Tiga Menteri Panen Raya, Mentan SYL Sarankan Olah Hasil Panen agar Harga Jual Kompetitif

GRESIK,1minute.id- Tiga menteri kabinet Indonesia Maju melakukan panen raya padi di Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik pada Jumat, 12 Maret 2021.

Tiga menteri itu adalah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Menteri BUMN Erick Thohir. Mereka secara simbolis memamen padi dengan menggunakan mesin panen padi alias traktor dampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Bahkan, Mentan SYL mengoperatori traktor sendiri didampingi Mendag Muhammad Lutfi dan Wabup Gresik Aminantun Habibah. Sedanhkan, Menteri BUMN Erick Thohir dan Gubernur Jatim Khofifah menumpang traktor lainnya.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, luas area lahan pertanian di Gresik mencapain37.941,4 hektar. Sedangkan, luas tegalan 23.763,2 hektar. “Hasil panen rata-rata di Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan gabah kering panen 6,6 ton per hektar,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah.

Pada kesempatan itu, Bu Min mengeluarkan uneg-uneg terkait alokasi pupuk subsidi bagi petani Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. “Alokasi pupuk subsidi selama ini hanya mencover 37 persen kebutuhan petani,”ujar Bu Min.

Dia berharap Menteri Pertanian SYL menambah alokasi pupuk subsidi mengingat pabrik penghasil pupuk, PT Petrokimia Gresik berlokasi di Gresik. Selain persoalan pupuk bersubsidi, Wakil Bupati yang berpasangan dengan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani juga menyentil harga jeruk nipis yang kian anjlok di pasaran.

Gresik memiliki potensi penghasil jeruk nipis sebanyak 600 ton. Jeruk nipis itu sudah disertikasi sebagai varietas unggul. “Saat ini Pak, harga jeruk nipis sangat murah, yaitu Rp 600 per kilogram. Mohon bantuan solusi dari Pak Menteri untuk hal ini,”kata Bu Min.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, di era modern ini meminta kepada petani untuk menjual gabah secara gelondongan alias tanpa proses. Mengelola pertanian harus dimulai dari hulu. Kemudian, pascapanennya.

“Makin sedikit kerugian atau kehilangan makin bagus, oleh karena itu cara cara terampil dan mekanisasi menjadi pilihan kita untuk hari ini dan esok,”kata Mentan SYL. 

Dia menambahkan, proses berikutnya adalah proses kemasan dan mengolahnya. Kemudian sesudah itu marketplace-nya. “Sepanjang ini bisa mampu dikoperasikan dengan baik, maka hasilnya juga pasti akan tinggi,”sambungnya.

Mentan SYL juga mengingatkan untuk mulai memikirkan mengenai persediaan air “Musim ini agak ekstrim, persediaan air harus bisa dipikirkan mulai dari sekarang,”katanya. (*)

Tiga Menteri Panen Raya, Mentan SYL Sarankan Olah Hasil Panen agar Harga Jual Kompetitif Selengkapnya

Omzet Penjual Kebab Anjlok, Tergiur Upah Rp 1 Juta, Fikri Nyambi Kurir SS dan Pil Koplo

GRESIK,1minute.id – Pandemi Covid-19 membuat Fikri banting setir. Pemuda 22 tahun itu semula berjualan Kebab kini menjadi kurir narkoba. Nahas, baru tiga bulan menjadi kurir lajang indekos di Desa Setro, Kecamatan Menganti, Gresik itu diringkus anggota Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik.

Fikri ditangkap di Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo. Barang bukti yang diamankan berupa sabu-sabu berat 5,18 gram dan 50 ribu butir pil koplo alias dobel L.  “Butuh waktu sebulan untuk melakukan penyelidikan,” kata Kepala BNNK Gresik AKBP Supriyanto di kantor BNNK Gresik pada Jumat, 12 Maret 2021. Fikri kaki tangan jaringan ANS (buron) dan TKK (DPO). 

Menurut AKBP Supriyanto, jaringan narkoba yang dikendalikan ANS dan TKK sangat aktif dan masif. Supriyanto mencontohkan, 50 ribu pil koplo ludes kurun waktu dua pekan bisa menghabiskan 50 ribu butir pil koplo. “Target sasaran adalah pelajar,”ujar Supriyanto prihatin. 

