Wabup Wacanakan Ngantor di Balai Desa Serap Aspirasi Masyarakat

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habinah ngantor di balai desa. Wacana itu diungkapkan wakil bupati perempuan pertama di Kota Santri itu ketika silaturahmi dengan pengurus asosiasi kepala desa (AKD) di Ruang Retno Suwari lantai 2 kantor Bupati Gresik pada Senin, 17 Mei 2021.

Menurut Wabup Aminatun Habibah, keinginan untuk ngantor di balai desa telah disampaikan kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Dia menungkapkan, tujuannya menjalankan aktivitas pemerintahan di balai desa secara bergiliran itu untuk merekam denyut perekonomian sekaligus  mendengarkan keluhan masyarakat. 

“Keinginan itu sudah saya bicarakan dengan Pak Bupati, dan beliau tidak keberatan. Sampai akhir masa bakti kami nanti. Kami sudah bisa mendengar keluhan banyak masyarakat desa seluruh Gresik,”kata Bu Min-sapaan-Wabup Gresik Aminatun Habibah.

Gresik memiliki 360 desa tersebar di 18 kecamatan. Bila wacana itu teralisasi, adalah kali pertama kurun waktu 47 tahun lahirnya pemkab Gresik.

Selain wacana ngantor di balai desa, Bu Min juga mengajak kepada AKD untuk berkalaborasi menyukseskan progran Nawa Karsa yang telah dicanangkan Bupati Fandi Akhmad Yani mewujudkan Gresik Baru.

“Mari kita samakan langkah untuk mendukung program yang telah dicanangkan oleh Bupati Gresik. Program tersebut yaitu normalisasi Kali Lamong, pembangunan infrastruktur jalan, dan perbaikan data,” katanya.

Masih menurutnya pembangunan dan perbaikan jalan sangat penting sebab hampir seluruh infrastruktur jalan yang ada di Gresik tidak ada yang baik bila dibandingkan dengan kabupaten atau kota tetangga. 

“Hal ini sangat terlihat bila kita ada di perbatasan. Saya berharap seluruh Kepala Desa yang sudah sudah mempunyai dana desa yang sangat besar untuk mendukung program ini,”harapnya.

Bu Min sudah meminta kepada pimpinan DPRD agar dana  jasmas dialokasikan untuk pembangunan jalan sebagai skala prioritas. “Setidaknya 50 persen dialokasikan untuk pembangunan dan perbaikan jalan,”katanya.

Selain infrastruktur jalan perbaikan data agar lebih valid. Bu Min mencontohkan data stunting. “Data PKK, Dinkes dan KBPP kok semuanya tidak sama. Tentu hal ini sangat sulit untuk dipakai acuan,”tegasnya.

Sementara itu, Ketua AKD Gresik Nurul Yatim menyatakan siap membantu dan mendukung program Pemkab Gresik untuk kebaikan seluruh masyarakat Gresik. 

“Kami siap membantu dan mendukung, kami akan manut untuk melaksanakan program Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Kami mohon selalu diingatkan dan diarahkan apabila dalam melaksanakan tugas sebagai kepala Desa. Kami akan selalu manut apa yang sudah menjadi kebijakan program Bupati dan Wakil Bupati,”tegas Kepala Desa Baron, Kecamatan Dukun itu. (yad)

Wabup Wacanakan Ngantor di Balai Desa Serap Aspirasi Masyarakat Selengkapnya

Sarung Tenun Wedani Cerme Masuk Pasar Dubai

GRESIK,1minute.id – Ramadan menjadi berkah pengerajin sarung tenun di Desa Wedani, Kecamatan Cerme, Gresik. Permintaan sarung di negara-negara Islam meningkat. Sarung Tenun Wedani kembali di ekapor. 

Menandai ekspor kali kedua mulai Januari hingga Mei 2021 ini, disaksikan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Ketua DPRD Gresik M Abdul Qodir dan Ketua Dekranasda Gresik Nurul Haromaini Fandi Akhmad Yani.

