Pembunuh Bocah di Bukit Jamur Bungah Dituntut 7 Tahun, Orang Tua Korban Minta Lebih Berat

Dua anak berhadapan hukum dalam perkara dugaan pembunuhan di kawasan Bukit Jamur, Kecamatan Bungah ( foto : chusnul cahyadi)


GRESIK,1minute.id – Sidang perkara pembunuhan AAH, mayatnya ditemukan di area Bukit Jamur, Kecamatan Bungah, Gresik, sempat memanas. Orang tua korban tidak terima kedua pelaku hanya dituntut 7 tahun 6 bulan penjara.

Hukuman tersebut dianggap sangat ringan dan tidak sesuai dengan perbuatan yang dilakukan kedua terdakwa anak. “Kami kecewa dengan tuntutan jaksa,”ujar Fajar, penasehat hukum (PH) korban usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Gresik, Selasa, Desember 2020.

Menurutnya, dalam pasal yang disangkakan jaksa penuntut umum (JPU) maksimal hukuman 15 tahun penjara. Namun, fakta di persidangan kedua terdakwa anak dituntut lebih rendah.
“Harusnya tuntutan setimpal dengan perbuatannya. Pembunuhan sudah direncanakan dan perbuatannya melebihi orang dewasa,” ungkapnya.

Sidang yang digelar di ruang Tirta itu digelar secara tertutup. Kedua anak berhadapan dengan hukum (ABH) MSK ,15 , dan MSI, 16, dituntut 7 tahun 6 bulan dan pelatihan kerja selama 6 bulan.

Mereka dijerat pasal 76C jo pasal 80 ayat (3) UU RI no 35/2014 tentang perubahan UU RI no 23/2002 tentang perlindungan anak jis pasal 1 angka 1 UU RI no 11/2012 tentang sistem peradilan pidana anak.
“Betul dituntut 7 tahun 6 bulan dan pelatihan kerja selama 6 bulan,” ujar JPU Esti Hardjanti.

Hakim tunggal yang dipimpin Putu Gde Hariadi menunda persidangan hari ini Rabu, 2 Desember 2020 dengan agenda pledoi. “Iya, besok pledoi,” kata Sulton Sulaiman, Penasehat Hukum (PH) kedua ABH.
Sekadar diketahui, korban meninggalkan rumah pada Rabu, 28 Oktober 2020  malam berangkat acara Maulid Nabi ke Masjid di kecamatan  Bungah.

Mayatnya baru ditemukan oleh dua orang santri pada Jumat, 30 Oktober 2020 sore di area galian C di kawasan Bukit Jamur, Bungah.
Jenazah AAH baru bisa diidentifikasi pada Selasa, 4 November 2020. Tidak berselang lama, polisi berhasil menangkap kedua pelaku di lokasi berbeda. Satu orang diamankan di Pasuruan dan seorang ditangkap di Bungah.

Dalam rekonstruksi yang dilakukan penyidik Pidana Umum (Pidum)  Satreskrim Polres Gresik, kedua ABH itu menghabisi AHH dengan cara dipukul dengan balok kayu. Setelah mayat diikat lalu diceburkan dalam kubangan bekas galian C di kawasan Bukit Jamur Kecamatan Bungah. Kedua ABH mengaku perbuatan itu dilakukan karena sakit hati kepada anak korban, AHH.  (*)

Pembunuh Bocah di Bukit Jamur Bungah Dituntut 7 Tahun, Orang Tua Korban Minta Lebih Berat Selengkapnya

Paslon Niat Terpilih, Jamin Sinergitas Pemkab dan Pemdes untuk Majukan Kearifan Lokal dan Pemerataan Pembangunan

GRESIK,1minute.id – Calon Bupati (Cabup)  Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) menyatakan Kabupaten Gresik memiliki banyak potensi kearifan lokal yang bisa menumbuhkan ekonomi kerakyatan bagi masyarakat.

