Jelang Musyda PDM Dan Aisyiyah Gelar Lomba Merawat Jenazah Bagi Milenial 

GRESIK,1minute.id – Kwartir Daerah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Gresik mengadakan lomba merawat jenazah. Lomba tata cara merawat jenazah terdiri dari memandikan, mengkafani dan mensalatkan jenazah diikuti oleh 32 regu kepanduan penghela. 

Lomba kepanduan dalam  menyemarakkan Musyawarah Daerah ke-11 Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah yang akan dihelat 18-19 Februari mendatang.

Sejumlah peserta yang merasa nderedeg saat mengikuti lomba. Maklum, mereka kali pertama mengikuti kegiatan ini. Apalagi bila membayangkan tentang kematian.

Muhammad Ar Rafi, siswa kelas 4 SMA Muhammadiyah 4 Sidayu mangaku sempat grogi saat proses pemandian jenazah yang menggunakan boneka sebagai pengganti jenazah. “Saat memandikan jenazah tadi saya kepikiran tentang kematian, sehingga agak gugup,” ujar Ar Rafi usai mengikuti lomba di Musala Bukit Pendil Bungah Gresik pada Sabtu, 11 Februari 2023.

Namun setelah mengikuti serangkaian kegiatan perlombaan, Ar Rafi mengaku sangat senang. Sebab, ia menganggap kegiatan memandikan jenazah sangat berguna kelak. Ar Rafi mengatakan mengikuti lomba merawat jenazah merupakan pelajaran terbaik untuk dirinya dan teman-temannya, karena dia yakin kegiatan lomba tersebut sangat bermanfaat untuk dirinya sebagai generasi muda yang akan menggantikan orangtuanya yang saat ini sudah biasa merawat jenazah.

“Saya yakin lomba ini sebagai model regenerasi dalam merawat jenazah di masyarakat, dan kami buktikan anak milenial juga bisa melakukan hal-hal yang tidak biasa,” tegas Ar Rafi.

Sementara itu, juri lomba M. Maftuh mengatakan bahwa kualitas peserta sangat bagus. Dari evaluasi kepesertaan, katanya,  melihat kualitas peserta sangat bagus mereka mampu melakukan proses perawatan jenazah secara runut dan tepat.

“Saya awalnya ragu apakah mereka bisa cekatan ternyata saya melihat hampir semua peserta bisa melakukannya dengan baik dan ini sebuah kemajuan bagi kaum milenial bahwa mereka juga bisa melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah mereka pikirkan yaitu merawat jenazah,” jelas Maftuh yang juga Bendahara Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik itu dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Sabtu, 11 Februari 2023

Maftuh berharap para generasi milenial ini bisa teridentifikasi didaerahnya sebagai generasi yang nantinya bisa menggantikan orangtuanya yang saat ini biasa melakukan perawatan jenazah di daerah masing-masing. “Ini bagus, mereka yang ikut lomba ini bisa terpantau oleh daerahnya, seperti pihak desa untuk bisa diikutkan dalam kegiatan perawatan jenazah,” ujar Maftuh.

Sebelumnya, Kwartir Daerah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Kabupaten Gresik menggelar Perkemahan Besar Pandu Pengenal dan Penghela. Kegiatan untuk menyambut Musyawarah daerah (Musyda) ke- 11 Muhammadiyah dan Aisyiyah Gresik ini dibuka pada Jumat, 10 Februari 2023. Kegiatan diikuti oleh 24 qobilah SD/MI, 16 qobilah SMP/MTS, dan 14 qobilah SMA/Madrasah Aliyah/SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Gresik.

Acara yang digelar di Bumi Perkemahan Gunung Pendil Desa Sukorejo, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik ini diikuti 1026 siswa. Selain lomba merawat jenazah gelaran perkemahan besar HW tersebut juga mengadakan lomba baris-berbaris, pionering dan lomba inovasi siswa (yad)

Jelang Musyda PDM Dan Aisyiyah Gelar Lomba Merawat Jenazah Bagi Milenial  Selengkapnya

Tabung Gas Asetilin Ngowos Nyaris Membakar Bengkel di Tambakberas 

GRESIK,1minute.id – Sebuah bengkel di Jalan Raya Tambakberas, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik terbakar pada Jumat, 10 Februari 2023. Kebakaran terjadi diduga akibat kebocoran tabung gas asetilin. Tidak ada korban dalam musibah kebakaran kali pertama di bulan Februari ini. 

Informasi yang dihimpun sekitar pukul 09.30 WIB seorang pekerja bagian pengelasan melakukan aktivitas nge-las dalam gudang berada di Jalan Raya Tambakberas, Kecamatan Cerme itu. Pengelasan alat berat menggunakan gas asetilin. Gas asetilena (C2H2) adalah gas tidak berbau, tidak berwarna, sangat mudah terbakar.

