Kadinkes Pertama, Ketua DPRD Kedua Disuntik Vaksin Sinovac


GRESIK, 1minute.id – 
Sejarah baru dicetak Pemkab Gresik dalam ikhtiar pencegahan coronavirus disease 2019 (Covid-19). Gresik tercatat sebagai kabupaten pertama yang melaksanakan vaksinasi Covid-19.  Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak di Ruang Poli VIP RSUD Ibnu Sina Gresik, Jumat 15 Januari 2021. Pencanangan vaksin buatan Sinovac asal Tiongkok itu disuntikkan kepada sepuluh pejabat publik dan tokoh masyarakat di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik drg Syaifudin Ghozali, pejabat kali pertama yang mendapatkan vaksin Sinovac itu. Urutan kedua, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir.  Menurut Wagub Jatim Emil Elistianto Dardak, vaksin ini, salah satu perjuangan dan ikhtiar dalam mengentaskan pandemi Covid-19. Vaksin asal Tiongkok ini sudah melalui berbagai proses. Pemerintah menjamin keamanan dengan telah terbitnya izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

Juga, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa vaksin COVID-19 halal dan suci. “Vaksin ini sudah melalui berbagai uji klinis dan dijamin keamanannya. MUI juga sudah menyatakan halal terhadap vaksin ini,”katanya. Emil memantau langsung vaksinasi di rumah sakit milik Pemkab Gresik di Jalan DR. Wahidin Sudirohusodo, Kebomas, Gresik ini. 

PANTAU VAKSINASI : Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak memantau pencanangan vaksinasi di RSUD Ibnu Sina Gresik didampingi forkopimda Gresik, Jumat 15 Januari 2021

Emil melanjutkan masyarakat tidak perlu khawatir dan merasa waswas terhadap vaksinasi yang dilakukan. “Saya sebagai orang pertama di Jawa Timur yang disuntik vaksin kemarin (Kamis, 14/01). Kenapa saya lebih dulu? Karena saya ingin memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa vaksin ini benar-benar aman,”imbuhnya. Pelaksanaan vaksinasi kali ini, tambahnya, pemerintah memfokuskan pemberian vaksin kepada tenaga kesehatan (Nakes). Sebab mereka adalah garda terdepan di bidang pelayanan kesehatan dan harus di vaksin terlebih dulu. Selanjutnya adalah masyarakat dengan usia rentan.

Kedatangan Emil disambut Wakil Bupati Gresik Moh Qosim, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Poentjoadmodjo Iswinarno dan Kadinkes Gresik drg Syaifudin Ghozali. 
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Moh Qosim menambahkan  sepuluh orang yang mengawali vaksinasi COVID-19 di Gresik merupakan pionir untuk menjadi contoh dan menyebarkan semangat bervaksin. “Untuk dijadikan semangat, contoh, dan dapat menyebarkan kebaikan dari vaksin ini,” ucap Wabup Qosim. (*)

Kadinkes Pertama, Ketua DPRD Kedua Disuntik Vaksin Sinovac Selengkapnya

Dirjen Kebudayaan Apresiasi Transformasi Kebudayaan di Desa Sekapuk

GRESIK,1minute.id – Direktur Jenderal  Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid mengunjungi destinasi wisata Setigi, Kamis 14 Januari 2021. Hilmar dan rombongan disambut Kepala Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik Abdul Halim.

Hilmar mengunjungi destinasi bekas galian C itu, karena kesengsem kebersihan kepala desa melakukan transformasi kebudayaan sehingga menjadikan desa maju.

Mereka diajak Kades Sekapuk Abdul Halim keliling Selo Tirta Giri (Setigi). Menikmati keindahan wisata alam Setigi sekaligus berkunjung ke wisata Agro Kebun Pak Inggih yang dikelola oleh BumDesa setempat itu. 

