GRESIK,1minute.id – Aksi penolakan kenaikkan bahan bakar minyak (BBM) menjalar ke Kabupaten Gresik. Aksi dilakukan oleh aliansi sejumlah aktivis di kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Diantaranya, Gerakan Penolak Lupa (Gepal) , Forum Kota (ForKot) ; Kasbi dan Paramaniaga Pedagang Alun-alun Gresik
Aksi dibawa duet komando Syafiudin dan Abdul Wahab mendapatkan pengawalan ketat aparat kepolisian. Dalam aksi dilakukan di dua tempat yakni Gedung DPRD Gresik dan Kantor Bupati Gresik ini mereka membawa tujuh tuntutan. Yakni, Turunkan Harga BBM ; Berantas dan usut tuntas mafia BBM ; Stabilkan harga sembilan bahan pokok ; dan Memastikan penerima BLT tepat sasaran. Kemudian, Tolak UU Omnibuslaw ; Naikkan Upah Buruh 30 persen dan Pemda harus bertanggung jawab atas dampak kenaikan BBM.
Di depan gedung parlemen di Alun-alun Gresik Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik para aktivis diterima oleh tiga anggota DPRD Gresik yakni Syaikhu Busiri, Muhammad dan Asroin Widyana. Ketiga Ketua Komisi II, III dan IV DPRD Gresik sepakat dengan tujuh tuntutan peserta aksi. Sebab, mereka juga ikut terimbas kenaikkan harga BBM itu. Ketiga anggota DPRD Gresik menemui massa aksi didampingi oleh Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis.
TEMUI PENDEMO : Kepala Kesbangpol Gresik Nanang Setiawan bersama Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis dan Kasat Pol PP Suprapto menemui massa yang menolak kenaikan harga BBM di kantor Bupati Gresik pada Selasa, 13 September 2022 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
“Akan kita bawa ke pusat,”kata Muhammad kepada peserta aksi. Terkait bantuan sosial bagi warga terdampak kenaikan BBM tidak tepat sasaran, Syaikhu Busiri meminta masyarakat ikut terus mengawasi. “Kalau ada bansos yang tidak tepat sasaran silakan melapor ke saya,”tegas politisi dari PKB Gresik itu. Syaikhu Busiri berharap, pertemuan kali pertama bisa terjalin intens untuk saling mengawasi terkai bansos kepada masyarakat terdampak kenaikan harga BBM.
Setelah dari gedung parlemen, massa melanjutkan aksi di depan Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas. Massa ditemui oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Gresik Nanang Setiawan.
Nanang sepakat dengan tuntutan peserta aksi. Namun, desakan massa aksi yang meminta Pemkab Gresik ikut bertanggung jawab terkait kenaikan harga BBM, mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik, itu tidak bisa menjelaskan secara rigit langkah Pemkab Gresik. Sebab, penyaluran bansos bagi warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik terdampak kenaikan BBM berada di Dinas Sosial Gresik. Nanang Setiawan berusaha meminta Dinsos Gresik hadir menemui pengunjuk rasa. Namun, selama 10 menit massa menunggu tidak ada kejelasan kehadiran dari aparat Dinsos Gresik.
“Kita balik kanan. Kita akan minta pertanggungjawaban bila penyaluran bansos tidak tepat sasaran,”kata korlap Syaifudin. Sebelumnya, Abdul Wahab menegaskan, subsidi yang selama ini digelontorkan pemerintah tidak pernah dihabiskan oleh masyarakat miskin. “Yang menghabiskan subsidi itu adalah oknum pemerintah yang koruptor,”tegas Wahab. (yad)
GRESIK,1minute.id – Identitas mayat di area persawahan di Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik terungkap. Ia bernama Elly Prasetya Ningsih, 42 tahun. Korban kelahiran Yosowilangon, Lumajang. Elly adalah korban pembunuhan. Pelakunya adalah suami siri korban berinisisl Hendra Setiawan (HS), 43 tahun.
Tersangka dibekuk anak buah Iptu Wahyu Rizki Saputro di Surabaya pada Minggu malam, 11 September 2022. Polisi masih mendalami motif pelaku yang tinggal di Desa Beton, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik itu.
Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis mengatakan, selama tiga anggota Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik mendalami penemuan mayat di area persawahan di Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng. Mayat perempuan ditemukan pada Jumat, 9 September 2022. Kondisi jenazah membusuk. Bagian perut sudah membengkak sehingga mengeluarkan bau tidak sedap. Bau menusuk hidung setelah bungkus tas bercorak kembang terbuka berisi mayat itu terbuka.
“Hasil penyelidikan dilakukan oleh Satreskrim Polres Gresik, mayat ditemukan di Desa Gluranploso itu korban pembunuhan,”ujar AKBP Mochamad Nur Azis didampingi Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro di Mapolres Gresik pada Senin, 12 September 2022. “Pelakunya adalah suami siri korban. Tersangka kami ringkus di Surabaya pada Minggu malam,”imbuh alumnus Akpol 2002 itu.
Namun, Aziz belum menjelaskan motif dan bagaimana cara tersangka tega menghabisi istri sirinya itu. “Korban dan tersangka nikah siri selama 7 tahun,”kata mantan Kapolres Ponorogo itu.
Tentang motif dan bagaimana menghabisi istri siri, kata Nur Aziz, penyidik unit pidana umum (Pidum) Satreskrim Polres Gresik masih melakukan pendalaman. “Tersangka akui telah membunuh korban. Tapi, tersangka belum terus terang bagaimana cara dan motif pembunuhannya,” tegasnya.
Tersangka HS, setelah menghabisi nyawa istri siri kemudian memasukkan dalam tas. “Mayat dalam tas itu dibawah naik motor dan dibuang di Desa Gluranploso,”katanya.
Seperti diberitakan, warga Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng gaduh pada Rabu, 7 September 2022 sekitar pukul 08.00 WIB. Warga gaduh karena menemukan mayat dalam tas. Nyaris telanjang. Kondisi mayat bau. Diduga lebih dari sehari.
Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki mengungkapkan korban ketika ditemukan oleh warga sudah meninggal selama 4 hari. Saat itu, pihaknya melakukan visum et repertum di temukan ada luka sayat di bagian kaki kiri. “Tapi, luka itu tidak mematikan korban,”kata Iptu Wahyu Rizki Saputro usai rilis di Mapolres Gresik pada Senin,12 September 2022.
Penyidik kemudian melakukan otopsi. Hasil otopsi ada luka bagian belakang kepala korban. “Luka bagian belakang itu karena benda tumpul,”tegas Wahyu Rizki Saputro. Namun, Wahyu Rizki, belum bisa memastikan luka-luka akibat pukulan atau lainnya. “Masih kami dalami. Karena tersangka masih tidak mau ngomong,”tegasnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Haul Nyai Ageng Tumengkang Sari berlangsung khidmat pada Ahad malam, 11 September 2022. Pesarean cucu Sunan Giri itu berada di pemakaman Sumur Songo, Gresik. Haul ahli pengobatan itu dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.
Menurut Aminatun Habibah, Haul Nyai Ageng Tumengkang Sari dan bari’an/sedekah bumi, mampu menjadi ajang silaturahmi dan upaya merawat sejarah atau budaya Islam yang ada di Kabupaten Gresik. Untuk itu Wabup berharap nguri-nguri budaya islam itu dapat terus dilestarikan.
“Atas nama pemerintah Kabupaten Gresik, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus Yayasan Makam Sumur Songo yang sudah merawat, melestarikan tradisi budaya dan aset sejarah Islam di Kabupaten Gresik Nyai Ageng Tumengkang Sari,”ungkap Wakil Bupati perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu.
Siapa Nyai Ageng Tumengkang Sari dan legenda cerita Sumur Songo? Bu Min-sapaan karib Wakil Bupati Aminatun Habibah mengatakan Nyai Ageng Tumengkang Sari adalah salah satu cucu Sunan Giri, Wali Sanga. Penyebaran agama Islam di Indonesia. Nyai Ageng Tumengkang Sari juga berjasa dalam menyebarkan agama Islam. Beliau dikenal sebagai seorang ahli meracik obat atau jamu dan kebidanan dengan menolong ibu-ibu yang hendak melahirkan.
“Bahkan sampai sekarang sebagian masyarakat masih percaya, yaitu dengan bermunajad di pusara Nyai Ageng Tumengkang Sari supaya proses persalinan bayinya akan menjadi gangsar (mudah dan lancar),”kata Bu Min. Kehebatan Nyai Ageng Tumengkang Sari dikenal sangat luas. Apalagi, Nyai Ageng Tumengkang Sari adalah perempuan yang cantik. Bahkan, ada seorang pangeran dari Kerajaan Majapahit yang ingin meminangnya.
