SIG dan KAI Sinergi Optimalisasi Angkutan Semen

GRESIK,1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) tentang Rencana Kerjasama Optimalisasi dan Pengembangan Angkutan Barang.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan secara virtual oleh Direktur Marketing dan Supply Chain SIG, Adi Munandir dan Direktur Niaga KAI, Maqin U. Norhadi, Kamis 26 November 2020.

Penandatangan MoU itu disaksikan oleh Direktur Utama SIG, Hendi Prio Santoso, Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo serta Presiden Direktur PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Aulia Mulki Oemar.

Sinergi SIG dan KAI diantaranya peningkatan kerja sama angkutan berbasis kereta api dan sewa tanah atau bangunan untuk jangka menengah dan jangka panjang.
Melakukan kajian bersama untuk rencana komersial dan operasional terkait jalur dan prasarana kereta api dalam mendukung distribusi produk SIG. Serta pengembangan bentuk kerja sama potensial lainnya yang dapat meningkatkan manfaat bisnis kedua belah pihak.

Direktur Utama SIG, Hendi Prio Santoso mengatakan, kereta api merupakan salah satu moda transportasi penting dalam mendukung logistik perusahaan. Kedepan KAI akan menjadi salah satu mitra strategis seiring perkembangan SIG sebagai penyedia solusi bahan bangunan. 

“Kerja sama ini merupakan sinergi untuk saling melengkapi dan memberikan hasil terbaik bagi kedua belah pihak. Melalui sinergi yang terjalin saat ini, diharapkan dapat semakin optimal dalam memanfaatkan setiap peluang dan kesempatan yang ada. Sehingga dapat semakin berkontribusi bagi perusahaan, BUMN, dan bangsa Indonesia,”ujar Hendi Prio Santoso.

Lebih lanjut, Hendi Prio Santoso, berharap agar kerja sama ini dapat segera diwujudkan. ”Hari ini menjadi langkah awal sebuah komitmen bersama. Semoga apa yang menjadi tujuan serta harapan dari kerja sama ini dapat berjalan lancar dan sesuai dengan target waktu yang direncanakan pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terjalinnya kerja sama dalam rangka sinergi BUMN untuk optimalisasi dan pengembangan angkutan barang berbasis kereta api. Hal ini untuk memberikan nilai tambah bagi masing-masing Perusahaan. 

Menurut Didiek,  kerja sama ini juga merupakan implementasi core values AKHLAK sebagai Amanah Kementerian BUMN. Melalui kerja sama ini, Didiek berharap KAI dapat mendukung pendistribusian semen dan produk lainnya dari SIG, khususnya di wilayah Jawa dan Sumatera untuk menciptakan distribusi logistik yang efektif dan efisien. “Selain itu juga mendukung program pemerintah dalam mengurangi biaya logistik Nasional,”ungkap Didiek.

Didiek menambahkan, dalam skema kerja sama jangka pendek SIG dapat memanfaatkan stasiun Babat untuk pengiriman semen dari Pabrik Tuban milik SIG maupun SBI. 

“Sedangkan skema jangka panjang, kami akan melihat potensi untuk membangun prasarana, menyambung dari Babat masuk ke Tuban melewati kawasan pabrik SIG dan SBI. Selain itu KAI juga sedang menjajaki pengiriman semen dari Tonasa melalui jalur Makassar hingga Pare-Pare. Semoga melalui kerja sama ini dapat memberikan manfaat lebih bagi pelanggan SIG,”pungkas Didiek.(*)

SIG dan KAI Sinergi Optimalisasi Angkutan Semen Selengkapnya

Kunjungi Destinasi Geladak Kelir, Harapan Mewujudkan Gresik Baru, Pasca Tanpa Debu Batubara

GRESIK,1minute.id – Geliat ekonomi masyarakat semakin terasa sekitar di Destinasi Jembatan Kelir di Kelurahan Kemuteran, Gresik. Puluhan penjual berjajar sekitar geladak Bele Keling. 

Mereka menikmati gaya hidup baru tanpa kekhawatiran debu batubara.  Sulhiyah Rahmawati  mengatakan rumahnya menjadi lebih bersih. Hidupnya terasa lebih sehat dan tenang dibanding sebelumnya. 