Tabung gas asetilin adalah tempat menyimpan gas asetilin, saat proses pengelasan regulator dibuka. Setelah itu gas akan otomatis keluar melalui selang gas yang terhubung ke welding torch. Tabung gas Asetilin ini mempunyai warna merah atau orange.

Saat pekerja melakukan pengelasan menggunakan gas asetilin tiba-tiba terjadi kebocoran gas. Karena sifat gas tidak berbau sehingga pekerja tidak diketahui sehingga mengakibatkan kebakaran di area sekitar pengelasan. Pengelola bengkel kemudian meminta bantuan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik.

“Kami menerima pengaduan sekitar pukul 09.37 WIB,” ujar Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik Agustin Halomoan Sinaga pada Jumat, 10 Februari 2023. Sebanyak sembilan personil dipimpin langsung oleh Kadis Damkarmat Gresik Agustin Halomoan Sinaga menuju lokasi kejadian. Petugas menggunakan  satu unit pemadam dan satu unit suplai dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap tiba di tempat kejadian kebakaran (TKK) sekitar pukul 09.58 WIB atau 21 menit.

Selama 35 menit, petugas berslogan “Pantang Pulang Sebelum Padam” berada di lokasi. “Api berhasil kami padamkan dan dilakukan proses pendinginan agar tidak terjadi kebakaran susulan,” terang Sinaga, begitu panggil akrabnya. “Hanya tabung gas asetilin yang terbakar,” tegasnya. (yad)

Tabung Gas Asetilin Ngowos Nyaris Membakar Bengkel di Tambakberas  Selengkapnya

Melantik 59 Pejabat, Bupati Gresik Ingatkan Percepatan Penanganan Isu Nasional dan Loyalitas

GRESIK,1minute.id – Gerbong mutasi, rotasi dan promosi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kembali bergerak. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melantik dan menganbil sumpah 59 pejabat mulai penjabat tinggi pratama, pejabat administrator, pengawas dan fungsional di lingkungan Pemkab Gresik pada Kamis, 9 Februari 2023. 

Dari 59 pejabat itu, ada empat pejabat pimpinan tinggi pratama hasil seleksi terbuka (Selter). Eselon mereka naik satu tingkat menjadi eselon II. Mereka adalah Agung Endro Dwi Setyo Utomo menduduki Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP), Sri Subaedah menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dhiannita Tri Astuti Mlmenjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) dan  Titik Ernawati menjabat sebagai Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPP PA).

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, setelah ini pejabat yang sudah dilantik diharapkan dapat menjalankan tugas dengan baik dan cepat. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo ada beberapa isu nasional yang harus secepatnya diselesaikan. “Isu nasional itu di antaranya pengendalian Inflasi, investasi dan bagaimana menurunkan angka stunting. Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) kita bersama,” terang Bupati Gresik Fandi Akhmad Yank, yang akrab disapa, Gus Yani itu.

Gus Yani menyebut, di Kabupaten Gresik angka stunting semula dari 24 persen pada 2022 turun menjadi 10 persen. Kita tidak boleh lengah, ini harus terus kita turunkan semaksimal mungkin. Selain itu kematian ibu dan anak juga menjadi potret pemerintah pusat.

“Dibutuhkan koordinasi bersama teman-teman media, bagaimana terobosan dan inovasi yang dikembangkan sejumlah Puskesmas di Kabupaten Gresik. Ini menjadi contoh spirit dan keteladanan Puskesmas yang lain,” katanya.

Lebih lanjut bupati mengatakan, isu yang lain disebut Presiden tidak ada lagi investasi yang terlambat, harus dicari solusi dan permasalahannya apakah ini disebabkan adanya data yang kurang siap atau faktor penyebab lainnya.

“Loyalitas menjadi ornamen dalam melaksanakan pekerjaaan jadikan energi untuk dijalankan. Sebab loyalitas menjadi penghubung dalam organisasi dari bawah sampai atas,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, lanjut bupati, sampah juga menjadi persoalan, bagaimana pengurangan sampah di wilayah Gresik Selatan terintegrasi di TPA Belahanrejo. Setelah itu TPA Ngipik kita tangani bersama bagaimana sampah itu tidak sampai di bawa ke kota. Menurut bupati, hari ini isu yang ditanya oleh masyarakat yaitu Infrastruktur. “Alhamdulillah pengendalian banjir sudah dilakukan, ada lagi juga keluhan masyarakat yaitu kerusakan jalan,” kata Gus Yani mengingatkan. 

