Pasar Pahing Sidayu Ditempat Penampungan Bergairah, Pemkab Revitalisasi Pasar Sidayu Tahun Ini

GRESIK,1minute.id – Ratusan pedagang Pasar Sidayu membuka lapak di Alun-alun Sidayu pada Senin, 31 Januari 2022. Mereka berjualan di tempat penampungan sementara pascabencana kebakaran pada Minggu, 30 Januari 2022. Suasana tempat penampungan ratusan pedagang riuh. Maklum, sedang pasaran, Pahing. Momentum yang paling di tunggu oleh pedagang di pasar berlokasi di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik itu. 

“Untuk sementara, sesusi arahan pak Bupati (Fandi Akhmad Yani, Red) pedagang diperbolehkan membuka lapak di Alun-alun. Sehingga, perekonomian tetap jalan,”kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro,  Perdagangan dan Perindustrian (Diskoperindag) Gresik Agus Budiono pada 31 Januari 2022.

Pihaknya telah memasang tenda untuk para pedagang. “Dan, hari ini (Senin, Red) bertepatan dengan Pasaran Pahing semua pedagang sudah berjualan di tempat penampungan sementara,”tegasnya. Terkait revitalisasi Pasar Sidayu yang dibangun masa Kolonial Belanda pada 1881 Masehi itu, Diskoperindag akan segera diwujudkan. “Tahun ini, revitalisasi akan dilakukan,”tegasnya. 

Berapa kerugian yang dialami 259 pedagang yang kiosnya ludes di lahap amuk si jago merah, Agus Budiono, mengestimasikan cukup besar. “Estimasi kerugian pedagang sekitar Rp 5,1 miliar,”tegasnya. 

Terpisah, Sekretaris Komisi II DPRD Gresik M. Syahrul Munir menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mengajukan penggunaan biaya tidak terduga (BTT) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Gresik 2022.

BTT, imbuhnya, bisa diajukan oleh pemerintah daerah dalam keadaan darurat termasuk keperluan mendesak, termasuk recovery atau renovasi pasar yang terbakar. “Pemerintah bisa ambil dana untuk recovery kebakaran dari pos Biaya Tak Terduga atau BTT. Kemudian, sosialisasi call center kebakaran menjadi sangat penting untuk antisipasi di kemudian hari mengingat Damkar sudah menjadi Dinas sendiri,” ujar Syahrul pada Senin, 31 Januari 2022.

Bantuan tak terduga, sambungnya, bisa diajukan pemerintah daerah melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Gresik. Kemudian hasil evaluasi penggunaan dana akan disampaikan kepada DPRD Gresik. “Domainnya ada di DPPKAD, mereka lebih faham teknis penggunaan BTT,” terang Syahrul. 

Seperti diberitakan sebanyak 259 dari 527 kios di Pasar Sidayu ludes terbakar pada Minggu pagi, 30 Januari 2022. Kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Polisi masih menyelidiki penyelidikan penyebab kebakaran tersebut. Musibah yang dialami ratusan pedagang yang membuka lapak yang dibangun pada masa Kolonial Belanda itu menjadi perhatian serius Pemkab Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meninjau ke lokasi kebakaran. 

Bupati berusia 36 tahun langsung memutuskan merelokasi pedagang di tempat penampungan sementara di Alun-alun Sidayu yang jaraknya sekitar 100 meter dari lokasi kejadian kebakaran. Relokasi itu dilakukan agar perekonomian masyarakat tetap jalan.

Selain merelokasi, Bupati Fandi Akhmad Yani juga menjanjikan secepatnya melakukan revitalisasi Pasar Sidayu yang memiliki nilai historis yang konon  dibangun di masa kejayaan Kanjeng Sepuh, Adipati Sidayu yang makannya di kompleks Masjid Jamik Sidayu yang lokasi sisi barat dari Alun-alun Sidayu itu. (yad)

Pasar Pahing Sidayu Ditempat Penampungan Bergairah, Pemkab Revitalisasi Pasar Sidayu Tahun Ini Selengkapnya

Bupati : Secepatnya Berkoordinasikan dengan DPRD untuk Revitalisasi Pasar Sidayu 

GRESIK,1minute.id – Pasar Sidayu terbakar pada Minggu, 30 Januari 2022. Sebanyak 257 dari 527 kios hangus terbakar. Kebakaran hebat di pasar tradisional berlokasi di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Gresik itu diduga akibat korsleting listrik.  

