SIG Peduli Bagikan 1.900 Paket Sembako di 9 Kelurahan di Gresik

GRESIK,1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui program SIG Peduli membagikan 1.900 paket sembako senilai Rp 350 juta kepada warga terdampak Covid-19 di 9 desa dan kelurahan di Kabupaten Gresik. 

Desa dan Kelurahan tersebut adalah Sidomoro, Sidokumpul, Sidorukun, Kramatinggil dan Singosari. Kemudian, Segoromadu, Ngargosari, Kawisanyar serta Gending. Pembagian paket sembako mulai diserahkan pada Senin, 26 April 2021 di Kelurahan Sidomoro Gresik. 

Selain warga sekitar, sembako juga diberikan kepada Guru Taman Pendidikan Alquran di lingkungan SIG dan warga tunanetra yang tergabung dalam DPC Tunanetra Kabupaten Gresik. 

General Manager of CSR SIG Edy Saraya, pemberian bantuan ini merupakan wujud kepedulian sekaligus dukungan terhadap warga sekitar perusahaan. Ia melanjutkan, Ramadan tahun ini, masyarakat masih menjalani ibadah dalam kondisi pandemi Covid-19. 

Kondisi dimana banyak warga yang mengalami penurunan perekonomian yang cukup besar akibat PHK serta pembatasan kegiatan usaha sektor tertentu serta penurunan daya beli masyarakat.

“Melalui bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan,”kata Edy Saraya pada Rabu, 28 April 2021.

Sementara itu, Lurah Sidomoro Cristina Triandajani mengatakan bantuan paket sembako SIG ini menjadi bukti kepedulian perusahaan terhadap warga sekitar yang mambutuhkan. “Bantuan ini akan kami salurkan kepada warga kurang mampu, lansia yang tidak terdaftar dalam program bantuan pemerintah,”katanya.

Senada disampaikan oleh Fauzan warga desa Sidomoro yang memiliki usaha warung kopi. Menurutnya pandemi Covid-19 sangat berdampak bagi usahanya, selain pembatasan jam usaha, omzet dagangannya pun turun drastis.

“Adanya bantuan sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga di kala Ramadan ini,”katanya.

Selain kegiatan pembagian sembako, dalam rangkaian Ramadan 1442 H, SIG juga memberikan santunan kepada yatim piatu di beberapa yayasan dan membagikan 600 set mukena untuk masjid dan musala di Kabupaten Gresik. (yad)

SIG Peduli Bagikan 1.900 Paket Sembako di 9 Kelurahan di Gresik Selengkapnya

Kajari Gresik : Kades Diperbolehkan Mengalokasikan Dana Desa untuk Penanggulangan Covid

GRESIK,1minute.id –  Kepala Desa tidak perlu risau dan khawatir mengalokasi dana desa untuk menbantu menanggulangan wabah corona virus disease 2019 (Covid-19). Mengalokasi anggaran pembelian masker, hand sanitizer hingga membelikan pulsa seluler untuk rukun tetangga dan rukun warga (RT/RW). 

Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Heru Winoto mengatakan, kepala desa diperbolehkan mempergunakan sebagian dana desa untuk kegiatan penanggulangan Covid-19. 

“Jangan takut kalau ada yang menakut-nakuti dan mengancam, tentang penggunaan dana desa untuk covid laporkan ke kami,” kata Kajari Gresik Heru Winoto dalam Rapat Koordinasi  pelaksanaan dan evaluasi PPKM Mikro di Kabupaten Gresik pada Rabu, 28 April 2021.

Rakor itu bertujuan untuk memperkuat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro dengan lebih mengefektifkan para ketua RT dan RW ini dihadiri forkopimda.  Alokasi sebagian dana desa untuk penanggulangan virus corona tetap harus akuntable, transparan sehingga penggunaan dana desa sesuai aturan yang berlaku. Tidak boleh ada mark up dan korupsi dalam pelaksanaannya.

Seperti diberitakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menekankan kepada para Kepala Desa untuk meningkatkan peran serta RT dan RW dalam melaksanakan PPKM di tingkat Desa. Bahkan Bupati mensarankan agar menggunakan sebagian dana desa untuk kegiatan penanggulangan Covid-19.