Cabup berpasangan dengan Cawabup Aminatun Habibah itu blusukan ke Desa Banyuurip,  Kecamatan Kedamean. Cabup nomor urut 2 itu takjub dengan adanya pasar seribu satu bunga. Sebuah sentra tanaman hias. Pengelolanya,  Pemerintah desa (Pemdes) setempat.

“Pasar tanaman hias itu ternyata diinisiasi pihak desa sejak 2012. Dengan memanfaatkan Tanah Kas Desa (TKD), sebagai budidaya lahan para petani bunga. Hal itu didasari pada warga lokal yang banyak berbudidaya tanaman hias, terutama berjenis adenium,”ujarnya, Selasa, 1 Desember 2020.

Sentra tanaman adenium di desa tersebut luasnya berhektar-hektar. Telah terbukti dapat menghidupi ekonomi warga desa. “Saya lihat halaman dan teras rumah di Desa Banyuurip dipenuhi tanaman hias dan tanaman buah yang siap dijual,”ungkap menantu KH Agoes Ali Masyhuri itu. 

Sentra tanaman hias berhasil menarik minat pembeli. Bahkan, pembeli yang datang tidak hanya dari warga Gresik saja, melainkan banyak yang dari luar Gresik.

Ke depan, jika terpilih memimpin Gresik lima tahun. Dirinya dan pasangannya Aminatun Habibah (Bu Min) akan menggarap lebih lanjut daya tarik Desa Banyuurip tersebut. 

“Dibutuhkan sinergitas antara pemerintah kabupaten dan desa untuk memajukan keunggulan kompetitif tiap desa atau wilayah. Sehingga, secara infrastruktur, tata kelola dan promosi keunggulannya bisa dioptimalkan dengan baik lagi,”tandasnya.

Gus Yani juga menyoroti pembangunan di Gresik yang tidak merata ini karena pihak pemerintah tidak memiliki sense of belonging (rasa memiliki) terhadap potensi-potensi lokal yang menjamur. Akibatnya, tidak sedikit potensi lokal itu tidak maksimal karena tidak adanya dukungan dari pemerintah daerah.

“Dibawah kepimpinan Saya nanti pembangunan harus dilakukan secara lebih merata. Seluruh potensi bisa digarap lebih maksimal. Baik itu wilayah selatan, kota, utara, bahkan Bawean. Yang mana pembangunan terselenggara dengan saling topang-menopang.Antara Pemerintah Kabupaten dengan Pemerintah Desa,”tegasnya. (*)

Paslon Niat Terpilih, Jamin Sinergitas Pemkab dan Pemdes untuk Majukan Kearifan Lokal dan Pemerataan Pembangunan Selengkapnya

Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi Penegakan Prokes, Puluhan Orang Mendapatkan Teguran hingga Kerja Sosial

Tim Gabungan memberikan sanksi sosial membersihkan taman kepada masyarakat yang terjaring operasi yustisi penegakan protokol kesehatan, Selasa 1 Desember 2020

GRESIK,1minute.id – Jumlah pasien terpapar Covid-19 masih terjadi di Gresik. Penegakan protokol kesehatan (Prokes) semakin diintensifkan tiga pilar di setiap kecamatan.

Diantaranya, tiga pilar di Kecamatan Manyar dan Balongpanggang , Selasa 1 Desember 2020.

Sekitar pukul 12.30, satgas Covid-19 terdiri dari TNI, Polri dan Petugas Ketenteraman dan Ketertiban melakukan operasi yustisi di sejumlah warung di Kecamatan Manyar. 

Operasi penegakan peraturan bupati (Perbup) nomor 22/2020 tentang Pedoman masa transisi menuju tatanan normal baru pada kondisi pandemi Virus Corona (Covid-19) dengan sasaran masyarakat yang beraktivitas di luar rumah tanpa memakai masker. 

