Strategi Mitigasi Logistik Pulau Bawean : Menuju Kemandirian yang Tangguh 

Oleh : Ali Yusa*

TANTANGAN logistik di Pulau Bawean, yang terpisah sekitar 80 mil dari daratan Jawa, seringkali menjadi hambatan serius bagi kehidupan masyarakat dan perekonomian pulau ini. Ketergantungan tinggi pada transportasi laut membuat rantai pasokan sangat rentan terhadap kondisi cuaca ekstrem, terutama gelombang tinggi yang sering terjadi di Laut Jawa. 

Untuk membangun ketahanan, diperlukan strategi mitigasi yang komprehensif dan inovatif, tidak hanya mengandalkan solusi konvensional. Pulau-pulau kecil terpencil seperti Bawean memerlukan pendekatan logistik yang fleksibel dan berbasis risiko untuk mengatasi keterbatasan geografis dan cuaca dan ini harus segera menjadi peta jalan bagi Pembangunan di Kepulauan Bawean dan Gresik.

Salah satu kunci utama adalah fleksibilitas waktu berangkat kapal. Alih-alih jadwal tetap yang kaku, pemerintah dan operator kapal perlu mengadopsi sistem jadwal dinamis yang responsif terhadap prakiraan cuaca real-time. Kapal penumpang dan barang utama bisa menunda keberangkatan beberapa jam atau bahkan sehari jika prakiraan menunjukkan gelombang berbahaya di rute, daripada memaksakan diri dan menghadapi risiko tinggi atau pembatalan total. 

Penelitian Notteboom dan Rodrigue (2022) menekankan bahwa fleksibilitas operasional seperti ini adalah pilar utama ketahanan rantai pasokan maritim di era ketidakpastian iklim, mengurangi biaya akibat gangguan dan kerusakan kargo.

Selanjutnya, optimasi kecepatan kapal menjadi aspek krusial. Selama kondisi laut normal, kapal dapat beroperasi pada kecepatan ekonomis (slow steaming) untuk menghemat bahan bakar dan mengurangi emisi, sebagaimana dibahas dalam studi Psaraftis dan Kontovas (2023) tentang efisiensi operasional pelayaran.

Namun, ketika menghadapi potensi gelombang tinggi yang tidak terlalu ekstrem namun masih berisiko, kapal memiliki opsi untuk sementara meningkatkan kecepatan pada segmen perjalanan tertentu untuk “melewati” area bermasalah lebih cepat, atau sebaliknya, mengurangi kecepatan secara signifikan untuk meningkatkan stabilitas dan keselamatan jika kondisi memburuk secara tiba-tiba. 

Fleksibilitas kecepatan ini memberi nakhoda ruang gerak vital untuk menyesuaikan diri. Pemanfaatan rute alur kapal yang fleksibel dalam Surat Perijinan Berlayar (SPB) juga merupakan langkah strategis. SPB saat ini seringkali menetapkan satu rute tetap. Strategi mitigasi mendorong penerbitan SPB yang mencantumkan beberapa rute alternatif yang telah dipetakan dan dianggap aman untuk berbagai kondisi cuaca. 

Jika rute utama terkena dampak ombak tinggi di sektor tertentu, nakhoda dapat beralih ke rute alternatif yang lebih terlindung (misalnya, lebih dekat ke pesisir utara atau selatan pulau, atau memanfaatkan celah antar pulau kecil jika memungkinkan) tanpa harus menunggu persetujuan ulang yang memakan waktu.

Konsep rute alternatif berbasis risiko ini telah terbukti efektif dalam meningkatkan ketahanan pelayaran, seperti ditunjukkan oleh Christiansen et al. (2023) dalam analisis sistem transportasi maritim regional.

Untuk kondisi ombak sangat tinggi di mana kapal-kapal utama tidak dapat beroperasi sama sekali, peran kapal perintis dan Kapal Motor Penyeberangan Rakyat (Pelra) menjadi sangat vital. Kapal-kapal berukuran lebih kecil ini umumnya memiliki draft lebih dangkal dan desain yang lebih lincah, memungkinkannya untuk tetap beroperasi di laut yang agak bergelombang atau menavigasi rute alternatif yang lebih terlindung yang tidak bisa dilalui kapal besar. 

Pemerintah perlu memastikan ketersediaan dan kesiapsiagaan armada perintis dan Pelra khusus untuk misi darurat logistik saat cuaca buruk, mengangkut kebutuhan pokok dengan prioritas tinggi. Brooks dan Frost (2021) menyoroti pentingnya layanan feeder (seperti perintis dan Pelra) sebagai jaring pengaman logistik untuk komunitas pulau terpencil, terutama saat layanan utama terganggu.

Di samping itu, kemandirian pangan dan pemenuhan kebutuhan pokok di Pulau Bawean sendiri adalah fondasi mitigasi jangka panjang. Mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar berarti mengurangi tekanan pada rantai logistik saat terjadi gangguan. 

Strategi ini mencakup pengembangan pertanian berkelanjutan (tanaman pangan, hortikultura, perikanan budidaya) yang adaptif dengan iklim lokal, penyediaan sarana penyimpanan (cold storage, gudang kering) yang memadai, serta penguatan sistem distribusi internal di pulau. 