Menurut Kepala Kantor Pengawasan dan pelayanan Bea dan Cukai  Gresik Bier Budy Kismulyanto, ekspor sarung Wedani ini untuk kali kedua. “Ekspor kali pertama awal Januari 2021 kami fasilitasi ke negara timur tengah,”kata Bier pada Senin, 4 Mei 2021. 

Ekspor kali kedua ini tujuan Dubai, Jeddah, Brunai Darussalam, Ethiophia dan Uni Emirat Arab.

“Kami berharap ekspor  kali ini akan semakin membuka pasar ekspor baru dan sarung Wedani Cerme Gresik semakin di kenal di manca negara,”harap Bier yang saat itu mendampingi Wabup Aminatun Habibah, Nurul Haromaini dan Kepala Diskoperindag Gresik Agus Budiono.

Wakil Bupati Aminatun Habibah menambahkan, sejak masa pandemi ini perekonomian masyarakat sempat terpuruk. Ia memuju terobosan yang dilakukan UMKM sarung Desa Wedani.

“Kami tahu, kualitas sarung produksi masyarakat Wedani ini sangat berkualitas bagus. Saya sudah melihat proses pembuatannya. Hasilnya sungguh sangat luar biasa ”puji Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah.

CEO PT Kakean Primanda Indonesia Achmad Nur Hasyim Hamada menyatakan pada zaman dulu Gresik sudah terkenal dengan hasil tenun songket. Padahal kalau bisa membuat tenun songket hasilnya lebih menguntungkan secara ekonomis karena harganya bisa mencapai puluhan juta.  

“Hasil tenun songket Gresik kami temukan pada museum di Belanda dan tertulis pada sejarah tenun dan tekstil. Tapi sejak seratus tahun terakhir songket Gresik sudah tidak ada lagi. Kami berharap para pengrajin tenun di Gresik untuk menguri-uri kembali agar tenun songket Gresik bisa berjaya lagi,”katanya. (yad)

Sarung Tenun Wedani Cerme Masuk Pasar Dubai Selengkapnya

Reaktivasikan G-Jos untuk Isolasi Pekerja Migran yang Mudik

GRESIK,1minute.id – Pondok rehabilitasi Covid-19 stadion Gelora Joko Samudro (G-Jos) reaktiviasi lagi. Reaktivasi pusat isolasi pasien terpapar corona itu bukan karena wabah membludak. 

Akan tetapi, stadion berlokasi di Jalan Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Gresik dipersiapkan untuk para tenaga migran yang pulang kampung menjelang lebaran nanti.

Rencana aktivasi stadion G-Jos itu diputuskan dalam rapat koordinasi di kantor Bupati Gresik dipimpin Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah pada Jumat, 23 April 2021.

Fokus yang dibahas pada rapat tersebut yaitu mempersiapan segala sesuatunya bagi pekerja migran asal Gresik yang terlanjur mudik ke Gresik. Mereka yang terlanjur mudik tersebut langsung masuk karantina selama 5 hari di Ruang Isolasi Gelora Joko Samudro (G-Jos) Gresik.

“Kita harus membuat kebijakan tentang para pekerja migran ini.Tentu saja, kita tidak dapat menolak para pekerja migran Gresik yang sudah terlanjur terbang dan mendarat di Indonesia. Tidak mungkin kita menyuruh balik Kembali,”kata Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.

“Tentu saja kita harus menyiapkan segala sesuatunya untuk pencegahan penularan Covid 19 agar tidak timbul klaster baru,”sambungnya. 

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno meminta kepada pihak Dinas Kesehatan untuk menyiapkan G-Jos menjadi tempat karantina pekerja migran yang mudik. Selain itu, Dinas Perhubungan juga diminta  menyiapkan angkutan untuk para pekerja migran ini.

