Sarung Tenun Wedani Cerme Masuk Pasar Dubai

GRESIK,1minute.id – Ramadan menjadi berkah pengerajin sarung tenun di Desa Wedani, Kecamatan Cerme, Gresik. Permintaan sarung di negara-negara Islam meningkat. Sarung Tenun Wedani kembali di ekapor. 

Menandai ekspor kali kedua mulai Januari hingga Mei 2021 ini, disaksikan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Ketua DPRD Gresik M Abdul Qodir dan Ketua Dekranasda Gresik Nurul Haromaini Fandi Akhmad Yani.

Menurut Kepala Kantor Pengawasan dan pelayanan Bea dan Cukai  Gresik Bier Budy Kismulyanto, ekspor sarung Wedani ini untuk kali kedua. “Ekspor kali pertama awal Januari 2021 kami fasilitasi ke negara timur tengah,”kata Bier pada Senin, 4 Mei 2021. 

Ekspor kali kedua ini tujuan Dubai, Jeddah, Brunai Darussalam, Ethiophia dan Uni Emirat Arab.

“Kami berharap ekspor  kali ini akan semakin membuka pasar ekspor baru dan sarung Wedani Cerme Gresik semakin di kenal di manca negara,”harap Bier yang saat itu mendampingi Wabup Aminatun Habibah, Nurul Haromaini dan Kepala Diskoperindag Gresik Agus Budiono.

Wakil Bupati Aminatun Habibah menambahkan, sejak masa pandemi ini perekonomian masyarakat sempat terpuruk. Ia memuju terobosan yang dilakukan UMKM sarung Desa Wedani.

“Kami tahu, kualitas sarung produksi masyarakat Wedani ini sangat berkualitas bagus. Saya sudah melihat proses pembuatannya. Hasilnya sungguh sangat luar biasa ”puji Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah.

CEO PT Kakean Primanda Indonesia Achmad Nur Hasyim Hamada menyatakan pada zaman dulu Gresik sudah terkenal dengan hasil tenun songket. Padahal kalau bisa membuat tenun songket hasilnya lebih menguntungkan secara ekonomis karena harganya bisa mencapai puluhan juta.  

“Hasil tenun songket Gresik kami temukan pada museum di Belanda dan tertulis pada sejarah tenun dan tekstil. Tapi sejak seratus tahun terakhir songket Gresik sudah tidak ada lagi. Kami berharap para pengrajin tenun di Gresik untuk menguri-uri kembali agar tenun songket Gresik bisa berjaya lagi,”katanya. (yad)

Sarung Tenun Wedani Cerme Masuk Pasar Dubai Selengkapnya

Ramah Lingkungan, Green Surfactant Petrokimia Gresik Diminati Industri Migas


GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik  melakukan penjualan perdana Green Surfactant sebanyak 7.000 liter kepada KSO Pertamina EP-Samudra Energy BWP Meruap di Sarolangun, Provinsi Jambi pada Selasa, 4 Mei 2021. 

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan Green Surfactant produksi Petrokimia Gresik bekerja sama dengan Surfactant and Bioenergy Research Center (SBRC) Institut Pertanian Bogor (IPB) ini merupakan satu-satunya produk surfaktan dalam negeri.

Surfaktan merupakan molekul yang memiliki gugus hidrofilik (suka air) dan lipofilik (suka minyak / lemak) sehingga dapat menyatukan campuran yang terdiri dari air dan minyak. Selain digunakan untuk bidang farmasi dan industri pembersih seperti detergen, surfaktan juga digunakan untuk keperluan eksplorasi minyak bumi dengan metode Improved Oil Recovery (IOR) dan Enhanced Oil Recovery (EOR).

“Green Surfactant merupakan terobosan penting yang dapat mendukung industri minyak dan gas (migas) di tanah air agar semakin efisien dan ramah lingkungan,”ujar Dwi Satriyo.

Secara teknis, surfaktan akan diinjeksikan ke dalam bumi. Minyak bumi yang masih menempel di bebatuan akan terlepas dan lebih mudah disedot dengan pompa.

Sehingga surfaktan ini mampu meningkatkan produktivitas sumur minyak bumi, bahkan mampu mengeluarkan minyak mentah dari lapangan atau sumur minyak tua yang sudah tidak berproduksi lagi.