Kebakaran menjelang Salat Subuh ini menjadi perhatian serius Pemkab Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani langsung meninjau lokasi kebakaran pasar yang berdiri sejak zaman kolonial Belanda itu. Pasar Sidayu berada di sisi utara Alun-alun Sidayu itu mulai buka Badal Subuh hingga pukul 12.00. Pada, hari pasaran yakni Pahing, pasar buka sampai pukul 15.00.

Selama 3 jam, Bupati Fandi Akhmad Yani berada ditengah-tengah pedagang yang terkena musibah kebakaran itu. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani yang pagi memakai baju koko warna putih dan berkopiyah mendengarkan keluhan pedagang setempat. Sesekali Bupati 36 tahun itu memeluk pedagang untuk menenangkan mereka. 

PASAR DARURAT: Sejumlah pedagang mulai berjualan di Alun-alun Sidayu karena tempat jualan mereka di Pasar Sidayu terbakar pada Minggu, 30 Januari 2022 ( FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Bupati Fandi Akhmad Yani kemudian memutuskan aktifitas pedagang pasar tidak boleh terhenti. Untuk sementara, pedagang diperbolehkan membuka lapak di Alun-alun Sidayu. Pemkab akan mendirikan tenda untuk para pedagang berjualan di Alun-alun. Revitalisasi Pasar Sidayu akan dilakukan secepatnya.

“Secepatnya kita akan koordinasikan dengan DPRD dan pihak terkait. Mohon doanya agar pemulihan pasar ini dapat kita lakukan secepatnya,”kata Gus Yani. Dalam pengamatan 1minute.id,  amuk si jago merah terjadi pukul 04.00. Pasar masih tutup. Tiba-tiba api menyembul ke angkasa. Dalam hitungan menit api membesar dan meluluhlantakkan 259 dari 527 kios yang ada. 

Sekitar pukul 07.00, petugas Damkar Gresik berhasil menguasai amuk si jago merah. Pembasahan hingga pukul 13.00 masih terus dilakukan. Meski, terbakar pedagang masih bersyukur. Sebab, tidak semua barang dagangan ludes. Bahkan, sebagian barang dagangan belum dikirim. “Kami baru kulakukan. Tapi, barang akan dikirim besok (Senin Pahing,Red),”kata seorang pedagang. 

Pahing adalah hari pasaran di Pasar Sidayu. Biasanya, banyak pembeli. Saking banyaknya calon pembeli jam operasional pasar buka hingga badal Asar. “Hari biasa, jam 9-an sudah sepi,”kata Maskur, warga setempat ditemui 1minute.id pada Minggu, 30 Januari 2022. (yad)

Bupati : Secepatnya Berkoordinasikan dengan DPRD untuk Revitalisasi Pasar Sidayu  Selengkapnya

Pasar Sidayu, Dibangun Zaman Kolonial, Kios yang Terbakar Dulu Lahan Parkir

GRESIK,1minute.id – Pasar Sidayu terbakar pada Minggu pagi, 30 Januari 2022. Ratusan kios ludes terbakar. Ratusan kios dahulunya tempat parkir kendaraan pengunjung pasar tradisional berlokasi di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik.

Pasar Sidayu memiliki memiliki historis cukup panjang. Sebab, pasar yang berlokasi disisi utara Alun-alun Sidayu itu dibangun pada masa Kolonial Belanda. Saat itu, Sidayu masih menjadi kadipaten dengan seorang pemimpin yang juga tokoh agama bernama Raden Adipati Suryo Diningrat (pada versi lain dikenal juga dengan Suryo Adiningrat), putra Sayid Abdur Rohman Sinuwun Solo dinobatkan menjadi Bupati di Sidayu dengan gelar Kanjeng Sepuh Sidayu pada 1817 Masehi.

Kanjeng Sepuh lahir pada 1784 Masehi. Pada masa kekuasaannya, Kanjeng Sepuh dikenal sebagai sosok yang berani dalam menentang diskriminasi yang dilakukan Belanda terhadap pribumi. Selain pemimpin yang berani, Kanjeng Sepuh juga dikenal sebagai pemuka agama. Makam Kanjeng Sepuh berada di dalam Kompleks Masjid Jamik Sidayu atau sisi barat Alun-alun Sidayu. Jaraknya tidak lebih dari 1 kilometer Pasar Sidayu. 