Perbuatan yang dilakukan tersangka Fikri bisa merusak generasi milenial karena dicekoki pil koplo. Petugas yang sudah lama menyanggong kemudian menangkap Fikri ketika hendak mengirim 50 ribu pil koplo di Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo.

Anak buah AKBP Supriyanto kemudian mengkeler Fikri di tempat indekosnya di Desa Setro, Kecamatan Menganti. Dalam penggeledahan ditemukan sabu-sabu 5,18 gram. Badan Narkotika Nasional Kabupaten Gresik melakukan pemeriksaan intensif dan mengungkap Fikri juga seorang kurir kristal bening sabu-sabu.

Seminggu sekali, Fikri mengambil minimal 20 gram sabu-sabu di Surabaya. Fikri mendapatkan order pengiriman dari ANS dan TKK, keduanya buron. “Setiap mengirim 20 gram, tersangka Fikri mendapatkan upah Rp 1 juta,”terang perwira dua melati di pundak itu. Selain upah , Fikri bebas memikmati barang haram itu. “Hampir setiap hari, tersangka Fikri nyabu,”tegasnya.

Kini, Fikri mendekam di tahanan BNNK Gresik. Fikri dihadapan penyidik BNNK Gresik beralibi terpaksa nyambi sebagai kurir sabu-sabu dan pil koplo itu. “Saya terpaksa karena omzet penjualan kebab  sejak pandemin turun drastis,”ujar Fikri.

Padahal, lanjutnya, dia harus menghidupi dua adiknya, masing-masing duduk di bangku SMA dan Madrasah Ibtidaiyah. Orang tua Fikri cerai. “Saya kapok, menyesal,”katanya dengan nada lirih.

Tersangka dijerat pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) UU No 35/2009 tentang narkotika, dan pasal 169 jo pasal 98 ayat 2 dan 3, pasal 197 jo pasal 106 ayat 1 UU 36/2009 tentang kesehatan. Ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara atau maksimal hukuman mati. (*)

Omzet Penjual Kebab Anjlok, Tergiur Upah Rp 1 Juta, Fikri Nyambi Kurir SS dan Pil Koplo Selengkapnya

Ibu Bayi Misterius, Jenazah Bayi Belum Dimakamkan

GRESIK,1minute.id – Indentitas orang tua yang membuang bayi di bak sampah area pemakaman kompleks Perumahan Oma Indah Menganti masih misterius. Jenazah bayi perempuan dengan tali pusat berat kurang dari 1 kilogram itu masih tersimpan di kamar mayat di RSUD Ibnu Sina Gresik.

Bayi nahas itu menghembuskan nafas terakhir pada Rabu, 10 Maret 2021 pukul 12.25. Polisi terus selisik siapa orang tua yang tega membuang buah hatinya itu.  Polisi selisik identitas pelaku melalui sejumlah kamera pengintai (closed circuit television/CCTV) sejumlah tempat di sekitar Desa Bringkang, Kecamatan Menganti. Mulai jalan raya hingga kompleks perumahan Oma Indah Menganti (OIM).

Selain membongkar rekaman CCTV, Polsek Menganti mengerahkan seluruh bhabinkamtibmas untuk mendengarkan cerita masyarakat tentang ibu yang baru melahirkan.  Ada kabar, polisi sudah mengantongi identitas orang tua yang membuang bayi itu.

“Kami masih terus lidik,”kata Kapolsek Menganti AKP Tatak Sutrisno pada Kamis, 11 Maret 2021. Terpisah, Camat Menganti Sujarto dikonfirmasi mengungkapkan orang tua bayi masih belum diketahui. “Belum mas, masih pencarian oleh pihak berwajib,”ungkapnya.

Humas RSUD Ibnu Sina Gresik Hariyanto mengatakan,  jenazah bayi belum diambil oleh pihak keluarga. “Jenazah bayi di kamar mayat,”ujarnya.

Seperti diberitakan warga Kompleks Perumahan Oma Indah Menganti geger. Pasalnya, Sutanto alias Bondan, warga perumahan setempat menemukan bayi dalam kardus lalu dimasukkan tas kresek warna merah. 

