Tanah Warisan Suami Dikuasai Saudara, Istri Menggugat, Majelis Hakim Gelar PS

Majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik menggelar persidangan setempat (PS), Selasa 1 Desember 2020

GRESIK, 1minute.id – Pengadilan Negeri (PN) Gresik melakukan persidangan setempat (PS) atas gugatan 5 objek tanah di Desa Kandangan, Kecamatan Cerme, 1 Desember 2020.

PS dilakukan atas gugatan yang dilakukan oleh Siami, istri almarhum Mat Sholeh.
PS ini dilakukan untuk mengecek ke lapangan atas kebenaran objek tanah yang disengketakan.

Pasalnya,  pada gugatan disebutkan ada lima objek tanah milik almarhum saat ini dikuasai oleh  Kartono selaku tergugat I dan Sri Utami selaku tergugat II. 

Majelis hakim yang diketuai Wiwin Arodawanti dengan anggota I Gusti Ngurah Taruna dan Fitra Dewi Nasution datang ke lokasi sekitar pukul 09.00. Para pihak baik prinsipal penggugat serta kuasa hukumnya maupun kuasa hukum tergugat juga datang mengikuti sidang.

Tidak hanya itu, petugas dari perangkat Desa Kandangan juga ikut turun ke lokasi untuk memberikan keterangan batas tanah dan lokasi tanah. 

Objek tanah yang didatangi diantaranya, tanah dengan SHM nomor 53 seluas 310 meter persegi (M2), SHM No. 501 seluas 3.117 M2, SHM No. 876 seluas 11.000 M2, SHM No. 1027 seluas 1.038 M2 dan SHM No. 2157 dengan luas tanah sebesar 2449 M2. 

Semua objek tanah sudah bersertifikat atas nama almarhum Mat Sholeh, suami dari penggugat.  Diantara lima objek, ada satu tanah yang berdiri bangunan rumah serta tanah dengan bangunan gudang juga didatangi majelis hakim untuk dilakukan pengecekan. 

Andi Mulya, kuasa hukum penggugat menjelaskan, hari ini pihaknya mengajukan sidang ditempat atas lima objek sertifikat hak milik atas nama almarhum Mat Sholeh yang dikuasasi oleh tergugat 1 dan tergugat 2. 

Ada lima objek diantaranya, tiga tanah, satu tanah beserta bangunan rumah dan satu tanah beserta bangunan gudang. 
“Semua objek itu memiliki sertifikat atas nama alm Mat Sholeh. Anehnya, saat ini objek tersebut dikuasai oleh penggugat 1 dan penggugat 2,”kata Andi.  

Andi menambahkan kliennya waktu itu diajak oleh para tergugat untuk datang ke kantor notaris Geys Bahasuan (turut tergugat) untuk menandatangani ikatan jual beli dan akta pernyataan dan kesepakatan yang dibuat oleh para tergugat tanpa mengetahui isi dan maksud dari ikatan dan pernyataan itu yang dilakukan dibawah tangan. 

“Kami melakukan gugatan perbuatan melawan hukum atas penerbitan tiga akta yang dilakukan secara terselubung dan penuh rekayasa dan melanggar ketentuan dari UU Notaris, akte No. 02 tentang pernyataan dan kesepatakan dan ikatan jual beli cacat hukum.

Kelima objek tanah dengan SHM milik almarhum Mat Sholeh tidak pernah dijual oleh Istrinya,” tegasnya.  Tidak hanya itu,  Andi juga menegaskan bahwa SHM merupakan bukti kepemilikan sah yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Negara (BPN) dan semuanya atas nama almarhum.  

“Secara hukum tanah tersebut milik almarhum Mat Sholeh dan saat ini yang berhak mewarisi adalah istri dan 2 anak almarhum bukan tergugat selaku saudara dari almarhum.

Faktanya,  tanah tersebut semua dikuasia oleh tergugat 1 dan tergugat 2. Maka dari itu kami melakukan perlawanan dengan mengajukan gugatan,”tegasnya. (*)

Tanah Warisan Suami Dikuasai Saudara, Istri Menggugat, Majelis Hakim Gelar PS Selengkapnya

Prihatin Soal Sampah, Niat Wujudkan Gresik Berbasis Kebersihan Lingkungan Melalui Program Gresik Lestari

GRESIK,1minute.id  – Pengelolaan sampah masih menjadi masalah serius bagi masyarakat Gresik. Apalagi, sarana dan prasarana untuk mengangkut sampah rumah tangga menuju tempat pembuangan sampah akhir (TPA) masih sangat minim.