Menurut Kepala Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu Sujari, Pasar Mriyunan ini dibangun sejak pemerintah Kanjeng Sepuh. “Zaman kolonial Belanda,”katanya ditemui 1minute.id di lokasi Pasar Sidayu pada Minggu, 30 Januari 2022. Pasar Sidayu dahulu berbentuk huruf U. “Bagian kios yang terbakar itu, dulunya tempat parkir,”imbuh Sujari.

KOKOH : Konstruksi bangunan Pasar Sidayu masih terlihat kokoh. Pasar Sidayu yang ludes terbakar pada Minggu, 30 Januari 2022 ini dibangun pada zaman Kolonial Belanda (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Purnomo, salah satu setempat setali tiga uang dengan Sujari. Ia mengatakan berdirinya Pasar Sidayuberbarengan dengan Pasar Keputran, Surabaya. “Setahu Saya pasar Sidayu ini dibangun sekitar 1881,”katanya pada Minggu, 30 Januari 2022.

Dalam pengamatan wartawan 1minute.id, bekas bangunan memiliki konstruksi sangat kokoh. Tiang penyangga dari cor. Sedangkan atap berbahan kayu jati. Pada 2007, Pemkab Gresik menambah ratusan kios baru. Kios di bangun belakang gerbang pintu masuk bergaya Kolonial Belanda.  Bangunan baru berkonstruksi tiang baja dan tanpa penyekat. Kios baru tidak tersentuh api. Selamat. 

Selain bangunan baru, ada penambahan lapak atau kios di dalam area pasar. Akibatnya, parkir kendaraan pedagang atau pengunjung pasar berada di luar pasar. Dekat Alun-alun Sidayu. (yad)

Pasar Sidayu, Dibangun Zaman Kolonial, Kios yang Terbakar Dulu Lahan Parkir Selengkapnya

Sebanyak 257 Kios Hangus, Kebakaran di Pasar Tradisional Sidayu 

GRESIK,1minute.id – Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Gresik masih terus melakukan pembasahan pada Minggu, 30 Januari 2022. Sebagian kios di Pasar Sidayu yang terbakar masih terlihat api dan asap. 

Hampir separoh kios di pasar tradisional berlokasi Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu ludes dilahap si jago merah. Berdasarkan data UPT Pasar Sidayu jumlah kios berjumlah 527 uni. Sebanyak 259 kios hangus menjadi arang. Ratusan kios yang ludes terbakar itu sebagian menempati bagian bangunan kuno.

Menurut polisi kali pertama yang mengetahui pasar tradisional Sidayu terbakar adalah Ainul Wafa. Pagi itu, sekitar pukul 04.00 lelaki 40 tahun hendak Salat Subuh. Ainul Wafa melihat nyala api sudah membakar atap salah satu kios. Tiupan angin pagi membuat api cepat membesar. Apalagi bangunan kios semi permanen, papan dan kayu.

PEMBASAHAN: Petugas Pemadam kebakaran Dinas Damkar Gresik melakukan pembasahan di Pasar Sidayu pada Minggu, 30 Januari 2022 (FOTO : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Api terus membesar dan meluluhlantakkan ratusan kios. Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran di pasar yang bangunan utamanya berarsitektur Kolonial Belanda itu. Menurut Purnomo, Pasar Sidayu berdirinya berbarengan dengan pasar Keputran, Surabaya. “Setahu Saya pasar Sidayu ini dibangun sekitar 1881,”katanya. 

Dalam pengamatan 1minute.id, asap masih terlihat menyembul di tumpukan barang dagangan yang hangus terbakar. Petugas mobil tangki membawa air masih hilir mudik menyuplai air hingga pukul 11.50 WIB. Sejumlah pedagang pasar terlihat ada yang mengais sisa barang di kios yang terbakar. 

Seperti diberitakan Pasar tradisional Sidayu ludes terbakar tadi pagi, Minggu,30 Januari 2022. Puluhan kios terbakar. Aparat masih menyelidiki kebakaran pasar di musim hujan itu. Kebakaran ratusan kios pasar Sidayu, Kecamatan Sidayu, Gresik itu terbakar pukul 04.00 WIB. (yad)

Sebanyak 257 Kios Hangus, Kebakaran di Pasar Tradisional Sidayu  Selengkapnya

Pasar Sidayu Ludes Terbakar, Pedagang Semburat

GRESIK,1minute.id- Pasar tradisional Sidayu ludes terbakar tadi pagi, Minggu,30 Januari 2022. Puluhan kios terbakar. Aparat masih menyelidiki kebakaran pasar di musim hujan itu. 