“Sekarang saya sudah berani nyuapin anak di luar rumah. Lantai rumah juga sudah nggak hitam pekat lagi, sehari cukup nyapu sekali. Tidak seperti sebelumnya sehari harus nyapu dan ngepel berkali-kali. Matur nuwun Gus Yani,”ungkap ibu 5 anak ini, Kamis 26 November 2020. 

Sejak berhentinya aktivitas bongkar muat batubara membuat keberlangsungan hidup warga di Kelurahan Kroman, Lumpur dan Kemuteran terasa menjadi lebih nyaman.

Fandi Akhmad Yani, calon bupati (Cabup) nomor urut 2 merekomendasi penghentian operasi pelabuhan curah batubara yang menimbulkan protes masyarakat di sekitar lokasi.  Waktu itu, Gus Yani -sapaan- Fandi Akhmad Yani masih menjabat sebagai Ketua DPRD Gresik. Tiga kali,  Gus Yani disambati pendemo mendesak penutupan aktivitas bongkar muat batu bara di Jalan RE Martadinata, Gresik itu.

“Setelah mendengar kedua kelompok yang pro dan kontra, serta berbagai pihak atau instansi terkait, akhirnya saat itu Saya sepakati untuk dihentikan. Pertimbangannya adalah kemanusiaan,” kenang Gus Yani.

Kamis, 26 November 2020, Gus Yani menyambangi masyarakat sekitar. Kelurahan Kemuteran, Kroman dan Lumpur. Kehadiran Cabup berpasangan dengan Aminatun Habibah (Bu Min) sontak dielu-elukan masyarakat setempat. Mereka menyambut cabup diusung enam dari delapan partai di DPRD Gresik bak pahlawan. 

Gus Yani datang untuk melihat Destinasi Jembatan Kelir. Sebuah dermaga kayu yang viral akhir-akhir ini dan ramai dikunjungi wisatawan. Gus Yani,  menyadari sebuah harapan baru setelah masyarakat di tiga kelurahan itu sudah terbebas dari lingkungan yang sebelumnya terdampak polusi debu selama bertahun-tahun.

“Saya kesana dan ngobrol dengan pihak pengelola. Tidak kurang delapan ribu pengunjung setiap bulannya yang ingin menikmati daya tarik wisata di Bale Keling. Bahkan, bulan Agustus kemarin, total pengunjung mencapai 12 ribu. Ini sebuah capaian yang menarik untuk obyek wisata baru. Namun masih membutuhkan banyak pengembangan infrastruktur dan aspek lain,”katanya.

Capaian kunjungan itu, tambahnya,  tidak hanya berdampak pada masukan tiket. Yang lebih penting adalah dampak ekonomi bagi warga sekitar. Banyak warga setempat yang berjualan makanan tradisional di sepanjang jalan sebelum loket masuk. Semakin banyak kunjungan, maka akan semakin banyak peluang ekonomi yang bisa dimanfaatkan. 

“Pendekatan dan filosofi inilah yang akan kami prioritaskan dalam mewujudkan Gresik Baru ke depan. Bagaimana suatu proyeksi pembangunan yang memiliki sarat dimensi pemberdayaan masyarakat. Bukan sekedar membuat landmark atau patung-patung di tengah kota dengan biaya besar tapi tak memberi dampak apapun bagi masyarakat,”tegasnya. (*)

Kunjungi Destinasi Geladak Kelir, Harapan Mewujudkan Gresik Baru, Pasca Tanpa Debu Batubara Selengkapnya

Remaja Setubui Pacarnya Lima Kali, Hamil lalu Melahirkan, Dituntut 3 Tahun

GRESIK,1minute.id – MTP, anak berhadapan hukum (ABH) terancam tidak bisa bermain bebas dengan sebayanya. Pasalnya, jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Gresik Siluh Candrawati menuntut remaja 17 tahun asal Kecamatan Benjeng itu selama 3 tahun penjara. 

