Ubah Transaksi Pembelian Motor Tunai menjadi Kredit Leasing, Sales Raup Uang Hasil Penipuan Rp 2 Miliar

GRESIK, 1minute.id – Polisi akhirnya membongkar kedok Misbakhul Munir. Mantan sales sepeda motor berusia 40 tahun ini diduga telah melakukan penipuan terhadap 64 orang pembeli sepeda motor di sejumlah diler motor di Kota Industri-sebutan lain-Gresik.

Modus operandinya, Munir mengubah akta pembelian dari tunai menjadi sistem angsuran melalui leasing. Tersangka Munir meraup uang Rp 2 miliar dari korbannya. Penyidik Unit Tindak pidana tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Gresik menetapkan Munir sebagai tersangka dan dilakukan penahanan. 

Anehnya, Munir, lelaki yang tinggal di Jalan  Peganden Indah, Desa Peganden, Kecamatan Manyar, Gresik itu seakan tidak menyesali perbuatannya. Terbongkarnya kasus penipuan ini, bermula ada tiga korban yang melapor karena ditipu oleh Misbakhul Munir. 

Ketiga korban itu adalah Lilik Ustiya Rini asal Desa Padang Bandung, Kecamatan Dukun dan Lutfi Setyowati asal Cerme serta Wiwin Magfiroh asal Lowayu, Kecamatan Dukun. Korban itu membeli motor di diler motor  secara tunai. Motor pesanan dikirim ke rumah korban. Belakangan, motor korban hendak dirampas debt collector karena menunggak angsuran. Korban kemudian melapor ke Polres Gresik.

“Dari hasil penyelidikan termasuk memeriksa sejumlah saksi. Tersangka berinisial M (Misbakhul Munir,Red) memalsukan kuitansi pembelian,”ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto di Mapolres Gresik, Senin 19 Oktober 2020.
Alumnus Akpol 2001 ini didampingi Kasatreskrim AKP Bayu Febrianto Prayoga dan Kasubag Bag Humas AKP Bambang Angkasa menambahkan, tersangka Munir sempat melarikan diri. “Anggota menangkap tersangka di Lamongan,”imbuh Kapolres Arief.

Hasil pengembangan penyelidikan, tambahnya, ada 64 pembeli yang tertipu oleh modus yang dilakukan tersangka. Tidak menutup kemungkinan jumlah pembeli yang ditipu bertambah. Anggota di lapangan terus mengembangkan kasus ini.

“Tersangka meraup uang dari para korbannya sekitar Rp 2 miliar,”tegas AKBP Arief Fitrianto. Penyidik Satreskrim Polres Gresik menjerat tersangka dengan Pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penngelapan. 

Sementara, tersangka Misbakhul Munir mengaku dirinya yang malah mengalami kerugian. Sebab, uang yang didapat dari hasil menipu diputar untuk DP membeli motor yang diinginkan pembeli. “Uang hasil menipu saya pakai buat mengangsur bayar ke lesing serta buat bersenang-senang,”ungkapnya.(*)

Ubah Transaksi Pembelian Motor Tunai menjadi Kredit Leasing, Sales Raup Uang Hasil Penipuan Rp 2 Miliar Selengkapnya

Pemkab Gresik Raih WTP 5 Kali Berturut-turut

GRESIK,1minute.id – Opini wajar tanpa perkecualian (WTP) kembali diraih Pemkab Gresik. Standar penilaian tertinggi dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) itu.

Istimewanya, Pemkab Gresik mendapat opini WTP selama 5 tahun berturut-turut. Mulai 2015 – 2019. Raihan apik itu mendapatkan apresiasi dari Kementerian Keuangan. 

Piagam penghargaan yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan  Sri Mulyani Indrawati itu diserahkan terimakan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Gresik Sambari Halim Radianto di Gedung Grand City Surabaya, Senin 19 Oktober 2020.

Keberhasilan itu disambut suka cita oleh organisasi perangkat daerah (OPD) dengan menghadirkan kesenian tradisional, Reog Ponorogo untuk menyambut kedatangan Bupati Sambari setiba di kantor Pemkab. Bupati Sambari dinaikkan ke puncak dadak merak. 

