Mensos Risma Sambangi Bale Purbo  Serahkan 48 Mesin Perahu Nelayan Senilai Rp 1,26 Miliar 

GRESIK,1minute.id – Menteri Sosial Tri Rismaharini sambang ke Bale Purbo, Kelurahan Lumpur, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Sabtu, 22 Oktober 2022. Kedatangan mantan Wali Kota Surabaya itu untuk memberikan bantuan 48 mesin perahu kepada tujuh kelompok nelayan setempat. Yakni, kelompok nelayan Lumpur dan Kroman. 

Bantuan senilai Rp 1,26 miliar itu diserahkan kepada tujuh kelompok nelayan dari dua kelurahan itu. Tujuh kelompok nelayan itu adalah nelayan Metoko, Balai Pesusukan, Balai Gede, Balai Purbo, Balai Wonorejo, Balai Keling dan Balai Cilik. Bantuan senilai Rp 1,26 miliar itu diserahkan langsung oleh Risma kepada perwakilan kelompok nelayan itu. Nelayan pun semringah. 

Tri Tri Rismaharini menyatakan, penyaluran mesin untuk nelayan ini menindaklanjuti permintaan nelayan Gresik. “Nelayan meminta bantuan beberapa nelayan mesin Kubota kita bisa menyelesaikan, kami ingin mereka lebih baik, bantuannya harus detail,”kata Risma.

Kedatangan Risma itu disambut oleh Forkopimda Gresik yakni Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis dan Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar. Pada kesempatan itu, mantan Walikota Surabaya itu juga mendengarkan uneg-uneg para nelayan. Antara lain, terkait tentang bahan bakar minyak Solar dan bantuan keuangan agar tidak terjerat rentenir.

Terkait solar untuk nelayan, jelas Risma, Pemkab Gresik sudah menjelaskan membangun lima Stasiun Pengisian Bahan Bakar khusus Nelayan (SPBN). Diantaranya, di Bale Purbo ini. SPBN khusus menjual solar subsidi untuk nelayan.

Bagaimana dengan bantuan keuangan? Risma menjanjikan menggelontorkan bantuan keuangan sebesar Rp 2 juta untuk setiap perahu dengan 2 anak buah kapal (ABK). Bantuan tersebut melalui koperasi di setiap kelompok nelayan. Setiap harinya nelayan bisa memanfaatkan koperasi tersebut agar tidak ke rentenir atau bank titil.

“Kebutuhan mereka melaut harus bawa makanan sendiri di luar kebutuhan di rumah. Upaya bantuan berangkat dari bawah (koperasi nelayan) akan jauh lebih bagus, nanti pak Bupati yang akan berkoordinasi,”kata Risma.

DIALOG NELAYAN: Mensos Tri Rismaharini (dua dari kiri), Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis dan Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar berdialog dengan nelayan di Bale Purbo, Gresik pada Sabtu,22 Oktober 2022 ( Foto : Istimewa)

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengaku bantuan yang disalurkan kepada para nelayan sangat bermanfaat. Mulai dari bantuan mesin, bantuan uang untuk nelayan sangat dibutuhkan nelayan. Terkait solar, SPBN Lumpur akan didirikan di depan Bale Purbo.

Kebutuhan nelayan itu BBM solar, kedua fresh money untuk uang saku nelayan melaut. “Agar mereka punya nilai tambah hasil tangkap, peran daerah baik itu Gresik Migas penyedia bahan bakar solar (SPBN) dan Bank Gresik atau melalui koperasi seperti yang ibu Menteri sampaikan tadi ini yang memberikan modal fresh money,”jelas Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani.

Salah satu nelayan mengaku senang atas bantuan Mensos itu. “Alhamdulilah sangat terbantu, dapat mesin. Kalau beli baru harganya mahal sekitar Rp 12 juta,”kata Toni. (yad)

Mensos Risma Sambangi Bale Purbo  Serahkan 48 Mesin Perahu Nelayan Senilai Rp 1,26 Miliar  Selengkapnya

Bappeda Gelar Ginofest 2022, Bupati Gresik : Pasien Cukup Dirumah Mobile Rehab Medik yang Datang

GRESIK,1minute.id – Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Gresik menggelar Gresik Inovasi Festival  (Ginofest) 2022 di Atrium Icon Mall pada Jumat, 21 Oktober 2022. Ajang adu Inovasi terbesar tahun ini yang diselenggarakan oleh Bappeda itu mengusung tema “Kembangkan Kreatifitas tanpa Batas” ini di buka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Peserta Ginovest 2022  ini mulai dari siswa sekolah dasar hingga perguruan dan organisasi perangkat daerah (OPD) digelar selama 3 hari dan berakhir Minggu, 23 Oktober 2022. Inovasi karya siswa beraneka ragam. Tentu sesuai dengan tingkatan sekolahnya. Sedangkan, OPD dalam bentuk Inovasi pelayanan. Ada tiga OPD yang tampil diantaranya, RSUD Ibnu Sina Gresik dan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Gresik. 