Sidang pembacaan tuntutan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Gresik, Kamis 26 November 2020. Jaksa Siluh menilai MTP terbukti secara sah meyakinkan melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak korban sebut saja Delima (samaran), 17, melakukan persetubuhan sebanyak lima kali.

Anak yang berhadapan dengan hukum,  MTP terbukti melanggar pasal 18 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 Tentang perlindungan anak Jo pasal 64 ayat (1) KUHP. “Menuntutnya dengan hukuman penjara selama 3 tahun di LP (khusus anak)  Blitar dan pelatihan kerja selama 3 bulan,” tegas jaksa Siluh.

Masih dalam tuntutan diuraikan,  perbuatan anak ini dilakukan oleh MTP sebanyak 5 kali di ruang tamu saat kondisi rumah sepi. Akibatnya,  anak korban hamil hingga melahirkan anak perempuan.  Celakanya, MTP tidak mau bertangung jawab hingga perkara ini di proses dipengadilan. 

Sidang dengan hakim tunggal Fitra Dewi Nasution ditunda Jum’at depan dengan agenda pembelaaan (pledoi) dari kuasa hukum dari MTP.  Seperti diberitakan, MTP diseret ke peradilan anak akibat tindak pidana persetubuhan yang dilakukan kepada anak korban yang juga pacarnya.  Perbuatan layaknya suami istri itu dilakukan sebanyak lima kali pada bulan Desember 2018. 

Tidak terima dengan ulah bejat MTP,  orang tua anak korban melaporkan perkara ini ke pihak kepolisian hingga perkara ini masuk proses persidangan. (*)

Remaja Setubui Pacarnya Lima Kali, Hamil lalu Melahirkan, Dituntut 3 Tahun Selengkapnya

K3PG Luncurkan Dompet Digital, e-Wallet, Wujud Dukungan Transformasi Bisnis Petrokimia Gresik

GRESIK,1minute.id – Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (K3PG) meluncurkan layanan e-wallet K3PG Mobile bagi anggotanya, Rabu 25 November 2020. 

Layanan ini merupakan solusi finansial anggota dalam bertransaksi, khususnya di masa wabah Covid-19 yang mengharuskan masyarakat menjaga jarak atau physical distancing untuk memutus mata rantai penularannya.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengapresiasi langkah K3PG dengan menyediakan dompet digital atau e-Wallet sebagai upaya mendukung program Transformasi Bisnis Petrokimia Gresik (TBPG) yang merupakan anggota holding Pupuk Indonesia untuk menjadi solusi agroindustri.

“E-wallet merupakan langkah inovatif K3PG dalam mengikuti era 4.0 yang telah mengubah banyak kebiasaan masyarakat. Selain itu juga menjadi bentuk perlindungan terhadap keluarga besar Petrokimia Gresik grup untuk suksesnya program ketahanan pangan nasional,” ujar Dwi Satriyo sekaligus Ketua Dewan Pembina K3PG ini.

Ia pun mengapresiasi inovasi dari K3PG ini, karena mampu menangkap peluang dari wabah Covid-19 yang telah menghantam perekonomian masyarakat.  
Dwi Satriyo pun berpesan agar K3PG terus memajukan bisnisnya dengan berlandaskan pada kebutuhan anggota seperti E-wallet K3PG Mobile ini.

“Banyak industri yang bangkrut karena melihat Covid-19 sebagai wabah. Tapi K3PG justru melihatnya sebagai potensi bisnis. Kreativitas ini harus terus ditingkatkan untuk suksesnya transformasi bisnis perusahaan di masa pandemi ini,”tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Pengurus K3PG Rohmad menjelaskan bahwa, anggota K3PG dapat bertransaksi menggunakan e-Wallet K3PG Mobile di merchant manapun di seluruh Indonesia yang menyediakan layanan QRIS. Transaksi hanya dilakukan melalui screening QRIS dari handphone pemilik akun K3PG Mobile atau cashless.

“Beberapa daerah di Jawa Timur, khususnya Kabupaten Gresik merupakan daerah dengan staus oranye atau penularan Covid-19 risiko sedang. Kendati demikian masih ada penambahan kasus Covid-19 tiap harinya. e-Wallet ini merupakan upaya K3PG mendukung pemerintah dalam memerangi Covid-19,” tandas Rohmad.

