Kementerian Keuangan Catat Ekspor 21 UMKM Gresik Tembus USD 34.154,56

GRESIK,1minute.id – Kementerian Keuangan menyebut sebanyak 21 produk UMKM Gresik naik kelas. Go internasional. Kinerja positif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berkolaborasi Bea Cukai dalam wadah klinik ekspor itu diganjar sebuah penghargaan oleh Kementerian Keuangan. Penghargaan itu diterima Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dari Kepala Perwakilan Kementrian Keuangan Jawa Timur P.M John L. Hutagaol di Surabaya pada Rabu, 28 September 2022.

Dalam paparannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjelaskan, Diskoperindag Gresik mencatat pertumbuhan ekspor yang signifikan setelah adanya pendampingan dari klinik ekspor. Pada  2021, nilai ekspor Gresik “hanya” USD 6.920,51. Periode yang sama tahun ini nilainya meningkat menjadi USD 34.154,56 atau sekitar Rp 519.149.312 ( kurs 1 USD sama dengan Rp 15.181,55 per 29 September 2022).

Lebih lanjut, Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani menambahkan, dalam pendampingan UMKM dengan Klinik Ekspor harus melalui beberapa prosedur. Namun demikian, bukan berarti hanya UMKM tertentu saja yang bisa dikembangkan. Namun semua UMKM kriteria yang cocok dan potensi yang valid maka tentu saja bisa dilakukan.

“Kami mengedukasi ke masyarakat ini harus cerdas memilih suatu usaha, peran Diskoperindag kita ini yang turun ke bawah. Bagaimana menciptakan sesuatu yang benar-benar dibutuhkan, potensinya ada peluangnya ada, baru kita dorong,”ungkap mantan Ketua k

“Kita turun ke pintu rumah pelaku UMKM, kita lihat barangnya, ambil sampling, lalu kita bantu perijinannya, Nomer Induk Berusaha (NIB) sampai dengan pasarnya sehingga alhamdulillah bisa berjalan,”imbuh Ketua 

Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (IKAFE) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini. Dari produk yang dikembangkan tersebut, hampir semuanya adalah produk dari desa. Mulai dari sektor perikanan sampai perkebunan. Ini menarik perhatian Presiden Indonesia Joko Widodo untuk membuat food estate saat berkunjung di Gresik beberapa waktu yang lalu.

Paparan tersebut disampaikan di depan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia, Wakil Menteri Keuangan Oza Olivia, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Budi Hanoto, Kepala Kantor Bea Cukai Gresik Bier Budi Kismulyanto, dan seluruh kepala daerah se-Jawa Timur.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, kegiatan ini merupakan bagian dari program percepatan ekonomi nasional. Menurutnya, lewat UMKM akan dapat menjadi gravitasi baru dalam peningkatan perekonomian masyarakat luas. Gubernur Khofifah juga mengungkapkan tantangan kedepan para pengusaha adalah digital marketing. Dimana menurutnya 99% UMKM dan sejenisnya akan bertransformasi menjadi via online.

“Nah, kalau 2030 UMKM dunia 99% akan bersifat online, maka literasi digital adalah sebuah kebutuhan. Tadi Gus Yani itu sudah sangat maju dengan proses yang dilakukan,”kata Khofifah.

Gubernur Khofifah juga mengatakan, dengan 227 juta penduduk Indonesia maka itu akan menjadi pasar yang luar biasa besar bagi masyarakat lokal. Tinggal sinergi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memanfaatkan hal tersebut pada UMKM.

Di tempat yang sama, Uli Darojah, pemilik UMKM Gresik Birdnestjoy mengatakan, usaha sarang burung walet yang digelutinya saat ini merupakan sebuah peluang saat pandemi Covid-19. Dalam perjalanannya, ia juga mengaku mendapatkan dukungan dari pemerintah Kabupaten Gresik. Di antaranya pengurusan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), merek dagang, sertifikasi halal, sampai dengan NIB Ekspor.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Gus Yani melalui Dinas koperasi usaha mikro dan Bea Cukai Gresik. Kami banyak mensupport mulai dari kelengkapan izin legalitas, NIB, dan mencari market pasar,”ucapnya.