Bayi diperkirakan berumur sehari itu masih hidup. Tapi, dalam kondisi kritis. Tubuhnya membiru diduga kedinginan karena dibuang oleh orang tuanya tanpa sehelai baju. Bayi nahas itu kemudian dirujuk ke RSUD Ibnu Sina Gresik. Akan tetapi, tuhan berkehendak lain. Bayi itu meninggal dunia. (*)

Ibu Bayi Misterius, Jenazah Bayi Belum Dimakamkan Selengkapnya

Hari Libur, Sidak Jalan, Geleng-geleng Kepala, Melihat Jalan Rusak di Mengare, Bupati Gresik Minta Maaf


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani tetap bekerja sambil berolahraga di hari libur Isra Miraj pada Kamis, 11 Maret 2021. Mengayuh sepeda balap, Gus Yani-sapaan akrabnya-Fandi Akhmad Yani, geleng-geleng kepala merasakan jalan rusak di wilayah Mengare, Kecamatan Bungah.

Dia mencari keberadaan alat berat yang disampaikan jajarannya di dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik untuk perbaikan jalan. Mengenakan masker, helm sepeda balap dan jaket berwarna biru membuat banyak orang tidak mengenali inspeksi mendadak yang dilakukan Bupati milenial ini di wilayah Mengare.

Gus Yani sudah melintasi akses masuk ke Mengare bahkan ke tiga desa di Mengare pagi hari sejak pukul 05.30. Gus Yani melihat kondisi jalan rusak itu  merasa bersalah. Bupati yang baru dilantik pada 26 Februari 2021 itu pun meminta maaf kepada para pengguna jalan yang melintas.  

“Ngapunten pak, ngapunten nggih margine risak, segera kulo dandosi (maaf pak, maaf nggih, jalannya rusak secepatnya saya perbaiki),”kata Gus Yani kepada warga yang melintas pada Kamis, 11 Maret 2021.

Akses jalan itu satu-satu bagi masyarakat di tiga desa beraktivitas di luar desa itu  bertahun-tahun rusak. Belum tersentuh perbaikan. Kalau pun ada perbaikan tambal sulam ala kadarnya.Tiga Desa di Mengare itu, adalah Watuagung, Tanjung Widoro dan Kramat. 

Gus Yani tidak menemukan keberadaan alat berat untuk perbaikan jalan tersebut. Saking kesalnya, dia menuntun sepedanya itu, kemudian menata paving yang rusak dengan kondisi bergelombang dan tidak beraturan di tengah jalan. Paving yang mengelupas hanya diuruk dengan pasir dan batu (sirtu).

Gus Yani mendapatkan keluhan kerusakan jalan di Mengare itu dari warga. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik sudah memberi laporan, bahwa ada alat berat untuk pengerjaan perbaikan jalan di Mengare. 

Akan tetapi, Gus Yani yang mengeliling jalan itu sejak pukul 05.30 hingga 08.30 tidak menemukan keberadaan alat berat itu. “Ternyata tidak ada pengerjaan pagi hari ini, saya berharap dinas PU (DPUTR,red) harus konsisten mengawal pekerjannya. Beberapa hari yang lalu masih ada alat berat, saya pikir dikerjakan sampai tuntas, pada pagi hari ini ternyata tidak ada,”kata dia dengan nada kecewa.

Infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas Gus Yani bersama Wabup Gresik Aminatun Habibah. Jalan rusak menjadi keluhan di masyarakat Kota Santri-sebutan lain- Kabupaten Gresik. Bahkan, tidak hanya di Mengare saja, Gus Yani menyebut masih banyak di wilayah Gresik Selatan seperti di Kecamatan Menganti, Kecamatan Driyorejo dan lainnya. 

Dia berharap para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera menindaklanjuti dan konsisten dengan pembangunan di Kabupaten Gresik. “Kami berharap tidak ada lagi korban kecelakaan akibat kondisi jalan rusak yang ada di Gresik,”kata dia.

Ridholah Amanu, 58, seorang pengguna jalan mengaku sudah lama, akses jalan ini rusak. Pengendara sepeda motor ini bekerja di pelabuhan dan melintasi jalan Mengare menuju Sembayat, Kecamatan Manyar ke tempat kerjanya setiap hari.

“Pernah ada kejadian kecelakaan jatuh gara-gara jalan rusak disini,”terangnya. Annna, warga lainnya setali tiga uang dengan Amanu. Pekerja pabrik di kawasan Manyar itu berharap  perbaikan harus tuntas, akses jalan sudah lama rusak.

