Selamatkan Anak PMI dari Generasi Tanpa Identitas, Bupati Gresik Teken MoU dengan KBRI Malaysia

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia pada Selasa, 14 Oktober 2025. MoU itu diteken oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Duta Besar (Dubes) RI untuk Malaysia Hermono di Kantor KBRI Kuala Lumpur.

Kesepakatan ini menjadi langkah nyata Pemkab Gresik untuk memastikan perlindungan hukum dan pemenuhan hak anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Gresik, terutama terkait identitas dan akses pendidikan. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menekankan bahwa inti dari MoU ini adalah memastikan anak-anak pekerja migran memiliki identitas hukum yang jelas.

“Anak-anak kita harus difasilitasi tentang asal usulnya. Jika salah satu orang tuanya warga Gresik, maka mereka berhak atas identitas yang lengkap. Tanpa dokumen, mereka akan menjadi stateless, tidak bisa sekolah, bahkan tidak mendapatkan jaminan kesehatan. Padahal pendidikan adalah jalan utama untuk meningkatkan kesejahteraan,” tegas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Menurutnya, tanpa identitas anak-anak tidak akan bisa mengenyam pendidikan, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi, sehingga cita-cita mereka bisa terhenti. “Kita ingin memastikan tidak ada anak yang kehilangan masa depannya hanya karena status administratif. Orang tua mereka adalah pahlawan devisa, maka sudah menjadi tanggung jawab kita memberi perhatian penuh kepada anak-anak tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, MoU ini sekaligus menandai komitmen Pemkab Gresik untuk menghadirkan kebijakan dan layanan publik yang melindungi anak pekerja migran. “Alhamdulillah MoU ini bisa terlaksana. Semoga menjadi awal kebaikan, bukan hanya untuk masyarakat Gresik, tapi juga dapat diperluas ke tingkat provinsi hingga nasional,” harap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa perlindungan anak pekerja migran bukan hanya soal administrasi kependudukan, melainkan juga strategi pembangunan sumber daya manusia jangka panjang. Dengan identitas yang sah, anak-anak dapat memperoleh layanan pendidikan dan kesehatan yang layak, sekaligus kesempatan untuk menggapai cita-cita mereka. 

“Kita sedang memastikan tidak ada satu pun anak Gresik yang tertinggal dari peradaban hanya karena masalah identitas,” jelas mantan Ketua DPRD Gresik itu. Ia menyebutkan bahwa inisiatif ini lahir dari kesadaran bahwa pemerintah daerah tidak bisa menutup mata terhadap persoalan globalisasi tenaga kerja. Banyak warga Gresik yang menjadi pekerja migran, dan pemerintah daerah memiliki kewajiban moral sekaligus amanat konstitusi untuk hadir melindungi hak dasar warganya.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono, menyambut baik langkah Pemkab Gresik yang disebutnya sebagai terobosan penting dari pemerintah daerah. Menurutnya, inisiatif seperti ini harus menjadi contoh bagi daerah lain karena banyak anak pekerja migran di Malaysia yang belum tersentuh akses pendidikan.

Ia mengungkapkan, kondisi anak-anak pekerja migran di Malaysia cukup beragam. Di wilayah Malaysia Timur (Sabah dan Serawak), kerja sama dengan pemerintah sudah terjalin sehingga memungkinkan hadirnya guru dan fasilitas pendidikan. Sementara di Semenanjung Malaysia, dukungan lebih banyak lahir dari masyarakat melalui sanggar belajar.

“Awalnya hanya ada tiga sanggar, sekarang sudah berkembang menjadi 78 sanggar belajar dengan lebih dari 2.600 murid. Itu semua hasil gotong royong masyarakat, CSR perusahaan, dan partisipasi perguruan tinggi,” jelas Hermono.