Lebih lanjut ia menambahkan jika Petrokimia Gresik merupakan objek vital negara yang tidak boleh terganggu operasional bisnisnya dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional, apalagi di tengah wabah Covid-19 dan upaya pemulihan perekonomian nasional melalui sektor pertanian.

“E-wallet menjadi bentuk perlindungan terhadap anggota kami yang merupakan keluarga besar Petrokimia Gresik, sehingga tidak mengganggu operasional bisnis perusahaan,” ujarnya.

Rohmad menjelaskan dalam pengelolaan fitur e-wallet ini, K3PG berkerja sama atau bersinergi dengan lembaga perbankan di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yaitu Bank DKI, sehingga fitur e-Wallet ini tidak hanya memberikan kemudahan dalam bertransaksi, tapi juga jaminan keamanan.

Sementara, E-wallet merupakan fitur pengembangan dari aplikasi keanggotaan K3PG berbasis Android bernama K3PG Mobile. Sebelumnya, aplikasi yang dikembangkan mulai 2019 ini memberikan layanan informasi tentang Inquiry saldo tabungan dan pinjaman; record sktivitas anggota baik belanja di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) maupun aktivitas sisa hasil usaha (SHU).

K3PG Mobile juga mengubah layanan SHU menjadi digital. Apabila sebelumnya anggota K3PG hanya bisa sekali belanja untuk memanfaatkan voucher SHU, sekarang anggota bisa berbelanja berkali-kali belanja menggunakan K3PG Mobile selama saldo mencukupi.

“Dalam waktu segera kami juga melengkapi K3PG Mobile ini dengan fitur belanja  dan pinjaman Online. Semua kebutuhan anggota K3PG kedepan cukup dipenuhi melalui smartphone yang ada di genggaman tangan. Ini komitmen kami menjadikan K3PG bukan koperasi biasa,”tandas Rohmad.

Ia menegaskan bahwa layanan e-Wallet ini tidak hanya menjadi solusi finansial bagi anggota, tapi juga menjadikan K3PG semakin berdaya saing dalam upaya mewujudkan program transformasi bisnis Petrokimia Gresik. (*)

K3PG Luncurkan Dompet Digital, e-Wallet, Wujud Dukungan Transformasi Bisnis Petrokimia Gresik Selengkapnya

Cabup Nomor Urut 2, Nyicipi Teh Tarik Sambil Kenalkan Program Gresik Jagoan, Bantuan Modal Rp 10 Juta

GRESIK,1minute.id – Kedai roti canai dan teh tarik  Dewi Amalia Fitri yang viral belakangan ini kaget didatangi calon bupati (cabup) nomor urur 2 Fandi Akhmad Yani, Rabu 25 November 2020.

Cabup milenial itu mampir untuk nyeruput  roti canai dan teh tarik racikan mantan pramugari di sela-sela kampanye blusukan ke desa-desa di Kecamatan Sidayu. Saat itu, kedai berlokasi di  Desa Kertosono, Kecamatan Dukun, Gresik itu cukup ramai pembeli. 

Kedatangan cabup diusung enam dari delapan partai di DPRD Gresik membuat gadis 20 tahun itu kaget. “Ya Allah nggak nyangka kalau kedai saya didatangi Gus Yani. Ya seneng banget lah soalnya ramai tadi sampai nggak muat tempat duduknya,” ujar Dewi seraya tersenyum dengan mata yang berbinar-binar.

Anak sulung dari dua bersaudara pasangan Zainuri dan Khosatun ini sebelumnya bekerja sebagai Pramugari di maskapai penerbangan internasional. Namun, ia dan pramugari sejawatnya harus kena PHK akibat pandemi Covid-19.  

Kini, Dewi merasa nyaman lantaran bisa usaha sendiri dengan penghasilan harian. Meski ia sempat mendapat tawaran untuk kembali bekerja menjadi pramugari. Dewi menolaknya lantaran ia merasa lebih nyaman bisa bekerja dekat dengan kedua orang tuanya.