“Tolong agar berkoordinasi dengan pihak Provinsi Jawa Timur dan otoritas yang lain terkait kepulangan para pekerja migran asal Gresik ini,”kata Abimanyu. 

Meski sudah ditutup sebagai Ruang Isolasi Covid-19 sejak 29 Meret 2021 seiring menurunnya paparan Covid di Gresik. Namun sarana prasarana ruang isolasi Covid G-Jos degan 140  tempat tidur masih di pertahankan.

Hanya tenaga Kesehatan yang perlu dikondisikan, karena setiap nakes yang akan masuk ke GJos harus di tes swab lebih dahulu untuk memastikan mereka negatif Covid.

“Besok pagi ini,  Sabtu,  24 April 2021 semua tenaga yang ada di Gejos sebanyak 54 orang akan kami tes swab kembali. Selanjutnya langsung kita melaksanakan aktivitas,”ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Gresik dr Mukhibatul Khusnah.

Selain kebijakan karantina pekerja migran, pada rapat tersebut memutuskan untuk melaksanakan kembali penyekatan wilayah seperti tahun sebelumnya.

Rakor kali ini dihadiri oleh Komandan Kodim 0817 Gresik Letkol Infantri Taufik Ismail dan Wakapolres Gresik, perwakilan dari Kantor Imigrasi Tanjung Perak, Perusahaan PJTKI dan seluruh anggota Satgas Covid 4. (yad) 

Reaktivasikan G-Jos untuk Isolasi Pekerja Migran yang Mudik Selengkapnya

TPP Cair 60 Persen, Penilik Kabupaten dan Pamong Belajar Wadul Wabup

GRESIK,1minute.id – Muhammad Yunus tidak bergairah. Padahal, ia baru mendapatkan tambahan penghasilan pegawai (TPP) sebagai penilik kabupaten.

Ada 38 orang penilik dan 8 orang pamong belajar lainnya senasib dengan Yunus itu. Mengapa mereka tidak semringah sehingga wadul kepada Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.

Sejak tertibnya peraturan bupati (Perbup) nomor 1 tahun 2021, TTP yang mereka terima hanya 60 persen, kurang 40 persen per Februari 2021. Karena itulah, Yunus, koordinator penilik meminta kepada Wabup perempuan pertama di Kota Santri ini untuk membatalkan Perbup nomor 1 tahun 2021 itu. 

“Sampai pada bulan Januari 2021, TPP yang kami terima masih utuh seratus persen (sesuai dengan aturan Perbup nomor 07/2020). Tapi sejak diterbitkan Perbup 01/2021 penerimaan TPP kami hanya 40 persen. Kami juga belum menerima penjelasannya terkait susutnya TPP kami,” kata Yunus. 

Menurut keterangan beberapa penilik, tentang tugas kerja penilik yang mengadu saat ini tidak bisa dianggap enteng. Mereka yang selalu berada di lapangan setiap saat selalu mendampingi Lembaga PAUD di Gresik. Bahkan saat malam haripun ketika Lembaga PAUD membutuhkan tugas pendampingan dan menyusun akreditasi, para penilik ini siap berangkat.

Sedangkan Pamong yang di Gresik ini hanya ada 8 orang ini bertugas memberikan pelajaran kepada Lembaga non formal. Antara lain, menyelenggarakan sekaligus menjadi pengajar pada kelompok belajar paket A, B dan C. Pamong belajar juga memberikan berbagai pelatihan mulai dari menjahit, IT bahkan pelatihan kepada kelompok ibu-ibu yang ada pada Lembaga-lembaga non formal yang lain.  

Menanggapi keluhan para penilik dan pamong belajar, Wabup Gresik Aminatun Habibah berjanji mempelajari perbup 01/2021 yang dikeluhkan mereka itu kepada dinas pendidiksn dan BPPKAD Gresik. 