Nyai Ageng Tumengkang Sari tidak menolak. Sebab, Nyai Ageng Tumengkang Sari khawatir penolakan bisa menimbulkan peperangan. Nyai Ageng Tumengkang hanya meminta satu syarat kepada pangeran yang gagah itu. Menurut cerita, Nyai Ageng Tumengkang Sari meminta pangeran itu membuat 10 sumur dalam semalam. Sang pangeran menyetujui syarat itu.
Sebelum subuh, pembuatan 10 sumur kelar. Paginya, pangeran menunjukkan hasil pekerjaannya dan berniat menagih janji kepada Nyai Ageng Tumengkang Sari untuk menjadi istrinya. Nyai Ageng Tumengkang Sari menemui pangeran itu. Dan melihat sumur yang telah di buatnya. Nyai Tumengkang Sari menduduki salah satu sumur tersebut.
Setelah itu, ia pun menghitung sumur- sumur yang ada tanpa menghitung sumur yang didudukinya. Jumlahnya sembilan sumur. Pangeran merasa tidak percaya. Siji, loro sampai songo. Sumur dihitung berulangkali hanya berjumlah songo (sembilan). Pangeran itu gagal meminang perempuan pujaan hatinya itu. Ia pun marah sampai mengucapkan sumpah serapah.
“Arek wedok dusun kene ojok onok sing nolak lamarane wong lanang maneh, sampek onok sing nolak lamarane wong lanang maneh koyok sing tak rasakno, dadi perawan tuwo sak lawase(Anak perempuan dusun sini jangan ada yang menolak lamarannya laki-laki lagi, sampai ada yang menolak lamaran anak laki-laki lagi seperti yang saya rasakan, jadi perawan tua selamanya),”ceritanya.
“Nyai Ageng Tumengkang Sari dan kisah Sumur Songo, merupakan sejarah peradaban Islam yang tak terpisahkan di Kabupaten Gresik yang harus kita rawat dan senantiasa kita lestarikan,” tambahnya. “Mudah -mudahan makam ini selain peninggalan sejarah budaya Islam di Kabupaten Gresik, namun juga sebagai pengingat kita sebagai makhluk ciptaan Allah yang nantinya juga akan kembali kepada Allah SWT,”pungkasnya.
Turut mendampingi Wakil Bupati, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Gresik Johar Gunawan dan Lurah Sidokumpul Sulaiman Rasyid
Sementara itu, Pengurus Yayasan Sumur Songo Hudi Suyanto mengatakan, haul Nyai Ageng Tumengkang Sari digelar tiap 12 Safar. Serangkaian acara digelar dari hari Jum’at diantaranya pengajian jamaah Siji, khotmil Quran, majelis Yasin dan tahlil, pengajian santri TPQ se Kelurahan Sidokumpul, bari’an/sedekah bumi dan ceramah agama.
“Sebagai Puncak dari serangkaian Haul Nyai Ageng Tumengkang Sari (cucu sunan giri), akan digelar pada 15 September 2022,”kata Hudi Suyanto. Hudi menambahkan, bahwa di makam seluas 6 hektare sudah resmi menjadi yayasan makam sumur songo, yang sudah dilengkapi surat dari Kemenkumham RI, dengan tujuan mengamankan aset wisata sejarah Islam kota santri dan kegiatan keagamaan.
“Dengan sudah di bangunnya aula baru dan kantor Yayasan Makam Sumur Songo kami berharap nantinya untuk dibuat kegiatan keagamaan seperti TPQ, Majlis Maulidurrasul Muhammad tiap bulannya, serta Majlis Yasin dan Tahlil oleh warga sekitar,”tandasnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Gresik United gagal meraih poin 3 menjamu Persikab Bandung di Stadion Gelora Joko Samudro (G-JOS) pada Sabtu, 10 September 2022. Bermain di kandang dengan sokong ribuan pasang mata suporter Ultras Gresik belum bisa mengangkat moral tim besutan Khusairi.
