Jaga Kualitas Udara, DLH Gresik Pasang 10 Alat Pemantau Kualitas Udara Real-time

GRESIK,1minute.id – Ribuan industri skala kecil hingga besar berdiri di Kabupaten Gresik sehingga mendapatkan julukan sebagai Kota Industri. Bagaimana upaya Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik menjaga kualitas udara agar tetap baik. Di antaranya, pemasangan Air Quality Monitoring System atau AQMS. 

AQMS merupakan sistem pemantau kualitas udara yang bekerja secara real-time,  selama 24 jam non stop. Untuk mengetahui tingkat pencemaran udara, AQMS menggunakan berbagai jenis sensor untuk mengukur parameter kualitas udara. Seperti PM10, PM2.5, SO2, NO2, O3, HC, dan CO. 

Data yang terkumpul kemudian di proses secara otomatis oleh sistem untuk menghasilkan informasi yang relevan dan akurat. Saat ini di Kabupaten Gresik terdapat 10 titik alat pemantau kulitas udara dimana lokasinya tersebar dibeberapa wilayah di Kabupaten Gresik.

Sepuluh titik alat pemantau kualitas udara itu, yakni,  AQMS milik Pemkab Gresik di Kantor Kecamatan Gresik, Kantor Kecamatan Cerme, Kantor Kecamatan Panceng, Kantor Kecamatan Driyorejo, Kantor Kecamatan Wringinanom, area Terminal Bunder.

Kemudian, AQMS di area Kantor Bupati Gresik yang merupakan hasil kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan Pemkab Gresik. Serta AQMS di Kawasan Industri Gresik, Maspion Industrial Estate dan PT. Freeport Indonesia yang merupakan hasil kerjasama Pemkab Gresik bersama perusahaan.

Kepala DLH Gresik Sri Subaidah, mengungkapkan bahwa keberadaan AQMS sangat membantu pihaknya dalam memantau kualitas udara secara langsung. “Kalau ada wilayah yang kualitas udaranya menurun, kami bisa langsung turun ke lapangan untuk memetakan penyebabnya dan mencari solusi dengan cepat,” ujarnya kepada wartawan pada Senin, 25 November 2024.

Selain pemantauan udara, DLH Gresik juga memiliki berbagai program untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Program-program tersebut meliputi pemantauan emisi usaha, uji emisi kendaraan, penegakan hukum lingkungan, hingga sosialisasi dan edukasi bagi pelaku usaha terkait pengelolaan dampak emisi.

Dalam rangka memperluas ruang terbuka hijau atau RTH, DLH Gresik juga gencar melakukan penanaman pohon, pengembangan taman kota, serta kolaborasi dengan berbagai pihak untuk penghijauan, termasuk penanaman mangrove. Upaya ini bertujuan untuk memenuhi ketentuan RTH sesuai regulasi.

DLH Gresik juga berkomitmen untuk mengurangi aktivitas pembakaran sampah dengan menyediakan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan TPS 3R (Reuse, Reduce dan recycle). “Kami ingin meminimalisir pembakaran sampah oleh masyarakat dengan memberikan solusi pengelolaan sampah yang lebih baik,” tambah Sri Subaidah.

Dengan berbagai upaya tersebut, Kabupaten Gresik menunjukkan bahwa industrialisasi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan. Keberadaan AQMS dan berbagai program pendukung DLH menjadi bukti nyata komitmen Gresik dalam menjaga kualitas udara. (yad)

Jaga Kualitas Udara, DLH Gresik Pasang 10 Alat Pemantau Kualitas Udara Real-time Selengkapnya

Potensi Mencemari Pantai, Mahasiswa dan Nelayan Pulau Bawean, Gresik Tolak Tambak Udang

GRESIK,1minute.id – Air pantai perbatasan Desa Kepuh Legundi dan Desa Sidogedung Batu, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur terlihat bening. Airnya berwarna biru. Sesekali terdengar deburan ombak. Suasana pantai yang masih “perawan” yang asri dan alami itu terancam sulit ditemukan lagi.