Laporan FAO (2022) tentang ketahanan pangan di pulau-pulau kecil menekankan bahwa diversifikasi produksi pangan lokal dan infrastruktur pascapanen adalah kunci untuk mengurangi kerentanan terhadap gangguan eksternal dan fluktuasi harga.

Integrasi semua elemen ini – jadwal fleksibel, kecepatan adaptif, rute SPB berganda, pemanfaatan optimal kapal kecil untuk darurat, dan peningkatan kemandirian lokal – harus dikelola dalam sistem terkoordinasi. 

Diperlukan pusat komando logistik pulau yang memantau cuaca, koordinasi antar operator kapal (Pelni, Perintis, Pelra), Pemerintah Daerah, TNI AL, serta pelaku usaha lokal. Sistem ini memastikan informasi mengalir cepat, keputusan diambil tepat waktu, dan sumber daya (termasuk kapal darurat dan stok pokok) dapat digerakkan secara efisien saat ancaman gangguan muncul. Koordinasi yang kuat antarpemangku kepentingan adalah jantung dari strategi mitigasi yang efektif.

Dengan mengimplementasikan strategi mitigasi yang holistik ini, Pulau Bawean dapat secara bertahap mengurangi kerentanan rantai logistiknya. Fleksibilitas operasional pelayaran, didukung oleh teknologi dan regulasi yang adaptif, menjadi perisai langsung terhadap dampak cuaca buruk. 

Sementara itu, pengembangan kemandirian pangan dan kebutuhan pokok membangun fondasi ketahanan dari dalam. Upaya ini membutuhkan komitmen jangka panjang, investasi, dan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator transportasi, pelaku usaha, dan masyarakat Bawean itu sendiri. Hanya melalui sinergi inilah Bawean dapat mencapai ketahanan logistik yang sejati, memastikan keberlanjutan kehidupan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat pulau, menjadikannya contoh ketangguhan bagi pulau-pulau terpencil lainnya di Indonesia. (*)

Catatan :

Mahasiswa Doktoral FPIK UB ; Ketua Living Lab. Maritim & Wakil Ketua PII Gresik

Strategi Mitigasi Logistik Pulau Bawean : Menuju Kemandirian yang Tangguh  Selengkapnya

Raperda P-APBD Gresik 2025 Disahkan, Pendapatan Daerah Naik menjadi Rp 3,86 Triliun

GRESIK,1minute.id – DPRD Gresik menggelar rapat paripurna agenda Penyampaian Laporan Badan Anggaran (Banggar) serta Pengambilan Keputusan terhadap Ranperda P-APBD 2025 pada Jumat, 29 Agustus 2025. Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir dan dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Penyampaian Laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gresik dibacakan oleh juru Bicara Banggar Faqih Usman. Ia menyampaikan bahwa seluruh tahapan pembahasan telah dilalui, mulai dari penyampaian Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan hingga pembahasan mendetail di tingkat komisi. Hasilnya, disepakati perubahan postur APBD 2025.

“Pendapatan daerah naik dari Rp 3,84 triliun menjadi Rp 3,86 triliun, atau bertambah Rp 15,4 miliar. Sedangkan belanja daerah naik dari Rp 3,84 triliun menjadi Rp 3,94 triliun, atau naik Rp 102,3 miliar. Dengan demikian, terjadi defisit sebesar Rp 86,8 miliar,” papar Faqih.

Untuk menutup defisit anggaran tersebut, lanjutnya, digunakan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA)  2024 sebesar Rp 89 miliar ditambah penerimaan pinjaman Rp 15 miliar, dengan pengeluaran pembiayaan Rp 22 miliar. Sehingga jumlah pembiayaan neto tetap berimbang dan SiLPA menjadi nol.

Faqih juga menyampaikan sejumlah rekomendasi Banggar, antara lain, perlunya evaluasi ketat terhadap pendapatan daerah dari pajak dan retribusi agar mencapai target, serta optimalisasi belanja agar lebih tepat, cepat, efektif, dan efisien. Selain itu, pemerintah daerah diminta memperhatikan ketepatan waktu pelaksanaan kegiatan.

Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, menegaskan bahwa tambahan anggaran dalam P-APBD 2025 akan diarahkan untuk kebutuhan prioritas. “Di antaranya perbaikan sekolah rusak, peningkatan puskesmas menjadi standar rawat inap, serta menopang layanan kesehatan seperti UHC (Universal Health Coverage), obat-obatan, dan program kesehatan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, mengapresiasi kinerja DPRD dalam pembahasan perubahan APBD ini. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar melaksanakan program secara efektif dan produktif mengingat waktu pelaksanaan yang terbatas.

“Ranperda Perubahan APBD 2025 ini segera kami sampaikan kepada Gubernur Jawa Timur untuk dilakukan evaluasi. Dengan begitu, bisa dipastikan kesesuaiannya dengan aturan yang berlaku baik dari aspek teknis, materiil, maupun legalitas,” kata Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. Ia berharap Perubahan APBD 2025 menjadi instrumen fiskal yang aspiratif, adaptif, dan responsif untuk kemajuan Kabupaten Gresik. (yad)

Raperda P-APBD Gresik 2025 Disahkan, Pendapatan Daerah Naik menjadi Rp 3,86 Triliun Selengkapnya

DPRD Gresik Buka Layanan Pengaduan, 5 Anak Diduga Ditelantarkan Ortu pun Masuk ke Dewan

GRESIK,1minute.id – Puluhan pengaduan masyarakat masuk ke parlemen. Selama dua bulan, itu jenis pengaduan yang masuk beraneka ragam. Persoalan lingkungan (tambang galian C, dugaan pencemaran lingkungan), infrastruktur,  dugaan penyalagunaan anggaran desa di wilayah Kecamatan Balongpanggang, pedagang kaki lima hingga dugaan penelantaraan anak.

