Tradisi Jelang HPN, PWI Gresik Kolaborasi Lintas Sektor Lakukan Penghijauan di Bantaran Kali Lamong

GRESIK,1minute.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik melakukan penanaman ratusan pohon produktif di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada Senin, 2 Februari 2026. Aksi nyata pelestarian lingkungan hasil kolaborasi lintas sektor dari instansi pemerintah dan perusahaan di Kota Industri, sebutan lain, KabupatenGresik.

Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono mengatakan, kegiatan penanaman pohon bertajuk “Satu Pohon Sejuta Manfaat” ini rutin digelar PWI Gresik setiap tahun dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN). Pihaknya berkomitmen menjadi bagian dari solusi konkret dalam upaya pelestarian lingkungan sekaligus menjaga keberlanjutan kehidupan.

Pada kegiatan tahun ini, sebanyak 400 pohon produktif ditanam. Terdiri dari mangga, nangka, jambu air, jambu kristal, dan alpukat. Pemilihan pohon produktif tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperkuat mitigasi bencana alam di kawasan rawan banjir, tetapi juga sebagai dukungan terhadap program ketahanan pangan pemerintah.

“Penanaman pohon ini menjadi agenda rutin PWI Gresik setiap tahun, sebagai rangkaian peringatan Hari Pers Nasional dan HUT PWI. Tidak hanya menulis saja, kita juga turut andil dalam langkah kecil menjaga lingkungan. Mudah-mudahan bermanfaat untuk lingkungan,” kata Deni.

Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan dan kerja sama berbagai pihak. PWI Gresik menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh, antara lain Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Kecamatan Cerme, Desa Jono.

Juga kepada.manajemen perusahaan, PT Freeport Indonesia, SKK Migas Jabanusa, PGN Saka, Petronas, Prima Energi Baweran, PT Smelting, Bank Jatim, PT Petrokimia Gresik, PT Indospring Tbk, PT PLN Nusantara Power UP Gresik, PT Cargill Indonesia, PT Wilmar Nabati Indonesia, PT BKMS/JIIPE Gresik, serta Aston Gresik.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, langkah nyata PWI Gresik ini selaras dengan program prioritas pemerintah daerah dalam Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik dalam penanggulangan banjir Kali Lamong sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Tentu yang pertama, kami menyampaikan apresiasi atas inisiasi penanaman pohon yang rutin dilakukan PWI Gresik setiap tahun. Tahun lalu di Ngargosari, sebelumnya di daerah lain juga. Artinya PWI Gresik istiqomah, mendukung kesinambungan dalam menjaga lingkungan dengan penanaman pohon. Setiap pohon yang ditanam akan men-support oksigen di Gresik,” tandasnya.

Washil menyebut, 5 ribu hektar di wilayah perkotaan sudah menjadi kawasan industri. Untuk itu, penanaman pohon ini menjadi sangat penting untuk mendukung kebutuhan oksigen bagi Kota Gresik. “Sekali lagi saya sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PWI Gresik, perusahaan dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini,” tutupnya.

Ditempat yang sama, Kepala Desa (Kades) Jono Asrun menyampaikan terima kasih karena penanaman pohon PWI Gresik tahun 2026 ini dipusatkan di Desa Jono. Daerah yang berada di bantaran Sungai Kali Lamong dan berada di bayang-bayang banjir setiap tahun.

“Untuk diketahui, 3/4 wilayah kami dikelilingi Kali Lamong. Dengan adanya penanaman pohon ini, mudah-mudahan bermanfaat khususnya untuk penguatan tanggul Desa Jono, meminimalisir tanggul jebol akibat luapan Kali Lamong,” tukas Asrun.

Asrun bercerita, tanggul Desa Jono pernah jebol dan mengakibatkan permukiman warga tergenang 2 minggu. “Itu bukan waktu yang sebentar, efeknya banyak. Warga banyak yang sakit dan mobilitas terganggu,” tandasnya. “Untuk itu, saya atas nama warga Desa Jono menghaturkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada seluruh pihak dalam penanaman pohon di desa kami,” sambung Asrun memungkasi.

Acara penanaman pohon dihadiri Wakapolres Gresik Kompol Sabdha Purusha, Kasdim 0817 Mayor Inf. Siari, Forkopimcam Cerme, PKDI Cerme, dan perwakilan dari perusahaan-perusahaan. Hal ini menunjukkan aksi nyata penghijauan lingkungan berbasis kolaborasi.

Mengutip Meta AI, sebatang pohon dapat menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis, yang menggunakan energi dari sinar matahari untuk mengubah karbon dioksida dan air menjadi glukosa dan oksigen.

Jumlah oksigen yang dihasilkan oleh sebatang pohon dapat bervariasi tergantung pada jenis pohon, ukuran, dan kondisi lingkungan. Namun, berikut adalah beberapa perkiraan tentang jumlah oksigen yang dihasilkan oleh sebuah pohon:

– Sebatang pohon yang berusia 1 tahun dapat menghasilkan sekitar 10-20 kilogram oksigen per tahun.

– Sebatang pohon yang berusia 10 tahun dapat menghasilkan sekitar 100-200 kilogram oksigen per tahun.

– Sebuah pohon yang berusia 50 tahun dapat menghasilkan sekitar 1.000-2.000 kilogram oksigen per tahun.

Dalam satu hari, sebatang pohon dapat menghasilkan sekitar 2-5 kilogram oksigen. Jadi, jika kita asumsikan bahwa sebatang pohon dapat menghasilkan 3 kilogram oksigen per hari, maka dalam satu tahun, pohon tersebut dapat menghasilkan sekitar 1.095 kilogram oksigen.