“Tidak mungkin kita mengerahkan RT dan RW untuk kegiatan PPKM mikro ini kalau dana desa tidak mendanai. silahkan beli masker, hand sanitizer, desinfektan bahkan pulsa untuk Ketua RT dan RW untuk kebutuhan koordinasi,”kata Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani. (yad)

Kajari Gresik : Kades Diperbolehkan Mengalokasikan Dana Desa untuk Penanggulangan Covid Selengkapnya

Amati Kebiasaan Penghuni Kos Putri, Lelaki asal Sragen Ditahan. Ini Penyebabnya

GRESIK,1minute.id – Tri Yono seperti sudah hafal kebiasaan Fera Noor Kumala, 22, asal Desa Wado, Kecamatan Kedung Tuban, Blora, Jawa Tengah ini.

Bahkan, lelaki 48 tahun asal Jalan Balak, Kelurahan Genengduwur, Kecamatan Gemolong, Sragen, Jawa Tengah itu mengetahui kebiasaan perempuan yang indekos di Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Gresik mandi.

Belakangan diketahui, perhatian Tri Yono ada udang dibalik batu. Lelaki 48 tahun itu sedang mengincar gawai dan barang lainnya milik Fera. 
Nah, Rabu tadi pagi, 28 April 2021, Tri Yono nyelinap masuk kamar kos gadis asal Blora, Jawa Tengah itu.

Fera sedang mandi. Tri Yono lalu menggasak gawai dan uang milik karyawati sebuah perusahaan di Kecamatan Manyar. 
Fera yang masih memakai handuk keluar kamar mandi melihat ada lelaki spontan berteriak maling. Teriakan itu bagai sebuah alarm bagi masyarakat maupun penghuni tempat kos.

Tri Yono pun ditangkap massa. Pelsku Tri Yono kemudian digebuki massa. Beruntung, ada anggota Reskrim Polsek Manyar sedang patroli di kawasan Desa Sukomulyo itu.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana membenarkan penangkapan alap-alap kamar kos khusus putri itu. “Selain smartphone , ada uang Rp 675 ribu yang kami sita sebagai barang bukti,”kata Iptu Bima Sakti.

“Kini Tri Yono terpaksa merayakan lebaran dibalik jeruji besi karena ditahan. Dia kami jera  pasal 362 KUHP tentang pencurian, diancam paling lama lima tahun mendekam didalam penjara,”kata alumnus Akpol 2013 itu. (yad) 

Amati Kebiasaan Penghuni Kos Putri, Lelaki asal Sragen Ditahan. Ini Penyebabnya Selengkapnya

Patroli Laut, Polair Temukan Mayat di Perairan Gresik

GRESIK,1minute.id – Sosok mayat ditemukan mengambang di perairan Gresik pada Selasa. 27 April 2021. Belakangan mayat itu diketahui bernama Usman Basri, 39, warga Junganyar, Socah, Bangkalan.

Informasi yang dihimpun Selasa sekitar pukul 09.30, kapal polisi air (Polair) Polres Gresik melakukan patroli rutin di perairan Gresik. Patroli untuk memastikan kondisi perairan Gresik aman dan kondusif.

Saat patroli di perairan Gresik anak buah AKP Poerlaksono, Kasat Polair Polres Gresik menerima kabar dari awak kapal Wira Jaya yang sedang melintas melihat ada sosok mayat mengambang. 

Anggota Polair sedang patroli menuju lokasi. Akan tetapi, mayat yang terapung hanyut dibawa arus. Penyisiran dilakukan dan ditemukan di sisi pantai Pulau Madura. Anggota Polair melakukan evakuasi. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasat Polair Polres Gresik AKP Poerlaksono membenarkan adanya penemuan mayat. Mayat tanpa identitas dan hanya memakai celana dalam.

“Setelah kami informasikan ke rukun nelayan dan warga sekitar pesisir identitas diketahui. Sudah kami serahkan kepada keluarga korban,”kata AKP Poerlaksono melalui Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Polair Polres Gresik Aiptu Hajar Widagdo dikonfirmasi Selasa, 27 April 2021. (yad)

Patroli Laut, Polair Temukan Mayat di Perairan Gresik Selengkapnya

Bupati Berbagi Kebahagian bersama 1000 Anak Yatim

GRESIK,1minute.id – Mata Ishaq Wahyu Maulana terlihat berkaca-kaca. Siswa kelas VI SDN 1 Sidokumpul, Gresik mengaku teringat ayahnya yang meninggal pada November 2021. “Tadi saya diantar ibu kesini (Masjid Al Inabah Pemkab Gresik,Red),”kata anak keempat dari lima bersaudara asal Gapuro Sukolilo, Kecamatan Gresik itu.

Kiki hadir bersama ratusan anak yatim dalam acara santunan 1000 anak yatim yang digelar Baznas Gresik. Masa pandemi corona virus disease 2019 ( Covid-19) santunan dilakukan secara serentak dibagi tiga zona. Yakni, zona satu meliputi empat kecamatan dipusatkan di Masjid Al Inabah Kompleks Kantor Bupati Gresik.