” Hampir semua pengaduan yang masuk telah ditindaklanjuti oleh setiap komisi,” kata Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir dalam Konferensi Pers Kinerja Anggota DPRD Terhadap Pengaduan Masyarakat Tahun 2025 pada Kamis, 14 Agustus 2025. 

Syahrul didampingi tiga Wakil Ketua DPRD Gresik yakni Achmad Nurhamim, Mujid Riduan dan Lutfi Dhawam serta empat orang Ketua Komisi I, II, III dan IV. Dari pengaduan yang masuk ke gedung parlemen yang berada di Jalan KH Wachid Hasyim, Alun-alun Gresik itu, dugaan penelantaraan anak yang menyita perhatian dan viral. 

Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muchamad Zaifudin, mengungkapkan ada lima anak yang diduga ditelantarkan oleh orang tuanya. Mereka satu keluarga. “Mereka hidup dari bantuan warga dan menjual perabot rumah tangga,” terang Syaifudin. 

Lima anak itu, dua sudah dewasa, tiga anak-anak. “Ada anak yang berusia 11 tahun tapi belum sekolah. Seharusnya, anak itu sudah kelas VI SD,” katanya. Agar anak tersebut bisa sekolah, imbuhnya, akan dimasukkan ke program Paket A (setara lulusan SD). “Setelah lulus Paket A bisa masuk ke jenjang SMP,” katanya. “Anak yang paling kecil, belum memiliki akta kelahiran,” imbuhnya.

Sedangkan, dua kakaknya yang sudah dewasa, imbuhnya, akan di fasilitasi bergabung di Dapur Umum Makan Bergizi Gratis (MGB) Desa Yososwilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. 

Informasi yang dihimpun 1minute.idlima bersaudara itu asal luar Jawa kemudian tinggal di Desa Yosowilangun, Manyar. “Mereka ini, awalnya anak orang kaya. Punya rumah dan mobil.  Bapaknya kerja pelayaran,” ujar seorang warga. Mereka adalah SA bersama lima anaknya, tiga laki-laki dan dua perempuan yang berinisial ES, 21, AN, 19, DE, 13,, KI, 11, dan CE, 3. Mereka adalah yatim karena ayahnya meninggal dalam kecelakaan kapal dua tahun lalu. Sejak itu, kehidupan rumah tangga lima bersaudara itu berubah 180 derajat. Gaya hidup ibu lima anak itu juga berubah. 

Keluarga SA bersama lima anaknya pun pindah ngontrak di sejumlah tempat. Kali terakhir mengontrak kompleks perumahan di kawasan Kecamatan Kebomas. Rumah itu sangat bagus. Semua kamar di lengkapi fasilitas pendingin udara alias AC. 

Dua bulan terakhir, SA, ibu lima anak itu jarang pulang. Anak-anak pun terlantar. Untuk biaya hidupnya, mereka kemudian menjual perkakas rumah tangga, seperti,  AC, tabung elpiji, galon air serta apa saja yang laku di jual. 

Tidak hanya itu, pemilik rumah juga  melakukan penagihan uang kontrak yang mencapai sekitar Rp 10 juta. Pemilik rumah mengancam akan mengusir mereka. Penderita yang dialami lima anak yatim mematik keprihatinan warga perumahan itu. Diantara mereka kemudian mengadukan ke layanan pengaduan di gedung DPRD Gresik. Layanan pengaduan itu baru di buka selama dua bulan. 

Layanan pengaduan DPRD Gresik ini, menambahkan deretan alternatif bagi warga di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Sebelumnya, ada Layanan pengaduan Call Center 112, Lapor GUS via WhatsApp 0812 3225 4001..

Dugaan anak ditelantarkan oleh ortu itu kini ditangani oleh Dinas Sosial (Dinsos) Gresik dan Kantor Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPA) Gresik. (yad)

DPRD Gresik Buka Layanan Pengaduan, 5 Anak Diduga Ditelantarkan Ortu pun Masuk ke Dewan Selengkapnya

DPRD Gresik Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan Rancangan P-APBD Gresik 2025,  Diproyeksikan Surplus Rp 82 Miliar 

GRESIK,1minute.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik menggelar rapat paripurna penyampaian nota keuangan rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (P-APBD) 2025.

Wakil Bupati (Wabup) Gresik Asluchul Alif menyampaikan bahwa penyusunan nota keuangan mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2024 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2025. Nota keuangan ini memuat gambaran umum kondisi keuangan daerah, perubahan kebijakan, serta pertimbangan strategis sebagai dasar penyusunan program dan kegiatan.

“Melalui penyusunan nota keuangan ini, diharapkan menjadi pedoman arah penyusunan perubahan APBD 2025 sekaligus sarana pengendalian dan evaluasi pelaksanaannya,” kata dokter Alif, sapaan, Asluchul Alif di ruang Rapat Paripurna DPRD Gresik pada Kamis, 14 Agustus 2025.