“Anggaran Rp 300 miliar khusus untuk infrastruktur, jangan sampai ada keterlambatan terkait lelang. Anggaran ini harus digunakan semaksimal mungkin kita prioritaskan dan harus bisa terealisasi di tahun 2023,” imbuhnya. Turut mendampingi Bupati Gresik, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gresik Khusaini. (yad)

Melantik 59 Pejabat, Bupati Gresik Ingatkan Percepatan Penanganan Isu Nasional dan Loyalitas Selengkapnya

Penasehat Hukum Terdakwa Subianto Budiman : Kemasan SAJ Berbeda dengan MTJ

GRESIK,1minute.id  – Sidang lanjutan perkara pidana sengketa merek dagang pupuk dengan terdakwa Subianto Budiman telah mengagendakan pledoi (pembelaan) dari kuasa hukum terdakwa pada Rabu, 8 Februari 2023. 

Pada nota pembelaan dari kantor hukum Robert Mantinia & Partner menerangkan bahwa, perkara yang saat ini disidangkan banyak menemukan kejanggalan dan terkesan sengaja dipaksakan untuk di proses persidangan. Dugaan kami selaku penasihat hukum terdakwa terkait adanya upaya mengkriminilisasi terdakwa.

“Berdasarkan fakta hukum dan alat bukti dipersidangan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan  antara desain kemasan produk barang jenis Pupuk NPK Mutiara 16-16-16 milik PT. Meroke Tetap Jaya (MTJ) dengan kemasan bagian depan produk barang jenis Pembenah Tanah Bintang Mutiara 16-16-16 milik terdakwa selaku pemilik CV. Sumber Agung Jaya (SAJ),” jelas Robert pada nota pembelaannya.

Diterangkan lebih lanjut, perbedaan kemasan diantaranya milik  MTJ ada logo burung dibagian atas, sedangkan milik SAJ tidak ada logo Burung adanya logo bintang. Pada kemasan samping kiri kemasan milik MTJ tertulis sebuah merek Mutiara 16-16-16 yang di blok warna biru muda dan bertuliskan Pupuk NPK, sementara itu milik terdakwa tertulis Pembenah Tanah setelah merek Mutiara.

“Perbedaan yang paling mencolok adalah pada kemasan milik pelapor tertulis NPK Mutiara 16-16-16 sedangkan milik terdakwa bertuliskan Pembenah Tanah Bintang Mutiara 16-16-16. Untuk kemasan belakang sama sekali tidak sama antara kemasan produk PT. Meroke Tetap Jaya dengan kemasan produk milik terdakwa,” tegasnya.

Diuraikan pada pledoi, terdakwa Subianto Budiman adalah pemilik merek Terdaftar dan memiliki hak Eksklusif atas mereknya yang digunakan pada kemasan produk Pembenah Tanah Bintang Mutiara 16-16-16.  Merek milik terdakwa terdaftar dan bersertifikat atas nama H. Subianto Budiman dari Kementerian Hukum dan Ham Republik Indonesia diantaranya,  merek  

“BINTANG MUTIARA” No. Sertifikat: IDM000458406 tanggal dimulai perlindungan 19 November 2012 Sampai Dengan 19 November 2022 dan diperpanjang masa perlindungannya sampai dengan 19 November 2032.  Merek “BINTANG MUTIARA + LOGO” No. Sertifikat IDM000725788 tanggal dimulai perlindungan 16 Agustus 2018 sampai dengan 16 Agustus 2028.

Selanjunya, merek “BINTANG MUTIARA 16-16-16 + LOGO No. Sertifikat IDM000875335 tanggal dimulai perlindungan 02 Maret 2020 sampai dengan 02 Maret 2030. merek “BINTANG MUTIARA 16-16-16 + LOGO/LUKISAN No. Sertifikat IDM001001317 tanggal dimulai perlindungan 25 Januari 2022 sampai dengan 25 Januari 2032.  Merek “BINTANG MUTIARA INDOPHOSKA 16-16-16 + LOGO No. Sertifikat IDM000875344 dimulai perlindungan 04 Maret 2020 sampai dengan 04 Maret 2030. 

Merek “SAWITTA BINTANG MUTIARA 16-16-16+ LOGO No. Sertifikat IDM000987743 tanggal dimulai perlindungan 22 Juni 2021 sampai dengan 22 Juni 2031. Merek “BINTANG MUTIARA 16-16-16 + LOGO/LUKISAN No. Permohonan D102022013461 tanggal dimulai perlindungan 21 Februari 2022 dan hak cipta “LUKISAN BINTANG MUTIARA 16-16-16” Lukisan dalam kemasan BINTANG MUTIARA 16-16-16 dengan Sertifikat Terdaftar dengan Nomor : 000362111 Tanggal dimulai Pencatatan 05 Juli 2021.

