GRESIK,1minute.id – Pelayanan administrasi pertanahan kini semakin mudah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik telah melaunching aplikasi sistem informasi layanan online pajak terintegrasi (Silopinter). Aplikasi anyar dilaunching oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di AstonInn Gresik pada Senin, 1 Agustus 2022.
Aplikasi Silopinter ini menyandingkan dua aplikasi sebelumnya yakni biaya perolehan hak atas tanah dan atau bangunan (BPHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Sehingga, secara otomatis setelah pengurusan BPHTB, data SPPT PBB akan berubah menyesuaikan nama dalam pengajuan BPHTB. Pada akhirnya sertifikat dan SPPT PBB dapat sesuai dengan pemohonnya.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja sama dan partisipasi dari ikatan pejabat pembuat akta tanah (PPAT) Gresik yang telah memberikan sumbangsih terbaiknya untuk menghadirkan percepatan pembangunan menuju Gresik baru.
“Saya secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik menyampaikan terima kasih atas kerjasama dan sinergitas serta sumbangsih PPAT dan Pemerintah Kabupaten Gresik selama ini,”kata Gus Yani sapaan akrab Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dihadapan puluhan Notaris/ PPAT pada Senin, 1 Agustus 2022.
Melalui aplikasi Silopinter itu, imbuhnya, akan memberikan kemudahan bagi masyarakat pada umumnya dan PPAT pada khususnya. “Saya harap apilkasi ini segera disosialisasikan dan diterapkan dengan sungguh-sungguh demi percepatan dan kemudahan akses pelayanan pengurusan pajak daerah kepada masyarakat serta akselerasi pendapatan asli daerah Kabupaten Gresik,”harapnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Ribuan umat muslim memenuhi Jalan Veteran, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Minggu, 31 Juli 2022. Jalan nasional itu pun ditutup untuk semua kendaraan bermotor. Lautan manusia serba putih yang menuhi jalan nasional itu.
Ya, lautan manusia memakai busana serba putih ; baju.muslim, sarung dan kopyah. Untuk jemaah putri, memakai busana muslim dan jilbab warna putih. Ribuan jemaah itu untuk mengikuti Haul Akbar Gresik. Juga, memperingati Tahun Baru Islam, 1 Muharam 1444 Hijriah. Jemaah berasal dari berbagai Kabupaten/kota di Indonesia. Bahkan, ada jemaah dari manca negeri.
Tampak hadir diantara lautan manusia itu adalah Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua DPRD Gresik Moch Abdul Qodir serta Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis.
Fandi Akhmad Yani dalam kesempatan ini menyatakan rasa syukur dan terima kasih kepada jamaah yang sudah hadir untuk bersama-sama memanjatkan doa di Haul Akbar Gresik. Ada tiga yang bisa dipetik dari peringatan Haul Akbar ini. Pertama adalah meneladani suri teladan para pendahulu kita, berikutnya adalah tidak melupakan para kiai dan ulama dengan cara tidak alpa memanjatkan doa, dan terakhir adalah dengan berdoa bersama-sama maka Insya Allah akan ada berkah dunia dan akhirat.
“Inilah identitas kita sebagai Kota Santri, dari zaman dahulu hingga sekarang dan seterusnya. Semoga dalam majelis yang penuh berkah ini, kita juga mendapat keberkahan dari Allah SWT dan Kabupaten Gresik kita terhindar dari bencana serta menjadi kabupaten yang penuh berkah dan manfaat bagi kita semua,”kata Fandi Akhmad Yani. (yad)
GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menandatangi nota kesepakatan dengan Badan Perlindugan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Bali pada Kamis, 28 Juli 2022.
Nota kesepakatan dua institusi itu diteken oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dengan Ketua BP2MI Benny Rhamdani. Nota kesepakatan meliputi penyelenggaraan pendidikan, pelatihan dan keterampilan bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI). Sinergi para pihak dalam melaksanakan pelayanan penempatan dan pelindungan calon PMI dan PMI. Termasuk sosialisasi peluang kerja di negara tujuan penempatan.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, bahwa penandatanganan nota kesepakatan ini menjadi hal yang sangat penting, apalagi dalam hal memberikan perlindungan bagi PMI yang bekerja di luar negeri. Ia mengungkapkan pekerja migran Indonesia sudah sepantasnya mendapatkan perlindungan yang maksimal, sebagai pahlawan devisa.