Ia menjelaskan dalam rancangan Perubahan APBD 2025, pendapatan daerah Kabupaten Gresik diproyeksikan mencapai Rp 3,86 triliun. Rinciannya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 1,56 triliun meliputi pajak daerah Rp 1,09 triliun, retribusi Rp 376,24 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp12,64 miliar, dan lain-lain PAD yang sah Rp 81,01 miliar.

Kemudian, Pendapatan Transfer sebesar Rp 2,29 triliun, berasal dari transfer pemerintah pusat Rp 2,139 triliun dan transfer antar daerah Rp 156,33 miliar. Kebijakan pendapatan tahun ini diarahkan pada peningkatan PAD melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak, digitalisasi sistem pembayaran, optimalisasi aset daerah, peningkatan kinerja BUMD, hingga kerjasama lintas pemerintahan.

Sedangkan, sisi belanja belanja daerah pada perubahan APBD 2025 dialokasikan sebesar Rp 3,9 triliun, terdiri dari belanja operasi Rp 2,67 triliun, belanja modal Rp 468,57 miliar, belanja tidak terduga Rp 23,78 miliar, dan belanja transfer Rp 774 miliar.

Alokasi anggaran difokuskan pada urusan wajib pelayanan dasar sebesar Rp 2,216 triliun, urusan wajib non-pelayanan dasar Rp 339,52 miliar, urusan pilihan Rp 102,26 miliar, unsur pendukung Rp 188,84 miliar, unsur penunjang Rp 917,94 miliar, unsur pengawasan Rp 30,66 miliar, urusan kewilayahan Rp 110,04 miliar, dan pemerintahan umum Rp 25,45 miliar.

Dari sisi pembiayaan, perubahan APBD 2025 mencatat kenaikan signifikan dari minus Rp 4,78 miliar menjadi surplus Rp 82,07 miliar yang bersumber dari SILPA tahun sebelumnya dan penerimaan pinjaman daerah.

Alif mengatakan bahwa seluruh kebijakan, program, dan kegiatan yang ditetapkan dalam perubahan KUA dan PPAS 2025 diharapkan dapat terlaksana secara efisien, efektif, ekonomis, transparan, serta akuntabel. “Semoga perubahan APBD ini membawa manfaat nyata bagi pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Gresik,” kata mantan Wakil Ketua DPRD Gresik itu.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Ridwan menyampaikan penyampaian nota keuangan rancangan perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) 2025.

“Kami atas nama pimpinan dewan mengucapkan terima kasih kepada Wakil Bupati Gresik. Pembahasan selanjutnya akan dilaksanakan sesuai dengan mekanisme dan tahapan yang ada yakni melalui rapat badan anggaran dengan tim anggaran pemerintah daerah pada penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap nota keuangan rancangan perubahan APBD tahun anggaran tahun 2025 pada rapat paripurna,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir mengatakan, pihaknya akan mendorong pemerintah dalam meningkatkan pendapatan daerah dari pemanfaatan aset milik pemerintah. “Selama pemanfaatan aset milik pemerintah belum maksimal. Pemanfaatan aset pemerintah bisa meningkatkan perekonomian bila dikelola secara maksimal,” tegas Syahrul Munir dalam Konferensi Pers Kinerja Anggota DPRD Terhadap Pengaduan Masyarakat Tahun 2025 pada Kamis, 14 Agustus 2025. 

Syahrul didampingi tiga Wakil Ketua DPRD Gresik yakni Achmad Nurhamim, Mujid Riduan, dan Lutfi Dhawam serta Ketua Komisi I, II, III dan IV. (yad)

DPRD Gresik Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan Rancangan P-APBD Gresik 2025,  Diproyeksikan Surplus Rp 82 Miliar  Selengkapnya

450 Naker KTP Gresik Kerja di Freeport Indonesia, Bupati Gresik Fandi Akhmad Ajak Mahasiswa Upgrade Diri, Belajar, Belajar dan Belajar 

GRESIK,1minute.id – “Saya mengajak adik-adik semuanya untuk selalu meng-upgrade diri, terus mendorong potensi diri kita. Tidak cukup hanya pada ilmu yang kita dapatkan, tapi terus belajar dan belajar,” kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat menghadiri seminar Nasional Ekonomi, Kewirausahaan, Bisnis, dan Ilmu Sosial (SNEKBIS) 2025 di Hall Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) pada Rabu, 25 Juli 2025.

Seminar dihadiri ratusan mahasiswa itu dihelat oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMG. Orang nomor satu di Kota Industri, sebutan lain Kabupaten Gresik itu, mengajak para mahasiswa proaktif mengembangkan diri.

Pemerintah Kabupaten Gresik, ia melanjutkan, berkomitmen menjadi fasilitator yang mempermudah akses generasi muda untuk masuk ke dunia kerja. Salah satu akses yang diupayakan pemerintah yaitu melalui kerja sama dengan industri besar. “Alhamdulillah, saat ini tercatat lebih dari 450 tenaga kerja asal Gresik telah terserap oleh PT Freeport Indonesia, dan ini menjadi contoh nyata hasil sinergi antara pendidikan, pemerintah, dan dunia usaha,” tegasnya.

Ia tidak lupa menyampaikan apresiasi kepada UMG atas perannya dalam menyiapkan SDM yang adaptif dan berdaya saing. Ia menegaskan bahwa mahasiswa harus terus meningkatkan keterampilan (skill) agar mampu bersaing di tengah persaingan kerja yang semakin dinamis. “Tetap fokus pada ilmu yang adik-adik ditekuni,” tegasnya. 