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina Gresik, misalnya. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik ini meluncurkan pelayanan baru, yakni Mobile Klinik Rehabilitasi Medik. Masyarakat kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang butuh perawatan dokter cukup hubungi Gresik Akas 112. “Mobil rekam medik yang datang rumah. Jadi, pasien cukup di rumah,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Jumat, 21 Oktober 2022.

Inovasi layanan pasien ini, imbuhnya, adalah terobosan baru bidang pelayanan kesehatan kepada masyarakat harus mendapatkan apresiasi. Lalu pelayanan medis apa yang akan dilayani oleh Mobile Klinik Rehabilitasi Medik ini? Masih menurut Bupati Fandi Akhmad Yani, adalah pelayanan gangguan perkembangan anak ; kelemahan otot dan saraf ;  nyeri setelah operasi stroke serta nyeri kepala, otot dan sendi. 

Direktur RSUD Ibnu Sina Gresik dr Soni mengatakan, pelayanan medik yang non gawat kedaruratan sehingga pasien harus mendaftar lewat Gresik Akas 112 lalu minta nomor telepon RSUD Ibnu Sina Gresik. “Layanan mobile medik ini dilakukan pada jam kerja,”ujar dr Soni ditemui di lokasi acara tersebut.  Layanan diberikan mulai Senin hingga Kamis atau tiga hari. 

Antusiasme masyarakat untuk mendapatkan layanan mobile medik cukup besar. “Saat ini, layanan untuk hari Senin sampai Kamis sudah penuh,”katanya.  Dalam mobile medik,  terdapat tenaga medis dan paramedis. “Bahkan, ada dokter spesialis yang ikut sesuai dengan layanan yang dibutuhkan masyarakat yang sudah mendaftar,”katanya. 

Gus Yani meminta kepada Bappeda untuk memanfaatkan hasil inovasi dari peserta. “Hasil inovasi siswa harus kita rangkul. Agar bisa bermanfaat bagi pemerintah dan masyarakat secara langsung,”katanya dalam sambutannya. (yad)

Bappeda Gelar Ginofest 2022, Bupati Gresik : Pasien Cukup Dirumah Mobile Rehab Medik yang Datang Selengkapnya

Gunakan Perahu Karet Fandi Akhmad Yani, Bupati Gresik Susuri Kali Lamong, Pastikan Normalisasi On the Track

GRESIK,1minute.id – Curah hujan cukup tinggi sepakan terakhir.  Bahkan, sebagian kota/kabupaten di Jawa Timur banjir bandang dan tanah longsor. Bagaimana kondisi Kali Lamong di Kabupaten Gresik? 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan susur Kali Lamong pada Jumat, 21 Oktober 2022. Bupati Fandi Akhmad didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Achmad Hadi dan Kepala Pelaksana BPBD Gresik Darmawan dan perwakilan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. 

Susur Kali Lamong ini dimulai Desa Dapet, Kecamatan Balongpanggang sampai Benjeng. Ada 14 desa yang mereka lewati dengan menggunakan perahu karet milik BPBD Gresik itu. Puluhan desa di Kecamatan Balongpanggang yakni Desa Dapet, Banjaragung, Wotansari, Karangsemanding, Sekarputih dan Pucung. Sedangkan di Kecamatan Benjeng meliputi Desa Lundo, Sedapurklagen, Gluranploso, Deliksumber, Bangkelo lor, Munggugianti, Kedungrukem dan Bulurejo. Puluhan desa itu langganan terdampak banjir Kali Lamong selama puluhan tahun ini. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan bahwa pihaknya turun langsung menyusuri area sungai guna memastikan kondisi terkini. Ditambah lagi saat ini sudah memasuki musim hujan, maka upaya pencegahan harus lebih intens.

“Kita melihat langsung kondisi terkini. Berbagai upaya seperti normalisasi juga sudah kita lakukan. Area sungai yang sempit, sudah kita lebarkan dan area sungai yang dangkal juga sudah kita keruk. Disisi lain, kita juga harus tahu tingkat kerawanan di masing-masing wilayah,”katanya.

Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani melanjutkan disamping upaya pengendalian dan pencegahan, menurutnya mitigasi bencana juga merupakan hal yang tak kalah penting. Ia menilai bahwa sinergitas antara Pemkab Gresik dan BBWS sangat baik untuk bersama-sama dalam pengendalian banjir Kali Lamong.

“Mengingat waktu yang dibutuhkan untuk normalisasi ini cukup panjang, kami mempunyai komitmen akan terus melakukan normalisasi, meskipun secara bertahap,” katanya. Ia berharap dari upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik hingga saat ini, mampu mengurangi dampak banjir tahunan yang menghantui masyarakat Gresik Selatan. 

