Lancar, Hari Kedua Ujicoba Peserta MPLS Laki-laki dan Perempuan Terpisah di UPT SMP Negeri 2 Gresik

GRESIK,1minute.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) siswa SD dan SMP di Kabupaten Gresik memasuki hari kedua, Selasa, 18 Juli 2023. MPLS tahun ini lebih ramah anak. 

Di UPT SMP Negeri 2 Gresik, MPLS terasa berbeda. Ada yang baru di sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik itu. MPLS siswa laki-laki dan perempuan dilakukan secara terpisah. Kaum adam berjumlah 122 siswa. Kaum hawa berjumlah 134 siswa. Total 256 siswa. Mereka terbagi 8 rombongan belajar (rombel) atau kelas.

Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik sedang melakukan ujicoba memisahkan kelas pria dan perempuan di sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu. Selain di UPT SMP Negeri 2 Gresik, kelas terpisah laki-laki dan perempuan juga diujicobakan di UPT SD Negeri 49 Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan,  Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik belum memutuskan memisah sekolah laki-laki dan perempuan. “Kami masih ingin mengkaji kelebihan dan kekurangan ketika melakukan inisiatif sekolah di pisah antara lelaki dan perempuan,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani saat membuka MPLS di UPT SMP Negeri 1 Gresik pada Senin, 17 Juli 2023. 

ADA YANG BARU : Suasana MPLS di UPT SMP Negeri 2 Gresik untuk peserta laki-laki pada Selasa, 18 Juli 2023 ( FOTO : SMP Negeri 2 Gresik for 1minute.id)

Karena masih berupa kajian tentu butuh waktu. Harus dilihat dari sudut pandang atau perspektif apa pun. Dampak positif dan negatif.  Dan, bagaimana hasil akhirnya bagaimana. “Bila hasilnya baik baru kita tetapkan. Itu pun melalui mekanisme aturan yang ada. Dewan Pendidikan, Dewan pengawas dan lainnya,” katanya.

Jadi saat ini, Dispendik Gresik ingin mencoba inisiatif itu. “Lalu melakukan kajian dan dampaknya,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani saat itu didampingi Ketua Dewan Pendidikan Gresik Syaiful Kirom, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto.

Pemisahan peserta pria dan perempuan di sekolah negeri kali pertama diujicobakan. Baru dua lembaga yang menjadi pilot project yakni UPT SMP Negeri 2 Gresik dan UPT SD Negeri 49 Gresik. 

Meski tahap ujicoba, MPLS di UPT SMP Negeri 2 Gresik yang memasuki hari kedua terlihat berlangsung lancar. Menurut Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik, peserta MPLS secara terpisah antara laki-laki dan perempuan ini diharapkam memiliki dampak positif bagi siswa. Pertama, pembentukan akhlak siswa. Kedua, efektif dalam menentukan strategi metode dan model pembelajaran yang berfokus pada pembentukan karakter berpusat pada siswa.

“Dampak positif ketiga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri peserta didik dan terbentuk kontrol diri,” kata Mohammad Salim. (yad)

Lancar, Hari Kedua Ujicoba Peserta MPLS Laki-laki dan Perempuan Terpisah di UPT SMP Negeri 2 Gresik Selengkapnya

Wujudkan Sekolah Ramah Anak, PWI & Dispendik Gresik Gelar Seminar Pendidikan Stop Tiga Dosa Pendidikan 

GRESIK,1minute.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik bersama Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik menggelar seminar nasional di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Senin, 17 Juli 2023.

Seminar pendidikan dengan pemateri Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, Anggota Komisi X DPR RI Zainuddin Miliki, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ini mengusung tema Tiga Dosa Pendidikan. 

Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto, para kepala sekolah dan guru di lingkungan Dispendik Gresik. 

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim melalui video mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh PWI Gresik bersama Dispendik Gresik ini. Sebab, kata Nadiem, tema ini sangat penting untuk dibahas oleh seluruh stakeholder pendidikan. Sebab, tiga dosa tersebut menjadi trending topik di media. Setiap hari ada berita tentang kekerasan di lingkungan pendidikan. 

SEMINAR PENDIDIKAN: (kiri) Prof Zainuddin Maliki dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam seminar pendidikan digelar PWI Gresik dan Dinas Pendidikan Gresik di GNI pada Senin, 17 Juli 2023 ( FOTO : PWI for 1minute.id)

Kemendikbudristek, kata Nadiem, telah melakukan sejumlah regulasi untuk penanggulangan kekerasan. Ia mencontohkan,  pusat pengembangan karakter sampai hari ini  melakukan sosialisasi edukasi untuk mencegah pelajar menjadi korban maupun menjadi pelaku kekerasan. Pada 2021, pihaknya telah mengambil langka berani mengesahkan Peraturan Menteri (Permen) tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di Perguruan Tinggi.