Seminar yang dihelat UMG kali ini mengangkat tema ‘Asta Cita Ekonomi dan Bisnis: Integrasi dan Transformasi Menghadapi Peluang serta Tantangan Global’. Dalam paparan yang disampaikan penyelenggara, seminar ini menjadi forum strategis untuk membahas peran perguruan tinggi, pelaku usaha, dan pemerintah dalam merespons dinamika ekonomi global yang semakin kompleks dan kompetitif.

Selain Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang menjadi keynote speaker pada kegiatan ini, juga menghadirkan narasumber lain, yaitu Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim dan Dosen Ekonomi UMG Dr. Umaimah serta Marketing Manager PT Freeport Indonesia, Erika Silva. (yad)

450 Naker KTP Gresik Kerja di Freeport Indonesia, Bupati Gresik Fandi Akhmad Ajak Mahasiswa Upgrade Diri, Belajar, Belajar dan Belajar  Selengkapnya

Di Musrenbang RPJMD, Pemkab Gresik Komitmen Pemerataan Pembangunan, Target Pertumbuhan Ekonomi 6,9 %

GRESIK,1minute.id – Wajah Gresik empat tahun ke depan seperti apa. Penasaran ? Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Musrenbang RPJMD) 2025–2029 yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik ada lima misi utama bakal dicapai.

Lima misi utama itu, pertama adalah Memperkuat insan unggul yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berakhlakul karimah. Kedua, Mempercepat pembangunan ekonomi daerah berbasis potensi keunggulan lokal.

Ketiga, Menyelesaikan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan terintegrasi. Keempat, Meningkatkan sistem pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima. Dan, kelima adalah Meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan pemenuhan kebutuhan dasar.

Pelaksana Tugas  Bupati Gresik Asluchul Alif, dalam sambutannya menyampaikan bahwa arah pembangunan ke depan tidak hanya terfokus pada infrastruktur, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelestarian lingkungan, dan penguatan daya saing daerah.

“Kita harus berbenah dan bersinergi agar pembangunan terasa nyata dan merata,” tegasnya. Ia juga menekankan bahwa Musrenbang RPJMD merupakan forum penting untuk menyatukan persepsi, merumuskan arah pembangunan, dan memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dan pemerintahan.

“RPJMD ini adalah peta jalan yang akan menjadi panduan kita bersama. Kita ingin memastikan bahwa setiap kebijakan dan program benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, tidak hanya menjawab tantangan saat ini, tetapi juga mempersiapkan masa depan Gresik yang lebih baik dan berkelanjutan,” ujarnya.

Musrenbang RPJMD ini diikuti antara lain Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman ini digelar Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresk pada Kamis, 15 Mei 2025. 

Target-target pembangunan lima tahun ke depan dirumuskan dalam sejumlah indikator makro, antara lain:

1. Indeks Pembangunan Manusia (IPM): meningkat dari 78,93 pada 2024 menjadi 83,18 pada 2029.

2. Pertumbuhan ekonomi: ditargetkan mencapai 6,9%.

3. Penurunan emisi gas rumah kaca: secara kumulatif ditargetkan mencapai 55.000 ton CO₂.

4. Pengurangan angka kemiskinan: hingga 8,3%.

5. Penurunan tingkat pengangguran terbuka: menjadi 5%.

6. Reformasi birokrasi: menyeluruh untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan publik.

Pemerintah Kabupaten Gresik juga menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam setiap proses pembangunan. “Dengan keterlibatan semua elemen, pembangunan tidak hanya menjadi milik pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama masyarakat Gresik menuju masa depan yang lebih baik,” ujar dokter Alif-sapaan-Asluchul Alif.

Musrenbang ini diharapkan menjadi fondasi perencanaan pembangunan lima tahun ke depan yang berpihak pada rakyat dan sejalan dengan visi pembangunan nasional serta Provinsi Jawa Timur. (yad)

Di Musrenbang RPJMD, Pemkab Gresik Komitmen Pemerataan Pembangunan, Target Pertumbuhan Ekonomi 6,9 % Selengkapnya

Dukung Pelestarian Seni, Gedung Wakil Rakyat Gresik Disulap Bagaikan Galeri Karya Pelukis Gresik

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 50 karya lukis dari sepuluh pelukis asal Gresik dipamerkan di gedung DPRD Gresik mulai Rabu, 14 Mei 2025. Art Exhibition yang dibuka oleh Ketua DPRD Muhammad Syahrul Munir itu di gelar hingga Jumat, 16 Mei 2025.

Gedung wakil rakyat di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik itu terasa beda. Gedung ikonik, peninggalan Kolonial Belanda itu bagai galeri lukis. Puluhan lukisan karya pelukis yang tergabung dalam Sanggar Lentera dibawa komando Kris Adji A.W., itu di pajang mulai teras hingga lorong menuju rapat paripurna. 

Sejak di buka pukul 09.00 pagi hingga pukul 9 malam, seakan tidak pernah sepi pengunjung. Penikmat seni lukis bisa menikmati berbagaj aliran lukisan. Mulai Surialisme, abstraksi, kontemporer hingga realisme. Ukuran dan bentuk karya pun beraneka ragam. 