Untuk diketahui dua tahun terakhir ini, Pemkab Gresik melakukan penanganan dan pengendalian banjir Kali Lamong. Upaya yang dilakukan diantaranya normalisasi Kali Lamong melakukan pelebaran tanggul, mengeruk area sungai yang dangkal hingga penguatan penahan tanggul. Normalisasi ini dilakukan dengan harapan masyarakat yang berada di aliran Kali Lamong mulai Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Menganti hingga Kebomas bisa terbebas dari banjir Kali Lamong yang sudah puluhan tahun itu. (yad)

Gunakan Perahu Karet Fandi Akhmad Yani, Bupati Gresik Susuri Kali Lamong, Pastikan Normalisasi On the Track Selengkapnya

Baznas Gresik Luncurkan Kantor Digital, Zakat Terkumpul Tembus Rp 20 Miliar Per Oktober 2022

GRESIK,1minute.id – Bayar zakat semakin mudah. Tidak ribet lagi. Sebab, Badan Zakat Nasional (Baznas) Gresik telah memanfaatkan teknologi informasi. Namanya, Kantor Digital. Program layanan pembayaran zakat via online dari Baznas Gresik di launching oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Rabu, 19 Oktober 2022.

Para muzakki ( Orang maupun lembaga yang dikenai kewajiban untuk membayar kewajiban zakat atas kepemilikan harta yang telah mencapai nishab dan haul) cukup bisa mengakses melalui laman http://kabgresik.baznas.go.id. Pembayaran zakat online tersebut sudah terintegrasi dengan Sistem Manajemen Informasi Baznas (SIMBA). Sehingga, dapat dipantau secara langsung oleh Baznas Jawa Timur (Jatim) dan Baznas Pusat.

Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kantor Digital ini merupakan sarana dalam mempermudah menyalurkan zakat dari para muzakki kepada mustahik (penerima zakat).

“Kami juga mendorong Baznas Gresik yang awalnya manual sekarang kita ubah secara digital. Mulai dari pengambilan sampai dengan penyaluran,”kata Gus Yani-Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

“Digitalisasi ini memberikan kesempatan pada masyarakat luas dalam menyalurkan zakatnya dengan mudah, yaitu melalui handphone,” imbuhnya. Ia melanjutkan digitalisasi zakat berdampak kepada kepercayaan warganya. Sebab, di sejumlah kota/kabupaten diketahui penyaluran dana Baznas yang tidak berjalan semestinya.

“Tujuan digitalisasi ini adalah agar Baznas mempunyai kepercayaan dalam masyarakat, kita tidak ingin masyarakat sampai tidak percaya dengan kita, maka salah satunya adalah dengan transparansi lewat sistem online,”tegasnya. 

Selain itu, Fandi Akhmad Yani mengajak  kepada seluruh lembaga amil zakat di Gresik saling bersinergi melakukan pendataan locus kemiskinan lewat Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda). Lembaga amil zakat yakni 

LazisNU, LazisMU, Yatim Mandiri, Nurul Hayat dan lainnya. Harapannya, hal ini dapat menuntaskan masalah kemiskinan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Targetnya, mengurangi angka kemiskinan.

Ketua Baznas RI Nur Chamdani mengatakan, mengurus Baznas bukanlah perkara mudah. Pasalnya Baznas menjalankan 3 fungsi Kementerian sekaligus yaitu fungsi keagamaan, fungsi lembaga keuangan, dan fungsi sosial. “Maka dari itu dari pusat, Baznas diajak untuk memerangi kemiskinan ekstrim, karena timbulnya sebuah permasalahan di lingkungan kita maupun secara nasional akibat terjadinya kemiskinan,”ujar Nur Chamdani. 

Ketua Baznas Jatim KH. M. Roziqi mengungkapkan, peluncuran Kantor Digital ini merupakan yang pertama di Jawa Timur.  Kiai Roziqi membeberkan, Kabupaten Gresik akan menerima bantuan bedah rumah sebanyak 15 unit dengan nilai bantuan Rp 12,5 juta per rumah.

Selain itu, Kiai Roziqi memuji kinerja dari Baznas Gresik, terutama dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Gresik saat ini dapat mengumpulkan zakat sebesar Rp 20 miliar. “Per hari ini, pengumpulannya yang Saya baca di Simba sebesar  Rp 16 miliar lebih sedikt, juga UPZ masjid mencapai sekitar Rp 4 miliar sampai 5 miliar,”ujarnya. Untuk diketahui, zakat profesi dibayarkan sebesar 2.5% dari hasil pendapatan kerja selama setahun. Jumlah ini setara dengan harga emas 85 gram atau kurang lebih Rp 75.905.000. Terutama ASN yang menurutnya harus membayar zakat lewat Baznas. (yad)

Baznas Gresik Luncurkan Kantor Digital, Zakat Terkumpul Tembus Rp 20 Miliar Per Oktober 2022 Selengkapnya

Mustofa Ibrahim Kolektor Kaset Pita, Penyanyi Favorit Muchsin Alatas 

GRESIK1minute.id – MUSTAFA Ibrahim, 57, bukan sekadar penikmat musik lawas. Lelaki keturunan Arab yang tinggal di Kampung Pecinan, Jalan Setia Budi, Gresik itu juga kolektor kasat pita dan piringan hitam. pun disulap menjadi studio pribadi untuk sekedar memutar kaset koleksinya.

