Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Ajak Bupati Ngawi Naik Bus Susun Susur Bandar Grissee 

GRESIK,1minute.id – Bus susun yang ditumpangi Bupati Gresik Fandi Akhmad dan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono bersama rombongan melintas di Bandar Grissee Jalan Basuki Rahmat, Gresik. Ratusan pasang mata bersorak riang. 

Bupati Fandi Akhmad Yani dan Ony Anwar Harsono duduk di lantai dua bus tersebut  menyambut dengan melambaikan tangan.  Teriakan warga yang sedang menikmati week end di kawasan heritage yang menjadi salah satu tempat destinasi wisata khusus di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu bersahut-sahutan. 

Mereka tampak semringah menikmati kawasan Bandar Grissee dengan semilir hebusan angin malam. “Alhamdulillah ini merupakan kunjungan yang kesekian kalinya. Mudah-mudahan silaturahim ini terus terjaga,” ujarnya.

Alasan Gus Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman menyambut di Bandar Grissee karena ingin mengenalkan wisata baru itu. Dulunya Bandar Grissee merupakan pintu perdagangan dan simbol kemajuan di zaman kolonial Belanda. Selain itu, mengajak Bupati Ony dan rombongannya untuk berkeliling wisata di pusat Kota Gresik malam itu. 

BUS SUSUN: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membawa rombongan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono keliling Bandar Grissee dengan naik bus susun pada Sabtu malam, 2 September 2023 ( Foto : Prokopim Gresik/1minute.id)

Mereka juga mengunjungi Klenteng Kim Hin Kiong di Jalan Setiabudi. Tempat ibadat tiga agama atau Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) yang di bangun berdasarkan prasasti di dinding klenteng 1 Agustus 1153 masehi . Artinya lebih tua dari lahirnya Kota Gresik. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 38/1974 , Hari Jadi Kota Gresik pada 9 Maret 1487 dan Hari Pemkab Gresik pada 27 Februari 1974. 

Rombongan kemudian menonton film pendek berjudul Gumintang di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik. Film pendek Gemintang karya Gresik Movie. Setelah menikmati hiburan rombongan kemudian berziarah  ke makam Al Qutb Al Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf di kompleks Masjid Jamik Gresik. 

Rombongan selanjutnya menuju rumah dinas Bupati Gresik sekitar 100 meter dari masjid Jamik Gresik itu. Di rumah dinas, Bupati Ony dan rombongan jamu dengan kuliner khas Gresik, Nasi Krawu yang sudah terjadi sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) itu. 

Mendapat sambutan yang luar biasa dari Pemerintah Kabupaten Gresik, Bupati Ngawi mengaku terharu dan terkesima melihat keindahan Gresik. “Kami sangat senang mendapatkan sambutan yang sangat mengesankan malam hari ini. Terima kasih, ” kata Bupati Ony. Sebagai bentuk terima kasihnya, Bupati Ony memberikan sejumlah beras organik kepada Gus Yani. Perlu diketahui, beras organik telah menjadi produk unggulan yang diproduksi oleh Kabupaten Ngawi. (yad)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Ajak Bupati Ngawi Naik Bus Susun Susur Bandar Grissee  Selengkapnya

Zaman Raden Santri Bernama Kampoeng Wunut, Belanda Datang Jadi Kampung Bedilan 

GRESIK,1minute.id –  Bedilan, salah satu kelurahan di Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, JawaTimur. Bedilan memiliki sejarah panjang bagi Kota Gresik yang tahun ini memasuki ke-536. Hari Jadi Kota Gresik diperingati setiap 9 Maret. Penetapannya berdasarkan pada penobatan Sunan Giri  sebagai Kepala Pemerintahan di Bukit Kedaton dengan gelar Prabu Satmata. 