Hermono menegaskan bahwa kunci perlindungan pekerja migran memang berada di pemerintah daerah sebagaimana diamanatkan UU Nomor 18 Tahun 2017. Karena itu, langkah Pemkab Gresik disebutnya sebagai model yang harus diperluas. “Apa yang dilakukan Bupati Gresik (Fandi Akhmad Yani) adalah pionir. Kita tidak ingin ada satu generasi yang tersingkirkan hanya karena mereka adalah anak pekerja migran. MoU ini harus menjadi contoh agar lebih banyak kepala daerah peduli dan berkomitmen,” pungkasnya. (yad)

Selamatkan Anak PMI dari Generasi Tanpa Identitas, Bupati Gresik Teken MoU dengan KBRI Malaysia Selengkapnya

TKD Pemkab Gresik Berpotensi Dipangkas Rp 571 Miliar, Bupati Gresik Jamin Pelayanan Masyarakat Prioritas 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berpotensi kehilangan dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp 571 miliar pada 2026. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan komitmennya bahwa belanja yang berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Pemangkasan TKD yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN) dilakukan oleh pemerintah pusat kepada semua Kabupaten/Kota di Indonesia. Nah, wacana yang berkembang TKD ke Pemkab Gresik dipangkas sebesar Rp 571 miliar. 

Menanggapi hal tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan, komitmennya bahwa belanja yang berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

“Harapan kami, pemangkasan anggaran TKD itu bisa dievaluasi kembali. Meski demikian Pemerintah Kabupaten Gresik sudah ada persiapan, yakni merasionalisasi kembali belanja. Belanja yang berkaitan langsung dengan masyarakat itu menjadi poin utama,” ujar Gus Yani, sapaan, Fandi Akhmad Yani usai meresmikan Musala di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Gresik pada Rabu, 8 Oktober 2025.

Dikatakan, anggaran belanja Pemkab yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti infrastruktur dan kesehatan, akan tetap dikawal. “Infrastruktur akan kami evaluasi mana yang benar-benar bisa mengungkit ekonomi masyarakat. Begitu juga dengan target Universal Health Coverage (UHC) tetap kami kawal agar masyarakat bisa merasakan manfaat nyata,” tegas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Sebaliknya, belanja yang bersifat umum dan seremonial akan dievaluasi. Pemerataan infrastruktur tetap berjalan, namun lebih selektif berdasarkan manfaat yang dihasilkan. “Kami pastikan pembangunan yang memberikan dampak luas bagi masyarakat tidak akan terhenti.” jelasnya.

Selain itu, Pemkab Gresik juga memperkuat strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk menutup potensi kekurangan akibat pemangkasan. Optimalisasi pajak daerah, pengelolaan aset dan inovasi pelayanan publik disiapkan agar pembangunan dan pelayanan masyarakat terus berlanjut.

“Rasionalisasi bukan berarti memangkas hak masyarakat, tetapi memastikan setiap rupiah dipakai untuk program yang berdampak nyata bagi warga Gresik,” pungkas mantan Ketua DPRD Gresik itu. (yad)

TKD Pemkab Gresik Berpotensi Dipangkas Rp 571 Miliar, Bupati Gresik Jamin Pelayanan Masyarakat Prioritas  Selengkapnya

Pemkab Gresik Siapkan Rumah untuk Keluarga Naufal, Atlet Gimnastik Nasional yang Meninggal di Rusia

GRESIK,1minute.id – Jenazah Naufal Takdir Al Bari, atlet gimnastik nasional asal Gresik yang meninggal di Rusia dimakamkan Tempat Pemakaman Islam (TPI) Tlogopojok, Gresik pada Jumat, 3 Oktober 2025.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia Ita Juliati, Wakil Rektor IV Universitas Negeri Surabaya Dwi Cahyo Kartiko bersama ratusan warga turut mengantarkan ke tempat peristirahatan terakhir Naufal di Tempat Pemakaman Islam (TPI) Tlogopojok, Kelurahan Tlogopojok, Gresik sekitar 5 kilometer dari rumah duka.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, bahwa kepergian Naufal bukan sekadar kehilangan untuk Gresik, melainkan bagi Jawa Timur dan Indonesia. “Naufal punya cita-cita membahagiakan ibunya. Insya Allah Pemkab Gresik akan membantu mewujudkan cita-cita tersebut,” ujarnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyebut bahwa almarhum adalah kebanggaan daerah. “Dedikasinya mengharumkan nama bangsa sekaligus daerah. Atas nama pribadi, keluarga, dan seluruh masyarakat Gresik, kami ikut berduka cita. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan,” kata Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Sebagai bentuk perhatian, Pemkab Gresik bersama BPJS Ketenagakerjaan menyalurkan santunan bantuan sebesar Rp 268,4 juta kepada keluarga almarhum. Pemerintah daerah juga akan menyiapkan rumah keluarga Naufal agar kondisi tempat tinggal menjadi lebih layak dan terjamin.