Hilmar juga menyempatkan diri bercengkerama dengan warga sekitar yang membuka lapak di dalam Setigi itu. 
Menurut Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, Desa Sekapuk berhasil mengubah dari desa miskin menjadi desa kaya. “Bukan hanya tampilan fisik saja. Disini warganya ada perubahan maindset untuk maju. Hal ini adalah perubahan budaya yang sangat penting,”katanya. 

Hilmar berjanji hasil kunjungan kerja akan disampaikan kepada Mendikbud Nadiem Makarim. Karena semua pengalaman Kades Sekapuk Abdul Halim perlu diketahui publik. “Bukan cuma publikasi tapi menularkan kebiasaan dan semangat ini ke desa lain di seluruh tanah air,”tandasnya.

Kades Sekapuk Abdul Halim pun semringah. “Monggo Pak Dirjen, beginilah semangat kami dalam melaksanakan pembangunan manusia dan kebudayaan,”kata Abdul Halim.  “Bagi kami, membangun bangsa bisa dimulai dari membangun desa,”imbuh Halim. (*)

Dirjen Kebudayaan Apresiasi Transformasi Kebudayaan di Desa Sekapuk Selengkapnya

BNNK Gresik Tangkap Pemakai dan Pengedar SS Jaringan Lapas

GRESIK,1minute.id – Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Gresik menciduk dua maniak narkoba. Dua tersangka itu bernama Eko Rusdiyanto, 32, warga Desa Sidowungu dan Khusnul Fauzi, 23, warga Desa Hulaan. Keduanya asal Kecamatan Menganti, Gresik.

Eko, ditengarai sebagai pengedar. Sedangkan, Fauzi, pemakai. Mereka ditangkap ditempat berbeda. Dalam pemeriksaan, kedua maniak sabu-sabu ini mendapatkan barang dari pengedar besar bernama Pucem, jaring lapas. 

Menurut Kepala BNNK Gresik AKBP Supriyanto, kali pertama yang dibekuk anggota BNNK Gresik adalah Fauzi. Pemuda 23 tahun ditangkap di sebuah bengkel di dekat rumahnya, Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Gresik.

“Tersangka KF ditangkap Selasa sore pukul 17.00,”terang perwira dua melati di pundak itu di kantor BNNK Gresik, Kamis 14 Januari 2021. Barang bukti yang diamankan satu poket sabu-sabu berat 0,5 gram dan sebuah gawai. “Pengakuan tersangka KF sudah dua tahun memakai sabu-sabu,”terang Supriyanto didampingi Kabag Umum BNNK Gresik Diaz Prananda. 

Selang 5 jam kemudian anggota mengamankan Eko Rusdiyanto. Pemuda 32 tahun ini ditengarai sebagai pengedar barang haram di Gresik Selatan. Ketika dibekuk anak buah AKBP Supriyanto menyita 7,2 gram, timbangan digital dan smartphone sebagai sarana bertransaksi. 

Kepada penyidik BNNK Gresik, Eko mengaku baru tiga bulan menjadi pengedar sabu-sabu.  Dia mendapatkan kristal bening itu dari seorang penghuni lapas. “Dua tersangka tidak saling kenal, tapi pengakuan mereka mendapatkan barang dari satu orang pengedar jaringan lapas,”kata Supriyanto. 

Eko membeli dari Pucem seharga Rp 1,1 juta pet gram. Eko lalu menjual sistem eceran. Paket hemat. “Eko menjual Rp  200 ribu per poket,”kata AKBP Supriyanto.  Eko mengaku beralih profesi sebagai pengedar SS karena usahanya berjualan ayam potong sepi. (*)

BNNK Gresik Tangkap Pemakai dan Pengedar SS Jaringan Lapas Selengkapnya

Dinkes Gresik Alokasikan Lima Ribu Rapid Test Antigen untuk Ops Yustisi PPKM

GRESIK,1minute.id – Jumlah kasus konfirmasi Covid-19 terus bertambah. Seminggu terakhir jumlah kasus konfirmasi lebih tinggi dibandingkan kasus sembuh. Masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mengendalikan, pencegahan penyebaran wabah berawal dari Wuhan, Tiongkok itu.