Hanya saja, untuk mengembangkan usahanya tersebut Dewi dan orang tuanya masih kesulitan mencari tambahan modal. Dihadapan Gus Yani, Dewi menyampaikan bahwa setiap harinya, kedai miliknya selalu banjir pembeli. 

Bahkan sejak dirinya viral, konsumen yang datang dari Surabaya, Lamongan dan Tuban. Tak jarang pelanggan harus antri sambil berdiri karena ruangannya yang sempit dan kursinya terbatas. 

Pengennya sih memperluas kedai saya biar tempatnya bisa luas. Sekalian meja dan kursi mau saya tambahin supaya kalau pas pembelinya ramai kayak gini biar gak nunggu sambil berdiri. Apalagi sampai meluber di pinggir jalan. Kasihan lihat yang beli kalau tempatnya ramai,”ungkap Dewi dihadapan Cabup milenial itu. 

Menanggapi keluhan tersebut, Gus Yani menjamin Dewi. Jika ia dan Bu Min (Aminatun Habibah) terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Gresik periode 2021-2025. Usaha Dewi dan orang tuanya itu bisa dikembangkan melalui salah satu misinya Gresik Berkarya dan Mandiri. 

Dijelaskan Gus Yani, dalam misi tersebut ada program Gresik Jagoan yang menyentuh jaringan komunitas anak muda berwirausaha. Program itu memberikan bantuan insentif penambahan modal kerja sebesar Rp 10 juta untuk 5.000 usaha rintisan atau start up yang sudah melalui fase inkubator bisnis.  

“Mbak Dewi ini nanti bisa ngajukan ke pemerintahan Gresik Baru. Karena di program kita ada Gresik Jagoan dengan bantuan sebesar Rp 10 juta untuk anak muda yang berwirausaha. Dengan tambahan modal itu mbak Dewi bisa mengembangkan usahanya. Apalagi usaha itu merupakan satu-satunya sumber penghasilan di keluarganya,”ujar Gus Yani sembari melahap roti canai. (*)

Cabup Nomor Urut 2, Nyicipi Teh Tarik Sambil Kenalkan Program Gresik Jagoan, Bantuan Modal Rp 10 Juta Selengkapnya

Sambangi Panti Jompo, Gus Yani Didoakan Jadi Bupati, Siapkan Program Gresik Seger

GRESIK,1minute.id – Pasangan calon (paslon) nomor 2 Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) terus melakukan blusukan ke desa-desa. Melihat kondisi dan menyerap aspirasi langsung dari masyarakat.

Tapi, blusukan Gus Yani bersama Ketua DPC PDI-P Gresik Mujib Riduan ini berbeda. Gus Yani menyambangi Panti Jompo Lestari.

Panti di Desa Bringkang, Kecamatan Menganti, Gresik sudah berdiri sejak 2011.
Ada dua orang pengasuh. Mereka pasangan suami-istri, Haryanton dan Sumarlik.

Kunjungan Cabup nomor urut 2 ini membuat para penghuni panti jompo itu semringah. Sebab, penghuni panti yang berasal dari berbagai kecamatan di Kota Santri, diantara Dukun,  Gresik dan Duduksampeyan.  

Mereka seakan merasa berkumpul dengan keluarga mereka. Bahkan, ada penghuni yang sampai menangis haru. Senang bisa bertemu dengan calon bupati Gresik 2021-2025. 

Hariyanto mengatakan mereka merawat sebanyak 28 orang lansia. Mereka berasal dari berbagai wilayah. Selama ini membiayai operasional sendiri. Sebab, panti ini seakan tidak mendapatkan diperhatikan pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik.

“Operasional tiap bulan sekitar Rp 20 juta. Semua biaya sendiri. Kadang mendapat bantuan dari orang demawan,”cerita Haryanto. Gus Yani dan Mujib Riduan terlihat serius mendengarkan cerita pengasuh panti itu. 

Melihat kondisi tersebut, Gus Yani telah menyiapkan program unggulan. Yakni PKH Inklusif. Program tersebut untuk memperluas cakupan bagi kalangan lansia dan disabilitas. “Program itu menjadi bagian dari Nawa Karsa Niat ‘Gresik Seger’,” kata Gus Yani.