Ditambahkan, melalui klinik ekspor dirinya dapat mengikuti Bisnis Matching dengan beberapa negara dan kota di dunia, antara lain Hongkong, China, Singapura, dan Jepang. “Alhamdulillah bulan Oktober 2021 kemarin kami berhasil ekspor ke Hongkong dengan nilai total transaksi Rp 800 juta,”pungkasnya.(yad)

Kementerian Keuangan Catat Ekspor 21 UMKM Gresik Tembus USD 34.154,56 Selengkapnya

Mataf Mahasiswa UMG Hadirkan Dua Motivator, Yakni Bupati Gresik dan Wamen ATR/BPN

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 1.380 mahasiswa barunUniversitas Muhammadiyah Gresik (UMG) mengikuti kegiatan masa taaruf pada Jumat, 9 September 2022. Mataf terasa istimewa. Sebab, mataf dihadiri diantaranya Wakil Menteri (Wamen) Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Raja Juli Antoni, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, dan Kapolres Gresik AKBPMochamad Nur Azis. Mataf dibuka oleh Rektor UMG Eko Budi Leksono.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani tampil bagai seorang motivator. Ribuan mata seakan tidak berkedip ketika bupati berusia 37 tahun itu tampil di podium. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani mendorong mahasiswa untuk merubah mindset dalam berpikir. Out of the box. Mahasiswa harus berani mengawali sesuatu yang baru. Tentu yang positif.

Dorongan ini akan menimbulkan pengalaman dan skill. Selain itu jaringan merupakan modal kesuksesan dengan memperbanyak teman yang suka dalam hal yang positif. “Tidak cukup hanya belajar di ruang kuliah. Tapi dengan keberanian untuk memulai sesuatu yang baru akan akan memberikan pengalaman, mengembangkan diri sekaligus memupuk jaringan. Hal ini terasa didunia kerja nanti,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Lebih lanjut ia menambahkan, Universitas Muhammadiyah Gresik sudah mengarah bagaimana menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, progresif dalam arti bagaimana anak – anak muda bisa beradaptasi dengan tantangan apapun. Seperti halnya sudah menjalin kerja sama dengan kantor ATR/BPN Gresik.

“Contoh saat KKN Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik yang sudah belajar menjadi pegawai BPN, dengan Program Strategi Nasional (PSN) yaitu Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), yang mana menjadi kebutuhan masyarakat saat ini, dari sini adik – adik menjadi pelaku bagaimana masyarakat melengkapi secara administrasi kepengurusan PTSL,”katanya. 

“Ini akan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Gresik, mudah – mudahan kerjasama ini dapat terus terjalin,” tambahnya. Fandi Akhmad Yani meminta kepada maba (mahasiswa baru) ini terus mengembangkan diri. “Bersenang senang dan nikmati masa – masa kalian dalam mencari ilmu pengetahuan di perguruan tinggi atau universitas,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri ATR/BPN Raja Juli Antoni, dalam sambutannya menyampaikan 3 hal penting kepada ribuan mahasiswa peserta mataf. Tiga hal itu adalah buku, cinta dan pesta.

“Buku adalah jendela dunia meskipun kita tidak pernah pergi ke suatu tempat atau negara di luar negeri, kita bisa menengok dan melihat betapa luasnya dunia ini, betapa warna warninya dunia dengan membaca buku tersebut kemudian mendiskusikannya bersama teman teman. Sebab komunikasi publik nanti sangat diperlukan oleh Mahasiswa,”ungkap Wamen kelahiran Pekanbaru, 13 Juli 1977 itu.

Kedua, lanjut Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) pada 2000 adalah Cinta.  Dalam hal ini belajar untuk mencintai kemanusiaan atau aktif lah di organisasi intra maupun ekstra kampus. “Sebab banyak orang yang menjadi pemimpin terseleksi dari aktifis yang aktif dari organisasi,” terang penyandang gelar PhD di University of Queensland, Australia itu.

“Pengalaman dari interaksi membantu orang tertindas dan sejak dini sudah mengasah sensifitas sosial melihat ketidakadilan, terbiasa mengorganisasi masyarakat, terbiasa bernegosiasi, terbiasa berpidato akan diimplementasikan dalam suatu kehidupannya,” tuturnya.

Terakhir adalah pesta. “Pesta dalam pengertian bahwa, kalian harus menjadi generasi yang riang gembira dan optimis jangan pesimis, agar ada energi kembali generasi yang menatap masa depan yang lebih baik,”tegas mantan 

Direktur Eksekutif MAARIF Institute, sebuah lembaga yang didirikan oleh almarhum Prof. Ahmad Syafii Maarif itu. (yad)

Mataf Mahasiswa UMG Hadirkan Dua Motivator, Yakni Bupati Gresik dan Wamen ATR/BPN Selengkapnya

Pemkab Gresik Alokasikan Anggaran Rp 28 Miliar untuk Bansos bagi Warga Terdampak Kenaikan BBM

GRESIK,1minute.id – Harga kebutuhan pokok terkerek naik dipicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sejak 3 September 2022. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mengalokasikan anggaran Rp 28 miliar. Anggaran untuk perlindungan sosial kepada masyarakat terdampak kenaikan BBM itu dialokasi melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Daerah (P-APBD) Gresik 2022 sebesar Rp 5 miliar dan APBD 2023 sebesar Rp 23 miliar. 