“Dalam waktu dekat Kami akan meluncurkan peraturan tindak kekerasan di jenjang PAUD , pendidikan dasar sampai pendidikan menengah,” tegas Nadiem. Ia berharap,  regulasi ini, proses penanganan kekerasan akan lebih akuntabel tanpa menghilangkan hak pelajar untuk mendapatkan pendidikan. 

Untuk mendukung hal ini, Dinas Pendidikan di seluruh Indonesia memainkan peran sangat penting. Kemendikbudristek menyediakan platform Lapor pendidikan yang merangkum data asesmen nasional meliputi hasil survey pendidikan. 

“Dari data tersebut Pemda dapat menentukan sekolah mana yang prioritas untuk mencegah dan menangani kasus kekerasan, program apa yang perlu dikembangkan, dan intervensi lain. Mari mewujudkan lingkungan pendidikan yang merdeka dari kekerasan,” kata Nadiem.

FOTO BARENG : Pembicara dan peserta seminar pendidikan yang diselenggarakan oleh PWI Gresik dan Dinas Pendidikan foto bersama usai acara di GNI pada Senin, 17 Juli 2023 ( FOTO: chusnul cahyadi/1minute.id)

Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan seminar pendidikan ini menjadi dorongan bagi pemerintah daerah serta stakeholder terkait agar senantiasa mengevaluasi diri. Bagaimana menghadirkan lingkungan pendidikan di Kabupaten Gresik yang heterogen namun tetap ramah anak. 

Tidak ada lagi pelecehan seksual, tidak ada lagi bullying, tidak ada lagi intoleransi. “Saya sangat mengapresiasi seminar ini di momen hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2023/2024. Ini sebagai pengingat,” kata Gus Yani-sapaanakrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Menurutnya, untuk menghapus tiga dosa pendidikan itu memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Diperlukan upaya bersama antara pemerintah, lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Tenaga pendidik atau guru. Mereka harus mampu memetakan potensi anak didiknya. Karena itu, guru juga dituntut untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi. ‘’Orang tua juga harus menjadi teladan bagi anak-anaknya,’’ tegasnya. 

Pernyataan senada disampaikan Wabup Aminatun Habibah. Namun, dia memberikan tambahan. Dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan sistem zonasi, membuat lingkungan sekolah menjadi lebih heterogen. Sekolah yang dulu dikenal favorit, kini tidak hanya diisi anak didik yang berprestasi saja. Namun, juga siswa-siswi yang bertempat tinggal di dekat sekolah.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Wabup, guru dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas dirinya dalam mengelola kelas. Nah, lingkungan sekolah yang tidak lagi homogen itu bisa berpotensi memicu terjadinya bullying. ‘’Sehingga para pemangku kepentingan harus mampu mengelola tempat pendidikan itu dengan baik,’’ kata Wakil Bupati perempuan berlatar pendidik itu.

Prof Zainuddin Maliki menekankan pentingnya penguatan karakter dalam menekan tiga dosa pendidikan tersebut. Sekolah-sekolah jangan hanya berfokus pada penilaian literasi dan numerasi. Politikus PAN itu menyebut, akar persoalan pendidikan itu adalah karakter. ’’Nah, pembenahan karakter ini membutuhkan kemauan, kesungguhan, dan pembiasaan. Memang membutuhkan waktu, tapi pasti bisa,” jelas anggota Komisi X DPR RI Dapil Lamongan-Gresik itu.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispedik) Gresik S Hariyanto mengatakan Dispendik Gresik sedang berupaya penuh mewujudkan sekolah ramah anak dan kabupaten layak anak melalui program-program strategis. “Kami semakin menggalakkan dan mensukseskan gerakan sekolah ramah anak menuju kabupaten layak anak. Tentunya tujuan ini tidak bisa dilakukan jika hanya sendiri, kita bergotong royong bersama seluruh stakeholder dan media massa,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono mengungkapkan, kegiatan yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik tersebut ingin mewujudkan sekolah ramah anak sebagai garda terdepan perlindungan hak-hak anak.

“Berangkat dari masih banyak ditemuinya masalah intoleransi, kekerasan, dan bullying di sekolah, dibuatlah kegiatan seminar pendidikan sebagai salah satu jalan menyelesaikan permasalahan yang ada,” katanya. (yad)

Wujudkan Sekolah Ramah Anak, PWI & Dispendik Gresik Gelar Seminar Pendidikan Stop Tiga Dosa Pendidikan  Selengkapnya

Besok, Hari Pertama Sekolah, Di Gresik Pilot Project SMP Kelas Pria dan Wanita Terpisah

GRESIK,1minute.id – Libur sekolah berakhir hari ini, Minggu, 16 Juli 2023. Siswa bersiap mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) mulai besok, Senin, 17 Juli 2023. 