Selama 60 menit petugas yang dipimpin Waka Polsek Manyar Ipda Yasin itu melakukan penyisiran di sejumlah fasilitas publik dan warung kopi. Bagaimana hasilnya? 

Kasub Bag Humas Polres Gresik AKP Bambang Angkasa mengatakan operasi yustisi penegakan prokes itu menindak sepuluh orang. “Mereka yang terjaring operasi yustisi dikenai sanksi hukuman push up tiga orang dan tujuh orang mendapatkan teguran,”ujar Bambang Angkasa didampingi Ipda Yasin. 

Sedangkan, operasi yustisi di Kecamatan Balongpanggang petugas memberikan sanksi teguran simpatik kepada 30 orang dan hukuman sosial membersihkan taman.

Bambang menambahkan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan ini dilakukan serentak di Gresik (*)

Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi Penegakan Prokes, Puluhan Orang Mendapatkan Teguran hingga Kerja Sosial Selengkapnya

Tanah Warisan Suami Dikuasai Saudara, Istri Menggugat, Majelis Hakim Gelar PS

Majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik menggelar persidangan setempat (PS), Selasa 1 Desember 2020

GRESIK, 1minute.id – Pengadilan Negeri (PN) Gresik melakukan persidangan setempat (PS) atas gugatan 5 objek tanah di Desa Kandangan, Kecamatan Cerme, 1 Desember 2020.

PS dilakukan atas gugatan yang dilakukan oleh Siami, istri almarhum Mat Sholeh.
PS ini dilakukan untuk mengecek ke lapangan atas kebenaran objek tanah yang disengketakan.

Pasalnya,  pada gugatan disebutkan ada lima objek tanah milik almarhum saat ini dikuasai oleh  Kartono selaku tergugat I dan Sri Utami selaku tergugat II. 

Majelis hakim yang diketuai Wiwin Arodawanti dengan anggota I Gusti Ngurah Taruna dan Fitra Dewi Nasution datang ke lokasi sekitar pukul 09.00. Para pihak baik prinsipal penggugat serta kuasa hukumnya maupun kuasa hukum tergugat juga datang mengikuti sidang.

Tidak hanya itu, petugas dari perangkat Desa Kandangan juga ikut turun ke lokasi untuk memberikan keterangan batas tanah dan lokasi tanah. 

Objek tanah yang didatangi diantaranya, tanah dengan SHM nomor 53 seluas 310 meter persegi (M2), SHM No. 501 seluas 3.117 M2, SHM No. 876 seluas 11.000 M2, SHM No. 1027 seluas 1.038 M2 dan SHM No. 2157 dengan luas tanah sebesar 2449 M2. 

Semua objek tanah sudah bersertifikat atas nama almarhum Mat Sholeh, suami dari penggugat.  Diantara lima objek, ada satu tanah yang berdiri bangunan rumah serta tanah dengan bangunan gudang juga didatangi majelis hakim untuk dilakukan pengecekan. 

Andi Mulya, kuasa hukum penggugat menjelaskan, hari ini pihaknya mengajukan sidang ditempat atas lima objek sertifikat hak milik atas nama almarhum Mat Sholeh yang dikuasasi oleh tergugat 1 dan tergugat 2. 

Ada lima objek diantaranya, tiga tanah, satu tanah beserta bangunan rumah dan satu tanah beserta bangunan gudang. 
“Semua objek itu memiliki sertifikat atas nama alm Mat Sholeh. Anehnya, saat ini objek tersebut dikuasai oleh penggugat 1 dan penggugat 2,”kata Andi.  

Andi menambahkan kliennya waktu itu diajak oleh para tergugat untuk datang ke kantor notaris Geys Bahasuan (turut tergugat) untuk menandatangani ikatan jual beli dan akta pernyataan dan kesepakatan yang dibuat oleh para tergugat tanpa mengetahui isi dan maksud dari ikatan dan pernyataan itu yang dilakukan dibawah tangan. 