NAIK PUNCAK DADAK MERAK : Organisasi perangkat daerah menyambut Bupati Gresik Sambari Halim Radianto yang mendapatkan raihan apik, WTP 5 Kali Berturut-turut dengan seni reog Ponorogo di halaman Kantor Bupati, Senin 19 Oktober 2020

Menurut Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, raihan WTP ini membuktikan akuntabilitas pemerintah daerah benar-benar teruji. Bahkan raihan Pemkab Gresik dinilai sangat membanggakan karena prestasi ini selama lima tahun terakhir berturut-turut, mulai kurun waktu 2015 sampai tahun 2019.

“Alhamdulillah, meski sedang ada pandemi Covid-19 kami atas nama pemerintah kabupaten bersyukur sekali karena kembali mendapatkan opini wajar tanpa perkecualian,”kata Bupati Sambari melalui Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi.

Menurut Bupati, prestasi yang dicapai kali ini merupakan kerja keras dari seluruh pegawai, pejabat serta doa ulama dan kiai. Tak lupa, dukungan seluruh masyarakat membuat semangat untuk membawa Gresik lebih baik.

Sambari menyatakan pengelolaan keuangan yang dikelola Pemkab Gresik mengedepankan transparansi sehingga menyajikan laporan keuangan yang akuntabel, update dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Opini WTP ini menjadi bukti bahwa pola kerja yang diterapkan di Kabupaten Gresik tertata dengan baik dan profesional. Saya berharap kedepan kita tetap memperoleh penghargaan bahkan bisa lebih memperbaiki prestasi,”tambahnya. (*)

Pemkab Gresik Raih WTP 5 Kali Berturut-turut Selengkapnya

Anggota “KPK” Ditangkap Polisi, Bawa Senjata, Uang Satu Koper, Tipu Kepala Madrasah

GRESIK,1minute.id – Ilyas hanya lulusan sekolah menengah atas (SMA). Tapi, lelaki bernama lain Vicky Andreanto itu tergolong penipu multitalenta. 

Lelaki kelahiran Lamongan, 18 Agustus, 43 tahun itu mengaku anggota KPK alias Koran Perangi Korupsi, Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polri. Juga,  mengaku advokat bertitel Doktor.

Semua identitas palsu itu digunakan Ilyas untuk memperdaya para korbannya. Salah satu korbannya adalah kepala madrasah di Kecamatan Cerme. Korban menyetorkan uang kepada lelaki tinggal Desa Selat, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) senilai Rp 5,75 juta. 

Harapan korban yang identitas tidak disebutkan itu berharap sekolah mendapatkan dana hibah pembangunan gedung sekolah Rp 350 juta seperti dijanjikan Ilyas. Namun, setelah lama ditunggu, dana hibah pembangunan gedung tidak teralisasi. Korban melapor ke polisi.

“Ada dua orang yang menjadi korban tersangka,”ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto di Mapolres Gresik, Senin 19 Oktober 2020. Kapolres Arief didampingi Kasatreskrim AKP Bayu Febrianto Prayogo, Kasubbag Humas AKP Bambang Angkasa, Kapolsek Cerme AKP Mohammad Nuramin menambahkan, modus operandi yang dilakukan tersangka Vicky Andreanto alias Ilyas itu mengaku sebagai anggota Tipikor, KPK (Koran Perangi Korupsi) dan advokat itu mengaku bisa mencairkan dana hibah pembangunan sekolah senilai Rp 350 juta.

SENJATA MAINAN : (dua dari kiri) Kapolsek Cerme AKP Moh Nuramin, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Kasatreskrim AKP Bayu Febrianto Prayogo, dan Kasubbag Humas AKP Bambang Angkasa dalam konfrensi pers menunjukkan korek api berbentuk pistol milik tersangka penipuan Ilyas alias Vicky A di Mapolres Gresik, Senin 19 Oktober 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Tapi, syaratnya calon korban harus membayarkan pajak sebesar Rp 5,7 juta. Tapi, bantuan yang dijanjikan tidak pernah terealisasi. Jelas penipuan,”kata alumnus Akpol 2001 itu.  Untuk meyakinkan para korban, tersangka Vicky Andreanto menunjukkan kepada korban uang tunai dalam satu koper, dan saldo tabungan di dua bank senilai Rp 10 miliar lebih.