Muhammad Riyanto, misalnya, memamerkan dua karya kaligrafinya yang berjudul Dzikir dan ayat Kursy (kolaborasi Asmaul Husna dengan ayat kursy). “Lukisan dengan piring yang bisa berputar nanti di koleksi oleh Ketua DPRD Gresik. Saya buat dadakan karena dipasang di ruang Ketua dewan,” kata Riyanto.

Sejumlah lukisan Riyanto telah dikoleksi sejumlah tokoh di Indonesia. Di antaranya, lukisan berjudul Ikan Bandeng menjadi koleksi Presiden Joko Widodo. Ada juga yang dikoleksi oleh mantan Ketua PBNU KH. Said Aqil Siradj ; KH. Afifudin Dimyati, putra KH. Dimyati Romli sekaligus Pengasuh Ponpes Hidayatul Quran Peterongan Jombang dan KH.Muammar ZA, qori International dari Indonesia. Riyanto mengaku belajar kaligrafi dari Ustad Faiz Abdur Rozzaq di Bangil, Pasuruan tersebut.

NALURI : Ahmad Fery dengan salah satu karya berjudul Naluri yang dipamerkan di gedung DPRD Gresik . Pemeran dibuka oleh ketua DPRD Gresik Syahrul Munir berlangsung mulai 14 Mei hingga 16 Mei 2025 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Lalu, pelukis Ahmad Fery mempersembahkan dua karya abstraks yakni 5 Waktu dan Naluri. Naluri, lukisan berukuran 120 x 155 centimeter ini dipajang di teras depan bersebelahan dengan Dzikir. “Naluri tidak hanya dimiliki manusia. Hewan pun memiliki Naluri,” kata Feri ketika ditemui pada Rabu malam, 14 Mei 2025. Ia menceritakan, ada induk burung  memberikan makan anaknya. Sementara ada anak burung kelaparan karena ditinggal induknya, burung lainnya tergerak untuk memberikan makan anak burung. “Begitu lah kehidupan. Coba sampeyan lihat agak jauh. Akan terlihat burungnya,” katanya. 

Yayak, pelukis kelahiran Pekauman, Gresik melukis Damarkurung, yang dipopulerkan oleh maestro Mbah Masmundari. Akan tetapi, cerita yang disampaikan tentang kekinian. Orang sedang bersepeda skutik, bermain drone dan robotik. Akan tetapi, wajah orang lukisan damarkurung karya Yayak ini berwarna gelap. “Persepektif saya saja. Karena saya menganggap bayangan,” katanya. 

Ketua DPRD Gresik, M Syahrul Munir, menyampaikan bahwa pameran ini merupakan bentuk dukungan DPRD terhadap pelestarian seni dan budaya daerah.

“Ini cara kami memberikan ruang kepada para seniman untuk berekspresi. Apalagi, gedung DPRD ini juga termasuk bangunan cagar budaya, sehingga sangat tepat dijadikan tempat kegiatan yang bersentuhan dengan kebudayaan,” ujar Syahrul.

Dia menambahkan, seni dan budaya merupakan aspek penting dalam pembangunan daerah. Menurutnya, Gresik memiliki banyak seniman potensial yang karyanya sudah dikenal hingga kancah internasional.

Politisi muda PKB ini juga meminta dinas terkait serta Komisi yang membidangi untuk ikut serta aktif dalam pelestarian kebudayaan di Kota Pudak. “Ada lukisan karya seniman Gresik yang sudah keliling 50 negara. Ini menunjukkan potensi besar yang perlu terus kita dukung dan fasilitasi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana M Syarifuddin, menyampaikan apresiasi kepada legislatif khususnya Ketua DPRD, yang telah memberikan ruang dan dukungan terhadap kegiatan seni ini.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Pameran ini bukan hanya ajang menampilkan karya, tapi juga menghidupkan kembali semangat berkesenian di Gresik,” ujarnya.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, akan digelar sarasehan bertema “Lentera Bersinar Lagi: Arus Balik Kebudayaan Gresik sebagai Kota Perdagangan dan Peradaban” pada hari terakhir pameran. (yad)

Dukung Pelestarian Seni, Gedung Wakil Rakyat Gresik Disulap Bagaikan Galeri Karya Pelukis Gresik Selengkapnya

PWI dan DPRD Gresik Berkolaborasi Berikan Anugerah Giri Pancasuar Awards 2025 kepada 5 Tokoh Inspiratif 

GRESIK,1minute.id –  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik bersama DPRD Gresik kembali menggelar Anugerah Giri Pancasuar Awards atau GPA 2025 pada Rabu, 14 Mei 2025.

GPA memasuki tahun kedelapan ini dihelat di Hotel Aston Gresik menjadi puncak peringatan Hari Pers Nasional atau HPN 2025 dan Hari Jadi Kota Gresik ini berlangsung semarak. 

Sebanyak lima tokoh yang menerima Anugerah GPA berdasarkan kiprah mereka di bidang masing-masing. Banyak kandidat yang masuk berdasarkan usulan dari para anggota. Pengurus PWI Gresik harus berulangkali menggelar rapat untuk memilih lima tokoh utama. 