“Kami melakukan gugatan perbuatan melawan hukum atas penerbitan tiga akta yang dilakukan secara terselubung dan penuh rekayasa dan melanggar ketentuan dari UU Notaris, akte No. 02 tentang pernyataan dan kesepatakan dan ikatan jual beli cacat hukum.

Kelima objek tanah dengan SHM milik almarhum Mat Sholeh tidak pernah dijual oleh Istrinya,” tegasnya.  Tidak hanya itu,  Andi juga menegaskan bahwa SHM merupakan bukti kepemilikan sah yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Negara (BPN) dan semuanya atas nama almarhum.  

“Secara hukum tanah tersebut milik almarhum Mat Sholeh dan saat ini yang berhak mewarisi adalah istri dan 2 anak almarhum bukan tergugat selaku saudara dari almarhum.

Faktanya,  tanah tersebut semua dikuasia oleh tergugat 1 dan tergugat 2. Maka dari itu kami melakukan perlawanan dengan mengajukan gugatan,”tegasnya. (*)

Tanah Warisan Suami Dikuasai Saudara, Istri Menggugat, Majelis Hakim Gelar PS Selengkapnya

Prihatin Soal Sampah, Niat Wujudkan Gresik Berbasis Kebersihan Lingkungan Melalui Program Gresik Lestari

GRESIK,1minute.id  – Pengelolaan sampah masih menjadi masalah serius bagi masyarakat Gresik. Apalagi, sarana dan prasarana untuk mengangkut sampah rumah tangga menuju tempat pembuangan sampah akhir (TPA) masih sangat minim.

Akibatnya, tak sedikit armada truk angkut sampah dengan kondisi bolong-bolong terpaksa harus dioperasikan untuk mengangkut sampah rumah tangga yang mencapai 150 meter kubik hingga 200 meter kubik per harinya itu. 

Tata kelola sampah di Kabupaten Gresik sangat memprihatinkan. Terbatasnya tempat pembuangan sampah sementara (TPS) membuat perilaku masyarakat membuang sampah sembarangan meningkat.

Kondisi tersebut telah lama menjadi perhatian serius paslon nomor urut 02, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah (Niat) dalam rangka kelestarian lingkungan serta pengelolaan sampah terpadu.
Cabup Gus Yani mengatakan, setelah melewati tahapan kampanye mengelilingi desa ke desa.

Banyak masyarakat yang wadul soal penanganan sampah di Kota Pudak yang kurang diperhatikan pemerintah daerah.
Fakta banyaknya masyarakat yang membuang sembarangan itu karena minimnya TPS. Kondisi itu dinilai tidak sejalan dengan peningkatan jumlah hunian terutama di wilayah Gresik Selatan. Padahal, jumlah perumahan di wilayah Gresik selatan membludak.

“Tidak ada fasilitas oleh pemkab untuk penanganan sampah, jadinya banyak saya temui sampah berserakan di tepian jalan,”katanya, Senin 30 November 2020.

Imbas dari pengelolaan sampah yang buruk adalah ketika terjadi banjir atau genangan yang diakibatkan sampah di selokan maupun sungai. Padahal, Gresik juga memiliki problem banjir kali lamong yang harus segera dituntaskan.

“Kita lihat hari ini, ada banjir dan genangan karena sampah. Saya dapat kiriman fotonya dari seorang teman, lokasinya di kali Deliksumber jurusan Kedungrukem di kecamatan Benjeng. Kan ini harus diperhatikan dan dicarikan solusinya,”imbuhnya.

Oleh sebab itu, jika ia dan Bu Min terpilih sebagai Cabup dan Cawabup Gresik periode 2021-2025. Pihaknya menjamin keberadaan truk pengangkut sampah serta sarana TPS harus diperbanyak. Selain itu, pengelolaan yang tepat juga menjadi fokus utama.