Sebab, di dekat pantai itu dikabarkan akan berdiri tambak udang. Luasnya 3 hektar. Air pantai pun berpotensi tercemar bila ada aktivitas budidaya tambak di sekitar pantai tersebut. Kondisi itu, membuat puluhan mahasiswa dan nelayan Pulau Bawean, Kabupaten Gresik resah. 

Massa gabungan yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Masyarakat dan Nelayan (AMMAN) menggelar unjukrasa pada Rabu, 16 Oktober 2024. Ada tiga tuntutan yang mereka suarakan. Yakni, Menolak terjadinya tambak udang sampai kapanpun ; Mengecam sikap pemimpin yang telah ikut mengesahkan izin dan berada pada pihak pengelola tambak udang dan Mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap tambak udang yang dinilai merusak ekosistem laut setempat. 

Sekitar pukul 09.00WIB, massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Masyarakat dan Nelayan (AMMAN) tiba sebuah pantai yang berbatasan antara Desa Desa Kepuh Legundi dan Desa Sidogedung Batu, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Mereka kemudian melakukan orasi secara bergantian sambil membentangkan spanduk bertuliskan “Tolak Tambang Udang”. 

Koordinator AMMAN Maqduratul Marifah, penolakan terhadap tambak udang karena merugikan nelayan dan masyarakat sekitar lokasi. “Proyek itu diduga telah menagabaikan dampak negatifnya terhadap lingkungan,” kata Dira-sapaan-Maqduratul Marifah dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Rabu, 16 Oktober 2024. 

Aksi penolakan proyek udang ini kali kedua dilakukan oleh warga Pulau Bawean. Tambak udang yang akan dibangun di Sidogedungbatu. Selain khawatir pencemaran lingkungan, proyek udang itu juga dikhawatirkan memicu konfilk horisontal antara masyarakat nelayan dan petambak. Karena itu, Amman mendesak proyek tambak udang agar dihentikan. (yad)

Potensi Mencemari Pantai, Mahasiswa dan Nelayan Pulau Bawean, Gresik Tolak Tambak Udang Selengkapnya

KKP Canangkan Kampung Budidaya Ikan Bandeng, Target Produksi 2024 sekitar Rp 4 Triliun 

GRESIK,1minute.id – Kampung Budidaya Ikan Bandeng resmi dilaunching oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budidaya TB Haeru Rahayu bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Kampung Budidaya Ikan Bandeng itu berada di Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. 

Dalam sambutannya, Dirjen Perikanan Budidaya TB Haeru Rahayu mengatakan pencanangan kampung perikanan budidaya merupakan kebijakan yang telah dituangkan dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 64 Tahun 2021 tentang Kampung Perikanan Budidaya.

Hal tersebut merupakan implementasi dari program terobosan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pada 2021-2024. Tujuannya, memajukan sektor kelautan dan perikanan Indonesia. Dua dari tiga program terobosan yang dicanangkan tersebut menjadi tanggung jawab Dirjen Perikanan Budidaya (DJPB). Salah satunya adalah subsektor perikanan budidaya yaitu pengembangan budidaya berbasis pada ekspor dengan empat komoditas yang akan dikembangkan. “Antara lain, Ikan Bandeng,”kata Haeru Rahayu pada Minggu, 27 Maret 2022.

PANEN IKAN BANDENG: (ki-ka) Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Dirjen Perikanan Budidaya TB Haeru panen ikan bandeng dalam pencanangan kampung perikanan budidaya ikan bandeng di Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik pada Minggu, 27 Maret 2022 ( Foto : Prokopim Gresik for 1minute.id)

Pencanangan kampung perikanan budidaya Ikan bandeng dihadiri Analis Ekekutif Senior Grup Riset Sektor OJK, Edi Setijawan, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Anggota DPRD dari Partai Nasdem, Musa, Perwakilan Bea Cukai, Perwakilan Bank BNI, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Gresik Khoirul Anam, Kepala Desa Pangkah WetannSyaifullah Mahdi, dan Kelompok Pembudidaya ikan kampung perikanan budidaya bandeng.