Oleh karena itu, menurutnya negara harus hadir untuk memberikan garansi perlindungan kepada setiap calon pekerja migran Indonesia dan keluarganya. “Kami yakin jika kolaborasi ini diperkuat dilapangan, tidak hanya pusat yang bertanggung jawab soal penempatan PMI, tapi juga daerah. Maka kecil kemungkinan terhadap upaya penempatan ilegal yang dilakukan sindikat,”ujarnya.
Sementara itu, Ketua BP2MI Benny Rhamdani menyampaikan, kerja sama yang dilakukan dengan Pemda ini menjadi awal yang baik. “Sebab kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam hal tata kelola penempatan pelindungan yang kita inginkan lebih baik lagi,”kata Benny.
Seperti diberitakan Nur Hayati alias Sainiyah sebagai tenaga Migran Indonesia (PMI) menjadi potret buram bagi pahlawan devisa. Perempuan 45 tahun asal Desa Desa Gelam, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik itu harus mendekam 6 bulan di penjara sebelum akhirnya di deportasi ke Indonesia.
Sainiyah, PMI di Negeri Mahatir Muhammad itu selama puluhan tahun. Ia diduga pekerja gelap. Ketika terjaring operasi kepolisian Diraja Malaysia tidak bisa menunjukkan dokumen. Pemkab Gresik bersinergi dengan Kementerian Tenagakerjaan akhirnya bisa mengembalikan Sainiyah kepada keluarganya pada Senin, 18 Juli 2022 lalu. (yad)
GRESIK,1minute.id – Sarung Wedani menjadi magnet pengunjung dalam Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2022 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan. AEO adalah ajang pameran produk unggulan se-Indonesia. Pameran yang digelar oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dibuka oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pada Rabu, 20 Juli 2022.
Motif kain dari Desa Wedani, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur yang apik dan telah di ekspor ke mancanegara itu menjadi daya tarik pengunjung pameran yang bakal berlangsung sampai Jumat, 22 Juli 2022. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nurul Haromaini serta Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindag (Diskoperindag) Gresik Malahatul Wardah, diantaranya yang memakai busana berbahan kain sarung Wedani. Mereka terlihat elok. Anggun.
Selain Mendagri Tito Karnavian, AOE 2022 juga dihadiri oleh Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), sejumlah Duta Besar dan perwakilan negara sahabat, di antaranya Nigeria, Turki, Rusia, Iran, dan Chile. Serta, Bupati se-Indonesia, diantaranya Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Ketua Umum Apkasi Sutan Riska Tuanku Kerajaan mengatakan, Apkasi memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga dan mendorong agar momentum pemulihan perekonomian nasional untuk terus membaik pasca pendemi coronavirus disease 2019 (Covid-19). “Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2022, salah satu strategi dalam rangka upaya pemulihan ekonomi daerah yang diharapkan berdampak pada pemulihan ekonomi nasional,”ujar Sutan Riska yang juga Bupati Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) itu.
Dalam AOE 2022, semua peserta memamerkan produk dan komoditas unggulan dari Kabupaten masing-masing. Kabupaten Gresik memamerkan Sarung Wedani, diantaranya.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Pemkab Gresik sangat mendukung dengan diadakannya event ini. Menurutnya, melalui event ini, Kabupaten Gresik dapat memperkenalkan produk unggulan di level nasional. “Melalui event ini, kita kenalkan bahwa Kabupaten Gresik memiliki berbagai macam produk unggulan dan juga komoditas unggulan, maka kita kenalkan di AOE kali ini. Dan kita kenalkan juga bahwa Gresik sebagai kota industri sebagai salah satu kabupaten penopang ekonomi di Jawa Timur,”ujarnya.
Selain itu, kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, melalui AOE ini Pemkab Gresik semakin optimis dan terus mendorong agar UMKM berani tampil dan berani ekspor. “Targetnya mendorong potensi daerah. Kita bawa produk unggulan untuk kita kenalkan. Disamping itu juga ada langkah konkrit, yakni kita turun kebawah memberikan pendampingan terhadap UMKM,” katanya.