Selama 90 menit, tetap kacamata. Alias tanpa gol. Ultras Gresik kecewa. Sebab, tiga kali bertanding ( dua kali tandang dan sekali kandang) di Liga 2, Imam Witoyo dkk belum pernah menciptakan sebiji gol. Bahkan, kemasukan. Sehingga, tim berjuluk Laskar Joko Samudro itu hanya meraih 2 poin (2 kali seri, sekali kalah).
Di laga home perdana menjamu Persikab Bandung ini, pengila bola berharap Gresik United bisa menciptakan gol dan menang. Namun, harapan warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik kandas. Gresik United hanya trengginas di 45 menit pertama.
Sejumlah peluang yang tercipta di menit-menit awal tidak bisa berbuah gol. Bahkan, di babak kedua, Imam Witoyo dkk kedodoran. Beruntung, gawang Gresik United yang dijaga Muhammad Ulul Harham tidak kebobolan. Kedudukan tetap sama, kacamata sampai wasit Heri Sulistiyo meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir.
Sejumlah suporter yang kecewa dengan permainan anak asuh Khusairi langsung berteriak meminta manajemen melakukan evaluasi menyeluruh. Bahkan, ada yang berteriak mengganti pelatih. “Ganti pelatih sekarang juga,”teriak suporter yang berada di tribun selatan.
Pelatih Persikab Bandung Steffan Rullin Keeltjes mensyukuri hasil sore hari ini. Berhasil mencuri poin di Gresik. Ia mengaku kaget dengan permainan Gresik United. “Tidak menyangka Gresik United main begitu fighting spirit , high pressing. Kami sudah mengantisipasi, mereka pasti ingin menang karena bermain di kandang,”kata Steffan usai pertandingan.
Sementara itu, Pelatih Gresik United, Khusairi mengaku sempat optimistis meraih kemenangan sebelum laga. Saat babak kedua, Khusairi mengakui stamina anak asuhnya drop. “Babak kedua tim saya kedodoran, stamina kehabisan, ini evaluasi saya,” kata Khusairi. (yad)
ATLET prestasi bertaraf nasional dan internasional bermunculan dari Gresik. Keberhasilan para atlet itu diantaranya berkat pembinaan bertahun-tahun yang dilakukan oleh Petrokimia Gresik. Periode 2021-2022, perusahaan Solusi Agroindustri, anggota holding Pupuk Indonesia itu menggelontor anggaran Rp 10,5 miliar.
HARI OLAHRAGA NASIONAL (Haornas) di peringati setiap 9 September. Keberhasilan atlet olahraga bertaraf nasional, regional bahkan internasional tidak bisa lepas dari pembinaan yang telah dilakukan oleh Petrokimia Gresik. Puluhan tahun perusahaan Solusi Agroindustri, anggota holding Pupuk Indonesia itu melakukan pembinaan. Pembinaan sejak dini.
Nurul Fajar Fitriyati, Nanda Wahyu Jendro, dan Maulana Rifky Yavianda, diantaranya. Mereka telah mengharumkan nama Gresik di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua maupun Sea Games 2022. Selain renang ada senam, bola voli dan sepak bola.
“Petrokimia Gresik dalam menjalankan bisnisnya tidak hanya berupaya menghasilkan produk-produk berkualitas di sektor agroindustri untuk mendukung tercapainya ketahanan pangan nasional, tetapi juga memajukan masyarakat dan komunitas sekitar salah satunya pada bidang olahraga. Komitmen tersebut terjawab melalui capaian prestasi yang membanggakan dari para atlet binaan Petrokimia Gresik di tingkat regional, nasional, bahkan internasional,”ujar Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo pada Jumat, 9 September 2022.
Karena itu, Petrokimia Gresik terus aktif berkontribusi dalam mencetak generasi berprestasi di bidang olahraga tanah air. Untuk periode 2021-2022 saja, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia ini telah menyalurkan dana sebesar Rp10,5 miliar sebagai wujud kontribusi di bidang olahraga melalui pembinaan dan sejumlah dukungan penyelenggaraan kompetisi.
Ada beberapa cabang olahraga (cabor) binaan Petrokimia Gresik. Antara lain, senam, voli, renang dan sepak bola.
CABOR RENANG
PEMBINAAN SEJAK DINI : Sejumlah anak ketika menjalani latihan renang di kolam renang Petrokimia Gresik pada September 2017 (Foto : Dokumen Chusnul Cahyadi/1minute.id)
SELAMA 37 Tahun Petrokimia Gresik melakukan pembinaan di cabang olahraga (Cabor) renang ini. Dalam melakukan pembinaan Petrokimia Gresik membentuk wadah Perkumpulan Renang dan Selam Petrokimia Gresik pada 1985 -kini berganti nama menjadi-Klub Renang Petrokimia Gresik (KRPG).
