GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengingatkan kepada kepala sekolah untuk menggelola bosda dengan baik sehingga menjadi keberkahan dengan mengedepankan keterukuran dan keadilan.
“Untuk Bosda, Saya berharap pengelolaannya dilakukan sebaik mungkin sehingga membawa keberkahan bagi kita semua. Saya menitip pesan agar pengelolaannya juga mengedepankan keterukuran dan keadilan,” tutur Bupati Fandi Ahmad Yani saat menghadiri Halal bihalal dengan ratusan guru dan kepala se-wilayah kerja (wilker) III pada Selasa, 30 April 2024.
Untuk diketahui Bantuan Operasional Sekolah Daerah alias BOSDA dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Pemkab Gresik telah dikucurkan kepada 686 lembaga pendidikan swasta, baik tingkat dasar dan menengah. Pencairan BOSDA kepada lembaga pendidikan swasta di Gresik ini dilakukan sebelum cuti bersama libur lebaran.
Selain Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, halal bihalal se-wilker III meliputi Kecamatan Driyorejo, Menganti, Kedamean, dan Wringinanom ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto serta Forkopimcam Menganti ini menyinggung tentang sekolah ramah anak.
Orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu juga menyinggung tentang berbagai kasus perundungan dalam dunia pendidikan. Menurutnya, hal tersebut bisa di minimalisir dengan menjadikan lingkungan sekolah menjadi lingkungan yang ramah anak.
“Kita upayakan diri kita menjadi sosok idola bagi anak-anak, dengan begitu semoga pendidikan di Kabupaten Gresik menjadi lebih maju, zero bullying, dan mencetak generasi berakhlakul karimah,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Halal Bihalal wilayah kerja III Gresik Selatan Wonaji mengungkapkan acara ini dihadiri ratusan tenaga pendidik dari wilayah kerja III. Mereka terdiri dari tenaga pendidik tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Gresik Selatan (Driyorejo, Menganti, Kedamean, dan Wringinanom).
“Acara ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antar guru dan pihak terkait di bidang pendidikan di wilayah kerja III, serta bersama-sama memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” terangnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Hore….! Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik telah mencairkan insentif guru PAUD dan TK. Mereka pun bisa tersenyum karena pencairan menjelang Idul Fitri 1445 hijriah dirapel tiga bulan, yakni Januari-Maret 2024.
“Jumat (5 April 2024), insentif untuk guru PAUD dan TK sudah kami cairkan,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto dan Kepala Bagian Prokopim Gresik Imam Basuki di Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 5 April 2024.
Pihaknya berharap pencairan insentif ini bisa memberikan manfaat kepada para guru. “Semoga bermanfaat. Apalagi ini menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ungkap Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik S.Hariyanto mengatakan total ada 3.206 guru PAUD dan TK yang mendapatkan insentif.
“Nilainya Rp 200 ribu per bulan. Dan kami cairkan tiga bulan untuk Januari hingga Maret,” ungkapnya melalui Sekretaris Dispendik Gresik Herawan Eka Kusuma.
Total anggaran yang disiapkan untuk mencairkan insentif guru PAUD dan TK ini sekitar Rp 1.923.600.000. “Jadi setiap guru PAUD dan TK langsung menerima Rp 600 ribu untuk tiga bulan,” pungkas Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik S.Hariyanto.
Pencairan insentif triwulan ini, adalah kebijakan baru. Sebelumnya, pencairan dilakukan setiap semester alias 6 bulan sekali. Ia menambahkan, secara berkala anggaran insentif guru PAUD dan TK akan dicairkan dengan melihat kondisi keuangan daerah.
“Kami terus berupaya. Semoga bisa cair secara berkala untuk membantu para guru PAUD dan TK,” imbuh Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik S.Hariyanto. (yad)
GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik selangkah lebih maju. Sekolah berada di Jalan KH Kholil Gresik itu melaunching aplikasi JADIGURU alias Jurnal Digital Guru pada Senin, 18 Maret 2024.
Launching JADIGURU ini dilakukan secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto. Launching bersamaan dengan Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) Gresik. Pembacaan Deklarasi sekolah ramah anak oleh Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan perwakilan orangtua, komite, dan tokoh masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto mengungkapkan apresiasi inovasi yang dilakukan Spenda Gresik. “Terimakasih UPT SMP Negeri 2 Gresik atas prestasi dan inovasinya dalam membangun eksistensi mutu pendidikan di Kabupaten Gresik,” ungkap S.Hariyanto dalam sambutannya.