Kampung Bedilan, kawasan perkampungan penduduk pribumi dalam kawasan Bandar Grissee yang berada di tujuh kawasan destinasi, City Tour. Di kawasan Bandar Grissee terdapat Kampoeng Kolonial di Jalan Basuki Rahmat, Kampoeng Pecinan di Jalan Setiabudi, Gresik dan Kampoeng Arab di Jalan Malik Ibrahim, Desa Gapurosukolilo, Gresik. Serta, Kampoeng pribumi, diantaranya Kampoeng Bedilan dan Kampoeng Kemasan. Kawasan di Gresik Kota Lama ini, pusat destinasi wisata di Gresik. Kini ditetapkan sebagai Bandar Grissee itu.

Bandar Grissee yang pusatnya di Jalan Basuki Rahmat itu masuk kelurahan Bedilan. Lalu kenapa bernama Kampung Bedilan? Menurut Muhammad Mahsun, sejarah kampung Bedilan tidak bisa lepas dari sejarah para Waliyullah di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Waliyullah diantaranya, Sayyid Ali Murtadho yang dikenal dengan Raden Santri dengan gelar Raja Pandhita Wunut ini. Beliau anak dari Syekh Ibrahim Zainuddin As-Samaraqandy dengan Dewi Candrawulan, kakak dari Sunan Ampel juga sepupuh dari Syekh Maulana Malik Ibrahim. 

“Raden Santri adalah Kepala Syahbandar Gresik setelah Syekh Maulana Malik Ibrahim wafat,” kata Mahsun di pembukaan Festival Jajanan Kampoeng Londo di Jalan Raden Santri, Kelurahan Bedilan, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Sabtu, 4 Februari 2023. Kepala Syahbandar, kini tugasnya mirip kepala Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP), itu bukan orang sembarangan karena harus memiliki banyak keahlian. 

“(Raden Santri, red) Waliyullah,  juga ahli perdagangan, ahli Administrasi dan ahli terkait tentang kesyahbanran,” terang Mahsun yang juga Ketua MWC Nahdlatul Ulama Kecamatan Gresik itu. Sedangkan Wunut, kata Mahsun, merujuk pada keterangan Syahroni, juru kunci Raden Santri/Raja Pandita Wunut ada nama sebuah pohon. Pandita dulu sebutan bagi seorang memiliki keahlian bidang agama. 

Pohon Wunut, terang Mahsun, tumbuh di daerah gersang, pegunungan, lereng yang berfungsi untuk peneduh dan penahan longsor. “Dulu disini, kata Cak Ni (Syahroni) banyak pohon wunut itu. Sehingga di sebut Kampung Wunut. Tapi sekarang (pohon wunut) sudah tidak ada,” terang cucu almarhum KH Salim Jamhari itu. Raja Pandhita Wunut atau Raden Santri wafat pada tahun 1317 saka/1449 M, 15 Muharram abad ke-8 Hijriah.

Pada 1608 masehi Tentara Belanda tiba di Gresik. Pelabuhan Gresik (Bandar Grissee) cukup ramai perdagangan rempah-rempah di dunia, termasuk Belanda. Kondisi Bandar Grissee yang ramai itu, Belanda mendirikan Loji yang digunakan sebagai tempat tinggal, kantor atau gudang.  “Belanda juga mendirikan pabrik bedil (senjata). Informasi yang Saya dapat gedung DPRD Gresik itu dulunya gudang senjata. Karena itu dinamakan Bedilan,” terang Mahsun. 

Festival Jajanan Kampoeng Londo di Jalan Raden Santri, Gresik ini dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik Syaifudin Ghozali ini dihadiri Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Gresik Choirul Rizal, Camat Gresik Arip Wicaksono, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Gresik Imam Basuki pada Sabtu, 4 Februari 2023. 