Bantalan sosial untuk masyarakat terdampak kenaikan harga BBM itu terungkap dalam one week programme yang dipimpin langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di kantor Bupati Gresik pada Kamis, 8 September 2022.

Program perlindungan sosial masyarakat tersebut berfokus pada tiga hal, yakni bantuan sosial kepada pelaku UMKM, ojek, dan nelayan, penciptaan lapangan kerja lewat bantuan keuangan program padat karya, dan subsidi transportasi umum.

“Terkait Bansos, kita akan memprioritaskan pada wilayah lokus kemiskinan ekstrim berdasarkan data Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Dinas Sosial. Dari database DTKS tersebut, diharapkan pemberian Bansos bisa diberikan secara efektif dan tepat sasaran,”ujar Bupati Fandi Akhmad Yani. 

One Week Programme ini Fandi Akhmad Yani diikuti seluruh kepala Organisasi Perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Gresik. Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman. 

Formula bansos kepada masyarakat terdampak lanjut Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani masih terus dimatangkan. Apakah berbentuk natura atau bantuan tunai. “Pemkab Gresik melalui OPD-OPD yang terkait masih mencari formula yang pas sehingga bisa segera diberikan kepada kelompok masyarakat yang terdampak,”katanya. 

Kenaikan harga dan jasa memang berkaitan erat dengan naiknya harga bahan bakar minyak. Sebagai informasi, data dari BPS mencatat inflasi Kabupaten Gresik dari tahun ke tahun cenderung rendah dan stabil.

Pada 2020, tingkat inflasi sebesar 1,34 persen akibat pembatasan aktivitas masyarakat akibat pandemi Covid-19 yang mengakibatkan rendahnya permintaan akan komoditas. Pada Januari hingga Juli 2022 inflasi tercatat 3,74 persen atau dibawah angka inflasi di Jawa Timur sebesar 3,95 persen dan inflasi nasional 3, 85 persen. 

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik Malahatul Fardah berdasarkan pantauan di lapangan per 5 September 2022 terdapat tiga diantara tujuh kebutuhan pokok berpotensi mengalami kenaikan yakni tepung terigu, cabai dan bawang yang terpantau mengalami kenaikan secara bertahap.

“Kenaikan harga dampak kenaikan BBM. Kami akan terus memantau dan akan melakukan berbagai langkah agar harga-harga barang pokok tidak melonjak signifikan,”kata Fardah. Pihaknya akan terus melakukan inspeksi mendadak untuk terus memantau perkembangan harga dengan melibatkan satgas pangan di Kecamatan/ Desa. “Juga akan melakukan operasi pasar, hingga melakukan koordinasi dengan koperasi yang ada di pasar guna mengamankan stok barang,” jelasnya. (yad)

Pemkab Gresik Alokasikan Anggaran Rp 28 Miliar untuk Bansos bagi Warga Terdampak Kenaikan BBM Selengkapnya

25 Persen Jalan Kabupaten Rusak, Bupati Gresik: Alokasikan Anggaran Perbaikan Rp 300 Miliar/Tahun

GRESIK,1minute.id – Keluhan masyarakat terkait infrastruktur jalan rusak mendapatkan perhatian serius dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Data Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik ada 122 ruas jalan kabupaten dengan panjang 512,16 kilometer.

Dari total panjang jalan kabupaten itu sekitar 25 persen kategori rusak ringan, sedang dan berat. Sedangkan, jalan poros desa rusak lebih banyak yakni 36 persen. Untuk perbaikan dan peningkatan jalan kabupaten itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik telah mengalokasikan anggaran Rp 300 miliar pertahun. Hal itu terungkap di pertemuan Sinkronisasi Program dan Implementasi Pembangunan Jalan di Hotel Aston Inn, Gresik pada Rabu, 7 September 2022.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memimpin pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan Asosiasi Kepala Desa (AKD) dan camat itu. Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Asisten Suyono dan Kepala DPUTR Gresik Achmad Hadi. 

Fandi Akhmad Yani mengatakan, sinkronisasi program Pemkab Gresik dengan pemerintah desa (Pemdes) terkait kewenangan dan skema yang akan dijalankan. “Kita tahu bahwa antara pemerintah daerah dan pemerintah desa memiliki kewenangan masing-masing. Sehingga perlu adanya sinkronisasi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani mengawali sambutannya. 