“Uang dalam koper itu adalah uang mainan. Sedangkan, saldo rekening juga palsu,”ujar AKBP Arief Fitrianto. Kapolres Arief meminta kepada masyarakat yang menjadi korban penipuan Ilyas alias Vicky Andreanto untuk melapor ke Polres. “Sangat mungkin korban penipuan dilakukan tersangka bertambah,”ujar AKBP Arief Fitrianto.

Terbongkar aksi tipu-tipu dilakukan oleh Vicky Andreanto terungkap setelah korban melapor ke polisi. Dalam penyelidikan polisi akhirnya menangkap Vicky di Lamongan. Dalam penangkapan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti.

Yakni, rompi warna hitam bertuliskan KPK (Koran Perangi Korupsi), empat masker warna hitam bertuliskan Tipikor, empat buah KTP, dua rekening bank senilai Rp 10 miliar lebih. Dan, pistol korek api.

Sementara itu, tersangka Vicky Ardeanto mengaku dirinya hanya lulusan SMA. “Pekerjaan sehari-hari tukang,”kata Vicky Ardeanto alias Ilyas itu di Mapolres Gresik. Terkait cetak saldo dua rekening mencapai Rp 10 miliar lebih, dia mengaku order melalui online. “Saya beli secara online,”dalihnya. Vicky mengaku dirinya melakukan aksi penipuan itu sendirian. (*)

Anggota “KPK” Ditangkap Polisi, Bawa Senjata, Uang Satu Koper, Tipu Kepala Madrasah Selengkapnya

Sepekan, 1.217 Pelanggar Prokes Terjaring Operasi Yustisi

GRESIK, 1minute.id – Gencarnya operasi yustisi gabungan, TNI, Polri dan Polisi Pamong Praja memaksa masyarakat semakinnsadar mematuhi protokol kesehatan (prokes). Memakai masker, tidak bergerombol dan sering mencuci tangan dengan sabun.

Gerakan Gresik Bermasker untuk mencegah penyebaran corona virus disease 2019 (Covid-19) menunjukkan angka pelanggar prokes itu tren menurun. 

Data operasi yustisi penegakan peraturan bupati (Perbup) 22/2020 ; Pergub 53/2020 dan Inpres 06/ 2020 di Wilayah Gresik selama sepakan terakhir 12 – 18 Oktober 2020 tercatat 1.217 terjaring pelanggar prokes. Rinciannya, 539 pelanggar tidak memakai masker ; jam malam 499 pelanggar dan 179 orang pelanngar prokes yang disita kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Bila di rata-rata 174 pelanggar prokes setiap harinya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Gresik Abu Hasan mengatakan, untuk pelanggar prokes tidak memakai masker sebanyak 539 orang. Mereka, memilih membayar denda Rp 150 ribu sebanyak 235 pelanggar. “Denda sesuai Perbup Gresik sebesar Rp 32,2 juta lebih,”kata Abu Hasan, Senin 19 Oktober 2020.

Sedangkan, pelanggar prokes yang memilih kerja sosial tercatat 304 orang. Abu Hasan menambahkan, selain melanggar prokes, terdapat 499 orang pelanggar jam malam. “Sebanyak 179 orang yang diamankan dalam operasi yustisi yang di sita KTP-nya,”tegas mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik itu.

Melihat banyaknya pelanggar protokol kesehatan yakni 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak) , Abu Hasan sempat prihatin prilaku masyarakat yang mengabaikan prokes. Padahal, kepatuhan mematuhi protokol kesehatan  bisa mencegah penyebaran virus berawal dari Wuhan, Tiongkok itu.

“Semula ada kesan begitu (masyarakat abai prokes). Tapi, setelah dilakukan operasi yustisi secara masif kesadaran masyarakat mulai tinggi,”kata mantan Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Pemkab Gresik ini. 
Pelanggar prokes menurun drastis. “Operasi yustisi tadi pagi. Hanya empat orang yang melanggar prokes. Satu pelanggar siap membayar denda. Tiga orang lainnya memilih kerja sosial,”tegasnya.

Abu Hasan berharap, kesadaran masyarakat semakin tinggi bisa menjadikan penyebaran Covid-19 berkurang. “Gresik bisa menjadi zona hijau,”katanya. (*)

Sepekan, 1.217 Pelanggar Prokes Terjaring Operasi Yustisi Selengkapnya

Pembangunan RSIA Nyai Ageng Pinatih Dilanjutkan. Ditarget Selesai dan Beroperasi Sebelum Ramadan 2021

GRESIK, 1minute.id – Pembangunan rumah sakit ibu dan anak (RSIA) Nyai Ageng Pinatih kembali dilanjutkan. Pencanangan pembangunan kembali dilakukan oleh Ketua Yayasan Rumah Sakit Surabaya Mohammad Nuh, Minggu 18 Oktober 2020.

Sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama hadir dalam pencanangan rumah sakit tipe C berlokasi di Jalan KH Abdul Karim, Gresik itu. Diantaranya, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Ahyar, imam rawatib Masjid Jamik Gresik KH Umar Toha.

Ketua Yarsis Muhammad Nuh mengatakan, pembangunan kembali RSIA Nyai Ageng Pinatih Gresik ditargetkan selesai sebelum bulan suci Ramadan. “Kita berharap sebelum Ramadan sudah bisa beroperasi,”kata Menteri Pendidikan era Presiden Susilo Yudhoyono itu.

Mantan Rektor Instute Teknologi 10 Nopember Surabaya itu melanjutkan, pembangunan RSIA Nyai Ageng Pinatih Gresik membutuhkan anggaran Rp 25 miliar itu. Rinciannya,pembangunan fisik Rp 15 miliar, dan peralatan Rp 10 miliar.

Pembangunannya dilakukan secara swakelola. Ada dua keuntungan pekerjaan swakelola. Diantaranya, anggaran pekerjaan lebih efisien. “Batas waktu pekerjaan juga lebih fleksibel,”jelan Ketua Dewan Pers 2019-2022 ini.

Anggaran pembangunan, imbuhnya, masih menggunakan dana internal yayasan. “Semoga pembangunan rumah sakit ini menjadi sajian terbaik bagi pendiri maupun ulama,”kata profesor kelahiran 17 Juni, 61 tahun ini.

Mohammad Nuh, menambahkan saat ini dikalangan warga nahdliyin ada gairah untuk membangunan fasilitas kesehatan dan pendidikan. “Kegairahan dikalangan nadhliyin tumbuh dengan baik,”pujinya.

Search

No Images found.

RSIA Nyai Ageng Pinatih berdiri atas lahan seluas 2.500 meter persegi. Konstruksi tiga lantai. Renovasi gedung A dengan luas bangunan 623.542 meter persegi dimulai Februari 2014. Gedung A lantai diantaranya, digunakan untuk ruang IGD, Apotik, Rekam medis, ruang administrasi atau direksi, dan ruang radiologi.

Sedangkan lantai dua diantaranya, ruang operasi , ruang VK, ICCU, isolasi, rawat inap kelas 2 dan ruang VIP. Total tempat tidur 12 bed. Gedung B memiliki luas bangunan 470.250 meter persegi diantaranya  ruang poli 6 bed di lantai 1. Sedangkan lantai 2 diantaranya ruang VIP, ruang kelas 1 dan 2 dengan total 12 tempat tidur pencanangan pembangunannya dilakukan Minggu, 18 Oktober 2020.

Direktur RSIA Nyai Ageng Pinatih Gresik drg Achmad Zayadi mengatakan, RSIA Nyai Ageng Pinatih Gresik adalah rumah sakit tipe C. “Fasilitas lengkap dan menjadi rumah sakit rujukan non Covid-19,”kata Zayadi, Minggu 18 Oktober 2020.

Bila pembangunan selesai, tambahnya, rumah sakit ini akan memiliki 50 tempat tidur. “Rumah sakit ini unit Yarsis (Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya),”jelasnya. Yarsis meliputi Universitas Nahdlatul Ulama ; RSI Ahmad Yani, RSI Jemursari Surabaya dan RSIA Nyai Ageng Pinatih Gresik. (*)

Pembangunan RSIA Nyai Ageng Pinatih Dilanjutkan. Ditarget Selesai dan Beroperasi Sebelum Ramadan 2021 Selengkapnya

Tim QA Menganggap Larangan Cabup Berceramah Agama Berlebihan. Pak Qosim Sudah Lama Ceramah di Masjid

GRESIK, 1minute.id – Tim kampanye pasangan Qosim-Alif (QA) menyatakan keprihatinannya atas desakan ke Bawaslu untuk melarang Cabup Moh Qosim berceramah di tempat ibadah. 