Atas dasar bukti tersebut, terang kuasa hukum Subianto Budiman, Bilmard B Putra bahwa benar terdakwa tidak terbukti menggunakan merek dagang milik orang lain, tidak pernah memalsukan, menjiplak atau membajak produk atau kemasan milik orang lain, khususnya merek/kemasan milik PT. Meroke Tetap Jaya. 

“Terdakwa selama ini mempunyai merek dagang sendiri yang telah terdaftar dan bersertifikat di Kementerian Hukum dan Ham. Untuk itu kami selaku kuasa hukum terdakwa memohon agar Majelis hakim yang menyidangkan perkara ini untuk membebaskan terdakwa,” tegas Bilmard B Putra saat membacakan pledoi.

Ditambahkannya, bahwa terdakwa Subianto Budiman adalah pemilik 51 merek terdaftar pada Kementerian hukum dan Ham yang kemudian digunakan sebagai merek pada produk Pembenah Tanah Bintang Mutiara 16-16-16. Tidak hanya itu, terdakwa juga mempunyai bukti awal sebuah pencatatan ciptaan nomor pencatatan : 000362111, HAK CIPTA “LUKISAN BINTANG MUTIARA 16-16-16” Lukisan dalam kemasan BINTANG MUTIARA 16-16-16 dengan Thema “Spirit Of Botany”, serta Hak Paten Pada Produk Pembenah Tanah Bintang Mutiara 16-16-16.

Bahwa berdasarkan fakta hukum justru PT. Meroke Tetap Jaya lah yang memakai/ menggunakan merek yang mempunyai persamaan pada pokoknya dengan merek terdaftar milik terdakwa  Subianto Budiman, yang dapat dilihat dari penggunaan Blok 16-16-16 , serta kata Mutiara 16-16-16.

“Untuk itu kami tim penasehat hukum terdakwa menyatakan bahwa terdakwa tidak dapat dibuktikan secara hukum oleh jaksa dari Kejari Gresik serta memulihkan hak terdakwa H. Subianto Budiman dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya, serta membebankan biaya perkara kepada negara,” pungkasnya.

Sidang dengan majelis hakim yang diketuai M. Fatkhur Rochman ditunda minggu depan agenda tanggapan dari Jaksa (replik).

Terpisah, usai sidang Robert Mantinia yakin klienya akan dibebaskan dari segala dakwaan. Pasalnya, dari seluruh pasal yang disangkahkan terdakwa memiliki bukti bahwa kemasan pupuk miliknya semuanya memiliki izin dari institusi yang berwenang dan sangat berbeda dari merek milik pelapor.

“Semua bukti ijin, baik perusahaan maupun ijin merek dagang dan hak paten merek telah kami lampirkan untuk bukti dipersidangan,” jelas Robert. (yad)

Penasehat Hukum Terdakwa Subianto Budiman : Kemasan SAJ Berbeda dengan MTJ Selengkapnya

Polres Gresik Gelar Ops Keselamatan untuk Turunkan Angka Pelanggaran dan Laka Lantas

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2023. Operasi Keselamatan selama 14 hari, dimulai Selasa besok, 7 Februari 2023. Waka Polres Gresik 

Kompol Kadek Oka Suparta yang memimpin Apel Operasi Keselamatan di halaman Mapolres Gresik pada Senin, 6 Februari 2023.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Wakapolres Gresik Kompol Kadek Oka Suparta mengatakan satuan tugas Polres Gresik didukung instansi terkait, menyelenggarakan operasi keselamatan Semeru. Operasi Kepolisian ke wilayah Gresik

dalam bentuk Kamseltibcarlantas dengan mengedepankan giat preemtif melalui pendidikan dan penyuluhan lantas dan tindakan preventif.

“Dengan melibatkan 117 personel dengan mengedepankan giat preemtif, tindakan preventif. meningkatkan kepatuhan disiplin masyarakat berlalu lintas,” tegasnya.

Target Operasi Keselamatan Semeru 2023 diantaranya pengemudi menggunakan HP, melawan arus, berkendara melebihi batas kecepatan, berboncengan lebih dari satu, pengemudi di bawah umur, pengemudi dan penumpang tidak menggunakan helm, pengemudi R4 yang tidak menggunakan safety belt, pengemudi dalam keadaan mabuk, masyarakat terorganisir atau tidak terorganisir.

Kemudian kendaraan tidak layak jalan, mobil barang, angkutan umum, sepeda motor yang digunakan untuk balap liar, kendaraan tidak standar pabrikan, kendaraan yang menambahkan sirine/rotator/strobo bukan pada peruntukannya, TNKB ranmor yang tidak sesuai dengan aturan/spektek.