Informasi yang dihimpun kebakaran kios pasar Sidayu, Kecamatan Sidayu, Gresik itu terbakar pukul 04.00 WIB. Saat itu, pedagang pasar ada sudah berjualan. Pembeli mulai berdatangan badal Salat Subuh. Tiba-tiba salah pedagang berteriak-teriak kebakaran. Pedagang dan calon pembeli berhamburan menyelamatkan diri. 

PELUK PEDAGANG: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menenangkan salah satu pedagang Pasar Sidayu yang layaknya ludes terbakar pada Minggu, 30 Januari 2022. (FOTO : Ist)

Pedagang membawa barang yang ada didekatnya untuk menyelamatkan asetnya. Tiupan angin membuat bara api semakin membesar. Lidah api menjilat kios-kios bangunan semi permanen itu dengan cepat. Pedagang hanya bisa melongo melihat layaknya terbakar. 

Sekitar pukul 07.10, petugas Damkar berhasil menguasai si jago merah. Camat Sidayu Nuryadi masih belum bisa memastikan berapa lapak yang hangus. “Nanti perkembangan saya Informasikan. Ini pak Bupati (Fandi Akhmad Yani, Red) masih di lokasi kebakaran,”katanya. (yad)

Pasar Sidayu Ludes Terbakar, Pedagang Semburat Selengkapnya

Minapolitan Berintegrasi di DAS Bengawan Solo Desa Randuboto Segera Direalisasikan 

GRESIK,1minute.id – Revitalisasi kawasan Heritage di Gresik Kota Lama berlanjut. Tahun ini make over wajah GKL yang memiliki nilai sejarah berpotensi menjadi destinasi wisata minat khusus dijanjikan kelar. 

Selain melakukan revitalisasi kawasan Heritage di Gresik Kota Lama itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CK-PKP) Gresik akan mewujudkan kawasan integrasi di bantaran atau Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Gresik sebagai kawasan Minapolitan.

Seperti apa kawasan integrasi  Minapolitan  Randuboto  itu? Menurut Kepala Dinas CK PKP Gresik Ida Lailatussa’adiyah, sejumlah bangunan di bantaran Sungai Bengawan Solo di Pantai Utara Gresik itu dilakukan pemugaran. Bangunan yang saat ini banyak membelakangi DAS Bengawan Solo itu akan diubah menghadap aliran sungai terpanjang di Pulau Jawa. 

“Harapan masyarakat tidak membuang sampah di bantaran sungai,”ujar Ida Lailatussa’adiyah dalam sosialisasi dengan puluhan jurnalis di salah satu kafe di Gresik pada Jumat, 28 Januari 2022. Arsitektur bangunannya, imbuhnya, juga akan di make over bergaya arsitektur Dhurung (bangunan berarsitektur khas Bawean). 

2018 : Kondisi DAS Bengawan Solo di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Gresik. Kawasan ini di make over menjadi minapolitan terintegrasi. (Foto atas) maket minapolitan yang akan dikerjakan oleh Dinas CK PKP Gresik kepada jurnalis pada Jumat, 28 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Dhurung adalah bangunan multifungsi. Selain sebagai tempat menyimpan padi, hasil panen. Dhurung juga difungsikan untuk menerima tamu. “Bangunan rumah saat ini berada sekitar 7 meter dari bantaran sungai akan mundur menjadi 8 meteran,”katanya. 

Sehingga akses jalan semakin lebar. Di kawasan Minapolitan, tambahnya, akan dibangun diantaranya, tempat pelelangan ikan (TPI). TPI akan menampung hasil tangkapan ikan dari nelayan di Kecamatan Ujungpangkah yakni Desa Pangkah Kulon ; Pangkah Wetan, dan Banyuurip. Serta hasil tangkapan ikan nelayan Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu.

“Hasil kajian mobilisasi hasil laut lebih mudah melalui Desa Randuboto,”kata mantan Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten (Setkab) Gresik itu.