MUCHSIN ALATAS, salah satu penyanyi favorit Mustafa Ibrahim. Setiap senggang, biasanya sore hari Mustafa memutar kaset yang dinyanyikan suami Titiek Sandhora itu. Judulnya, Pasrah. Lirik lagunya //Lebih baik kau bunuh aku dengan pedangmu//Asal jangan kau bunuh aku dengan cintamu//

//Lebih baik aku mati di tanganmu//Daripada aku mati bunuh diri//Lebih baik aku mati di tanganmu//Daripada aku mati bunuh diri// … “Ini (penyanyi) salah satu favorit saya,” ujar Mustofa Ibrahim. Muchsin Alatas adalah seorang penyanyi dan aktor Indonesia keturunan Bugis, Sulawesi Selatan yang lahir 1944. Muchsin Alatas menikah dengan Titiek Sandhora, juga seorang penyanyi dikenal pada era-1960an

Di telinga anak milenial, nama dua penyanyi legendaris itu sangat asing. Sebab, mereka ada penyanyi di era 80-an. Suara lembut Muchsin Alatas tetap terasa enak di dengar. Karena itulah, Mustofa Ibrahim menyimpan kaset dengan pitam hitam itu sebagai salah satu koleksinya. “Kebetulan sama-sama keturunan Arab. Sudah seperti saudara sendiri,”kelakar pria 57 tahun itu pada suatu kesempatan.

Koleksi album kaset pita,  piringan hitam,  radio serta pemutar piringan hitam berada di garasi rumah Mustafa Ibrahim. Rumah Mustafa adalah lawas. Rumah heritage itu berada di kampung Pecinan, Jalan Setia Budi, Kecamatan/ Kabupaten Gresik. Dikatakan kampung Pecinan karena dulunya kawasan mayoritas di huni warga keturunan Tionghoa. 

PIRINGAN HITAM DAN KASET PITA : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (kanan) di studio pribadi tempat koleksi kaset dan piringan hitam Mustofa Ibrahim (kiri) pada Juli 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Di kampung itu juga terdapat Tempat Ibadat umat tridharma, Kelenteng Kim Hien Kiong. Kawasan kampung Pecinan ini, salah satu kawasan heritage yang berada di Gresik Kota Lama (GKL). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melakukan revitalisasi kampung tersebut pada 2021. Dan, dilanjutkan tahun ini dengan melakukan pengecatan rumah warga di Kampung itu.

Rumah yang mendapatkan bantuan pengecatan , salah satu milik Mustafa Ibrahim. Bupati Gresik Fandi Akhmad yang secara simbolis pengecatan rumah Mustafa Ibrahim itu pada Senin, 11 Juli 2022 lalu. Saat itu, Mustofa Ibrahim memperlihatkan koleksi miliknya. Ratusan biji kaset pita tertata rapi di tembok rumahnya.  Kaset koleksinya diantaranya Muchsin Alatas, Nike Ardilla dan banyak lagi. Genre pop, barat, hingga aliran kroncong. Termasuk alat pemutar kaset kuno, tape, speaker serta ratusan piringan hitam. “Masih ada dua lemari yang belum dipajang, belum sempat,”ujarnya.

Sejak belia Mustofa mengoleksi kaset. Menurutnya, hal tersebut hal yang lumrah. Bagi anak remaja saat itu. “Banyak juga yang mengoleksi. Namun sepertinya tidak sampai tersimpan rapi,”tuturnya.

Tidak heran, sejak dulu dia pun selalu menyempatkan waktu berburu kaset. Disetiap kota yang dikunjunginya, termasuk Ibukota Jakarta. “Harga kaset saat itu hanya Rp 300. Pernah beli kaset dengan harga tiga kali lipat, karena edisi khusus,” ujarnya 

Nah, di usianya yang sudah memasuki kepala lima, Mustofa pun tetap setia menjadi penikmat musik. Dia sengaja menyulap garasi mobil berukuran 6×3 meter menjadi studio pribadi. Hanya untuk menikmati seluruh koleksimya dengan nyaman. “Rencananya kaset koleksi mau saya pajang semua. Lalu membuka warung kopi. Tapi modalnya masih belum ada,” candanya.

Apalagi, lingkungan rumahnya tengah disiapkan menjadi kawasan Wisata Kota Tua oleh Pemkab Gresik. Setidaknya, hal tersebut sejalan dengan kegemarannya mengoleksi kaset Kuno. “Jadi semakin bersemangat memajang koleksi,” ucapnya.

Hobi Mustofa juga mendapat apresiasi langsung dari penyanyi idolanya. Yang tak lain adalah Muchsin Alatas. Saat menyempatkan berkunjung ke Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik pada 2003 lalu. “Katanya, koleksi saya lebih lengkap dibandingkan punya artisnya,”tuturnya lantas tertawa. (ChusnulCahyadi/*)

Mustofa Ibrahim Kolektor Kaset Pita, Penyanyi Favorit Muchsin Alatas  Selengkapnya

Bupati Gresik Launching Kemudi Warrior, Desa Wisata Susur Sungai Pertama di Duduksampeyan

GRESIK,1minute.id – Satu lagi destinasi wisata hadir di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Yakni, Desa Wisata Kemudi Warrior. Wisata susur sungai ini di launching oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Sabtu, 15 Oktober 2022. 

