri khas lainnya,  terlihat pada ekornya yang berwarna coklat  dan keputihan pada lipatan ekor bagian dalam. Panjang ekor sekitar 20 cm.

Ciri lain rusa Bawean memiliki tanduk (rangga) panjang. Tanduk bercabang tiga. Tanduk rusa mulai tumbuh ketika berumur 30 bulan. Tanduk berproses alami patah atau tanggal dan tumbuh lagi. 

RUSA BAWEAN : Penangkaran rusa di Desa Pudakittimur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Selasa, 8 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Ketika berumur 7 tahun , rangga tumbuh menjadi tanduk permanen. Keunikan lainnya, rusa merupakan “binatang malam”, lincah dan tajam penglihatan malam hari. Rusa bawean mulai menjelajah habibat untuk mencari makan mulai pukul 17.00 hingga tengah alam. Pada siang hari, umumnya digunakan istirahat dan tidur . 

Menurut Nur Syamsi, saat ini populasi rusa Bawean diperkirakan sekitar 300 ekor. Mereka hidup di luas  4.556,6 ha lahan konservasi (hampir separoh Bawean). Dilahan konservasi itu selain Rusa Bawean ada babi kutil, landak dan elang. (yad)

Si Atung Berbiak, Satwa Langka Dipenangkaran Rusa Bawean Selengkapnya

Segera Dilakukan Pengukuran Lahan oleh BPN Gresik, Proyek Normalisasi Kali Lamong

GRESIK,1minute.id – Proyek normalisasi Kali Lamong segera teralisasi. Saat ini, penentuan peta lokasi (penlok) kelar dilakukan. Proyek tahap pertama ini akan menyasar empat desa. Diantaranya, Desa Jono, Tambakberas, dan Morowudi. Semuanya di Kecamatan Cerme, Gresik. Untuk tahap pertama ini dibutuhkan lahan seluas 4,9 hektare.

“Penlok ini sesuai arahan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo,Red),”kata Kepala Dinas Pertanahan Gresik Sutaji Rudi ditemui di Pelabuhan Gresik pada Selasa, 8 Juni 2021. Pemkab, tambahnya, telah membentuk dua tim untuk proses pembebasan lahannya. Dua tim tersebut adalah Tim A dan Tim B. “Tim A , terkait administrasi dengan anggota semuanya dari BPN Gresik. Sedangkan tim B, ada dua staf saya bergabung,”kata mantan Staf Ahli Bupati Gresik itu.

Tim A dalam waktu dekat akan melakukan pengukuran lahan yang bakal digunakan untuk proyek normalisasi Kali Lamong itu. Setelah pengukuran selesai akan dilakukan appraisal harga tanah. “Harga tanah hasil appraisal ini akan diumumkan kepada pemilik lahan,”katanya. Dinas Pertanahan Pemkab Gresik kemudian melakukan pembebasan lahan. Untuk tahap pertama ini dialokasikan anggaran dari APBD Gresik Rp 30 miliar. 

“Bila ada pemilik lahan tidak sepakat dengan harga appraisal ini , uang pembebasan akan dititipkan ke pengadilan,”tegasnya. Sutaji optimistis proyek normalisasi Kali Lamong ini bisa berjalan sesuai perencanaan.

Normalisasi Kali Lamong menjadi program prioritas Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah. Seperti diberitakan banjir Kali Lamong menjadi problem tahunan Kabupaten Gresik.

Kesengsaraan masyarakat berada di daerah aliran Kali Lamong mulai diurai oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah.  Butuh inovasi dan kerja keras untuk merealisasikan problem kronis yang sudah puluhan tahun itu. 

Berdasarkan studi BBWS pada 2012 lahan yang harus dibebaskan seluas 149 hektare dengan estimasi anggaran Rp 600 miliar. Setelah studi Land Acquisition and Resetlement Action Plan (LARAP) 2020 luas lahan yang dibutuhkan semakin luas yakni 280 hektar. Anggaran pembebasan lahan membengkak menjadi Rp 800 miliar. 