Ada yang baru dalam tahun ajaran 2023/2024 di Kabupaten Gresik ini. Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik akan menguji coba sekolah “full day School” untuk jenjang  sekolah menengah pertama  (SMP) Negeri. Siswa sekolah lima hari, Senin sampai Jumat. Sabtu dan Minggu libur. Sebelumnya, siswa SD & SMP Negeri, mengikuti kegiatan belajar mengajar mulai Senin sampai Sabtu. Hanya Libur, Minggu.

Selain full day school , Dispendik Gresik juga melakukan ujicoba kelas pria dan perempuan secara terpisah. Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto mengatakan, untuk sekolah full day masih diujicobakan untuk jenjang SMP Negeri. “Untuk jenjang SD Negeri belum diujicobakan tahun ini,” ujar S.Hariyanto ditemui di sela lari pagi di Stadiun  Gelora Joko Samudro (GJOS) pada Ahad, 16 Juli 2023. 

Full day School ini, kali pertama diberlakukan di sekolah negeri di Kabupaten Gresik. Sebelum, siswa sekolah mulai Senin sampai Sabtu. Sementara, pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik telah lama memperlakukan sistem kerja aparatur sipil negera (ASN) lima hari kerja. Termasuk ASN di kantor Dispendik Gresik. 

Selain kebijakan lima hari sekolah,  tahun ini, Dispendik Gresik juga akan melakukan ujicoba memisahkan kelas laki-laki dan perempuan. S.Hariyanto mengatakan, ada dua lembaga yang menjadi pilot project untuk kelas terpisah antara siswa laki-laki dan perempuan. Untuk jenjang sekolah dasar negeri, imbuhnya, pilot project dilakukan di UPT SD Negeri 49 Gresik di Desa Pongangan, Kecamatan Manyar. Sedangkan, untuk jenjang SMP adalah UPT SMP Negeri 2 Gresik.

“Masing-masing satu rombongan belajar untuk kelas 1 SD dan VII SMP,” kata Hariyanto. Setiap rombel berisi 32 siswa. ” Jam sekolah sama, cuma kelas pria dan perempuan terpisah,” tegasnya. (yad)

Besok, Hari Pertama Sekolah, Di Gresik Pilot Project SMP Kelas Pria dan Wanita Terpisah Selengkapnya

Penutupan IHT, UPT SMP Negeri 2 Gresik Hadirkan Motivator Hypnoteaching & Hypnolearning 

GRESIK,1minute.id – Libur sekolah segera berakhir. Siswa bersiap masuk sekolah. Lembaga sekolah pun mempersiapkan diri menggelar masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) yang rencananya di mulai Senin lusa, 17 Juli 2023.

Ada yang baru di tahun ajaran 2023/2024 di Kabupaten Gresik ini. Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik akan menguji coba sekolah “full day School” untuk jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama (SD & SMP) Negeri. Siswa sekolah lima hari, Senin sampai Jumat. Sabtu dan Minggu libur. Sebelumnya, siswa SD & SMP Negeri, mengikuti kegiatan belajar mengajar mulai Senin sampai Sabtu. 

Sistem baru ini menuntut sekolah, baik tenaga pendidik dan tenaga kependidikan berbenah. Tenaga pendidik alias guru dituntut lebih kreatif dan menyenangkan dalam memberikan materi pembelajaran. Harapannya, materi pembelajaran mudah dicernah, siswa senang dan betah di sekolah. 

UPT SMP Negeri 2 Gresik, misalnya. Sekolah dipimpin oleh Mohammad Salim ini, menutup kegiatan In House Training (IHT) yang diikuti tenaga pendidik (guru) dan tenaga kependidikan atau staf administrasi, tata usaha dengan menyelenggarakan hypnoteaching dan hypnolearning. 

Kegiatan bertujuan peningkatan profesionalisme guru dan tendik menyongsong tahun ajaran 2023/2024 ini menghadirkan motivator Afif Hidayatullah, Dosen Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) Gresik.

Menurut Mohammad Salim, salah satu kunci sukses pembelajaran terletak pada prosesnya. Hypnoteaching ini, ia melanjutkan, adalah seni berkomunikasi dengan jalan memberikan sugesti agar para siswa menjadi lebih cerdas. “Dengan model dan metode yang menyenangkan aktif, kreatif yang diperankan oleh guru untuk menarik minat perhatian melalui permainan, game kelompok,” katanya pada Sabtu, 15 Juli 2023.