“Tolong beri saya semua dokumennya. Nanti, Saya akan berkoordinasi dengan berbagai pihak diantaranya dengan bagian hukum, Dinas Pendidikan, BPPKAD serta pihak lain yang berkompeten,”kata Bu Min -sapaan-Wabup Aminatun Habibah. (yad)

TPP Cair 60 Persen, Penilik Kabupaten dan Pamong Belajar Wadul Wabup Selengkapnya

Wabup dan Satgas Pangan Sidak Sembako, Harga Stabil, Stok Aman

GRESIK,1minute.id – Puasa Ramadan memasuki hari ke-9 pada Rabu, 21 April 2021. Kondisi pasar swalayan maupun tradisional terlihat mulai ramai pengunjung.  Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah bersama tim Satgas Pangan Satreskrim Polres Gresik melakukan inspeksi mendadak (sidak) di toko swalayan Serikat Jaya dan Pasar Baru.

Di toko swalayan Serikat Jaya Wabup Aminatun Habibah memantau perkembangan sembako yakni beras, gula dan minyak goreng. Pagi itu, kondisi swalayan di Jalan R.A Kartini, Gresik  itu mulai ramai pengunjung. 

Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah didampingi Kadiskoperindag Agus Budiono, dan Kadis Pertanian Eko Anindito langsung njujuk tempat beras. Bu Min lalu melihat list harga toko dengan versi diskoperindag. Terlihat juga Ketua Satgas Pangan Polres Gresik AKP Bayu Febrianto Prayogo. “Secara keseluruhan stok barang cukup. Harga stabil,”ujar Bu Min.

SEMBAKO : Wabup Gresik Aminatun Habibah, Kadiskoperindag Gresik Agus Budiono dan Satgas Pangan Polres Gresik AKP Bayu Febrianto Prayogo melihat stok dan harga gula di swalayan di Gresik pada Rabu, 21 April 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Wakil Bupati perempuan pertama di Gresik meminta penggelola swalayan untuk menerapkan protokol kesehatan. “Semoga pandemi corona cepat berakhir. Sehingga daya beli masyarakat meningkat,”harap Bu Min.

Manajer Toko Serikat Jaya Li Hong Song berharap puasa dan lebaran tahun ini ada peningkatan daya beli masyarakat. “Tahun lalu, sudah setengah mati. Tahun ini, Januari dan Februari juga sangat sulit,”kata Li Hong Song. Bulan Maret mulai merangkak naik daya beli masyarakat. “Tapi, Saya tidak bisa memprediksi kondisi pasar. Karena kondisi pandemi,”ujar Song.(yad)

Wabup dan Satgas Pangan Sidak Sembako, Harga Stabil, Stok Aman Selengkapnya

Terapkan Prokes Ketat, Bupati Gresik Optimistis PTM Aman

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 80 persen peserta didik mengingingkan pembelajaran tatap muka (PTM). Antusiasme itu terlihat di PTM hari pertama pada Senin, 19 April 2021.

Seluruh lembaga pendidikan negeri dan swasta jenjang SD dan SMP melakukan PTM. Ada 112 lembaga jenjang sekolah menegah pertama (SMP) dan 452 sekolah dasar (SD) melakukan PTM. 

Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah melakukan inspeksi mendadak di SMP Negeri 2 Gresik dan SMP Negeri 4 Gresik. Di dua sekolah negeri itu, peserta didik kelas IX sedang menjalani ujian sekolah. Ini US offline kali pertama sejak pandemi Covid-19 merebak Maret tahun lalu.

Di SMP Negeri 4 Gresik ujian sekolah menggunakan komputer. Sedangkan, di SMP Negeri 2 Gresik ujian menggunakan papertest. Di SMP Negeri 2 Gresik, misalnya. 