“Pengeboran minyak suatu saat akan turun produktivitasnya, meskipun cadangan yang ada di dalam sumur masih banyak. Ini terjadi karena minyak menempel pada bebatuan atau lainnya. Dengan menggunakan Green Surfactant akan ada biliunan barel minyak yang awalnya ditinggal karena susah disedot sekarang bisa dioptamilasisasi,”ujarnya.

Green Surfactant akan menggantikan penggunaan surfaktan berbasis hydrocarbon yang umum digunakan industri migas di Indonesia. Dimana surfaktan berbasis hydrocarbon ini harus diimpor dari luar negeri dengan harga yang lebih mahal dan fluktuatif karena dipengaruhi harga Crude Oil dunia.

“Oleh karena itu, Green Surfactant memiliki potensi pasar yang besar mengingat harganya lebih kompetitif dan lebih ramah lingkungan. Di sisi lain sumur migas di Indonesia juga sangat banyak,”kata Dwi Satriyo.

Sementara itu, dalam hal pemasaran, Petrokimia Gresik mendapat dukungan marketing and technical assistance dari Komunitas Migas Indonesia (KMI). Setelah pengiriman ke KSO Pertamina EP-Samudra Energy BWP Meruap, selanjutnya Petrokimia Gresik akan melakukan pengiriman Green Surfactant dengan volume 3.500 liter ke Sumur Kawengan Cepu, Provinsi Jawa Tengah.

“Ini menjadi bukti Green Surfactant produksi Petrokimia Gresik sangat diminati industri migas di tanah air,”tandasnya.

Saat ini kapasitas produksi Green Surfactant Petrokimia Gresik mencapai 600 kiloliter (kL) per tahun. Melihat potensi pasar yang masih sangat terbuka lebar, Dwi Satriyo berharap ke depan produksi Green Surfactant dapat ditingkatkan tidak lagi sekadar mini plant, tetapi dalam skala yang lebih besar lagi.

Terakhir, Dwi Satriyo menyatakan hadirnya produk Green Surfactant ini juga menjadi bentuk dukungan Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia ini terhadap target produksi crude oil 1 juta barrel per hari yang dicanangkan oleh pemerintah melalui SKK Migas.

“Selain itu, kerja sama ini juga menjadi salah satu wujud dan peran bersama dalam membangun kemandirian bangsa serta dalam rangka mengurangi ketergantungan impor bahan baku dan bahan penolong, salah satunya Surfaktan,” tandas Dwi Satriyo. (yad)

Ramah Lingkungan, Green Surfactant Petrokimia Gresik Diminati Industri Migas Selengkapnya

Teken Pakta Antinarkoba, bila Terbukti Gunakan Narkoba Siap di PDTH


GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengingatkan anggotanya tentang bahaya narkoba. Jika ada anggota Polres Gresik yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, sanksinya sangat berat.

“Jika terbukti menyalahgunakan narkoba kami tidak akan segan-segan secara tegas melakukan pemberhentian tidak dengan hormat (PDTH) kepada anggota yang menyalahgunakan narkoba,”tegas alumnus Akpol 2001 dalam Apel Komitmen Antinarkoba di Mapolres Gresik pada Selasa, 4 Mei 2021.

Apel dihadiri Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar dan pejabat utama ini, Kapolres Arief Fitrianto mengatakan komitmen bersama mengingatkan kembali bahaya narkoba, seluruh anggota membuat pernyataan di atas materai bahwa mereka sanggup menjauhi narkoba. 

Bila anggota masih mencoba menyalahgunakan narkoba, mereka sanggup diberhentikan dari dinas kepolisian sanggup diproses secara hukum. Komitmen ini mengingatkan bahaya narkoba dan sanksi hukum diterima oleh seluruh personel jika terbukti melanggar. 

“Harapannya kegiatan ini kita bisa memberikan kesadaran anggota kita jangan sekali-sekali mencoba bahaya narkoba. Karena bahaya narkoba selain merugikan diri sendiri juga merugikan keluarga dan institusi. Kalau berani melanggar sanggup memecat diri sendiri dari institusi Polri,”katanya dengan nada serius.