Masyarakat semakin banyak alternatif tempat berwisata. Apalagi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik tengah fokus berkolaborasi mewujudkan desa wisata. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gresik, khususnya yang ada di desa. Membangun Desa, Menata Kota. 

Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan sinergitas antara pemerintah dan desa itu wajib dalam mewujudkan desa wisata. ” (Desa Wisata) tidak mungkin dapat dicapai hanya dengan cara bekerja yang biasa-biasa saja, maka kita butuh yang namanya akselerasi dalam bekerja,”kata Fandi Akhmad Yani saat lauching Desa Wisata “Kemudi Warrior ” di Desa Kemudi, Kecamatan Duduksampeyan  Kabupaten Gresik.

Hadir dalam acara itu,Ketua Tim Penggerak PKK Gresik Nurul Haromaini Ali, Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Saidah, anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Gresik Hamzah Takim, Pimpinan Pegadaian Kantor Wilayah XII Surabaya Mulyono, Asisten I Suyono, para kepala Organisasi perangkat daerah (OPD) serta Kepala Desa Kemudi Mochammad Lazin. 

Kemudi Warrior, merupakan wisata susur sungai, yang menggunakan perahu dengan kapasitas 18 orang. Perahu tersebut merupakan hasil Corporate Social Responsibility (CSR) dari Pegadaian senilai Rp 55 juta. Gus Yani- sapaan akrab Fandi Akhmad Yani melanjutkan, terwujudnya desa wisata ini tidak terlepas dari program Presiden Joko Widodo.

“Jadi desa wisata ini adalah titipan program dari presiden, wisata ini menjadi prioritas pak presiden di 2023 yang harus dikembangkan. Yang mana selanjutnya warga sekitar akan diarahkan untuk untuk berwisata di desa-desa, tujuannya adalah untuk perbaikan kesejahteraan masyarakat desa,”ujarnya.

Secara langsung, Gus Yani juga mengarahkan untuk seluruh elemen masyarakat agar turut serta membantu proses pengembangan wisata, khususnya karang taruna. Mengingat potensi dari Desa Kemudi sendiri masih cukup besar dengan nilai plusnya yang masih alami.

“Kembangkan agar terus berkelanjutan, tidak hanya berhenti disini, kita lihat potensi lingkungan ini masih alami. Banyak jenis hewan dan burung yang ada disini, sehingga bisa nantinya dijadikan sebagai wisata edukasi anak-anak,” tandasnya. Pariwisatamerupakan sektor yang bersifat multiplier effect, yaitu suatu keadaan dimana pengembangan  pariwisata  mampu mempengaruhi perkembangan sektor- sektor lain yang mendukung keberlangsungan sektor pariwisata.

UMKM, misalnya. Pada kesempatan itu, Gus Yani menyerah secara simbolis nomor izin berusaha (NIB) kepada pemilik usaha Otak-otak Bandeng dan Susu Kedelai. Gus Yani mengingatkan, agar seluruh usaha yang ada termasuk UMKM dan wisata, melek terhadap perkembangan teknologi.Harapannya di 2023 Desa Kemudi akan menjadi salah satu Desa Mandiri di Gresik. “Kita manfaatkan teknologi sekarang ini agar bisa memaksimalkan usaha kita, mulai dari offline sampai dengan online.” ujarnya.

Pimpinan Pegadaian Kanwil XII Surabaya Mulyono mengatakan, bantuan dari Pengadaian tidak akan berhenti disini. Dirinya menuturkan akan memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk menunjang performa dari pelaku UMKM. Untuk itu, Mulyono juga menyampaikan keinginannya untuk melakukan pembinaan kepada Desa Kemudi. Dengan pembinaan, dia akan memastikan usaha yang dijalankan masyarakat lewat KUR dari Pegadaian akan dapat berkembang pesat.

“Kita membina tidak hanya jualan saja, tapi bagaimana warga dalam menjaga kredibilitas atau performa sebagai pengusaha agar menghasilkan dan berkah,”ucapnya.

Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromain Ali Akhmad Yani juga menyampaikan, PKK selalu mendukung program di desa agar dapat berkembang dari desa maju menjadi Desa Mandiri. “Kita dari PKK terus mendorong dari pokja 1 sampai 4 supaya PKK di masing-masing desa berjalan berkesinambungan dengan desa, karena kalau PKK di suatu desa itu maju biasa akan berbanding lurus dengan pemdesnya,”ujarnya.

Desa Wisata “Kemudi Warrior”, satu-satu desa wisata di Kecamatan Duduksampeyan. Sejumlah pihak berharap, Kemudi Warrior sebagai pematik adanya desa wisata lainnya. 