PENGOLAHAN IKAN : Konsep pembangunan kawasan minapolitan di Desa Randuboto Kecamatan Sidayu yang bakal dilakukan oleh Dinas CK PKP Gresik (Foto: Tangkapan layar /1minute.id)

Program integrasi di Desa Randuboto ini, rencananya mulai dikerjakan pada tahun ini. Untuk diketahui, kawasan minapolitan di bantaran atau  DAS Bengawan Solo di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu digagas mulai September 2021. 

Langkah awal dimulai sosialisasi antara Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik bersama pemerintah desa setempat.  Rpat konsolidasi tanah komprehensif pada Rabu, 1 September 2021. Kepala Kantor BPN Gresik Asep Heri mengatakan untuk mendukung kawasan minapolitan, dibutuhkan sinergi antarlembaga baik Pemkab, Pemdes serta pemerintah pusat.

“Jadi program ini induknya DAK integrasi didanai Kementrian PUPR, tetapi dibarengi dengan program ATR BPN konsolidasi tanah. Jadi nanti ada penataan tanah,”kata Asep Heri.  Asep menambahkan, dalam pengembangannya juga akan diatur terkait fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos). Bahkan, penataan jalan serta segala fasilitas yang ada.

Dia menyatakan, untuk tahap pertama ada 186 rumah yang akan dijadikan pilot projek. Nantinya, akan diklirkan soal legalitas tanah termasuk dengan sertifikat hak milik. “Selain bidang tanah ditata kebutuhan dasar masyarakat dibantu seperti sertifikat tanah, pemasangan instalasi listrik, PDAM, jalan dan lain sebagainya. Kebutuhan dasar akan diperbaiki,”tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Randuboto Andhy Sulandra menerangkan pihaknya siap menerima program DAK Integrasi sebagai upaya penataan kawasan bantaran sungai. (yad)

Minapolitan Berintegrasi di DAS Bengawan Solo Desa Randuboto Segera Direalisasikan  Selengkapnya

Revitalisasi Kawasan Heritage Gresik Kota Lama Dituntaskan Tahun Ini

GRESIK,1minute.id – Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) diprakarsai Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CK PKP) Gresik berlanjut. Tahun ini, dinas digawangi oleh Ida Lailatussa’adiyah itu akan  menuntaskan tujuh ruas jalan di Gresik Kota Lama (GKL).

Tujuh ruas yang bakal menjadi destinasi wisata minat khusus di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Tujuh ruas jalan itu adalah Jalan Basuki Rahmat dengan panjang 200 m ; Jalan AKS Tubun (200 m) ; Jalan Kramatlangon (317 m) ; Jalan Agus Salim (269 m) ; Jalan Malik Ibrahim (460 m) ; Jalan KH Zubair (625 m) dan Jalan Setia Budi (160 m).

Menurut Kepala Dinas CK PKP Gresik Ida Lailatussa’adiyah, pembangunan drainase dan pedestrian di tujuh ruas jalan di Gresik Kota Lama dikerjakan secara bergiliran. Sehingga, masyarakat pengguna jalan tetap bisa melakukan aktivitas secara normal. “Hanya pengalihan arus lalu lintas yang akan dilakukan,”kata Ida Lailatussa’adiyah dalam sosialisasi bersama jurnalis pada Jumat, 28 Januari 2022.

Pekerjaan pembangunan drainase akan dituntaskan pada tahun ini. Revitalisasi kawasan Gresik Kota Lama (GKL) ini akan mengubah kawasan heritage di GKL. Lebih menarik dan ciamik. “Penataan kawasan heritage ini menggunakan anggaran dari APBN dan APBD Gresik,”tegasnya. Konsep revitalisasi untuk mewujudkan salah satu Program Nawa Karsa, Gresik Lestari. 

MAKET KAWASAN MALIK IBRAHIM: Dinas CK PKP Gresik tahun ini akan melakukan revitalisasi kawasan Heritage di Gresik Kota Lama. Diantaranya, ruas Jalan Malik Ibrahim, Gresik (FOTO : tangkap layar CK PKP Gresik for 1minute.id)

Revitalisasi dilakukan digagas oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Gresik menggunakan konsep tematik. Kepala DPKP Gresik Ida Lailatussa’adiyah mengatakan, revitalisasi tujuh ruas kawasan heritage di Gresik Kota Lama. 

Seperti diberitakan revitalisasi di tujuh ruas jalan itu berupa pembangunan saluran air, penerangan jalan, pavingisasi dan lainnya. “Untuk konsepnya kita sesuaikan dengan kawasan tersebut,”ujarnya. Ia mencontohkan, ruas jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Bedilan, Kecamatan Gresik. Kawasan itu banyak bangunan peninggalan Kolonial Belanda. 