Atlet renang binaan perusahaan Solusi Agroindustri ini yang berprestasi diantaranya, Nurul Fajar Fitriyati dan Nanda Wahyu Jendro. Keduanya merupakan perwakilan Provinsi Jawa Timur yang berhasil memenangkan kejuaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Tahun 2021 dengan perolehan medali emas dan perak pada beberapa nomor perorangan.
Pada Sea Games 2022, Nurul juga berhasil mendapatkan satu perak dan satu perunggu untuk nomor 200 meter gaya punggung putri dan 4×100 meter estafet gaya bebas putri. Selain itu, Petrokimia Gresik juga melakukan pembinaan kepada atlet difabel. Atlet paraswimming diantaranya Maulana Rifky Yavianda. Atlet binaan KRPG juga berhasil menyabet medali emas pada ASEAN Para Games 2022.
“Nurul dan Maulana Rifky saat ini juga tengah mengikuti Pelatnas (Pelatihan Nasional), mohon dukungan untuk mereka agar bisa terus berprestasi mengharumkan nama Indonesia pada kejuaraan-kejuaraan dunia berikutnya,” ujar Dwi Satriyo.
CABOR SENAM
Pada 1982 Petrokimia Gresik mendirikan Klub Senam Petrokimia Gresik. Sejak saat itu, Petrokimia Gresik yang kini berusia emas, 50 tahun itu melakukan pembinaan cabor Senam di Jawa Timur. Klub Senam yang kini berganti nama menjadi Persatuan Senam Indonesia (PERSANI) Jatim. Saat ini PERSANI Jatim memiliki anggota yang berasal dari 36 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur
“Cabor senam binaan kami cukup produktif dalam perolehan medali. Terbaru pada PON Papua, berhasil membawa pulang tiga emas, sembilan perak, dan enam perunggu. Begitu juga di level internasional,”tandas Dwi Satriyo.
CABOR BOLA VOLI
PROLIGA : Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia Volleyball Team ketika bertanding di SOR Tridharma Petrokimia Gresik (Foto : Humas Petrokimia Gresik for 1minute.id)
TAHUN 2002 gedung sarana olahraga (SOR) Tridharma Petrokimia Gresik berdiri megah. Saat itu, paling megah di Jawa Timur. Di gedung olahraga indoor itu, Petrokimia Gresik melakukan pembinaan tim bola voli. Fasilitas gedung lengkap untuk latihan dan memberikan bimbingan pelatihan intensif.
Pada akhir 2021 lalu, tim voli binaan Petrokimia Gresik berganti nama menjadi “Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia Volleyball Team”. Dimana Pupuk Indonesia juga memainkan peran penting dalam kehadiran tim ini sebagai sponsor utama bagi Tim Voli PG pada kompetisi Proliga 2022.
Keikutsertaan tim voli binaan Petrokimia Gresik di kejuaraan Proliga tahun ini adalah yang ke-19, setelah absen satu kali pada 2020. Dan ditiadakannya penyelenggaraannya pada 2021 karena pandemi Covid-19. Prestasi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, tim voli binaan Petrokimia Gresik pernah meraih Juara 3 di tahun 2016 dan Juara 2 Proliga edisi 2022 ini.
Selain Proliga, tim voli Petrokimia Gresik sebelumnya juga pernah meraih Juara 2 Kejurnas Livoli Divisi 1 pada 2019. Saat ini, salah satu pemain voli putri binaan Petrokimia Gresik, Mediol Stiovanny Yoku terpilih untuk mengikuti Pelatnas persiapan mengikuti 2nd ASEAN Grand Prix 2022.
CABOR SEPAK BOLA
PETROKIMIA Gresik juga membina cabor sepak bola melalui Sekolah Sepak Bola (SSB) Petrokimia Putra yang didirikan sejak 1983. Sejumlah pemain sepak bola berprestasi binaan SSB ini diantaranya Herman Rhomansyah, M. Dimas Drajad, Marcell Januar Putra, Agus Indra Kurniawan. Rentetan nama tersebut berhasil masuk ke dalam skuad tim nasional membela Indonesia dalam banyak kejuaraan internasional.