Menurut Mohammad Salim, jurnal ini pengganti jurnal mengajar manual. Sistem kerjanya yaitu guru sebelum masuk kelas melakukan scan barcode yang ditempel di pintu masuk tiap kelas dan mengisi isian meliputi materi ( CP), jumlah siswa yang hadir dan izin. “Aplikasi JADIGURU ini pertama di Gresik. Dan kita yang desain aplikasi ini. Inovasi Spenda,” kata Mohammad Salim pada Senin, 18 Maret 2024.
Aplikasi JADIGURU ini, semua aktivitas mengajar guru akan terekap otomatis di server kepala sekolah. “Manfaat lain guru tidak lagi terjadi kehilangan buku jurnal mengajar karena kesingsal dan sekaligus untuk upload atau mengungah rekap laporan di PMM kepala sekolah,” terang Salim.
Lebih lanjut Salim mengatakan jurnal mengajar digital ini memfasilitasi agar guru hadir tepat waktu di kelas untuk mengurangi risiko jam kosong dan mempermudah guru cetak rekapitulasi mengajar bulanan untuk di uploud di platform merdeka mengajar.
DEKLARASI SRA & LAUNCHING JADIGURU: Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik membacakan naskah Deklarasi Sekolah Ramah Anak disaksikan oleh Kepala Dispendik Gresik S.Hariyanto, Kabid Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama pada Dispendik Gresik A.Syifaul Qulub dan guru di Spenda Gresik pada Senin, 18 Maret 2024 ( Foto: Spenda Gresik untuk 1minute.id)
Sementara itu, Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) di Spenda Gresik mendapatkan apresiasi dari semua stakeholder. Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama pada Dispendik Gresik A.Syifaul Qulub mengharapkan virus positif yang dilakukan oleh Spenda Gresik bisa menebar ke lembaga pendidikan lainnya di Kabupaten Gresik. “Sekolah Ramah Anak ini memberikan motivasi kepada sekolah untuk terus berbenah sehingga sekolah ramah anak ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata A.Syifaul Qulub.
Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik Titik Ernawati menambahkan bahwa Spenda ini sudah mendunia. “Di medsos beliau juga termasuk follower IG, FB, youtube dan website Spenda,” katanya.
Sedangkan, Nur Laili mengatakan Deklarasi Sekolah Ramah Anak ini sangat bermanfaat efektif dan bagus ilmunya sangat berguna bagi sekolah, siswa dan orang tua. “Saya selaku perwakilan paguyuban berterima kasih kepada sekolah telah melibatkan wali murid untuk turut berpartisipasi dalam pemenuhan hak anak sekaligus saya berdoa semoga semua program Spenda,” ujarnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Siswa berprestasi di UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik bertambah satu lagi. Ia adalah Nayla Agista Anggraeny. Siswa kelas IX di sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil 16 Gresik berhasil merebut posisi keempat dalam Olimpiade Literasi, Bahasa dan Sastra diselenggarakan oleh University of Amsterdam, Belanda. Olimpiade literasi internasional ini digelar dua tahap itu diikuti 23 ribu peserta dari berbagai negara.
Keberhasilan anak sulung dari dua bersaudara pasangan suami-istri, Agus Widodo dan Rani Permata Sari ini merebut posisi empat besar olimpiade literasi internasional itu menambah panjang deret prestasi sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu.
“Awalnya Saya hanya ingin coba-coba saja. Tahap pertama diikuti 8 ribu peserta, Saya masuk urutan 19 besar,” kata Nayla didampingi Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim kepada wartawan 1minute.id pada Jumat, 23 Februari 2024. Olimpiade Bahasa dan Sastra ini digelar secara daring (dalam jaringan). Tahap pertama setiap peserta menjalani tes bahasa Belanda pada 18-19 Januari 2024. Tahap kedua, tes pengetahuan kesastraan Belanda diikuti 15 ribu peserta dilaksanakan pada 8 Februari 2024.
“Tahap dua ini, setiap peserta harus menjawab 130 soal dalam Bahasa Belanda dan Inggris dengan waktu 120 menit. Saya menempati ranking 4 dengan poin 93,” katanya.
