Inspeksi Proyek Underpass,  Bupati Ukur Diameter Besi

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto melakukan inspeksi proyek underpass di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas, Rabu 16 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK, 1minute.id–Bupati Gresik Sambari Halim Radianto melakukan inspeksi mendadak proyek underpass di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas, Rabu 16 September 2020. Selama 60 menit Bupati Sambari melihat langsung proyek bawah tanah kali pertama di Kota Santri ini.

Bupati Sambari didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji dan Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik Reza Pahlevi tidak hanya memantau aktivitas para pekerja yang sedang melakukan pendalaman bekas bukit kapur yang melintas di jalan nasional itu.

Bupati Sambari juga mengukur diameter besi untuk proyek dikerjakan oleh CV Wijaya itu. Tujuannya memastikan sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) yang biaya oleh anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Gresik sebesar Rp 4,23 miliar itu.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mewanti-wanti pelaksana proyek sesuai dengan perencanaan. “Underpass ini di bangun untuk mengatasi kemacetan di sekitar tempat ini,”kata Bupati Sambari, Rabu 16 September 2020. 
Kita tahu jalan ini dekat dengan berbagai fasilitas pendidikan. Mulai dari TK, SD, SMP dan SMA bahkan perguruan tinggi yang besar. Di sekitar jalan nasional ini juga ada mal, hotel serta fasilitas yang lain. Juga terhubung dengan jalan nasional.

“Jalan underpass ini, akan sangat terasa manfaatnya pada beberapa tahun kedepan.  Dimana tempat ini sudah sangat berkembang. Para pelajar dan mahasiswa akan aman melintasi jalan ini,”tegas Bupati Sambari.
Kepala DPUTR Gresik Gunawan Setiaji  mengatakan tinggi terowongan yang membela dari utara ke selatan 4,7 meter. Lebar 7,2 meter. “Lebar jalan 5,9 meter ditambah trotoar 1,5 meter,”jelas Gunawan didampingi Kabag Humas Reza Pahlevi. (*)

Inspeksi Proyek Underpass,  Bupati Ukur Diameter Besi Selengkapnya

Pol PP Menindak, Bila Melawan Protokol Kesehatan akan Dijerat Pidana

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto ketika memimpin Operasi Yustisi, Selasa 15 September 2020

GRESIK,1minute.id–Operasi yustisi penegakan protokol kesehatan semakin intensif dilakukan aparat. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto memimpin patroli gabungan untuk melakukan tindakan kepada pelanggar penerapan dan protokol kesehatan pencegahan penularan korona, Selasa 15 September 2020.

Sasaran operasi adalah tempat kerumunan massa. Di kafe, warkop atau di ruang terbuka hijau ini dimulai pukul 20.00. Pasalnya, tempat-tempat itu ditengarai pengunjung kerap tidak memakai masker. 
Puluhan petugas gabungan itu berangkat dari Mapolres Gresik di Jalan Basuki Rahmat, Gresik.

Petugas kemudian menyusuri sejumlah tempat nongkrong. Diantaranya, kafe Yuyun di Jalan Raya Desa Roomo  ; kafe Gresik Seru di Jalan Panggang, Desa Suci dan Pits Stop Cafe di Desa Suci. Semuanya berada di Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik.
Dalam patroli itu petugas menyita dua kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) pengunjung yang tidak memakai masker.

Sementara itu, di Jalan Sumatera Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), petugas gabungan kembali menggelar operasi yustisi, Rabu 16 September 2020. Puluhan pengendara terjaring tidak memakai masker. Operasi selama 60 menit itu, selesai pukul 10.30.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto berdialog dengan masyarakat dalam Operasi Yustisi Penegakan Protokol Kesehatan, Selasa 15 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id )

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dilakukan secara humanis. “Kita kedepankan rekan-rekan dari Satuan Polisi Pamong Praja untuk melakukan penindakan administratif maupun denda,”ujar Kapolres Arief Fitrianto didampingi Kasat Sabhara Polres Gresik AKP Yudi Prasetyo, Selasa malam.