Lebih lanjut Dwi Satriyo menambahkan, selain empat cabor di atas, Petrokimia Gresik juga memberikan perhatian pada cabor lain melalui sejumlah sponsorship pada berbagai event kompetisi olahraga. Karena bagi Petrokimia Gresik, semakin banyak event kompetisi olahraga yang diselenggarakan, maka semakin banyak pula bibit-bibit atlet baru yang akan lahir.
“Petrokimia berkomitmen untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, termasuk di dunia olahraga. Untuk itu kami mohon doa dan dukungan kepada masyarakat, agar operasional Petrokimia Gresik terus berjalan lancar, sehingga kontribusi yang kami berikan khususnya untuk bidang olahraga dapat semakin besar,”pungkas Dwi Satriyo. (*)
GRESIK,1minute.id – Gresik United baru mengantongi 1 poin dari dua kali laga tandang di Liga 2. Sekali seri ketika bentrok dengan Persekat Tegal. Dan, sekali kalah bertemu Bekasi City F.C. Nah, Sabtu besok, 10 September 2022, Laskar Joko Samudro-julukan-Gresik United akan menjamu Persikab Bandung di Stadion Gelora Joko Samudro (G-JOS). Home perdana peluang besar bagi tim besutan pelatih Khusairi mendulang poin penuh. 3 poin alias menang.
Khusairi mengaku telah mempersiapkan antisipasi dan strategi ketika menjami Persikab Bandung itu. Selain menggembleng stamina Choirun Nasirin dkk. Khusairi mempersiapkan strategi yang berbeda dari dua laga tandang sebelumnya.
“Shooting, pressing, dan finishing sudah kita benahi. Kita siapkan untuk pertandingan besok (Sabtu),” ujarnya saat konferensi pers di G-JOS pada Jumat, 9 September 2022.
Ia mengaku sudah belajar banyak dari pertandingan sebelumnya kontra FC Bekasi City. Termasuk dalam hal penyelesaian akhir serta strategi membendung serangan Persikab Bandung. Apalagi Persikab berhasil mempecundangi tuan rumah Persela dengan skor 2-3. “Kami sudah belajar, dan sudah kami antisipasi untuk pertandingan besok. Tentu ini menjadi rahasia,”tegas dia.
Sementara itu, Pelatih Persikab Bandung Steffan Rullin Keeltjes mengungkapkan, setiap tanding tentunya akan menggunakan strategi yang berbeda. “Pertandingan away pasti banyak tekanan. Strategi dan teknik sudah kita siapkan, tapi yang perlu diwaspadai adalah mental pemain-pemain muda kami,”ujarnya.
Untuk diketahui Gresik United tergabung dalam Grup B. Ada sepuluh klub. Saat ini, Gresik United masih nangkring di papan tengah atau posisi 6 dengan 1 poin. (yad)
GRESIK,1minute.id – Sebanyak 73 Bu Nyai Nusantara berkumpul di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Karimi, Tebuwung , Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik pada Rabu, 7 September 2022.
Bu Nyai atau Ibu bagi para santri itu bersilaturahmi karena prihatin adanya fonomena dugaan kekerasan kepada santri di lingkungan pondok pesantren belakangan ini. Salah satunya menimpa santri di sebuah pondok pesantren Jombang, Jawa Timur.
Pertemuan Bu Nyai Nusantara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik juga Ketua Bu Nyai Nusantara Gresik Aminatun Habibah.
Aminatun Habibah mengharap pesantren di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik dalam melakukan aktivitas harus ramah anak. “Ini penting dalam mewujudkan cita-cita Gresik sebagai kabupaten ramah anak,”kata Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah dalam sosialisasi Pesantren Ramah Anak pada Rabu, 7 September 2022.
Bu Min adalah anak almarhum KH Ahmad Muhammad Alhamad , pendiri Ponpes Qomaruddin, Sampurnab, di Kecamatan Bungah. Hadir dalam pertemuan Bu Nyai Nusantara kali pertama itu diantaranya
Wabup Aminatun memastikan kegiatan ini akan berkelanjutan. Tujuannya untuk mereformasi cara pandang dalam mendidik anak-anak di dalam maupun di luar ponpes. “Intinya bagaimana cara kita menjadikan kabupaten ramah anak” ujar Bu Min.