Nayla mengaku tidak menyangka bisa berada diurutan keempat besar tersebut. Peringkat pertama pesarta asal Belanda ; kedua dari Amerika Serikat; Ketiga dari Turki ; Keempat, Nayla Agista dari Indonesia dan kelima Qatar.
“Saya tidak menyangka bisa meraih ranking empat. Saya langsung sujud syukur. Peserta dari Indonesia juga banyak,” ujarnya. Bagaimana Nayla bisa bahasa Inggris dan Belanda dengan baik. Bahkan, salah satu dosen di University of Amsterdam Mr Van Devender menganggumi kecerdasan dan kepribadian Nayla. “Baru kali ini saya menemukan peserta dengan cara bicaranya yang sungguh sopan, hormat, serta suaranya yang lemah lembut dalam berkata, saya suka dengan kepribadiannya,” ujar Mr. Van Devender ditirukan oleh salah satu guru Nayla.
Ia mengaku bisa berbahasa Inggris dan Belanda belajar secara otodidak. Sejak di kelas VIII melalui aplikasi online yang sangat mudah ditemukan di era digital saat ini. Diantaranya, youtube dan mesin penerjemah di google. Selain itu, Nayla juga mengoleksi beberapa kamus Bahasa Inggris dan Belanda sebagai bahan bacaan. Tidak setiap hari, Nayla memeloti gawai melihat chanel youtube itu. “Biasanya, Saya lihat tutorial di Youtube itu hari Sabtu dan Minggu karena libur sekolah mulai badal (usai) Mahrib sampai jam 8 malam,” terangnya.
Selama lebih kurang 2 jam itu, Nayla mempraktikkan dengan berbicara di depan kaca rias di rumah yang sederhana di Kelurahan Tenggulunan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. “Saya pelajari supaya bisa berbicara bahasa Belanda sejak dari kelas 6 SD. Saya mempunyai keinginan yang cukup besar yaitu bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Belanda dan mengetahui beberapa sejarah atau ilmu kesastraan Belanda. Tapi, Saya belajar otodidak ini sejak awal kelas 8 dan saya selalu mempelajarinya melalui beberapa aplikasi online seperti YouTube Translate bahasa Inggris dan buku kamus,” terang anggota Pramuka Garuda Spenda Gresik itu.
Keberhasilan Nayla menempati ranking keempat di olimpiade literasi internasional itu dikabarkan akan mendapatkan beasiswa di University of Amsterdam, Belanda. Nayla pun tersenyum. Ia mengakui berkeinginan bisa kuliah di luar negeri. Akan tetapi, ia merasa ragu. Sebab, ekonomi keluarga Nayla yang sederhana itu bisa membiayai sekolah di luar negeri. Nayla menceritakan, orang tuanya hanya seorang staf di salah satu perusahaan. Ketika wabah Covid-19 merebak, Agus Widodo, ayah Nayla terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). “Papa kemudian membuka warung. Alhamdulillah sekarang bisa kembali kerja. Pulang kerja, papa ya jaga warung di rumah,” terang perempuan berjilbab yang tinggal di Kelurahan Tenggulunan, Kebomas Kebomas, Kabupaten Gresik itu.
“Tapi, kalau ada beasiswa ke luar negeri, Saya lebih senang kuliah di Inggris daripada di Belanda,” lanjutnya sambil tersenyum.
Sementara itu, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, Nayla Agista adalah salah satu siswa yang aktif di kegiatan sekolah. Ia menjadi anggota Pramuka Garuda Spenda Gresik. “Banyak anak-anak yang aktif kegiatan karena senang berada di sekolah karena nyaman,” ujar Salim.
Untuk diketahui, Spenda Gresik adalah sekolah Adiwiyata Mandiri. Sekolah berada di Jalan KH Kholil 16 Gresik adalah sekolah “zero waste” dan sekolah yang memiliki kantin Halal satu-satunya di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. (yad)
GRESIK,1minute.id – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2024 terasa beda di UPT SMP Negeri 2 Gresik pada Jumat, 23 Februari 2024. Di momen itu, sekolah “Zero Waste” berlokasi di Jalan KH Kholil 16 Gresik itu melaunching sejumlah produk ramah lingkungan. Diantaranya, Kompos kertas bekas (KEBAS) dan eco enzim berbahan sampah buah dan sayur dapur.