Akibatnya, tak sedikit armada truk angkut sampah dengan kondisi bolong-bolong terpaksa harus dioperasikan untuk mengangkut sampah rumah tangga yang mencapai 150 meter kubik hingga 200 meter kubik per harinya itu. 

Tata kelola sampah di Kabupaten Gresik sangat memprihatinkan. Terbatasnya tempat pembuangan sampah sementara (TPS) membuat perilaku masyarakat membuang sampah sembarangan meningkat.

Kondisi tersebut telah lama menjadi perhatian serius paslon nomor urut 02, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah (Niat) dalam rangka kelestarian lingkungan serta pengelolaan sampah terpadu.
Cabup Gus Yani mengatakan, setelah melewati tahapan kampanye mengelilingi desa ke desa.

Banyak masyarakat yang wadul soal penanganan sampah di Kota Pudak yang kurang diperhatikan pemerintah daerah.
Fakta banyaknya masyarakat yang membuang sembarangan itu karena minimnya TPS. Kondisi itu dinilai tidak sejalan dengan peningkatan jumlah hunian terutama di wilayah Gresik Selatan. Padahal, jumlah perumahan di wilayah Gresik selatan membludak.

“Tidak ada fasilitas oleh pemkab untuk penanganan sampah, jadinya banyak saya temui sampah berserakan di tepian jalan,”katanya, Senin 30 November 2020.

Imbas dari pengelolaan sampah yang buruk adalah ketika terjadi banjir atau genangan yang diakibatkan sampah di selokan maupun sungai. Padahal, Gresik juga memiliki problem banjir kali lamong yang harus segera dituntaskan.

“Kita lihat hari ini, ada banjir dan genangan karena sampah. Saya dapat kiriman fotonya dari seorang teman, lokasinya di kali Deliksumber jurusan Kedungrukem di kecamatan Benjeng. Kan ini harus diperhatikan dan dicarikan solusinya,”imbuhnya.

Oleh sebab itu, jika ia dan Bu Min terpilih sebagai Cabup dan Cawabup Gresik periode 2021-2025. Pihaknya menjamin keberadaan truk pengangkut sampah serta sarana TPS harus diperbanyak. Selain itu, pengelolaan yang tepat juga menjadi fokus utama.

“Di visi misi Niat ada program Gresik Lestari. Melalui program itu akan kami wujudkan sistem pengelolaan lingkungan yang bagus sehingga masalah sampah bisa teratasi. Ini penting karena menyangkut kesehatan masyarakat, menjaga keseimbangan alam dan potret dari pada kota Gresik,”terang mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Sementara itu, Cawabup Bu Min menambahkan dalam program Gresik Lestari, paslon Niat mendorong filosofi ramah lingkungan pada setiap pembangunan pemukiman dan infrastruktur dengan mengampanyekan lubang serapan biopori.

Hal ini untuk meningkatkan kapasitas tanah dalam meminimalisir genangan, artinya tambah Bu Min, ke depan harus dilakukan manajemen yang baik. Misalnya, ketika ada pengembangan perumahan maka wajib dilakukan gerakan pembuatan lubang biopori.

“Saya kira pemerintah ke depan harus memulai itu. Dikampanyekan ke masyarakat lalu diimplementasikan sehingga semakin banyak lubang biopori maka banjir ataupun genangan tak akan terjadi lagi,”tambahnya.

Paslon Niat juga bakal membuat pengelolaan sampah menjadi terpadu dan terpusat di kecamatan. Sehingga, sudah tidak ada lagi armada truk angkut sampah yang hanya berpusat di kota. Termasuk,  peremajaan armada truk angkut sampah yang sudah tidak layak digunakan.  