“Di visi misi Niat ada program Gresik Lestari. Melalui program itu akan kami wujudkan sistem pengelolaan lingkungan yang bagus sehingga masalah sampah bisa teratasi. Ini penting karena menyangkut kesehatan masyarakat, menjaga keseimbangan alam dan potret dari pada kota Gresik,”terang mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Sementara itu, Cawabup Bu Min menambahkan dalam program Gresik Lestari, paslon Niat mendorong filosofi ramah lingkungan pada setiap pembangunan pemukiman dan infrastruktur dengan mengampanyekan lubang serapan biopori.

Hal ini untuk meningkatkan kapasitas tanah dalam meminimalisir genangan, artinya tambah Bu Min, ke depan harus dilakukan manajemen yang baik. Misalnya, ketika ada pengembangan perumahan maka wajib dilakukan gerakan pembuatan lubang biopori.

“Saya kira pemerintah ke depan harus memulai itu. Dikampanyekan ke masyarakat lalu diimplementasikan sehingga semakin banyak lubang biopori maka banjir ataupun genangan tak akan terjadi lagi,”tambahnya.

Paslon Niat juga bakal membuat pengelolaan sampah menjadi terpadu dan terpusat di kecamatan. Sehingga, sudah tidak ada lagi armada truk angkut sampah yang hanya berpusat di kota. Termasuk,  peremajaan armada truk angkut sampah yang sudah tidak layak digunakan.  

“Saya sering menjumpai kontainer sampah di perkotaan Gresik saat melintasi jalan bergelombang sampahnya tumpah di jalan raya. Truknya terus melaju, sementara sampahnya tertinggal di jalan . Pengelolaan seperti ini yang harus kami ubah nantinya,”ujar Cawabup perempuan pertama di Gresik yang juga aktif di bidang lingkungan. (*)

Prihatin Soal Sampah, Niat Wujudkan Gresik Berbasis Kebersihan Lingkungan Melalui Program Gresik Lestari Selengkapnya

Anak Kali Lamong Tersumbat Sampah, Air Bah Meluap ke Jalan Poros Desa

GRESIK,1minute.id – Anak sungai Kali Lamong meluap, Senin 30 November 2020. Air bah itu menggenangi jalan poros Desa Deliksumber, Kecamatan Benjeng. Genangan air bah itu setinggi 20 sentimeter. 

Penyebab meluapnya anak sungai Kali Lamong disebabkan air sungai tersumbatnya sampah daru rumpun bambu.

Berkat kesigapan masyarakat dan pemerintah desa setempat genangan itu cepat surut.

Camat Benjeng Suryo Wibowo mengatakan genangan air masuk ke  jalan poros Desa Deliksumber pagi. Pagi itu juga masyarakat Desa setempat bergotong royong untuk membersihkan rumpun bambu secara manual.

Ternyata banyaknya rumpun bambu yang tersangkut di saluran air anak kali lamong tersebut belum bisa diatasi secara manual. 

Camat Benjeng dan Muspika setempat berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) setempat untuk mendatangkan alat berat.

“Sekitar jam sembilan pagi alat berat kami operasikan untuk mengangkat rumpun bambu yang menyumbat saluran air anak kali lamong. Seketika itu juga aliran air sudah normal Kembali. Air yang sempat menggenangi jalan poros desa Deliksumber sudah surut,”kata Suryo Wibowo melalui Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi.

Terkait rumpun bambu yang sempat menutup saluran air anak kali lamong, Suryo Wibowo mengatakan bahwa itu berasal dari kerja bakti warga yang belum sempat dipindahkan.

“Beberapa saat lalu masyarakat setempat sedang mengadakan kerja bakti untuk pelebaran anak Kali Lamong. Tujuannya agar aliran air anak kali Lamong tersebut lancar,”kata Suryo

Tapi sayang, rumpun bambu serta ranting-ranting dan ilalang hasil kerja bakti tersebut belum diangkat, karena terbatasnya sarana prasarana. Ternyata justru rumpun bambu dan ilalang tersebut malah menyumbat saluran anak kali lamong dan mengakibatkan genangan air di Jalan Poros Desa Deliksuber tersebut.