Menurut Gus Yani, pemerintah daerah mempunyai kewajiban memberi perlidungan dan jaminan sosial kepada warganya. Khususnya lansia dan disabilitas. “Kami paslon Niat optimis bisa memberikan perlindungan sosial berupa PKH Inklusif di Kabupaten Gresik,” imbuh mantan Ketua DPRD Gresik tersebut.

Gus Yani menjelaskan, program PKH Inklusif dapat mengentaskan kemiskinan dan pembanginan yang berkelanjutan di Kabupaten Gresik. (*)

Sambangi Panti Jompo, Gus Yani Didoakan Jadi Bupati, Siapkan Program Gresik Seger Selengkapnya

Pecandu dan Pengedar Kawasan Pantura Gresik Dibekuk Polisi

GRESIK,1minute.id – Dua anggota sindikat peredaran narkoba di pantai utara (pantura) Gresik digulung anggota Polsek Bungah. Dua maniak sabu-sabu itu adalah Heri Suyanto alias Mbah Giant, 42, warga Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah dan Bagus Yuliansyah alias Panjul, 23, warga Desa Padangbandung, Kecamatan Dukun, Gresik. Mereka ditangkap ditempat berbeda.

Menurut Kapolsek Bungah AKP Sujiran melalui Kanitreskrim Polsek Bungah Aipda Dwi Rahmanto mengatakan, penangkapan pecandu dan pengedar sabu-sabu itu berawal dari laporan masyarakat. 
Sejumlah anggota Polsek Bungah dipimpin Kanitreskrim Aipda Dwi Rahmanto melakukan penelisikan.

Hampir sepekan polisi melakukan penyelidikan. “Kami baru bisa memastikan target operasi adalah pencandu dan pengedar sabu-sabu, Minggu 22 November 2020 malam,”kata Dwi Rahmanto, Selasa malam. 

Kali pertama, Heri Suyanto dibekuk ketika berada di warung kopi (warkop) di Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik sekitar pukul 21.00. Dalam penggeledahan ditemukan sebilan paket hemat (pahe). “Satu poket dipegang tersangka,”ujar Dwi Rahmanto. 

Polisi kemudian melakukan penggeledahan di rumah lelaki berkulit sawo matang itu di Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. Dalam penggeledahan ditemukan peralatan nyabu.

Dalam pemeriksaan Heri Suyanto dikenal masyarakat setempat dengan sebutan Mbah Giant itu “menyanyi”. “Malam itu juga, tersangka kami keler menuju rumah BY (Bagus Yuliansyah) di Desa Padangbandung, Kecamatan Dukun,”terang mantan Kanitreskrim Polsek Wringinanom, Gresik itu. 

Dirumah Bagus ditemukan sejumlah barang-bukti, diantaranya bukti transaksi online di gawai milik tersangka dan uang tunai Rp 2,5 juta. Kedua tersangka Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 th 2009 Tentang Narkotika. (*)

Pecandu dan Pengedar Kawasan Pantura Gresik Dibekuk Polisi Selengkapnya

Desa Prupuh Melaju ke Ajang LBS Nasional 2020, Ingatkan Prokes

GRESIK, 1minute.id – Desa Prupuh, Kecamatan Panceng, Gresik mewakili Jawa Timur dalam ajang lomba lingkungan bersih dan sehat (LBS).  Desa di ujung jalan Deandles di pantai utara Gresik itu menjadi duta Gresik setelah memenangi juara jenis tingkat Jawa Timur .

Penghargaan diserahkan Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak kepada Isteri Bupati Gresik Hj Maria Ulfa di ruang rapat Binaloka Adhikara Kantor Gubernur Jawa Timur di Surabaya. 

Hj.Maria Ulfa mengatakan, masih harus kerja keras untuk menjadi terbaik nasional. Dia optimistis masyarakat Desa Prupuh bisa. 