“Saya sering menjumpai kontainer sampah di perkotaan Gresik saat melintasi jalan bergelombang sampahnya tumpah di jalan raya. Truknya terus melaju, sementara sampahnya tertinggal di jalan . Pengelolaan seperti ini yang harus kami ubah nantinya,”ujar Cawabup perempuan pertama di Gresik yang juga aktif di bidang lingkungan. (*)

Prihatin Soal Sampah, Niat Wujudkan Gresik Berbasis Kebersihan Lingkungan Melalui Program Gresik Lestari Selengkapnya

Anak Kali Lamong Tersumbat Sampah, Air Bah Meluap ke Jalan Poros Desa

GRESIK,1minute.id – Anak sungai Kali Lamong meluap, Senin 30 November 2020. Air bah itu menggenangi jalan poros Desa Deliksumber, Kecamatan Benjeng. Genangan air bah itu setinggi 20 sentimeter. 

Penyebab meluapnya anak sungai Kali Lamong disebabkan air sungai tersumbatnya sampah daru rumpun bambu.

Berkat kesigapan masyarakat dan pemerintah desa setempat genangan itu cepat surut.

Camat Benjeng Suryo Wibowo mengatakan genangan air masuk ke  jalan poros Desa Deliksumber pagi. Pagi itu juga masyarakat Desa setempat bergotong royong untuk membersihkan rumpun bambu secara manual.

Ternyata banyaknya rumpun bambu yang tersangkut di saluran air anak kali lamong tersebut belum bisa diatasi secara manual. 

Camat Benjeng dan Muspika setempat berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) setempat untuk mendatangkan alat berat.

“Sekitar jam sembilan pagi alat berat kami operasikan untuk mengangkat rumpun bambu yang menyumbat saluran air anak kali lamong. Seketika itu juga aliran air sudah normal Kembali. Air yang sempat menggenangi jalan poros desa Deliksumber sudah surut,”kata Suryo Wibowo melalui Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi.

Terkait rumpun bambu yang sempat menutup saluran air anak kali lamong, Suryo Wibowo mengatakan bahwa itu berasal dari kerja bakti warga yang belum sempat dipindahkan.

“Beberapa saat lalu masyarakat setempat sedang mengadakan kerja bakti untuk pelebaran anak Kali Lamong. Tujuannya agar aliran air anak kali Lamong tersebut lancar,”kata Suryo

Tapi sayang, rumpun bambu serta ranting-ranting dan ilalang hasil kerja bakti tersebut belum diangkat, karena terbatasnya sarana prasarana. Ternyata justru rumpun bambu dan ilalang tersebut malah menyumbat saluran anak kali lamong dan mengakibatkan genangan air di Jalan Poros Desa Deliksuber tersebut.

Suryo Wibowo mengatakan bahwa di musim hujan seperti saat ini pihaknya bersama muspida Gresik selalu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten untuk meminimalisi dampak apabila ada bencana. (*)

Anak Kali Lamong Tersumbat Sampah, Air Bah Meluap ke Jalan Poros Desa Selengkapnya

SMK PGRI Gresik Gelar Job Matching Online, 3 Jam Pasca Pembukaan 300 Pelamar Mendaftar

GRESIK ,1minute.id – Masa pademi Covid-19 memasuki new normal life. Sejumlah perusahaan mulai menggenjot produksi. Mereka pun membutuhkan tenaga kerja.  

SMK PGRI 1 Gresik menggelar Job Matching, untuk memfasilitasi perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai kompetensi ini, Senin 30 November 2020. 

Job Matching dipusatkan di SMK PGRI Gresik dan diikuti lima sekolah imbas yakni SMK YPI Darussalam 1 Cerme ;SMK Semen Gresik ; SMK YASMU Manyar Gresik ; SMK Islamic Qon Gresikdan SMK PGRI 2 Gresik itu dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Gresik Puji Astuti. 

Karena masih masa pandemi korona , calon tenaga kerja (naker) yang lulusan SMK se-kabupaten Gresik itu tidak langsung bertemu dengan pihak perusahaan peserta job matching. 

Delapan perusahaan peserta job matching itu adalah PT Indoprima Gemilang ; PT Indospring ; PT Rollent Indonesia dan PT Kawung. Kemudian, PT Swabina Gatra;  CV Kend Teknik; CV Panorama dan CV Alat Ukur Berkah. 