Mantan Kapolres Ponorogo itu berpesan menyadarkan dan kembali menyegarkan komitmen memerangi narkoba. Karena bahaya narkoba ini bisa menyentuh lapisan masyarakat termasuk Polri. (yad)

Teken Pakta Antinarkoba, bila Terbukti Gunakan Narkoba Siap di PDTH Selengkapnya

Mudik Dilarang, Lebaran Dirumah Saja

GRESIK,1minute.id –  Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo meminta seluruh pemerintah daerah untuk melarang warganya untuk mudik, termasuk mudik lokal antar kota dalam provinsi.

Doni menjelaskan, mobilitas penduduk dari satu tempat ke tempat lain pada momen Hari Raya Idul Fitri atau lebaran akan sangat berpotensi menimbulkan penularan Covid-19.

“Mudik lokal pun kita harapkan tetap dilarang, jangan dibiarkan terjadi mudik lokal, kalau terjadi mudik lokal artinya ada silaturahmi, ada salam-salaman, ada cipika-cipiki, artinya bisa terjadi proses penularan satu sama lain,” kata Doni dalam Rapat Koordinasi Satgas Covid-19 pada Minggu, 2 Mei 2021 mengutip dari suara.com.

Sementara itu, di ruang Aula Sarja Arya Racana Polres Gresik digelar rapat koordinasi kesiapan Operasi Ketupat Semeru pada Senin, 3 Mei 2021. Rakor ini dipimpin Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dihadiri Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Asisten I Setkab Gresik Tursilowanto Hariogi. 

Rakor membahas kesiapan pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H serta  larangan mudik sebagai upaya pencegahan penyebaran virus COVID-19.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengingatkan anggota yang tugas di lapangan harus bersikap tegas namun tetap humanis. Selain itu, mantan Kapolres Ponorogo itu, tidak lupa mengingatkan anggota untuk menjaga dan melakukan pengecekan kesehatanys. 

“Tugas pokok Polres maupun Polsek jajaran Gresik dibantu TNI dan instansi terkait untuk melaksanakan himbauan larangan mudik lebaran kepada masyarakat demi terjaminnya rasa aman bagi masyarakat,”ujar alumnus Akpol 2001 itu.

Ia melanjutkan Operasi Ketupat Semeru 2021 tidak bisa dilaksanakan satu instansi sendiri. Harus ada kerjasama dan sinergitas, gotong royong serta terus mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat terkait larangan mudik dan kedisplinan mematuhi Protokol kesehatan (prokes) dalam melaksanakan ibadah ramadan dan Idul Fitri. (yad)

Mudik Dilarang, Lebaran Dirumah Saja Selengkapnya

Gepal Siap Aksi ke Gedung Merah Putih, Tanyakan Kasus Giri Tirta

GRESIK,1minute.id – Aktivis gerakan penolak lupa (Gepal) Gresik kembali turun jalan pada Senin, 3 Mei 2021. Mereka mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntaskan perkara dugaan korupsi di  Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Giri Tirta. 

Hampir sebulan lembaga antirasuah itu melakukan penyelidikan dugaan korupsi  proyek pipanisasi senilai Rp 133 miliar. Proyek pipanisasi itu dikerjakan oleh PT Dewata Bangun Tirta (DBT) dan PT Drupadi Agung Lestari (DAL) pada 2012.

“Usut tuntas indikasi korupsi di Giri Tirta, informasikan hasil penyelidikan oleh KPK dan tetapkan siapa tersangka kasus dugaan korupsi di Perumda Giri Tirta,”kata Syafiudin daru Gepal pada Senin, 3 Mei 2021.

Gerakan Penolak Lupa, sebuah lembaga swadaya masyarakat di Gresik yang konsern terhadap ketimpangan sosial dan korupsi di Kota Santri.
Massa yang turun ke jalan ini membawa beberapa spanduk, bernada mendesak KPK untuk segera mengusut tuntas.

KPK sudah mendatangi kantor dan meminta keterangan manajemen Perumda Giri Tirta. Juga, mantan Dirut perusahaan yang dulunya bernama peruahasaan daerah air minum (PDAM) ini.
Penyidik juga memintai keterangan dari manajemen PT DBT dan PT DAL.