“Kita dampingi urus izinnya, kita dampingi kekuatan modal dengan menggandeng bank lokal atau bank daerah melalui kredit lunak mikro, juga kita dampingi masuk e-Katalog. Maka buat masyarakat Gresik jangan takut untuk berusaha. Karena pemerintah sudah memberikan kemudahan dari sisi perizinan hingga permodalannya,”katanya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Tangis Nur Hayati alias Sainiyah pecah. Tangis haru perempuan 45 tahun itu setelah bertemu dengan keluarga di kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik pada Senin malam, 18 Juli 2022.
Sainiyah, Pekerjaan Migran Indonesia (PMI) di Malaysia ini asal Desa Gelam, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Ia sempat di penjara selama 6 bulan karena tidak memiliki dokumen. Disnaker Gresik bersinergi dengan Kementerian Tenagakerjaan (Kemenajer) Indonesia menjemput Sainiyah di RS Darurat Wisma Atlet di Jakarta Utara.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Kadisnaker Gresik Andhi Hendro Wijaya menyerahkan Sainiyah kepada keluarganya. “Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi pada pekerja dari Gresik,”ujar Bupati Fandi Akhmad Yani. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani mengapresiasi kinerja Disnaker Gresik bersinergi dengan Kementerian Tenagakerjaan untuk memulangkan Sainiyah. Sebab, memberikan perlindungan kepada Tenaga kerja menjadi tanggung jawab pemerintah.
Sainiyah adalah potret buram PMI. Sainiyah sudah bekerja selama 20 tahun di negeri jiran, Malaysia. Ia bekerja sebagai cleaning service di Jalan Duta, Kuala Lumpur, Malaysia. Akhir Desember 2021, Sainiyah sedang menunggu bus ditangkap oleh aparat kepolisian Diraja Malaysia. Karena tidak memiliki dokumen, Sainiyah kemudian di penjara.
Sejak Desember 2021 itu, Sainiyah tidak bisa berkomunikasi dengan pihak keluarga di Desa Gelam, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Setelah menjalani penahanan selama 6 bulan Sainiyah kemudian di deportasi ke Indonesia. Kondisi Sainiyah sakit. Ia pun kemudian dirawat di RS Atlet di Jakarta Utara.
Kementerian Ketenagakerjaan mengidentifikasi Sainiyah berasal Kabupaten Gresik. Kadisnaker Gresik Andhy Hendro Wijaya kemudian menjemput Sainiyah ke Jakarta. Sainiyah tiba di kantor Dinas Tenaga Kerja Gresik pada Senin, 18 Juli 2022 sekitar pukul 18.00 WIB. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama keluarga Sainiyah sudah menunggu di kantor Disnaker berada di Jalan Permata, Kompleks Perumahan Bunder Asri, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas.
Dalam Kementerian Ketenagakerjaan, pada 2005, Sainiyah pernah di deportasi dari Malaysia. Namun, tiga tahun kemudian atau 2008 Sainiyah kembali nekat berangkat ke Malaysia tanpa dokumen. (yad)
GRESIK,1minute.id – Revitalisasi Kampung Pecinan berlanjut. Pasca revitalisasi infrastruktur jalan Kampung dan eksterior lampu penerangan jalan berornamen khas warga Tionghoa.
Kini, revitalisasi menyasar bangunan rumah milik warga di kawasan heritage di Jalan Setiabudi, Desa Pulopancikan, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu. Bangunan rumah warga Kampung Pecinan itu bakal dilakukan pengecetan. Untuk Mempercantik kawasan itu, Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCK-PKP) Gresik menggandeng pabrik cat Nippon Paint.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala DCK-PKP Gresik Ida Lailatussa’diyah dan Asisten General Manager Nippon Paint Wirya Atmaja mengawali melakukan pekerjaan pengecatan di kawasan heritage di Gresik Kota Lama (GKL) itu. Rumah yang menjadi kali pertama dilakukan milik Mustafa.