Menurut Kepala SMK PGRI 1 Gresik Arief Susanto mengatakan, job matching ini peserta bisa memilih industri atau perusahaan yang mereka minati sesuai dengan background dan kompetensi masing-masing. 

Kepala SMK PGRI 1 Gresik Arief Susanto, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Gresik Puji Astuti memberikan pembekalan kepada peserta Job Matching dengan protokol kesehatan di SMK PGRI Gresik, Senin 30 November 2020 (foto : chusnul cahyadi)

“Perusahaan menyeleksi secara online,” ujar Arief Susanto didampingi Eko Purwanto, penyelenggara Job Matching,  Senin 30 November 2020. SMK PGRI 1 Gresik sebagai penyelenggara berdasarkan instruksi Direktorat SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Kami mempertemukan lulusan SMK dengan dunia industri atau perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Job matching ini diawasi Satgas Covid-19 wilayah Timur,”katanya. 

Dalam pantauan1minute.id, sekitar pukul 10.30 atau tiga jam pascapembukaan sudah ada 305 pelamar yang masuk. 

Terpisah, Human Capital PT Indospring Andi Mohtar mengatakan, sekitar pukul 10.30 pelamar yang sudah masuk sebanyak 172 orang. “Kami akan lakukan tahapan seleksi secara virtual,”kata Andi ditemui di sela Job Matching di SMK PGRI Gresik. (*)

SMK PGRI Gresik Gelar Job Matching Online, 3 Jam Pasca Pembukaan 300 Pelamar Mendaftar Selengkapnya

Keren, Film Gemintang Produksi Gresik Movie Masuk Festif, Diputar Perdana di Jogjakarta

GRESIK,1minute.id – Keren. Film pendek produksi Gresik Movie masuk dalam fasilitas Ide Sinema Kreatif (Festif) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekaf) 2020.

Film pendek berjudul “Gemintang” itu diputar perdana dengan 20 film pendek berbahasa daerah lainnya di Jogjakarta,  Minggu 29 November 2020 malam. 

Pemutaran film berdurasi 12 menit itu sekaligus launching Festif kerjabareng dengan JAFF (Jogja-NETPAC Asian Film Festival). Mengusung tema ‘Isolasi–keterasingan fasilitasi- ini menjadi wadah yang berperan untuk meningkatkan daya saing komunitas melalui film berbahasa daerah.

“Para peserta Festif datang dengan ide yang khas dari daerahnya dan perspektifnya menarik,”tutur Litani Tesalonika manajer Program Festif dalam siaran pers dari Gresik Movie kepada 1minute.id, Minggu malam. 
Yurico Abi dari Indonesian Film Community Network menambahkan bahwa film-film Festif yang diproduksi tidak sekadar menjadi portofolio komunitas. 

“Harapannya komunitas bisa bergerak lagi di sub sektor ekonomi kreatif, dan mengantarkan tidak pada ranah kompetisi saja namun bisa dalam peningkatan SDM,”tandasnya.

Festif diluncurkan di 15th JAFF ‘Kinetic’ pada Jumat 27 November 2020 di Kedai Kebun Forum, Jogyakarta.  Festif diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekaf) bekerjasama dengan Salaka Credu dan didukung oleh Indonesian Film Community Network ( IFCN ) , ini memberikan ruang dan apresiasi kepada pelaku perfilman dalam mengekspresikan diri di tengah pandemi.

JAFF digelar sejak  25-29 November 2020, memutar 57 film panjang dan 72 film pendek dari 29 negara se-asia pasifik. Dalam rangkaian festival ini, film Gemintang (Gresik Movie) diputar bersama film “Rundag” dari Tegal (Sinema Pantura).

Usai pemutaran film berbahasa daerah itu, dilanjutkan diskusi bersama Litani Tesalonika (Manajer Program Festif), Jaka Romadon (Sutradara Film Rundag), dan Irfan Akbar Prawiro (Sutradara Film Gemintang). Diskusi cukup gayeng. 

Ketika ditanya tentang responnya terhadap film Gemintang, Reza Fahriansyah, Program Director JAFF, menyatakan bahwa dirinya sangat suka dengan konsep dan model penggarapannya. 

