Hilirisasi Perkuat Industri Nasional, Petrokimia Gresik Bakal Bangun Dua Pabrik Baru Tahun Depan

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik bakal membangun dua pabrik baru tahun depan. Yakni, Pabrik Aluminium Fluorida (AlF3) dan Soda Ash. Pabrik baru AIF3 ini akan meningkatkan kapasitas produksi AIF3 menjadi dua kali lipat menjadi 25 ribu MT pertahun.

Produk aluminium khususnya pada segmen transportasi terus meningkat setiap tahunnya. “Nah, kebutuhan AlF3 yang merupakan bahan penolong peleburan juga menjadi meningkat,”ujar Dwi Satriyo Annurogo dalam siaran pers Minggu, 1 November 2020.

Saat ini, tambahnya, kapasitas produksi AlF3 sebesar 12.600 ton per tahun. Dari jumlah tersebut, pada tahun ini, sekitar 5.000 ton diantaranya dijual kepada PT Inalum (Indonesia Asahan Aluminium) sebagai bahan penolong peleburan aluminium.

Selain dalam negeri, kebutuhan AlF3 di pasar global juga sangat besar. Petrokimia Gresik selama ini mengekspor ke negara-negara yang masih defisit seperti Amerika, Eropa, India, Middle East, dan Afrika. Apalagi, AlF3 produk Petrokimia Gresik memiliki harga jual produk yang kompetitif dibandingkan dengan pasar global, bahkan margin profit bisa mencapai 25 persen apabila menggunakan bahan baku limbah dari Pabrik Asam Sulfat.

Sedangkan keuntungan lain pembangunan pabrik AlF3 bagi Petrokimia Gresik adalah mengurangi limbah H2SiF6 yang merupakan hasil samping (by product) dari Pabrik Asam Sulfat.  Apabila perusahaan tidak memproduksi AlF3 maka akan menghabiskan biaya sekitar Rp 40 miliar per tahun untuk mengelola limbahnya.

Sedangkan dengan adanya pabrik baru AlF3 ini perusahaan bisa meningkatkan revenue sebesar Rp 245 miliar per tahun. Selain pembangunan pabrik baru AIF3, Petrokimia Gresik akan bertransformasi dari single industry firm menjadi related diversified industry. Strategi ini tentu dilakukan dengan meneruskan hilirisasi produk.

“Kita akan pilih produk hilir berbasis gas alam, fosfat dan sulfur yang mempunyai nilai tambah yang besar,”ujar Dwi Satriyo. Tahun 2020 Petrokimia Gresik telah berhasil memproduksi produk baru, Methyl Ester Sulfonate (MES). MES Petrokimia Gresik ini dikembangkan bersama dengan Surfactant 
Bioenergy Research Centre Institut Pertanian Bogor (SBRC IPB).

MES adalah bio-degradable surfactant yang dapat digunakan di sektor minyak dan gas (migas) untuk meningkatkan produksi lapangan minyak tua melalui teknologi EOR (Enhanced Oil Recovery). “Ini merupakan terobosan penting dan diharapkan bagi pelaku industri sektor migas di Indonesia,”tandasnya.

MES diproduksi di Pabrik III dengan memanfaatkan gas SO3 yang biasa digunakan untuk memproduksi asam sulfat. Produksi MES ini akan meningkatkan profitabilitas Pabrik III, karena harga MES bisa mencapai 200 kali lipat lebih mahal dibandingkan harga asam sulfat.

Dwi Satryo menambahkan proyek pembangunan pabrik baru harus bisa memperkuat posisi Petrokimia Gresik sebagai perusahaan berbasis Related Diversified Industry. “Untuk itu pembangunan pabrik baru akan difokuskan pada hilirisasi produk,” tandas Dwi Satriyo.

Dalam kerangka itu, Petrokimia Gresik segera membangun Pabrik Soda Ash dengan kapasitas 300 ribu ton. Pabrik Soda Ash ini, ungkap Dwi Satriyo, bakal menjadi yang pertama di Indonesia, dan akan menjadi penopang penting dalam mendukung tumbuh kembangnya industri kaca dan deterjen dalam negeri. “Pabrik ini nanti juga mampu mengurangi dampak dari CO2 yang merupakan hasil samping dari Pabrik Amoniak sebesar 174 ribu ton,” ungkapnya.