Proyek normalisasi itu akan dimulai di wilayah hulu mulai dari Desa Jono sampai Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme sepanjang 1,8 kilometer. Menurut studi tersebut, normalisasi akan dilakukan dari wilayah hilir. Dengan jenis penanganan pembuatan tanggul. Baik tanggul tanah dan parapet. (yad)

Grafis tentang Kali Lamong. Panjang Kali Lamong    : 103 km Melintasi wilayah Gresik  : 64 kmKebutuhan lahan                      : 282,72 ha Estimasi biaya pembebasan : Rp 795 miliar
Rencana Normalisasi Tahap I Luas lahan 4,9 ha 1. Desa Jono  2. Desa Tambakberas  3. Desa Morowudi
Anggaran pembangunan Tanggul Rp 72 miliar (APBN) 2021
Pemenang Tender PT Miranda Utama Karya Subur, Samarinda
( data diolah 1minute.id )

Segera Dilakukan Pengukuran Lahan oleh BPN Gresik, Proyek Normalisasi Kali Lamong Selengkapnya

Gagas Jalan Poros Tengah Menghubungkan Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean

GRESIK,1minute.id –  Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan gagasan untuk membangun jalan poros tengah di Pulau Bawean. Jalan poros tengah itu menghubungkan Kecamatan Sangkapura dan Tambak. Saat ini, dua kecamatan itu terhubung dengan jalan lingkar.

Menurut Bupati Fandi Akhmad Yani, jalan poros tengah ini merupakan jalur lain sebagai pelengkap jalan yang menghubungkan dua wilayah yang sudah ada. Gus Yani-sapaan- Bupati Fandi Akhmad Yani akan mematangkan gagasan itu dengan mengumpulkan semua pihak. 

“Tentunya jalur tengah ini waktu tempuhnya dari Sangkapura ke Tambak lebih cepat karena jaraknya akan lebih pendek apabila kita melewati jalan lingkar Bawean,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani dalam rembuk akur di Pendapa Kecamatan Tambak pada Rabu, 9 Juni 2021.

Gagasan pembangunan jalan poros tengah itu, imbuhnya, atas permintaan beberapa  tokoh masyarakat setempat. Tokoh masyarakat itu bercerita, dulu ada jalur tengah yang bisa dilewati ketika dari Sangkapura menuju Tambak, dan sebaliknya.

Saat itu, jalannya memang tidak layak disebut jalan, tapi bisa. Dan alangkah baiknya, jalur itu dirintis kembali untuk menjadi jalan penghubung.  “Saya menginginkan jalur tengah ini adalah merupakan sambungan jalan poros desa yang dibangun oleh beberapa desa sehingga terhubung menjadi jalan poros tengah atau jalur tengah,”katanya.

Gagasan itu, mendapatkan dukungan dari kepala desa. Tokoh masyarakat menyatakan siap untuk mensosialisasikan kepada masyarakat.

RUNWAY : Bandara Harun Thohir di Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Selain gagasan Jalan jalur tengah, Bupati Gus Yani, juga menyampaikan gagasan untuk memperpanjang runway sejauh 300 meter lagi dari yang sekarang. 

“Kalau runway ini bisa lebih panjang, maka akan lebih banyak jenis pesawat yang bisa mendarat disini. Tentu saja transportasi dari dan ke Pulau Bawean akan makin lancar. Selanjutnya banyak wisatawan yang akan berkunjung ke Bawean,”katanya dalam rembug akur dengan moderator Musa, dan dihadiri Edi Santoso, anggota DPRD Gresik. (yad)

Gagas Jalan Poros Tengah Menghubungkan Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean Selengkapnya

Bertemu Bupati dan Wabup, Kerinduan Warga Bawean Terobati

GRESIK,1minute.id – Kerinduan masyarakat Pulau Bawean bertemu Bupati-Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah terobati. Selama tiga hari, Gus Yani dan Bu Min berada di pulau Putri -julukan lain-Pulau Bawean.  

Kunjungan kerja kali pertama sejak dilantik sebagai Bupati dan Wabup Gresik pada 26 Februari 2021 ini. “Mestinya saya sudah hadir beberapa saat yang lalu disini, tapi mengingat pandemi serta banyaknya kesibukan di kantor Bupati, hari ini akhirnya bisa bertemu,”kata Bupati Gus Yani dalam Rembug Akur di Pendapa Kecamatan Tambak, Pulau Bawean pada Rabu, 9 Juni 2021.

Dalam kesempatan itu, Bupati dan Wabup membagikan bantuan sosial secara simbolis kepada masyarakat. Camat Tambak Agung Hendro mengatakan ada dua program bantuan untuk masyarakat Tambak yang dibagikan bersamaan kunjungan kerja Bupati dan Wakil Bupati Gresik ke kecamatan Tambak, Pulau Bawean.

Bantuan bantuan program BLT DD terdapst 734 keluarga penerima manfaat (KPM). Sedangkan, program bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan 1.607 KPM. Sesuai program Nawa Karsa Bupati Gresik untuk pengembangan UMKM, Camat Tambak mengaku juga telah menyerahkan bantuan alat pembuatan gula aren dan minyak untuk warga Desa Kelopanggubug Tambak.