“Selain film ini membicarakan tentang kota, film ini (Gemintang) berhasil membuat perspektif anak-anak menjadi hal yang sangat penting. Kita bisa melihat kota Gresik menjadi sesuatu yang sangat berbeda. Real dan kontekstual,”ungkapnya.

Untuk diketahui, film Gemintang menceritakan tentang dua orang anak yang mendapat tugas dari gurunya untuk menggambar bintang. Namun kesulitan sebab ketika ingin melihat bentuknya, langit di Gresik sedang dirundung mendung saat malam. Film ini diperankan oleh M. Baidlowie Azhari (sebagai Budi) dan Qaireen Khansa P. (Sebagai Kejora). (*)

Keren, Film Gemintang Produksi Gresik Movie Masuk Festif, Diputar Perdana di Jogjakarta Selengkapnya

Istri Cabup Gus Yani : Tradisi Damarkurung adalah Cermin Kerukunan dan Gotong Royong Warga

GRESIK,1minute.id – Perayaan Tradisi Damar Kurung digelar oleh warga Kelurahan Karangturi, Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik, Sabtu 28 November 2020 malam. 

Perayaan di tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya lantaran harus digelar di tengah pandemi Covid-19. Namun, kondisi tersebut tak menyurutkan semangat warga dalam melestarikan tradisi itu. 

Bertempat di musala Mamba’ul Asiqin Kelurahan Karangturi, acara tersebut berlangsung meriah. Tak lupa warga juga menerapkan protokol Covid-19 dengan mencuci tangan dan memakai masker.

Tradisi Damar Kurung ini telah berlangsung sejak 1966. Setiap tahunnya warga bergotong royong untuk mengingat sejarah leluhur. Tak ketinggalan, Istri Cabup nomor urut 2 Gus Yani, Nurul Haromaini juga turut memeriahkan acara tersebut. 

“Selain meriah, saya kagum dengan warga kelurahan Karangturi yang mampu melestarikan tradisi ini selama puluhan tahun dan tetap istiqomah sampai saat ini,”ujar Ning Nurul sapaan akrabnya.

Neng Nurul mengingatkan, Damar Kurung merupakan ikon kabupaten Gresik yang terkenal sebagai kota santri dan kaya akan budaya serta tradisinya. Karena itu, ia berharap warga tetap istiqomah dan jangan larut terhadap perkembangan zaman. 

“Mari kita bersama-sama menjaga tradisi leluhur, baik di kelurahan maupun di desa-desa. Sebab, tradisi itu mencerminkan kerukunan dan gotong royong warga. Disisi lain juga menjaga warisan baik para leluhur,”pesan putri KH. Agoes Ali Masyhuri atau Gus Ali itu.

Sementara itu, Ketua RW 02 Kelurahan Karangturi, Zainal Abidin menerangkan, peringatan tradisi damar kurung ini merupakan peninggalan para pendahulunya di era wali songo, Sunan Giri.

“Dinamakan Damar Kurung karena ini merupakan tradisi peninggalan era Sunan Giri. Makanya bersamaan dengan Maulidurrasul,”ucapnya.

Zainal mengaku bahwa warga Kelurahan Karangturi sudah sangat akrab dengan Gus Ali. Oleh sebab itu, pihaknya secara khusus mengundang putri beliau, Ning Nurul pada perayaan tradisi Damar Kurung tahun ini.
“Ditahun-tahun sebelumnya Gus Ali secara rutin hadir kesini. Dan warga sini sudah tidak asing lagi dengan sosok Gus Ali.

Makanya secara khusus putri beliau kita undang untuk hadir dalam peringatan tahun ini,”jelasnya. Senada dengan Ketua RW 02 kelurahan Karangturi, Kepala TPQ Al Hasyimiyah, Masyro’ah mengaku senang peringatan tradisi damar kurung tahun ini dihadiri istri Gus Yani.