Bagi Petrokimia Gresik, Soda Ash mampu menyumbangkan revenue USD 87 juta tiap tahunnya. Selain itu, produk samping berupa Alumunium Klorida (NH4CL) dapat digunakan sebagai bahan baku NPK, sehingga kebutuhan ZA untuk bahan baku dapat berkurang sebesar 364 ribu ton setiap tahunnya.  “Dan untuk itu kita tidak akan perlu lagi mengimpor ZA,” kata Dwi Satriyo.

Sedangkan bahan baku yang dibutuhkan adalah garam, Petrokimia Gresik dapat bersinergi bersama PT Garam (Persero) dengan jumlah kebutuhan mencapai 100.000 MTPY, dan hal ini juga telah mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa guna peningkatan taraf hidup petani garam.

“Melalui program hilirisasi ini diharapkan Petrokimia Gresik akan semakin mampu melaksanakan tugas pokok sebagai penopang ketahanan pangan nasional, dan di saat yang sama dapat memperkuat industri nasional sebagai penggerak ekonomi nasional,” tutup Dwi Satriyo. (*)

Hilirisasi Perkuat Industri Nasional, Petrokimia Gresik Bakal Bangun Dua Pabrik Baru Tahun Depan Selengkapnya

Petrokimia Gresik Komitmen Cetak Petani Muda Sambut Indonesia Emas

GRESIK,1minute.id – Memasuki satu tahun pemerintahan Presiden Jokowi – Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Menteri BUMN Erick Thohir, telah mencanangkan lima program prioritas.

Diantaranya, pengembangan talenta untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Petrokimia Gresik, sebagai perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding BUMN Pupuk Indonesia, turut mendukung upaya tersebut, utamanya dalam mencetak generasi petani muda.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satrio Annurogo mengatakan regenerasi petani menjadi program prioritas perusahaan, yang salah satu kunci sukses pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture).

Data demografi petani saat ini petani dengan usia 55 tahun atau lebih jumlahnya terbilang besar, berkisar 35,9 persen. Sedangkan petani muda atau berusia 34 tahun ke bawah hanya 11 persen. Petani di tanah air saat ini didominasi antara usia 35 sampai 54 tahun sebanyak 52,4 persen.

“Jika regenerasi petani gagal, maka pertanian ketahanan pangan di Indonesia terancam. Padahal, menyongsong Indonesia Emas kebutuhan pangan di tanah air mencapai 35,3 juta ton, atau meningkat 5,44 juta ton (18,2 persen) dibandingkan 2019 sebesar 29,86 juta ton,”ujarnya dalam siaran pers, Senin 2 November 2020.

Untuk menyukseskan program regenrasi petani, Petrokimia Gresik memiliki empat strategi andalan. Yaitu, Jambore Petani Muda (JPM), kerjasama Politeknik Enjineering Pertanian Indonesia (PEPI), Program Mahasiswa Magang Bersertifikat (PMMB) yang menggandeng Politeknik dari berbagai daerah, serta membuka magang online sebagai inovasi pelaksanaan praktik kerja industri (prakerin) di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Pertama JPM, pada November 2020  merupakan pelaksanaan JMP keempat yang diselenggarakan Petrokimia Gresik. Program ini merupakan upaya perusahaan untuk menumbuhkan minat generasi milenial terhadap dunia pertanian. 

“Peran generasi muda pada sektor ini masih terbilang rendah, padahal sektor pertanian ini jika dikelola dengan baik dan benar, tak kalah prospektif dengan sektor lainnya,”katanya. Pada JMP ketiga, Petrokimia Gresik menggandeng 12 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh Indonesia untuk mempertandingkan inovasi para mahasiswa di bidang pertanian.

Sedangkan, JPM kedua menggandeng murid dan guru dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pertanian dari berbagai daerah, dan JMP pertama dikemas dalam Pelatihan Anak Tani Remaja (PATRA). “Jambore Petani Muda ini adalah salah satu solusi konkrit yang kami lakukan  untuk mendukung masa depan pertanian Indonesia yang berkelanjutan,”ujar Dwi Satriyo.

Kedua, Petrokimia Gresik menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) ini pada tahun 2019 lalu. PEPI merupakan kampus Politeknik Enjiniring Pertanian pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mendukung upaya Pemerintah untuk melakukan transformasi pertanian tradisional menjadi modern, dan membangun SDM pertanian unggul, sekaligus menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor ini.