Akan tetapi, tambah alumnus Akpol 2001 itu, bila ada perlawanan dalam pelanggaran protokol kesehatan akan dilakukan penindakan sesuai kitab undang-undang hukum pidana (KUHP). “Akan kami terapkan Pasal 212, 214, 216 ayat 1 dan Pasal 218 KUHP,”tegas mantan Kapolres Ponorogo itu. (*)

Pol PP Menindak, Bila Melawan Protokol Kesehatan akan Dijerat Pidana Selengkapnya

Dua Terduga Perampok Aniaya Asisten Rumah Tangga Gunakan Linggis

Polisi olah tempat kejadian perkara di rumah Teguh Heru di Kompleks Perumahan Bumi Cerme Apsari, Kecamatan Cerme, Gresik. ( foto : istimewa)

GRESIK.1minute.id-Risma kelenger. Tubuh asisten rumah tangga (ART) keluarga Teguh Heru berusia 17 tahun bersimbah darah. Korban Risma menjalani perawatan di RSUD Ibnu Sina Gresik.

Risma asal Desa/Kecamatan Cerme, Gresik di duga dianiaya dua lelaki tidak dikenal yang hendak merampok di rumah majikannya di Kompleks Perumahan Bumi Cerme Apsari, Kecamatan Cerme. Percobaan perampokan itu sepekan lalu.
Polisi masih menyelidiki pelaku penganiayaan tersebut.

Informasi yang dihimpun Senin 7 September 2020. Risma terbangun karena mendengar suara gaduh di lantai dua rumah keluarga Teguh Heru di Kompleks Bumi Cerme Apsari, Kecamatan Cerme, Gresik.
Risma spontan berteriak minta tolong begitu melihat ada dua lelaki misterius itu.

Pelaku yang panik kemudian menangkap Risma. ART berusia 17 tahun itu dihajar oleh penjahat hingga Risma hingga kelenger. Meringis kesakitan. “Saya mendengar teriakan minta tolong lari ke atas. Korban sudah tergelatak di lantai bersimbah darah,”ujar sumber di kepolisian menirukan pengakuan Teguh Heru, majikan Risma.

Akibat kebrutalan pelaku, korban Risma mengalami luka leher, bahu dan dua tangannya karena dianiaya pelaku. Dia pun kemudian dilarikan ke RSUD Ibnu Sina Gresik. Kondisi korban membaik. 

Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) pelaku masuk kamar tidur korban Risma dengan mencongkel menggunakan linggis. Sebuah linggis ditemukan diatas tempat tidur Risma.

“Linggis menancap di kasur Risma. Dan, sebungkus rokok di duga milik pelaku. Barang bukti sudah kita diamankan,”imbuh sumber yang enggan disebutkan identitasnya itu. 

Kapolsek Cerme AKP Moh Nuramin membenarkan kejadian menimpah Risma itu. “Masih dalam penyelidikan jadi kami mohon waktu. Pasalnya, anggota masih memeriksa sejumlah saksi-saksi,”kata Nuramin. (*)

Dua Terduga Perampok Aniaya Asisten Rumah Tangga Gunakan Linggis Selengkapnya

Bagikan 50 Ribu Masker, Cegah Penularan Covid-19

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto membagikan masker kepada pengendara di depan gerbang kantor Bupati Gresik, Selasa 15 September 2020. 

GRESIK,1minute.id-Vaksin korona belum ada di pasaran. Pasien terkonfirmasi coronavirus disease (Covid-19) masih terus bertambah. Memakai masker harus menjadi gaya hidup masyarakat di era kenormalan baru (new normal).

Gresik Bermasker semakin digalakkan Pemkab Gresik. Bahkan, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto turun sendiri membagikan alat pelindung itu kepada pengendara di depan kantor Bupati Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas, Selasa 15 September 2020.

Pemkab Gresik menyiapkan 50 ribu masker untuk masyarakat. Tujuannya menekan penyebaran wabah dari Wuhan, Tiongkok itu. Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatakan pembagian masker kali ini merupakan bagian dari pembagian masker terdahulu.