Kampung Pecinan, salah satu kawasan heritage di Gresik Kota Lama (GKL). Kawasan ini memiliki bangunan ikonik yakni Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) atau Klenteng Kiem Hien Kiong yang diklaim berdiri sejak 1 Agustus 1153 atau 869 tahun lalu itu. Kawasan ini juga dikenal multietnis yakni Arab, Tionghoa dan Melayu (warga pribumi). Mereka hidup rukun.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, revitalisasi tujuh kawasan di Gresik Kota Lama dibiayai oleh pemerintah pusat, dan pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. APBN 2022 mengalokasikan anggaran Rp 47 miliar. “Anggaran APBD untuk Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) untuk jalan lingkungan, ornamen lampu,”katanya didampingi Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Kadis CK-PKP Gresik Ida Lailatussa’diyah.
BANTUAN : (ki-ka) Asisten GM Nippon Paint Wirya Atmaja, Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman menyaksikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyerahkan bantuan cat kepada warga di Kampung Pecinan pada Senin, 11 Juli 2022 (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Revitalisasi di Kota Bandar Gresik ini, adalah salah satu program Nawa Karsa, Gresik Lestari. Kota Bandar Gresik ini karena di kawasan ini terdapat 4 peradaban yakni kolonial, Arab, China dan Melayu. “Mudah-mudaha kawasan heritage kedepan semakin baik. Sehingga menjadi identitas Kota Gresik,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani.
Revitalisasi Kotaku ini melibatkan masyarakat. Tujuannya, mengajak masyarakat untuk ikut merawat lingkungan serta menggandeng Nippon Paint. Bentuk CSR, Nippon Paint memiliki komitmen, kepedulian terhadap lingkungan.
“(Rumah warga) di cat. Saya hakul yakin akan bertambah bagus, dan akan menambah daya tarik wisatawan. Mudah-mudahan bisa menjadi kebangkitan ekonomi kreatif, UMKM bisa tumbuh di lingkungan ini,”tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. Program Kotaku di kawasan GKL bakal berlanjut untuk tahun depan. “Tahun ini selesai dianggaran Rp 47 miliar, tahun depan ada tambahan anggaran dari pusat Rp 22 miliar dan APBD. sehingga desa di sekitar bisa ikut berkontribusi melakukan pembenahan disebuah kawasan heritage,”harapnya.
Asisten GM Nippon Paint Wirya Atmaja menambahkan, pihaknya sangat senang dilibatkan acara seperti ini (revitalisasi kawasan heritage). Kita akan support kampung lain. Termasuk heritage,”tegas Wirya Atmaja. Untuk pengecatan rumah warga di kawasan Pecinan ini, pihaknya telah menyediakan cat kualitas premium. “Cat ini minimal bisa bertahan sampai 5 tahun. Warna cat tidak akan memudar,”lanjutnya. Untuk mendapatkan hasil berkualitas itu, lanjut Wirya Atmaja, pihaknya akan melakukan pendampingan dalam proses pengecetan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahandan Kawasan Permukiman Gresik Ida Lailatussa’diyah mengatakan, pihaknya telah membentuk satuan tugas (satgas) pengecatan rumah warga. “Mereka bakal dibekali pelatihan hingga proses pelaksanaan pengecatan,”katanya. “Suatu kawasan akan bertambah cantik bila rumah warga juga cantik,”tambahnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik bakal semakin diawasi masyarakat. Pelayanan harus semakin baik. Sebab, Pemkab Gresik telah menandatangani komitmen dan penerapan replikasi inovasi pelayanan publik Survei Kepuasan Masyarakat Elektronik Jawa Timur (SuKMa-e Jatim) pada Senin, 11 Juli 2022.
Penandatanganan komitmen replikasi dan penerapan inovasi pelayanan publik SuKMa-e tersebut dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Biro Organisasi Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur Ramliyanto disaksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftahul Rahman di ruang rapat Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas Gresik.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Inovasi SuKMa-e Jatim merupakan sebuah Aplikasi guna memudahkan dalam mengukur tingkat kepuasan terhadap pelayanan publik di suatu Pemerintah Daerah. “Dengan aplikasi ini diharapkan masyarakat lebih mudah menyampaikan penilaiannya saran dan kritik,” ujar Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya
“Semakin canggihnya teknologi di era milenial saat ini menuntut kita untuk mampu mengikuti permintaan masyarakat yang cepat, efektif dan efisien dalam hal pelayanan publik,”tambahnya.