Kerja sama ini meliputi pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan, pengembangan keterampilan mahasiswa, penyusunan kurikulum dan sistem pembelajaran, serta pengembangan teaching factory. 

Ketiga, Petrokimia Gresik memulai program PMMB sejak 2019. Petrokimia Gresik bekerjasama dengan Kementerian BUMN dan didukung oleh Forum Human Capital Indonesia (FHCI) dalam upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja di Indonesia. Peserta magang mendapatkan sejumlah materi, termasuk skill penjualan dan pemasaran.

“Petrokimia Gresik memiliki komitmen untuk membantu pemerintah dalam menyiapkan calon tenaga kerja yang berkompeten dan bersertifikat melalui program PMMB ini. Kami berharap kegiatan ini dapat menunjang program Nawa Cita Presiden dan Sinergi BUMN untuk berkontribusi dalam pengembangan SDM Indonesia Unggul terutama dalam menghadapi persaingan global,”ujar Dwi Satriyo.

Terakhir adalah magang online. Petrokimia Gresik membuka program magang atau prakerin untuk mahasiswa mulai awal Agustus lalu menggunakan metode pembelajaran digital sebagai bentuk penyesuaian di masa AKB. 

Dwi Satriyo mengungkapkan bahwa inovasi ini mengantarkan Petrokimia Gresik sebagai BUMN pertama yang menggunakan metode pembelajaran digital dalam program magang, baik reguler maupun PMMB yang kembali dibuka secara serentak setelah sempat ditunda sejak Maret 2020.

“Magang model digital ini merupakan inovasi Petrokimia Gresik untuk tetap menjalankan perannya dalam mendukung pemerintah mencetak SDM unggul, namun senantiasa memperhatikan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19,”tegas Dwi Satriyo.

Mahasiswa dapat mempelajari proses bisnis perusahaan dengan tiga metode, yaitu Online Classroom dengan Expert Petrokimia Gresik, Self Learning melalui aplikasi Enterprise University, serta Customized Project Learning.
Platform digital Enterprise University sendiri disiapkan dengan berbagai fitur terkini yang memungkinkan mahasiswa untuk belajar sesuai kompetensi yang dibutuhkan melalui berbagai konten pembelajaran seperti Video Based Learning, Digital Handout dan juga ujian secara online.

Bahkan, mahasiswa juga bisa melakukan plant tour tanpa harus datang ke pabrik, yaitu melalui aplikasi 360º Digital Plant Tour Learning.

Dwi Satriyo berharap peranan Petrokimia Gresik dalam pengembangan talenta ini mampu menjadi spirit bagi mahasiswa, siswa, perguruan tinggi, sekolah dan stakeholder terkait untuk kembali optimistis mencetak SDM unggul di tanah air. (*)

Petrokimia Gresik Komitmen Cetak Petani Muda Sambut Indonesia Emas Selengkapnya

Kelenger, Pemuda Bawean Dikeroyok Didepan Rumah

GRESIK,1minute.id – Sulaimi masih tergolek sakit di klinik Aminah Fathorrozi, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Minggu 1 November 2020.

Pemuda 20 tahun asal Desa Suwari, Kecamatan Sangkapura itu menjalani perawatan sejak Kamis 29 Oktober 2020 karena dikeroyok sejumlah orang tidak dikenal di depan rumahnya. Polisi masih melakukan penyelidikan pelaku pengeroyokan tersebut.

Informasi yang dihimpun Kamis 29 Oktober 2020 Sulaimi ngopi di kawasan  Pudakit di Kecamatan Sangkapura. Malam itu, Sulaimi secara tidak sengaja menginjak kaki salah satu pemuda yang sedang ngopi disana.
Pemuda yang kaki terinjak oleh Sulaimi murka. Terjadi cekcok dan berujung perkelahian di sekitar warung kopi.

“Saat ini langsung dilerai massa,”kata seorang warga. Sulaimi menganggap kejadian itu sudah klir.  Dia pun pulang ke rumahnya di Desa Suwari, Kecamatan Sangkapura. Sekitar 50 meter di depan rumahnya sekelompok pemuda tidak dikenal kemudian menyerangnya. Mereka begitu brutal mengeroyok Sulaimi.