“Operasi keselamatan Semeru 2023 ini bertujuan untuk mengurangi jumlah pelanggaran dan laka lantas di wilayah Kabupaten Gresik,” kata Kasat Lantas Polres Gresik AKP Agung Fitransyah. (yad)

Polres Gresik Gelar Ops Keselamatan untuk Turunkan Angka Pelanggaran dan Laka Lantas Selengkapnya

Satreskoba Polres Gresik Tangkap 3 Pengedar Sabu-sabu di Pulau Bawean  

GRESIK,1minute.id – Dugaan peredaran narkoba marak di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik mendekati kebenaran. Buktinya, perburuan para pengedar dan pencandu yang dilakukan oleh Satuan Reserse Narkoba (Reskoba) Polres Gresik bersama Polsek Tambak, dan Polsek Sangkapura, Pulau Bawean mengamankan tiga orang pencandu dan pengedar barang haram itu.

Tiga tersangka itu adalah Oktian Rahmanul Hakim alias Tian, 27, warga Desa Kepuh Teluk, Kecamatan Tambak. Barang bukti yang diamankan oleh tim gabungan Satresnarkoba Polres Gresik dengan Polsek Tambak sebanyak 4 poket sabu-sabu (SS), satu unit timbangan electric, dua pipet kaca, dan satu alat hisap yang terbuat dari botol kaca dan sedotanya, satu  buah sekrop yang terbuat dari sedotan plastik. 

“Tersangka kami tangkap di pinggir Jalan Desa Kepuh Teluk sekitar jam sebelas malam,” kata Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kasat Resnarkoba Polres Gresik AKP Tatak Sutrisno dikonfirmasi 1minute.id pada Minggu, 5 Februari 2023. Empat poket SS itu, satu poket dibungkus kertas tisu dan tiga poket disimpan dalam kotak kacamata. 

Operasi pemberantasan peredaran narkoba di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean yang dipimpin oleh Iptu Suhari, Kaur bin Ops Satresnarkoba Polres Gresik itu kemudian dilanjutkan di tempat lainnya. Tepatnya di warung kopi (warkop) Jalan Raya Desa Kota Kusuma, Kecamatan Sangkapura sekitar pukul 02.00 WIB. Dua orang pengedar barang haram berbentuk kristal bening diringkus polisi.

Dua orang itu adalah Slamet Efendi, 26, warga Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak dan Hairus Fandi, 27, tinggal di Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura. Warkop yang mulai merebak di Pulau terluar Kabupaten Gresik itu menjadi sasaran para pengedar narkoba.

Menurut Kasat Resnarkoba Polres Gresik Tatak Sutrisno, penyergapan Slamet Efendi dilakukan dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, pemuda yang hanya mengenyam pendidikan, SMP masih berada di salah satu warkop di Jalan Raya Desa Kota Kusuma, Kecamatan Sangkapura. Tersangka ditengarai menunggu calon pembeli. “Tim gabungan saaat menangkap tangan terduga sedang menggenggam dua poket sabu-sabu,” tegas mantan Kapolsek Menganti, Gresik itu. 

Dalam pemeriksaan di tempat kejadian penangkapan (TKP) Slamet Efendi “menyanyi” narkoba berasal dari Hairus Fandi. “Kami bergerak menuju rumah Hairus Fandi,” tegas Tatak. Ketiga tersangka itu langsung di layar ke Polres Gresik menggunakan kapal cepat  Express Bahari. Selama 3 jam perjalanan Pulau Bawean ke Pelabuhan Gresik  ketiga tersangka itu tangannya di borgol. “Kami melakukan penyidikan untuk pengembangan perkara ini,” kata Tatak Sutrisno. (yad)

Satreskoba Polres Gresik Tangkap 3 Pengedar Sabu-sabu di Pulau Bawean   Selengkapnya

Memanah Lomba terfavorit di Cerita Pandu Athfal Pra Musda PDM Gresik

GRESIK,1minute.id –  Memanah menjadi olahraga favorit peserta Ceria Pandu Athfal (CPA) yang diselenggarakan dalam rangkaian pra Musyawarah pimpinan daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah kabupaten Gresik ke XI. Acara yang diselenggarakan di lapangan Gembus Bungah Gresik ini dibuka oleh Hilmi Aziz, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik dengan pelepasan balon pada Sabtu, 4 Februari 2023.

Hadir pula dalam pembukaan acara Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur Muhammad Harun, Bendahara PDM Gresik M Maftuh, Ketua Majelis Dikdasmen PDM Gresik Dodik Priyambada, dan Kepala Desa Bungah Subakir.