“Pemkab Gresik hadir bukan hanya dalam suka, tetapi juga dalam duka. Rumah bagi keluarga Naufal akan kami siapkan sebagai bentuk penghormatan akan cita-cita Naufal,” ungkap mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

“Cita-cita Naufal akan kami teruskan melalui langkah nyata. Ke depan, kami ingin memastikan bahwa setiap atlet asal Gresik mendapat perlindungan dan dukungan yang baik,” pungkas Bupati Yani. Selain itu, Pemkab Gresik berkomitmen memperkuat pola pembinaan atlet di daerah. Pemerintah akan memastikan perlindungan kesehatan, jaminan sosial, dan dukungan pembinaan bagi para atlet.

Keluarga Naufal, diwakili oleh Ketua Umum PB Federasi Gimnastik Indonesia Ita Juliati, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah, lembaga, serta masyarakat yang telah memberikan doa, dukungan moral, dan bantuan.

“Kami sangat menghargai kepedulian dan dukungan ini. Naufal adalah harapan bangsa. Ia diproyeksikan untuk berlaga di Kejuaraan Dunia, SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. Semoga semangatnya tetap hidup dan memotivasi kita semua,” ujar Ita Juliati. (yad)

Pemkab Gresik Siapkan Rumah untuk Keluarga Naufal, Atlet Gimnastik Nasional yang Meninggal di Rusia Selengkapnya

Gubernur, Bupati dan Ratusan Warga Antarkan Jenazah Naufal, Atlet Gimnastik asal Gresik yang Meninggal di Rusia ke TPI Tlogopojok 

GRESIK,1minute.id – Suasana duka masih menyelimuti atlet gimnastik Indonesia. Naufal Takdir Al Bari, atlet gimnastik nasional asal Gresik ini meninggal di Rumah Sakit G. A. Zakharyin, Penza, Rusia pada Kamis, 25 September 2025, setelah menjalani perawatan intensif selama 12 hari akibat cedera dalam latihan pemusatan menjelang Kejuaraan Dunia Artistik 2025 dan SEA Games 2025.

Jenazah Naufal tiba di rumah duka di Jalan KH Kholil, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Jumat, 3 Oktober 2025. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia Ita Juliati, Wakil Rektor IV Universitas Negeri Surabaya Dwi Cahyo Kartiko bersama ratusan warga turut mengantarkan ke tempat peristirahatan terakhir Naufal di Tempat Pemakaman Islam (TPI) Tlogopojok, Kelurahan Tlogopojok, Gresik sekitar 5 kilometer dari rumah duka.

Wajah mereka berkaca-kaca seakan ikut merasakan duka yang mendalam yang dialami keluarga Naufal. Beberapa atlet gimnastik juga tidak bisa membendung air mata. Naufal, adalah atlet gimnastik nasional yang mengharumkan nama Gresik dan Jawa Timur bahkan Indonesia. 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, bahwa kepergian Naufal bukan sekadar kehilangan untuk Gresik, melainkan bagi Jawa Timur dan Indonesia. “Naufal punya cita-cita membahagiakan ibunya. Insya Allah Pemkab Gresik akan membantu mewujudkan cita-cita tersebut,” ujarnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyebut bahwa almarhum adalah kebanggaan daerah. “Dedikasinya mengharumkan nama bangsa sekaligus daerah. Atas nama pribadi, keluarga, dan seluruh masyarakat Gresik, kami ikut berduka cita. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan,” kata Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Sebagai bentuk perhatian, Pemkab Gresik bersama BPJS Ketenagakerjaan menyalurkan santunan bantuan sebesar Rp 268,4 juta kepada keluarga almarhum. Pemerintah daerah juga akan menyiapkan rumah keluarga Naufal agar kondisi tempat tinggal menjadi lebih layak dan terjamin.

“Pemkab Gresik hadir bukan hanya dalam suka, tetapi juga dalam duka. Rumah bagi keluarga Naufal akan kami siapkan sebagai bentuk penghormatan akan cita-cita Naufal,” ungkap mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

“Cita-cita Naufal akan kami teruskan melalui langkah nyata. Ke depan, kami ingin memastikan bahwa setiap atlet asal Gresik mendapat perlindungan dan dukungan yang baik,” pungkas Bupati Yani. Selain itu, Pemkab Gresik berkomitmen memperkuat pola pembinaan atlet di daerah. Pemerintah akan memastikan perlindungan kesehatan, jaminan sosial, dan dukungan pembinaan bagi para atlet.