“Untuk kompos kertas bekas ini yang pertama di Jawa bahkan mungkin di Indonesia,” ujar Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim usai acara pada Jumat, 23 Februari 2024. Kompos kertas bekas ini, menggunakan bahan kertas yang dihasilkan oleh siswa. Misalnya, siswa salah tulis kemudian kertas di robek-robek dan di buang ke bak sampah yang ada di sekolah.
Kertas-kertas lecek, sobek-sobek dengan sedikit tinta pulpen itu kemudian dikumpulkan oleh kelompok cinta lingkungan (KCL) yang beranggotakan 58 siswa itu. Kertas kemudian dibusukkan menggunakan air bekas cuci beras. “Selama sebulan proses pembusukannya,” terang Salim yang didampingi oleh Pembinaan Kelompok Cinta lingkungan koordinator Lingkungan Hidup SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik Sumiarsih.
Kompos Bekas Kertas ini telah dilakukan ujicoba untuk penyubur tanaman di sekolah berlabel Adiwiyata Mandiri itu. “Sangat subur dan aman,” tegas Sumiarsih yang juga Tata Usaha di Spenda Gresik itu. Saat ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik sedang melakukan penelitian kandungan yang terdapat dalam Kompos berbahan kertas itu.
“Kami ingin setiap momen Hari Lingkungan Hidup ada produk inovasi yang di inisiasi oleh anak kelompok cinta lingkungan ( KCL ) untuk mendukung Inovasi ekonomi hijau,” kata Salim.
KEBAS : Siswa dan guru UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik pamerkan inovasi Kompos Kertas bekas (Kebas) dan melakukan sedekah sampah kardus untuk Peringati Hari Peduli Sampah Nasional 2024 di halaman sekolah pada Jumat, 23 Februari 2024 ( Foto: Spenda Gresik untuk 1minute.id)
Sementara itu, peringkatan Hari Peduli Sampah Nasional 2024 terasa meriah. Meski, digelar secara sederhana di halaman sekolah. Produk inovasi karya siswa tersebut menjadi perhatian orang tua siswa yang mengikuti seminar Parenting. Hari Peduli Sampah Nasional ini diperingati setiap 21 Februari. Tampak hadir dalam acara tersebut, antar lain, Fungsional Teknis Penyehatan Lingkungan pada DLH Gresik Umaya.
Pada kesempatan itu, Spenda juga menggelar Jumat Berkah dengan Sedekah Sampah Kardus dari siswa. “Sampah kardus itu kami sedekah kan ke DLH Gresik,” kata Salim.
Seperti diberitakan sejak Oktober 2023, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik menjadikan UPT SMP Negeri 2 Gresik sebagai sekolah percontohan zero waste Kabupaten Gresik. Sejak saat itu sekolah dipimpin oleh Mohammad Salim menjadi jujugan studi tiru. Antara lain, 27 orang pegiat lingkungan dari berbagai organisasi. Diantaranya, Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Gresik; Asosiasi Bank Sampah Indonesia (Asobsi) ; Relawan Eco Enzym Indonesia (REEI) ; Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton). Juga organisasi kemasyarakatan, seperti Muslimat, Fatayat, Nasiyatul Asyiyah, dan perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Gresik.
Kemudian, 40 Bunda PAUD dari Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar melakukan studi tiru Merdeka Sampah (Zero Waste) di UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik pada Selasa, 12 Desember 2023. Spenda juga pelopor kantin Halal di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Sekitar 90 persen, produk makanan yang ada di kantin sekolah itu telah mengantongi label Halal. (yad)
GRESIK,1minute.id – Sekolah Ramah Anak (SRA) di Kabupaten Gresik bertambah satu. SRA anyar itu adalah UPT SMP Negeri 2 Gresik. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah hadir langsung dalam deklarasi SRA di sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik itu pada Rabu, 6 September 2023.
Wabup Gresik Aminatun Habibah mengatakan, SRA sebagai kekuatan pencegahan tindak kekerasan anak. Mencegah anak sebagai korban maupun anak sebagai pelaku dari kekerasan fisik, hingga psikis. Baik antara guru dan siswa atau sesama siswa.
“Mari ciptakan suasana yang nyaman dan tentram di lingkungan sekolah,” harap Wabup berlatar pendidik itu pada Rabu, 6 September 2023. Selain Wabup Aminatun Habibah, deklarasi SRA di UPT SMP Negeri 2 Gresik ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto dan Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik Lilik Ernawati digelar di Aula sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu.