“Adanya desa wisata ini, menjadi pemicu untuk desa yang lain dalam bersaing secara sehat mengembangkan desanya,”harap Camat Duduksampeyan Dedy Hartadi diamini Kades Kemudi Mochammad Lazin. (yad)

Bupati Gresik Launching Kemudi Warrior, Desa Wisata Susur Sungai Pertama di Duduksampeyan Selengkapnya

Bupati Gresik Besuk Korban Tragedi Kanjuruhan asal Gresik, Pemkab Jamin Biaya Perawatan 

GRESIK,1minute.id – Sejumlah warga Gresik dikabarkan ikut menjadi korban tragedi Kanjuruhan, Malang pada Sabtu malam, 1 Oktober 2022. Kabar itu membuat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani turun tangan. Orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini mendatangi sejumlah rumah sakit di Malang pada Senin, 3 Oktober 2022.

Kedatangan Bupati Fandi Akhmad Yani ke rumah sakit untuk memastikan kondisi korban dalam tragedi kericuhan itu. Korban luka yang dibezuk Bupati Fandi Akhmad Yani diantaranya Muhammad Refo Setiawan, 19, warga Desa Pongangan, Kecamatan Manyar. Refo menjalani perawatan di RSI Universitas Islam Malang (Unisma) karena patah kaki.

“Kami melihat langsung kondisi Refo salah satu korban di Stadion Kanjuruhan Malang. Kami cek langsung kondisinya membaik. RSI Unisma berkoordinasi terus dengan Dinkes Kabupaten Gresik,”kata Gus Yani-Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah dan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Gresik Johar Gunawan pada Senin, 3 Oktober 2022. Gus Yani dida

“Kami beri motivasi agar tumbuh kepercayaan, tidak traumatik. Melihat kondisi kakinya patah tulang di kaki kiri,”imbuh Gus Yani yang juga Presiden Gresik United itu. Ia menegaskan, pengobatan terhadap Refo akan ditanggung oleh pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik dari menjalani perawatan di RSI Malang. Gus Yani juga memastikan hingga nanti saat kembali pulang di Gresik, Refo bisa melakukan kontrol rutin di RSUD Ibnu Sina.

Pada kesempatan itu, Gus Yani juga sempat menghubungi pihak perusahaan tempat kerja Refo untuk meminta izin tidak masuk kerja karena sedang menjalani perawatan di RSI Unisma. 

Bagaimana reaksi Refo dibezuk oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani? Refo mengaku sangat gembira dan terimakasih perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terhadap dirinya dan teman-temannya lainnya. 

” Saya terharu dan bangga dijenguk bupati, rela dari Gresik langsung kesini,”ujarnya. Refo yang kondisi kesehatan semakin membaik itu. Ia pun mengucapkan rasa syukurnya berulang kali. “Terima kasih pak bupati, karena pemerintah menanggung semua biaya,”katanya. 

Refo menceritakan, ia bersama sejumlah temannya berangkat dari Gresik tujuan Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu, 1 Oktober 2022 sekitar pukul 15.00 WIB. Rombongan naik satu mobil. Tiba di Stadion Kanjuruhan, tempat laga putaran kesebelas BRI Liga 1 antara Arema FC menjamu Persebaya Surabaya memasuki babak kedua. 

Suasana Stadion malam itu riuh. Tribun penuh Aremania, suporter Arema. Suasana juga kondusif. Usai pertandingan berakhir 2 : 3, Aremania mulai ada yang masuk lapangan. Dalam hitungan detik, suasana berubah kacau. Refo berusaha keluar stadion. Di dekat pintu keluar, Refo melihat ada anak balita terjebak kerumunan. “Saat itulah Saya terjatuh dari tangga pintu keluar dan tertimpa suporter lainnya dengan posisi kaki di atas, kepala di bawah selama kurang lebih 10 menit. Tubuh terinjak-injak suporter lainnya. Alhamdulillah saya selamat meski mengalami patah kaki,”katanya. 

Untuk diketahui Data Polri, korban tragedi Kanjuruhan mencapai 450 orang, 125 diantaranya meninggal. Korban meninggal diantaranya Hidayatus Tsaniah, 24, warga Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah. Jenazah alumni Unisma Malang dan Pondok Pesantren Mamba’ul Ihsan Ujungpangkah telah dimakamhan di TPU Desa Pangkahkulon, Kecamatan Ujungpangkah pada Minggu, 2 Oktober 2022. (yad)

Bupati Gresik Besuk Korban Tragedi Kanjuruhan asal Gresik, Pemkab Jamin Biaya Perawatan  Selengkapnya

Kunker ke Gresik, Wapres Ma’ruf Amin Salat Jumat di Masjid Jamik Gresik

GRESIK,1minute.id – Wakil Presiden Ma’ruf Amin melakukan kunjungan kerja ke Gresik pada Jumat, 30 September 2022. Dalam kunjungan kerjanya mantan Rais Aam PBNU itu menyempatkan salat Jumat di Masjid Jamik Alun-alun Gresik.  Kiai Ma’ruf tiba sekitar pukul 11.00 WIB menuju Pendapa Bupati Gresik disambut oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Selanjutnya  Kiai Ma’ruf menuju masjid Jamik untuk Jumatan bersama warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Orang nomor dua di Indonesia itu memakai setelan celana warna hitam dan baju warna putih berkopiyah hitam. 