Keluarga Naufal, diwakili oleh Ketua Umum PB Federasi Gimnastik Indonesia Ita Juliati, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah, lembaga, serta masyarakat yang telah memberikan doa, dukungan moral, dan bantuan.

“Kami sangat menghargai kepedulian dan dukungan ini. Naufal adalah harapan bangsa. Ia diproyeksikan untuk berlaga di Kejuaraan Dunia, SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. Semoga semangatnya tetap hidup dan memotivasi kita semua,” ujar Ita Juliati. (yad)

Gubernur, Bupati dan Ratusan Warga Antarkan Jenazah Naufal, Atlet Gimnastik asal Gresik yang Meninggal di Rusia ke TPI Tlogopojok  Selengkapnya

Bupati Gresik Minta Disnaker Gresik Kawal Serapan Tenaga Kerja Lokal di JIIPE

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bergerak cepat atas keluhan warga untuk bisa bekerja di kawasan Java Integrated Industrial and Port (JIIPE) di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. 

Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani memerintahkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik menjajagi sert memastikan peluang kerja bagi masyarakat, khususnya tenaga non-skill. Sebanyak 22 lowongan kerja non skill tersedia. Pihak perusahaan pun berkomitmen untuk merekrut tenaga kerja dari ring satu perusahaan.

Selain, Bupati Fandi Akhmad Yani yang menemui perwakilan warga di kantor Dinas Tenaga Kerja Gresik di Jalan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu mmenginstruksikan agar Disnaker tidak hanya memantau perusahaan di kawasan JIIPE, tetapi juga perusahaan lain di seluruh Kabupaten Gresik. Setiap perusahaan diminta melaporkan kebutuhan tenaga kerja, baik skill maupun non-skill, kepada Disnaker untuk kemudian disampaikan kepada masyarakat Gresik.

Kepala Disnaker Gresik Zainul Arifin menyampaikan, bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah kontraktor yang sedang dan akan beroperasi di kawasan JIIPE. Hasilnya, terdapat kebutuhan tenaga kerja baik skill maupun non-skill yang dapat segera diisi oleh warga Gresik. “Kami sudah lakukan koordinasi dengan pihak kontraktor di kawasan JIIPE. Dari hasil itu, ada beberapa kebutuhan tenaga kerja yang terbuka, baik untuk skill seperti operator maupun non-skill seperti helper. Kesempatan ini kami dorong agar benar-benar diprioritaskan untuk warga Gresik,” ujar Zainul Arifin. 

Untuk tenaga skill, ia melanjutkan, kebutuhan yang tersedia, antara lain operator wheel loader, foreman, operator forklift, dan operator crane. Sedangkan untuk tenaga non-skill, terdapat kebutuhan dari lima perusahaan konstruksi dengan total 22 lowongan. “Sejumlah perusahaan juga menyatakan komitmennya untuk menyerap tenaga kerja warga lokal,” ujar mantan Camat Manyar itu. 

Zainul menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata tindak lanjut pemerintah atas aspirasi masyarakat. “Ini bukti bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Sesuai arahan Pak Bupati (Fandi Akhmad Yani,Red), kami sudah turun langsung dan memastikan kebutuhan tenaga kerja tersedia untuk masyarakat Gresik,” ujarnya. 

Ia menambahkan, pihaknya  juga akan terus mendampingi proses perekrutan agar benar-benar transparan dan memberi peluang besar bagi warga lokal. “Kami akan kawal sampai tuntas. Harapan kami, warga Gresik bisa segera terserap di industri, baik untuk tenaga skill maupun non-skill,” tegasnya.

Dengan langkah ini, Pemkab Gresik berharap keluhan warga dapat segera terjawab dan semakin banyak masyarakat yang terserap di industri strategis tersebut. (yad)

Bupati Gresik Minta Disnaker Gresik Kawal Serapan Tenaga Kerja Lokal di JIIPE Selengkapnya

Buka Muscab Gerakan Pramuka Kwarcab Gresik, Bupati Gresik Ingatkan Transformasi Digital

GRESIK,1minute.id – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Gresik menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Rabu, 24 September 2025.