Santunan diberikan langsung Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dengan dihadiri Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Kajari Gresik Heru Winoto, Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar dan Ketua MUI Gresik KH M. Mansoer Shofiq dan Ketua Baznas Gresik Abdul Munif.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta doa kepada ribuan anak yatim itu bangsa Indonesia.

KASIH SAYANG : Ketua MUI Gresik KH M Mansoer Shodiq disaksikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Ketua Baznas Gresik Abd Munif dalam santunan 1.000 anak yatim di masjid Al Inabah Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 27 April 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Mohon doanya semoga pandemi covid-19 segera berakhir,”kata Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 27 April 2021.
Selain berdoa untuk keselamatan bangsa, mantan Ketua DPRD Gresik itu, berdoa semua keluarga dan masyarakat Kota Santri diberikan kesehatan.

Bupati Gresik termuda itu, mengapresiasi santunan 1000 anak yatim yang dilakukan Baznas Gresik. Karena pemerintah harus hadir ditengah-tengah masyarakat. “Terima kasih telah memperhatikan adik-adik, anak-anak kulo. Semoga bisa sedikit meringankan mereka,”imbuh Gus Yani.

Ketua Baznas Gresik Abd Munif mengatakan, santunan 1000 anak yatim untuk mengajak masyarakat untuk cinta zakat. “Kita ingin berbagi kebahagian di bulan suci Ramadan,”kata Munif saat memberikan sambutan. Sebelumnya, anak-anak yatim ini mendapatkan pencerahan dari Kak Komang Upada. (yad)

Bupati Berbagi Kebahagian bersama 1000 Anak Yatim Selengkapnya

Terbukti Korupsi, Mantan Kades Prambangan Divonis 5 Tahun Penjara


GRESIK,1minute.id – Fariantono di vonis hukuman penjara selama 5 tahun. Mantan Kepala Desa Prambangan, Kecamatan Kebomas, Gresik itu juga dibebani denda Rp 300 juta dan membayar uang pengganti kerugian negara Rp 871,8 juta.

Majelis hakim tindak pidana korupsi (tipikor) Surabaya diketuai Tongani menyatakan, terdakwa Feriantono terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi  menggunakan anggaran keuangan Desa Prambangan, Kecamatan Kebomas tahun 2018 untuk kepentingan diri sendiri.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Gresik, Dymas Adji Wibowo, mengatakan, dalam persidangan, majelis hakim Tongani memvonis terdakwa Fariantono, bersalah. 
Terdakwa melanggar Pasal 2 Ayat (1) Juncto Pasal 18 Ayat (1) huruf b UU 31/1999, sebagaimana  diubah dan ditambah dengan UU 20 / 2001 tentang Perubahan atas UU 31/1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

“Atas pelanggarannya, majelis hakim menghukum terdakwa Fariantono dengan hukuman penjara selama 5 tahun dan denda Rp 300 juta subsidair 3 bulan kurungan. Terdakwa juga diminta membayar uang pengganti sebesar Rp  871,8 juta lebih subsider  2 tahun penjara,”kata Dymas. 

Putusan tersebut masih berat dari tuntutan jaksa Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Gresik Faris Almer dan Esti Harjanti Candrarini. Jaksa menuntut terdakwa Feriantono  dihukum penjara selama 7 tahun dan  denda Rp 300 juta subsidair 6 bulan kurungan. 

Dalam tuntutan itu, terdakwa juga diminta membayar uang pengganti (UP) sebanyak Rp  871,87 juta subsider 3 tahun dan 6  bulan penjara. “Atas putusan majelis hakim, kita menyatakan pikir-pikir,” imbuhnya. 

Diketahui, terdakwa Fariantono, mantan kades menggunakan anggaran keuangan Desa Prambangan, Kecamatan Kebomas tahun 2018   untuk kepentingan diri sendiri. (yad)

Terbukti Korupsi, Mantan Kades Prambangan Divonis 5 Tahun Penjara Selengkapnya

Mbandel Mudik ke Gresik akan di G-JOS kan

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik akan menindak tegas masyarakat nekat mudik lebaran. Selain akan memutar balik. Pemudik yang selintutan melanggar surat edaran larangan mudik akan diinapkan ke pondok rehabilitasi di Stadion Gelora Joko Samudro (G-Jos).