Dengan memanfaatkan penerapan Aplikasi SuKMa-e Jatim ini, seluruh unit pelayanan publik di perangkat daerah se-Kabupaten Gresik dapat dinilai oleh masyarakat secara langsung. “Saran dan masukan dari masyarakat tersebut menjadi bahan evaluasi kita sebagai pemberi pelayanan,”ungkapnya.
“Dengan adanya penerapan Aplikasi SuKMa-e Jati di Pemerintah Kabupaten Gresik merupakan salah satu bentuk komitmen kami dalam rangka upaya peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat,”imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu.
Bupati berharap melalui Aplikasi SuKMa-e Jatim mampu memberikan layanan yang cepat, efisien dan efektif yang diinginkan masyarakat saat ini. Sehingga kualitas pelayanan publik di Kabupaten Gresik semakin meningkat seiring meningkatnya nilai atau indeks kepuasan masyarakat,”tuturnya.
SURVEI KEPUASAN: Indeks kepuasan masyarakat dalam survei melalui sukma-e . (FOTO: Skrenshot/1minute.id)
Sebelumnya Biro Organisasi Pemprov Jatim Ramliyanto mengatakan, sebuah aplikasi sederhana namun mempunyai kelebihan dimana aplikasi berbasis IT tersebut mengetahui indeks kepuasan masyarakat sehingga langkah-langkah peningkatan kualitas pelayanan publik dapat ditingkatkan mengikuti kecepatan tuntutan aspirasi masyarakat.
“Aplikasi ini mudah dilakukan, ketika masyarakat dibutuhkan responnya dalam pelayanan publik untuk mengukur nilai kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik pemerintah daerah secara praktis,”katanya. “Selain praktis dan mudah, hasil yang didapat juga akuntabel dan laporannya bisa real time,”tambahnya.
Bagaimana cara masyarakat memberikan penilaian tingkat kepuasan pelayanan kepada masyarakat. Dalam pengamatan 1minute.id masyarakat harus login terlebih dulu di sukma.jatimprov.go.id. Setelah itu, memilih Kabupaten/kota. Berikutnya, pilih dinas/instalasi. Selanjutnya, pilih UPT/bagian. (yad)
GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menghimbau warga Gresik membeli hewan kurban dari para peternak yang ada di dalam Kabupaten Gresik. Pasalnya, Kabupaten Gresik masuk kategori wabah PMK dilarang untuk memasukkan dan mengeluarkan ternak.
Hal itu ditegaskan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat menggelar rapat koordinasi (Rakor) Forkopimda Persiapan Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1443 H ditengah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Hall Parkir Selatan Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 6 Juli 2022.
Rakor yang dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) Juru Sembelih Halal (Juleha) serta Panduan Ibadah kurban dalam kondisi Wabah PMK ini diikuti para kepala desa se-Kabupaten Gresik.
“Harapan Kami supaya masyarakat Kabupaten Gresik yang ingin berkurban untuk membeli hewan dari peternak di Gresik,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani. Terkait mekanisme penyembelihan hewan kurban, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani-meminta pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk mensosialisasikan kepada lembaga pendidikan, pengurus masjid maupun musala.
“Rumah potong hewan di Gresik juga terbatas untuk itu tidak memungkinkan pemotongan hewan disaat Idul Adha dilakukan jadi satu ditempat tersebut, maka tugas DMI nanti mensosialisasikan kepada lembaga pendidikan, Masjid ataupun Musala untuk menjaga kedisiplinan dan kebersihan dari proses hingga pelaksanaan untuk mengantisipasi penyebaran PMK,”ujarnya.
Menurut Gus Yani, ketersediaan daging di pasar berkurang dan mahal terkait adanya penyakit PMK pada hewan ternak yang menjadi kekhawatiran di tengah masyarakat. “Kasus PMK harus dihentikan dan bisa berhenti jika pemberian vaksinasi sudah tersebar secara masif,”tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu.
Kabupaten Gresik mendapat alokasi sebanyak 30 botol atau sama dengan 3.000 dosis. Sementara vaksin PMK ini disuntikkan pada ternak sapi dalam kondisi sehat saja, baik sapi perah maupun sapi potong. Ternak yang sudah di vaksin tidak untuk segera dipotong atau dijual.