Bangunan yang masih terawat apik diantaranya rumah dinas (rumdin) Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Informasi yang dihimpun rumdin Wabup itu sebelumnya adalah Wedana. Wedana adalah pembantu pimpinan wilayah Daerah Tingkat II (kabupaten ), membawahkan beberapa camat; pembantu bupati.  Lalu, Kantor Pos Pelabuhan dan lainnya. “Bagaimana konsep PJU, pavingnya akan disesuaikan dengan konsep kolonial. Tapi, unsur khas Gresik tetap harus masuk. Lampu ada Damarkurung,”tegasnya. 

TUJUH RUAS : Ini tujuh ruas jalan yang tahun ini akan dilakukan revitalisasi Dinas Cipta Karya PKP Gresik untuk mewujudkan Nawa Karsa ( FOTO : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Konsep tematik itu, juga untuk ruas lainnya. Seperti, Jalan Malik Ibrahim yang terdapat situs religi, Sunan Maulana Malik Ibrahim, Wali Sanga. Penyebar agama Islam di Pulau Jawa sekaligus Syahbandar pertama di Gresik. “Konsep revitalisasinya akan memadukan kekhasan setempat,”ujarnya. 

Contohnya di kampung Pecinan (kawasan Kelenteng Kim Hin Kiong,Red). “Untuk 2022 akan mensupport kawasan permukiman pribumi seperti Kampung Kemasan, kampung  Bedilan dan Pulopancikan,”terangnya.
 Dinas CK PKP juga telah melakukan pertemuan dengan sejumlah pemilik utilitas seperti PT Telkom, PT PLN, PDAM dan lainnya. Karena utilitas itu nantinya harus ditanam. “Satu minggu sebelum kegiatan harus diamankan semuanya,”katanya. (yad)

Revitalisasi Kawasan Heritage Gresik Kota Lama Dituntaskan Tahun Ini Selengkapnya

DPRD Dorong Pemkab Gresik Perkuat Sinergi Antar OPD, Pembangunan Jalan dan Jembatan Bisa Ramah Lingkungan 

GRESIK,1minute.id – Komisi III DPRD Gresik mendorong pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk memperkuat sinergi antar OPD dalam pembangunan jalan dan jembatan. Sehingga, pembangunan dua infrastruktur itu bisa lebih ramah lingkungan.

Hal itu terungkap dalam Forum Group Discussion (FGD) bertajuk Pembangunan Jalan dan Jembatan Ramah Lingkungan bagi masyarakat di Ruang Komisi III DPRD Gresik pada Kamis, 27 Januari 2022.

Ada dua orang narasumber tampil yakni Ketua dan anggota Komisi III DPRD Gresik Asroin Widyana dan Taufiqul Umam. FGD diikuti sejumlah perwakilan dari organisasi perangkat daerah (OPD). Antara lain, DPUTR, Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CK PKP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) , Dinas Perhubungan (Dishub), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Bagian Hukum Pemkab Gresik. 

FGD diawali penjelasan oleh Taufiqul Umam. Politisi asal Partai Gerindra memaparkan tentang kondisi jalan dan jembatan di Kabupaten Gresik. Ia menyebut panjang jalan di Kabupaten Gresik sepanjang 1.194 kilometer ( jalan nasional, provinsi dan kabupaten). Khusus jalan kabupaten sepanjang 567 kilometer.

Taufiqul menyebut pembangunan infastruktur yang dilakukan oleh Pemkab Gresik sudah sesuai kaidah dan peraturan. Ada UKL/UPL bahkan analisa dampak lingkungan (Amdal). Namun, implementasi di lapangan kerap tidak sesuai. Bahkan, OPD seakan cuek. Akibatnya, masyarakat ngrundel. “Jangan sampai punya image membangun tidak memikirkan dampak lingkungan dan dampak sosial. Sehingga pembangunan dilakukan tapi keresahan masih muncul,”katanya. 

Ia mencontohkan keresahan masyarakat akibat kemacetan lalu lintas karena adanya pembangunan jalan atau jembatan. “Perjalanan Panceng-Gresik butuh 2 jam seharusnya cuma 45 menit. Padahal tahapan telah dilakukan , tapi tidak diindahkan oleh kontraktor. Sedang OPD diam,”tegasnya. 