Tindakan tegas itu dilakukan bertujuan untuk menekan laju persebaran corona virus disease 2019 (Covid-19) di Kota Santri. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, masyarakat yang tetap bepergian selama periode larangan mudik wajib di karantina di Gelora Joko Samudro (GJOS) untuk melakukan testing dan isolasi. Ini dilakukan setibanya mereka di lokasi tujuan.

“Karantina dilakukan difasilitas yang telah disediakan Pemkab. Yang berprokes ketat dengan biaya ditanggung Pemerintah Daerah alias gratis,”tegas Gus Yani-sapaan-Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani usai melakukan inspeksi di G-Jos bersama Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir pada Senin, 26 April 2021.

Pusat rehabiilitasi di G-Jos direaktivasi untuk antisipasi buruh migran yang akan pulang kampung pada lebaran Idul Fitri nanti. Pusat rehabilitasi Covid-19 memiliki 140 tempat tidur.
Sejak 29 Maret, tempat isolasi itu ditutup seiring perkembangan wabah Covid-19 yang menunjukkan tren menurun. Gresik semula masuk zona merah kini masuk zona kuning.

Sementara Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan siap melakukan penyekatan dan memutar balik pemudik bandel. “Bila ditemukan pemudik yang nekat, akan dikembalikan ke daerah asal,”tegas Alumni Akpol 2001 tersebut.

Senada, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail menandaskan siap mendukung dan berkolaborasi dengan Polres maupun Pemkab Gresik dalam pengamanan larangan mudik lebaran 2021. 

Forkopimda Gresik mewanti-wanti potensi terjadi lonjakan kasus Covid-19 pada saat libur Idul Fitri. Oleh sebab itu peniadaan mudik lebaran oleh pemerintah ini bukan sekedar surat edaran, namun akan ada tindakan tegas dilapangan.

Aturan tersebut tertuang dalam Adendum Surat Edaran (SE) nomor 13/2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dan upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 selama bulan suci Ramadan.

Pemerintah telah mengeluarkan larangan mudik, kecuali wilayah aglomerasi. Yakni 6 – 17 Mei 2021. Gresik sendiri masuk rayon 1 aglomerasi Jawa Timur. Bersama Surabaya, Mojokerto dan Sidoarjo.

Kadinkes Kabupaten Gresik drg. Saifudin Ghozali menjelaskan kepada Bupati, ketua DPRD, Dandim dan Kapolres Gresik tentang kesiapan GJOS sebagai tempat isolasi PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang pulang ke Gresik. (yad)

Mbandel Mudik ke Gresik akan di G-JOS kan Selengkapnya

Proyek Underpass Dilanjutkan, Pekerjaan Butuh Waktu 4 Bulan

GRESIK,1minute.id – Proyek pembangunan underpass di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik segera dilanjut. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik menekan surat perintah kerja (SPK) tahap dua proyek terowongan kali pertama di Gresik itu.

“Sudah ada pemenang. Segera dilakukan pekerjaan,”kata Kepala DPUTR Gresik Gunawan Setiadji dikonfirmasi 1minute.id pada Senin, 26 April 2021.

Pembangunan tahap dua proyek terowongan ini menghubungkan Kompleks Perumahan Randuagung dengan Perumahan Gresi Kota Baru ini diperkirakan membutuhkan waktu 4 bulan. “Secara pasti, hubungi binamarga,”ujar Gunawan.

Proyek Underpass tahap dua ini membutuhkan anggaran Rp 5 miliar. Proyek tahap II ini meliputi pembangunan jalan penghubung di lahan milik Pemkab Gresik seluas kurang lebih 10 meter, pembangunan trotoar untuk pejalan kaki di sisi timur, dan pembuatan sayap dinding di kanan kiri underpass agar tanah tidak longsor.

Untuk lorong pejalan kaki akan disempurnakan dengan tempelan aksesoris. Juga akan buatkan taman di kanan kiri jalan agar makin cantik, dan nyaman. 

Dalam pengamatan 1minute.id pada Senin, 26 April 2021 belum terlihat adanya aktivitas pembangunan dari sisi Jalan Sumatera, Kompleks Perumahan GKB. Bangunan trowongan masih ditutup pagar seng. Sedangkan, dinding yang longsor dikerupi terpal warna biru.

Seperti diberitakan, proyek underpass dikerjakan mulai tahun lalu, 2020. Tahap pertama pekerjaan konstruksi dengan anggaran sekitar Rp 4,23 miliar. Proyek dikerjakan CV Wijaya asal Lamongan. Tahun ini, anggaran sekitar Rp 4,9 miliar. Selama dua tahap proyek yang dibiayai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Gresik sekitar Rp 9,1 miliar. (yad)

Proyek Underpass Dilanjutkan, Pekerjaan Butuh Waktu 4 Bulan Selengkapnya

TPP Cair 60 Persen, Penilik Kabupaten dan Pamong Belajar Wadul Wabup

GRESIK,1minute.id – Muhammad Yunus tidak bergairah. Padahal, ia baru mendapatkan tambahan penghasilan pegawai (TPP) sebagai penilik kabupaten.

