Ribuan Jiwa Tersebar di 13 Kecamatan di GresikTerancam Krisis Air Bersih

GRESIK, 1minute.id – Kemarau panjang mulai terdampak terhadap masyarakat Kota Santri. Berdasarkan perkiraan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Gresik sekitar 71 desa tersebar di 13 kecamatan mulai kesulitan air bersih. 

Menurut Kepala BPBD Gresik Tarso Sagito, saat ini baru empat desa di Kecamatan Bungah telah bersurat untuk meminta bantuan droping air bersih. “Kami masih belum memutuskan jadwal droping air bersih,”kata Tarso dikonfirmasi 1minute.id, Selasa, 29 September 2020.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPDB Gresik Mimi Erna menambahkan, selain empat desa di Kecamatan Bungah itu. Sejumlah desa lainnya di kecamatan Kedamean, Balongpanggang dan Benjeng telah meminta bantuan droping air. “Tapi, permintaan bantuan air bersih itu masih melalui WhatsApp. Surat resmi belum kami terima,”kata Erna.

Warga Dusun Terongbangi, Desa Kandangan, Kecamatan Cerme ketika mengambil air di telaga dusun, 27 September 2018. ( foto dokumen chusnul cahyadi/1minute.id )

Berdasarkan perkiraan badan meteorologi, geofisika dan klimatologi (BMKG) Surabaya musim kemarau diperikan masih terjadi antara Oktober hingga November 2020. Kemarau panjang ini membuat ribuan jiwa masyarakat di Kota Santri terancam krisis air bersih. 

BPBD Gresik memperkirakan, musim kemarau panjang berimbas terjadinya krisis air bersih ini akan berdampak pada ribuan jiwa warga Gresik. Perkiraan BPBD ada 13 dari 18 Kecamatan di Gresik yang bakal mengalami kesulitan air bersih. 

Puluhan kecamatan itu diantaranya di Kecamatan Balongpanggang, Benjeng dan Cerme. Kemudian, Duduksampeyan, Kedamean, dan Menganti. Selanjutnya,  Sidayu, Bungah, Manyar dan Panceng.
“Kami belum bergerak untuk melakukan droping air. Biasanya, kalau sudah lima (kecamatan) baru bergerak (droping air),”tegas Erna. (*)

Ribuan Jiwa Tersebar di 13 Kecamatan di GresikTerancam Krisis Air Bersih Selengkapnya

Selama 547 Tahun, Telaga Pegat Dibangun Sunan Giri. Musim Kemarau Air Tidak Pernah Surut

MUSIM kemarau diperkirakan masih akan berakhir antara Oktober hingga November 2020. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik mencatat ada empat desa mulai terdampak kemarau, Selasa 29 September 2020. Bagaimana kondisi Telaga Pegat yang dibangun Sunan Giri pada 1473 Masehi atau 547 tahun silam. 

SEGAR : Sejak Dibangun Sunan Giri 547 tahun silam. Air telaga ini musim kemarau tidak pernah surut ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id )

TELAGA Pegat (berarti pisah atau cerai) dikenal warga Kota Giri sebagai cagar budaya yang dibuat Sunan Giri. Berdasarkan prasasti di tembok telaga ini pembuatannya dilangsungkan pada 1473 Masehi.
Tempat penampungan air tersebut dibuat Kanjeng Sunan Giri lantaran enggan memisahkan dua gunung. Yakni, Gunung Patireman dan Gunung Mbah Agung (Bagong).

Tetenger : Pembangunan Telaga Pegat di pintu masuk tempat pemandian. ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Kini telaga di Jalan Raya Sunan Giri, Kecamatan Kebomas, itu masih difungsikan untuk mandi dan mencuci pakaian. Menurut legenda, bila beruntung, Anda bisa mengintip bidadari Giri yang sedang mandi. Hehehe. Apalagi, tempat mandinya berupa bilik tanpa atap penutup.

Tidak ada literatur ilmiah bagaimana cara Maulana Ainul Yaqin atau Sunan Giri membuat Telaga Pegat. Sebab, saat itu belum ada alat berat. Yang unik, selama lebih dari lima abad air telaga dengan pagar tembok setinggi 2 meter dan membentuk huruf L tersebut tidak pernah kering. Meski musim panas.