“Ada apa dengan KPK atas kasus PDAM di Gresik yang sampai saat ini belum ada penetapan tersangka?”kata Syafiudin dengan nada tanya. Aksi di dua lokasi itu, tidak ada satupun perwakilan DPRD Gresik maupun Giri Tirta yang menemui mereka.

Pihaknya akan melakukan aksi serupa jika kinerja KPK lambat dalam penyelidikan kasus ini. “Kalau perlu kami akan aksi ke Jakarta,”tegasnya. 

Untuk diketahui, KPK mulai menelisik dugaan korupsi dalam proyek pipanisasi air di Gresik. Proyek kerja sama investasi dengan dua perusahaan swasta senilai Rp133 miliar. 

PT DBT berupa kerja sama sistem Build Operate Transfer (BOT) pembangunan proyek instalasi pengolahan air di Desa Legundi, Kecamatan Driyorejo, dan PT DAL berupa ROT (Rehabilitation Operating Transfer) di Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo pada 2012. Proyek kerjasama itu ditengarai merugikan puluhan miliar. (yad)

Gepal Siap Aksi ke Gedung Merah Putih, Tanyakan Kasus Giri Tirta Selengkapnya

Masuk Zona Oranye, Ops Yustisi Masif Dilakukan Satgas Covid-19

GRESIK,1minute.id – Satgas Covid-19 Gresik mengintensifkan melakukan operasi yustisi penegakan protokol kesehatanOperasi yustisi dilakukan di jalan Sumatera Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru pada Minggu, 2 Mei 2021.

Operasi yustisi skala besar ini melibatkan puluhan petugas dari Polres Gresik, Kodim 0817 Gresik dan Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Gresik itu dipimpin Ipda Heriyanto.

Ops Yustisi ini untuk menyosialisasikan instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 03/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di tingkat Desa dan Kelurahan untuk pengendalian penyebaran corona virus Disease 2019.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan operasi yustisi ini akan terus dilakukan bersama instansi terkait, dalam upaya pencegahan penularan dan penyebaran COVID-19 serta dalam rangka pengawasan PPKM utamanya di wilayah Kabupaten Gresik.
“Ops Yustisi akan semakin kita intensifkan bersama petugas gabungan,”kata alumnus Akpol 2001.

Sementara itu, update data COVID-19 per 2 Mei 2021 terdapat penambahan 3 kasus baru terakumulasi menjadi 5.545 kasus dan sembuh bertambah 1 kasus menjadi 5.139 kasus. Meninggal dunia 353 kasus. (yad)

Masuk Zona Oranye, Ops Yustisi Masif Dilakukan Satgas Covid-19 Selengkapnya

Lelang Bandeng Virtual, Pasar Bandeng Digelar Sepuluh Titik, Mulai 5-10 Mei

Tradisi Malam Likuran Ramadan di Kota Santri, Gresik pada masa Pandemi (bagian 3/habis)

Penulis : chusnul cahyadi/1minute.id
PASAR dan LELANG BANDENG
PEMERINTAH Kabupaten memutuskan menggelar pasar dan lelang bandeng pada 27 Ramadan (malam pitu likur) atau Jumat, 7 Mei 2021.Tahun lalu, tradisi ratusan tahun itu ditiadakan. Penyebabnya, corono virus disease 2019 (COVID-19) mengganas di Kota Santri, Gresik. 

Tahun ini, pagebluk berawal dari Wuhan, Tiongkok itu belum ada tanda-tanda berakhir. Pemerintah memutuskan menggelar tradisi itu beda. Pasar bandeng dan pernak-perniknya, lazimnya dipusatkan di depan Pasar Kota Gresik di Jalan H.Samanhudi, HOS Cokroaminoto, Jalan Raden Santri, Basuki Rahmat. 

Kondisi saat ini, pada masa pandemi tentu riskan adanya kerumunan massa yang berpotensi persebaran COVID-19. Pemerintah memutuskan menggelar tradisi digeber di sepuluh tempat. 