“Harusnya segera diperbaiki. Kondisi jalannya dari dulu ya rusak begini sampai sepeda motor saya pernah rusak,”ucapnya.  Sejatinya, Pemkab Gresik sudah membuka akses kepada warga untuk melaporkan jalan rusak. Mulai dari media sosial, Facebook, Instagram dan WhatsApp.

Warga bisa memberikan pengaduan jalan rusak melalui aplikasi APALAN (Aplikasi Pengaduan Pengguna Jalan) yang bisa diunduh di playstore.
Kemudian spanduk layanan pengaduan nomor WhatsApp Unit Reaksi Cepat (URC) yang tersebar di Gresik dengan slogan ‘Tiada Hari Tanpa Menambal jalan’.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji ketika dikonfirmasi 1minute.id mengaku masih rapat. “Maaf, saya masih rapat,”katanya. (*)

Hari Libur, Sidak Jalan, Geleng-geleng Kepala, Melihat Jalan Rusak di Mengare, Bupati Gresik Minta Maaf Selengkapnya

Kapolres Gresik Berbagi Kiat Sukses kepada Pelajar Gresik


GRESIK,1minute.id – Para finalis lomba baca berita PWI Gresik mendapatkan pengalaman baru pada Rabu, 10 Maret 2021.Selama 4 jam lebih, enam finalis itu bisa melihat lebih dekat kinerja polisi yang berkantor di Markas Polisi Resor (Mapolres) Gresik.

Selain melihat sarana dan fasilitas yang ada di gedung baru berkonsep smart building korp ⁵Bhayangkara berlokasi di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas itu. Para pelajar jenjang SMP dan SMA di

Gresik mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi langsung bersama Kapolres GresikAKBP Arief Fitrianto. Mereka  juga mendapatkan penjelasan tugas pokok dan fungsi dari berbagai unsur pelaksana tugas kepolisian.

Mulai dari Satuan Sabhara, Satuan Intelkam, Satuan Reserse Narkoba, Satuan Reeserse Kriminal. Termasuk layanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Jasmin Keysha, siswi SMA Negeri 1 Gresik menanyakan tentang inovasi yang dilakukan jajaran Kepolisian. Remaja yang masih duduk dibangku kelas XI itu menyampaikan, bahwa  tantangan modernisasi tentu membuat pihak kepolisian dituntut untuk lebih inovatif melakukan tugas-tugasnya.

“Apakah ada batasan bagi para anggota Polisi untuk terus berkarya,”tanya remaja 16 tahun itu.
Alumnus Akpol 2001 pun menjawab bahwa anggota polisi wajib menjadi Pelopor bagi masyarakat. “Kita tidak pernah melarang anggota untuk berkreasi dalam bertugas. Selama hal itu menjaga nama baik, harga diri dan kehormatan institusi,” jelas perwira dengan dua balok dipundak itu.

Mantan Kapolres Ponorogo itu mencontohkan tugas Satuan Binmas (Pembinaan Masyarakat). “Pesan-pesan Kamtibmas kami bikin dalam bentuk konten yang menarik dan humanis,” jelasnya. 

Misalnya, membuat video ilustrasi saat menggelar razia lalu lintas. “Biasanya, banyak warga yang memilih putar balik,”candanya. “Nah, dalam konten tersebut kami sampaikan syarat-syarat apa saja yang harus dimiliki saat mengendarai kendaraan bermotor,”jelasnya

Termasuk, beberapa penanganan saat mengatasi sebaran pandemi Covid-19. “Kami juga menyadara bahwa pandemi ini memukul semua sektor. Sehingga pendekatan humanis juga dikedepankan,” jelasnya. 

Mulai dari membagikan masker, memberikan himbauan, bahkan melakukan rapid test di tempat saat menggelar operasi yustisi. “Baru, bagi masyarakat yang masih membandel, tentu penanganan sanksi yang lebih serius. Sesuai arahan Satgas Covid-19,” paparnya.

Irsyad Maulana, pelajar asal SMA Negeri 1 Kebomas pun terinspirasi menekuni karir di kepolisian. “Syarat apa saja yang harus dipersiapkan?”tanya siswa kelas XI itu.