Tim gabungan dari TNI, Polri dan Pol PP berharap masyarakat Kota Santri-sebutan lain-kabupaten Gresik mematuhi protokol kesehatan (Prokes).  Bagaimana bila masih ada warganya membandel? Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, masa PPKM ini pihaknya bersama TNI, dan Polisi Pamong Praja (Pol PP) dan Dinas Kesehatan Gresik akan semakin intensif melakukan operasi yustisi, testing dan tracing kepada masyarakat. 

Sasaran operasi yustisi adalah tempat publik yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa. Warung kopi, rumah makan, mal maupun destinasi wisata. Pun, di jalan raya. Operasi yustisi masa PPKM ini berbeda dengan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebelumnya.

“Operasi yustisi masa PPKM sanksinya lebih berat,”kata Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Kamis 14 Januari 2021. Kapolres Arief didampingi Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik drg Syaifudin Ghozali itu, 

“Untuk pelaku usaha yang membandel sanksi bisa denda sampai pencabutan izin usaha,”ujar mantan Kapolres Ponorogo itu.  Operasi yustisi dilakukan petugas gabungan akan menyisir jalan raya Petugas menemukan ada kerumunan massa mengabaikan prokes petugas akan melakukan rapid test antigen. “Rapid test antigen ini tingkat keakuratan hasilnya mencapai 90 persen,”ujar alumnus Akpol 2001 itu. 

Dinas Kesehatan Gresik mengalokasikan 5 ribu rapid test antigen. Dikutip dari berbagai sumber cara kerja rapid test antigen ini mengambil sampel usap dari kedua lubang hidung. Rapid test antigen untuk mendeteksi protein nukklekapsid virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Hasil pemeriksaan diketahui lebih cepat dibandingkan PCR. Karena itu, hasil test rapid antigen dinyatakan positif atau negatif, sama seperti test PCR. “Operasi yustisi masa PPKM akan melibatkan dinas kesehatan,”kata AKBP Arief Fitrianto.
Kapolres AKBP Arief Fitrianto mengajak kepada seluruh masyarakat Gresik tetap mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. “Menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,”sarannya. (*)

Dinkes Gresik Alokasikan Lima Ribu Rapid Test Antigen untuk Ops Yustisi PPKM Selengkapnya

Genangan Air Luapan Kali Lamong Surut, DPUTR Perbaiki Tanggul Jebol


GRESIK,1minute.id – Curah hujan meredah. Genangan air banjir berasal dari luapan Kali Lamong di sejumlah desa di Kecamatan Cerme berangsur surut. 

Rabu malam 13 Januari 2021 lima desa yang terlihat genangan air di rumah warga terdampak banjir Kali Lamong itu. Genangan air di rumah terdampak itu, diantara di Desa Jono ada 43 somah atawa rumah. Lalu, di Desa Tambak Beras sebanyak 100-an rumah,  Desa Dungus ada 20 unit rumah dan Desa Guranganyar tercatat 150 rumah. 

Sedangkan, Desa Banjarsari air kiriman dari hulu Kali Lamong yang berada antara Mojokerto dan Lamongan itu hanya jalan poros desa dan area tambak. Luasnya 265 hektare.  Sejauh mata memandang yang terlihat hamparan air. Tidak terlihat lagi batasan tambak satu dengan lainnya.

Kondisi genangan mulai surut itu, digunakan oleh pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik untuk memperbaiki sejumlah tanggul yang ambrol. Tanggul jebol akibat gerusan air bah Kali Lamong itu terdapat di Desa Jono dan Tambakberas. 