Dengan kerusakan jalan yang ada, imbuhnya, DPUTR Gresik telah melakukan simulasi kebutuhan anggaran yang ditaksir sekitar Rp 2 triliun. Dengan skema meliputi peningkatan kemantaban ruas jalan, peningkatan akses dengan memperhatikan sektor ekonomi, pariwisata dan industri serta peningkatan konektivitas antarwilayah.

Dari simulasi itu, imbuhnya, penanganan perbaikan jalan ini tidak serta merta tuntas dalam jangka waktu dekat. Namun, membutuhkan sistem perbaikan berkelanjutan.

“Melihat besarnya kebutuhan anggaran, tidak mungkin perbaikan ini tuntas dalam jangka waktu yang pendek dengan keterbatasan anggaran yang ada. Maka kita lihat skala prioritas dengan alokasi anggaran sebesar kurang lebih Rp 300 miliar pertahun,”kata Gus Yani.

Sementara itu, untuk perbaikan jalan poros desa, tambahnya, bisa menggunakan dana yang bersumber dari dana bantuan keuangan (BK) yang dioptimalkan untuk desa-desa.

Selain itu, Bupati berusia 37 tahun itu telah meminta DPUTR untuk melakukan pemetaan titik ruas jalan mana yang dilakuakan pengaspalan dan titik ruas jalan mana yang di beton. “Skema ini untuk peningkatan akses bagi wilayah yang bergerak di sektor industri, pariwisata atau kegiatan ekonomi lainnya,” katanya.

Ia juga mendorong DPUTR, AKD dan Camat untuk melakukan diskusi dan pemetaan untuk menentukan skala kebutuhan masyarakat. “Perbaikan ruas jalan yang tidak masuk dalam skala prioritas, saya minta untuk dilakukan pemetaan dan dimasukkan dalam skala kebutuhan masyarakat. Maka DPUTR, AKD dan camat segera lalukan pertemuan dan lakukan diskusi lanjutan,”pungkasnya. 

Gus Yani juga berharap kepada masyarakat untuk bersabar atas kondisi yang ada saat ini. Namun dirinya berkomitmen bahwa perbaikan jalan ini dapat segera terealisasi. (yad)

25 Persen Jalan Kabupaten Rusak, Bupati Gresik: Alokasikan Anggaran Perbaikan Rp 300 Miliar/Tahun Selengkapnya

Dinas Perikanan Ajukan Alokasi Pupuk Bersubsidi Perikanan, Bupati Ajak Petambak di Gresik Berdoa

GRESIK,1minute.id – Pencabutan pupuk bersubsidi membuat ribuan petambak kelimpungan. Mereka harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan pupuk non subsidi. Pupuk urea dan SP-36. Termasuk petambak di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik turun tangan. Dinas Perikanan Gresik telah mengusulkan tambahan alokasi pupuk bersubsidi sektor perikanan sebanyak 19 ribu ton. Surat pengajuan tambahan alokasi telah dikirimkan kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya. Surat itu berisi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pupuk bersubsidi  2022 untuk pembudidaya perikanan di Gresik. 

Data Dinas Perikanan Gresik, kebutuhan pupuk bersubsidi untuk petambak di Gresik sekitar 19.000 ton yang meliputi jenis Urea, SP 36 maupun organik. Sedangkan total luas lahan tambak mencapai 31.044 hektare, dengan jumlah petambak sekitar 15.188 orang.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, regulasi mengakibatan sektor perikanan tidak mendapat alokasi pupuk subsidi. “Mudah-mudahan tahun depan ada subsidi pupuk untuk sektor perikanan ini,”harap Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani usai menghadiri Sedekah Bumi Kirab Tumpeng 1000 bandeng di Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 3 September 2022. 

Kesulitan petambak mendapatkan pupuk bersubsidi bisa mengancam produktivitas ikan bandeng di Kabupaten Gresik. Ikan bandeng menjadi komoditas andalan sektor perikanan itu tidak memperoleh pakan yang cukup. Karena kelangkaan dan pencabutan alokasi pupuk bersubsidi untuk petambak. “Kita doa bersama mudah-mudahan tahun depan pupuk subsidi sektor perikanan bisa dikembalikan kembali,”katanya. 

Untuk diketahui produktivitas ikan bandeng di Kabupaten Gresik, Jawa Timur mencapai 80 ribu ton pertahun. Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, salah satu penghasil bandeng terbesar di Jawa Timur. Petambak kini masih kesulitan mendapatkan pupuk subsidi. 