Sejumlah sumber menyebutkan, Sunan Giri membuat Telaga Pegat untuk kebutuhan para santri yang mondok di Giri Kedaton. Jumlahnya ribuan. Asal mereka pun bukan hanya dari dalam negeri, tetapi sampai mancanegara. (bersambung/chusnul cahyadi /1minute.id)

Selama 547 Tahun, Telaga Pegat Dibangun Sunan Giri. Musim Kemarau Air Tidak Pernah Surut Selengkapnya

Melihat Situs Telaga Pegat. Tempat Penampungan Air Dibangun Sunan Giri pada 1473 Masehi

Search

No Images found.

Melihat Situs Telaga Pegat. Tempat Penampungan Air Dibangun Sunan Giri pada 1473 Masehi Selengkapnya

Paslon Laporkan Dana Awal Kampanye Masing-masing Rp 1 Juta

GRESIK,1minute.id – Masa kampanye pemilihan bupati (Pilbup) Gresik memasuki hari ketiga, Senin, 28 September 2020.Dua pasangan calon (paslon) yang ikut kontestasi telah menggelar kampanye dialogis. 
Berapa dana kampanye dua paslon itu?

Berdasarkan surat pengumuman komisi pemilihan umum (KPU) Gresik nomor 373/PL.02.5.PU/3525/KPU-Kab/IX/2020 , dua paslon yakni nomor urut satu, Moh Qosim – Asluchul Alif dan nomor urut dua, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah, telah menyampaikan laporan dana awal kampanye (LADK). Masing-masing sebesar Rp 1 juta .Dana awal itu berasal kantong paslon.  

PASLON : Nomor urut satu, Moh Qosim – Asluchul Alif.

Divisi Teknis Penyelenggara KPU Gresik Elvita Yulianti mengatakan, LADK dilakukan secara online untuk mengurangi interaksi lanhsung sesuai protokol kesehatan. Caranya, masing-masing tim menginput data melalui sistem informasi dana kampanye (sidakam).

Pasangan nomor urut dua , Cabup – cawabup, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah

“Masing-masing melaporkan LADK sebesar Rp 1 juta. Kayaknya itu untuk membuka nomor rekening saja,”ujar Veti-sapaan-Elvita Yulianti melalui pesan WhatApps, Senin, 28 September 2020. Dana kampanye ini, diperkirakan terus bertambah seiring aktivitas kampanye yang dilakukan kedua paslon. 

Tim pasangan calon akan melaporkan dana kampanye itu secara berkala.Berdasarkan tahapan Pilbup masa kampanye berakhir 5 Desember 2020. (*)

Paslon Laporkan Dana Awal Kampanye Masing-masing Rp 1 Juta Selengkapnya

Dua Pelajar SMP Ditemukan Mengambang di Bendung Gerak Sembayat

GRESIK,1minute.id – Dua pelajar sekolah menengah pertama (SMP) ditemukan mengambang di Bendung Gerak Sembayat (BGS) di Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah, Gresik, Senin, 28 September 2020.

Dua pelajar itu adalah Andri, 15, dan Alvian, 15. Keduanya siswa kelas IX salah satu SMP di Lamongan. Informasi yang dihimpun Minggu, 27 September 2020 sekitar pukul 09.15, Andri dan Alvian tiba di Bendung Gerak Sembayat (BGS).

Berangkat dari rumahnya di Desa Karangbinangun, Lamongan menuju BGS mengendarai sepeda motor Yamaha Mio GT nomor polisi (nopol) S 6687 LL.  Dua anak dibawah umur itu langsung menuju bagian bawah jembatan yang belum diresmikan itu. Motor Mio GT, mereka parkir di bawah jembatan.

Diduga dua anak bawah umur bermain dekat bendungan berlokasi di Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah, Gresik.
Tidak diketahui secara pasti kedua anak itu bisa tercebur ke aliran Sungai Bengawan Solo.

Massa membantu proses evakuasi korban di BGS, Senin, 28 September 2020

Apakah Andri dan Alvian berswafoto di pinggir bendungan kemudian terpeleset kemudian tenggelam. Atau terpeleset ketika memancing “Keponakan Saya itu tidak suka memancing,”ujar Aris, paman korban Andre.