“Kalau dahulu kami bagikan melalui camat, anggota TNI, Polri serta berbagai organisasi kemasyarakatan. Kali ini kami melibatkan ASN Pemkab Gresik,”kata Bupati Sambari didampingi Kepala Bagian humas dan protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi, Selasa 15 September 2020.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto bersama anggota TNI,Polri dan ASN Pemkab Gresik usai membagikan masker di gerbang kantor Bupati, Selasa 15 September 2020

Pembagian masker untuk masyarakat dilakukan serentak di tiga titik untukmembantu TNI, Polri dan Satpol PP. Tiga titik itu tersebar  di Jalan Dokter Wahidin Sudirohusodo ; Simpang empat Segoromadu Jalan Veteran dan di depan Pasar Baru di Jalan Gubernur Suryo. “Hari ini kami sediakan 10 ribu masker untuk dibagikan ke masyarakat,”tegasnya.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi menambahkan, sebulan terakhir perkembangan kesembuhan Covid-19 di Gresik menunjukkan perbaikan dibanding yang terkonfirmasi positif.

Data,  Senin, 14 September 2020 ada penambahan kesembuhan 35 orang sehingga menjadi 2.468 orang. Sedangkan penambahan konfirmasi positif 31 kasus sehingga menjadi 2.955 orang. “Pak Bupati mengapresiasi masyarakat yang sudah memakai masker,”kata Reza. (*)

Bagikan 50 Ribu Masker, Cegah Penularan Covid-19 Selengkapnya

BLP Property Incar Segmen Milenial, Hadirkan Rumah Pantas di Gresik Kota Raya.

Pasangan muda saat membeli rumah GKR di Kantor BLP Property ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id–Kebutuhan rumah hunian untuk milenial dan keluarga muda cukup tinggi. Potensi itu mulai digarap PT Bumi Lingga Pertiwi (BLP Property).  Pengembang perumahan terbesar di Kota Industri ini, menghadirkan kawasan hunian baru di Desa Abar-abir, Kecamatan Bungah, Gresik. Kawasan baru diberi label Gresik Kota Raya (GKR). Luasnya, 130 hektare. GKR, kawasan hunian milenial itu dilaunching Senin 14 September 2020.

Menurut manager marketing BLP Property Ahmad Zainul Arief, salah satu pertimbangan membuka GKR karena Kawasan ini telah berkembang pesat sejak dibukanya Pelabuhan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE). Apalagi menurut rencana di area dekat JIIPE juga akan dibangun exit tol yang menghubungkan Krian, Legundi, Bunder dan Manyar ( tol KLBM).

Selain itu, sejumlah industri juga beroperasi di Gresik. Sehingga, kebutuhan rumah hunian masih cukup tinggi untuk karyawan atau pegawai berusia produktif.
“Keunggulan lainnya, kawasan ini lokasinya strategis karena hanya berjarak 25 menit dari Gresik Kota Baru (GKB) yang kini telah berkembang menjadi salah satu kawasan modern,” kata Zainul Arief, Senin 14 September 2020.

Manager marketing BLP Property Ahmad Zainul Arief, saat launching Perumahan GKR

Kawasan GKR terdiri dari tiga sektor. Yakni sektor barat dengan luas 100 hektare. Sedang sektor utara dan timur masing-masing seluas 15 hektare. Jumlah hunian sebanyak 367 unit rumah dengan tipe 36/72 dan tipe 30/60.  

Konsultan Marketing BLP Property Eko Sumargo menambahkan konsep GKR ini adalah Rumah Pantas. “Yakni pantas harga dan pantas kualitasnya,”tegas Eko Sumargo. Dia melanjutkan pantas harga karena rumah di GKR banderol mulai dari harga Rp 150,5 juta. “Sedang pantas kualitas, material serta proses pengerjaannya dapat dipertanggungjawabkan,”ujarnya.

Eko Sumargo melanjutkan BLP Property selama ini telah sukses membangun dan mengembangkan GKB (Gresik Kota Baru) menjadi kota mandiri yang prestisius sejak  1981.  GKB kini telah dihuni lebih dari 40.000 jiwa, berkembang pesat dan memiliki berbagai fasilitas pendidikan, kesehatan, sentra bisnis dan kuliner, mal bahkan hotel berbintang di dalam satu kawasan. 