“Kami juga telah merealisasikan bantuan keuangan untuk rehabilitasi rumah tidak layak huni untuk sembilan belas Kepala Keluarga di wilayah Kecamatan Tambak,”kata Agung Hendro. (yad) 

Bertemu Bupati dan Wabup, Kerinduan Warga Bawean Terobati Selengkapnya

Eksepsi Ditolak Majelis Hakim Perintahkan Perkara Suropadi Dilanjutkan


SIDOARJO, 1minute.id – Upaya kuasa hukum terdakwa Suropadi kandas. Sidang lanjutan dugaan tindak pidana korupsi dengan terdakwa Camat Duduksampeyan non aktif Suropadi digelar Pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Surabaya.

Sidang lanjutan dengan agenda putusan sela itu digelar pada Selasa, 8 Juni 2021. Pada amar putusan sela, majelis hakim Tipikor Surabaya yang diketuai Johanis Hehamony menolak nota keberatan atau eksepsi dari terdakwa maupun kuasa hukum terdakwa.

Menurutnya, dakwaan JPU dari Kejari Gresik telah memenuhi syarat formil dan materill dan memerintahkan agar JPU melanjutkan perkara ini untuk memeriksa ke pokok materi dengan memeriksa saksi-saksi.

“Menolak eksepsi dari kuasa hukum terdakwa, menyatakan bahwa dakwaan Jaksa telah memenuhi syarat formil dan materill sesuai dengan ketentuan dari KUHAP, “tegas Johanis saat membacakan putusan sela.

Ditolaknya eksepsi ini, praktis perkara dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan anggaran di Kecamatan Duduksampeyan dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan ke pokok materi.

Sidang yang dilakukan secara daring yang dihadiri kuasa hukum terdakwa Fajar Yulianto dan JPU dari Pidsus Kejari Gresik Indah dan Esti Harjanti Candrarini itu kemudian ditunda Minggu depan dengan agenda pemeriksaan saksi. 

Seperi diberitakan, terdakwa Camat Duduksampeyan non aktif Suropadi dijebloskan ke tahanan rutan Banjarsari atas dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan anggaran kecamatan pada 2017 – 2019. Hasil audit inspektorat akibat perbuatannya negara dirugikan sekitar Rp 1 miliar. (yad)

Eksepsi Ditolak Majelis Hakim Perintahkan Perkara Suropadi Dilanjutkan Selengkapnya

Bupati Terpukau Keindahan Selayar


GRESIK, 1minute.id – Wisata Bahari Selayar (WBS) baru setahun dibuka sebagai destinasi wisata untuk umum. Akan tetapi, destinasi berlokasi di Desa Sungai Rujing, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean itu sudah memikat perhatian masyarakat.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam kunjungan kerja hari kedua di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean menyempatkan mengunjungi destinasi peraih juara ketiga pada Anugerah Wisata Gresik (AWG) 2021 itu. 

Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani terlihat terpesona melihat keindahan alam anugerah ilahi itu. Air laut bening, sebuah bukit nan hijau menjulang, berpasir putih. “Ini sungguh luar biasa,”kata Gus Yani pada Rabu, 9 Juni 2021. 

Mantan Ketua DPRD Gresik itu optimistis mewujudkan gagasan work ftom Bawean (WfB) bagi organisasi perangkat daerah (OPD) secara bergilir akan memiliki multiplayer effect yang luar biasa untuk mengembangkan potensi pariwisata dan perekonomian di pulau berjarak 80 mil laut dari pusat Pemerintahan Gresik itu.

Setelah mengajak para OPD bisa bekerja dari Bawean, tambahnya, giliran pelajar berkunjung. “Disini potensi wisatanya tidak kalah dengan daerah lain, akan kita maksimalkan dari pengunjung lokal. Nanti Kepala OPD bisa kerja dan monitor layanan di kepulauan,”kata Gus Yani.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Gresik Agustin Halomoan Sinaga menyatakan potensi pariwisata di Pulau Bawean sangat besar. “Selain Pantai Selayar, ada Gili Noko ada juga Mangrove Hijau Daun dan banyak lagi wisatanya. Tentu akan kita dukung potensi ini,” ujarnya.

Mewujudkan kemajuan sektor wisata, tambahnya, dirinya bakal berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan terkait transportasi perintis jalur darat maupun laut. “Intinya untuk memajukan wisata di Bawean ini harus berkolaborasi, baik pokdarwis, kepala desa serta pihak terkait, utamanya Dishub yang akan mewujudkan transportasinya,”tegasnya.(yad)

Bupati Terpukau Keindahan Selayar Selengkapnya

Pemerataan Yankes, RSUD Umar Mas’ud Kini Punya 5 Dokter Spesialis

GRESIK,1minute.id – Pemerataan layanan kesehatan di Pulau Bawean dibenahi oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah. Salah satunya, dokter spesialis di RSUD Umar Mas’ud Sangkapura.