Menurut Sekretaris Tim Kampanye QA Hariyanto, calon bupati (Cabup) Gresik Moh Qosim sejak lama melakukan ceramah di masjid dan menyampaikan gerakan salat subuh berjamaah. “Sehingga, tudingan tim advokasi dan hukum pasangan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat) dinilai tidak berdasar dan berlebihan,”kata Hariyanto dalam siaran pers diterima 1minute.id, Minggu 18 Oktober 2020.  

Hariyanto menambahkan pihaknya belum mengetahui fisik surat Tim Advokasi dan Hukum Niat nomor 019/TIM-NIAT/X/2020 perihal keberatan berisi Gerakan Sholat Shubuh Berjamaah dan Tausiah ke Bawaslu Gresik itu. Jauh sebelum Pilbup Gresik 2020, tambahnya, Cabup Qosim memiliki aktivitas rutin sebagai seorang dai atau penceramah. 

“Selama menjadi wakil bupati, Pak Qosim hampir tiap pagi mengawali aktivitasnya berceramah usai salat subuh di seluruh masjid di Kabupaten Gresik. Kegiatan ceramah ini sudah dilakoni Pak Qosim sejak lama,”kata Hariyanto.

Tidak hanya ceramah subuh, kata Hariyanto, Pak Qosim juga sering menjadi penceramah khutbah Jumat. Di beberapa kesempatan, Pak Qosim juga sering berceramah di kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Di antaranya saat menerima undangan walimatul nikah, aqiqoh, peringatan hari besar Islam.

“Sehingga Pak Qosim berceramah tidak karena ada pemilihan bupati saja. Di tiap kegiatan dan undangan warga, Pak Qosim selalu diminta jadi penceramah,” terang dia.

Pak Qosim saat berceramah memenuhi undangan warga yang menggelar Aqiqoh di Desa Tebalo Kecamatan Manyar. Dalam ceramahnya, Pak Qosim menyampaikan imbauan pemerintah terkait protokol kesehatan serta teladan Nabi Muhammad SAW ( foto tim media center QA )

Dikatakan, selama berceramah, Pak Qosim tidak sekalipun menyinggung persoalan politik. Baik politik nasional maupun regional, lebih-lebih terkait pemilihan bupati Gresik seperti saat ini.  Pak Qosim dalam setiap berceramah menyesuaikan momen dan undangan yang ada. Seperti mendukung imbauan pemerintah untuk protokol kesehatan Covid-19. Juga ceramah kehidupan  Nabi Muhammad SAW untuk menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sehingga kami menilai tudingan dari Tim Advokasi Niat terlalu berlebihan dan tidak memiliki dasar yang jelas. Apalagi meminta Bawaslu melarang Pak Qosim berceramah di masjid ini yang kami anggap berlebihan,” jelas Hariyanto. 

Sementara itu, Cabup Moh Qosim mengatakan, selama ini dia memang berkeliling ke masjid, musala dan pondok pesantren untuk berceramah atau memenuhi undangan menyampaikan tausiyah kebaikan. 

“Insya Allah selama saya berceramah agama, saya tidak pernah membawa-bawa masalah politik dalam konten ceramah. Saya hanya menyampaikan pesan kebaikan dan teladan Nabi Besar Muhammad SAW. Kalaupun ada materi di luar itu, biasanya menyampaikan imbauan pemerintah seperti bersama-sama melaksanakan protokol kesehatan untuk menekan Covid-19,”jelas Pak Qosim. (*)

Tim QA Menganggap Larangan Cabup Berceramah Agama Berlebihan. Pak Qosim Sudah Lama Ceramah di Masjid Selengkapnya

Berpotensi Kampanye, Tim Advokasi Minta Bawaslu Tidak Mengizinkan Cabup Beri Tausiyah di Masjid. NIAT Apresiasi Kinerja Bawaslu yang Profesional

GRESIK, 1minute.id – Tim advokasi NIAT mengapresiasi kinerja badan pengawas pemilu ( Bawaslu) Gresik. Menurut ketua harian advokasi pasangan calon (Paslon) Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (NIAT) Irfan Choirie, kinerja bawaslu cukup profesional.

“Ditolaknya laporan Hariyadi menunjukkan kinerja bawaslu profesional. Kami mengapresiasinya,”puji Irfan Choirie didampingi Sekretaris tim advokasi Ali Muchisin dan Ponco Pratikno di Rumah Perjuangan NIAT di Srembi, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, Sabtu 17 Oktober 2020.