Yakni, Lapangan Sitarda Ujungpangkah ;  Alun-alun Sidayu ; Lapangan Gembos Bungah dan Lapangan Suci Manyar. Kemudian, Area Pasar Baru Gresik ; Lapangan Manunggal Kedamean serta Lapangan Klampok Benjeng. Selanjutnya, halaman Kecamatan Cerme, Lapangan Menganti dan Lapangan Duduksampeyan. 

KONTES BANDENG : Lima ekor ikan bandeng hasil budidaya petambak Gresik pada Pasar dan Lelang Bandeng Gresik ( foto : chusnul cahyadi)

Selain tersebar di sepuluh titik itu. Durasi Pasar Bandeng juga diperpanjang. Sebelum pandemi hanya 2 hari. Tahun ini, mulai 5 hingga 10 Mei 2021. Pasar Bsndeng menjadi momen bagi petambak untuk langsung bertemu dengan pembeli. Harga bandeng pun sesuai mekanisme pasar. Meski kecenderungan harga lebih tinggi dari biasa. 

Akan tetapi, masyarakat Gresik selama ini tidak begitu mempersoalkan. Apalagi, ungkapan seakan menjadi kepercayaan di masyarakat. “Lebaran durung mangan bandeng tidak lengkap,”kata Arif Budiman, pemuda asal Gresik.

Semua lapisan masyarakat bisa menikmati makan ikan bandeng dengan aneka menu masakan. Kotokan, Keropok, Bali , Semur semuanya bahan utama ikan bandeng. Aneka menu itu bisa ditemui di berbagai Langgar atau Musala badal salat Id. Suasana lebaran guyup rukun bikin kangen sehingga pekerja selalu kangen mudik. 

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Poncoatmojo saat memimpin rakor gelaran Pasar Bandeng mengatakan, untuk lelang bandeng dilakukan secara virtual yang akan dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan bupati/wali kota se-Jatim.

BANDENG SEUKURAN BAYI : Pedagang ikan bandeng pada Pasar Bandeng Gresik pada 2018

Lelang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas. “Kami berharap bandeng peserta kontes ini adalah asli produksi petani Gresik. Kami minta pihak panitia terutama dinas perikanan mengecek betul hal ini. Kami bangga meskipun bandengnya tak terlalu besar tapi hasil petani Gresik asli,”ujar Pj Sekda  Abimanyu menyampaikan harapan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Sementara itu, Camat Gresik Purnomo mengatakan, Pasar Bandeng tetap dibatasi jumlahnya. “Karena pasar bandeng identik di pasar Gresik. Kuota penjual lebih banyak dari 9 titik lainnya,”kata Purnomo dikonfirmasi pada Sabtu, 1 Mei 2021.

Terkait pusat Pasar Bandeng, Purnomo belum bisa memastikan lokasi. “Apakah di Jalan Gubernur Suryo, depan Pasar Gresik atau sepanjag Jalan H. Samanhudi ,”kata Purnomo.

Panitia terus mematangkan gelaran pasar dan lelang bandeng. Juga menghimbau masyarakat tetap patuhi prokes. Sehingga tujuan pemerintah mendongkrak pertumbuhan ekonomi terwujud tanpa muncul klaster baru. Corona cepat berakhir. (*)

Lelang Bandeng Virtual, Pasar Bandeng Digelar Sepuluh Titik, Mulai 5-10 Mei Selengkapnya

Kapolres Takziah, Berdoa untuk Awak dan Keluarga KRI Nanggala-402

GRESIK,1minute.id – Suasana duka masih menyelimuti keluarga awak kapal selam, KRI Nanggala-402 yang tenggelam di selat Bali. Dukungan moral kepada keluarga patriot penjaga kedaulatan NKRI terus mengalir.

Antara lain, dari Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan pejabat utama Polres Gresik. Alumnus Akpol 2001 ini melakukan takziah ke rumah lima awak kru KRI Nanggala-402 yang asal Gresik pada Sabtu, 1 Mei 2021. 

Mantan Kapolres Ponorogo itu didampingi Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar, Kapolsek Duduksampeyan Iptu Sugeng Ari Putra, Kapolsek Menganti AKP Tatak Sutrisno dan Kapolsek Driyorejo AKP M Zunaedi. 