Saat ini, ada lima dokter spesialis yang bertugas di rumah sakit berlokasi di kepulauan terluar Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. Mereka telah mendapatkan kenaikan insentif 100 persen. Pemberian insentif lebih kepada dokter spesialis serta para medis yang bertugas di Pulau Bawean ini merupakan program prioritas 99 hari kerja setelah dilantik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, seluruh pelayanan baik kesehatan maupun lainnya harus merata baik di wilayah daratan maupun kepulauan. “Khusus sektor di bidang kesehatan program Bapake (bayi lahir pulang bawa akte) harus berjalan. Sekarang insentif bagi para dokter spesialis naik hingga 100 persen dan insentif paramedis juga naik,”katanya usai mengunjungi RSUD Umar Mas’ud Sangkapura pada Rabu, 9 Juni 2021. 

MENYAPA PASIEN : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjenguk pasien dan menyerahkan program bayi lahir pulang bawa akta (Bapake) di RSUD Umar Mas’ud Pulau Bawean pada Rabu,9 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani ini menerangkan, kenaikan insentif bagi dokter spesialis merupakan jangka pendek meningkatkan pelayanan kesehatan di Bawean.
Untuk jangka panjang, tambahnya, ke depan pemerintah daerah juga bakal mendorong putra-putri asal Bawean untuk diberikan beasiswa kuliah kedokteran spesialis.

“Nanti ketika sudah kami beri beasiswa, mereka harus mengabdi disini menjadi dokter disini,”tambahnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik, drg Saifudin Ghozali menambahkan untuk memberikan layanan kesehatan warga kepulauan, dirinya juga bakal berkolaborasi dengan membuat program Terjang Ombak.

“Nah, Terjang Ombak ini akan kita kolaborasikan bersinergi dengan baik untuk pelayanan kesehatan warga kepulauan di Bawean ini,”tambahnya. Ghozali menambahkan, kenaikan insentif bagi dokter spesialis di RS Umar Mas’ud ini membuat para dokter antre untuk bisa mengabdi disini.

Untuk saat ini, baru ada lima dokter spesialis yang merupakan program dari Kemenkes RI dan Pemprov Jatim. “Alhamdulillah, sekarang sudah antri karena insentifnya naik. Semoga dibarengi dengan layanan kesehatan yang bagus,” tambahnya. (yad)

Pemerataan Yankes, RSUD Umar Mas’ud Kini Punya 5 Dokter Spesialis Selengkapnya

Dua Nakes Terpapar Covid-19, Puskesmas Cerme Lockdown


GRESIK,1minute.id – Puskesmas Cerme, Gresik lockdown pada Rabu, 9 Juni 2021. Penyebabnya, ada dua tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas berlokasi di Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Gresik. Petugas melakukan penyemprotan desinfekta tiga kali sehari.

Informasi yang dihimpun tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Cerme, Gresik itu diduga terpapar setelah menerima tamu dari kabupaten Bangkalan, Madura. Saat itu, nakes tersebut belum merasakan tanda-tanda telah terpapar. 

Sehari pascamenerima tamu, petugas nakes itu kemudian menggelar rapat internal  puskesmas. Saat itu mulai menunjukkan gejala. Hasil test swab PCR diketahui positif. Kepala Puskesmas Cerme dr Sukardi melakukan upaya testing, tracing (penelusuran kontak erat) dan treatment (perawatan).

Hasil 3T itu diketahui ada dua nakes di Puskesmas Cerme yang positif terpapar. “Hasil 3T diketahui Selasa sore,”kata sumber. Camat Cerme Suyono dikonfirmasi membenarkan adanya dua nakes di Puskesmas Cerme terpapar corona virus disease 2019. “Hari ini (Rabu), puskesmas tutup sementara. Kemungkinan, besok (Kamis) melayani masyarakat,”kata Suyono dikonfirmasi melalui selulernya pada Rabu, 9 Juni 2021. (yad)

Dua Nakes Terpapar Covid-19, Puskesmas Cerme Lockdown Selengkapnya

Tim Labfor Polda Jatim Selidiki Penyabab Tangki Metanol PT CAS Indonesia Meledak, 5 Meninggal Dunia, 2 Luka-luka


GRESIK,1minute.id – Polisi masih menyelidiki penyebab tangki metanol PT Citra Adi Sarana (CAS) Indonesia yang meledak dan mengakibatkan lima orang pekerja meninggal dunia dan dua pekerja mengalami luka-luka pada Selasa, 8 Juni 2021.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan kecelakaan kerja di PT CAS Indonesia di Jalan Kapt. Darmo Sugondo, Kecamatan Kebomas, Gresik. “Masih kami lakukan penyelidikan,”kata AKBP Arief Fitrianto dikonfirmasi melalui selulernya pada Rabu, 9 Juni 2021.