Muscab Gerakan Pramuka Kwarcab dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kwarcab Gresik ini dihadiri, antara lain, Wakil Majelis Pembimbing Cabang juga Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif dan  Waka Bina Muda Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Endang Sulistyowati, serta Forkopimda. 

Fandi Akhmad Yani menegaskan pentingnya peran strategis Gerakan Pramuka dalam membentuk karakter generasi muda. Tantangan kedepan bagi generasi Gen-Z, seperti derasnya arus informasi digital yang tidak terkendali. Pramuka dinilai harus hadir sebagai bagian dari solusi nyata di tengah masyarakat.

“Transformasi digital saat ini menyasar ke segala usia, disini pendidikan karakter dibutuhkan, Pramuka seperti busur panah yang harus bisa memberikan dampak buat mindset anak muda. Membangun sebuah daerah tidak hanya Infrastruktur saja tetapi juga membangun SDM, dan pembangunan karakter,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia menekankan pentingnya Pramuka dalam pembentukan karakter. Ia berharap kegiatan ini menghasilkan kepengurusan yang solid dan program kerja yang terarah. Ia pun mendorong pengurus Pramuka untuk sejalan dan mendukung pemerintah daerah dalam upaya pembangunan berkelanjutan. “Muscab kali ini dapat menghasilkan program-program yang inovatif dan kolaboratif. Termasuk menjalin kemitraan strategis dengan berbagai unsur, baik TNI, POLRI, sekolah, madrasah, organisasi kebudayaan, dunia usaha, dan lembaga pemerintah,” katanya. (yad)

Buka Muscab Gerakan Pramuka Kwarcab Gresik, Bupati Gresik Ingatkan Transformasi Digital Selengkapnya

Gedung Rawat Jalan & Diagnostik Terpadu RSUD Ibnu Sina Resmi Beroperasi, Bupati Gresik : Percepat  Layanan Kesehatan, Kurungi Waktu Tunggu Pasien

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meresmikan gedung Rawat Jalan dan Diagnostik Terpadu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina pada Senin, 22 September 2025. Masyarakat menyambut positif ikhtiar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam meningkatkan layanan kesehatan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, gedung rawat jalan dan diagnostik terpadu ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih modern, cepat, nyaman dan profesional. Sehingga masyarakat Gresik dapat merasakan manfaat langsung dari kemajuan di bidang kesehatan.

Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani melanjutkan, gedung baru ini diharapkan adanya peningkatan cakupan rawat jalan yang semakin profesional. Begitu juga dengan kualitas dan pelayanan, begitu juga SDM nya harus baik agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik.

“Gedung rawat jalan dan diagnostik terpadu ini bertujuan untuk mempercepat penanganan penyakit, mengurangi waktu tunggu pasien, dan meningkatkan efisiensi pelayanan medis,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu. 

Dikatakan, pembangunan gedung baru ini merupakan satu inovasi yang tidak mudah ditengah isu efisiensi secara nasional. Di mana tidak mudah dalam membangun infrastruktur baik jalan maupun kesehatan. Tapi kita lihat salah satu prioritas yang lebih utama dari masyarakat yaitu layanan kesehatan. 

Pihaknya, akan terus berupaya memberikan pelayanan yang maksimal di bidang kesehatan medis kepada masyarakat. Tidak hanya itu, Pemkab Gresik juga akan terus memperbaiki manajemen administrasi layanan kesehatan. “Kehadiran gedung rawat jalan dan diagnostik terpadu RSUD Ibnu Sina siap memberikan layanan kesehatan yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi bagi masyarakat Kabupaten Gresik, ” tandasnya didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. 

Di tempat sama, Direktur Utama (Dirut) RSUD Ibnu Sina Gresik dr. Soni, dalam laporannya menyampaikan, latar belakang pembangunan gedung baru ini mempercepat pelayanan kepada masyarakat, agar lebih mudah baik dan terjangkau. 

Selain itu, dr Soni menjlentrehkan dengan adanya gedung baru ini diharapkan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik, sesuai yang diharapkan. Ia juga berharap naiknya kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap layanan kesehatan di RSUD Ibnu Sina. 