Hujan deras mengguyur Gresik. Hujan meredah usai Salat Jumat. Khatib dan imam Salat Jumat adalah KH Umar Thoha. Usai Salat Jumat dilanjutkan Maulidurrasul Muhammad SAW. Wapres KH Ma’ruf Amin melakukan ramah tamah di Pendapa Bupati Gresik. Kunjungan kerja Wakil Presiden Ma’ruf Amin untuk bertemu dengan pengusaha sarang burung walet dan UMKM di PT Husein Alam Indah di Jalan Raya  Desa Golokan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. (yad)

Kunker ke Gresik, Wapres Ma’ruf Amin Salat Jumat di Masjid Jamik Gresik Selengkapnya

Kementerian Keuangan Catat Ekspor 21 UMKM Gresik Tembus USD 34.154,56

GRESIK,1minute.id – Kementerian Keuangan menyebut sebanyak 21 produk UMKM Gresik naik kelas. Go internasional. Kinerja positif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berkolaborasi Bea Cukai dalam wadah klinik ekspor itu diganjar sebuah penghargaan oleh Kementerian Keuangan. Penghargaan itu diterima Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dari Kepala Perwakilan Kementrian Keuangan Jawa Timur P.M John L. Hutagaol di Surabaya pada Rabu, 28 September 2022.

Dalam paparannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjelaskan, Diskoperindag Gresik mencatat pertumbuhan ekspor yang signifikan setelah adanya pendampingan dari klinik ekspor. Pada  2021, nilai ekspor Gresik “hanya” USD 6.920,51. Periode yang sama tahun ini nilainya meningkat menjadi USD 34.154,56 atau sekitar Rp 519.149.312 ( kurs 1 USD sama dengan Rp 15.181,55 per 29 September 2022).

Lebih lanjut, Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani menambahkan, dalam pendampingan UMKM dengan Klinik Ekspor harus melalui beberapa prosedur. Namun demikian, bukan berarti hanya UMKM tertentu saja yang bisa dikembangkan. Namun semua UMKM kriteria yang cocok dan potensi yang valid maka tentu saja bisa dilakukan.

“Kami mengedukasi ke masyarakat ini harus cerdas memilih suatu usaha, peran Diskoperindag kita ini yang turun ke bawah. Bagaimana menciptakan sesuatu yang benar-benar dibutuhkan, potensinya ada peluangnya ada, baru kita dorong,”ungkap mantan Ketua k

“Kita turun ke pintu rumah pelaku UMKM, kita lihat barangnya, ambil sampling, lalu kita bantu perijinannya, Nomer Induk Berusaha (NIB) sampai dengan pasarnya sehingga alhamdulillah bisa berjalan,”imbuh Ketua 

Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (IKAFE) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini. Dari produk yang dikembangkan tersebut, hampir semuanya adalah produk dari desa. Mulai dari sektor perikanan sampai perkebunan. Ini menarik perhatian Presiden Indonesia Joko Widodo untuk membuat food estate saat berkunjung di Gresik beberapa waktu yang lalu.

Paparan tersebut disampaikan di depan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia, Wakil Menteri Keuangan Oza Olivia, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Budi Hanoto, Kepala Kantor Bea Cukai Gresik Bier Budi Kismulyanto, dan seluruh kepala daerah se-Jawa Timur.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, kegiatan ini merupakan bagian dari program percepatan ekonomi nasional. Menurutnya, lewat UMKM akan dapat menjadi gravitasi baru dalam peningkatan perekonomian masyarakat luas. Gubernur Khofifah juga mengungkapkan tantangan kedepan para pengusaha adalah digital marketing. Dimana menurutnya 99% UMKM dan sejenisnya akan bertransformasi menjadi via online.

“Nah, kalau 2030 UMKM dunia 99% akan bersifat online, maka literasi digital adalah sebuah kebutuhan. Tadi Gus Yani itu sudah sangat maju dengan proses yang dilakukan,”kata Khofifah.

Gubernur Khofifah juga mengatakan, dengan 227 juta penduduk Indonesia maka itu akan menjadi pasar yang luar biasa besar bagi masyarakat lokal. Tinggal sinergi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memanfaatkan hal tersebut pada UMKM.

Di tempat yang sama, Uli Darojah, pemilik UMKM Gresik Birdnestjoy mengatakan, usaha sarang burung walet yang digelutinya saat ini merupakan sebuah peluang saat pandemi Covid-19. Dalam perjalanannya, ia juga mengaku mendapatkan dukungan dari pemerintah Kabupaten Gresik. Di antaranya pengurusan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), merek dagang, sertifikasi halal, sampai dengan NIB Ekspor.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Gus Yani melalui Dinas koperasi usaha mikro dan Bea Cukai Gresik. Kami banyak mensupport mulai dari kelengkapan izin legalitas, NIB, dan mencari market pasar,”ucapnya.