Perjalanan cukup panjang telah dilakukan masyarakat Desa Prupuh. Diawali menjadi nominator lomba Kesatuan Gerak PKK-KKBKP-Kesehatan  2020 untuk kategori Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) Jawa Timur.

Waktu itu belum wabah korona. Karena penilaian Januari 2020. Pemkab Gresik dan TP PKK Kabupaten Gresik ikut mendampingi dalam penilaian oleh pihak Provinsi Jawa Timur itu. 

“Pada penilaian tingkat nasional nanti, tentu ada penilaian khusus tentang pelaksanaan protokol kesehatan. Makanya mulai saat ini, persiapan itu harus lebih dimatangkan termasuk mengedepankan protokol kesehatan,”kata ketua tim Penggerak PKK Gresik itu. 

Keunggulan Desa Prupuh pada penilaian lomba LBS Jawa Timur dulu yaitu inovasi program biopori dan pemanfaatan limbah industri kayu, pembuatan jamur yang memanfaatkan limbah serbuk kayu sebagai media tanam.

Ketua Tim Penggerak PKK Gresik Hj Maria Ulfa bersama pengurus desa usai menerima penghargaan lomba lingkungan bersih dan sehat Jawa Timur

“Pembuatan jamur ini bisa memberikan lapangan kerja pada masyarakat setempat. Sehingga ada peningkatan pendapatan masyarakat yang akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”ujar istri Bupati Gresik Sambari  Halim Radianto itu. 

Desa Prupuh ini dulunya desa yang kesulitan air. Mengandalkan air tadah hujan.Sejak 2013 Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) Desa setempat mengelola sumber air tadah hujan ‘Duyung’ maka seluruh masyarakat Desa Prupuh bisa menikmati sumber air tersebut.

Untuk melestarikan sumber air, warga setempat membuat program biopori. Di sini setiap rumah wajib membuat minimal satu biopori. “Biopori ini juga dimanfaatkan untuk komposting sampah dan juga sebagai arena pembelajaran bagi anak sekolah disekitar desa,”katanya. (*)

Desa Prupuh Melaju ke Ajang LBS Nasional 2020, Ingatkan Prokes Selengkapnya

Jual Motor Protolan, Pemuda 23 Tahun Ditangkap Polisi. Kok Bisa?


GRESIK, 1minute.id – Sie Yusuf hanya bisa melonggo. Tiba-tiba polisi mendatangi rumah pemuda 23 tahun di Desa Jatikalang, Kecamatan Krian, Sidoarjo. 

Pasalnya, Yusuf menjual motor secara pretelan. Belakangan diketahui motor Kawasaki dijual secara kanibalan itu hasil kejahatan. Yusuf pun hanya tertunduk. 

Kapolsek Driyorejo Kompol Wavek Arifin mengatakan penangkapan Sie Yusuf ini bermula dari adanya laporan kehilangan motor yang dialami korban Doni , 26, warga Desa Pamotan, Kecamatan Sambang, Kabupaten Lamongan. 

Pemuda 26 tahun mengaku kehilangan sepeda motor Kawasaki Ninja 2 Tak nopol W 3693 UR. Motor itu hilang di parkiran tempat kos Doni di Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Gresik, Kamis 12 November 2020. 

Dalam penyelidikan, anggota Polsek Driyorejo mendapatkan informasi ada seseorang menjual motor secara protolan. Dipimpin Ipda Suhari, Kanitreskrim Polsek Driyorejo mendatangi alamat penjual motor itu di Desa Jatikalang, Kecamatan Krian, Sidoarjo.

Berbekal nomor mesin dan nomor rangka,  polisi memastikan motor protolan yang dijual Sie Yusuf adalah motor hasil curian. “Tersangka sudah kami tahan dan dijerat dengan pasal 363 juncto pasal 480 Kitab Undang-undang Hukum Pidana,”kata Wavek. (*)

Jual Motor Protolan, Pemuda 23 Tahun Ditangkap Polisi. Kok Bisa? Selengkapnya

Siapkan Perbup Pembelajaran Tatap Muka, Seminggu Siswa Masuk 3 Kali, Tanpa Istirahat

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik terus mematangkan rencana pembelajaran tatap muka. Rencananya, pembelajaran tatap muka dimulai awal Januari 2021.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengggelar fokus grup diskusi (FGD) di Gedung Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik, Selasa, 24 November 2020. 