Rombongan kali pertama melakukan takziah ke rumah duka keluarga Serda Harmanto di Desa Tumapel, Kecamatan Duduksampeyan. Mereka tiba pukul 09.00 disambut istri Harmanto, Ely Lailatul Afifah.

Setelah berdoa bersama, rombongan melanjutkan takziah ke rumah duka keluarga Sertu Hendro Purwanto di Desa Pengampon, Kecamatan Menganti.

Berikutnya, ke kediaman mendiang Kapten Yohanes Heri Santoso di Kompleks Perum TNI AL Jl. Batu Pualam, Desa Mulung, Kecamatan Driyorejo. Kemudian, menuju rumah duka keluarga Serda  Syahwi Mapala dan Letda Adhu Laksmono. Rumah duka mereka di Kompleks Perum GMI, Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo.

Di rumah duka kru KRI  Nanggala-402 yang tinggal di Gresik itu, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto selain berdoa untuk 53 kru kapal selam, juga, memberikan dukungan moral kepada para keluarga untuk diberikan ketabahan serta menyerahkan tali asih kepada kelima keluarga korban.  

“Kunjungan ini sebagai bentuk empati Polri atas tragedi yang menimpa KRI Nanggala-402. Sekaligus, memberikan dukungan kepada keluarga kru kapal selam yang menjalankan tugas,” kata AKBP Arief Fitrianto.

Kapolres Arief, juga meminta masyarakat untuk cerdas menggunakan media sosial dengan bahasa yang baik dan bijak menyikapi tragedi tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di Perairan Selat Bali.

“Kami minta dalam mengomentari musibah tenggelamnya kapal selam Nanggala-402 masyarakat bijak dalam bermedsos,”imbau AKBP Arief Fitrianto. (yad)

Kapolres Takziah, Berdoa untuk Awak dan Keluarga KRI Nanggala-402 Selengkapnya

Peziarah Malam Selawe Khusus Warga Gresik, Wajib Bawa Hasil Tes Antigen

Tradisi Malam Likuran Ramadan di Kota Santri, Gresik pada masa Pandemi (bagian 2)

Penulis : chusnul cahyadi/1minute.id
MALAM Selawe di Sunan Giri


MALAM  25 (selawe) Ramadan dinyakini umat muslim salah satu malam penuh berkah. Malam ganjil di sepuluh terakhir bulan suci Ramadan itu digunakan warga Kota Santri untuk bermunajat kepada sang Khaliq dengan berharap mendapatkan keistimewaan Ramadan.

Yakni malam Lailatul Qadar. Malam lebih baik dari 1.000 bulan. Makam Sunan Giri di Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Gresik menjadi salah satu jujugan masyarakat untuk bermunajat. Mereka tidak hanya berasal dari Gresik. Bahkan, umat muslim berbagai penjuru di Indonesia.

Saking banyaknya orang yang hendak ke makam salah satu Wali Sanga itu, kawasan sepanjang jalan Sunan Giri hingga menuju makam Syeh Maulana Ainul Yaqin sesak manusia. Berkah bagi masyarakat setempat. Jualan mereka laris manis.

Pemandangan itu, sudah bertahun-tahun. Berlangsung ratusan tahun.  Sebuah potensi wisata. Pemuda desa membuat Festival Malam Selawe di halaman parkir Wisata Religi Sunan Giri itu. Di Festival ini, selain kerajinan khas Giri. Juga, makanan khas Giri Ketupat Keteg. 

MAKAM SUNAN GIRI : Pada malam selawe Ramadan, peziarah wajib bawa hasil tes antigen ketika bermunajat di makam wali songo (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Bahan dasar beras ketan, dibungkus dengan daun gebang sejenis janur kemudian dikukus menggunakan air lantung (air sumur minyak di Desa Sekarkurung, Kebomas) selama 4-5 jam.

Keteg kemudian ditiris. Sebelum disantap siapkan parutan kelapa. Ehmmm.Rasa Keteg ini gurih dan ada asinnya. Para wisatawan bisa menikmati kuliner khas Sunan Giri hanya area makam Sunan Giri. 