Ditambahkan, melalui klinik ekspor dirinya dapat mengikuti Bisnis Matching dengan beberapa negara dan kota di dunia, antara lain Hongkong, China, Singapura, dan Jepang. “Alhamdulillah bulan Oktober 2021 kemarin kami berhasil ekspor ke Hongkong dengan nilai total transaksi Rp 800 juta,”pungkasnya.(yad)

Kementerian Keuangan Catat Ekspor 21 UMKM Gresik Tembus USD 34.154,56 Selengkapnya

Mataf Mahasiswa UMG Hadirkan Dua Motivator, Yakni Bupati Gresik dan Wamen ATR/BPN

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 1.380 mahasiswa barunUniversitas Muhammadiyah Gresik (UMG) mengikuti kegiatan masa taaruf pada Jumat, 9 September 2022. Mataf terasa istimewa. Sebab, mataf dihadiri diantaranya Wakil Menteri (Wamen) Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Raja Juli Antoni, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, dan Kapolres Gresik AKBPMochamad Nur Azis. Mataf dibuka oleh Rektor UMG Eko Budi Leksono.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani tampil bagai seorang motivator. Ribuan mata seakan tidak berkedip ketika bupati berusia 37 tahun itu tampil di podium. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani mendorong mahasiswa untuk merubah mindset dalam berpikir. Out of the box. Mahasiswa harus berani mengawali sesuatu yang baru. Tentu yang positif.

Dorongan ini akan menimbulkan pengalaman dan skill. Selain itu jaringan merupakan modal kesuksesan dengan memperbanyak teman yang suka dalam hal yang positif. “Tidak cukup hanya belajar di ruang kuliah. Tapi dengan keberanian untuk memulai sesuatu yang baru akan akan memberikan pengalaman, mengembangkan diri sekaligus memupuk jaringan. Hal ini terasa didunia kerja nanti,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Lebih lanjut ia menambahkan, Universitas Muhammadiyah Gresik sudah mengarah bagaimana menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, progresif dalam arti bagaimana anak – anak muda bisa beradaptasi dengan tantangan apapun. Seperti halnya sudah menjalin kerja sama dengan kantor ATR/BPN Gresik.

“Contoh saat KKN Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik yang sudah belajar menjadi pegawai BPN, dengan Program Strategi Nasional (PSN) yaitu Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), yang mana menjadi kebutuhan masyarakat saat ini, dari sini adik – adik menjadi pelaku bagaimana masyarakat melengkapi secara administrasi kepengurusan PTSL,”katanya. 

“Ini akan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Gresik, mudah – mudahan kerjasama ini dapat terus terjalin,” tambahnya. Fandi Akhmad Yani meminta kepada maba (mahasiswa baru) ini terus mengembangkan diri. “Bersenang senang dan nikmati masa – masa kalian dalam mencari ilmu pengetahuan di perguruan tinggi atau universitas,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri ATR/BPN Raja Juli Antoni, dalam sambutannya menyampaikan 3 hal penting kepada ribuan mahasiswa peserta mataf. Tiga hal itu adalah buku, cinta dan pesta.

“Buku adalah jendela dunia meskipun kita tidak pernah pergi ke suatu tempat atau negara di luar negeri, kita bisa menengok dan melihat betapa luasnya dunia ini, betapa warna warninya dunia dengan membaca buku tersebut kemudian mendiskusikannya bersama teman teman. Sebab komunikasi publik nanti sangat diperlukan oleh Mahasiswa,”ungkap Wamen kelahiran Pekanbaru, 13 Juli 1977 itu.

Kedua, lanjut Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) pada 2000 adalah Cinta.  Dalam hal ini belajar untuk mencintai kemanusiaan atau aktif lah di organisasi intra maupun ekstra kampus. “Sebab banyak orang yang menjadi pemimpin terseleksi dari aktifis yang aktif dari organisasi,” terang penyandang gelar PhD di University of Queensland, Australia itu.

“Pengalaman dari interaksi membantu orang tertindas dan sejak dini sudah mengasah sensifitas sosial melihat ketidakadilan, terbiasa mengorganisasi masyarakat, terbiasa bernegosiasi, terbiasa berpidato akan diimplementasikan dalam suatu kehidupannya,” tuturnya.

Terakhir adalah pesta. “Pesta dalam pengertian bahwa, kalian harus menjadi generasi yang riang gembira dan optimis jangan pesimis, agar ada energi kembali generasi yang menatap masa depan yang lebih baik,”tegas mantan 

Direktur Eksekutif MAARIF Institute, sebuah lembaga yang didirikan oleh almarhum Prof. Ahmad Syafii Maarif itu. (yad)

Mataf Mahasiswa UMG Hadirkan Dua Motivator, Yakni Bupati Gresik dan Wamen ATR/BPN Selengkapnya