Menurut Irfan, laporan terkait nota kesepahaman (MOU) antara paslon NIAT dengan Barisan Guru Gresik (Barugres) tidak ada aturan yang dilanggar. Tim advokat sependapat dengan keputusan Bawaslu menyatakan laporan Hariyadi tidak memenuhi syarat (TMS). 

TIM ADVOKAT NIAT : (ki-ka) Sekretaris Tim Advokat NIAT Ali Muchsin, Ketua harian tim advokat Irfan Choirie , dan Ponco Pratikno memberikan keterangan pers di Rumah Pemenangan NIAT, Sabtu 27 Oktober 2020 ( foto chusnul cahyadi/1minute.id )

“Laporan itu bertujuan untuk menggiring paslon nomor urut 2 (NIAT) di diskualifikasi. Dan Bawaslu sudah memutuskan laporan itu TMS. Keinginan menjadi calon tunggal gagal,”katanya. 

Selain mengapresiasi kinerja bawaslu, Irfan mengatakan pihaknya telah bersurat kepada bawaslu terkait rencana salah satu calon memberikan tausiyah di salah satu tempat ibadah di Desa Sidorukun, Gresik, Minggu 18 Oktober 2020.

Menurut Irfan, pihaknya tidak melarang paslon untuk salat di masjid. Akan tetapi, tambahnya, seorang calon memberikan tausiyah berpotensi untuk berkampanye.

“Kami keberatan. Suratnya sudah dikirimkan kepada bawaslu. Sifatnya  sebagai tindakan preventif. Karena paslon NIAT berkomitmen pilkada kondusif, jujur dan adil,”tegas Irfan. (*)

Berpotensi Kampanye, Tim Advokasi Minta Bawaslu Tidak Mengizinkan Cabup Beri Tausiyah di Masjid. NIAT Apresiasi Kinerja Bawaslu yang Profesional Selengkapnya

PSG Merapat ke Paslon QA. Karena Percaya Bisa Fasilitasi Kesejahteraan

GRESIK, 1minute.id – Paguyuban Sopir Gresik (PSG) merapat ke Qosim-Alif (QA). Dukungan para driver konvensional itu di deklarasikan bersamaan dengan peresmian posko relawan Qosim-Alif (QA) di Cafe Soge Roso Dusun Hulaan, Desa Sidolemu, Kecamatan Menganti, Sabtu 17 Oktober 2020.

Deklarasi itu dihadiri langsung calon bupati (Cabup) nomor urut 1 Moh Qosim. Mereka percaya paslon Qosim – Alif (WA) mampu mengakomodir sejumlah harapan para sopir, jika nanti terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik lima tahun ke depan. 

“Jika nanti Pak Qosim bersama Dokter Alif memimpin Kabupaten Gresik, kami berharap bisa memfasilitasi kesejahteraan para sopir,” ujar Ketua PSG Parsan Hadi Prayitno. PSG berdiri tahun 2019. Paguyuban memiliki 117 anggota aktif ini mengedapankan rasa solidaritas antarsesama.

“Jika ada keluarga sopir yang kena musibah, pasti kita bantu dengan keuangan kas dari PSG. Yang sering, jika ada anggota kena musibah kecelakaan pasti kami galang bantuan,”imbuhnya.

DUKUNGAN PSG : Cabup Moh Qosim ditengah-tengah pendukungnya dari paguyuban sopir Gresik, Sabtu 17 Oktober 2020

Sementara itu, Cabup Moh Qosim mengapresiasi ketulusan paguyuban sopir yang sebagian besar adalah sopir truk untuk saling tolong menolong.

“Meski di lapangan banyak kerja tapi mereka punya kepekaan sosial. Ini jarang sekali sampai ada (paguyuban) kegiatan sosial seperti santunan anak yatim dan duafa,”tutur cabup yang diusung  PKB dan Partai Gerindra ini.

Pak Qosim-sapaan akrab- Moh Qosim mengaku sudah mendengar kekompakan anggota PSG. “Ke depan kami Qosim – Alif jika mendapat amanah dari warga Gresik akan membantu untuk legalitas hukum paguyuban ini dengan gratis,”katanya.

Selain itu, tambahnya, juga akan berkoordinasi dengan dinas sosial terkait bantuan sosialnya (bansos). “Dan pastinya akan kami fasilitasi,” jelas cabup Qosim yang berpasangan dengan cawabup Asluchul Alif itu.