SONGSONG TAHUN AJARAN : (kiri) Rojak, Waka Kurikulum UPT SMP Negeri2 Gresik (tengah) Dosen UISI Gresik Afif Hidayatullah, (kanan) Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim sebelum kegiatan Hypnoteaching dan hypnolearning untuk Guru dan Tendik UPT SMP Negeri 2 Gresik pada 13 Juli 2023 ( FOTO : UPT SMP Negeri 2 Gresik for 1minute.id)

Dalam mengajar, katanya, kreativitas sangat dibutuhkan untuk merancang pembelajaran yang bermakna sekaligus menyenangkan supaya siswa tidak mengalami kesulitan menangkap semua materi dan juga juga pesan-pesan yang disampaikan Guru Pintar. Dan, salah satu penyebab siswa sulit belajar adalah ketidakcocokan antara metode ajar yang diterapkan guru dengan cara kerja otak siswa.

“Nah, di sinilah metode hypnoteaching dan hypnolearning dapat membantu supaya semua siswa dapat belajar dengan senang,” kata Salim yang juga Pembina Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP di Kabupaten Gresik itu.

Kegiatan dikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan di UPT SMPN 2 Gresik ini terasa gayeng. Antusias peserta dan penuh kekeluargaan yang diterapkan oleh motivator sangat menumbuhkan kekompakan. Sebab, materi yang diberikan menyenangkan peserta. 

“Pada materi permainan game, peserta terlihat lucu dan menikmati terasa terhipnotis kembali ke zaman anak-anak dulu yang riang gembira seperti siswa SMP lagi,” cerita Salim. 

Kegiatan hypnoteaching dan hypnolearning diselenggarakan oleh UPT SMP Negeri 2 Gresik yang berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik ini mendapatkan apresiasi dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik. Sebab, kegiatan kegiatan unik dan bermanfaat untuk merefresh kembali model pembelajaran berpusat pada siswa yang disebut pembelajan aktif, Inovatif, Kreatif, efektif, dan menyenangkan.

Seperti di beritakan UPT SMP Negeri 2 Gresik menggelar In House Training (IHT) yang diikuti guru dan tendik selama 3 hari, mulai 10 Juli sampai 13 Juli 2023. Kegiatan digelar di ruang guru di sekolah itu. (yad)

Penutupan IHT, UPT SMP Negeri 2 Gresik Hadirkan Motivator Hypnoteaching & Hypnolearning  Selengkapnya

Bawean Resmi Jadi Pulau Pendidikan, Bupati Gresik : Embrio Pengembangan Pendidikan dan Ekonomi Warga

GRESIK,1minute.id – Program Bawean Rintisan Pulau Pendidikan resmi di launching oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Launching program anyar, Nawa Karsa Gresik Cerdas itu dipusatkan di Alun-alun Sangkapura, Pulau Bawean pada Rabu malam, 12 Juli 2023.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, program ini merupakan awal dari peningkatan kapasitas warga Gresik terutama Pulau Bawean. Tidak hanya di bidang pendidikan, tapi juga ekonomi masyarakat.

“Maka ini menjadi embrio awal dalam mengembangkan pendidikan di Bawean melalui kolaborasi dengan universitas yang ada di Gresik,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani saat melaunching Program Bawean Rintisan Pulau Pendidikan di Alun-alun Sangkapura pada Rabu, 12 Juli 2023.

Sebelumnya program ini telah diawali dengan kegiatan English Camp di Pondok Pesantren (Ponpes) MBI Mambaul Falah, Desa Sukaoneng, Kecamatan Tambak, Bawean. Pesertanya terdiri dari 42 siswa SMP Negeri dan Swasta dari daratan dan 42 siswa SMP di kepulauan, Bawean.

Mereka semua  dibekali dengan pembelajaran bahasa Inggris dan pendidikan karakter selama 14 hari, mulai 2-15 Juli 2023. Ditambah dengan 15 pendamping dari Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Serta pengajar dari guru dan pengasuh pondok setempat. 

Kegiatan ini sengaja digelar saat liburan semester. Menurut Gus Yani, hal ini demi terciptanya liburan yang berkualitas dengan tidak hanya bermain gadget, tapi juga produktif dalam belajar ditambah dapat mengenal pesantren.

“Kami yakini sepulang dari camp ini akan membawa manfaat yang besar. Baik itu ilmu pengetahuan maupun budaya. Kami harapkan juga mereka dapat menjadi influencer yang mengenalkan Bawean ke seluruh dunia.” ujar Gus Yani.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik).Gresik S. Haryanto mengatakan, tujuan program ini adalah membuat pendidikan di Bawean selangkah lebih maju dari daerah yang lain. Untuk itu, Dispendik telah bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di Gresik untun mensukseskan program ini.