Menurut data, lanjut Haeru Rahayu, pada 2020 Kabupaten Gresik memproduksi ikan bandeng sebanyak 87,12 ribu ton dengan total nilai produksi sebesar Rp 1,4 triliun. Pada 2021, produksi ikan bandeng meningkat hingga 90,38 ribu ton dengan total nilai produksi mencapai Rp 1,43 triliun. “Kita targetkan pada 2024 harus bisa mencapai Rp 4 triliun,”kata Haeru.
Ia berharap bagaimana peningkatan produksi harus terjadi serta pemasaran yang efektif dan efisien.

“Margingya tidak lari kemana namun berpihak ke pembudidaya ekspornya harus dari sini dengan demikian salah satu indikator suksesnya kampung perikanan budidaya yang dicanangkan oleh KKP sudah terbukti dan terlihat dari hulu hingga hilir,”ujarnya. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menambahkan sektor perikanan bisa beradaptasi dengan kondisi Pandemi. Indikatornya, produktivitas masih sekitar 80 ribu ton per tahun masih bisa dihasilkan dari sektor perikanan.

“Setelah dicanangkannya kampung perikanan budidaya ini tentunya Pemerintah Daerah tidak hanya diam di sini. Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat akan terus berkolaborasi untuk lahan 28 ribu hektar yang tersebar di Kabupaten Gresik sudah dicanangkan oleh KKP sebagai kampung Bandeng,”ujar Bupati berusia 36 tahun itu.

Untuk itu, pihaknya akan fokus dalam ekosistem perikanan yang tentunya tujuannya untuk kesejahteraan khususnya pembudidaya ikan bandeng yang nantinya manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. “Tidak hanya itu pemkab juga bekerjasama dengan Bea Cukai, Diskoperindag yang mendorong hasil olahan ikan bandeng,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad sambil mencontohkan Bandeng Mentari (Bandeng Tanpa Duri) sudah di ekspor ke Jepang. 

“Ekspor Bandeng Mentari itu sudah menunjukkan kualitas produk olahan Ikan Bandeng di Gresik sangat luar biasa,”puji Bupati Fandi Akhmad Yani. Usai pencanangan  dilanjutkan dengan pemberian bantuan dari  Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP)  berupa 1 unit ekskavator, 10 unit pompa air, 1 paket sarana pengolahan kesehatan ikan, 4 paket pengelolaan irigasi tambak partisipatif, kepada kelompok pembudidaya ikan kampung perikanan budidaya ikan bandeng. (yad)

KKP Canangkan Kampung Budidaya Ikan Bandeng, Target Produksi 2024 sekitar Rp 4 Triliun  Selengkapnya

Populasi Rusa Bawean Bertambah Satu Ekor Bernama Nisfu Syaban

GRESIK,1minute.id – Rusa Bawean di tempat penangkaran di Batu Gebang, Desa Pudakit Timur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik bertambah satu ekor.  Anak rusa itu diberi nama Nisfu Syaban. Nama itu disematkan karena anak rusa bernama latin Axis Kuhli itu lahir tepat pada malam Nisfu Syakban atau Jumat, 18 Maret 2022.

Bertambahnya satu ekor hewan langka yang pernah menjadi maskot Asian Games 2018 lalu membuat bahagia bagi masyarakat di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean dan masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Sebab, bertambahnya hewan yang dilindungi itu populasi Rusa Bawean semakin bertambah banyak. 

Kepala Resor (area sektor) konservasi Wilayah 11 Pulau Bawean Nur Samsi membenarkan lahirnya anak Rusa Bawean. “Iya ada betina rusa yang melahirkan,”kata Nur Samsi dikonfirmasi 1minute.id melalui selulernya pada Minggu, 20 Maret 2022. Kini, tambahnya, Rusa Bawean berjumlah 31 ekor di tempat penangkaran Batu Gebang. “Lebih menyenangkan lagi, populasi Rusa Bawean didominasi betina,”jelas Nur Samsi. 