Ada memakai kayu dan botol. Pukulan benda keras itu membuat Sulaimi terkapar. Dia mengerang kesakitan sambil memegangi bagian kepala dan tangan. Mengetahui Sulaimi sudah terkapar, sekelompok pemuda itu kemudian kabur. Sulaimi kemudian dilarikan ke klinik Aminah Fathorrazi, Sangkapura, Pulau Bawean.

Kapolsek Sangkapura AKP Rahmad Triyanto ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian dugaan pengeroyokan terhadap Sulaimi tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan,”kata AKP Rahmad dikonfirmasi telepon selulernya, Minggu 1 November 2020.

Sejumlah saksi, kata mantan Kanit Intel Polsek Driyorejo, itu masih dimintai keterangan di mapolsek. “Semoga bisa segera terungkap dan menangkap pelakunya,”ujarnya. (*)

Kelenger, Pemuda Bawean Dikeroyok Didepan Rumah Selengkapnya

Cawabup Perempuan Pertama di Gresik dan Garnita Nasdem Blusukan untuk Wujudkan Perempuan Terampil dan Berdaya

GRESIK,1minute.id – Pasangan calon bupati dan wakil bupati, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) mendapatkan amunisi baru. Amunisi baru itu adalah Garda Wanita (Garnita) Malahayati 

Komunitas emak-emak dibawah naungan DPD Partai Nasdem Gresik itu, bergerak aktif mengkampanyekan program paslon nomor urut dua itu. Mereka ikut melakukan blusukan bersama Cawabup Aminatun Habibah ( Bu Min) ke masyarakat. Mereka terlihat antusias menggalang gerakan perubahan kepada akar rumput (grassroot).

Ketua Garnita Malahayati Nasdem Gresik Hj Erni Rofikah mengaku pihaknya sejak awal all out mendukung paslon Niat. Saat kampanye Bu Min di beberapa desa, ia menginstruksikan anggotanya di desa tersebut untuk mengawal dan mendampingi cawabup perempuan pertama di Gresik itu. 

“Garnita ini adalah garda perempuannya partai Nasdem. Sehingga wajib bagi kami untuk membackup calon perempuan (Bu Min) yang diusung Nasdem,”kata Erni Rofikah.

Tak hanya mendampingi Bu Min, Garnita Malahayati Gresik juga turut mensosialisasikan visi misi paslon Niat yang programnya berorientasi pada pemberdayaan perempuan. Salah satunya memberdayakan ibu rumah tangga melalui sektor UMKM.

“Sudah menjadi tugas kami untuk memberdayakan ibu-ibu rumah tangga. Mereka sebagai istri selain bisa melayani suami, sambil di rumah dan menunggu suami pulang kerja nantinya juga bisa dapat penghasilan,”terang istri Ketua DPD Nasdem Gresik Saiful Anwar ini.

GARNITA NASDEM : Antusiasme emak-emak Partai Nasdem untuk mengkampanyekan Bu Min, cawabup pertama di Gresik dalam Pilbup 2020 ( foto : tim media NIAT for 1minute.id)

Selain melakukan pendampingan terhadap cawabup Bu Min, tambahnya,  juga melakukan konsolidasi ke kecamatan maupun desa. Hal ini dilakukan karena sudah saatnya perempuan di Gresik berdaya memiliki soft skill yang output-nya bisa menghasilkan income. 

Menurutnya, semangat memberdayakan para perempuan ini didasari keprihatinan dia terhadap para perempuan di Gresik yang selama ini kurang mendapatkan peran. Pihaknya ingin menumbuhkan jiwa kewirausahaan para perempuan dengan training peningkatan sumber daya yang dimilikinya.

“Selama pandemi Covid-19 Garnita juga mendampingi banyak perempuan untuk memproduksi makser untuk dijual dan hasilnya bisa dinikmati keluarga. Dan ini sejalan dengan visi misi paslon Niat terhadap kaum perempuan. Karena itu kami dan Bu Min komitmen memperjuangkan peran perempuan,”tandasnya. (*)

Cawabup Perempuan Pertama di Gresik dan Garnita Nasdem Blusukan untuk Wujudkan Perempuan Terampil dan Berdaya Selengkapnya

Identitas Korban Masih Misterius. Usia antara 13 Tahun hingga 15 Tahun. Memakai Celana Pendek dan Kaus Lengan Pendek

GRESIK,1minute.id – Polisi masih harus kerja ekstra keras untuk mengungkap identitas dan penyebab kematian korban. Remaja berusia antara 13 tahun hingga 15 tahun yang ditemukan mengambang sebuah kubangan bekas galian C di Desa/Kecamatan Bungah, Jumat 30 Oktober 2020.