Suryo Wibowo mengatakan bahwa di musim hujan seperti saat ini pihaknya bersama muspida Gresik selalu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten untuk meminimalisi dampak apabila ada bencana. (*)

Anak Kali Lamong Tersumbat Sampah, Air Bah Meluap ke Jalan Poros Desa Selengkapnya

SMK PGRI Gresik Gelar Job Matching Online, 3 Jam Pasca Pembukaan 300 Pelamar Mendaftar

GRESIK ,1minute.id – Masa pademi Covid-19 memasuki new normal life. Sejumlah perusahaan mulai menggenjot produksi. Mereka pun membutuhkan tenaga kerja.  

SMK PGRI 1 Gresik menggelar Job Matching, untuk memfasilitasi perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai kompetensi ini, Senin 30 November 2020. 

Job Matching dipusatkan di SMK PGRI Gresik dan diikuti lima sekolah imbas yakni SMK YPI Darussalam 1 Cerme ;SMK Semen Gresik ; SMK YASMU Manyar Gresik ; SMK Islamic Qon Gresikdan SMK PGRI 2 Gresik itu dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Gresik Puji Astuti. 

Karena masih masa pandemi korona , calon tenaga kerja (naker) yang lulusan SMK se-kabupaten Gresik itu tidak langsung bertemu dengan pihak perusahaan peserta job matching. 

Delapan perusahaan peserta job matching itu adalah PT Indoprima Gemilang ; PT Indospring ; PT Rollent Indonesia dan PT Kawung. Kemudian, PT Swabina Gatra;  CV Kend Teknik; CV Panorama dan CV Alat Ukur Berkah. 

Menurut Kepala SMK PGRI 1 Gresik Arief Susanto mengatakan, job matching ini peserta bisa memilih industri atau perusahaan yang mereka minati sesuai dengan background dan kompetensi masing-masing. 

Kepala SMK PGRI 1 Gresik Arief Susanto, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Gresik Puji Astuti memberikan pembekalan kepada peserta Job Matching dengan protokol kesehatan di SMK PGRI Gresik, Senin 30 November 2020 (foto : chusnul cahyadi)

“Perusahaan menyeleksi secara online,” ujar Arief Susanto didampingi Eko Purwanto, penyelenggara Job Matching,  Senin 30 November 2020. SMK PGRI 1 Gresik sebagai penyelenggara berdasarkan instruksi Direktorat SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Kami mempertemukan lulusan SMK dengan dunia industri atau perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Job matching ini diawasi Satgas Covid-19 wilayah Timur,”katanya. 

Dalam pantauan1minute.id, sekitar pukul 10.30 atau tiga jam pascapembukaan sudah ada 305 pelamar yang masuk. 

Terpisah, Human Capital PT Indospring Andi Mohtar mengatakan, sekitar pukul 10.30 pelamar yang sudah masuk sebanyak 172 orang. “Kami akan lakukan tahapan seleksi secara virtual,”kata Andi ditemui di sela Job Matching di SMK PGRI Gresik. (*)

SMK PGRI Gresik Gelar Job Matching Online, 3 Jam Pasca Pembukaan 300 Pelamar Mendaftar Selengkapnya

Keren, Film Gemintang Produksi Gresik Movie Masuk Festif, Diputar Perdana di Jogjakarta

GRESIK,1minute.id – Keren. Film pendek produksi Gresik Movie masuk dalam fasilitas Ide Sinema Kreatif (Festif) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekaf) 2020.

Film pendek berjudul “Gemintang” itu diputar perdana dengan 20 film pendek berbahasa daerah lainnya di Jogjakarta,  Minggu 29 November 2020 malam. 