“Demikian juga dengan PPS yang telah dikembangkan oleh BLP Property hingga menjadi kawasan terpadu paling potensial di Gresik. Di kawasan ini telah dibangun berbagai regency tematik yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat modern,” tambah dia. 

Sementara, Rama dan Riri, pasangan keluarga muda yang membeli rumah di GKR mengatakan jika dirinya memiliki kepercayaan kepada BLP Property. Sebab, BLP telah sukses mengembangkan kawasan perumahan GKB dan Pondok Permata Suci (PPS).

“Kebetulan orang tua saya tinggal di GKB, Saudara saya juga ada yang tinggal di PPS. Jadi sudah tahu kualitas dari BLP Property,”puji Rama. (*)

BLP Property Incar Segmen Milenial, Hadirkan Rumah Pantas di Gresik Kota Raya. Selengkapnya

Terjaring Operasi Yustisi, 24 Pelanggar Pilih Denda, 4 Orang Memilih Kerja Sosial.

SIDANG di tempat dilakukan petugas dalam operasi yustisi penegakan protokol kesehatan di depan kantor Bupati Gresik, Senin 14 September 2020 . ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id)

GRESIK, 1minute.id--Tindakan represif semakin diintensifkan petugas untuk menertibkan masyarakat pelanggar protokol kesehatan. Tim gabungan, terdiri TNI, Polri dan Pol PP menggelar operasi yustisi di halaman Pemkab Gresik, Senin 14 September 2020. 

Operasi penegakan protokol kesehatan, terutama pemakaian masker saat beraktivitas di luar rumah itu dimulai pukul 10.00. Selama 60 menit, operasi yang dipimpin langsung Bupati Gresik Sambari Halim Radianto. 

TIGA Pilar, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf TaufikIsmail usai memimpin Ops Yustisi Penegakan Protokol kesehatan, Senin 14 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id)

Dan, dihadiri Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Ketua Pengadilan Negeri Gresik Fransiskus Arkadeus Ruwe, perwakilan kejaksaan negeri Gresik ini mengamankan 28 orang tanpa masker.

Puluhan pelanggar upaya pencegahan persebaran coronavirus disease (Covid-19) langsung menjalani sidang di tempat. Sebanyak 24 dari 28 pelanggar memilih denda. Dan, empat orang pelanggar memilih kerja sosial. Nyapu jalan. 

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatakan, operasi yustisi tindaklanjut instruksi Presiden (Inpres) 6/2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan, pengendalian korona.

“Operasi gabungan ini tujuannya menekan penyebaran wabah korona di Jawa Timur khususnya di Gresik. Memberikan efek jera kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan,”tegas Bupati Sambari. (*)

Terjaring Operasi Yustisi, 24 Pelanggar Pilih Denda, 4 Orang Memilih Kerja Sosial. Selengkapnya

Pemuda Pancasila Energi Perubahan untuk NIAT

Bakal calon bupati Gresik Fandi Akhmad Yani usai menerima dukungan dari Pemuda Pancasila di rumah pemenangan NIAT di Srembi, Kedanyang, Kebomas, Gresik, Kamis 10 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id–Pemuda Pancasila Gresik merapat ke pasangan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT). Deklarasi dukungan PP itu dihelat Rumah Pemenangan NIAT di Srembi, Kedanyang, Kebomas, Kamis 10 September 2020.

Puluhan anak buah Sarjono, Ketua Pemuda Pancasila Gresik tumplek blek di rumah pemenangan NIAT. Apalagi, saat itu dikabarkan La Nyalla Mattaliti, pimpinan pusat PP juga Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) akan hadir memberikan dukungan kepada NIAT.

Prosesi dukungan dengan memasangkan jaket loreng warna hitam dan oranye kepada Yani. “Gus Yani, anggota PP,”teriak massa disambut sorak dan tepuk tangan hadirin.

Cabup Fandi Akhmad Yani mengatakan dukungan Pemuda Pancasila menjadi tambahan darah untuk memenangi Pilbup Gresik. “Mudah-mudahan kami (pasangan NIAT,Red) dan Pemuda Pancasila menjadi pelopor energi perubahan yang ada di Gresik,”kata Yani usai acara deklarasi, Kamis 10 September 2020. 