Wabah corona virus disease 2019 (Covid-19) banyak penjual keteg tutup karena pengelola makam menutup semua aktivitas. Bahkan,  tahun lalu, malam Selawe ditiadakan. Makam Sunan Giri bergelar Prabu Satmata dengan julukan Joko Samudro itu ditutup untuk semua peziarah untuk mencegah persebaran virus berasal dari Wuhan, Tiongkok itu.

Setahun COVID-19 mewabah. Belum ada tanda-tanda berakhir. Jumlah kasus konfirmasi di Kota Santri fluktuatif. Naik-turun. Ketiga Satgas kencang melakukan penindakan jumlah kasus turun. Sebaliknya, petugas lengah jumlah kasus meningkat. 

Gresik sempat masuk zona merah membaik ke zona oranye bahkan sempat zona kuning. Satu langkah lagi masuk zona hijau (aman). Sepekan belakangan ini, tren kasus naik lagi, Gresik zona oranye lagi.

Malam Selawe hitungan jari. Apakah malam Selawe Ramadan sama tahun lalu? Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Gresik Ida Lailatussa’diyah mengatakan, hasil kajian musyawarah pimpinan kecamatan Kebomas , tradisi Malam Selawe tetap dilaksanakan. 

“Tentu saja, menggunakan protokol kesehatan ketat,”tegas Ida Lailatussa’diyah. Malam Selawe dengan protokol ketat itu, tambahnya, hasil arahan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani untuk tetap menggerakkan perekonomian.

“Jadi hanya masyarakat sekitar selama ini berjualan boleh membuka lapaknya,”imbuh mantan Sekretaris di DPM PTSP Gresik ini. Hasil resume rapat muspika diperoleh  1minute.id  menyebutkan, makam Sunan Giri tetap dibuka untuk bermunajat masyarakat di malam Selawe Ramadan. Akan tetapi, peziarah hanya warga Gresik.

KETUPAT KETEG : Kuliner khas Giri ( foto : dokumen Buku Grissee Kota Bandar karya Chusnul Cahyadi)

“Setiap peziarah wajib membawa hasil lab antigen,”bunyi hasil resume diteken Camat Kebomas Miftachul Huda itu.

Petugas akan ditempatkan disejumlah sudut jalan yang menuju ke makam Sunan Giri dari Desa Klangonan, diantaranya. “Bila pengunjung makam membludak, waktu kunjungan akan dibatasi,”kata Huda.

Selain mendeteksi pengunjung makam Sunan Giri, petugas mendirikan posko kesehatan. Bagaimana antisipasi pengunjung luar Gresik? Petugas gabungan TNI, Polri, Pol PP, Dishub dan Dinkes akan melakukan penyekatan yakni :1. Jalan Sunan Prapen (Pertigaan Sekarkurung)2. Jalan Sunan Giri (Pertigaan Tlogo Pegat)

Sekretaris Kecamatan Kebomas Zainul Arifin mengatakan, Malam Selawe tetap dilaksanakan dengan protokol kesehatan. “Penerapan prokes akan diperketat. Pengunjung Sunan Giri wajib bawa hasil tes antigen,”tegas Zainul dikonfirmasi melalui WhatApps pada Sabtu, 1 Mei 2021 (*)

Peziarah Malam Selawe Khusus Warga Gresik, Wajib Bawa Hasil Tes Antigen Selengkapnya

Kolak Ayam Sanggring Gumeno, Juru Masak semua Kaum Adam

Tradisi Malam Likuran Ramadan di Kota Santri, Gresik pada Masa Pandemi (bagian 1)

Penulis : chusnul cahyadi/1minute.id

BULAN suci Ramadan memasuki hari ke-19 pada Sabtu, 1 Mei 2021. Sebentar lagi memasuki malam likuran atau 10 hari terakhir Ramadan. 
Memasuki malam likuran puasa Ramadan itu, ada tiga tradisi yang ditunggu masyarakat Kota Santri, Gresik.

Yakni, Kolak Ayam di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Gresik diperingati setiap 23 Ramadan. Lalu, Malam Selawe atau malam 25 Ramadan di Makam Sunan Giro, Kecamatan Kebomas, serta Pasar dan Lelang Bandeng pada 27 Ramadan.

Bagaimana tiga tradisi turun temurun, konon sejak zaman Kanjeng Sunan Giri atau Maulana Ainul Yaqin bergelar Prabu Satmata dengan julukan Joko Samudro itu.