Perputaran uang di sektor perikanan cukup besar untuk meningkatkan kesejahteraan petambak. Bila ikan bandeng seharga Rp 30 ribu perkilogram sama dengan Rp 2,8 triliun pertahun. Sektor perikanan  menyumbang cukup besar dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Gresik. (yad)

Dinas Perikanan Ajukan Alokasi Pupuk Bersubsidi Perikanan, Bupati Ajak Petambak di Gresik Berdoa Selengkapnya

Nguri-uri Budaya Keteledanan di Haul ke-303 Poesponegoro, Bupati Gresik Pertama 

GRESIK,1minute.id – Haul ke-303 K.R.Tumenggung Poesponegoro khidmat. Ratusan warga memenuhi pesarehan Bupati Gresik pertama yang makamnya berdampingan dengan makam Syeh Maulana Malik Ibrahim, Wali Songo itu. 

Haul dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani digelar pada Minggu, 21 Agustus 2022. Jemaah berdatangan sejak pagi. Mereka ada yang lewat makam Pahlawan di Jalan Pahlawan, Gresik. Banyak juga, melewati makam Syeh Maulana Malik Ibrahim di Jalan Malik Ibrahim, Gresik. 

Sedianya, haul diisi pengajian oleh K.H. Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq). Namun, kiai yang tinggal di Sleman, Jogjakarta itu berhalangan hadir. Dalam acara itu, juga digelar doa bersama untuk keselamatan Indonesia. Usai acara, Bupati Fandi Akhmad Yani melakukan tambur bunga dan berdoa di makam K.R.T Poesponegoro. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani didampingi sejumlah putra wayah atau keturunan dari Bupati Gresik pertama itu. 

DOA BERSAMA: Para keturunan berdoa di makam K.R.T Poesponegoro, Bupati Gresik kaping I pada Minggu, 21 Agustus 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Menurut Fandi Akhmad Yani, K.R.T. Pusponegoro telah meletakkan dasar dan nilai kepemimpinan yang layak diteladani untuk mengembangkan Gresik. “Kita ada seperti sekarang ini tak lepas dari jasa Poesponegoro selaku Bupati pertama di Gresik,”katanya usai acara. 

Selama kepemimpinan Poesponegoro, imbuhnya, banyak prasasti yang telah dibangunnya. “Kita harus meneladani beliau. Banyak prasasti yang dibangun oleh beliau,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani. K.R.T.Poesponegoro menjabat sebagai Bupati Gresik kaping I pada 1688-1696. 

Saat ini, nama Poesponegoro diabadikan sebuah gedung olahraga Indoor,  yakni Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik. (yad)

Nguri-uri Budaya Keteledanan di Haul ke-303 Poesponegoro, Bupati Gresik Pertama  Selengkapnya

Sewindu Alfi Arianto, Ahli Muda Dinsos Gresik “Taklukkan” ODGJ, Ditampar, Dilempari Batu, Diludahi Sarapan Setiap Hari

BANYAK orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang dijauhi, bahkan ’’dibuang’’. Namun, Alfi Arianto memilih mendekatinya. Dia juga berusaha menyembuhkan penderita gangguan jiwa. Alfi bergumul dengan “wong gendeng” lebih satu Windu. Tepatnya sejak 2014. 

CHUSNUL CAHYADI, 1minute.id

ALFI ARIANTO tampil beda. Pekerja sosial ahli muda di Dinas Sosial (Dinsos) Gresik memakai setelan jas. Penampilan tentu berbeda 180 derajat ketika ia harus berjibaku menaklukkan Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang berkeliaran di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Alfi tampil di depan para undangan upacara Detik-detik Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Bupati Gresik untuk menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Piagam penghargaan diserahkan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan disaksikan oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Alfi Arianto masuk kategori ASN di Dinas Sosial yang berjasa menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Gresik. 

Delapan tahun Alfi berurusan dengan ODGJ. “Wong gendeng”. Kesan yang muncul adalah dekil, ngamukan, dan bau. Orang-orang pun berusaha menghindarinya. Namun, Alfi Arianto menabrak stigma itu. Mantan Kasi Rehabilitasi Tuna Sosial di Dinsos Gresik-kini jabatan fungsionalmya-Pekerja Sosial Ahli Muda Dinsos Gresik itu malah ”memburunya’’. 

Sarjana administrasi publik (SAP) di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Bandung 2010 itu mendapatkan julukan ’’Penakluk’’ ODGJ. ’’Saya menangani ODGJ sejak 2014,’’ kata Alfi Arianto melalui pesan WhatsApp pada Sabtu, 20 Agustus 2022.