AKBP Arief Fitrianto pun bercerita tentang perjalanannya menjadi orang nomor satu di Polres Gresik. “Semua berkat semangat dan usaha pribadi. Dan yang paling penting restu dan doa dari para orang tua,” jelasnya.

⁸Sebagai anak petani dengan ekonomi sederhana, justru menjadi semangat untuk Arief membahagiakan keluarga. “Aku iki anake wong ndeso. Anak petani dari Pati Jawa Tengah saja bisa seperti ini. Kalian sebagai pelajar dari Gresik punya potensi untuk lebih berprestasi. Terus semangat ya,” pesannya.

Saat masih usia pelajar dulu, lanjut Arief, pergaulan yang tepat salah satu kunci meraih sukses. “Kenakalan dan pergaulan bebas saat ini menjadi tantangan paling berat bagi anak muda,” ungkapnya.

Hal itu dibuktikan dengan banyaknya anak dibawah umur yang harus berurusan dengan hukum. Tentunya, akan menghambat prestasi dan karir dimasa mendatang. “Maka, berkumpulah dengan orang-orang yang tepat untuk mengembangkan potensi diri dan meraih prestasi,” pungkasnya. (*)

Kapolres Gresik Berbagi Kiat Sukses kepada Pelajar Gresik Selengkapnya

PHP Calon Naker, Raup Jutaan Rupiah, Mantan Cleaning Service Ditangkap Polisi

GRESIK,1minute.id – Putra Aderiyanto alias Puput ditangkap anggota reserse kriminal (Reskrim) Polsek Manyar. Lajang 32 tahun itu diamankan karena terlibat dugaan penipuan tenaga (naker).

Ada tiga orang yang menjadi korban aksi tipu-tipu yang dilakukan mantan cleaning service salah satu subkontraktor salah satu perusahaan penanaman modal asing (PMA)  tinggal di Desa Roomo, Kecamatan Kebomas, Gresik itu.

Mereka dijanjikan bekerja sebagai pekerja outsourcing. Syaratnya, membayar sejumlah uang kepada Putra. Ketiga korban penipuan naker itu dijanjikan mulai bekerja pada 22 Febuari 2021. Akan tetapi, korban hanya berupa pemberi harapan palsu (PHP). Korban memilih jalur hukum.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek  Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana mengatakan dugaan penipuan tenaga kerja (naker) dilakukan tersangka Putra ini berulangkali.

“Kali pertama, Juli 2020 tersangka menipu 22 calon naker. Tapi, saat itu diselesaikan kekeluargaan,”kata Bima Sakti di Mapolsek Manyar pada Rabu, 10 Maret 2021.

Kejadian pertama itu tidak membuat tersangka Putra kapok. Bahkan, tersangka di sanksi pemutusan hubungan kerja (PHK) ditempatnya kerjanya. “Tersangka waktu itu sudah 9 tahun bekerja sebagai cleaning service,”ungkap perwira dua balok di pundak itu.

Modus operandinya tersangka mendekati calon korban. Biasanya, anggota komunitas ngopi. Tersangka menawarkan pekerjaan. Untuk meyakinkan korban, tersangka menunjukkan ID Card bekas tempat kerjanya. Setelah mendapatkan, calon korban diminta untuk mengajak saudara atau teman lainnya.

Korban tipu-tipu tersangka Putra ini tidak hanya tetangga desa. Tapi, sampai warga Socah, Bangkalan, Madura. Perbuatan yang dilakukan tersangka, terang Bima Sakti, masuk kategori penipuan sebagai mata pencaharian. 

“Tersangka kami jerat Pasal 378, Jo 379a dan atau 65 KUHPidana. Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama lima tahun,”tegas Bima Sakti.

Tersangka Putra Aderiyanto berdalih sedang terlilit hutang. Dia pun berusaha menutupi hutang itu dengan cara gali lubang, tutup lubang. “Saya menyesal pak komandan,”kata Putra. (*)

PHP Calon Naker, Raup Jutaan Rupiah, Mantan Cleaning Service Ditangkap Polisi Selengkapnya

Tuhan Berkendak Lain, Bayi Perempuan dalam Kardus Dibuang di Bak Sampah Meninggal Dunia

Tim dokter RSUD Ibnu Sina Gresik ketika berupaya melakukan penolongan bayi yang dibuang oleh orang tuanya. ( foto : ist)


GRESIK,1minute.id – Upaya tim dokter RSUD Ibnu Sina Gresik belum bisa menyelamatkan nyawa bayi dalam kardus yang dibuang di bak sampah kompleks Perumahan Oma Indah Menganti. 