KOLAK AYAM GUMENO

DILAKSANAKAN setiap 23 Ramadan oleh masyarakat Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Gresik. Tahun lalu, ketika pagebluk corona mengganas, tradisi sejak Sunan Dalem, putra Sunan Giri dirayakan terbatas, hanya masyarakat desa setempat. Masyarakat luar desa tidak bisa masuk ke desa tersebut, “lockdown”.

SERTIFIKAT warisan budaya takbenda dari Kemendikbud untuk tradisi Kolak Ayam Sanggaring Gumeno tahun memasuki ke-496 itu. ( foto : Didik Wahyudi for 1minute.id)

Tahun ini, wabah corona tidak seganas tahun lalu, Kolak Ayam Sanggring ke-496 digelar Selasa, 4 Mei 2021 itu digelar lebih terbatas untuk umum. 
Menurut Humas Acara Kolal Ayam Sanggring Didik Wahyudi, kegiatan dalam masjid hanya untuk undangan dan jamaah.

“Jumlah sekitar 300-an porsi untuk undangan. Termasuk sampeyan kalau datang,”kata Didik sambil tersenyum. Untuk kegiatan masyarakat, pemerintah desa memperbolehkan menerima tamu di rumahnya masing-masing. “Tahun lalu, desa ditutup untuk warga luar desa,”kata Didik melalui pesan WhatApps pada Sabtu, 1 Mei 2021.

Istimewanya, panitia Kolak Ayam ini semua dari kaum Adam itu, mulai memilih bahan rempah, belanja ayam, memasak hingga menyajikan kepada masyarakat. Kolak Ayam Sanggring yang terasa gurih ini hanya setahun sekali yakni har ke-23 (telu likur) Ramadan . Tradisi masuk Warisan Budaya Takbenda Indonesia di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak 8 Oktober 2019.

Tahun ini, imbuh Didik, panitia Sanggring ke-496 akan menyembelih 115 ekor ayam ; 1 kuintal bawang daun ; 480 kilogram gula merah, 20 kilogram jinten bubuk dan 460 butir kelapa.

Kolak Ayam ini  disajikan untuk berbuka bersama di masjid Jamik Sunan Dalem. Kolak ayam merupakan makanan takil atau makanan pembuka untuk berbuka puasa yang sifatnya hanya sementara.

BAGIKAN KOLAK AYAM : Panitia Kolak Ayam Sanggring semuahya kaum Adam membagikan kepada masyarakat Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Gresik ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Tradisi ini berasal dari  suatu riwayat, di saat pelariannya di Desa Gumeno, Sunan Dalem jatuh sakit dan  dapat disembuhkan dengan memakan Sanggring ini.

Menurut Babad Gresik, Sunan Dalem adalah putra dari Sunan Giri yang memerintah di Giri Kedaton. Sunan Giri meninggal pada 1506 M, kemudian kekuasaan Giri Kedaton digantikan oleh putranya yaitu Sunan Dalem.

Di tengah kebingungan penduduk tersebut, Sunan Dalem mendapat petunjuk dari Allah SWT lewat mimpi agar membuat suatu masakan untuk obat. Esok harinya Sunan Dalem memerintahkan semua penduduk supaya membawa seekor ayam jago berumur sekitar satu tahun atau jago lancur ke Masjid.

Maka segeralah semua penduduk membawa seekor ayam jago untuk dimasak dengan santan kelapa, jinten, gula merah dan bawang daun. Setelah masakan selesai, Sunan Dalem memerintahkan kepada penduduk Gumeno agar membawa ketan yang sudah dimasak.

Pada saat itu bertepatan dengan Bulan Ramadan sehingga ketika tiba waktu Mahrib (waktu berbuka puasa), Sunan Dalem dan semua penduduk berbuka bersama di masjid.
Akhirnya Sunan Dalem mendapat Hidayah, Ma’unah serta Inayah dari Allah sehingga beliau sembuh dari sakit yang dideritanya setelah menyantap masakan tersebut (*)

Kolak Ayam Sanggring Gumeno, Juru Masak semua Kaum Adam Selengkapnya