Risiko berinteraksi dengan orang tidak waras menjadi makanan setiap hari Alfi. Diamuk atau diludahi,  dilempar batu atau kayu, digigit dan ditampar, misalnya. Bau tidak sedap sudah pasti. Sebab, mereka biasanya tidak mandi serta tidak gosok gigi sampai berhari-hari. ’’Itu risiko,’’ucap pria 48 tahun itu.

Selama satu windu atau delapan tahun ’’berkawan’’ dengan orang gila, Alfi mengatakan telah memahami psikologis mereka. Karena itu, dia tidak sulit menjinakkan ODGJ tanpa kekerasan. 

Apa tip menjinakkan orang gila? Dia menyebut membawa makan dan minuman (mamin). Sebab, ODGJ biasanya kurang makan. Ketika perutnya terisi, mereka bakal nurut. ’’Saya cekel manut. Saya pancing makanan dan minuman, lalu saya ajak naik mobil,’’ucapnya.

Alfi mendapatkan ODGJ tidak hanya dijalanan dan pasar. Bila dijalanan kondisi badannya tidak terawat. ’’Nek kondisinya awut-awutan kita mandikan di selter,”ujarnya. Selain ODGJ di jalanan dan di pasar. Alfi juga blusukan ke desa-desa. Biasanya ada laporan dari warga atau aparat kepolisian ada ODGJ ngamuk. Laporan itu tidak mengenal waktu. Biasa pagi, siang bahkan malam hari. Pria berkacamata itu pun budal ke lokasi. 

Setelah “jinak” Alfi lalu membawa ke rumah sakit jiwa (RSJ) Menur, Surabaya. Jika kondisinya sangat parah, perawatannya butuh waktu 4–5 bulan. Kalau ringan, paling banter tiga bulan. ’’Kalau sudah bisa berinteraksi dengan orang, pihak RSJ Menur mengontak saya lagi untuk menjemputnya,’’paparnya suatu kesempatan.

Saat itu Alfi mulai mengorek identitas ODGJ. Misalnya, nama dan alamat rumahnya. ’’Setelah sembuh, mereka ingat rumahnya. Kami kemudian memulangkan ke rumahnya,’’tuturnya. Kesempatan bertemu kembali dengan keluarga pun sangat mengharukan. Keluarga ODGJ selalu mengucapkan terima kasih. ’’Ada yang mendatangi kantor dan ada yang membawa satu tandan pisang,’’ujarnya.

Setelah sembuh dan bertemu keluarga, tugas Alfi belum selesai. Alfi bersama dengan petugas kesehatan jiwa (keswa) puskesmas setempat melakukan pendampingan. “Pendampingan ini untuk kontrol pemberian obat kepada pasien,”katanya. ODGJ tetap bisa disembuhkan bila pendampingan terutama pihak keluarga peduli. “Yang paling utama pendampingan keluarga secara lahiriah proses penyembuhannya cepat,”tegasnya. (*)

Sewindu Alfi Arianto, Ahli Muda Dinsos Gresik “Taklukkan” ODGJ, Ditampar, Dilempari Batu, Diludahi Sarapan Setiap Hari Selengkapnya

Bupati Gresik Prihatin Dinas Pertanian Tidak Memiliki Data Produktivitas Pertanian 

GRESIK,1minute.id – Pengurus Cabang HKTI Gresik menggelar rapat kerja di Aula Poedak Galery pada Sabtu, 20 Agustus 2022. Rakercab dibuka oleh Warsito, Sekretaris DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur.

Warsito, meminta kepada pengurus cabang HKTI Gresik segera melakukan konsolidasi ketingkat anak cabang untuk merekam problem petani. “Sehingga keberadaan HKTI bermanfaat bagi petani,”kata Warsito.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta pengurus HKTI Gresik dibawah komando Musa untuk segera melakukan sinergi dengan Dinas Pertanian Gresik. Sebab, saat ini, imbuhnya, mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo kondisi krisis energi. “Kalau bisa fokus dua sektor yakni pertanian dan perikanan,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya. 

Sektor perikanan, jelasnya, produktivitas ikan bandeng di Kabupaten Gresik mencapai 80 ribu ton. Bila harga bandeng Rp 30 ribu perkilogram, perputaran uang mencapai Rp 2,4 triliun,”katanya. Kemudian sektor pertanian harus digenjot untuk mewujudkan ketahanan pangan. Awalnya, alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga Surabaya itu bicaranya datar-datar saja. 