Rombongan belajar (Rombel) kelas IX berjumlah 254 siswa. Peserta PTM sebanyak 250 siswa. Empat siswa sisanya memilih ujian sekolah dalam jaringan. Sedangkan, di SMP Negeri 4 Gresik, siswa kelas IX memilih ujian offline “hanya” 3 siswa.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, semua itu putusan demokratis wali murid, peserta didik, komite sekolah dan satgas Covid sekolah.

“Tidak memaksakan wali murid dan memberatkan sekolah. Ini bentuk musyawarah yang baik dan mengikuti PTM atau daring,”kata Fandi Akhmad Yani yang juga Komandan Satgas Covid-19 Gresik itu. Akan tetapi, untuk siswa kelas VII dan VIII, tambah Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, banyak wali murid yang menginginkan PTM.

Data dari kepala SMP Negeri 4 Gresik Arif Abd Rohman menyebutkan siswa kelas VII SMP Negeri 4 Gresik berjumlah 287 siswa memilih PTM 264 siswa. Sedangkan, siswa kelas VIII berjumlah 280 siswa meninginkan PTM 256 siswa. “Mayoritas menghendaki PTM,”ujar Gus Yani.

Putusan PTM diambil Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani setelah rapat koordinasi bersama forkopimda terkait perkembangan virus covid-19. Pagebluk mengalami tren menurun dari zona merah menjadi kuning.

Selain itu hasil polling Dispendik mayoritas atau sekitar 80 persen wali murid menginginkan PTM. Meski begitu, Gus Yani akam melakukan evaluasi PTM. Gus Yani berharap PTM tidak menimbulkan klaster baru. 

Dalam sidak di dua sekolah negeri itu, Bupati Fandi Akhmad Yani terlihat puas tindakan sekolah yang menerapkan protokol kesehatan ketat untuk siswa dan guru. Bahkan, Gus Yani yang menjadi Komandan Satgas Covid-19 Gresik tetap menjalani prokes yakni masuk bilik sanitizer, cuci tangan dan tes suhu badan. (yad)

Terapkan Prokes Ketat, Bupati Gresik Optimistis PTM Aman Selengkapnya

80 Persen Peserta Didik Inginkan PTM

 GRESIK,1minute.id – Pembelajaran tatap muka (PTM) dimulai serentak di Kota Santri pada Senin hari ini, 19 April 2021. Ada 112 lembaga jenjang sekolah menegah pertama (SMP) dan 452 sekolah dasar (SD) negeri dan swasta melakukan PTM kali pertama sejak pandemi Covid-19 merebak Maret tahun lalu.

Bupati dan Wabup Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua sekolah yakni SMP Negeri 2 Gresik dan SMPN 4 Gresik. Di dua lembaga pendidikan itu, dilakukan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Seluruh siswa wajib memakai masker, face shild, cuci tangan, tes suhu badan menggunakan thermo gun

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pembelajaran tatap muka (PTM) di mulai sesuai hasil evaluasi bersama forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) perkembangan corona virus disease 2019 di Gresik menunjukkan tren menurun. 

“Dari semula zona merah, sekarang zona kuning,”ujar Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Senin, 19 April 2021. PTM, tambahnya, dilakukan sesuai prokes. “Dalsm seminggu pertama kami akan melakukan evaluasi. Semoga PTM tidak menimbulkan klaster baru,”kata Gus Yani didampingi Wabup Aminatun Habibah, dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik Mahin usai sidak di SMPN 4 Gresik.

Gus Yani terlihat puas kesiapan sekolah dalam menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, Komandan Satgas Covid-19 ini menjalani pemeriksaan suhu badan. 

Kepala Dinas Pendidikan Gresik Mahin mengatakan, hasil polling dengan cara pengisian angket mayoritas peserta didik menginginkan untuk PTM. “Lebih dari 80 persen peserta didik menginginkan PTM,”kata Mahin. (yad)

80 Persen Peserta Didik Inginkan PTM Selengkapnya

Ingin Husnul Khotimah, Kerja yang Baik Melayani Masyarakat

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 526 aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Gresik naik pangkat. Surat keputusan kenaikkan pangkat (SKKP) diserahkan simbolis oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati pada Senin, 12 April 2021.