Untuk diketahui, sejak 1979 Pemerintah Indonesia menetapkan Rusa Bawean sebagai Satwa dilindungi. Pada 2008 Rusa Bawean masuk dalam daftar merah  international union for conservation of nature (IUCN) Red List, dengan kategori kritis alias critically endangered. 

Selain itu dikategorikan Appendix I Cities (convervation on international trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora). Artinya, rusa Bawean tergolong satwa langka yang jumlah di alam sudah sangat sedikit dan terancam punah sehingga tidak boleh diperdagangkan. 

Pada 2009, hasil pengamatan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebut jumlah Rusa Bawean diperkirakan berjumlah 600-an ekor. Survei lembaga konservasi pada 2017 , populasi Rusa Bawean ini berkurang ditaksir tersisa 400-an ekor. Miris, mengingat rusa Bawean adalah salah satu dari empat spesies rusa asli Indonesia. 

Di dunia ada 62 jenis rusa dan empat diantaranya endemik di Indonesia. Yakni Rusa Sumbar (cervus unicolor), Rusa Timor (Cervus timorensis) , Rusa Bawean (Axis Kuhli) dan Kijang (muntiacus muntjak). Rusa Bawean memiliki tinggi rata-rata 60-70 cm, panjang tubuh 105-115 cm. Bobot betina 15-25 kg dan jantan 19-30 kg. Ciri khas lainnya,  terlihat pada ekornya yang berwarna coklat  dan keputihan pada lipatan ekor bagian dalam. Panjang ekor sekitar 20 cm.

Ciri lain rusa Bawean memiliki tanduk (rangga) panjang. Tanduk bercabang tiga. Tanduk rusa mulai tumbuh ketika berumur 30 bulan. Tanduk berproses alami patah atau tanggal dan tumbuh lagi. Ketika berumur 7 tahun , rangga tumbuh menjadi tanduk permanen. Keunikan lainnya, rusa merupakan “binatang malam”, lincah dan tajam penglihatan malam hari. Rusa bawean mulai menjelajah habibat untuk mencari makan mulai pukul 17.00 hingga tengah alam. Pada siang hari, umumnya digunakan istirahat dan tidur . 

Menurut Nur Syamsi, saat ini populasi Rusa Bawean diperkirakan sekitar 300 ekor. Mereka hidup lahan konservasi seluas  4.556,6 ha. Hampir separoh luas Pulau Bawean. Dilahan konservasi itu selain Rusa Bawean ada Babi Kutil, Landak dan Elang. (yad)

Populasi Rusa Bawean Bertambah Satu Ekor Bernama Nisfu Syaban Selengkapnya

Bila Lancar Perbaikan Jembatan Kacangan Benjeng Dimulai Akhir April 2022

NEKAT : Pengendara motor melintas diatas jembatan Kacangan di Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik pada Senin, 28 Februari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id –  Apa kabar jembatan Kacangan. Jembatan patah pada Minggu, 19 Desember 2021. Jembatan yang patah itu menghubungkan Desa Bulurejo dan Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. 

Sejumlah rambu-rambu larangan melintas di pasang di dua sisi. Di Dusun Kacangan, Desa Bulurejo dipasang gedhek (anyaman bambu) separuh lebar jembatan. Namun, karena jembatan tersebut vital bagi masyarakat sehingga mereka nekat menerobos menyeberangi jembatan patah itu. Pada Senin, 28 Februari 2022, selama 30 menit wartawan 1minute.id berada di lokasi jembatan patah itu. Kurang lebih 50-an sepeda motor lalu lalang di atas jembatan tersebut. 