Pak Qosim menjanjikan memfasilitasi dengan melakukan sinergi antara pemerintah, paguyuban, dan perusahaan. Sehingga nantinya para pihak ini bisa saling melengkapi.”PSG adalah kebanggaan Kabupaten Gresik. Kami Qosim – Alif siap menjadi pelindung atau penasehatnya. Meski independen, tapi juga harus di akomodir oleh pemerintah demi kemajuan PSG,”tegas Pak Qosim. (*)

PSG Merapat ke Paslon QA. Karena Percaya Bisa Fasilitasi Kesejahteraan Selengkapnya

Liburan ke Hendrosari, Menganti, Gresik, Wisatawan Bisa Nikmati Sensasi Segarnya Minum Legen Mudun Pagi atau Sore

Search

GRESIK, 1minute.id – Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Gresik salah satu sentra penghasil legen. Minuman khas Gresik berasal dari pohon Siwalan. Ada ribuan pohon tumbuh subur di sana. 

Puluhan penderes setiap hari beraktivitas mengambil legen dari atas pohon siwalan diatas lahan seluas berkisar 9,5 hektare itu. Aktivitas langka bagi masyarakat perkotaan karena lahan sudah “ditumbuhi” apartemen, mal dan hotel. 

Aktivitas menderes siwalan ini menjadi salah satu magnet bagi masyarakat yang berkunjung di destinasi Lontar Sewu. Sejak eduwisata dibuka setahun lalu, sebagian pemilik lontar menuai rezeki. Mereka tidak perlu menjajakan siwalan dan legen keluar Gresik. 

“Sekarang cukup disini. Karena banyak pengunjung yang membeli,”ujar Keman, 38, petani siwalan di Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti ditemui  1minute.id  akhir pekan lalu. Terutama hari Sabtu dan Minggu. “Hari tiket masuk terjual 5.700,”kata Keman.

Keman memiliki sejumlah pohon siwalan. Pohon itu warisan leluhurnya. “Ada pohon yang umurnya 75 tahun,”ujarnya. Setiap hari Keman harus naik dan turun pohon siwalan untuk mengambil legen. 

Pagi sekitar pukul 06.00 Leman memanjat pohon siwalan. Tanpa tali pengaman. Bagian pinggang terselip belatih. Bagian belakang sebua jerigen yang diikat tali tampar kebagian pinggang. Belatih berfungsi menderes pohon. Jerigen untuk menampung sari lontar. 

“Kalau pagi hasilnya lebih banyak. Karena wadah legen dipasang sore hari,”ujarnya. Sedangkan, memanjat sore mengambil wadah dipasang pagi hari,”imbuhnya. Aktivitas mengambil legen itu masyarakat menyebutnya, legen mudun (turun) pagi dan sore. “Hasilnya lumayan. Cukup,”kata Keman.

Sementara Liwon, senior Keman juga tidak kalah lincah. Lelaki bertubuh langsing bagai spiderman ketika memanjat pohon silawan yang ketinggian mencapai 6 meteran. Meski sudah parobaya, gerakan Liwon tidak kalah anak-anak muda lainnya di Desa Hendrosari. Setiap pohon, Liwon hanya butuh waktu sekitar 3 menit untuk memanjat.

“Kalau pakai tali tambah ribet naik dan turunnya,”dalih lelaki berkumis dengan kulit sawo matang itu. Kondisi cuaca kemarau membuat petani pohon siwalan ini. Mereka bisa mendapatkan puluhan liter dari puluhan pohon yang mereka miliki. Legen asli dengan wadah botol plastik berisi 1,5 liter mereka jual seharga Rp 25 ribu. Legen mudun isuk atau sore itu terasa nikmati di lokasi saat itu juga. “Kalau lebih sehari, legen bisa berubah menjadi tuak,”jelas Keman.