Pasar Jajan berakhir Minggu, 5 Februari 2023. Hari pertama, festival Jajanan kali pertama riuh. Aneka makanan khas Indonesia dam Gresik yang langka bisa dinikmati oleh warga. Diantaranya, Putri Mandi, Icak-icak Cetot, Karak Bali Belut,  Ketan Bali, Masin hingga Endog Bader. Penasaran datang sekarang mumpung belum kehabisan ya! (yad) 

Zaman Raden Santri Bernama Kampoeng Wunut, Belanda Datang Jadi Kampung Bedilan  Selengkapnya

Festival Jajanan Kampoeng Londo, Bisa Nikmati Putri Mandi 

GRESIK,1minute.id – Festival Jajanan Kampoeng Londo terasa meriah pada Sabtu, 4 Februari 2023. Puluhan penjual menyajikan jajanan aneka ragam khas Indonesia di sepanjang Jalan Raden Santri, Gresik itu. Kawasan perkampungan warga pribumi yang masuk dalam kawasan Bandar Grissee pun riuh. 

Kawasan Bandar Grissee terdapat Kampoeng Kolonial di Jalan Basuki Rahmat, Kampoeng Pecinan di Jalan Setiabudi, Gresik dan Kampoeng Arab  di Jalan Malik Ibrahim, Desa Gapurosukolilo, Gresik. Serta, Kampoeng pribumi, diantaranya Kampoeng Bedilan, Kampoeng Kemasan. Kawasan ini, sentra destinasi wisata di Gresik Kota Lama (GKL), kini ditetapkan sebagai Bandar Grissee itu.

Pembeli berjubel. Bahkan, sebelum Festival Jajanan Kampoeng Londo itu dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik Syaifudin Ghozali sekitar pukul 14.30 WIB itu. Pembeli yang beruntung bisa menikmati Putri Mandi di Pasar Jajan yang bakal menjadi agenda tahunan bagi warga di Kelurahan Bedilan, Kecamatan/ Kabupaten Gresik itu. 

PUTRI MANDI: Jajanan yang diserbu pembeli dalam
Festival Jajanan Kampoeng Londo di sepanjang Jalan Raden Santri Gresik pada Sabtu, 4 Februari 2023 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Putri Mandi, salah satu jajanan khas Indonesia ini berbentuk bola-bola warna hijau berisi parutan kelapa kemudian disiram dengan kuah seperti bubur sumsum. Nah, bola hijaunya dianggap putri yang terendam santan. “Rasanya, heemmm eunek seru!” kata Ratna, salah pengunjung Festival Jajanan Kampoeng Londo itu.

Cuaca gerimis tidak menyurutkan warga untuk berburu kuliner yang mulai langka di pasaran. Selain , Putri Mandi ada Icak-icak Cetot , Masin, Karak Bali Welut hingga opak dan endog Bader. Menurut Kepala Disparekrafbudpora Gresik Syaifudin Ghozali, kawasan Kampung Bedilan atau Kampung Londo itu telah menjadi perhatian bagi traveler. 

“Dalam waktu dekat ini, ada rencana kunjungan dari Swiss yang akan mampir ke Kampung Bedilan ini,” kata Ghozali saat membuka Festival Jajanan Kampoeng Londo yang dihadiri oleh Camat Gresik Arif Wicaksono, Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Gresik Choirul Rizal, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Gresik Imam Basuki serta lurah dan kepala desa se-Kecamatan Gresik itu. 

Camat Gresik Arip Wicaksono mengatakan, Festival Jajanan Kampoeng Londo, salah satu ikhtiar untuk meningkatkan ekonomi warga melalui UMKM. “Kami berharap Festival ini bisa menjadi agenda rutin tahunan,” kata Wicaksono. (yad)

Festival Jajanan Kampoeng Londo, Bisa Nikmati Putri Mandi  Selengkapnya

Batik Gajah Mungkur, Kini Merambah Sarung dan Songkok

GRESIK,1minute.id – Omah Gajah Mungkur terasa lebih ramai dari hari biasanya pada Jumat sore, 30 Desember 2022. Sebanyak 15 model anak-anak dan remaja memperagakan  busana batik Gajah Mungkur. Batik yang  dimodifikasi. Semuanya, terlihat anggun. 