Dalam sambutannya, Hilmi menyampaikan bangga dengan antusiasme para peserta. “Semoga seluruh peserta bisa mengikuti acara dengan sempurna, sehat wal afiat sampai selesai,” ujarnya. Ceria Pandu Athfal (CPA) merupakan rangkaian acara pra Musyawarah Daerah (Musyda) Ke-11 Muhammadiyah Kabupaten Gresik. 

“CPA ini dikhususkan hanya untuk siswa kelas I sampai IV dengan tujuan melatih beberapa keterampilan,” ungkapnya. Ceria Pandu Athfal ini diikuti oleh 496 siswa dari 28 sekolah/ madrasah Muhammadiyah seluruh Gresik.

Ketua Pelaksana CPA Muflih Arifian menyampaikan, peserta terbagi menjadi 32 kuntum (regu) putra dan 30 putri. “Setiap kuntum dari masing-masing sekolah terdiri 8 siswa. 2  siswa mengikuti lomba individu,” jelasnya. Lomba antar kelompok terdiri dari 4 zona perlombaan, yaitu zona biru tua untuk lomba meniti bambu, zona biru muda untuk lomba kim bau, zona hijau untuk lomba talang emas, dan zona oranye untuk lomba memanah.

Menurut Arifian dari sekian banyak lomba yang ada, lomba memanah menjadi jenis lomba yang paling favorit di acara ceria pandu Athfal kali ini. “Memanah menjadi pusat perhatian baik peserta maupun pendamping dan orang tua yang hadir, karena dari memanah dibutuhkan konsentrasi, tenaga dan keseimbangan diri.” Ujar Fian.

Sementara itu, Moh Dafin Wahyu siswa MI Islamiyyah Muhammadiyah Mojopetung yang juara 2 dalam lomba memanah mengaku senang, karena ini merupakan prestasi pertamanya. “Senang dapat juara 2, walaupun beregu tapi saya dan teman-teman puas,” ujar Dafin usai menerima piala. Sedangkan untuk lomba individu terdiri dari tahfidh dan bina qiroah, mewarnai, serta melipat baju. (yad)

Memanah Lomba terfavorit di Cerita Pandu Athfal Pra Musda PDM Gresik Selengkapnya

Titip 5 Isu Strategis di Musda Aisyiyah, Wabup Gresik Siap Berkolaborasi 

GRESIK,1minute.id – Pengurus Daerah Aisyiyah (PDA) Gresik menggelar Musyawarah Daerah (Musyda) ke-XI Aisyiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah pada Minggu, 5 Februari 2023. Musda mengusung tema “Aisyiyah Gerakan Perempuan Berkemajuan Membangun Peradaban’, kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah juga berbagai tokoh Muhammadiyah.

Diantaranya, Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur Hj Siti Asmah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik Moh In’am, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Gresik Idha Rahayuningsih, serta Pimpinan Cabang dan Ranting Aisyiyah se-Kabupaten Gresik. 

Di depan peserta Musda, Wabup Aminatun Habibah menyampaikan beberapa isu terkait peranan perempuan yang ada di Kabupaten Gresik. Yang pertama adalah isu terkait pendidikan,  terkait stunting,  ekonomi,  politik, dan yang terakhir adalah lingkungan terkait sampah. “Kami dari Pemerintah Kabupaten Gresik menitip beberapa hal tersebut, untuk bisa dibahas dan dijadikan program lewat Musda hari ini,” ujar Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah dalam sambutannya. 

Ia menilai bahwa peranan organisasi perempuan memiliki andil yang sangat besar dalam penyelesaian lima isu tersebut. Oleh karenanya, dalam kesempatan ini, Wabup juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik yang siap untuk bisa berkolaborasi dengan berbagai stakeholder untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur Siti Asmah mengaku terkesan dengan Aisyiyah Gresik. Hal ini lantaran Aisyiyah Gresik dinilai sigap dalam penyelenggaraan Musda.

“Agenda kegiatan hari ini adalah pelaporan pertanggungjawaban periode sebelumnya, kemudian penyusunan program kerja yang akan datang, dan pemilihan pimpinan periode 2022-2027. Musda ini sangat penting, karena meletakkan dasar-dasar kiprah Aisyiyah pada periode yang akan datang,” ungkap Siti Asmah. (yad)

Titip 5 Isu Strategis di Musda Aisyiyah, Wabup Gresik Siap Berkolaborasi  Selengkapnya

Zaman Raden Santri Bernama Kampoeng Wunut, Belanda Datang Jadi Kampung Bedilan 

GRESIK,1minute.id –  Bedilan, salah satu kelurahan di Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, JawaTimur. Bedilan memiliki sejarah panjang bagi Kota Gresik yang tahun ini memasuki ke-536. Hari Jadi Kota Gresik diperingati setiap 9 Maret. Penetapannya berdasarkan pada penobatan Sunan Giri  sebagai Kepala Pemerintahan di Bukit Kedaton dengan gelar Prabu Satmata. 