DUTA SEKOLAH: Forum Pelajar Tangguh Sekolah Ramah Anak. dalam Deklarasi Sekolah Ramah Anak di UPT SMP Negeri 2 Gresik pada Rabu, 6 September 2023 ( Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)
Seluruh siswa mulai kelas VII sampai kelas IX mengikuti deklarasi SRA tersebut. Siswa menampilkan duta keberagaman. Ada duta lingkungan, Duta Moderasi Beragama, Duta Literasi, Duta Insan Cilik Makanan dan Sanitasi (ICMS), Duta Suporter, dan Duta SRA atau agen perubahan sekolah. Semua duta tersebut, menjadi satu dalam Forum Pelajar Tangguh Sekolah Ramah Anak.
Pada kesempatan itu juga Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah mengingatkan lembaga pendidikan tentang sinergi antara sekolah, pemerintah dan wali siswa agar apa yang menjadi kekurangan sekolah bisa diperbaiki bersama-sama. “Khususnya dalam menjalankan program SRA ini,” katanya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Penantian panjang guru honorer menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Kabupaten Gresik berakhir happy ending. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyerahkan 547 Petikan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Jabatan Fungsional Guru formasi 2022 di halaman parkir Selatan Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 30 Agustus 2023. Terlihat wajah para “Oemar Bakri” itu semringah. Bahagia setelah puluhan tahun mereka mengabdi sebagai guru dengan gaji pas-pasan.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta kepada 15 orang guru tampil di depan untuk menceritakan pengalaman mereka selama menjadi “pahlawan tanpa tanda jasa” itu. Mereka adalah guru senior. Mereka mengabdi diatas 20 tahun. Cerita para abdi negara ini membuat para undangan terharu. Sebab, ada yang saat kali pertama menerima honor sebesar Rp 15 ribu per bulan. Namun mereka tetap semangat. Ikhlas mendidik, mencerdaskan anak bangsa.
Bahkan, siswa yang pernah diajarnya ada yang telah menduduki jabatan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Ada juga, bekas murid kini menjadi guru yang ikut bersama menerima Petikan Surat Keputusan Pengangkatan Guru P3K. Budiono, misalnya. Ia mengaku mulai mengajar sejak 1990 alias 33 tahun. Sejumlah mantan siswa sudah menyebar dimana-mana.
Bahkan, ada sudah menjadi pejabat dengan gaji, fasilitas dan tunjangan kinerja bagaikan bumi dan langit. Budiono sendiri masih menerima gaji dibawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Gresik.
“Alhamdulillah, di sini pejabat (Pemkab Gresik) dan ASN banyak menjadi murid saya,” kata Budiono tanpa menyebut salah satu murid yang dianggap sukses tersebut. Yang membuat lelaki yang rambutnya sudah berubah putih keperakan geli dan tersenyum bahagia karena bisa berdiri bersama mantan murid-murid untuk menerima SK Pengangkatan sebagai Guru ASN P3K Gresik. “Saya tidak membayangkan berdiri disini bersama dulu murid-murid menerima SK (Surat Keputusan) ini,” kata Budiono membuat undangan tersenyum.
Undangan yang hadir diantaranya, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Lingkungan Pemkab Gresik Ini.
Cerita Badrut Tamam, lain lag. Guru Sekolah Dasar di Sangkapura, Pulau Bawean ini mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (Mi) sejak 1995. Pada 2002, ia pindah mengajar di Sekolah Dasar Negeri 328 Gresik sampai sekarang. “Saya dapat honor Rp 320 ribu per bulan,” katanya. Untuk mendapatkan pengakuan sebagai ASN Guru, Badrut Taman, yang tercatat dalam formasi guru K-2 ini pergi ke Jakarta untuk ikut melakukan unjuk rasa.
“Saya sangat gembira dan terima kasih (Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Red). Meskipun hanya tersisa 4 tahun,” cerita Badrut Tamam membuat Bupati Fandi Akhmad Yani tersenyum.