“Pembangunan ini merupakan salah satu proyek strategis Pemkab Gresik, dibangun di lahan 1.200 meter persegi dengan anggaran Rp 64,8 milliar. Bangunan ini diwujudkan dalam 2 tahap dengan 7 lantai. Terdapat juga gedung perkantoran, pendidikan dan pelatihan, sebagai salah satu peningkatan SDM,” pungkasnya. Pada kesempatan itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani juga membagikan paket hampers kepada keluarga pasien. (yad)

Gedung Rawat Jalan & Diagnostik Terpadu RSUD Ibnu Sina Resmi Beroperasi, Bupati Gresik : Percepat  Layanan Kesehatan, Kurungi Waktu Tunggu Pasien Selengkapnya

Kafilah Gresik Sabet Juara Umum MTQ XXXI Jatim, Ungguli Sidoarjo dan Tuan Rumah Jember

GRESIK,1minute.id – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Jawa Timur resmi ditutup pada Sabtu malam, 19 September 2025. Kabupaten Gresik meraih juara umum. Kafilah Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik memperoleh 132 poin.

Poin itu mengungguli Kabupaten Sidoarjo (113 poin) dan tuan rumah Jember (97 poin). Dalam perhelatan yang diikuti 38 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur ini, Gresik tampil dengan kekuatan 85 orang yang terdiri dari 56 peserta utama, 12 pembina, 7 pendamping, dan 10 official. Mereka turun di berbagai cabang, mulai dari Tilawah, Hifzh, Tafsir, Fahm, Syarhil, Khath, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Capaian ini merupakan bukti nyata bahwa Kabupaten Gresik adalah gudang hafiz di Jawa Timur. “Alhamdulillah, kemenangan ini adalah buah dari kerja keras peserta, pembina, dan doa masyarakat Gresik. Juara umum ini bukan hanya soal piala, melainkan bukti bahwa Gresik tetap menjadi gudang kafilah Qur’ani di Jawa Timur,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani yang hadir di acara penutupan tersebut. 

Raihan juara umum tahun ini melanjutkan tradisi panjang Gresik dalam ajang MTQ Jawa Timur. Kali terakhir, kafilah Gresik merebut juara umum pada 2017. Sebelumnya, 2013 dan 2025.  Pada 2021, prestasi kafilah Gresik sempat turun ke posisi empat dan 2023 raih prestasi perseorangan. Setelah satu windu, Kabupaten Gresik sukses menjadi juara umum. 

Fandi Akhmad Yani menegaskan, prestasi ini akan menjadi dorongan bagi Pemkab Gresik untuk terus memperluas pembinaan Qur’ani sejak dini. “Kami ingin generasi muda Gresik tumbuh dengan cinta Al-Qur’an dan siap berprestasi tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga di tingkat nasional,” tegas suami Nurul Haromaini Ali ini. (yad)

Kafilah Gresik Sabet Juara Umum MTQ XXXI Jatim, Ungguli Sidoarjo dan Tuan Rumah Jember Selengkapnya

Pemkab Gresik Teken MoU dengan Ditjen Migas Kementerian ESDM Penyediaan dan Pendistribusian Jaringan Gas Rumah

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang penyediaan dan pendistribusian gas bumi melalui jaringan gas rumah tangga.

Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman disaksikan oleh Plt. Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Agung Kuswardono dan Sekjen Kementerian ESDM Dadan Kusdiana di Jakarta pada Kamis, 9 September 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, penandatanganan ini bertujuan untuk mendukung kelancaran penyediaan dan pendistribusian gas bumi demi menjamin ketahanan energi nasional serta mewujudkan energi berkeadilan.

“Dengan adanya kerja sama ini, pemerintah daerah berharap dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses gas bumi sebagai sumber energi yang lebih bersih dan efisien,” ucap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani didampingi 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Edi Hadisiswoyo, Kepala Bagian Pemerintahan Nurul Puspita Wardani, serta Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Gresik Dian Palupi Chrisdiani. 

Menurutnya, penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Gresik dengan menyediakan akses energi yang lebih bersih dan murah. Pemkab Gresik berkomitmen untuk mendukung program ini demi kesejahteraan masyarakat.

Ia melanjutkan, nota kesepahaman ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas penggunaan gas bumi di sektor rumah tangga, yang sejalan dengan program pemerintah dalam menyediakan energi yang lebih baik dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Dengan penandatanganan nota kesepahaman ini, saya berharap masyarakat Gresik dapat menikmati manfaat dari akses energi yang lebih bersih, murah, dan ramah lingkungan. Apalagi bagi UMKM yang bergerak di bidang kuliner, tentu dari sisi ekonomi lebih hemat dan bisa meningkatkan produksinya,” kata mantan Ketua DPRD Gresik ini. 