Tiba-tiba nada bicara Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani agak meninggi setelah bertanya tentang angka produktivitas hasil pertanian kepada perwakilan dari Dinas Pertanian yang mewakili Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Gresik Eko Anindito Putro pada acara tersebut. Namun, penyuluh pertanian itu tidak bisa menjlentrehkan produktivitas pertanian di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Petugas itu menyebut angka yang dianggap oleh Bupati Fandi Akhmad Yani tidak masuk akal.

“Data harus real, ojo copy paste,”tegasnya. Berulang kali Bupati Fandi Akhmad Yani menanyakan angka produktivitas hasil pertanian. Namun tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. 

“Dinas Pertanian tidak memiliki data tersebut. Pak Eko tidak oke blas,”katanya. Ia pun meminta Dinas Pertanian untuk segera melakukan validasi data produktivitas pertanian secepatnya. Sebab, kondisi yang tidak biasa karena adanya ancaman krisis pangan itu harus melakukan pekerjaan yang luar biasa. “Kinerja biasa saja, karena kondisi saat tidak biasa.Kerja cepat dan terukur,”tegasnya. 

Wartawan 1minute.id merujuk pada abstraksi dilaman BPS Gresik menyebutkan Pendataan Statistik Pertanian Tanaman Pangan Terintegrasi dengan Metode Kerangka Sampel Area (KSA) atau lebih dikenal dengan sebutan Survei KSA.

Pelaksanaan Survei KSA untuk komoditas padi mulai diimplementasikan secara nasional pada 2018. Pengamatan segmen dilakukan pada 7 hari terakhir setiap bulan. Estimasi luas panen hasil pengamatan KSA 2019 di Kabupaten Gresik sebesar 61.643,05 hektar. Sementara itu, estimasi produksi padi di Kabupaten Gresik dari Januari hingga Desember 2019 sebesar 367.717,66 ton Gabah Kering Giling (GKG). 

Jika dikonversikan menjadi beras dengan angka konversi GKG ke beras tahun 2018 produksi beras pada 2019 diperkirakan sebesar 211.233,83 ton beras. (yad)

Bupati Gresik Prihatin Dinas Pertanian Tidak Memiliki Data Produktivitas Pertanian  Selengkapnya

Misi Ekspedisi Bengawan Solo Berakhir di Pesisir Desa Bedanten, Naditira Madanten 1358

GRESIK,1minute.id – Tim Bengawan Solo Expedition (BSE) atau Misi Ekspedisi Bengawan Solo (MEBS) 2022 mengakhiri misinya di Desa Bedanten, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Kedatangan tim ekspedisi sungai Bengawan Solo, sungai terpanjang di Pulau Jawa untuk menapaki jejak peradapan Jawa itu disambut oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

BSE 2022 ini menjelajahi jarak 484 kilometer. Melewati 12 Kabupaten/Kota di dua provinsi yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mulai Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, Surakarta, Karanganyar dan Sragen, Jawa Tengah. Lalu, Blora dan Ngawi. Berikutnya, Tuban, Bojonegoro, Lamongan dan berakhir di Gresik. 

“Ini merupakan suatu ekspedisi luar biasa dengan riset dan penelitian terpanjang yang dilakukan oleh komunitas Misi Ekspedisi Sungai Bengawan Solo (MEBS) dan Komunitas lainnya,”ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat menyambut tim BSE di Desa Bedanten, Kecamatan Bungah pada Minggu sore, 14 Agustus 2022.

Dijelaskan Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani, tim berangkat  dari Wonogiri, Jateng pada 14 Juli dan berakhir di Desa Bedanten Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik pada 14 Agustus 2022. Ekspedisi sungai terpanjang di Pulau Jawa ini telah berlangsung selama 30 hari, dengan menempuh jarak sejauh 462 kilometer, melintasi 491 desa yang berada di 12 kota dan kabupaten di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

JALUR EKSPEDISI BENGAWAN SOLO: Selama sebulan Tim Ekspedisi Sungai terpanjang di Jawa. Berangkat dari DAS Wonogiri, Jateng berakhir di DAS Desa Bedanten, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik pada Minggu, 14 Agustus 2022 (Foto : Istimewa )

“Naditira Bedanten merupakan Pit Stop terakhir dari Ekspedisi, Desa Naditira paling hilir yang mempunyai catatan sejarah dan jejak peninggalan juga menyambung sejarah dengan Bengawan Solo,”ungkap mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Di wilayah Kabupaten Gresik, sesuai dengan prasasti Canggu, desa-desa tepian Bengawan Solo yang disinggahi oleh Raja Hayam Wuruk berturut turut salah satunya adalah “i Madanten” (di Bedanten) sebagai salah satu desa tepian sungai yang melayani jasa tambangan atau penyeberangan (naditira Pradeca) tersebut dengan nama “Medanten”. atau sekarang yang dikenal Desa Bedanten. 