Pemutaran film berdurasi 12 menit itu sekaligus launching Festif kerjabareng dengan JAFF (Jogja-NETPAC Asian Film Festival). Mengusung tema ‘Isolasi–keterasingan fasilitasi- ini menjadi wadah yang berperan untuk meningkatkan daya saing komunitas melalui film berbahasa daerah.

“Para peserta Festif datang dengan ide yang khas dari daerahnya dan perspektifnya menarik,”tutur Litani Tesalonika manajer Program Festif dalam siaran pers dari Gresik Movie kepada 1minute.id, Minggu malam. 
Yurico Abi dari Indonesian Film Community Network menambahkan bahwa film-film Festif yang diproduksi tidak sekadar menjadi portofolio komunitas. 

“Harapannya komunitas bisa bergerak lagi di sub sektor ekonomi kreatif, dan mengantarkan tidak pada ranah kompetisi saja namun bisa dalam peningkatan SDM,”tandasnya.

Festif diluncurkan di 15th JAFF ‘Kinetic’ pada Jumat 27 November 2020 di Kedai Kebun Forum, Jogyakarta.  Festif diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekaf) bekerjasama dengan Salaka Credu dan didukung oleh Indonesian Film Community Network ( IFCN ) , ini memberikan ruang dan apresiasi kepada pelaku perfilman dalam mengekspresikan diri di tengah pandemi.

JAFF digelar sejak  25-29 November 2020, memutar 57 film panjang dan 72 film pendek dari 29 negara se-asia pasifik. Dalam rangkaian festival ini, film Gemintang (Gresik Movie) diputar bersama film “Rundag” dari Tegal (Sinema Pantura).

Usai pemutaran film berbahasa daerah itu, dilanjutkan diskusi bersama Litani Tesalonika (Manajer Program Festif), Jaka Romadon (Sutradara Film Rundag), dan Irfan Akbar Prawiro (Sutradara Film Gemintang). Diskusi cukup gayeng. 

Ketika ditanya tentang responnya terhadap film Gemintang, Reza Fahriansyah, Program Director JAFF, menyatakan bahwa dirinya sangat suka dengan konsep dan model penggarapannya. 

“Selain film ini membicarakan tentang kota, film ini (Gemintang) berhasil membuat perspektif anak-anak menjadi hal yang sangat penting. Kita bisa melihat kota Gresik menjadi sesuatu yang sangat berbeda. Real dan kontekstual,”ungkapnya.

Untuk diketahui, film Gemintang menceritakan tentang dua orang anak yang mendapat tugas dari gurunya untuk menggambar bintang. Namun kesulitan sebab ketika ingin melihat bentuknya, langit di Gresik sedang dirundung mendung saat malam. Film ini diperankan oleh M. Baidlowie Azhari (sebagai Budi) dan Qaireen Khansa P. (Sebagai Kejora). (*)

Keren, Film Gemintang Produksi Gresik Movie Masuk Festif, Diputar Perdana di Jogjakarta Selengkapnya

Istri Cabup Gus Yani : Tradisi Damarkurung adalah Cermin Kerukunan dan Gotong Royong Warga

GRESIK,1minute.id – Perayaan Tradisi Damar Kurung digelar oleh warga Kelurahan Karangturi, Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik, Sabtu 28 November 2020 malam. 

Perayaan di tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya lantaran harus digelar di tengah pandemi Covid-19. Namun, kondisi tersebut tak menyurutkan semangat warga dalam melestarikan tradisi itu. 

Bertempat di musala Mamba’ul Asiqin Kelurahan Karangturi, acara tersebut berlangsung meriah. Tak lupa warga juga menerapkan protokol Covid-19 dengan mencuci tangan dan memakai masker.

Tradisi Damar Kurung ini telah berlangsung sejak 1966. Setiap tahunnya warga bergotong royong untuk mengingat sejarah leluhur. Tak ketinggalan, Istri Cabup nomor urut 2 Gus Yani, Nurul Haromaini juga turut memeriahkan acara tersebut. 