Dibukanya destinasi eduwisata Lontar Sewu ini menjadi berkah masyarakat setempat. Tidak hanya petani siwalan. Namun, multiplayer effect cukup besar. Rumah makan ayam bakar tumbuh bak jamur musim hujan. Desa Hendrosari yang sebelumnya termasuk desa tertinggal di Gresik telah menjadi desa mandiri. “Banyak orang yang investasi disini,”kata Keman. (*)

Liburan ke Hendrosari, Menganti, Gresik, Wisatawan Bisa Nikmati Sensasi Segarnya Minum Legen Mudun Pagi atau Sore Selengkapnya

Jaga Kamtibmas Kota Santri Kondusif, Elemen Masyarakat Deklarasi Anti Anarkitis

GRESIK,1minute.id – Sejumlah elemen kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan di Kota Santri bergandengan tangan. Bersatu untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di kota berpenduduk 1,3 juta ini tetap kondusif.

Mereka berkumpul di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik untuk mengikuti Deklarasi Anti Anarkis, Jumat 16 Oktober 2020. Deklarasi bertujuan mewujudkan Gresik yang aman dan Kondusif, itu diprakarsai Polres Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto memimpin acara dihadiri Penjabat Sekda Gresik Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno, Kasdim 0817 Gresik Mayor Inf Sugeng, Kepala Kesbangpol Pemkab Gresik Darman, dan Kepala UPT Dinas Pendidikan Jawa Timur Puji Astuti itu.

Sedangkan unsur organisasi kemasyarakat yang hadir diantaranya perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Pemuda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Pemuda Pancasila (PP), PC Ansor serta Banser Gresik.

BACA TEKS DEKLARASI ANTI ANARKIS : Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto bersama TNI perwakilan elemen masyarakat dan organisasi kepemudaan dalam deklarasi anti anarkitis di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Pemkab Gresik , Jumat 16 Oktober 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Dalam kesempatan itu, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, Deklarasi Anti Anarkis bertujuan mewujudkan Gresik yang aman dan Kondusif. Kondisi saat ini, tambah alumnus Akpol 2001 itu,  keberhasilan pembangunan di Gresik telah dirasakan oleh seluruh masyarakat. “Maka perlunya saling menjaga serta antisipasi atas tindakan maupun kegiatan oknum yang mengganggu Kondusifitas Gresik secara bersama-sama,”ujar perwira dua melati di pundak itu.

Kapolres Arief, mengajak semua pihak untuk antisipasi banyaknya pemberitaan Hoax yang sengaja diciptakan oleh pihak tidak bertanggung jawab guna menciptakan situasi yang tidak aman. “Kami berharap kepada semua pihak dapat untuk tidak terprovokasi serta menjaga kondusifitas di Gresik,”ujarnya.

Penjabat Sekda Gresik Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno menambahkan, 
Pemkab Gresik sangat mendukung dengan adanya Deklarasi anti Anarkis yang diprakarsai Polres Gresik ini. 

Kabupaten Gresik, Abimanyu, beda dengan daerah lain. Meski, saat ini kamtibmas masih dinilai aman. “Maka dengan adanya himbauan dari bapak Kapolres (AKBP Arief Fitrianto,Red) dan Bapak Kapolda (Irjen Pol M Fadil Imran,Red) untuk menyelenggarakan Deklrasi Anti Anarkis mari kita dukung kegiatan saat ini secara bersama-sama, sehingga jangan sampai terjadi kerusuhan. Khususnya di Gresik,”harap Abimanyu.

DEKLARASI ANTI ANARKITIS : Sejumlah elemen masyarakat serta ormas kepemudaan di Gresik bersama TNI, Polri menggelar Deklarasi Anti Anarkis di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Pemkab Gresik , Jumat 16 Oktober 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Dia melanjutkan sinergitas TNI-Polri berserta masyarakat secara bersama-sama mencegah terjadinya penyebaran Covid – 19. “Ditengah-tengah kondisi tersebut semua pihak menjaga tetap menjaga kerukunan khususnya Jaga Jawa Timur, Jaga Gresik,”tegasnya.

Ada dua poin dalam deklarasi yang dibacakan secara bersama-sama itu. Bunyinya, “Bahwa kami masyarakat kabupaten Gresik adalah masyarakat yang selalu siap sedia menjaga kondusifitas kamtibmas Kabupaten Gresik yang aman dan damai”

“Bahwa kami masyarakat kabupaten Gresik yang mengutuk keras segala bentuk anarkisme dan vandalisme karena tidak sesuai dengan budaya dan cita-cita luhur bangsa Indonesia”. (*)

Jaga Kamtibmas Kota Santri Kondusif, Elemen Masyarakat Deklarasi Anti Anarkitis Selengkapnya