“Saat ini Dispendik bekerja sama dengan UMG yang mengawali dengan English Camp. Kita harapkan Bawean dapat menjadi Pare-nya Gresik,” kata S.Hariyanto. Selain UMG, lanjutnya, pihaknya akan menggandeng Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) Gresik untuk mendatangkan tenaga ahli dalam pelatihan intensif pengolahan dan pengawetan ikan. “Ditambah dengan Universitas Qomaruddin yang akan membantu dalam digitalisasi desa yang bermuara Gresik satu data,” terang S.Haryanto.

Ia melanjutkan semua program tersebut akan dituntaskan pada 2023. Nantinya, tahun depan akan dievaluasi serta menyempurnakan. Launching program Rintisan Pendidikan Pulau Bawean ini cukup meriah. Warga dan pelajar di Pulau berjarak 80 mil dari pusat Kabupaten Gresik tumplek-blek memenuhi Alun-alun Sangkapura. Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua PCNU Bawean Muhammad Fauzi Rauf , Ketua LP Ma’arif NU Bawean Kiai Ali Subhan, Forkopimcam Sangkapura dan Tambak, serta tokoh masyarakat sekitar. (yad)

Bawean Resmi Jadi Pulau Pendidikan, Bupati Gresik : Embrio Pengembangan Pendidikan dan Ekonomi Warga Selengkapnya

Sambut Tahun Ajaran Baru, UPT SMP Negeri 2 Gresik Gelar IHT untuk Guru dan Tendik

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 2 Gresik menggelar In House Training (IHT) di ruang guru pada Senin, 10 Juli 2023. Pelatihan internal ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik atau guru dan tenaga kependidikan atau tata usaha ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) S.Hariyanto. 

IHT Implementasi Kurikulum Merdeka dan Penyusunan Perangkat Pembelajaran bertujuan meningkatkan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan ini menghadirkan narasumber fasilitator Sekolah Penggerak Ulfatul Ma’rifah dari Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). IHT  diselenggarakan mulai 10 sampai 13 Juli 2023. Materi IHT kali ini adalah Implementasi Kurikulum Merdeka Mandiri tahun kedua mengusung tema “Merdeka Belajar, Merdeka Mengajar”.

Kepala Dinas Pendidikan Gresik S.Hariyanto mengapreasi kegiatan IHT guru dan tenaga kependidikan (tendik) di UPT SMP Negeri 2 Gresik ini. Menurutnya, lembaga dan tenaga pendidik harus mengikuti perkembangan zaman. “Lembaga dan guru terus harus bergerak dan menggerakkan untuk mengimplementasikan kurikulum merdeka . Guru harus terus belajar dalam percepatan pembelajaran yang kompetitif di era globalisasi ini,” kata S.Hariyanto dalam sambutannya. 

Ditempat sama, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad  Salim mengatakan in House Training (IHT) merupakan agenda rutin setiap tahun. IHT adalah pelatihan internal ini untuk meningkatkan kompetensi Pendidik dan Tenaga kependidikan. “Kegiatan ini sangat diperlukan untuk diberikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan dalam menyambut tahun ajaran baru 2023/2024,” kata Salim pada Senin, 10 Juli 2023.

IHT, kata Salim, sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas Proses Belajar Mengajar (PBM) dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka mandiri serta untuk memaksimalkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan (Tendik) miliki dengan yang mereka hadapi dilapangan.Kegiatan IHT ini dilaksanakan sampai 13 Juli 2023. “Dan, bertujuan  meningkatkan kompetensi SDM Pendidik dalam menerapkan Kurikulum Merdeka di tahun kedua,” tegas Salim. 

Sementara itu, Yani, salah satu peserta IHT mengaku senang bisa mengikuti IHT ini. “Saya sangat merasakan manfaat yang luar biasa dengan pencerahan dalam menerapkan merdeka mengajar menyongsong tahun ajaran baru nanti,” katanya. (yad)

Sambut Tahun Ajaran Baru, UPT SMP Negeri 2 Gresik Gelar IHT untuk Guru dan Tendik Selengkapnya

UPT SMP Negeri 4 Gresik Borong 6 Penghargaan OPSI Siswa Jenjang SMP/MTs 2023

GRESIK,1minute.id – Anisah Rahma dan Nur Alisa langsung berpelukan. Siswa kelas VIII UPT SMP Negeri 4 Gresik itu menangis haru.  Senang karena kerjakerasnya selama 4 bulan  bisa memenangi Lomba Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Siswa Jenjang SMP/MTs 2023. 