Biasanya, kedua pelajar satu desa beda kampung itu, jam 17.00 sudah berada di rumah. Tapi, Minggu hingga petang belum juga berada di rumah. Sehingga, keluarga sempat mencarinya. Pencarian secara langsung hingga melalui grup WhatApps. Tapi, tidak yang mengetahui keberadaab Andre dan Alvian.

Keesokan harinya, Senin, 28 September 2020 pukul 09.00 keluarga shock. Mereka mendapatkan kabar bahwa Andre dan Alvian ditemukan mengambang di BGS. Keduanya meninggal dunia.

Menurut Kapolsek Bungah AKP Sujiran melalui Kanitreskrim Aipda Dwi Rahmanto, berdasarkan rekaman closed circuit television (CCTV) kedua korban terpeleset dan kecebur ke BGS. “Saksi kali pertama menemukan korban mengambang adalah Nanda, sekuriti BGS,”ujar Dwi Rahmanto, Senin, 28 September 2020.

Saat ditemukan kondisi tengkurap. “Tidak ada tanda-tanda kekerasan ada diri korban,”tegas mantan Kanitreskrim Polsek Wringinanom itu. (*)

Dua Pelajar SMP Ditemukan Mengambang di Bendung Gerak Sembayat Selengkapnya

Proyek Underpass Kejar Deadline, Diduga Abaikan Safety

GRESIK,1minute.id— Proyek underpass di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas mulai dikerjakan 6 September 2020. Proyek membelah jalan nasional itu diperkirakan kelar akhir Desember 2020.

Inilah aktivitas petugas untuk kelancaran proyek terowongan kali pertama dikerjakan oleh CV Wijaya senilai Rp 4.237.457.072,27 itu. Proyek yang menghubungkan Kompleks Perumahan Randuagung dengan Perumahan Gresik Kota Baru, Senin, 28 September 2020 

Search

No Images found.

Proyek Underpass Kejar Deadline, Diduga Abaikan Safety Selengkapnya

Jaga Ketahanan Pangan Nelayan, Polair Bagikan Paket Sembako Ditengah Laut

GRESIK,1minute.id –  Satuan polisi air (Sat Polair) Polres Gresik menggelar bakti sosial, Minggu, 27 September 2020. Baksos kali berbeda. Satuan dibawah komando AKP Masyhur Ade, Kepala Sat Polair Gresik membagikan paket sembako di tengah lautan. Sasarannya, nelayan sedang melaut di perairan Gresik. Baksos kali mengajak komunitas trail, Arek Gresik Trail (AGT) di mulai pukul 14.00.

Mereka berangkat dari Kantor Polair di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Kroman, Kecamatan Gresik menggunakan dua unit kapal patroli. Kasat Polair Gresik AKP Masyhur Ade mengatakan, sebanyak 50 paket sembako yang dibagikan kepada nelayan di perairan Gresik. “Sebanyak 25 paket dibagikan kepada nelayan yang sedang melaut. Sedangkan, 25 paket lainnya dibagikan kepada nelayan yang ada di pesisir pantai,”ujar Ade-sapaan-AKP Masyhur Ade, Minggu, 27 September 2020.

Setiap paket berisi beras 5 kilogram, 2 kaleng ikan, mi instan 5 bungkus,  kecap dan saus tomat masing-masing 1 botol. “Giat ini mendukung kampung tangguh Semeru dan menjaga ketahanan pangan nelayan di masa pandemi covid-19,”imbuh alumnus Akpol 2010 ini.  Selain, tambahnya, sekaligus  sosialisasikan maklumat Kapolri dan protokol kesehatan. (*)

Jaga Ketahanan Pangan Nelayan, Polair Bagikan Paket Sembako Ditengah Laut Selengkapnya

Abdul Rokhim, Komandan Baru Gerakan Pemuda Ansor Gresik

GRESIK, 1minute.id – Abdul Rokhim akhirnya terpilih sebagai Ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Gresik. Kang Kasdol-sapaan-Abdul Rokhim mendapatkan 59 suara dalam konferensi cabang (Konfercab) ke-XVI Gerakan Pemuda Ansor di Aula Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim, Minggu, 27 September 2020.

Mantan Wakil Ketua I PC GP Ansor Gresik itu mengungguli sahabatnya, Muh Muslih Muandar yang mendapatkan dukungan 51 suara. Kasdol unggul delapan suara.