“Kebetulan Gus Yani dulu teman saya saat SD. Jadi kami sangat senang sekali istri Gus Yani bisa hadir di sela-sela padatnya aktivitas beliau mendampingi Gus Yani yang saat ini mencalonkan diri sebagai Calon Bupati,”ujar Masyro’ah yang didampingi Waka  serta dewan Guru TPQ Al Hasyimiyah. (*)

Istri Cabup Gus Yani : Tradisi Damarkurung adalah Cermin Kerukunan dan Gotong Royong Warga Selengkapnya

KPU Distribusikan APD Pilbup, mulai Masker hingga Ember Cuci Tangan

GRESIK,1minute.id – Tugas polisi bertambah. Pemilihan bupati (Pilbup) 9 Desember nanti. Pilbup di masa pandemi tugas polisi tidak hanya mengawal dan pengamanan kotak dan surat suara. 

Polisi juga mengawal pendistribusian alat pelindung diri (APD) untuk petugas panitia pemilihan kecamatan (PPK) hingga tempat pemungutan suara (TPS). Distribusi APD Pilbup Gresik itu dilakukan, Sabtu 28 November 2020.

Distribusi APD diantaranya ke PPK wringinanom. Sekitar pukul 12.00, ada sebelas item yang distribusikan ke Wringinanom itu. Diantaranya, masker ;  hand sanitizer ; cuci tangan ; sarung tangan ; dan face shield.  Kemudian, ember cuci tangan ; tisu ; timbah air hingga hazmat. 

“APD itu untuk tahapan pemungutan dan penghitungan suara pilbup,”kata Kapolsek Wringinanom AKP Christian Bagus didampingi Kasubag Humas Polres Gresik AKP Bambang Angkasa. (*)

KPU Distribusikan APD Pilbup, mulai Masker hingga Ember Cuci Tangan Selengkapnya

Paslon Niat Siapkan Insentif Guru Swasta, Voucher Pendidikan sampai Beasiswa

GRESIK,1minute.id – Area Bendung Gerak Sembayat (BGS) disesaki mayoritas emak-emak memakai kerudung abang (merah), Sabtu 28 November 2020. Mereka datang untuk mengikuti senam pagi bersama Cawabup perempuan di Gresik, Aminatun Habibah atau Bu Min. 

Ibu-ibu yang ikut senam itu adalah guru swasta se-Kecamatan Bungah yang mengidolakan cawabup nomor urut 2 itu. Usai senam peserta berkerudung merah itu, bersama Bu Min melakukan blusukan ke Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah. Bu Min menyapa warga satu per satu sambil diiringi lagu pemenangan Niat, “Ojo Lali dan Wes Wayahe”.

Dalam kesempatan tersebut, Bu Min menyampaikan bahwa ia bersama Gus Yani berkomitmen memperjuangkan hak-hak para guru dengan menaikkan dan menambah gaji guru sekolah swasta dalam bentuk insentif.

“Paslon Niat punya program Gresik Cerdas. Ini program untuk kesejahteraan guru-guru Sekolah swasta. Melalui Gresik Cerdas, insentif kinerja Guru Tidak Tetap (GTT) dan non sertifikasi Guru Paud, TK, MI, SD, MTs, SMP, MA, SMA dan SMK akan kami tingkatkan,”ujar Bu Min di sela-sela senam.

Program Gresik Cerdas itu lahir karena rasa keprihatinan Bu Min terhadap gaji guru-guru swasta. Apalagi Bu Min yang notabene seorang Kepala SMK, dirinya paham betul dengan kondisi kesejahteraan para guru-guru swasta di  Gresik.

“Saya melihat gaji yang diterima mereka tidak wajar. GTT itu kerja penuh tetapi dibayar tidak penuh. Kasihan, ada yang gajinya 700 ribu per bulan. Bahkan, ada yang cuma 300 ribu per bulan. Nilai segitu tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari selama sebulan,”ungkapnya.

Oleh karena itu, imbuhnya, pihaknya akan menaikkan kesejahteraan guru dengan menambah besaran belanja tidak langsung. “APBD kita ini sangat besar. Sementara saya besar dari lingkungan pendidikan, karena itu wajib bagi saya untuk membangun pendidikan yang berkualitas. Salah satu instrumentnya adalah insentif untuk tenaga pendidik,”jelasnya.

Ia dan Cabup Fandi Akhmad Yani,  bila mendapatkan amanah akan memberikan voucher dana pendidikan untuk siswa MI, SD, MTs, SMP, MA, SMA dan SMK. Voucher tersebut nantinya bisa menambah semangat belajar siswa. Termasuk para wali murid juga bisa fokus mendampingi anaknya dalam menuntut ilmu.