Seorang guru lainnya menceritakan awal mengajar di sekolah dininya di Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Saat itu, ia mengaku sudah 20 tahun mengajar. Kali pertama hanya mendapatkan honor Rp 15 ribu per bulan. Guru perempuan itu, kemudian pindah mengajar di sekolah dasar mata pelajaran pendidikan agama Islam dengan gaji Rp 50 ribu per bulan. “Alhamdulillah sekarang sudah serdik (sertifikasi pendidik). “Semoga sukses bagi keluarga kami dan menjadi rezeki,” katanya
Seorang guru dari Desa Tajungwidoro, Kecamatan Bungah saking senang menerima SK Pengangkatan yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sampai keliru menyebut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dengan panggilan Bu Yani. “Saya ini, pendukung Bu Min (Wabup Gresik Aminatun Habibah) dan Bu Yani,” katanya membuat guru lainnya tersenyum.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi kepada para “Oemar Bakri” itu atas pengabdiannya. Mereka saat mengabdi mendapatkan honor Rp 15 ribu, ada dapat honor Rp 75 ribu per bulan. “Ini bentuk pengabdian menjadi guru. Mudah-mudahan ini menjadi amal jariyah kita semua amin ya robbal alamin,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya.
Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani mendorong para guru untuk terus belajar. Apalagi, menggunakan Kurikulum Pendidikan Merdeka Belajar. “Dari para guru sendiri Saya sering menyampaikan kepada teman-teman, rekan-rekan guru jangan pernah pernah berhenti untuk belajar,” harapnya. Mengapa? Sebab, tantangan kedepan semakin besar.
“Hari ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Gen-Z hari ini mereka begitu cepat dan begitu luar biasa. Mereka lebih kreatif dibandingkan masa kecil kita mereka lebih cepat mungkin dalam penggunaan teknologi dibandingkan diri kita dulu,” katanya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Gebyar Hari Anak Nasional 2023 di GKB Convex Gresik meriah pada Kamis, 24 Agustus 2023. Berbagai kreatifitas anak ditampilkan pada kegiatan ini. Ada tari kolosal Lompat Tali yang ditampilkan 500 anak dan TK dan 18 guru pendamping dari masing-masing kecamatan. Juga, senam karakter juga dipersembahkan oleh 500 guru yang tergabung dalam Himpunan Pendidik Pendidikan Anak Usia Dini , Kelompok Bermain dan SPS (Himpaudi) Gresik.
Terik matahari seakan tidak mengurangi semangat anak-anak maupun guru untuk merayakan Hari Anak Nasional yang mengusung tema ” Anak Terlindungi Indonesia Maju” itu.
Gebyar HAN 2023 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik terasa istimewa karena dihadiri Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar, Waka Polres Gresik Kompol Erika Purwana Putra, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Ketua Bunda PAUD Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani serta Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto serta pimpinan Bank Jatim Cabang Gresik Abdullah Basid.
Mereka terlihat betah melihat anak-anak penampilan bocah-bocah menunjukkan kreativitas yang dimiliki. Menyanyi, menari dan senam bersama guru mereka.
Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk memenuhi hak-hak anak-anak Indonesia secara optimal. Termasuk upaya Pemerintah Kabupaten Gresik untuk meraih penghargaan kabupaten layak anak (KLA) 2023.
“Semua upaya ini tidak akan optimal tanpa dukungan dari berbagai pihak. Termasuk orang tua, guru, masyarakat dan anak,” tutur Wakil Bupati perempuan pertama berlatar pendidik itu.
Dikatakan, saat ini pemerintah menyiapkan generasi penerus dengan cara menjamin hak-hak anak, tanpa diskriminasi. Memberikan yang terbaik bagi anak, menjamin semaksimal mungkin kelangsungan hidup dan perkembangan anak, serta menghargai pendapat anak. “Saya menggunakan kata kita, karena pemenuhan hak anak tidak mungkin hanya dipenuhi oleh pemerintah. Tetapi harus melibatkan orang tua, masyarakat serta semua komponen bangsa ini,” tegasnya.
Wabup berharap, dunia pers perlu ikut memblow up langkah-langkah yang sudah dilakukan pemerintah bersama komponen bangsa lainnya. Dalam upaya pemenuhan hak anak. “Keterlibatan pers akan membantu mempercepat tersosialisasinya hak anak di masyarakat. Selain itu meningkatnya citra Indonesia dalam pemenuhan hak anak di mata dunia,” ujar Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah ini.