Terpilihnya pemuda kelahiran 23 Oktober, 37 tahun ini sudah diprediksi sebelumnya. Karena Kasdol selama ini  cukup aktif dalam organisasi kepemudaan terbesar dibawah naungan Nahdlatul Ulama di Kota Santri ini. Alumnus pascasarjana Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Qomaruddin, Bungah itu menggantikan posisi Agus Junaidi.

Ketua PC GP Ansor Gresik Abdul Rokhim

Pascaterpilih sebagai Ketua PC GP Ansor Gresik Abdul Rokhim mengajak semua sahabat lebih bersemangat untuk membesarkan Ansor. “Saya mengajak kepada pengurus, sahabat Ansor untuk semangat berkhidmat,”kata Kasdol.

Dia juga mengajak semua sahabat Ansor untuk bersama-sama menjalankan program Ansor ke depan dengan baik. ” Mari kita bersama-sama untuk menjalankan program Ansor ke depan dengan sinergitas yang baik,”ajaknya.

Seperti diberitakan Konfercab GP Ansor Gresik dibuka Sekretaris PC NU Gresik Anharul Mahfud ini dihadiri Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Jatim Syafiq Syauqi. Pada kesempatan Syafiq berharap pimpinan Ansor melek teknologi informasi. 

“Sekarang era teknologi informasi. Pimpinan Ansor harus melek media sosial (medsos),”kata Syafiq dalam sambutan, Minggu, 27 September 2020. (*)

Abdul Rokhim, Komandan Baru Gerakan Pemuda Ansor Gresik Selengkapnya

Teguran Simpatik, Push Up hingga Denda Rp 150 Ribu kepada Pelanggar Prokes

GRESIK, 1minute.id – Operasi yustisi protoko kesehatan (prokes) terus dilakukan aparat gabungan. Di Kecamatan Bungah, operasi yustisi prokes menyasar sejumlah warung dan kafe itu, Sabtu malam, 26 September 2020.

Sementara itu, di Alun-alun Gresik, operasi pendisiplinan masyarakat untuk memakai masker, jaga jarak ( physical distancing) melibat aparat TNI, Polri dan Pol PP dilakukan sekitar Alun-alun Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim hingga Jalan Malik Ibrahim.

Terlihat hadir dalam operasi di perkotaan itu, Kasatreskrim Polres Gresik AKP Bayu Febrianto Prayoga selaku perwira pengawas (Pawas). Sebanyak 36 personil gabungan diterjunkan dalam operasi bertujuan melakukan pencegahan penyebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19).

DENDA : Dua pelanggar prokes yang terjaring operasi yustisi di sekitar Alun-alun Gresik disanksi denda Rp 150 ribu ( foto : istimewa)

Dalam pelaksanaan operasi yustisi petugas gabungan dari Kodim 0817 Gresik, Polres Gresik dan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Gresik melakukan dua metode penindakan. Yakni, teguran humanis dan denda Rp 150 ribu kepada masyarakat yang tertangkap basah tidak mematuhi prokes. Memakai masker, diantaranya.

“Kita kedepankan penegakan hukum  terhadap pelanggar protokol kesehatan, sesuai Inpres 6/2020 dan Perbup 22/2020,”ujar AKP Bayu Febrianto Prayogo, Minggu, 27 September 2020. Ada dua orang yang diganjar denda Rp 150 ribu. 

Sementara itu, Kapolsek Bungah AKP Sujiran mengatakan, operasi yustisi diarahkan ke tempat keramaian. Warung atau kafe-kafe. “Ada beberapa pengunjung yang kami lakukan tindakan sosial push up dan teguran simpati mengingatkan jika terpaksa keluar rumah agar menggunakan masker,”ujar Sujiran. (*)

Teguran Simpatik, Push Up hingga Denda Rp 150 Ribu kepada Pelanggar Prokes Selengkapnya

Bukit Putri Cempo Semakin Merana

APA kabar Bukit Putri Cempo atau Campa. Bertahun-tahun jalan menuju keluarga Sunan Giri itu longsor. Belum ada tanda-tanda perbaikan. Bukit Putri Cempo merana. Yang terlihat bukit berlokasi di Kecamatan Kebomas, Gresik itu dalam pengamatan 1minute.id, Minggu, 27 September 2020

Search
Bukit Putri Cempo Semakin Merana Selengkapnya