NAIK DAN TURUN : Kondisi Jembatan Kacangan menghubungkan Desa Bulurejo dan Gluranploso, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik pada 28 Februari 2022 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Menyeberangi jembatan itu harus ekstra hati-hati karena naik dan turun. Kemiringan badan jembatan itu sekitar 30-45 derajat. “Terpaksa karena jalan alternatif jauh dan rusak,”kata Syukur, salah satu pengendara pada Senin, 28 Februari 2022. Sambil membawa ronjot sayur lelaki 49 tahun itu terlihat tanpa waswas menyeberangi jembatan diatas aliran Kali Lamong itu. Pengendara motor bisa melintas diatas jembatan karena lubang menganga di tambal batang kayu. Sehingga dengan mudah pengendara motor bisa melintas diatas jembatan patah itu. Apalagi, tidak ada petugas yang menjaga di sekitar itu.

Hasil investasi dan kajian tim ahli Pemkab Gresik, diduga penyebab jembatan Kacangan itu patah karena tebing longsor menghantam pondasi jembatan sehingga meruntuhkan pilar jembatan. Tidak ada kesalahan desain dan murni karena faktor alam.

PATAH : Kondisi bagian tengah jembatan Kacangan melintas diatas aliran Kali Lamong yang patah pada Senin, 28 Februari 2022 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman mengatakan Pemkab Gresik menganggarkan Rp 15 miliar untuk perbaikan jembatan Kacangan itu. Saat ini, kata Washil, sudah masuk Badan Layanan Pengadaan (BLP) untuk proses verifikasi dokumen.  “Kalau lancar akhir April ini mulai pekerjaan,”kata mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Senin, 28 Februari 2022. (yad)

Bila Lancar Perbaikan Jembatan Kacangan Benjeng Dimulai Akhir April 2022 Selengkapnya

DLH Bakal Kolaborasi Bangun TPST Berkapasitas 100 Ton Per Hari

GRESIK,1minute.id – Mesin pengolah sampah di TPA Ngipik itu masih berdiri kokoh. Meski, sebagai cat besi ada yang mulai memudar dan berkarat. Wartawan 1minute.id mencoba melihat dari dekat pengolah sampah itu. Namun, sampai pukul 14.30 tidak terdengar mesin pengolah sampah itu menderu. Corong terbuat mirip terpal yang biasa digunakan “memuntahkah” hasil pengolahan diikat ke atas. Seharusnya corong itu ujungnya ke bawah.

Tidak ada satu pun orang di sekitar mesin pengolah sampah itu. Hanya ada dua truk yang parkir di sekitar mesin pengolah sampah milik Semen Indonesia Foundation itu. Lahan TPA Ngipik dengan luas sekitar 9 hektare itu aset perusahaan plat merah, penghasil semen. Mesin pengolah sampah itu didatangkan dari Jerman. 

BUKIT SAMPAH : Begini kondisi sampah di TPA Ngipik, Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Konon kemampuannya bisa mengolah sampah menjadi tanah uruk, komposer, dan plastik (bahan bakar). Kalau mesin pengolah sampah tersebut berjalan maksimal, semua sampah di TPA Ngipik dapat dimanfaatkan. Bukit sampah yang menggunung di TPA Ngipik semakin berkurang. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik volume sampah yang dibuang di tempat pembuangan akhir (TPA) berlokasi di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik itu mencapai antara 200 ton sampai 300 ton per hari.

Kepala DLH Gresik Mokh Najikh mengatakan, pihaknya akan berencana membangun dua tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Kota dan Gresik Selatan. “Bila dua pabrik pengolahan sampah bisa beroperasi maksimal masing-masing bisa mengolah 100 ton sampah per harinya,”kata Najikh dikonfirmasi melalui selulernya pada Sabtu, 22 Januari 2022. (yad)

DLH Bakal Kolaborasi Bangun TPST Berkapasitas 100 Ton Per Hari Selengkapnya

Gresik Sabet Anugerah Layanan Investasi atas Penilaian Kinerja PTSP dan PPB 2021

GRESIK, 1minute.id – Satu lagi penghargaan diraih Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Penghargaan teranyar itu adalah Anugerah Layanan Investasi 2021 atas Penilaian Kinerja PTSP dan Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) 2021. Kabupaten Gresik meraih kategori terbaik. Penghargaan diserahkan oleh Presiden Joko Widodo di Ballroom Hotel Ritz-Carlton, Jakarta Selatan pada Rabu, 24 November 2021. 