Halaman Omah Gajah Mungkur yang berada di Jalan Nyai Ageng Arem-arem, Kelurahan Pekelingan, Kabupaten Gresik itu bagai ajang fesyen. Lantai halaman rumah dari paving dibeber karpet abu-abu yang bagian ujung kanan dan kiri diberikan hiasan pot bunga. Fesyen on the street. Event peragaan busana yang dikemas dengan hunting foto para penggemar fotografi di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Menurut Akhmad Khoiri, hunting foto bareng di Omah Gajah Mungkur ini,  pihaknya ingin memperkenalkan lebih dekat kepada masyarakat dan penggemar fotografi di Gresik tentang Omah Gajah Mungkur. Rumah yang dibangun pada 1898 ini, salah satu rumah heritage di Gresik Kota Lama. “Dan, kegiatan ini kami selingi launching Tari Gajah Mungkur,  Sarung Syahbandar dan songkok Gajah Mungkur,”kata Khiori, pemilik rumah Gajah Mungkur. Khoiri , anak Hj. Nur Rahmah, keturunan keempat pasangan almarhum Haji Djaelan dengan almarhumah Hj Romlah pada Jumat, 30 Desember 2022. 

RIUH: Sejumlah model cilik di Fesyen on the street Omah Gajah Mungkur pada Jumat, 30 Desember 2022 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sarung dan songkok, produk baru buatan Omah Gajah Mungkur. Sebelumnya, Omah Gajah Mungkur telah memproduksi kain batik. Motif batik karya Akhmad Khoiri ini semuanya memiliki ciri khas Gresik atau kearifan lokal (local wisdom).

Misalnya, motif Damarkurung. Damarkurung adalah sebuah karya seni yang dipopularkan oleh almarhumah Mbah Masmundari. Damarkurung, salah satu ikon Gresik. Lalu motif Pudak dan Jubung. Kedua adalah makanan khas Gresik. Kemudian, motif Sisik Bandeng. Gresik dikenal salah satu penghasil ikan bandeng terbesar di Jawa Timur. 

Antusiasme masyarakat cukup tinggi. Sehingga halaman rumah dipenuhi pengunjung. Untuk diketahui rumah Gajah Mungkur dibangun pada 1898. Rumah Gajah Mungkur dibangun oleh kakek buyut, almarhum Haji Djaelan. Ia pengusaha pribumi yang berbisnis penyamakan kulit. Bisnis berkembang pesat. Sehingga, Haji Djaelan dan keluarga bisa membangun sejumlah rumah mewah yang memiliki arsitektur campuran Kolonial, Tionghoa dan Jawa. Selain rumah Gajah Mungkur juga sejumlah rumah di Kampung Kemasan. (yad)

Batik Gajah Mungkur, Kini Merambah Sarung dan Songkok Selengkapnya

Menparekraf Sandiaga Uno Apresiasi Wisata Heritage, Bandar Grissee Bisa Menjadi Heritage City 

GRESIK,1minute.id – Wisata Heritage, Bandar Grissee menjai ikon baru di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Menteri Pariwisata, Ekonomi Kreatif (Menperekraf) Sandiaga Sholahuddin Uno memberikan apresiasi langkah pasangan Bupati-Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah menjadikan kawasan Gresik Kota Lama (GKL) sebagai destinasi wisata. 

“Wisata Heritage yang mempertahankan plurarisme, Interaksi antarbangsa. Ada wisata  religi yang menginspirasi. Nilai-nilai luhur yang dimanfaatkan wisata heritage. Haritage City

Mari kita kembangkan. Siap mendukung semua?” kata mas Menteri-panggilan akrab-Sandiaga Uno pada Minggu malan, 18 Desember 2022.

Menurut Unesco, kata Sandiaga Uno, haritage city dapat memperkuat karakter suatu tempat, membuka peluang bisnis dan memberikan pendapatan lebih tinggi karena ternyata pascapandemi ini ekonomi kita masih penuh tantangan. “Mencari kerja gampang atau susah,” tanya Sandiaga dijawab koor susah. 