Untuk memangi kontestasi itu, tambah mantan Ketua DPRD Gresik itu, akan terus melakukan konsolidasi di tingkat bawah. “Menyapa masyarakat untuk mengajak berjuang. Mendorong Gresik tidak hanya lebih baik, tetapi yang terbaik setidaknya di wilayah Jawa Timur,”katanya. (*)

Pemuda Pancasila Energi Perubahan untuk NIAT Selengkapnya

Ketua Terpapar Covid, Komisioner Pastikan Tahapan Pilkada Tak Terganggu.

Ilustrasi coblosan pilbup , 9 Desember 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id–Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik Akhmad Roni dikabarkan terkonfirmasi positif korona. Roni kini menjalani isolasi mandiri. Sekana 14 hari kedepan.

Makmun, anggota komisioner KPU memastikan tahapan pemilih tidak terganggu. Sesuai tahapan. Kabar Roni terpapar Covid-19 setelah melakukan test uji usap (swap) di RSU dr Soetomo, Surabaya. Roni, memantau perkembangan tes kesehatan dua calon pasangan (paslon) bupati Gresik pada Kamis (10/9).

Komisioner KPU Devisi Sosialisasi dan SDM Makmun mengatakan, membenarkan Ahmad Roni terpapar Covid-19. “Setelah dapat konfirmasi itu, empat komisioner dan kepala seksi menjalani uji usap,”ujar Makmun dikonfirmasi 1minute.id, Kamis 10 September 2020.

Komisi juga koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Satgas Penanggulangan Covid-19. “Seluruh ruang juga telah disemprot desinfektan,”imbuhnya. Bagaimana tahapan pemilu? Komisioner Devisi Sosialisasi dan SDM itu memastikan tahapan pilkada tidak akan terganggu.

Komisioner juga telah menunjuk pelaksana harian, yakni Abdullah Sidiq Notonegoro juga menjabat Komisioner Divisi Perencanaan dan Data. Hari ini, Jumat 11 September 2020 penyelenggara akan mengumumkan hasil pemeriksaan kesehatan paslon.

Tim dokter rumah sakit RSU dr Soetomo Surabaya hanya menyampaikan hasil kesimpulan pemeriksaan kesehatan selama 3 hari itu. Calon Bupati Fandi Akhmad Yani mengaku lega bisa menyelesaikan proses pemeriksaan kesehatan. “Semua lancar. Untuk tes psikologi kami harus menjawab 750 pertanyaan,”ujar pasangan cawabup Aminatun Habibah ini, Kamis 10 September 2020.

Calon wakil Bupati dr Asluchul Alif memastikan kondisi kesehatannya baik. “Alhamdulillah sehat semua,”kata pasangan dari cabup Moh Qosim ini. (*)

Ketua Terpapar Covid, Komisioner Pastikan Tahapan Pilkada Tak Terganggu. Selengkapnya

Sego Menir, Kuliner Khas Gresik Bikin Lidah Bergoyang.

Penjual Sego Menir di kampung Bedilan Jalan Raden Santri, Gresik, Selasa 8 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id )

SINAR matahari begitu terik. Padahal baru pukul 09.00. Perut terasa keroncongan. Lapar. “Siang gini sarapan sego menir enak,”gumam Saya dalam hati. Saya meluncur makam Londo (Belanda). Sekitar 100 meter SMA NU 1 dan SMP NU 2 Gresik. Di Jalan Raden Santri, Gresik untuk sarapan sego menir.

Sego (bahasa Jawa berarti Nasi). Sedangkan, Menir sendiri adalah sejenis sayur. Kuah bening. Meski dicampur dengan menir, kuahnya tidak terlalu keruh. Justru terlihat bening seperti sayur bayam.

Bumbunya terdiri atas kunci, bawang merah dan putih dan gerusan menir. Bedanya kuah menir ini menggunakan rajangan Kangkung. Terkadang ditambahkan dengan labu.