Olimpiade yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik itu diikuti lebih kurang 800 siswa se-Kabupaten Gresik itu. Jenjang SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Gresik. Di olimpiade yang paling bergengsi di lingkup Dinas Pendidikan Gresik itu, Anisa Rahma dan Nur Alisa, yang mengusung tema “Pengaruh Revitalisi Bandar Grissee Terhadap Peningkatan UMKM” mendapatkan nilai rata-rata 88,63. Nilai rata-rata tertinggi untuk OPSI Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Hasil penelitian kedua siswa, revitalisi Bandar Grissee yang dilakukan pada masa kepemimpinan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah, Bupati dan Wakil Bupati Gresik itu terbukti memiliki multiplayer effect bagi warga sekitar kawasan heritage, Bandar Grissee itu.  Jumlah UMKM dan Pendapatan pelaku usaha meningkat. 

“Seneng banget karena dulu kelas VII, aku belum bisa juara. Capek dan kecewa di kelas VII bisa tak bayar di kelas VIII sekarang,” ujar Lilis-panggilan-Nur Alisa didampingi salah satu guru pembina OPSI IPS UPT SMP Negeri 4 Gresik Surya Yetni pada Selasa, 30 Mei 2023. “Sangat senang sekali. Jerih payah, usaha dan doa selama ini serasa dijawab semua oleh Allah SWT,” sela Anisah Rahma.

JUARA OPSI IPS : (ki-ka) Nur Alisa dan Anisa Rahma, peraih juara I OPSI Siswa Jenjang SMP/MTs se-Kabupaten Gresik 2023 ( Foto: UPT SMP Negeri 4 Gresik for 1minute.id)

Prestasi yang diraih Anisah Rahma dan Nur Alisa sebagai juara OPSI Siswa SMP/MTs Gresik semakin meneguhkan lembaga pendidikan dibawah kepemimpinan Arif Abd Rohman ini sebagai sekolah riset dan sang juara. “Karena hampir setiap kompetisi selalu mampu meraih juara,” ujar Surya Yetni, salah satu guru pembina OPSI UPT SMP Negeri 4 Gresik. 

Ia menyebut, OPSI Siswa SMP/MTs 2023, sekolah berlokasi di Jalan Proklamasi, Gresik ini mengirimkan delapan tim untuk tiga kategori yakni Bidang IPS Kemanusiaan dan Seni meraih juara I dan harapan III. Untuk bidang IPA dan Lingkungan meraih juara III dan harapan II. Sedangkan, bidang Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa menyabet juara I dan harapan III. 

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto mengatakan, Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Siswa SMP/MTs 2023 diikuti lebih dari 800 siswa jenjang SD/MI dan SMP/MTs 2023. Untuk jenjang SD/MI berlabel Lomba Cipta Karya Alat Peraga Siswa. Sedangkan, jenjang SMP/MTs adalah Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI). “Banyak karya siswa yang bagus-bagus dan inovatif. Ini menunjukkan siswa di Gresik ini gudangnya siswa pretasi.

“Kami akan membentuk tim khusus untuk melakukan pembinaan kepada siswa prestasi dan para jawara OPSI untuk dipersiapkan ke jenjang provinsi hingga nasional,” ujar Hariyanto dikonfirmasi selulernya pada Selasa, 30 Mei 2023. Tim khusus bentukan Dinas Pendidikan ini, untuk memperkuat guru pembina dalam mempersiapkan Olimpiade di jenjang Provinsi maupun nasional. “Selain guru di sekolah, kami juga membentuk untuk melakukan pembinaan kepada para juara tersebut,” katanya. 

Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia, lanjut Hariyanto, diselenggarakan setiap tahun. Bahkan, selama 2 tahun Pandemi Covid-19 tetap diselenggarakan meski dilakukan secara online.  Sebab, kegiatan ini  bertujuan meningkatkan kemampuan, serta menggali minat dan bakat terhadap bidang sains di lingkungan ; meningkatkan apresiasi siswa terhadap inovasi, invensi dan daya cipta dalam Ipteks  dan menumbuhkan rasa ingin tahu para remaja melalui kegiatan penelitian.  

Serta menumbuhkembangkan kecakapan kolaboratif, kooperatif dan kompetitif secara sehat, melatih sportivitas dan tanggungjawab para peserta didik dalam menyampaikan atau mengkomunikasikan ide/gagasan cerdas dalam penelitian. “Tahun ini, OPSI dilakukan secara tatap muka,” tandas Hariyanto. (yad)

Berikut  Juara OPSI Siswa SMP/MTs 2023.