Kampung Bedilan, kawasan perkampungan penduduk pribumi dalam kawasan Bandar Grissee yang berada di tujuh kawasan destinasi, City Tour. Di kawasan Bandar Grissee terdapat Kampoeng Kolonial di Jalan Basuki Rahmat, Kampoeng Pecinan di Jalan Setiabudi, Gresik dan Kampoeng Arab di Jalan Malik Ibrahim, Desa Gapurosukolilo, Gresik. Serta, Kampoeng pribumi, diantaranya Kampoeng Bedilan dan Kampoeng Kemasan. Kawasan di Gresik Kota Lama ini, pusat destinasi wisata di Gresik. Kini ditetapkan sebagai Bandar Grissee itu.

Bandar Grissee yang pusatnya di Jalan Basuki Rahmat itu masuk kelurahan Bedilan. Lalu kenapa bernama Kampung Bedilan? Menurut Muhammad Mahsun, sejarah kampung Bedilan tidak bisa lepas dari sejarah para Waliyullah di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Waliyullah diantaranya, Sayyid Ali Murtadho yang dikenal dengan Raden Santri dengan gelar Raja Pandhita Wunut ini. Beliau anak dari Syekh Ibrahim Zainuddin As-Samaraqandy dengan Dewi Candrawulan, kakak dari Sunan Ampel juga sepupuh dari Syekh Maulana Malik Ibrahim. 

“Raden Santri adalah Kepala Syahbandar Gresik setelah Syekh Maulana Malik Ibrahim wafat,” kata Mahsun di pembukaan Festival Jajanan Kampoeng Londo di Jalan Raden Santri, Kelurahan Bedilan, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Sabtu, 4 Februari 2023. Kepala Syahbandar, kini tugasnya mirip kepala Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP), itu bukan orang sembarangan karena harus memiliki banyak keahlian. 

“(Raden Santri, red) Waliyullah,  juga ahli perdagangan, ahli Administrasi dan ahli terkait tentang kesyahbanran,” terang Mahsun yang juga Ketua MWC Nahdlatul Ulama Kecamatan Gresik itu. Sedangkan Wunut, kata Mahsun, merujuk pada keterangan Syahroni, juru kunci Raden Santri/Raja Pandita Wunut ada nama sebuah pohon. Pandita dulu sebutan bagi seorang memiliki keahlian bidang agama. 

Pohon Wunut, terang Mahsun, tumbuh di daerah gersang, pegunungan, lereng yang berfungsi untuk peneduh dan penahan longsor. “Dulu disini, kata Cak Ni (Syahroni) banyak pohon wunut itu. Sehingga di sebut Kampung Wunut. Tapi sekarang (pohon wunut) sudah tidak ada,” terang cucu almarhum KH Salim Jamhari itu. Raja Pandhita Wunut atau Raden Santri wafat pada tahun 1317 saka/1449 M, 15 Muharram abad ke-8 Hijriah.

Pada 1608 masehi Tentara Belanda tiba di Gresik. Pelabuhan Gresik (Bandar Grissee) cukup ramai perdagangan rempah-rempah di dunia, termasuk Belanda. Kondisi Bandar Grissee yang ramai itu, Belanda mendirikan Loji yang digunakan sebagai tempat tinggal, kantor atau gudang.  “Belanda juga mendirikan pabrik bedil (senjata). Informasi yang Saya dapat gedung DPRD Gresik itu dulunya gudang senjata. Karena itu dinamakan Bedilan,” terang Mahsun. 

Festival Jajanan Kampoeng Londo di Jalan Raden Santri, Gresik ini dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik Syaifudin Ghozali ini dihadiri Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Gresik Choirul Rizal, Camat Gresik Arip Wicaksono, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Gresik Imam Basuki pada Sabtu, 4 Februari 2023. 

Pasar Jajan berakhir Minggu, 5 Februari 2023. Hari pertama, festival Jajanan kali pertama riuh. Aneka makanan khas Indonesia dam Gresik yang langka bisa dinikmati oleh warga. Diantaranya, Putri Mandi, Icak-icak Cetot, Karak Bali Belut,  Ketan Bali, Masin hingga Endog Bader. Penasaran datang sekarang mumpung belum kehabisan ya! (yad) 

Zaman Raden Santri Bernama Kampoeng Wunut, Belanda Datang Jadi Kampung Bedilan  Selengkapnya

Petrokimia Gresik Bekali 44 Mahasiswa Bestro Pelatihan Entrepreneurship & Mental Health 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik anak usaha Pupuk Indonesia membekali puluhan mahasiswa BESTRO dengan softskill “Entrepreneurship & Mental Health”, sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul bagi masyarakat Gresik di masa depan. 