Sego menir di Kelurahan Bedilan ini langganan saya. Warung kaki lima. Sebelum, pandemi korona sego menir Makam Londo ini cukup ramai. Apalagi, waktu istirahat sekolah. Tapi, Selasa 8 September 2020 lengang.

Saya langsung dilayaninya. Menggunakan wadah takir ( wadah daun pisang) penjual mengambil nasi yang punel lalu memberinya kuah menir. “Sambel terasi apa pencit (mangga muda),”tanya penjual.

“Iwak opo?”tanya bakul sego menir itu lagi. Perempuan asal Madura itu membuka tutup wadah dari godong yang warna hijau segar itu. Ada tiga wadah. Wadah lauk jerohan, Otak dan hati. Lalu daging untuk nasi krawu. Dan, satu lagi wadah berisi bali belut, tahu, tempe dan telur.

Ada juga aneka lauk yang di goreng ditempatkan bagian depan dekat dandang sayur menir. “Bali welut (belut), bali tempe dan bali tahu,”jawab Saya. Semua lauk dimasukkan ke wadah takir yang sudah isi sego , sayur menir dan sambal pencit. Sedangkan rempeyek kacang di beri wadah daun pisang.

Saya lalu santap di teras sebuah warung kopi di pinggir jalan kampung . Heeemmm. Rasa terasa nikmat. Ada pedas, dan masam sambal pencitnya. (*)

Sego Menir, Kuliner Khas Gresik Bikin Lidah Bergoyang. Selengkapnya

Sidak BPPKAD, Bupati Minta Data PAD Gresik untuk Bahan Rapat Anggaran

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto ketika melakukan inspeksi mendadak di kantor BPPKAD Gresik, Senin 7 September 2020 ( Foto : Humas Pemkab Gresik)

GRESIK, 1minute.id—Bupati Gresik Sambari Halim Radianto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD).

Sidak dilakukan, karena Sambari di dampingi Kepala Inspektorat Edi Hadi Siswoyo dan Kabag Humas Protokol Reza Pahlevi mencari data terkait pendapatan asli daerah (PAD) Pemkab Gresik.

Data tersebut akan digunakan Sambari sebagai bahan rapat paripurna zoom meeting dengan panitia anggaran DPRD Gresik. Saat berada di ruang Kepala BPPKAD Siswadi, Bupati Sambari menanyakan berbagai hal tentang PAD yang masuk ke kas DPPKAD Gresik.  

”Berapa rata-rata perhari dana PAD yang masuk dari berbagai pajak daerah. Dari pajak hotel restoran, PBB, BPHTB dan beberapa pajak lain,”tanya Bupati Sambari kepada Siswadi. Siswadi kemudian menuju meja bendahara yang berada di ruang pelayanan pajak daerah di dekat lobi kantor. Bendahara lalu mencetak rincian PAD yang diminta oleh Bupati Sambari.  

Sayangnya, Bupati Sambari tidak menyebut angka PAD tersebut. Rencananya, Bupati  bersama DPRD juga akan melaksanakan pengambilan keputusan terhadap nota perubahan APBD (P-APBD) 2020

Sebelumnya, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto meminpin apel pagi. Bupati Sambari seakan tidak pernah lelah mengingatkan pegawainya untuk mematuhi protokol kesehatan . Mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak aman (3M).  

”Setiap hari masih saja ada yang terkonfirmasi positif meski sudah menurun. Kita harus melaksanak 3M dan 3T yaitu testing, tracing dan treatmen”kata Bupati Sambari dalam apel di halaman Kantor Pemkab Gresik, Senin 7 September 2020.

Data Minggu, 6 September 2020, jumlah yang terkonfirmasi positif sebanyak 2.779 orang. Sembuh 2.252 orang, dan meninggal dunia 174 orang.   ”Pasien yang sedang dalam perawatan sebanyak 353 orang. Dan Alhamdulillah data kemarin (Minggu) tidak ada yang meninggal dunia,”kata Sambari.  (*)

 

Sidak BPPKAD, Bupati Minta Data PAD Gresik untuk Bahan Rapat Anggaran Selengkapnya