Saat ini, imbuh alumnus Akpol 2001 itu, tim laboratorium forensil Mabes Polri Cabang Polda Jatim masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Kami belum bisa menyimpulkan penyebab. Karena tim labfor masih melakukan penyelidikan,”imbuh mantan Kapolres Ponorogo itu.

Untuk diketahui, masyarakat Jalan Kapt. Darmo Sugondo, Kecamatan Kebomas dikagetkan suara ledakan sekitar pukul 15.00 pada Selasa, 8 Juni 2021. Belakangan diketahui ledakan itu berasal pekerjaan tangki metanol diduga milik PT CAS Indonesia. Siang itu, sejumlah pekerja sedang melakukan pekerjaan bagian sensor di atas tangki metanol.

UCAPAN DUKA : Salah satu korban ledakan tangki PT CAS Indonesia (foto : ist)

Tidak diketahui tiba-tiba tangki meledak. Tangki yang cukup besar itu terguling. Sebanyak 5 pekerja dilaporkan meninggal dunia dan dua pekerja mengalami luka-luka. Lima korban meninggal dunia yakni, Muhammad Burhanudin Al Ansori, 22, dan Ibnu Attoilah, 21. Keduanya berasal dari Kabupaten Trenggalek. Saat ini jenazah kedua korban berada di kamar jenazah Rumah Sakit (RS) Semen Gresik.

Kemudian Septianingrum Devi Putri, 26, warga Kabupaten Kediri, Muhammad Andik, 33, warga Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas Gresik dan Johanes Saputro, 22, warga Kabupaten Lamongan. Ketiga jenazah berada di RSUD Ibnu Sina Gresik.

Sementara dua korban yang luka berat yakni, Nur Kholik, 35, warga Kelurahan Sukorame Gresik dan Ali , 25. Kedua korban mengalami luka bakar di sekujur tubuh dan dirawat di RS Semen Gresik. (yad))

Tim Labfor Polda Jatim Selidiki Penyabab Tangki Metanol PT CAS Indonesia Meledak, 5 Meninggal Dunia, 2 Luka-luka Selengkapnya

Pemkab Gelontor Bantuan Sosial ke Pulau Bawean

GRESIK,1minute.id – Lawatan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah berkah masyarakat Pulau Bawean. Sebab, kedatangan dua pucuk pimpinan di Kota Giri ini juga membagikan bantuan tunai non pangan (BPNT) kepada 2.850 penerima manfaat dan 1.542 bantuan bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD).

Penyerahan secara simbolis dilakukan disela acara Rembuk Akur bertajuk Silaturahmi dengan ulama, kiai dan tokoh masyarakat di Pesanggrahan Kecamatan Sangkapura pada Selasa malam. 

Dalam rembuk akur itu berbagai masukan muncul dari masyarakat Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean. Bupati Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani terlihat serius mendengarkan masukkan dan menjawab tuntas pertanyaan masyarakat.

Rosyid, antara lain. Ia menyoroti maraknya perahu trawl (pukat harimau) yang masih marak di perairan Pulau Bawean. Mereka nelayan dari luar  Bawean. Saking getolnya, nelayan Bawean untuk menjaga ekosistem biota laut sempat menimbulkan perselisihan dengan nelayan luar Bawean. 

“Kami berharap pemerintah untuk menerbitkan perda larangan pengunaan perahu trawl,”kata Rosyid. Selain perahu trawl , Rosyid menyoroti tentang sampah yang masih berserakan di pantai dan pelabuhan Bawean. 

Bupati Fandi Akhmad Yani menjawab semua pertanyaan masyarakat itu dengan taktis. Bupati Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani mengatakan, persoalan perahu trawl akan dilakukan koordinasi dengan Pemprov Jatim.
Sedangkan, persoalan sampah, Gus Yani, berharap masyarakat ikut partisipasi dalam menjaga lingkungan. “Pemerintah segera menyiapkan tempat pengolahan sampat terpadu,”kata Gus Yani. (yad)

Pemkab Gelontor Bantuan Sosial ke Pulau Bawean Selengkapnya