“Voucher itu untuk mengurangi beban yang dirasakan wali murid yang selama ini tidak mampu membayar biaya sekolah. Kalau bebannya berkurang, para wali murid nanti bisa lebih fokus mendampingi anaknya dalam belajar, dalam menuntut ilmu,”harapnya.  

Selain persoalan pendidikan, program Gresik Cerdas nantinya juga memajukan pendidikan pesantren melalui dana abadi pondok pesantren. Termasuk memberikan beasiswa pendidikan tinggi untuk 2.500 anak yatim piatu, hufadz dan disabilitas. Tak ketinggalan, ada juga beasiswa S2 untuk musrif dan musrifah pondok pesantren. 

“Selain itu, kami juga melakukan penguatan dan perluasan Bosda Madin. Ada juga Gresik Santri, program santunan kehormatan untuk guru ngaji, Takmir, situs religi dan budaya. Intinya kami fokus membangun Gresik dengan ekonomi gotong royong,”jelasnya. (*) 

Paslon Niat Siapkan Insentif Guru Swasta, Voucher Pendidikan sampai Beasiswa Selengkapnya

Kelas Indospring Kembali Dibuka, Dibutuhkan 24 Siswa, Seleksi Diikuti 360 Siswa

GRESIK,1minute.id – Program vokasi kelas industri di SMK PGRI Gresik kembali bergulir. Kelas industri bekerjasama dengan PT Indospring itu memasuki tahun ketujuh. 

Tahun ini, pabrikan otomotif berlokasi di Jalan Mayjend Sungkono, Kecamatan Kebomas itu membutuhkan 24 siswa untuk didik menjadi tenaga siap kerja.

Antusiasme siswa cukup tinggi. Sebanyak 360 siswa kelas XI di sekolah yang dipimpin oleh Arif Susanto mengikuti seleksi kelas industri itu. Sekolah berlokasi di Jalan DR Soetomo, Gresik telah menjaring 178 siswa untuk seleksi tahap berikutnya, yakni wawancara dan spikotes. 

“Untuk tes wawancara dan psikotes dilakukan manajamen Indospring,”ujar Waka Humas SMK PGRI Gresik Robby A. Y,  Sabtu 28 November 2020.

Seleksi digelar di aula lantai 4 sekolah tetap menjalankan protokol kesehatan, yakni physical distancing dan memakai face shield atau masker. “Seleksi dilakukan dua tahap untuk menjaga prokes,”tambah Robby. 

Sementara itu,  Industrial Relation Manager PT.Indospring Tbk Dias Pipit Chusairy menambahkan dari 178 siswa kelas XI jurusan Teknik Mesin dan Listrik akan diambil 24 siswa. 

“Sebanyak 24 siswa yang lolos seleksi akan menjalani pembelajaran selama setahun,”ujar Dias disela memimpin seleksi di SMK PGRI Gresik ini, Sabtu 28 November 2020.

PSIKOTES : ratusan siswa SMK PGRI Gresik menjalani psikotes untuk seleksi kelas Indospring di Aula Sekolah, Sabtu 28 November 2020 ( foto : chusnul cahyadi)

Selama setahun, puluhan siswa kelas Indospring ini mendapatkan materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan industri di Indospring. Yakni,  6 bulan pertama kelas teori.

“Di kelas teori ini nanti selain guru dari SMK PGRI,  jajaran manajemen juga memberikan pembelajaran di kelas. Kurikulumnya sesuai kebutuhan industri,”katanya.  Diantaranya, pembelajaran tentang budaya kerja, Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) hingga quality control (QC).

“Kemudian, 6 bulan berikutnya siswa menjalani praktik di Indospring. Mereka yang lulus bisa langsung kerja di Indospring,”ujarnya. Dias mengatakan program kelas Indospring memasuki tahun ketujuh. “Kami mulai lakukan sejak 2014,”katanya. 