FGD ini mengundang forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), kepala sekolah dan komite sekolah serta organisasi perangkat daerah dibawah dinas pendidikan (Dispendik) Gresik. 

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatakan pihaknya  bertekad tetap akan memulai pendidikan tatap muka pada awal semester Januari 2021.

“Kami sudah sejak awal merencanakan pembelajaran tatap muka ini meski saat itu belum ada ketentuan dari pemerintah pusat,”kata Sambari saat membuka FGD itu,  Selasa 24 November 2020.

“Kami sudah mengundang berbagai institusi terkait hal itu. Mungkin kami satu-satunya pemerintah kabupaten yang sudah merencanakan lebih dulu dengan menyusun konsep perbup (peraturan bupati),”imbuhnya. 

Dalam merencanakan pembelajaran tatap muka ini tim hukum Pemkab Gresik tengah mempersiapkan konsep perbup untuk didiskusikan antara Forkopimda, Lembaga Pendidikan mulai dari tingkat SD sampai SMTA, Komite sekolah serta para pimpinan OPD yang membawahi Pendidikan di Gresik. 

Satu persatu pasal dibacakan untuk mendapat masukan dan persetujuan. Seperti yang disampaikan Bupati, untuk memulai pembelajaran tatap muka yang sangat perlu disiapkan sarana dan prasarananya. Pengaturan siswa yang masuk sesuai kapasitas serta bangku yang ada dalam ruang kelas.

“Kewajiban sekolah untuk melaksanakan sarana prasarana tersebut mulai dari pengaturan dan penyiapan kebersihan kelas termasuk penyemprotan dengan desinfektan. Penyediaan sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir serta pengaturan menjaga jarak antar siswa,” kata Bupati.

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka hanya diikuti oleh 50 persen murid maksimal 16 murid pada setiap kelompok. Setiap sesi pembelajaran hanya 3 jam tanpa ada istirahat dan 3 hari dalam seminggu. 

Maksudnya setiap kelompok efektif belajar 2 hari dan satu hari mengerjakan tugas. Selanjutnya berganti kelompok yang lain  

“Karena belajar selama 3 jam tanpa istirahat, jadi setiap siswa harus sudah sarapan dari rumah karena tidak diperkenankan membawa makanan. Siswa hanya boleh membawa minuman.

Penjualan makanan dan minuman di lingkungan sekolah tidak diperkenankan. Siswa juga tidak diperkenankan naik kendaraan umum,”kata Bupati. Kebijakan untuk para guru, kata Bupati meminta agar seluruh guru yang mengajar di Kabupaten Gresik harus berdomisili Gresik.

“Kami sarankan guru yang dari luar kota untuk kos di Gresik. Kalaupun terpaksa, kami mewajibkan untuk rapid test, swab dan pemeriksaan lainnya untuk memastikan para guru tersebut sehat saat mengajar di Gresik,”tandas Sambari.

Bupati juga tidak melarang apabila ada orang tua murid yang melengkapi sedemikian rupa atas putera puterinya yang belajar. Misalnya ada orang tua yang menambah jaket serta pakaian pelindung yang lain. Namun demikian, Bupati juga mewanti-wanti agar pakaian seragan sebagai identitas sekolah juga harus dipakai.

“Kami juga tidak melarang apabila ada orang tua yang keberatan pelaksanaan pembelajaran tatap muka dan lebih menginginkan daring. Terutama bagi siswa yang sekolahnya melewati wilayah tertentu berzona merah,”kata Bupati.

Bahkan Bupati siap menutup Kembali sekolah apabila sekolah tersebut apabila ada klaster baru di sekolah tersebut atau salah satu murid dan gurunya terkonfirmasi positif covid-19. Penutupan sekolah juga dilakukan apabila zona merah Kembali melanda. (*)

Siapkan Perbup Pembelajaran Tatap Muka, Seminggu Siswa Masuk 3 Kali, Tanpa Istirahat Selengkapnya