Menurut Camat Cerme Suyono, tanggul yang jebol di dua desa diperbaiki dengan cara menutup menggunakan urukan tanah. “Pengurukan menggunakan ekskavator,”tegas Suyono,  Rabu 13 Januari 2020.

Alat berat itu dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR ) Gresik.  “Perbaikan sementara,”imbuh mantan Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik ini. 
Ketika pekerjaan perbaikan tanggul dilakukan jalan poros desa di Desa Jono masih setinggi 20 centimeran.

Dalam pantauan 1minute.id, tanggul Desa Jono di dekat rumah penduduk. Akibatnya, selama kurun waktu tiga pekan terakhir, kawasan permukiman penduduk itu tergenangi air banjir Kali Lamong. Bahkan, pondok kesehatan desa (Ponkesdes) setampat kebanjiran.  (*)

Genangan Air Luapan Kali Lamong Surut, DPUTR Perbaiki Tanggul Jebol Selengkapnya

Cepat Ungkap dan Tangani Perundungan Anak Dapat Apresiasi Komnas KPAI


GRESIK,1minute.id – Gerak cepat tim siber dan opsnal Satreskrim Polres Gresik dalam mengungkapkan dugaan perundungan anak berbuah apresiasi. 

Apresiasi diberikan oleh Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (Komnas KPAI). Penghargaan itu diserahkan langsung Ketua Komnas KPAI Ariest Merdeka Sirait di Mapolres Gresik, Rabu 13 Januari 2021.

“Saya tidak menyangka pengungkapan dan penanganan dugaan perundungan anak dipantau Komnas KPAI,”ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto ditemui disela pengamanan vaksin Sinovac di Gudang Farmasi Dinkes Gresik, Rabu 13 Januari 2021.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, penyidik terus mendalami dengan meminta keterangan saksi-saksi. “Status mereka masih saksi,”ujar alumnus Akpol 2001 itu. 

Selain melakukan pendalaman perkara, penyidik juga intens koordinasi dengan pihak kejaksaan dan bapas. “Karena semua terduga pelaku masih anak dibawah umur,”katanya. 

Apakah ada upaya korban dan para terduga pelaku melakukan perdamaian, AKBP Arief Fitrianto mengatakan peluang itu tetap memungkinkan. “Upaya diversi tetap ada. Untuk masa depan anak-anak,”tegas AKBP Arief Fitrianto. 

Seperti diberitakan, tim siber dan opsnal Satreskrim dan Polsek Gresik Kota mengamankan tujuh terduga perundungan di selasar Alun-alun Gresik. Penangkapan dilakukan setelah video berdurasi 23 detik viral di media sosial (medsos) meski akhirnya dihapus oleh pengunggahnya. 

Dalam pemeriksaan di unit PPA Satreskrim selama 12 jam, terungkap motif perundungan ada cemburu. Pasalnya, ZR berusia 11 tahun itu ditengarai jalan bareng dengan pacar salah satu terduga pelaku berinisial P. 

Korban ZR dijemput dua temannya untuk diajak mencari spot foto di Alun-alun Gresik, Rabu 6 Januari 2021 pukul 15.00. Mereka naik angkot. Di selasar atau lantai 2 Alun-alun Gresik sudah menunggu lima remaja putri lainnya. 

ZR lalu dihajar. Ditendang, dijambak, ditampar secara beringas anak-anak belasan tahun itu. Aksi kekerasan yang tidak patut di tiru siapa pun mereka rekam menggunakan smartphone. (*)

Cepat Ungkap dan Tangani Perundungan Anak Dapat Apresiasi Komnas KPAI Selengkapnya

10 Perwakilan Ormas dan Nakes Kali Pertama Dapat Vaksin Covid-19

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 3 ribu vial vaksin buatan Sinovac disimpan di gudang farmasi kantor Dinas Kesehatan Gresik. Jumat, 15 Januari 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memulai melakukan vaksinasi anti Covid-19 di RSUD Ibnu Sina Gresik.