Kondisi itu dikarenakan antar OPD tidak ada sinergi. Bekerja sendiri-sendiri. Kalau ada sinergi antar OPD, Ia haqul yakin dampak sosial tidak terlalu berat. “Karena aktivitas (pembangunan jalan atau jembatan) masyarakat tetap bisa berjalan normal,”katanya. 

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Gresik Asroin Widyana menyoroti tentang alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Gresik terasa ganjil. Sebab, kurun waktu 3 tahun terakhir semakin turun. Ia menyebut pada 2020 sebesar Rp 134 miliar. Kemudian, tahun berikutnya “hanya” Rp 129 miliar. Dan, tahun ini semakin anjlok menjadi Rp 106 miliar. 

“3 tahun tidak naik, tapi menurun. Apakah jalan dan jembatan tidak urgent. Sebab, tidak linier di RPJMD dan Nawa Karsa,”kata Asroin dengan nada tanya.

Seharusnya, kata politisi Partai Golkar ini, anggaran di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik melakukan alokasi anggaran 60 persen untuk anggaran khusus jalan dan jembatan. Sisanya, 40 persen untuk kebutuhan Cipta Karya, peningkatan SDM dan lainnya. 
Sebab, dengan komposisi saat ini, kata Asroin, alokasi anggaran sangat jauh melenceng.

“Karena tidak linier dengan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah),” tegasnya. Asroin mengatakan, pihaknya di parlemen hanya bisa mendorong pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk lebih memperhatikan skala prioritas. “Ini menjadi prioritas harus menjadi kajian DPUTR,”tegas Ketua Komisi bidang pembangunan itu. (yad)

DPRD Dorong Pemkab Gresik Perkuat Sinergi Antar OPD, Pembangunan Jalan dan Jembatan Bisa Ramah Lingkungan  Selengkapnya

Sambut Imlek, Warga Tionghoa di Gresik Mulai Membersihkan dan Menyucikan Rupang Para Dewa

GRESIK,1minute.id – Umat Tri Dharma di TITD Kim Hin Kiong mulai melakukan bersih-bersih tempat ibadat untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili akan diperingati 1 Februari 2022. 

Selain membersihkan tempat ibadat, mereka juga menyucikan rupang para dewa mereka. Diantaranya, YM Makco Thian Sang Sing Boo atau Dewi Samudra, Dewa Kwan Im atau Dewi Welas Asih dan lainnya. Ada sepuluhan orang yang bersih-bersih di kelenteng berlokasi di Jalan Setiabudi, Gresik itu. Mereka membersihkan 8 altar plus satu altar utama tempat Yang Mulia (YM) Makco Thian Sang Sing Boo.

SUCIKAN RUPANG DEWA : Umat Tri Dharma di TITD Kim Hin Kiong menyucikan rupang para dewa untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili pada Kamis, 27 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Menurut Ketua TITD Kim Hin Kiong Budi Prasetyo Tedjo (The Ing Tiong), sembayang tahun baru Imlek 2573 Kongzili akan dilakukan secara bergelombang. Karena pandemi Covid-19 belum berakhir. Umat yang melakukan sembayang berasal dari berbagai kota/Kabupaten di Indonesia. “Kami  akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan 5M,”ujarnya. Sembayang Imlek akan dilakukan pada Senin malam, 31 Januari 2022.

Ratusan umat Tionghoa itu melakukan sembayang ke Kelenteng yang berusia 869 tahun itu untuk melakukan doa bersama. Mereka akan berdoa untuk perdamaian dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Kita berdoa semoga diberikan hidup sehat, rukun damai dan pandemi Covid-19 segera berakhir di NKRI,”tegas Budi Prasetyo Tedjo pada Kamis, 27 Januari 2022.