Ketidakpastian global yang selama ini terjadi memiliki dampak besar bagi perekonomian negara. Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya realisasi investasi, karena investasi merupakan jangkar pemulihan ekonomi. Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan sekaligus membuka Rapat Koordinasi Nasional dan Anugerah Layanan Investasi 2021 di Ballroom Hotel Ritz-Carlton, Jakarta Selatan pada Rabu, 24 November 2021.

 ”Investasi menjadi jangkar pemulihan ekonomi karena kita kalau terlalu berfokus pada APBN, defisit kita ini, meskipun saya tahu Bu Menkeu ini sangat prudent, sangat hati-hati dalam mengelola APBN kita. Oleh sebab itu, yang di luar APBN ini harus digerakkan, kembali lagi, investasi,”kata Presiden Jokowi.

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Kabupaten Gresik menjadi Kabupaten Terbaik dalam Anugerah Layanan Investasi 2021 atas Penilaian Kinerja PTSP dan Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) 2021.  

Pada kesempatan tersebut, Kepala Negara meminta seluruh jajarannya untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh investor tanpa terkecuali. ”Dilayani saja belum tentu investor datang mau berinvestasi apalagi tidak dilayani dengan baik. Oleh sebab itu, pola-pola lama, hal-hal yang jadul semua harus mulai kita tinggalkan. Berikan pelayanan yang terbaik baik itu investor kecil, yang namanya usaha kecil itu juga investor, jangan keliru,”ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini.  

Presiden menuturkan bahwa kemudahan perizinan merupakan salah satu bentuk pelayanan pemerintah terhadap investor. Presiden menilai, kehadiran para investor sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. ”Kalau investornya dari luar berarti membawa uang ke sini, artinya peredaran uang akan makin besar dan itu akan menimbulkan efek nanti ke daya beli masyarakat juga akan naik, konsumsi masyarakat akan naik, pertumbuhan ekonomi juga akan naik,”tutur mantan Wali Kota Solo itu.

Di samping itu, Presiden mengapresiasi pemerintah provinsi dan daerah yang telah mendapatkan penghargaan untuk investasi, baik realisasi investasi, maupun urusan perizinan. ”Saya senang tadi ada kementerian/lembaga, provinsi, kabupaten/kota, yang mendapatkan anugerah untuk investasi, baik realisasi investasi maupun urusan perizinan. Urusan pelayanan perizinan bagus, seperti tadi di Jawa Tengah, tapi realisasi investasi bagus di Jawa Barat,”katanya.

Presiden juga mengingatkan bahwa investasi yang saat ini dibutuhkan oleh Indonesia adalah investasi barang jadi atau barang setengah jadi. Hal ini dilakukan supaya Indonesia mendapatkan nilai tambah yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi, pendapatan, dan daya beli masyarakat. ”Ekonomi kita yang sebelumnya berbasis bahan mentah dari sumber daya alam kita, ini akan satu per satu memang harus ada transisinya satu per satu akan kita stop, masuk ke setengah jadi, masuk ke barang jadi. Menjadi industri yang mendorong nilai tambah,”ucap Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden antara lain Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Selain itu, hadir sebagai penerima penghargaan antara lain Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif.

Terpisah, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Gresik Reza Pahlevi mengatakan, Pemkab Gresik meraih juara pertama dalam Anugerah Layanan Investasi 2021 atas Penilaian Kinerja PTSP dan Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) 2021. (yad)

Gresik Sabet Anugerah Layanan Investasi atas Penilaian Kinerja PTSP dan PPB 2021 Selengkapnya