Imunisasi kekebalan tubuh dari virus asal Wuhan, Tiongkok itu berikan kepada tenaga kesehatan di Gresik. Secara simbolis ada sepuluh tokoh yang siap di vaksinasi. “Saya siap di vaksin,”ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto. “Saya juga siap di vaksin,”imbuh Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail.

Selain dua pucuk pimpinan di Kota Santri -sebutan lain-Kabupaten Gresik itu, tokoh masyarakat dan agama dari organisasi kemasyarakatan bakal mendapatkan vaksin di tahap pertama. Usia mereka minimal 18 tahun, maksimal 58 tahun. 

Mengapa pencanangan vaksinasi Sinovac dilakukan di RSUD Ibnu Sina Gresik? Menurut Wakil Bupati Gresik Moh Qosim, RSUD Ibnu Sina Gresik semua ready. Tempatnya, tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, obat-obatanya. 

“Jika terjadi Kipi (kejadian ikutan pasca imunisasi) vaksin Covid-19 bisa langsung kita tangani rekan-rekan di rumah sakit Ibnu Sina,”kata Wabup Qosim didampingi Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Kadinkes Gresik drg Syaifudin Ghozali.

JAGA KETAT : Anggota gabungan TNI, Polri menjaga gudang penyimpanan vaksin di gudang farmasi Dinkes Gresik ( foto : Chusnul Cchusnul Chusnul Cahyadi /1minute.id)

Sementara itu, pascaserahterima 3 ribu vial vaksin Sinovac. Gudang Farmasi di UPT Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi Dinkes Gresik dijaga petugas gabungan TNI dan Polri. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan gudang farmasi penyimpanan vaksin Sinovac dilakukan penjagaan selamaa 24 jam nonstop. “Setiap harinya ada 10 anggota yang berjaga disini,”kata alumnus Akpol 2001 itu.  

Seperti diberitakan  Pemkab Gresik mendapatkan kuota vaksin Sinovac sebanyak 5.920 vial. Vial adalah wadah dosis tunggal dengan penutup karet diatasnya. Distribusi pertama, sebanyak 3 ribu vial. Sisanya, 2.920 vial menyusul karena kapasitas gudang farmasi Dinkes Gresik terbatas. (*)

10 Perwakilan Ormas dan Nakes Kali Pertama Dapat Vaksin Covid-19 Selengkapnya

Kapasitas Gudang Farmasi Terbatas, Vaksin Anticorona Dikirim Bertahap, untuk Nakes dan Forkopimda

GRESIK,1minute.id – Vaksin buatan Sinovac tiba di Gresik, Rabu 13 Januari 2021. Sekitar pukul 13.30 mobil boks yang membawa vaksin asal Tiongkok itu sampai di gudang farmasi di UPT Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi Dinas Kesehatan Gresik. Mobil pembawa vaksin yang dilengkapi  cold room, vaccine rafrigerator atawa tempat penyimpanan vaksin bersuhu 2 hingga 8 derajat celcius dikawal ketat kepolisian menggunakan mobil barakuda dari Surabaya. 

Wakil Bupati Gresik Moh Qosim, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto , Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik drg Syaifudin Ghozali menyambut kedatangan vaksin di gudang farmasi di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas. 

“Pengiriman di Surabaya Raya, Gresik urutan terakhir,”ujar pengemudi mobil pembawa vaksin. “Alhamdulillah distribusi lancar,”katanya sambil menghela nafas panjang. Vaksin untuk menambah kekebalan tubuh dari coranavirus disease 2019 diturunkan dari dalam mobil. Ada dua dus. Dibagian atas  berwarna merah bertuliskan Keep In a Cool & Dry Place.