RUPANG DEWA UANG: Umat Tri Dharma di TITD Kim Hin Kiong menyucikan rupang para dewa untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili pada Kamis, 27 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Bersih-bersih Kelenteng dilakukan mulai pagi hari, pukul 08.00. Ada ratusan rupang para dewa. Tidak semua umat Tionghoa bisa ikut membersihkan rupang para dewa itu. Mereka ada orang-orang pilihan yang dianggap memiliki jiwa bersih dan mendapatkan restu dari para dewa. Untuk membersihkan tempat ibadat dan menyucikan rupang para dewa butuh waktu 1 hari sampai 2 hari. (yad)

Sambut Imlek, Warga Tionghoa di Gresik Mulai Membersihkan dan Menyucikan Rupang Para Dewa Selengkapnya

FGD Pra Musrenbang, DPRD Gresik Akan Maksimal Memperjuangkan Harapan Kepala Desa 

GRESIK,1minute.id – Forum Group Discussion (FGD) Pra Musrenbang Kecamatan Duduksampeyan Tahun Anggaran (TA) 2023 terasa lebih berbobot. Pasalnya, pra Musyawarah Rencana Pembangunan itu dihadiri oleh sejumlah wakil rakyat, DPRD Gresik. Mulai Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Saidah, Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muhammad (F-PKB) dan sejumlah anggota DPRD Gresik dari Daerah Pemilihan (Dapil) Cerme dan Duduksampeyan. Antara lain, Hamzah Takim (F-Partai Golkar).

Pra Musrenbang ini digelar di Kantor Kecamatan Duduksampeyan ini dihadiri Naili, Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan dan Pembangunan pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gresik, Camat Duduksampeyan serta para Kepala Desa dan Sekretaris Desa (Sekdes) se- Kecamatan Duduksampeyan ini digelar pada Senin, 24 Januari 2022.

Kehadiran anggota parlemen berkantor di Gedung DPRD Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik itu untuk mendengarkan dan menampung aspirasi para kepala desa.Pra Musrenbang tingkat kecamatan adalah menetapkan bersama-sama rancangan prioritas kecamatan berdasarkan usulan-usulan prioritas dari musrenbang desa yang telah diselenggarakan. 

Usulan kegiatan yang nantinya dianggap sebagai prioritas pembangunan. Bentuk pembangunan dalam wujud fisik maupun non fisik seperti infrastruktur desa dan pemberdayaan masyarakat yang nantinya akan dibahas dan diputuskan ketika diadakan musrenbang kecamatan pada Kamis besok, 28 Januari 2022.

Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Saidah menjelaskan tata cara yang harus dilaksanakan pemerintah desa dan kecamatan dalam mengajukan prioritas pembangunan TA 2023. Disamping itu, ia juga membahas mengenai usulan perbaikan infrastruktur yang akan dikerjakan. Salah satunya pengurukan bawah jembatan Desa Kemudi untuk mengantisipasi banjir dan masih banyak lagi perbaikan infrasruktur yang menjadi prioritas wilayah Kecamatan Duduksampeyan.

Dalam sesi tanya jawab, Kades Gredek Muhammad Bahrul Ghofar mewakili unek-unek kepala desa melontarkan pertanyaan apakah Glosarium atau perencanan pembangunan 2022 terutama pembangunan Balai Desa dan GOR bisa dilanjutkan kembali atau tidak karena kelanjutan pembangunan tersebut tidak ada pada Glosarium 2023. 

Selain itu, Ghofar meminta penjelasan tentang petunjuk teknis (Juknis) tentang alokasi anggaran BUMDEs, persoalan Penghasilan Tetap Kepala Desa dan Perangkat Desa (Siltap). Ghofar berharap DPRD memperjuangkan hak tunjangan kepala dan perangkat desa. 

Menanggapi aspirasi kepala desa itu, Nur Saidah mengatakan kepala desa yang menginginkan adanya pembangunan Balai Desa dan Gor atau gedung serbaguna yang tidak masuk dalam kategori 8 prioritas pembangunan, Ia beserta anggota dewan tetap turut memperjuangkan karena menurutnya, hal itu menyangkut pelayanan masyarakat.

“Walaupun itu bukan prioritas, tetapi dalam hal melayani masyarakat ada hambatan, kita akan mencoba memperjuangkan. Paling tidak lihat kondisi tertentu,”ungkap Nur Saidah, politisi Partai Gerindra itu.
Lebih lanjut Nur Saidah berpesan kepada kepala desa bahwa perencanaan itu harus dimulai dari usulan yang benar, administrasi juga harus dilakukan dengan benar, lokasi yang diusulkan jangan sampai salah dan usulan perencanaan harus sesuai tidak boleh keluar dari RKPDes dan RPJMDEs. (yad)

FGD Pra Musrenbang, DPRD Gresik Akan Maksimal Memperjuangkan Harapan Kepala Desa  Selengkapnya