Sekitar pukul 12.25 bayi perempuan diperkirakan baru sehari lahir itu meninggal dunia. Kondisi bayi ketika masuk rumah sakit aset pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik dalam kondisi kritis.

Humas RSUD Ibnu Sina Gresik Hariyanto mengatakan, bayi itu memiliki berat badan kurang dari 1 kilogram. “Bayi itu sekitar pukul 12.25 meninggal dunia,”kata Hariyanto dikonfirmasi 1minute.id melalui selulernya pada Rabu, 10 Maret 2021.

TKP : Bak sampah di area pemakaman kompleks Perumahan Oma Indah Menganti tempat bayi perempuan ditemukan dalam kondisi kritis. Bayi itu meninggal dunia pada Rabu, 10 Maret 2021 pukul 12.24. ( foto : ist)

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Menganti AKP Tatak Sutrisno mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan orang tua yang tega membuang buah hatinya ke bak sampah dalam kompleks Perumahan Oma Indah Menganti di Desa Bringkang, Kecamatan Menganti, Gresik itu. 

“Masih dalam lidik (penyelidikan),”kata AKP Tatak Sutrisno pada Rabu, 10 Maret 2021. Seperti diberitakan warga Kompleks Perumahan Oma Indah Menganti geger. Pasalnya, Sutanto alias Bondan, warga perumahan setempat menemukan bayi dalam kardus lalu dimasukkan tas kresek warna merah. 

Bayi diperkirakan berumur sehari itu masih hidup. Tapi, dalam kondisi kritis. Tubuhnya membiru diduga kedinginan karena dibuang oleh orang tuanya tanpa sehelai baju. Bayi nahas itu kemudian dirujuk ke RSUD Ibnu Sina Gresik. Akan tetapi, tuhan berkehendak lain. Bayi itu meninggal dunia. (*)

Tuhan Berkendak Lain, Bayi Perempuan dalam Kardus Dibuang di Bak Sampah Meninggal Dunia Selengkapnya

Jadi Etalase Gresik, Jalan Malik Ibrahim, Masuk Rencana Aksi Kota Pusaka, Konsep Kota Modern


GRESIK,1minute.id – Gerbang selamat datang di Wisata Religi Sunan Maulana Malik Ibrahim terlihat begitu megah. Jalan Malik Ibrahim juga terlihat mulus.  Lampu penerangan jalan tertata rapi di kanan dan kiri jalan yang terdapat makam penyebar agama Islam di Indonesia, Syeh Maulana Malik Ibrahim itu. 

Di jalan legendaris itu, juga tidak terlihat kabel telepon, listrik semrawut diatas langit di dekat kawasan makam Waliyullah itu. Sebuah konsep kota modern. 

Konsep itu tertuang dalam Rencana Aksi Kota Pusaka dan Kota Hijau. Dalam video berdurasi 3 menit, 7 detik itu,  yang didapat 1minute.id  konsep revitalisasi tujuh jalan legendaris di Gresik Kota Lama (GKL) itu di konsep sejak 2019. 

Tujuh ruas jalan itu, Jalan Basuki Rahmat,  AKS Tubun, Setiabudi, Malik Ibrahim,  Agus Salim, Kramatlangon dan Jalan KH Zubair.

Bagaimana kondisi kawasan Jalan Malik Ibrahim itu. Dalam pengamatan 1minute.id kondisi jalan sudah beraspal. Akan tetapi, gorong-gorong atawa drainase yang kecil mengakibatkan area Makam Syeh Maulana Malik Ibrahim kerap kebanjiran. 

Padahal, sebelum pagebluk coronavirus disease 2019, jumlah wisatawan yang berkunjung Syeh Maulana Malik Ibrahim itu lebih 1 jutaan per tahun. Para wisatawan religi berasal dari berbagai penjuru nusantara. 

BUPATI Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Habib Luthfi ketika berziarah ke Makam Syeh Maulana Malik Ibrahim pada Sabtu, 27 Februari 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Jutaan wisatawan yang berziarah seharusnya Jalan Malik Ibrahim dan sekitarnya bisa bagai sebuah etalase bagi Gresik Kota Santri-sebutan lain-Pemkab Gresik. Harus menarik. Enak di pandang mata. Sehingga wisatawan religi nyaman.