Menurutnya, saat ini adalah momentum yang tepat dalam meningkatkan kreativitas anak untuk mengembangkan intelektual, keterampilan dan budaya serta membentuk karakter anak. “Karena anak-anak kita adalah calon pemimpin di masa depan,” tandasnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) siswa SD dan SMP di Kabupaten Gresik memasuki hari kedua, Selasa, 18 Juli 2023. MPLS tahun ini lebih ramah anak.
Di UPT SMP Negeri 2 Gresik, MPLS terasa berbeda. Ada yang baru di sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik itu. MPLS siswa laki-laki dan perempuan dilakukan secara terpisah. Kaum adam berjumlah 122 siswa. Kaum hawa berjumlah 134 siswa. Total 256 siswa. Mereka terbagi 8 rombongan belajar (rombel) atau kelas.
Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik sedang melakukan ujicoba memisahkan kelas pria dan perempuan di sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu. Selain di UPT SMP Negeri 2 Gresik, kelas terpisah laki-laki dan perempuan juga diujicobakan di UPT SD Negeri 49 Gresik.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik belum memutuskan memisah sekolah laki-laki dan perempuan. “Kami masih ingin mengkaji kelebihan dan kekurangan ketika melakukan inisiatif sekolah di pisah antara lelaki dan perempuan,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani saat membuka MPLS di UPT SMP Negeri 1 Gresik pada Senin, 17 Juli 2023.
ADA YANG BARU : Suasana MPLS di UPT SMP Negeri 2 Gresik untuk peserta laki-laki pada Selasa, 18 Juli 2023 ( FOTO : SMP Negeri 2 Gresik for 1minute.id)
Karena masih berupa kajian tentu butuh waktu. Harus dilihat dari sudut pandang atau perspektif apa pun. Dampak positif dan negatif. Dan, bagaimana hasil akhirnya bagaimana. “Bila hasilnya baik baru kita tetapkan. Itu pun melalui mekanisme aturan yang ada. Dewan Pendidikan, Dewan pengawas dan lainnya,” katanya.
Jadi saat ini, Dispendik Gresik ingin mencoba inisiatif itu. “Lalu melakukan kajian dan dampaknya,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani saat itu didampingi Ketua Dewan Pendidikan Gresik Syaiful Kirom, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto.
Pemisahan peserta pria dan perempuan di sekolah negeri kali pertama diujicobakan. Baru dua lembaga yang menjadi pilot project yakni UPT SMP Negeri 2 Gresik dan UPT SD Negeri 49 Gresik.
Meski tahap ujicoba, MPLS di UPT SMP Negeri 2 Gresik yang memasuki hari kedua terlihat berlangsung lancar. Menurut Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik, peserta MPLS secara terpisah antara laki-laki dan perempuan ini diharapkam memiliki dampak positif bagi siswa. Pertama, pembentukan akhlak siswa. Kedua, efektif dalam menentukan strategi metode dan model pembelajaran yang berfokus pada pembentukan karakter berpusat pada siswa.
“Dampak positif ketiga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri peserta didik dan terbentuk kontrol diri,” kata Mohammad Salim. (yad)
GRESIK,1minute.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik bersama Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik menggelar seminar nasional di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Senin, 17 Juli 2023.
Seminar pendidikan dengan pemateri Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, Anggota Komisi X DPR RI Zainuddin Miliki, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ini mengusung tema Tiga Dosa Pendidikan.
Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto, para kepala sekolah dan guru di lingkungan Dispendik Gresik.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim melalui video mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh PWI Gresik bersama Dispendik Gresik ini. Sebab, kata Nadiem, tema ini sangat penting untuk dibahas oleh seluruh stakeholder pendidikan. Sebab, tiga dosa tersebut menjadi trending topik di media. Setiap hari ada berita tentang kekerasan di lingkungan pendidikan.
SEMINAR PENDIDIKAN: (kiri) Prof Zainuddin Maliki dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam seminar pendidikan digelar PWI Gresik dan Dinas Pendidikan Gresik di GNI pada Senin, 17 Juli 2023 ( FOTO : PWI for 1minute.id)
Kemendikbudristek, kata Nadiem, telah melakukan sejumlah regulasi untuk penanggulangan kekerasan. Ia mencontohkan, pusat pengembangan karakter sampai hari ini melakukan sosialisasi edukasi untuk mencegah pelajar menjadi korban maupun menjadi pelaku kekerasan. Pada 2021, pihaknya telah mengambil langka berani mengesahkan Peraturan Menteri (Permen) tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di Perguruan Tinggi.