Pelatihan softskill yang dikemas melalui program “Welcoming BESTRO” ini dilaksanakan di Gresik, Jawa Timur, selama dua hari, baru-baru ini. 

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Budi Wahju Soesilo mengatakan bahwa Petrokimia Gresik dalam menjalankan operasional bisnis tidak hanya berfokus dalam menghasilkan produk dan layanan Solusi Agroindustri terbaik, tetapi juga berkomitmen untuk memajukan SDM di tanah air khususnya di Gresik melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), salah satunya melalui jalur Beasiswa Petrokimia Gresik atau yang lebih dikenal dengan nama ‘BESTRO’.

“Menciptakan penerus generasi Gresik yang unggul dan tangguh dalam menghadapi segala tantangan serta perubahan di masa depan, harus dipersiapkan dari sekarang. Karena itu, fasilitas yang diberikan Petrokimia Gresik melalui BESTRO ini komprehensif, mulai dari beasiswa sejak tahun pertama Pendidikan sampai dengan kelulusan bagi pelajar dan mahasiswa berprestasi asal Gresik, serta memberikan pembekalan softskill, kemudahan untuk magang dan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Petrokimia Gresik,” tandas Soesilo pada pembukaan acara menyampaikan.

Pembekalan kali ini, diikuti oleh 44 mahasiswa S1 program BESTRO angkatan 2019 – 2022. Mahasiswa ini berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Para peserta mendapatkan materi mengenai pengalaman dan apa yang dibutuhkan dalam menjalani kuliah S2 di luar negeri oleh Enta Fadila Tapisah, seorang content creator travel dan edukasi lulusan University of Glasgow, Skotlandia.

Pemateri berikutnya adalah Indra Rinaldy dan Siti Sholikah,  owner Panda Lovely Grup. Sebagai couplepreneur, keduanya berhasil mengembangkan bisnis rumahan menjadi cosmetic company store yang saat ini memiliki 11 cabang di Jawa Timur. Tips-tips membangun usaha dan menjaring relasi diberikan sebagai modal menjadi entrepreneur bagi penerima BESTRO.

Pada hari kedua, materi talkshow diisi oleh dr. Hafid Algristian, Sp.KJ. ia merupakan psikiater dan dosen yang aktif dalam mendukung kesehatan mental generasi muda.Tidak hanya dibekali dengan materi, pada acara ini peserta dibimbing membuat project atau aksi sosial dengan melalui program “Youth Action by BESTRO”.

“Para pembicara yang dihadirkan memiliki pengalaman dan ilmu yang menginspirasi. Hal ini harus diserap oleh mahasiswa BESTRO untuk selanjutnya bisa direalisasikan dalam sebuah kegiatan nyata. Para mahasiswa harus bisa menerapkan ilmu yang didapatkan pada saat mengabdi di tengah masyarakat nanti,” ujar Soesilo.

Sementara salah satu mahasiswa BESTRO sekaligus peserta pembekalan, Meriana Dwi Jayanti mengaku bersyukur bisa mendapatkan kesempatan menerima BESTRO. Mengingat benefit yang dirasakannya sangat banyak, mulai dari biasiswa biaya pendidikan dan biaya hidup, berbagai pelatihan peningkatan softskill, kesempatan terlibat dalam social project, serta kemudahan dalam proses pengajuan magang.

“Tentu beasiswa ini sangat memotivasi saya untuk berprestasi di bangku kuliah. Petrokimia Gresik memberikan kebebasan penuh kepada penerima BESTRO, apakah melanjutkan pendidikan lebih tinggi saat lulus S-1, atau bekerja dimanapun,” tandas mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jurusan Ilmu Komunikasi itu.

BESTRO S1 telah dijalankan oleh Petrokimia Gresik sejak tahun 2012. Sampai dengan saat ini penerima program BESTRO sebanyak 139 orang. 94 orang diantaranya telah menyelesaikan kuliah S1.

“Dengan akses pendidikan yang baik, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima BESTRO sehingga nantinya kesejahteraan dapat meningkat. Lulusannya pun bisa menjadi pemimpin Gresik masa depan yang unggul dan inspiratif,” tutup Soesilo. (yad)

Petrokimia Gresik Bekali 44 Mahasiswa Bestro Pelatihan Entrepreneurship & Mental Health  Selengkapnya