“Selain meriah, saya kagum dengan warga kelurahan Karangturi yang mampu melestarikan tradisi ini selama puluhan tahun dan tetap istiqomah sampai saat ini,”ujar Ning Nurul sapaan akrabnya.

Neng Nurul mengingatkan, Damar Kurung merupakan ikon kabupaten Gresik yang terkenal sebagai kota santri dan kaya akan budaya serta tradisinya. Karena itu, ia berharap warga tetap istiqomah dan jangan larut terhadap perkembangan zaman. 

“Mari kita bersama-sama menjaga tradisi leluhur, baik di kelurahan maupun di desa-desa. Sebab, tradisi itu mencerminkan kerukunan dan gotong royong warga. Disisi lain juga menjaga warisan baik para leluhur,”pesan putri KH. Agoes Ali Masyhuri atau Gus Ali itu.

Sementara itu, Ketua RW 02 Kelurahan Karangturi, Zainal Abidin menerangkan, peringatan tradisi damar kurung ini merupakan peninggalan para pendahulunya di era wali songo, Sunan Giri.

“Dinamakan Damar Kurung karena ini merupakan tradisi peninggalan era Sunan Giri. Makanya bersamaan dengan Maulidurrasul,”ucapnya.

Zainal mengaku bahwa warga Kelurahan Karangturi sudah sangat akrab dengan Gus Ali. Oleh sebab itu, pihaknya secara khusus mengundang putri beliau, Ning Nurul pada perayaan tradisi Damar Kurung tahun ini.
“Ditahun-tahun sebelumnya Gus Ali secara rutin hadir kesini. Dan warga sini sudah tidak asing lagi dengan sosok Gus Ali.

Makanya secara khusus putri beliau kita undang untuk hadir dalam peringatan tahun ini,”jelasnya. Senada dengan Ketua RW 02 kelurahan Karangturi, Kepala TPQ Al Hasyimiyah, Masyro’ah mengaku senang peringatan tradisi damar kurung tahun ini dihadiri istri Gus Yani.

“Kebetulan Gus Yani dulu teman saya saat SD. Jadi kami sangat senang sekali istri Gus Yani bisa hadir di sela-sela padatnya aktivitas beliau mendampingi Gus Yani yang saat ini mencalonkan diri sebagai Calon Bupati,”ujar Masyro’ah yang didampingi Waka  serta dewan Guru TPQ Al Hasyimiyah. (*)

Istri Cabup Gus Yani : Tradisi Damarkurung adalah Cermin Kerukunan dan Gotong Royong Warga Selengkapnya

KPU Distribusikan APD Pilbup, mulai Masker hingga Ember Cuci Tangan

GRESIK,1minute.id – Tugas polisi bertambah. Pemilihan bupati (Pilbup) 9 Desember nanti. Pilbup di masa pandemi tugas polisi tidak hanya mengawal dan pengamanan kotak dan surat suara. 

Polisi juga mengawal pendistribusian alat pelindung diri (APD) untuk petugas panitia pemilihan kecamatan (PPK) hingga tempat pemungutan suara (TPS). Distribusi APD Pilbup Gresik itu dilakukan, Sabtu 28 November 2020.

Distribusi APD diantaranya ke PPK wringinanom. Sekitar pukul 12.00, ada sebelas item yang distribusikan ke Wringinanom itu. Diantaranya, masker ;  hand sanitizer ; cuci tangan ; sarung tangan ; dan face shield.  Kemudian, ember cuci tangan ; tisu ; timbah air hingga hazmat. 

“APD itu untuk tahapan pemungutan dan penghitungan suara pilbup,”kata Kapolsek Wringinanom AKP Christian Bagus didampingi Kasubag Humas Polres Gresik AKP Bambang Angkasa. (*)

KPU Distribusikan APD Pilbup, mulai Masker hingga Ember Cuci Tangan Selengkapnya