Saat ditemukan mengambang bagian kaki terikat tali plastik. Sedangkan, kedua tangannya terikat ke belakang. Korban diduga korban pembunuhan. Memasuki hari kedua, Sabtu 31 Oktober 2020 sekitar pukul 15.00 polisi masih belum bisa mengidentifikasi identitas korban.

Jenazah remaja itu masih di kamar mayat RSUD Ibnu Sina Gresik. Jasad remaja memakai celana pendek warna biru muda, kaus lengan pendek warna putih itu kondisinya mengenaskan. Membusuk sehingga menimbulkan bau menusuk hidung. 

Sumber1minute.id menyebutkan telah melakukan otopsi luar. Dalam otopsi itu tidak ditemukan adanya kerusakan pada tubuh korban akibat kekerasan. Apakah, korban setelah diikat kedua kaki dan tangan kemudian dicerburkan oleh pelaku dalam kubangan air di bekas galian C itu?

“Saya belum bisa memastikan,”katanya sambil meminta identitasnya dirahasiakan.
Sumber lain menyebutkan pelaku diperkirakan lebih dari satu orang. Sebab, pelaku harus mengikat korban terlebih dahulu. “Kalau pelaku sendirian seperti tidak mungkin. Karena korban pasti berontak melakukan perlawanan,”tegas sumber itu. 

Kapolsek Bungah AKP Sujiran mengatakan, pihaknya masih terus berupaya mengungkap kejadian itu. Tahap awal adalah mengetahui identitas korban. “Sampai hari ini identitas jenazah masih belum kami ketahui,”ujarnya dikonfirmasi Sabtu 31 Oktober 2020.

Mantan Kapolsek Ujungpangkah itu menghimbau orang tua kehilangan anak untuk melapor ke polsek. Ciri-ciri korban berjenis kelamin laki-laki, usia antara 13 tahun hingga 15 tahun. Memakai celana pendek warna biru muda, kaus lengan pendek warna putih. (*)

Identitas Korban Masih Misterius. Usia antara 13 Tahun hingga 15 Tahun. Memakai Celana Pendek dan Kaus Lengan Pendek Selengkapnya

Pilih Kampanye Tatap Muka, Anjuran KPU Kampanye Daring Belum Dilirik Paslon

GRESIK,1minute.id – Masa kampanye memasuki bulan kedua. Dimulai 26 September 2020. Dua pasangan calon (paslon) yakni nomor urut satu, Moh Qosim-Asluchul Alif (QA) dan nomor urut dua, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat) pun memilih blusukan ke kantong-kantong massa.

Pedesaan hingga perkotaan. 
Kampanye daring mengenalkan visi-misi paslon untuk menjaring suara pemilih pada Pemilihan Bupati (Pilbup) Gresik 9 Desember 2020 yang dianjurkan penyelenggara masih minim dilakukan paslon. 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik menggelar rapat koordinasi untuk memaksimalkan peran media sosial dan media daring dalam kampanye, Rabu 28 Oktober 2020. Rakor itu mengundang dua paslon QA dan Niat.

Komisoner KPU Divisi Sosialisasi dan SDM Makmun membenarkan jika presentasi kampanye daring masih rendah. Data dari KPU hanya 4 persen tim paslon yang menggelar kampanye daring. Baik dari tim paslon QA dan NIAT.

KPU, tambahnya, melihat kedua tim paslon masih lebih banyak kampanye menggunakan tatap muka. “Kampanye tatap muka memang tidak dilarang, tetapi KPU tetap menghimbau agar kedua tim paslon memaksimalkan kampanye daring,”kata Makmun dikutip 1minute.id dari laman kab-gresik.kpu.gresik.go.id.

Makmun menambahkan apa yang dilakukan oleh KPU adalah ikhtiar bersama untuk melakukan pencegahan penularan Covid19. Karena itu semua pihak diminta untuk menjaga dan mentaati protokol kesehatan agar pelaksanaan pemilihan tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. 