Dibagian samping dus bertuliskan Urgent itu langsung dimasukkan gudang farmasi. Dalam gudang berukuran 4 x 10 meteran itu terdapat beberapa kotak pendingin. Wakil Bupati Gresik Moh Qosim mengatakan, untuk tahap awal Gresik mendapatkan kuota 5.920 vial. “Untuk pengiriman pertama hari ini 3 ribu vial,”kata Wabup Qosim didampingi Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Kadinkes Gresik drg Syaifudin Ghozali.

VAKSIN SINOVAC : Kadinkes Gresik drg Syaifudin Ghozali mengamati proses pemindahan vaksin dari mobil menuju gudang farmasi di UPT Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi Dinkes Gresik, Rabu 13 Januari 2021 (foto : chusnul cahyadi /1minute.id)

Wabup Qosim menambahkan, vaksin ini akan diperuntukkan tenaga kesehatan (nakes) di Gresik dan forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) Gresik. “Pencanangan awal vaksinasi dimulai Jumat di RSUD Ibnu Sina Gresik,”kata Wabup Qosim.  Selain nakes dan forkopimda, vaksin tahap awal juga untuk perwakilan pengurus organisasi kemasyarakatan. Diantaranya, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). 

“Perwakilan Ormas itu semakin meyakinkan masyarakat vaksin aman, dan halal,”tegas mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik itu.  Lebih jauh, Qosim mengatakan sesuai ketentuan vaksin diberikan kepada masyarakat berusia 18 tahun sampai 58 tahun. “Usia saya sudah diatas ketentuan itu, vaksin tahap berikutnya,”kata Qosim. (*)

Kapasitas Gudang Farmasi Terbatas, Vaksin Anticorona Dikirim Bertahap, untuk Nakes dan Forkopimda Selengkapnya

5.093 Dosis Vaksin Sinovac untuk Nakes Gresik, Kurang 2 Ribuan Dosis

GRESIK,1minute.id – Kesibukan terasa di UPT Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi Dinas Kesehatan Gresik, Rabu 13 Januari 2021. Sibuk menyiapkan ruang penyimpanan  vaksin buatan Sinovac ini. Siang hari ini rencananya vaksin asal Tiongkok tiba di Gresik. 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Gresik mendapatkan jatah 5.903 dosis vaksin dari Tiongkok itu. Dalam pengamatan 1minute.id, tempat penyimpanan vaksin berukurun 4 x 10 meter. Dalam ruangan terdapat dua AC. Masing-masing berukuran 2 PK. 
“Suhu di dalam ruangan dibawah 25 derajat celcius,”ujar seorang petugas di kantor UPT Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi Dinkes Gresik. 

Sedangkan, cold room,  vaccine rafrigerator atawa tempat penyimpanan vaksin bersuhu 2 derajat celcius. Distribusi vaksin Covid-19 ini direncanakan tiba di Gresik, Selasa malam, 12 Januari 2021. Kemudian, mundur hari ini, Rabu 13 Januari 2021.
Seperti diberitakan, Pemerintah Kabupaten Gresik tahap awal mendapatkan 5.903 dosis vaksin Sinovac. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Syaifudin Ghozali, ribuan dosis itu digunakan untuk tenaga kesehatan (nakes).

“Jumlah nakes di Gresik sekitar 7 ribuan,”kata Ghozali, Senin 11 Januari 2021. Sementara itu, perkembangan jumlah kasus Covid-19 di Kota Santri-sebutan lain-Gresik bertambah 22 kasus menjadi 4.387 kasus konfirmasi pada Selasa 12 Januari 2021. Sedangkan, kasus sembuh bertambah 9 kasus menjadi 3.920 kasus. 
Tambahan 22 kasus baru itu tersebar di tujuh kecamatan yakni Dukun 2 kasus,  Bungah (1) , Duduksampeyan (2) , Menganti (6) dan Manyar (6). Kemudian, Kecamatan Benjeng (4) dan Gresik (2). 