Karena itu, Sandiaga Uno, mengajak semua stakeholder untuk membantu UMKM. “Makanya kita bantu UMKM kareba bisa menciptakan 97 persen di lapangan peluang kerja. Wisata menciptakan 6 kali lipat jumlah lapangan kerja dibandingkan sektor lainnya . Oleh karena itu kami mendukung Heritage City,”tegasnya.

Wisata Heritage, Bandar Grissee, kata Sandiaga Uno, tergolong lengkap dan langka. “Dan (disini) warisan kolonial yang kaya ragam ada juga warisan budaya dari Arab, China, Kolonial serta tentunya warisan budaya anak bangsa Harapannya terus melakukan inovasi, adaptasi dan kolaborasi karena kita ditargetkan 4,4 juta lapangan kerja baru di tahun 2024,” tegasnya. 

“Saya akan berjuang bersama Bupati dan jajarannya untuk membangkitkan ekonomi berbasiskan pariwisata dan ekonomi kreatif. Kami akan memastikan kebangkitan ini sama-sama dirasakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dan, untuk memulihkan dan membangkitkan sektor parekraf. Kami ucapkan apresiasi terbaik untuk bandar Grissee,” ujar Mas Menteri-panggilan akrab-Sandiaga Uno.

Rangkaian launching Bandar Grissee selama tiga hari, mulai Jumat, 16 Desember 2022. Warga Kota Santri menyemut memadati kawasan Bandar Grissee di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Bedilan, Kecamatan / Kabupaten Gresik. Pada hari ketiga, Menparekraf Sandiaga Uno menghadiri rangkaian launching Bandar Grissee.

Sandiaga Uno menginjakkan kaki kali pertama di kawasan Gedung Nasional Indonesia (GNI) di Jalan Pahlawan, Gresik. Mas Menteri kemudian keliling sejumlah ikon di Kota Santri dengan menumpang mobil listrik karya SMK PGRI Gresik.  Yang menjadi driver mobil listrik tanpa kap adalah Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Rombongan melewati Kampung Arab di Jalan Basuki Rahmat, Kemudian mampir ke rumah dinas Bupati di Alun-alun Gresik untuk Salat Magrib. Kemudian, Mas Menteri dan Gus Yani melanjutkan ke sejumlah tempat. (yad)

Menparekraf Sandiaga Uno Apresiasi Wisata Heritage, Bandar Grissee Bisa Menjadi Heritage City  Selengkapnya

Bandar Grissee Resmi Dilaunching,  Wabup Gresik : Ikon Budaya dan Toleransi di Indonesia 

GRESIK,1minute.id – Destinasi wisata baru dilaunching oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah pada Jumat sore, 16 Desember 2022. Destinasi anyar itu bernama Bandar Grissee. Tempat hangout itu berpusat di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Bedilan, Kecamatan / Kabupaten Gresik. 

Bandar Grissee menambah khazanah baru bagi masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik dan Indonesia. Sebab, Bandar Grissee menyajikan nuansa lain. Ada nuansa religi, budaya dan edukasi. Wisatawan bisa mengunjungi tempat-tempat destinasi itu di Gresik Kota Lama (GKL). Untuk mengunjungi destinasi yang ada di Bandar Grissee tidak cukup sehari. Karena itu, rangkaian launching Bandar Grissee ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggelar selama 3 hari, Jumat sampai Minggu, 16-18 Desember 2022. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sholahuddin Sandiaga Uno dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri puncak launching Bandar Grissee pada Minggu, 18 Desember 2022.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, Bandar Grissee akan menjadi salah satu ikon budaya dan toleransi terbaik di Kabupaten Gresik dan Indonesia. “Kami merasa bangga, karena Bandar Grissee ini punya banyak sekali keunikan. Salah satunya adalah budaya dan toleransi. Karena disini kita diapit oleh tiga kawasan yang berbeda sejak dulu. Ada Kampung Arab, Kampung Pecinan, dan Kampung Kolonial yang memiliki kebudayaan yang berbeda,” ujarnya. Tentu saja, Kampung pribumi. 