Seperti diberitakan persebaran kasus korona mulai bisa dikendalikan. Gresik yang beberapa lalu masuk zona oranye kini menjadi zona kuning. Bupati Gresik Sambari Halim Radianto memperkirakan Desember 2020, Gresik masuk zona hijau. Asalkan, tidak ada klaster baru. Dan, masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan yakni mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker. Perubahan zona tetap bergantung kepada kepatuhan masyarakat melaksanakan prokes.

Pilbup 2020, penyelenggara pemilu telah diwanti-wanti untuk melaksanakan prokes.(*)

Pilih Kampanye Tatap Muka, Anjuran KPU Kampanye Daring Belum Dilirik Paslon Selengkapnya

Tri Brata dan Catur Prasetya, Implementasi dari Tugas dan Kewajiban Malaikat dan Nabi. Ikhlas Pahala Luar Biasa

GRESIK,1minute.id – Suasana masjid As Syafa’a Polres Gresik terasa adem. Masjid berlokasi di Jalan AKS Tubun, Gresik dipenuhi jamaah, Kamis 29 Oktober 2020.

Mayoritas jamaah yang duduk bersila dengan menjaga jarak, memakai masker itu adalah anggota Polres Gresik. Diantara jamaah itu tampak Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Waka Polres Gresik Kompol Dhyno Indra Setyadi serta pejabat utama Polres Gresik.

Kehadiran mereka di masjid itu untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan kelahiran Rasulullah itu dihadiri KH Najib Muhammad, pimpinan Ponpes Al Madinah Denanyar, Jombang. Acara diawali pembacaan salawat nabi dan ayat suci alquran itu dipimpin ustad Achmad Ishaq. Jamaah pun hanyut dalam pujian kepada sang Khaliq dan Nabi Muhammad SAW.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dalam sambutannya mengatakan kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini serentak dilaksanakan seluruh Polres se-Indobesia. “Harapan seluruh anggota Polri nantinya dikelompokkan kedalam golongan orang saleh,”ujar AKBP Arief Fitrianto.

Alumnus Akpol 2001 ini menambahkan, kegiatan Maulid Nabi merupakan bagian dari Program Polres Gresik yaitu RESIK (Religius, Empati, Solid, Integritas dan Konsisten). “Dimana tantangan kedepan Polri semakin besar maka dengan semangat Maulid Nabi sebagai teladan insan Polri dalam menjalankan tugas sehari-sehari serta mendapat rida dari Allah SWT,”katanya dijawab Amin oleh jamaah.

Perwira dua melati di pundak itu berharap kepada KH Nadjib Muhammad memberikan motivasi, semangat dan bekal serta doa agar dalam pelaksanaan tugas Polri kedepan mendapat perlindungan Allah SWT serta rida dalam kehidupan keluarganya sehari-hari.

PROKES : Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Waka Polres Gresik Kompol Dhyno Indra Setyadi menjalani protokol kesehatan sebelum masuk masjid As Syafa’a Polres Gresik mengikuti Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ( Foto : Humas Polres Gresik)

Sementara itu, KH Nadjib Muhammad menceritakan tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kelahiran Nabi akhir zaman ini telah dituliskan dalam alquran. “Segala tindak lakunya Nabi Muhammad merupakan Alquran yang berjalan dan memiliki fisik dan kebutuhan seperti manusia biasa yang mampu memanusiakan manusia biasa,”kata pemangku Ponpes Al Madinah, Denanyar, Jombang ini.

Nabi Muhammad SAW, tambahnya, mengemban tugas untuk memperbaiki akhlak manusia. “Beliau juga merupakan negosiator luar biasa khususnya pada perintah salat,”ujar KH Nadjib.

KH Nadjib mengatakan pemahaman para ulama, bahwa Tri Brata dan Catur Prasetya yang ada pada tubuh Polri merupakan implementasi dari tugas dan kewajiban para malaikat dan nabi yang diutus oleh Allah SWT. Sangat mulia.  “Bila tugas Polri dilandaskan berdasarkan ibadah kepada Allah SWT maka pahalanya luar biasa besar dimata Allah SWT,”kata KH Nadjib.