Menurut Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi,  sembilan kasus konfirmasi sembuh tersebar di lima kecamatan yakni, Menganti,  Balongpanggang, dan Benjeng. “Dua kasus sembuh lainnya di Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo dan Desa Serah, Kecamatan Panceng,”kata Reza.  (*)

Gresik mendapatkan 5.903 dosis vaksin dari Tiongkok itu. Dalam pengamatan 1minute.id, berukurun 4 x 10 meter terdapat dua AC. Masing-masing berukuran 2 PK. “Suhu di dalam ruangan dibawah 25 derajat celcius,”ujar seorang petugas di kantor UPT Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi Dinkes Gresik. 

Untuk tempat penyimpanan vaksin, cold room,  vaccine rafrigerator bersuhu 2 derajat celcius. Semula direncanakan vaksin coronavirus disease 2019 itu tiba di Gresik, Selasa 12 Januari 2021 malam. Tapi, mundur. Informasi yang dihimpun vaksin tiba pukul 12.30 hari ini. 

Seperti diberitakan, Pemerintah Kabupaten Gresik tahap awal mendapatkan 5.903 dosis vaksin Sinovac. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Syaifudin Ghozali, ribuan dosis itu digunakan untuk tenaga kesehatan (nakes). “Jumlah nakes di Gresik sekitar 7 ribuan,”kata Ghozali, Senin 11 Januari 2021 (*)

5.093 Dosis Vaksin Sinovac untuk Nakes Gresik, Kurang 2 Ribuan Dosis Selengkapnya

Baru Keluar Lapas, Kumat Buka Layanan Nyabu di Kos-kosan

GRESIK, 1minute.id – Jimmy Iskandar Putra belum genap dua bulan keluar lembaga pemasyarakatan Porong, Sidoarjo. Pemuda 23 tahun itu tersandung perkara narkoba . Waktu itu, pemuda asal Desa Mojongapit, Kecamatan /Kabupaten Jombang mengaku menyesal. Kapok dan tidak mengulangi perbuatan mengedarkan narkoba.

Pepatah bilang, kapok lombok, berasa pedas tapi selalu kangen nyicipi kembali. Jimmy pun begitu keluar Lapas, milih indekos di Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng Gresik. Dirumah kos-kosan itu, Jimmy mengendalikan bisnis haramnya. Mengedarkan sambil memakai barang berbentuk kristal bening itu.

Untungnya, polisi cepat mengendus aktivitas terlarang yang dilakukan oleh Jimmy Iskandar di dalam tempat kos di Desa Bulurejo itu.

Menurut Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasatreskoba Polres Gresik AKP Hery Kusnanto, Jimmy Iskandar diamankan Jumat siang, 8 Januari 2021 lalu. “Hasil pengembangan dari dua orang yang kami ringkus sehari sebelumnya,”kata AKP Hery Kusnanto.

Dalam penggerebekan itu, anak buah AKP Hery Kusnanto menyita barang bukti berupa dua poket sabu seberat 1 gram dan satu buah pipet kaca berisi kristal putih sabu dengan berat 2,08 gram yang siap diedarkan. “Tersangka juga membuka layanan nyabu di dalam tempat kos,”kata AKP Hery Kusnanto.

Serta mengamankan satu set alat isap sabu – sabu terbuat dari botol plastik. Dan satu buah HP yang digunakan untuk komunikasi dengan pelanggannya saat transaksi jual beli sabu.

Dalam pemeriksaan, Jimmy mengakuinya. Dia mengaku mendapatkan narkoba dari penghuni di Lapas Porong, Sidoarjo. Kenalan tersangka Jimmy ketika menghuni lapas itu.

Penyidik Satreskoba Polres Gresik menjerat Jimmy dengan Pasal 114 ayat (1) Subsider pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35/ 2009 tentang Narkotika. “Tersangka kami tahan di Rutan Polres Gresik,”tegas Hery. (*)

Baru Keluar Lapas, Kumat Buka Layanan Nyabu di Kos-kosan Selengkapnya