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman menyampaikan, bahwa MoU ini menjadi landasan penting untuk memperlancar proses pembangunan jaringan gas (jargas) di daerah. “Tujuan dilaksanakannya MoU hari ini adalah pertama, memastikan proses perizinan di daerah dapat dipermudah karena jaringan gas akan melewati jalan, rumah, dan fasilitas publik yang sudah ada,” ujar Laode Sulaeman.

Kedua, lanjutnya, MoU ini memperkuat koordinasi antara Ditjen Migas dengan pemerintah daerah agar proses implementasi tidak mengalami hambatan, termasuk saat jaringan ini nantinya akan dioperasikan oleh operator untuk melayani masyarakat. “Program pembangunan jargas ini adalah salah satu program prioritas Kementerian ESDM, dan akan terus dilanjutkan hingga mencapai target 1 juta sambungan rumah (SR) di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Ditjen Migas Laode Sulaeman juga menyampaikan apresiasi atas dukungan para gubernur, bupati, dan wali kota yang hadir. Ia menargetkan tahun ini pembangunan total 115.264 SR di 15 kabupaten/kota yakni Kabupaten Gresik, KaKabupaten Sidoarjo, Kabupaten Wajo, Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Oku Timur, dan Kabupaten Musi Banyuasin. Kemudian, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kendal, Kabupaten Batang, Kabupaten Demak, Kota Samarinda, Kota Bontang, serta Kota Jambi

“Mari kita bersama-sama mewujudkan pemanfaatan sumber daya gas bumi ini sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah,” tandasnya. (yad)

Pemkab Gresik Teken MoU dengan Ditjen Migas Kementerian ESDM Penyediaan dan Pendistribusian Jaringan Gas Rumah Selengkapnya

Pemkab Gresik Perpanjang Diskon 80 Persen Pajak BPHTB Waris dan Hibah

GRESIK,1minute.id – Kabar gembira bagi warga Kota Santri, sebutan lain,  Kabupaten Gresik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memperpanjang diskon 80 persen untuk BPHTB waris dan hibah dari orang tua. 

Perpanjangan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan itu berlaku sebulan, mulai hari ini, 18 September sampai 18 Oktober 2025. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang mengumumkan langsung perpanjangan diskon 80 persen BPHTB waris dan hibah dari orang tua pada Rabu malam, 17 September 2025.

Sebelumnya, diskon alias insentif pajak 80 persem diberikan oleh Pemkab Gresik pada HUT ke-80 Republik Indonesia. Insentif berupa penghapusan denda dan diskon 80 persen pajak bumi dan bangunan (PBB). Insentif yang sama juga diperuntukkan untuk BPHTB waris dan hibah berlaku mulai 17 Agustus sampai 17 September 2025.

Tingginya antusiasme serta kebutuhan masyarakat, Pemkab Gresik melalui Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) memperpanjang masa pengajuan agar semakin banyak warga yang dapat memanfaatkan kesempatan tersebut.

Kategori waris dan hibah dari orang tua ke anak:

NPOP ≤ Rp1 miliar : diskon 80%

Rp1 miliar–Rp2 miliar : diskon 25%

Lebih dari Rp2 miliar : diskon 15%

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan, bahwa kebijakan ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam meringankan beban masyarakat. “Perpanjangan insentif pajak ini bukan hanya memberikan keringanan biaya, tetapi juga menjadi stimulus bagi warga untuk terus bergerak dan memperkuat perekonomian keluarga maupun daerah. Kami ingin memastikan masyarakat lebih ringan dalam memenuhi kewajiban perpajakan, khususnya terkait proses perolehan hak atas tanah dan bangunan yang berasal dari warisan maupun hibah,” kata Fandi Akhmad Yani didampingi oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif usai  Kolaboraya 9th International Conference of Postgraduate School (ICPS) 2025 di halaman Kantor Bupati Gresik pada Rabu malam, 17  September 2025.

Konferensi internasional kolaborasi dengan Universitas Airlangga  Surabaya ini dihadiri ratusan mahasiswa master dan doktoral berbagai jurusan dari 17 negara.

Pemkab Gresik berharap langkah ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat pondasi ekonomi daerah. (yad)

Pemkab Gresik Perpanjang Diskon 80 Persen Pajak BPHTB Waris dan Hibah Selengkapnya