“Yang menjadi tolak ukur adalah rasa keimanannya, sehingga setiap langkah tugas niatkanlah untuk ibadah kepada Allah SWT,”imbuhnya. KH Nadjib mencontohkan tugas keamanan dan ekonomi yang diemban Polri. “Sehingga perlunya untuk menjaga keamanan suatu negara agar ekonomi tetap berjalan,”pesannya. (*)

Tri Brata dan Catur Prasetya, Implementasi dari Tugas dan Kewajiban Malaikat dan Nabi. Ikhlas Pahala Luar Biasa Selengkapnya

Klarifikasi ke Bawaslu, Tim Niat Tegaskan Musala Milik Pribadi Gus Yani

GRESIK, 1minute.id – Tim advokat pasangan calon (Paslon) Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat) mendatangi kantor Bawaslu Gresik, Rabu 28 Oktober 2020. 

Kedatangan tim advokat paslon nomor urut dua yang diusung enam parpol itu untuk melakukan klarifikasi terkait beredarnya video Niat yang ditudingkan seseorang melakukan kampanye di musala. 

Sekitar pukul 14.00, ketua harian tim advokat Niat Irfan Choirie dan juru bicara Sururi tiba di kantor Bawaslu. Sururi lalu disumpah di bawah Alquran oleh Divisi Pengawasan Bawaslu Syafi’ Jamhari. 

Juru bicara paslon Niat Sururi mengaku jika kegiatan di musala tersebut bukan kampanye melainkan acara doa bersama. “Itu acara doa bersama alumni Ponpes Tebuireng yang berada di barisan Niat. Jadi saya tegaskan tidak ada kampanye di situ,”kata Sururi.

Dikatakan Sururi saat sambutan pihaknya menyampaikan kepada Kiai Ponpes Tebuireng Gus Fahmi yang berkesempatan hadir bahwa teman-teman alumni ponpes Tebuireng mendukung Gus Yani, karena kebetulan Kyai dan santri banyak yang mendukung Gus Yani.

“Banyak teman-teman alumni ponpes Tebuireng yang mendukung paslon Niat karena selain manut Kyai, visi misi Niat programnya peduli kepada pesantren dan agama,”ujar Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Timur usai disumpah. 

Sementara Ketua Harian Tim Advokat Niat Irfan Choiri mengatakan musala yang dituduhkan seseorang itu merupakan musala milik pribadi di rumah Gus Yani. Bukan musala umum di kampung maupun perumahan. 

“Musala itu ada di dalam rumahnya Gus Yani. Jadi yang biasa beribadah di situ kalau bukan keluarganya Gus Yani ya tamunya,”tegas Irfan Choiri yang juga Ketua Bappilu DPC Nasdem Gresik.

Irfan menambahkan musala yang dipersoalkan itu juga berlokasi di posko pemenangan paslon Niat di Srembi, Desa Kembangan Kecamatan Kebomas. Sehingga musala tersebut termasuk fasilitas dari tim pemenangan Niat. 

“Karena itu, acara yang dipimpin oleh H. Sururi tidak menggunakan tempat ibadah sebagai fasilitas umum tetapi fasilitas pribadi,”katanya.  

Terpisah, Ketua Bawaslu Gresik Imron Rosyadi mengatakan bahwa temuan video yang beredar itu masih berupa dugaan di tempat ibadah. Karena itu pihaknya akan melakukan investigasi nantinya. 

“Karena masih dugaan maka harus dilakukan investigasi. Dari hasil investigasi nanti kami putuskan lewat pleno. Termasuk definisi tempat ibadah yang dimaksud sebagai fasilitas umum sesuai UU nomor 10 tahun 2016 akan kami lakukan kajian-kajian,”katanya kepada wartawan. (*)

Klarifikasi ke Bawaslu, Tim Niat Tegaskan Musala Milik Pribadi Gus Yani Selengkapnya

Gelar Refleksi Hari Sumpah Pemuda, Mahasiswa Serukan Cabut Omnibus Law dan Desak Hentikan Kriminalisasi Aksi Massa

GRESIK,1minute.id – Puluhan aktivis Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Gresik menggelar refleksi Sumpah Pemuda di Tetenger Keris Sumelang, Rabu 28 Oktober 2020.

Momentum kebangkitan pemuda ini digunakan oleh mahasiswa berbagai perguruan tinggi itu untuk menyatukan tekad mendesak pemerintah mencabut omnibus law. Undang-undang Cipta Kerja (Ciptaker) yang disahkan 5 Oktober 2020 dianggap cacat prosedural dan berpotensi menyengsarakan rakyat. 