Harapannya, tentu mereka pun bisa betah berlama-lama di sekitar wisata religi itu. Ekonomi masyarakat sekitar terdongkrak. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, telah menyanggupi untuk membantu perbaikan saluran air di kawasan Malik Ibrahim itu. 

“Saya meminta ada pengajuan rehabilitasi makam. Sebab, saat hujan deras air masuk ke area makam,”ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani ketika mengawali rangkaian peringatan HUT ke-47 Pemkab Gresik dan Hari Jadi ke-534 Kota Gresik pada Senin, 8 Maret 2021.

Gus Yani juga meminta kepada pengelolah supaya di area makam juga dibuatkan selokan air. Hal ini agar air yang masuk ke makam bisa teresap keluar.

Terkait dengan rehabilitasi ini, salah satu pengelola Makam Syeh Maulana Ibrahim Gresik, Taufiq Harris mengatakan, mengenai rehabilitasi harus ada kordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Mojokerto.

“Sesuai UU  nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Rehabilitasi makam diatur di undang-undang tersebut. Sebab, ada beberapa zona yang masuk cagar budaya. Di antaranya zona inti, pendukung, dan pengembang,”katanya.

Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Gresik Achmad Washil Miftachul Rochman mengatakan, selama ini, tujuh ruas jalan di Gresik Kota Lama (GKL) utilitasnya kurang memenuhi syarat. Dia mencontohkan saluran drainase kecil. 

RUAS Jalan Malik Ibrahim dalam video Rencana Aksi Kota Pusaka dan Hijau ( Foto : tangkapan layar/1minute.id)

“Ketika hujan, kawasan itu sering kebanjiran,”ujar Washil ditemui disela memantau tanah longsor di kawasan Bukit Cempo, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Kamis pekan lalu. 

Nah, rencana aksi Kota Pusaka dan Kota Hijau, DPKP, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) dan organisasi perangkat lainnya berkalaborasi. “Rencana aksi ini dibiayai oleh pemerintah pusat,”kata Washil. Bila rencana aksi Kota Pusaka dan Kota Hijau terealisasi akan mengubah wajah GKL semakin elok. Gresik Baru dalam gagasan Nawa Karsa segera terwujud. (*)

Jadi Etalase Gresik, Jalan Malik Ibrahim, Masuk Rencana Aksi Kota Pusaka, Konsep Kota Modern Selengkapnya

Peserta Didik Kangen Sekolah, Besok Pemkab Vaksinasi Seribu Guru

GRESIK,1minute.id – M.Rizal Umam terlihat serius mengerjakan soal di sebuah warung kopi (warkop) di Kawasan Sunan Giri. Siswa kelas VIII Madrasah Ibtidaiyah (MI) 272 Ahsani di Desa Klangonan, Kecamatan Kebomas, Gresik itu mengerjakan tema 8.

Rizal mengerjakan soal dalam pembelajaran dalam jaringan (daring). “Soal UTS (ujian tengah semester),”ujar Rizal. Sejak naik kelas VI, Rizal belum pernah bertemu dengan temannya. Pagebluk coronavirus disease pembelajaran dilakukan secara daring. “Kapan bisa masuk sekolah,”kata Rizal.

Rizal sebuah fonomena gunung es yang diduga merasa jenuh belajar di rumah. Sudah setahun, pembelajaran tatap muka ditiadakan karena pandemi covid belum berakhir.

Kini, tren penularan virus corona menurun. Vaksin Covid-19 sudah disuntikkan kepada ribuan orang di Kota Gresik. Pemkab Gresik rencananya akan melakukan vaksinasi 1.000 tenaga pendidik pada Rabu besok, 10 Maret 2021.

Vaksinasi dipusatkan di Kecamatan Ujungpangkah, Gresik rencananya akan dihadiri forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik.

UTS : M Rizal Umam mengerjakan UTS di warkop Kompleks Sunan Giri pada Senin, 8 Maret 2021 ( Foto : chusnul cahyadi/1minute.id )

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berharap Covid-19 segera berakhir. “Sehingga bisa kembali beraktivitas lagi,”ujar Gus Yani di kantor Bupati Gresik pada Selasa, 9 Maret 2021.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik Mahin mengatakan, vaksin Sinovac akan disuntikkan kepada 1.000 guru, mulai PAUD, TK, SD dan SMP Negeri dan Swasta. 