OPSI IPS Kemanusiaan dan Seni 

I . Anisah Rahma dan Nur Alisa (UPT SMP Negeri 4 Gresik)

II. Hannes Zulfikar Alfaried dan Khilyatun Nafisah (SMP Muhammadiyah 12 Gresik)

III. Ahmad Arif Rahman dan Kinanthi Tiara Dewi (UPT SMP Negeri 3 Gresik)

OPSI IPA dan Lingkungan Hidup 

I. Hashifah Fithratun A & Adinda Dwi Novita (MTs NU Trate Gresik)

II Najwa Mumtazah Kamila & Reina Nafisah Rizky Kamilah (MTs NU Trate Gresik)

III. Azmiyah Zuhrufah Nihayati & Anita Habibiturrokhman (UPT SMP Negeri 4 Gresik)

OPSI Ilmu Pengetahuan Teknik & Rekayasa

I. Talitha Aulia lrhansyah & Cinta Syawallun Yeswana (UPT SMP Negeri 4 Gresik)

II. Aulia Kharisma Tsabitha & Nadiyah Mufidah (SMP lslamic Qon)

III. Aqilah Yusuf Fakhri & Delisha Rachmania Purwanto (SMP Muhammadiyah 12 Gresik)

(Data Dispendik Gresik)

UPT SMP Negeri 4 Gresik Borong 6 Penghargaan OPSI Siswa Jenjang SMP/MTs 2023 Selengkapnya

268 Siswa SMP Ikuti Pentas PAIS, Terbaik Bakal Jadi Duta Gresik Diajang Jawa Timur 

GRESIK,1minute.id – Pekan Keterampilan & Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAIS) Tingkat SMP se-Kabupaten Gresik digelar di SMP Islam Mambaul Ulum, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Selasa, 30 Mei 2023. Sebanyak 268 siswa jenjang SMP Negeri dan Swasta berkompetisi untuk menjadi terbaik sehingga bisa menjadi duta Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik di Pentas PAIS Jawa Timur pada Juli 2023 mendatang.

Ada lima kategori yang dilombakan dalam ajang pencarian bibit siswa dalam pendidikan agama Islam ini. Yakni, Musabaqah Hafdzil Quran (MHQ) diikuti 41 peserta ; Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) sebanyak 22 peserta ; Pidato 51 peserta; Kaligrafi 34 peserta dan Cerdas Cermat 120 peserta. 

Pentas PAIS ini dihadiri oleh Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Gresik Moh Ersat dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto, Pembina MGMP PAI Gresik Muhammad Salim serta undangan lainnya. Ratusan peserta Pentas PAIS terlihat antusias mengikuti agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sekolah Menengah Pertama Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) Gresik itu. 

Menurut Ketua Panitia Penyelenggara Pentas PAIS Gresik Suhadak, kegiatan ini digelar hasil kolaborasi antara MGMP SMP PAI bersama Kementerian Agama (Kemenag) Gresik dan Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik. “Tahun ini, Pentas PAIS diikuti 268 peserta SMP se-Kabupaten Gresik,” kata Suhadak usai acara pembukaan pada Selasa, 30 Mei 2023. 

Ratusan peserta itu berasal dari seluruh lembaga pendidikan jenjang SMP sederajat se-Kabupaten Gresik. SMP Negeri dan Swasta. “Peserta adalah siswa kelas VII dan VIII,” terang Suhadak yang juga Ketua MGMP PAI Gresik itu. 

PESERTA MTQ : Salah satu peserta kategori MTQ di Pentas PAIS Gresik di SMP Islam Mambaul Ulum, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Selasa, 30 Mei 2023 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Untuk diketahui, guru agama memiliki dua “bapak”. Secara kedinasan guru agama SMP Negeri Gresik mengikuti Dispendik Gresik. Sedangkan, pembinaan dan sertifikatikasi menginduk di Kemenag. Sehingga berbeda dengan guru mapel lainnya.

Mengapa peserta adalah siswa kelas VII dan VIII, Suhadak yang juga guru agama Islam di UPT SMP Negeri 4 Gresik menuturkan, pemenang Pentas PAIS Gresik ini, akan mewakili Kabupaten Gresik di event serupa di tingkat Jawa Timur direncanakan digelar pada Juli 2023. “Siswa kelas IX kan sudah lulus,” terangnya. Untuk event nasional, rencana akan dibuka oleh Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin. 

Hingga berita ini diturunkan, kategori MTQ yang telah kelar. Pemenang MTQ juara 1 Yusnia Maghfirah , UPT SMP Negeri 4 Gresik, juara II diraih oleh Samania Azzahra UPT SMP Negeri 1 Gresik dan juara III Izzatun Nafsih UPT SMP Negeri 6 Gresik. (yad)

268 Siswa SMP Ikuti Pentas PAIS, Terbaik Bakal Jadi Duta Gresik Diajang Jawa Timur  Selengkapnya

World Hearing Day 2023, Wabup Gresik Dorong Pembelajaran ABK Gunakan Teknologi dan Islami

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengajak semua stakeholder untuk peduli pada anak berkebutuhan khusus (ABK). Pembinaan yang tepat, bisa berpotensi menemukan talenta dari ABK yang cemerlang.