“Omnibus law Cipta Kerja harus dicabut,”teriak Ketua PC PMII Gresik Ahmad Faishol Ridho Abdillah, Rabu 28 Oktober 2020. Selain itu, mahasiswa terus mendesak pemerintah menghentikan tindakan represif, intimidasi dan penangkapan terhadap aktivis. 

Aksi dilakukan mulai pukul 11.30 itu mendapatkan penjagaan ketat aparat kepolisian. Bahkan, jumlah personil pengamanan lebihi perserta aksi yang berlangsung tertib hingga pukul 12.30 itu.

Aktivis mahasiswa itu berusaha menggelorakan semangat pemuda di Kota Santri-sebutan lain- Kabupaten Gresik mengambil peran aktif untuk mewujudkan dan memajukan kesejahteraan rakyat.

Momentum memperingati ke 92 tahun Sumpah Pemuda kembali merajut Persatuan Rakyat untuk mendesak pemerintah mencabut omnibus law dan hentikan kriminalisasi, intimidasi dan penangkapan massa aksi. (*)

Gelar Refleksi Hari Sumpah Pemuda, Mahasiswa Serukan Cabut Omnibus Law dan Desak Hentikan Kriminalisasi Aksi Massa Selengkapnya

Gresik Masuk Zona Kuning, Perubahan Zona ada Ditangan Masyarakat untuk Patuhi Prokes

GRESIK,1minute.id – Kerja keras pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik menahan laju persebaran corona virus disease 2019 (Covid-19) menunjukkan tren positif.

Pertambahanan pasien terkonfirmasi terus berkurang. Sedangkan tingkat penyembuhan terus meningkat. Kota Santri yang semula masuk zona oranye kini menjadi zona kuning.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengapresiasi kerja tenaga kesehatan (nakes) yang telah membantu penyembuhan pasien yang sakit. “Saya mengapresiasi kinerja nakes bekerjasama baik dengan pemerintah dan rumah sakit swasta yang kerjakeras membantu penyembuhan pasien yang sedang sakit,”tegas Bupati Sambari yang juga ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 itu di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik, Rabu 28 Oktober 2020.

Bupati Sambari didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) drg Syaifudin Ghozali, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Gresik Tursilowanto Harijogi dan Kasubag Humas dan Protokol Gresik Reza Pahlevi menambahkan, berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, pasien positif korona berjumlah 3.568 orang. Pasien sembuh 3.199 orang, dirawat 146 orang dan meninggal dunia 231 orang.

“Sebanyak 146 orang yang terpapar segera habis. Target nanti Desember 2020 terpapar kurang 10 orang,”tegas Sambari. Perkiraan itu, tambahnya, berdasarkan tren tingkat penyembuhan yang stabil, pada Desember 2020 bisa kurang dari sepuluh orang.”Selama tidak ada klaster baru,”tegasnya.

Ratusan orang yang tahap penyembuhan itu dirawat di 14 rumah sakit swasta, satu rumah sakit pemerintah RSUD Ibnu Sina Gresik dan satu rumah sakit lapangan Pondok Rehabilitasi Gelora Joko Samudro. “Kapasitas G-Jos 144 TT (tempat tidur), kondisi sekarang hampir kosong,”katanya.

Namun, Bupati Sambari mengingatkan, perubahan zona dari oranye ke kuning kemudian hijau tersebut akan sia-sia bila masyarakat lengah. Abai dalam beraktivitas tidak memakai masker, menjaga jarak dan sering cuci tangan.

“Semua (perubahan zona) ada ditangan masyarakat. Alhamdulillah hari ini Gresik berupa berubah dari yang tidak disenangi menjadi senang,”ujarnya bertamsil. Perubahan  dari orenye menjadi kuning, mudah-mudahan  ditingkatkan jadi hijau. “Semua ini harapan kami semua, harapan masyarakat secara keseluruhan,”tegasnya.

Terkait libur panjang, Bupati Sambari, menghimbau kepada aparatur sipil negara (ASN) untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Pihaknya, telah meminta kepada para kepala OPD untuk memantau kondisi kesehatan ketika awal masuk kerja lagi, Senin 2 November 2020. “Nek ASN loyo, harus membawa surat sehat. Surat sehat diatas itu diatas rapid test,”katanya. (*)

Gresik Masuk Zona Kuning, Perubahan Zona ada Ditangan Masyarakat untuk Patuhi Prokes Selengkapnya