Untuk itu, Bupati mengajak generasi muda sekarang dan yang akan datang untuk sadar sejarah. “Dari sejarah kita dapat belajar tentang kejayaan masa lampau dan dari sejarah pula kita dapat melihat kehancuran,”katanya bertamsil.

Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi anggota DPRD Gresik Noto Utomo, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gresik Abu Hassan, dan Kepala Desa Bedanten Abdul Madjid.

Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini, meresmikan museum untuk menyelamatkan temuan kuno atau peninggalan masa lalu dan mengunjungi salah satu makam yaitu makam Mbah Sayyid Husaini.

Acara ini juga merupakan bentuk kolaborasi Pemdes Bedanten dengan MEBS (Misi Ekspedisi Bengawan Solo) dan beberapa komunitas. Seperti Ademos Indonesia, National Geographic, Saya Pejalan Bijak, Stand Up Paddle dan Living Labolatory Maritime Teknik Perkapalan Universitas Muhammadiyah Gresik. 

Tak hanya seremonial akhir Ekspedisi mereka juga menggelar sarasehan bedah sejarah dan budaya “Naditira Madanten” 1358 refleksi nilai leluhur dalam upaya menjaga dan melestarikan bengawan dengan menghadirkan pembicara dan ahli sejarah serta diramaikan oleh musik adhibaya kesenian desa dan hiburan lainnya. (yad)

Misi Ekspedisi Bengawan Solo Berakhir di Pesisir Desa Bedanten, Naditira Madanten 1358 Selengkapnya

Nadlelah, Nakhoda Baru Dinas Perikanan, Ini Pesan Bupati Gresik!

GRESIK,1minute.id – Moh Nadlelah nakhoda baru Dinas Perikanan Gresik. Pelantikan mantan Kepala Bagian Keuangan Sekretariat DPRD Gresik itu dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Hall Parkir Selatan Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 12 Agustus 2022.

Pelantikan dan pengambilan sumpah dilangsungkan bersamaan dengan 340 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Tugas baru Nadlelah yang mantan Camat Manyar itu  meningkatkan produktivitas hasil perikanan dan kesejahteraan serta kedaulatan nelayan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan Dinas Perikanan memiliki posisi yang spesial. Hal ini tidak lepas dari sektor perikanan  menyumbang cukup besar dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Gresik.

“Buktinya adalah produktivitas ikan bandeng kita yang setahun minimal mencapai 80 ribu ton,”kata Fandi Akhmad Yani. Bila dikalkulasi harga ikan bandeng Rp 10 ribu per kilogram mencapai Rp 800 miliar. “Sekarang harga bandeng Rp 30 ribu per kilogram,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu. Dalam hitungan wartawan 1minute.id bila harga bandeng Rp 30 ribu per kilogram mencapai Rp 2,8 triliun. 

“Maka dalam hal ini Dinas Perikanan bisa mendorong bagaimana sektor perikanan bisa semakin meningkat serta kesejahteraan dan kedaulatan nelayan bisa terwujud,”harap Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. Ia meminta Nadlelah untuk melakukan kolaborasi dan sinergi dengan organisasi perangkat daerah maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMN). Antara lain, Gresik Migas untuk bisa mendapatkan fasilitas bahan bakar untuk nelayan bersubsidi. Sebab, Gresik Migas akan mengoperasikan bahan bakar minyak untuk nelayan.

Serta, Bank Gresik untuk pemberian kredit lunak bagi nelayan. Harapannya, nelayan tidak terjerat rentenir dan tengkulat. Nadlelah,  birokrat yang sudah mengabdi sebagai ASN sejak 1987. Sebelumnya, dirinya menjabat sebagai Kepala Bagian Program dan Keuangan di Sekretariat DPRD Gresik. Ia menjabat Kepala Dinas Perikanan melalui seleksi terbuka (Selter)  jabatan tinggi pratama yang difasilitasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gresik medio Juli 2022.

Selain pesan khusus untuk Nadlelah, Gus Yani mendorong pejabat fungsional yang baru dilantik untuk melakukan berbagai inovasi. 

Dengan komposisi usia yang masih relatif muda. “Kita sebagai anak muda yang hari ini harus dituntut untuk benar-benar memiliki inovasi. Nanti kalau sudah inovasi ngadep ke saya, tak hadiahi sekolah S2,” ujar Gus Yani disambut tepuk tangan hadirin. (yad)

Nadlelah, Nakhoda Baru Dinas Perikanan, Ini Pesan Bupati Gresik! Selengkapnya