Manajemen bekerjasama dengan SMK PGRI Gresik ini, bertujuan kontribusi menyiapkan generasi muda siap bekerja. (*)

Kelas Indospring Kembali Dibuka, Dibutuhkan 24 Siswa, Seleksi Diikuti 360 Siswa Selengkapnya
Cawabup nomor urut 2 Aminatun Habibah ketika menyapa masyarakat di Gresik Selatan, Jumat 27 November 2020

Dibalik Proyek Multiyears Islamic Center, Bu Min Heran Banyak Jalan Desa Berlumpur dan Penuh Lubang

GRESIK,1minute.id – Cawabup nomor urut 2 Aminatun Habibah terjebak jalan rusak ketika melakukan kampanye di Gresik Selatan. Kecamatan Cerme, Balongpanggang, hingga Wringinanom, diantaranya. 

Cawabup perempuan pertama di Pilbup ini ngelus dada, merasa prihatin  melihat kondisi infrastruktur jalan yang memprihatinkan itu.  “Memprihatinkan kalau lihat kondisi jalannya. Padahal jalan itu juga menjadi akses pelajar dan guru menuju sekolah karena ada sekolah negeri di sana,”ujar Bu Min- sapaan-Aminatun Habibah, Jumat 27 November 2020. 

“Nah kalau infrastrukturnya tidak dibangun dengan baik ini bisa menganggu jalannya pendidikan,”imbuh Cawabup berpasangan dengan Cabup Fandi Akhmad Yani itu.  Bu Min melakukan road show kampanye di sejumlah desa di Gresik Selatan.

Di Kecamatan Balongpanggang, Cawabup Kudung Abang-sebutan lain-Bu Min, menyapa warga dari Desa Klotok, Babatan, Mojogede, Tanah Landean, Ngampel, Sekarputih, Dapet, Karangsemanding, Pucung, Wonorejo sampai Kedungpring.  “Saya tadi harus berputar-putar mencari jalan alternatif lantaran banyak jalan penghubung desa yang rusak,”katanya.

Melihat kondisi riil infrastruktur desa selama kampanye blusukan di wilayah Gresik selatan. Bu Min semakin prihatin lantaran pembangunan yang dilakukan pemerintah kabupaten Gresik tidak linier dengan kebutuhan dasar masyarakat. 

Sebab, ia melihat di Gresik Selatan ada pembangunan proyek multiyears Islamic Center yang dibangun megah. Menurut Bu Min, pembangunan tersebut kontradiktif dengan kondisi infrastruktur di desa. 
Seperti diketahui, pembangunan fisik Islamic Center di kecamatan Balongpanggang ini menyedot APBD Gresik hingga Rp 35 miliar. Tak pelak, saat blusukan Bu Min diwaduli warga Balongpanggang masalah kondisi jalan.

“Warga banyak yang sambat dengan kondisi Jalan Poros Desa (JPD) karena memprihatinkan tapi kok gak diprioritaskan ya? Malahan memprioritaskan bangunan megah. Anggaran sebesar itu cukup untuk memperbaiki JPD. Kalau infrastrukturnya parah begini ya kasihan masyarakat,”keluh Bu Min.

Kondisi JPD di kecamatan Balongpanggang, selama ini memang belum ada perbaikan secara permanen dari Pemerintah Daerah. Apalagi saat ini sudah memasuki musim penghujan yang bisa memperburuk kondisi jalan.

“Sudah masuk musim hujan. Ya otomatis jalannya berlumpur dan penuh genangan air. Saya sekali lewat saja banyak jalan yang masih belum pavingan dan penuh lubang. Wes pokoknya parah,”celetuk Bu Min sambil geleng-geleng kepala. 

Cawabup perempuan pertama dalam sejarah perpolitikan di kota santri ini berkomitmen. Bersama Cabup Gus Yani, ia akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur di desa. Salah satunya melalui visi misinya Nawa Karsa dalam program Gresik Maju, Pintar dan Aman (Gresik Mapan).

“Masalah infrastruktur ini menjadi 5 area prioritas kerja Niat. Tidak hanya Pengaspalan seluruh ruas jalan kabupaten, tetapi ada betonisasi jalan penghubung kecamatan dan desa. Termasuk membangun jembatan penghubung dan peremajaan jembatan tua,”paparnya. (*)

Dibalik Proyek Multiyears Islamic Center, Bu Min Heran Banyak Jalan Desa Berlumpur dan Penuh Lubang Selengkapnya