“Karena pelaksanaan vaksin adalah 3 kali. Vaksin kedua akan disuntikkan pada 4 minggu setelah vaksin pertama dan vaksin ketiga atau boosternya pada 6 bulan berikutnya,”sambungnya.
Kendalanya, imbuhnya, keterbatasan tim penyuntikan vaksinasi untuk itu Pemkab Gresik menggandeng Ikatan Alumni (IKA) Universitas Airlangga agar segera bisa menambah SDM untuk ikut membantu memberikan vaksinasi secara masif di Kabupaten Gresik.
“Mohon kerjasama untuk mengoptimalkan pemanfaatan vaksin tersebut dan Semoga pelaksanaan vaksinasi dapat berjalan lancar dan aman, sehingga kejadian penyakit mulut dan kuku dapat semakin berkurang dan kita bisa menuju kembali menjadi Negara yang bebas PMK,”harapnya.
Sementara Prof. Suprapto Ma’at dari Pusat Veternasi Farma (Pusvetma) memberikan paparan terkait bagaimana cara meningkatkan imunitas pada hewan ternak yang sehat ataupun terpapar PMK. Prof Suprapto memberikan tutorial cara membuat ramuan untuk hewan ternak dari bahan alami Daun meniran melalui pemutaran video pendek.
Sedangkan, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Gresik Zainal Abidin, pihaknya juga melaksanakan kerjasama penelitian dan survei secara acak. “Dari 240 masjid Alhamdulillah 84 persen masjid membeli hewan kurban dari daerah sendiri,”ungkap Zainal. (yad)
GRESIK,1minute.id – Kabupaten Gresik menjadi pilot project nasional “Gresik Kabupaten Lengkap 2022”. Proyek nasional dari Kementerian Agraria Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Menandai awal proyek percontohan itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Direktur Survei dan Pemetaan Tematik Kementerian ATR/BPN Yuli Mardiyono, Kabag TU Kakanwil BPN Provinsi Jawa Timur Ribut Hari Cahyono dan Kepala Kantor Pertanahan Gresik Asep Heri membuka rapat koordinasi (rakor) Pembuatan Peta Tematik Pertanahan dan Ruang (PTPR) di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 5 Juli 2022.
Ada empat kecamatan yakni Gresik, Kebomas, Kedamean dan Wringinanom yang menjadi proyek percontohan nasional itu. Sebanyak 153 ribu bidang tersebar di 72 Desa/Kelurahan.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Gresik Kabupaten Lengkap 2022, salah satu upaya dalam percepatan mewujudkan reformasi agraria.”Hal ini patut kita apresiasi karena merupakan suatu bentuk loncatan, bahwasanya terkait legalitas administrasi tanah itu kita rasakan dulunya itu sangat susah,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani.
Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani mengapresiasi langkah yang sudah dilakukan oleh ATR/BPN Gresik. “Sangat luar biasa, kita rasakan sendiri sekarang. Mudah-mudahan dengan beberapa langkah ini, kita bersama-sama, sinergitas dibangun, kolaborasi dilakukan, dengan satu tujuan yakni mempercepat dan mempermudah. Serta mitigasi agar jangan sampai kita meninggalkan sengketa tanah pada anak cucu kita di kemudian hari,”ujarnya.
Penetapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai indikator Gresik diyakini akan tumbuh berkembang. Maka potensi kerawanan terkait sengketa lahan harus kita cegah lewat mitigasi. Mitigasi tersebut, imbuhnya, diawali dengan perbaikan kualitas data pertanahan. Berikutnya dilakukan PTPR dan langkah terakhir adalah Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang sedang dilakukan.
Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Gresik Asep Heri menambahkan alokasi pilot project nasional pembuatan PTPR kali ini berpusat di 4 kecamatan dengan 72 desa/kelurahan didalamnya dengan total 153 ribu bidang.
“Dimulai pada 2019, kita mulai dengan gerakan bersama pemasangan tanda batas serentak. Selanjutnya, diperlukan PTPR karena ada 176 ribu bidang tanah yang belum diukur dan 151 ribu bidang tanah yang belum di sertifikat yang tersebar di 18 kecamatan dan 356 desa/kelurahan,”kata Asep Heri.