Menurut Bu Min, setiap anak memiliki hak setara dalam diperlakukan sejak masih dalam kandungan. “Sejak dalam kandungan, anak-anak punya hak yang sama yaitu hak hidup, tumbuh kembang, perlindungan, dan partisipasi,”kata Bu Min.
Bu Min mengajak kepada seluruh Bu Nyai agar dapat wujudkan lingkungan yang nyaman bagi para santri. Sifat otoriter menurutnya masih melekat pada beberapa pesantren dan harus diperbaiki. Ini tentunya akan mencoreng gelar Gresik sebagai Kota Santri. “Saya tahu sifat bu nyai beberapa masih ada yang otoriter, tidak semua tapi ada, maka dari itu harus dirubah” tegas Wabup Gresik itu. (yad)
GRESIK,1minute.id – Keluhan masyarakat terkait infrastruktur jalan rusak mendapatkan perhatian serius dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Data Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik ada 122 ruas jalan kabupaten dengan panjang 512,16 kilometer.
Dari total panjang jalan kabupaten itu sekitar 25 persen kategori rusak ringan, sedang dan berat. Sedangkan, jalan poros desa rusak lebih banyak yakni 36 persen. Untuk perbaikan dan peningkatan jalan kabupaten itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik telah mengalokasikan anggaran Rp 300 miliar pertahun. Hal itu terungkap di pertemuan Sinkronisasi Program dan Implementasi Pembangunan Jalan di Hotel Aston Inn, Gresik pada Rabu, 7 September 2022.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memimpin pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan Asosiasi Kepala Desa (AKD) dan camat itu. Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Asisten Suyono dan Kepala DPUTR Gresik Achmad Hadi.
Fandi Akhmad Yani mengatakan, sinkronisasi program Pemkab Gresik dengan pemerintah desa (Pemdes) terkait kewenangan dan skema yang akan dijalankan. “Kita tahu bahwa antara pemerintah daerah dan pemerintah desa memiliki kewenangan masing-masing. Sehingga perlu adanya sinkronisasi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani mengawali sambutannya.
Dengan kerusakan jalan yang ada, imbuhnya, DPUTR Gresik telah melakukan simulasi kebutuhan anggaran yang ditaksir sekitar Rp 2 triliun. Dengan skema meliputi peningkatan kemantaban ruas jalan, peningkatan akses dengan memperhatikan sektor ekonomi, pariwisata dan industri serta peningkatan konektivitas antarwilayah.
Dari simulasi itu, imbuhnya, penanganan perbaikan jalan ini tidak serta merta tuntas dalam jangka waktu dekat. Namun, membutuhkan sistem perbaikan berkelanjutan.
“Melihat besarnya kebutuhan anggaran, tidak mungkin perbaikan ini tuntas dalam jangka waktu yang pendek dengan keterbatasan anggaran yang ada. Maka kita lihat skala prioritas dengan alokasi anggaran sebesar kurang lebih Rp 300 miliar pertahun,”kata Gus Yani.
Sementara itu, untuk perbaikan jalan poros desa, tambahnya, bisa menggunakan dana yang bersumber dari dana bantuan keuangan (BK) yang dioptimalkan untuk desa-desa.
Selain itu, Bupati berusia 37 tahun itu telah meminta DPUTR untuk melakukan pemetaan titik ruas jalan mana yang dilakuakan pengaspalan dan titik ruas jalan mana yang di beton. “Skema ini untuk peningkatan akses bagi wilayah yang bergerak di sektor industri, pariwisata atau kegiatan ekonomi lainnya,” katanya.
Ia juga mendorong DPUTR, AKD dan Camat untuk melakukan diskusi dan pemetaan untuk menentukan skala kebutuhan masyarakat. “Perbaikan ruas jalan yang tidak masuk dalam skala prioritas, saya minta untuk dilakukan pemetaan dan dimasukkan dalam skala kebutuhan masyarakat. Maka DPUTR, AKD dan camat segera lalukan pertemuan dan lakukan diskusi lanjutan,”pungkasnya.
Gus Yani juga berharap kepada masyarakat untuk bersabar atas kondisi yang ada saat ini. Namun dirinya berkomitmen bahwa perbaikan jalan ini dapat segera terealisasi. (yad)
GRESIK,1minute.id – Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-52 mulai terasa di Gresik. Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik bersama masyarakat maritim menggelar penanaman mangrove di ekowisata Mangrove di Desa Karangkiring, Kecamatan Kebomas pada Rabu, 7 September 2022.