Hal itu diungkapkan Bu Min- sapaan akrab- Wabup Aminatun Habibah pada acara peringatan Hari Pendengaran Sedunia (World Hearing Day) di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus pada Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik pada Kamis, 9 Maret 2023.

“Pendidikan dan pembinaan yang diberikan secara tepat akan memunculkan bakat terpendam dari ABK tersebut,” ungkap Wabup berlatar pendidik itu.

Menurut wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu, selain menggunakan pola teknologi dan pengetahuan yang baik.  Metode dalam mendidik anak dengan cara islami. Salah satunya yang sudah diterapkan yaitu membaca Al Quran isyarat metode Amakasa dan Amlaba.

Dikatakan, tujuan metode amakasa dengan bahasa isyarat tangan sambil bersuara ini anak-anak bisa berbicara atau mengaji. Sedangkan metode amlaba akan memudahkan anak dalam pembelajaran Al Quran dan memudahkan ABK membaca dan melatih melafalkan Al Qur’an.

“Dua metode ini harus selalu berkaitan, semoga metode ini mudah diterima dan bermanfaat sekali oleh anak anak dan dapat mengembangkan potensi yang mereka miliki,” harapnya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam waktu dekat akan mendirikan tiga lagi Resource Centre untuk wilayah utara, wilayah selatan dan Kepulauan Bawean.

“Pemerintah daerah juga akan mendorong desa. Menjadi desa inklusi yang dikhususkan untuk anak inklusi dan berkebutuhan khusus,” tegasnya. Peringatan World Hearing Day dihadiri oleh Direktur Hearing Aid East Java – Perth Australia Vicki Richardson, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto, Kepala UPT Resource Centre/layanan pendidikan ABK Gresik Innik Hikmatin, Perwakilan UPT Puskesmas Alun Alun dan UPT Puskesmas Sukomulyo serta Ketua Perhimpunan Ahli THT Bedah Kepala Leher Manusia (Perhati-KL) Jatim Utara dr. Nilo.

Pada kesempatan itu, mereka mengapresiasi fasilitas RC Gresik yang memiliki program membaca Al Quran isyarat dengan metode Amakasa dan Amlaba. (yad)

World Hearing Day 2023, Wabup Gresik Dorong Pembelajaran ABK Gunakan Teknologi dan Islami Selengkapnya

Hari ini Deadline Pembangunan Gedung SMP Negeri 34 Gresik

GRESIK,1minute.id – Deadline Pembangunan gedung SMP Negeri 34 Gresik Jumat, 30 Desember 2022.  Progres pembangunan sudah mencapai 98 persen per Kamis, 29 Desember 2022. Dinas Pendidikan (Dispendik) optimistis pembangunan gedung sekolah berlokasi di Kompleks Perumahan Pondok Permata Suci (PPS) Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik kelar sesuai jadwal.

“Saat ini progres pembangunan sudah mencapai 98 persen. Optimis bisa selesai tepat waktu. Kita lihat saja nanti,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik S.Hariyanto ditemui 1minute.id di acara refleksi akhir tahun di hotel AstonInn pada Kamis, 29 Desember 2022.

Tahap pertama, pembangunan gedung SMP Negeri 34 Gresik ini dikerjakan oleh CV Eka Jaya Abadi dengan nilai kontrak Rp 7,3 miliar.  Pada bagian depan, pekerjaan pembangunan untuk lantai dasar dari rencana 2 lantai. Gedung bagian depan ini rencana untuk ruang guru dan sekretariatan.

Sedangkan dibelakangnya, pembangunan lantai satu dan dua dari rencana tiga lantai rencananya digunakan untuk ruang kelas. Kegiatan belajar mengajar (KBM). Ada 10 ruang kelas dan enam unit toilet. “Kelihatannya tidak selesai. Karena memang itu akan dikerjakan tahap berikutnya,” imbuhnya. 

Bagaimana bila pekerjaan tidak selesai sesuai perencanaan? Hariyanto mengatakan pihaknya akan meminta menyelesaikan pekerjaan tahap pertama itu sampai tuntas. “Tentu, nanti ada denda keterlambatan penyelesaian pembangunan,” tegasnya.

Informasi yang dihimpun  tahun ajaran baru, gedung baru, UPT SMP Negeri 34 Gresik akan mulai difungsikan untuk kegiatan belajar mengajar. Saat ini, KBM 256 siswa menempati gedung SDN Suci. Mereka sekolah siang hari. Pada 2023, pembangunan akan dilanjutkan. Pembangunan tahap kedua ini ,meliputi pembangunan sarana prasana (sarpras). Diantaranya,  kolam renang. (yad)

Hari ini Deadline Pembangunan Gedung SMP Negeri 34 Gresik Selengkapnya