Ada 38 orang penilik dan 8 orang pamong belajar lainnya senasib dengan Yunus itu. Mengapa mereka tidak semringah sehingga wadul kepada Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.

Sejak tertibnya peraturan bupati (Perbup) nomor 1 tahun 2021, TTP yang mereka terima hanya 60 persen, kurang 40 persen per Februari 2021. Karena itulah, Yunus, koordinator penilik meminta kepada Wabup perempuan pertama di Kota Santri ini untuk membatalkan Perbup nomor 1 tahun 2021 itu. 

“Sampai pada bulan Januari 2021, TPP yang kami terima masih utuh seratus persen (sesuai dengan aturan Perbup nomor 07/2020). Tapi sejak diterbitkan Perbup 01/2021 penerimaan TPP kami hanya 40 persen. Kami juga belum menerima penjelasannya terkait susutnya TPP kami,” kata Yunus. 

Menurut keterangan beberapa penilik, tentang tugas kerja penilik yang mengadu saat ini tidak bisa dianggap enteng. Mereka yang selalu berada di lapangan setiap saat selalu mendampingi Lembaga PAUD di Gresik. Bahkan saat malam haripun ketika Lembaga PAUD membutuhkan tugas pendampingan dan menyusun akreditasi, para penilik ini siap berangkat.

Sedangkan Pamong yang di Gresik ini hanya ada 8 orang ini bertugas memberikan pelajaran kepada Lembaga non formal. Antara lain, menyelenggarakan sekaligus menjadi pengajar pada kelompok belajar paket A, B dan C. Pamong belajar juga memberikan berbagai pelatihan mulai dari menjahit, IT bahkan pelatihan kepada kelompok ibu-ibu yang ada pada Lembaga-lembaga non formal yang lain.  

Menanggapi keluhan para penilik dan pamong belajar, Wabup Gresik Aminatun Habibah berjanji mempelajari perbup 01/2021 yang dikeluhkan mereka itu kepada dinas pendidiksn dan BPPKAD Gresik. 

“Tolong beri saya semua dokumennya. Nanti, Saya akan berkoordinasi dengan berbagai pihak diantaranya dengan bagian hukum, Dinas Pendidikan, BPPKAD serta pihak lain yang berkompeten,”kata Bu Min -sapaan-Wabup Aminatun Habibah. (yad)

TPP Cair 60 Persen, Penilik Kabupaten dan Pamong Belajar Wadul Wabup Selengkapnya

Dilantik jadi Anggota Dewan, Atek Masuk di Komisi IV DPRD Gresik

GRESIK,1minute.id – Atek dilantik sebagai anggota DPRD Gresik sisa jabatan 2019-2024. Pelatikan Atek sebagai legislator berkantor di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik itu dilakukan di ruang paripurna DPRD Gresik pada Kamis, 22 April 2021. 

Pengucapan sumpah/Janji dengan dipandu oleh Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir. 

Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim yang memimpin rapat mengatakan, Atek dilantik sebagai pergantian antarwaktu (PAW) anggota Fraksi Golkar Sugio yang meninggal dunia.

PAW Atek menindaklanjuti SK Gubernur Jatim No. 171.437/410/011.2021, tentang peresmian pengangkatan penggantian antar waktu anggota DPRD Kabupaten Gresik.

“Atek masuk di Komisi IV membidangi pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat (kesra). Pak Atek juga masuk di Badan Pembuat Peraturan Daerah (Bappemperda),”ujar Nurhamim. 

Menurut Nurhamim, hal ini sesuai tata tertib (tatib) DPRD Gresik Nomor 1 tahun 2019, bahwa anggota DPRD harus masuk di Alat Kelengkapan DPRD (AKD).

Sementara Atek menyatakan siap menjalankan tugas sebagai anggota DPRD Gresik sisa periode 2019-2024. “Saya akan melanjutkan tugas-tugas Pak Sugio saat menjabat Anggota Komisi IV dan Bappemperda,” kata legislator daerah pemilihan Gresik IV meliputi Kecamatan Driyorejo dan Wringinanom itu. (yad)

Dilantik jadi Anggota Dewan, Atek Masuk di Komisi IV DPRD Gresik Selengkapnya