Sebanyak 520 bibit mangrove yang ditanam di kawasan pesisir itu. Rencananya penanaman mangrove secara simbolis dilakukan oleh Kepala KSOP Gresik Roni Fahmi sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, kondisi perairan di Pantai Karangkiring sedang pasang sehingga bibit tanaman mangrove diserahkan kepada nelayan setempat diatas perahu nelayan.
Hampir sepekan terakhir air laut di perairan Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik sedang pasang. “Ini sudah seminggu ini air pasang dan angin kencang,”kata seorang warga. Ketinggian air di pesisir Karangkiring setinggi leher orang dewasa.
Kepala KSOP Gresik Roni Fahmi mengatakan, penanaman mangrove ini menjaga habitat, ekosistem dan biota yang ada di pesisir pantai Gresik ini “Agar habitat bisa tumbuh dan berkembang,”kata Fahmi usai acara. Selain menjaga habitat, lanjutnya, penanaman pohon mangrove sebanyak 520 pohon untuk menjaga abrasi pantai. “Saat ini di pesisir Dari teluk Gresik sudah mulai berkurang hutan mangrove,”katanya.
Ia berharap penanaman mangrove ini bisa membantu kelestarian lingkungan terutama yang ada di pesisir pantai. Sebab, ada beberapa daerah konservasi lingkungan yang harus terus dijaga . “Dipupuk Dan dipelihara karena pesisir laut adalah daerah yang rentan terjadinya abrasi. Menanam mangrove mencegah abrasi dan menjaga hidupnya biota-biota laut,”tegas mantan Kepala KSOP Papua ini.
SUSUR PANTAI : Nelayan Pesisir Karangkiring, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik menarik perahu bermuatan bibit pohon mangrove untuk ditanam memperingati Harhubnas ke-52 digagas KSOP Gresik pada Rabu, 7 September 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Fungsi mangrove untuk pelayaran, jelas Fahmi, adalah simbiosis mutualisme. Masyarakat bisa manfaatkan untuk mencari ikan. Sedangkan, bagi para pelaut adanya pohon mangrove itu bisa menjadi tanda kedangkalan air. “Teman-teman pelaut bisa membidik atau menentukan alur itu belum masuk alur pelayaran. Sehingga pelaut bisa mengetahui daratan atau mengetahui tingkat kedangkalan bisa diketahui,”tegas Fahmi. (yad)
GRESIK,1minute.id – Sosok mayat di temukan di area persawahan di Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik pada Rabu, 7 September 2022 sekitar pukul 09.00 WIB.
Jasad diduga perempuan itu nyaris membusuk. Perutnya sudah membesar membuat busana yang dipakai seakan tercabik-cabik. Nyaris tanpa busana. Bau menyengat mulai menusuk hidung. Belum diketahui secara pasti identitas korban.
Salah warga setempat mengungkapkan sejak jembatan Desa Kacangan, Kecamatan Benjeng putus pada akhirnya Desember 2021, banyak warga melintas jalan alternatif samping pasar Benjeng. Jalan itu ramai. Terutama pengendara motor. “Mayat ditemukan Selatan Pasar Benjeng. Sepertinya jasad perempuan,”ujar seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya itu.
Kabar penemuan mayat itu cepet menyebar kepada warga sekitar. Dalam hitungan menit warga betjubel untuk melihat jasad yang mulai membusuk itu. Jasad yang diduga berjenis kelamin tergeletak di semak-semak.
Kapolsek Benjeng AKP Tulus dikonfirmasi membenarkan ada penemuan mayat itu. “Tapi, tadi kami bersama Reskrim Polres Gresik tiba di lokasi sudah banyak warga,”kata Tulus dikonfirmasi 1minute.id melalui selulernya pada Rabu, 7 September 2022.
Tulus mengaku belum bisa memastikan identitas mayat. “Kami sudah woro-woro ke sejumlah desa. Tapi belum ada warga yang mengaku kehilangan anggota keluarga,”kata mantan Kapolsek Balongpanggang itu. Untuk saat ini, imbuhnya, jenazah telah dibawa ke kamar mayat RSUD Ibnu Sina Gresik. (yad)