Rinciannya, 240 pegawai struktural dan 268 fungsional. Mereka tampak semringah. Wabup Aminatun Habibah sempat menanyakan besaran nominal kenaikkan gaji mereka itu kepada Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Gresik Nadlif?

“Kenaikkan sedikit,”jawab Nadlif membuat Bu Min -sapaan-Aminatun Habibah tersenyum.
Bu Min kemudian meminta kepada abdi negara itu untuk tetap bekerja memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Hal ini karena komitmen pemerintahan Gus Yani (Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani,Red) untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,”kata Bu Min serius.

Dia melanjutkan, tidak semua PNS bisa naik pangkat sesuai waktunya. Hal ini tergantung kinerja masing-masing. “Kalau kinerjanya baik, maka saat pensiun nanti akan selalu dikenang dan bisa dijadikan contoh oleh PNS yang lain. Tentu saja pada masa purna tugas nanti menjadi husnul khotimah,”pesan Bu Min. 

Sekretaris Daerah Gresik Abimanya Poncoatmojo Iswinarno saat membacakan laporan mengatakan, jumlah PNS yang naik pangkat pada periode 1 April 2021 ini sebanyak 526 orang. Rnciannya, PNS struktural 240 orang dan fungsional 268 orang.

“Selamat kepada yang naik pangkat, semoga anda semakin bersyukur dan meningkatkan kinerjanya. Tidak semua PNS itu bisa naik pangkat tepat waktu. Hal ini tergantung kinerjanya. Banyak PNS yang terpaksa tertunda kenaikan pangkatnya. Ingat naik pangkat bukan hak, anda perlu instropeksi diri,”katanya.

Dijelaskan oleh Sekda bahwa naik pangkat bukan hak, artinya PNS tidak berhak menuntut BKD bila kenaikan pangkatnya tertunda. “Kalau gaji itu hak dan anda boleh protes bila gajinya tidak sesuai baik besaran atau waktunya,”imbuhnya. (yad)

Ingin Husnul Khotimah, Kerja yang Baik Melayani Masyarakat Selengkapnya

Jalani Uji Kompetensi, 19 Pejabat Eselon II Nderedek

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 19 pejabat pimpinan tinggi pratama setingkat eselon II di Pemkab Gresik menjalani uji kompetensi ini dibuka Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.

Uji kompetensi ini nantinya akan dipakai untuk mengisi jabatan yakni mutasi, rotasi atau pengisian jabatan lowong di pemerintahan kabupaten (Pemkab) Gresik. Uji kompetensi digelar di ruang Graita Eka Praja lantai II Kantor Bupati Gresik.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah meminta kepada peserta uji kompetensi tidak tegang dan tetap semangat serta fokus. 

“Uji kompetensi ini suatu hal biasa bagi ASN yang sesuai perundangan dilakukan secara berkala. Jadi anda juga harus menghadapi dengan serius tapi santai, semangat dan tetap fokus,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah didampingi Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Nadlif pada Kamis, 8 April 2021.

Bu Min melanjutkan hasil dari uji kompetensi ini untuk penempatan pejabat sesuai hasil kompetensi yang dilaksanakan kali ini.  

Pj Sekda Gresik Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno menambahkan uji kompetensi ini kegiatan rutin bagi pejabat pimpinan tinggi pratama. “Sesuai perundangan dilakukan setiap 2 tahun sekali. Hal ini juga berlaku untuk pejabat administrator dan pengawas, sifatnya fleksibel,”kata Abimanyu.

Untuk uji kompetensi kali ini, tambahnya, diprioritaskan untuk para pejabat eselon II yang usianya dibawah 59 tahun.  Jumlahnya 19 orang. “Pelaksanaan uji kompetensi kali ini, Pemkab Gresik menggandeng PT Binaman Utama Jakarta,”terang Abimanyu.