Menurut beberapa literatur, Bandar Grissee sendiri sudah ada sejak sekitar tahun 1.400 M, merujuk pada zaman Sunan Giri. Dinamakan Bandar karena lokasinya yang  dekat dengan pelabuhan. Sedangkan Grissee yang merujuk pada sebutan Gresik saat zaman kolonial. Perancangan tempatnya sendiri berdasarkan potret gambar yang telah ada sejak dulu.

Tampak hadir di acara launching Bandar Grissee yang dipusatkan di Gardu Suling ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olah Raga (Disparekrafbudpora) Gresik Syaifuddin Ghozali, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto. Serta, perwakilan perusahaan dan para Pegiat kebudayaan di Kota Santri ini. 

Dalam pembukaan kali ini juga diserahkan hadiah lomba kontes videografi yang digelar beberapa waktu lalu. Dengan Juara I Ahmad Kholilullah dengan judul “Bandar Grissee”, Juara II Arendra Afriansyah dengan judul “Melekat Kisah Peradaban”, Juara III Muhammad Fathurrochman dengan judul “Kota Kita Bandar Grissee”. (yad)

Bandar Grissee Resmi Dilaunching,  Wabup Gresik : Ikon Budaya dan Toleransi di Indonesia  Selengkapnya

Hari Pahlawan, Siswa MI Poemusgri Punguti Sampah di Bandar Grissee 

GRESIK,1minute.id – Pendidikan karakter tidak bisa instan. Harus sejak dini, seperti yang dilakukan ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Poesmugri Gresik pada Kamis, 10 November 2022.

Sebanyak 197 siswa terlihat memunguti sampah yang berserakan di sepanjang Bandar Grissee di Jalan Basuki Rahmat, Gresik itu. Kawasan di Gresik Kota Lama ini menjadi jujugan warga pascarevitalisasi yang dilakukan kolaborasi antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) dengan Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCK-PKP) Gresik ini. 

Pedestrian alias trotoar yang luas mirip di kawasan Malioboro, Jogjakarta itu sepekan belakangan ini menyedot perhatian warga ketika pagi dan malam hari. Sayangnya, pengunjung kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan. Ratusan siswa madrasah berlokasi di Jalan Sindujoyo, Kelurahan Kroman, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu yang memakai atribut perjuangan dan pramuka memunguti sampah. Mereka tanpa canggung memungut lalu dimasukkan dalam tas kresek yang telah disediakan oleh sekolah itu.

HARI PAHLAWAN: Siswa MI Poemusgri Gresik foto bareng usai melakukan GPS (Gerakan Pungut Sampah) di Kawasan Bandar Grissee di Jalan Basuki Rahmat, Gresik pada Kamis, 10 November 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Memungut sampah ini program baru sekolah. Namanya, GPS (Gerakan Pungut Sampah),”kata Kepala MI Poesmugri Gresik Aunul Rofiq pada Kamis, 10 November 2022. Program GPS baru tiga bulan diluncurkan. “Kami ingin melatih kesadaran anak untuk peduli lingkungan,”imbuhnya. 

Oni, begitu biasa disapa menambahkan, GPS bagian dari pendidikan karakter siswa untuk pengenalan kepada lingkungan. “Kebetulan hari ini, bertepatan Hari Pahlawan, siswa kami ajak untuk bersih-bersih di sekitar Bandar Grissee ini. Pembelajaran out door. Sekaligus mendukung program Pemkab Gresik untuk peduli lingkungan,”tegasnya. 

Sekitar pukul 08.00, ratusan siswa kelas I sampai VI MI Poemusgri Gresik tiba di Kawasan Bandar Grissee. Mereka didampingi para gurunya. Mereka membentuk kelompok untuk memunguti sampah.  Dalam hitungan menit mereka bisa mengumpulkan sampah sebanyak 5 tas kresek. Jenis mulai puntung rokok hingga sampah plastik. (yad)

Hari Pahlawan, Siswa MI Poemusgri Punguti Sampah di Bandar Grissee  Selengkapnya