“Dalam waktu dekat Kami akan meluncurkan peraturan tindak kekerasan di jenjang PAUD , pendidikan dasar sampai pendidikan menengah,” tegas Nadiem. Ia berharap, regulasi ini, proses penanganan kekerasan akan lebih akuntabel tanpa menghilangkan hak pelajar untuk mendapatkan pendidikan.
Untuk mendukung hal ini, Dinas Pendidikan di seluruh Indonesia memainkan peran sangat penting. Kemendikbudristek menyediakan platform Lapor pendidikan yang merangkum data asesmen nasional meliputi hasil survey pendidikan.
“Dari data tersebut Pemda dapat menentukan sekolah mana yang prioritas untuk mencegah dan menangani kasus kekerasan, program apa yang perlu dikembangkan, dan intervensi lain. Mari mewujudkan lingkungan pendidikan yang merdeka dari kekerasan,” kata Nadiem.
FOTO BARENG : Pembicara dan peserta seminar pendidikan yang diselenggarakan oleh PWI Gresik dan Dinas Pendidikan foto bersama usai acara di GNI pada Senin, 17 Juli 2023 ( FOTO: chusnul cahyadi/1minute.id)
Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan seminar pendidikan ini menjadi dorongan bagi pemerintah daerah serta stakeholder terkait agar senantiasa mengevaluasi diri. Bagaimana menghadirkan lingkungan pendidikan di Kabupaten Gresik yang heterogen namun tetap ramah anak.
Tidak ada lagi pelecehan seksual, tidak ada lagi bullying, tidak ada lagi intoleransi. “Saya sangat mengapresiasi seminar ini di momen hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2023/2024. Ini sebagai pengingat,” kata Gus Yani-sapaanakrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.
Menurutnya, untuk menghapus tiga dosa pendidikan itu memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Diperlukan upaya bersama antara pemerintah, lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Tenaga pendidik atau guru. Mereka harus mampu memetakan potensi anak didiknya. Karena itu, guru juga dituntut untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi. ‘’Orang tua juga harus menjadi teladan bagi anak-anaknya,’’ tegasnya.
Pernyataan senada disampaikan Wabup Aminatun Habibah. Namun, dia memberikan tambahan. Dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan sistem zonasi, membuat lingkungan sekolah menjadi lebih heterogen. Sekolah yang dulu dikenal favorit, kini tidak hanya diisi anak didik yang berprestasi saja. Namun, juga siswa-siswi yang bertempat tinggal di dekat sekolah.
Dengan kondisi tersebut, lanjut Wabup, guru dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas dirinya dalam mengelola kelas. Nah, lingkungan sekolah yang tidak lagi homogen itu bisa berpotensi memicu terjadinya bullying. ‘’Sehingga para pemangku kepentingan harus mampu mengelola tempat pendidikan itu dengan baik,’’ kata Wakil Bupati perempuan berlatar pendidik itu.
Prof Zainuddin Maliki menekankan pentingnya penguatan karakter dalam menekan tiga dosa pendidikan tersebut. Sekolah-sekolah jangan hanya berfokus pada penilaian literasi dan numerasi. Politikus PAN itu menyebut, akar persoalan pendidikan itu adalah karakter. ’’Nah, pembenahan karakter ini membutuhkan kemauan, kesungguhan, dan pembiasaan. Memang membutuhkan waktu, tapi pasti bisa,” jelas anggota Komisi X DPR RI Dapil Lamongan-Gresik itu.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadispedik) Gresik S Hariyanto mengatakan Dispendik Gresik sedang berupaya penuh mewujudkan sekolah ramah anak dan kabupaten layak anak melalui program-program strategis. “Kami semakin menggalakkan dan mensukseskan gerakan sekolah ramah anak menuju kabupaten layak anak. Tentunya tujuan ini tidak bisa dilakukan jika hanya sendiri, kita bergotong royong bersama seluruh stakeholder dan media massa,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono mengungkapkan, kegiatan yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik tersebut ingin mewujudkan sekolah ramah anak sebagai garda terdepan perlindungan hak-hak anak.
“Berangkat dari masih banyak ditemuinya masalah intoleransi, kekerasan, dan bullying di sekolah, dibuatlah kegiatan seminar pendidikan sebagai salah satu jalan menyelesaikan permasalahan yang ada,” katanya. (yad)