PT Binaman Utama, kata Abimanyu, adalah lembaga uji kompetensi yang telah sukses menguji para pejabat di kementerian dan beberapa lembaga negara.

“Hasil uji kompetensi assessment ini bisa dipakai pengisian jabatan.Sifatnya untuk merefresh dan mereview pada masing-masing pejabat,”kata Abimanyu sambil mencontohkan mutasi, rotasi, pengisian jabatan yang kosong. 

Siapa saja peserta uji kompetensi pejabat pimpinan tinggi pratama ini? Mereka adalah Abu Hasan ; Achmad Washil Miftahul Rahman ; Agustin Halomoan Sinaga ; Budi Raharjo dan Choirul Anam. Kemudian, Darmawan ; Eddy Hadisiswoyo ; Eko Anindito Putro dan Ida Lailatussa’diyah. 

Berikutnya, Khusaini, Malahatul Fardah, Mokh Najikh ; Nanang Setiawan ; Ninik Asrukin ; serta Nuri Mardiana. Selanjutnya, drg Syaifudin Ghozali ; Siti Jaiyaroh ; Sutaji Rudy dan Tarso Sagito. (yad)

Jalani Uji Kompetensi, 19 Pejabat Eselon II Nderedek Selengkapnya

Bupati Berharap Kadispendik Beri Kado Terindah untuk Guru Honorer

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bertemu dengan perwakilan guru honorer dalam saturahmi dan Sarasehan Pendidikan Forkom GTK – PTK non K-2 se-Kabupaten Gresik pada Selasa, 6 April 2021.
Bupati memberi target kepada Dinas Pendidikan Gresik agar guru honorer di Gresik menerima surat keputusan (SK) pada tahun ini.

Menurut Gus Yani-panggilan akrab- Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, pertemuan dengan tenaga pendidik non ASN ini tidak hanya sekadar sarasehan biasa. Gus Yani berharap pertemuan di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati  ini, menghasilkan manfaat khusus bagi guru honorer.

Pertemuan ini adalah bagian dari rembuk akur mendengar harapan dari para guru honorer selama ini kurang mendapat perhatian. Dikatakannya, mulai dari program PPPK, insentif guru dan surat keputusan (SK) yang bisa digunakan oleh guru untuk bisa mendapatkan sertifikasi. 

“Sebelum kepala dinas pendidikan pensiun, saya minta untuk dilakukan kajian hukum sehingga guru honorer bisa mendapatkan sertifikasi,”kata Gus Yani. “Mudah-mudahan ini bisa terlaksana karena kesejahteraan guru merupakan tanggungjawab kami berdua,”imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Kepala Dinas Pendidikan Gresik Mahin.

Gus Yani berharap kajian bisa cepat kelar sehingga bisa menjadi kado terindah bagi Kadispendik sebelum purna tugas. “Beri kado terindah untuk para guru honorer ini,”seloroh Gus Yani.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menambahkan, guru di sekolah negeri tidak bisa mendapat sertifikasi karena tidak pernah dapat SK dari Bupati.

“Selama ini tidak menyalahi aturan dan hukum yang berlaku, bupati siap menerbitkan SK bagi teman-teman yang menjadi honorer di sekolah negeri,”tegas Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah itu.

Guru honorer yang mendapat SK dari kepala daerah berhak mendapatkan tunjangan sertifikasi sebesar Rp 1,5 juta setiap bulan jika lolos program pendidikan dan pelatihan guru (PPG). Tunjangan sertifikasi ini bersumber dari APBN.

Ketua PGRI Gresik Arief Susanto mengakui pengabdian guru honorer tidak diragukan lagi. “Meskipun gaji dibawah rata-rata, tetap mengabdi,”terang Arief. (yad)

Bupati Berharap Kadispendik Beri Kado Terindah untuk Guru Honorer Selengkapnya