Lima tokoh itu, adalah Dr. Hj. Aminatun Habibah, Wakil Bupati Gresik 2021-2024 yang dinobatkan sebagai Perempuan Inspiratif dalam Bidang Pendidikan dan Politik ;  Dr. Jazilul Fawaid, Ketua Fraksi PKB DPR RI yang mendirikan mendirikan Universitas Sunan Gresik sebagai Legislator Inspiratif Asli Gresik. 

Berikutnya, Dr. Asep Heri, sebagai Tokoh Teladan Bidang Agraria dan Pertanahan kini menjabat sebagai Kepala ATR/BPN Jawa Timur ; Andry Bagus Sugiarto sebagai Tokoh Inspiratif Bidang Olahraga Disabilitas dan Mat Kauli (almarhum) sebagai Budayawan Gresik, maestro Macapat Gresik.

Selain itu, PWI Gresik juga memberikan penghargaan apresiatif kepada lima tokoh dan institusi lainnya yang dianggap memiliki peran penting dalam mendorong perubahan positif di tengah masyarakat.

FOTO BARENG : Penerima apresiasi dari PWI berkolaborasi dengan DPRD Gresik bersama Plt Bupati Gresik Asluchul Alif (tiga dari kiri) dalam Anugerah GPA 2025 pada Rabu, 14 Mei 2025 ( Foto ,: PWI Gresik)

Penerima apresiasi meliputi Bank Jatim Cabang Gresik atas kontribusinya dalam pembangunan ekonomi lokal; Anhar Chusnani sebagai pemuda pelestari seni Damarkurung; Aiptu Jaelani (almarhum) sebagai polisi teladan; Serka Kowad Izza Elmy sebagai Babinsa perempuan inspiratif; dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Gresik atas respons cepat terhadap keselamatan warga.

Ketua DPRD Gresik M Syahrul Munir, dalam sambutannya mengatakan bahwa penghargaan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya ditopang oleh sektor formal pemerintahan, tetapi juga oleh keteladanan individu dan peran komunitas.

“Tentunya kami dari DPRD Gresik sangat mengapresiasi Giri Pancasuar Awards. Karena ini bentuk penghargaan kepada tokoh terbaik yang berkontribusi dalam pembangunan Gresik. Baik pembangunan fisik maupun non fisik. Semuanya tokoh terbaik,” ujar Syahrul.

Politisi PKB ini berharap para tokoh terbaik bisa menjadi motivasi bagi masyarakat untuk memberikan kinerja dan dedikasi terbaik dalam menjalankan tugas. Mereka pasti produktif dalam bidangnya masing-masing.

Apresiasi serupa juga disampaikan Plt Bupati Gresik Asluchul Alif. Menurutnya, banyak warga Gresik yang sukses di luar daerah dan tetap memberikan kontribusinya. “Untuk itu penghargaan ini sangat baik, agar tokoh-tokoh terbaik dari Gresik bisa terus berkontribusi kepada daerah. Istilah Pak Jazil tadi, kembali pulang,” ungkapnya.

Ia bahkan berharap lebih banyak penghargaan diberikan kepada tokoh Gresik punya kiprah apik, kendati tidak di Kota Santri. Harapannya agar mereka tetap ingat asalnya dan bisa kembali memberikan sumbangsih terbaik.

“Dan terakhir, kami dari Pemkab Gresik berpesan kepada rekan-rekan PWI bahwa kami tidak hanya ingin diberitakan yang bagus-bagus saja. Jika ada yang kurang, kami terbuka untuk kritik yang membangun. Agar roda pemerintahan berjalan balance,” tutupnya. 

Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim mengapresiasi terselenggaranya GPA 2025. Ia menyebut, penerima penghargaan sudah sesuai dengan kompetensinya. Sebagai contoh, Asep Heri yang pernah menjabat sebagai Kepala ATR/BPN Gresik berhasil mendorong iklim investasi dan industri yang baik.

Lutfil Hakim pun mengurai dunia industri Kabupaten Gresik yang berkembang pesat beberapa tahun terakhir. Ia berharap pers bisa ambil bagian. “Harapannya tentu, insan pers di Gresik ini juga bisa mengambil peran dalam pembangunan daerah,” tandasnya.

Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono, menyampaikan bahwa GPA menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi dan inspirasi yang diberikan sejumlah tokoh dalam membangun Gresik secara inklusif. GPA tahun ini merupakan kedelapan kalinya sejak 2017 lalu.

“PWI ingin menjadikan HPN sebagai momen untuk tidak hanya merefleksikan peran pers, tetapi juga memberikan apresiasi kepada parah tokoh yang telah berkontribusi dalam pembangunan Gresik dari berbagai aspek kehidupan bermasyarakat,” ujar Deni.

PWI Gresik berharap penghargaan ini dapat menjadi penyemangat bagi masyarakat luas untuk terus berkarya dan menginspirasi dalam membangun Gresik yang lebih maju dan berdaya saing. (yad/gus)

PWI dan DPRD Gresik Berkolaborasi Berikan Anugerah Giri Pancasuar Awards 2025 kepada 5 Tokoh Inspiratif  Selengkapnya

Kali ke-10 Pengelolaan Keuangan Pemkab Gresik Raih Opini WTP dari BPK

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP. Raihan WTP dalam pengelolaan keuangan daerah berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan  Badan Pemeriksa Keuangan atau LHP BPK Republik Indonesia atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024.