Setelah vaksinasi, tambahnya, pihaknya akan mengusulkan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan protokol kesehatan. “Tentu saja, PTM nanti berdasarkan zona yang sesuai dengan peraturan bupati (perbup),”kata Mahin dikonfirmasi 1minute.id melalui telepon genggamnya pada Selaasa, 9 Maret 2021.

Namun, Mahin belum bisa memastikan kapan rencana PTM dimulai. “Kami harap pelaksanaan vaksinasi terhadap tenaga pendidikan ini berjalan lancar, sehingga PTM bisa segera dilaksanakan,” ujarnya. (*)

Peserta Didik Kangen Sekolah, Besok Pemkab Vaksinasi Seribu Guru Selengkapnya

Kado Hari Jadi ke-534 Kota Gresik, Onomastika Rilis lagu Damar Kurung

GRESIK,1minute.id – Onomastika musik merilis album anyar di channel youtube pada Selasa, 9 Maret 2021. Album berjudul Damar Kurung itu sengaja dirilis bertepatan Hari Musik Nasional dan kado untuk pemerintah kabupaten (Pemkab) dan masyarakat Gresik yang sedang merayakan Hari Jadi ke-534 Kota Gresik dan HUT ke-47 Pemkab Gresik.

Kelompok musikalisasi musik asal Gresik ini berkalaborasi dengan komunitas film pendek, Gresik Movie untuk membuat video lirik di Bale Keling, Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik.

Menurut Bambang Setiawan, mengalihwahanakan lukisan menjadi lagu pengalaman kali pertama bagi Onomastika Musik sejak 3 tahun berkarya. “Damar Kurung menjadi lagu pertama yang sajaknya ditulis sendiri menggunakan Bahasa Jawa,”kata gitaris Onommastika dalam siaran pers diterima  1minute.id  pada Selasa, 9 Maret 2021.

Onomastika mengadaptasi gagasan lukisan Damarkurung karya maestronya, almarhumah Masmundari, yang berhasil mengilustrasi sisi kehidupan masyarakat Gresik dalam lukisan dua dimensi. 

Kelompok musikalisasi musik, Onomastika Musik asal Gresik membuat video klip diatas perahu di Bale Keling, Kelurahan Lumpur, Gresik ( foto : dok Onomastika for 1minute.id)

Lukisan itu menceritakan aktivitas sore hari masyarakat Gresik yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan buruh pabrik. Kegiatan anak-anak mengaji. Ada juga, budaya padusan menjelang bulan Suci, Ramadan.

Untuk ketahui, pada 2017, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan ikon budaya masyarakat Gresik, Damar Kurung, sebagai Warisan Budaya tak benda. Hal menjadikan keberadaannya perlu dilestarikan dan dikembangkan, salah satunya melalui musik.

Para personil Onomastika merasa perlu untuk membuat lagu ini dan menjulukinya sebagai lagu daerah. Sebab hingga saat ini, belum banyak terdengar lagu daerah yang benar-benar dimiliki dan dibuat oleh orang Gresik. Memilih untuk menggunakan lirik berbahasa Gresik-an dan aransemen yang berbeda dari lagu-lagu Onomastika sebelumnya. 

“Nyatanya tidak membuat Onomastika kehilangan karakternya. Setiap karya punya tujuan masing-masing, aransemen lagu ini dipilih sesuai kebutuhan,”kata Bambang.

Sesuai semangat yang diusung Onomastika, tugas kita adalah memberi suara pada kota yang mulai kehilangan Irama. Melalui lagu Damar Kurung ini, para personilnya seolah mengajak seluruh masyarakat Gresik untuk bersama mengisi kekosongan, menyeimbangkan yang timpang, berkembang, berkarya dan berdaya bersama. 

“Semoga lagu Damar kurung ini menyebar dan memberi manfaat bagi kita semua. Dan tentu saja, semoga menjadi kebanggaan bagi warga Gresik,”pungkas Bambang. (*)

Kado Hari Jadi ke-534 Kota Gresik, Onomastika Rilis lagu Damar Kurung Selengkapnya