“Atas dasar itu semua, kita mencoba sisi lain selain pelaksanaan PTSL, kita coba melalui PTPR. Salah satunya tujuannya adalah untuk pemetaan sebagai pelengkap PTSL, lokasi PTPR akan kita dorong peningkatan kualitas data di bidang pertanahan, selain itu lewat pembuatan PTPR kita juga ingin memotret potensi-potensi sengketa dan permasalahan terkait pertanahaan,”sambung Asep Heri.
Selepas pembukaan kegiatan dilanjutkan penyampaian materi oleh narasumber dari Kementerian ATR/BPN dan Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCK-PKP) Gresik Ida Lailatussa’diyah, dan bimbingan teknik (Bintek) terkait PTPR kepada perwakilan desa dari 4 kecamatan. (yad)
GRESIK,1minute.id – Penantian panjang ribuan warga Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik mendapatkan air bersih akhirnya bisa menjadi kenyataan. Penantian selama 30 tahun. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggaratiskan pemasangan sambungan rumah tangga. Tahun ini, air bersih dari Perusahaan Daerah (Perumda) Giri Tirta mancur.
Masyarakat Desa Kedanyang menyambut suka cita. Mereka menggelar doa bersama di Balai Desa setempat pada Senin sore, 4 Juli 2022. Doa bersama itu menandai dimulainya sosialisasi pembangunan jaringan perpipaan air bersih dan sambungan rumah gratis itu dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. “Apa yang dilakukan hari ini (Senin) merupakan suatu bentuk komitmen dari pemerintah Kabupaten Gresik kepada masyarakat,”ujarnya.
Sosialisaso pembangunan jaringan perpipaan air bersih dan sambungan rumah gratis di Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala Dinas Cipta Karya dan Kawasan Permukiman (DCK-PKP) Gresik Ida Lailatussa’diyah serta Direktur Utama Perumda Giri Tirta Gresik Kurnia Suryandi.
Pembangunan jaringan perpipaan air bersih dengan total panjang 25,90 kilometer serta 4 ribu sambungan rumah gratis dibiayai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK). Biaya pemasangan sambungan rumah tangga normal Rp 1,7 juta gratis. Untuk warga Desa Kedanyang sebanyak 3.500 sambungan rumah tangga. Sisanya, 500 sambungan rumah untuk masyarakat lainnya. Air bersih berasal dari sumber air Umbulan.
“Mudah-mudahan dengan pemerintah daerah yang menunjuk Perumda Giri Tirta selaku badan usaha milik daerah penyedia air bersih, tahun ini air bisa mancur di Desa Kedanyang, jadi apa yang diharapkan masyarakat Desa Kedanyang bisa benar-benar terealisasi,”ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani.
Fandi Akhmad Yani melanjutkan, air bersih nantinya bersumber dari Umbulan, Pasuruan yang memiliki kualitas baik. “Air yang bisa dinikmati masyarakat Kedanyang nantinya merupakan air dengan kualitas air minum, sehingga bisa langsung di minum,”imbuhnya.
Kepala Desa Kedanyang Ahmad Mustofa tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Ia pun mengucapkan matur nuwun karena harapan, mimpi warga menikmati air bersih dari Giri Tirta Gresik teralisasi. “Hari ini saya turut merasa bersyukur sekali, karena setelah 30 tahun lamanya kita setiap hari khususnya di musim kemarau menanggung pengeluaran yang lebih dalam hal air bersih. Serapan air berkurang dan sumur-sumur mulai kering, jadi pembangunan jaringan perpipaan air bersih ini sangat kita perlukan,”terang Mustofa.
Sebagai pendukung ketersediaan air bersih, disamping pemasangan pembangunan jaringan perpipaan air bersih dan sambungan rumah gratis yang dimulai hari ini, Pemkab Gresik juga mempersiapkan pembangunan reservoir Bunder. Reservoir ini akan menyuplai kebutuhan air bersih masyarakat Gresik utamanya di Kecamatan Kebomas dan Kecamatan Duduksampeyan. (yad)