WTP 2024 ini, kali kesepuluh atau satu dasawarsa secara berturut-turut. Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen dan kerja keras seluruh jajaran Pemkab Gresik di bawah kepemimpinan Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Penyerahan LHP dilaksanakan di Kantor BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur di Sidoarjo pada Rabu, 17 April 2025. Hadir dalam kegiatan itu, antara lain, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Misbahul Munir, Kepala BPPKAD Andhy Hendro Wijaya, serta Inspektur  Gresik Achmad Hadi.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BPK Provinsi Jawa Timur Yuan Candra Djaisin menyampaikan bahwa opini WTP merupakan bentuk apresiasi atas kewajaran laporan keuangan pemerintah daerah. “Opini WTP merupakan bentuk apresiasi atas kewajaran penyajian laporan keuangan, namun bukan berarti tanpa catatan. Kami berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti temuan dan rekomendasi agar tata kelola keuangan semakin baik dan akuntabel,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan tindak lanjut pemeriksaan sangat bergantung pada sinergi antara kepala daerah, perangkat daerah, serta peran strategis DPRD dalam pengawasan.

Sementara ituBupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian ini. “Alhamdulillah, opini WTP yang ke-10 ini adalah buah dari kerja sama dan komitmen seluruh pihak di lingkungan Pemkab Gresik. Ini bukan sekadar prestasi, tetapi amanah yang harus terus kita jaga dengan integritas dan transparansi. Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola keuangan demi mewujudkan Gresik yang lebih baik dan sejahtera,” ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. 

Atas capaian ini, Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah atau OPD, jajaran ASN, serta masyarakat Gresik atas dukungan dan partisipasi aktifnya. Sinergi yang terbangun diharapkan terus memperkuat pondasi pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Capaian opini WTP ke-10 ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan yang bersih, transparan, dan akuntabel di masa mendatang. (yad)

Kali ke-10 Pengelolaan Keuangan Pemkab Gresik Raih Opini WTP dari BPK Selengkapnya

Forkom Lalin Gresik Gelar Evaluasi Arus Mudik Lebaran 2025. Ini Komitmennya 

GRESIK,1minute.id – Forum Komunikasi Lalu Lintas atau FKLL Kabupaten Gresik menggelar rapat evaluasi arus mudik dan balik Lebaran 2025 serta penanganan titik rawan kecelakaan lalu lintas (blackspot). Kegiatan ini berlangsung di Aula Dinas Perhubungan Gresik pada Selasa, 15 April 2025.

Evaluasi inisiatif dari Satuan Polis Lalu Lintas atau Satlantas Polres Gresik ini dihadiri antara lain Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir ; Kasatlantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda Putera Buna, dan Kepala Dinas Perhubungan atau Kadishub Gresik Khusaini. Serta, perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang atau DPUTR Gresik , Dinas Kesehatan Gresik, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan atau Bappeda Gresik dan Jasa Raharja. 

Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir menekankan pentingnya menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam perencanaan transportasi publik. Ia mendorong agar hasil evaluasi ini menjadi landasan dalam penyusunan perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah atau P-APBD Gresik 2025, khususnya untuk menangani daerah rawan kecelakaan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kasat Lantas AKP Rizki Julianda menegaskan pentingnya aksi konkret di lapangan, seperti pemasangan rambu tambahan, peningkatan penerangan jalan umum, serta penambahan median jalan di jalur rawan laka. Ia juga menyoroti urgensi perbaikan kontur jalan dan pemasangan garis kejut sebagai bentuk pencegahan dini kecelakaan.

Dinas Kesehatan dan Jasa Raharja yang menyatakan komitmen dalam memberikan layanan cepat dan responsif terhadap korban laka lantas. Termasuk percepatan proses pencairan BPJS dan penerbitan surat jaminan rumah sakit.

Dari sisi infrastruktur, Dinas PUTR menyatakan kesiapannya menangani kerusakan jalan sesuai prosedur dan skala prioritas, sedangkan Bappeda menyarankan adanya pergeseran anggaran guna memperkuat fasilitas keselamatan lalu lintas di wilayah prioritas.

Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Gresik dan seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmen bersama dalam menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan selamat bagi seluruh masyarakat, sekaligus meneguhkan peran strategis FKLL dalam menyatukan visi keselamatan lintas sektor di Kabupaten Gresik.

Dalam catatan 1minute.id sejumlah kejadian kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik lebaran 2025. Kejadian itu, antara lain, sebuah mobil sedang BMW 704 Li terjun dari Tol Krian-Gresik yang belum tersambung pada Sabtu, 5 April 2025 sekitar pukul 22.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal itu.

Kecelakaan berikutnya adalah trailer pengangkut kayu gelondongan versus KA Komuter Jenggala jurusan Stasiun Indro-stasiun Pasar Turi di Gresik pada 8 April 2025. Peristiwa itu terjadi di pelintasan JPL 11 KM 7+600 tepatnya di Kelurahan Tenggulunan, Kebomas, Gresik itu mengakibatkan seorang tewas.

Kejadian kali ketiga, adu banteng Isuzu Panther versus PO Bus Rajawali Indah di Jalan Raya Duduksampeyan, Gresik pada 10 April 2025. Kejadian itu mengakibatkan 7 orang penumpang Panther meninggal dunia. (yad)

Forkom Lalin Gresik Gelar Evaluasi Arus Mudik Lebaran 2025. Ini Komitmennya  Selengkapnya