Namun, perlu diingat bahwa jumlah oksigen yang dihasilkan oleh sebatang pohon juga tergantung pada faktor-faktor lain seperti intensitas sinar matahari, suhu, kelembaban, dan ketersediaan nutrisi. Oleh karena itu, angka-angka di atas hanya merupakan perkiraan dan dapat bervariasi tergantung pada kondisi lingkungan.

Dalam konteks ini, sebatang pohon dapat menyediakan oksigen untuk sekitar 2-4 orang per hari, tergantung pada jumlah oksigen yang dihasilkan dan kebutuhan oksigen manusia. Namun, perlu diingat bahwa pohon tidak hanya menghasilkan oksigen, tetapi juga memiliki banyak manfaat lain seperti menyediakan makanan, tempat tinggal, dan perlindungan dari erosi.

Bila PWI Gresik menanam 400 pohon dan semua hidup, telah menyediakan oksigen  sekitar 1.600 orang. Karena setiap pohon dapat menyediakan oksigen untuk sekitar 2-4 orang per hari. Yuk kita tanam pohon. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Tradisi Jelang HPN, PWI Gresik Kolaborasi Lintas Sektor Lakukan Penghijauan di Bantaran Kali Lamong Selengkapnya

TMA Tren Naik, Kali Lamong Siaga Merah

GRESIK,1minute.id – Tinggi muka air atau TMAKali Lamong semakin tinggi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Gresik menginggatkan kepada warga yang berada di daerah aliran sungai atau DAS Kali Lamong meningkatkan kewaspaan banjir. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik  BPBD Gresik F.X. Driatmiko Herlambang mengatakan, pihaknya bersama para relawan meningkatkan pemantauan sepanjang Kali Lamong. “Sebab, TMA cenderung meningkat. Bahkan, ada sudah menyentuh siaga merah,” ujar Miko-sapaan-F.X. Driatmiko Herlambang pada Kamis, 2 Januari 2024. 

Curah hujan yang tinggi di bagian hulu Kali Lamong yakni Mojokerto dan Lamongan membuat kecenderungan TMA di Gresik mulai dari Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme hingga Kebomas tren meningkat. “Ditambah dengan air laut pasang sehingga air dari Kali Lamong tidak mengalir ke laut,” ujarnya.

Dalam pantauan manual yang dilakukan oleh BPBD dan relawan pada Selasa, 2 Januari 2025 mulai pukul 00.00 hingga pukul 12.00 WIB, tinggi muka air naik nyaris 1 meter tepatnya 0,7 meter. Pukul 00.00 WIB TAM 3,9 meter, pada pukul 12.0p WIB TMA 4,60 meter. 

“Siang tadi hulu Kali Lamong di Desa Bengkelolor, Benjeng siaga merah,” terang Miko. Ia mengatakan, normalisasi Kali Lamong yang dilakukan Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik berdampak positif bagi warga yang berada DAS Kali Lamong. “Kalau tidak ada retarding basin (kolam penampungan sementara di Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme, Red) mungkin air sudah meluber,” ujarnya.

Pemkab Gresik di masa kepemimpinan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah telah melakukan normalisasi sepanjang Kali Lamong. Meskipun, normalisasi Kali Lamong belum bisa membebaskan warga di sepanjang Kali Lamong dari bencana hidrometeorologi yang sudah bertahun-tahun ini. Namun, sejak normalisasi itu banjir Kali Lamong cepat surut. (yad)

TMA Tren Naik, Kali Lamong Siaga Merah Selengkapnya

Pemkab Gresik Teken Pemanfaatan SDA, Perawatan Sarpar dengan BBWS Bengawan Solo

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik melakukan penandatanganan kerja sama strategis dengan Balai Besar Wilayah Sungai atau BBWS Bengawan Solo.

Nota kerjasama ditandatangani oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dengan Kepala BBWS Maryadi Utama di Ruang Retno Swari lantai 2 Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 20 September 2024. Kerjasama bertujuan meningkatkan pengelolaan wilayah Sungai Bengawan Solo yakni Daerah aliran Sungai atau DAS Kali Lamong di Gresik Selatan dan DAS Bengawan Solo di  Gresik utara ini disaksikan oleh Plt Kepala Bagian Advokasi Biro Hukum Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR Agus Pramono dan Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menegaskan pentingnya peran Sungai Bengawan Solo bagi kehidupan masyarakat di Kabupaten Gresik, baik dari segi ekonomi maupun ekologi. 

“Sungai Bengawan Solo adalah salah satu sumber penghidupan utama bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian, perikanan, dan penyediaan air bersih. Namun, sungai ini juga menghadirkan tantangan besar, terutama dalam hal banjir dan kekeringan yang sering kali berdampak langsung pada masyarakat,” ungkap Aminatun Habibah.

Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Gresik dan BBWS Bengawan Solo ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan prasarana serta sarana pengelolaan wilayah sungai. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan pengelolaan yang lebih terpadu dan berkelanjutan.

“Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memastikan pengelolaan Sungai Bengawan Solo yang lebih optimal demi keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Gresik,” tambah Bu Min-sapaan-Wakil Bupati Aminatun Habibah.

Wabup perempuan pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik mengatakan, sinergi Pemkab Gresik dengan BBWS Bengawan Solo dalam menangani banjir akibat luapan Kali Lamong, yang setiap tahunnya menjadi tantangan di Gresik. Diakui bahwa hingga saat ini banjir masih terjadi, namun intensitas dan durasinya sudah jauh berkurang dibandingkan periode-periode sebelumnya.

“Berkat kerja keras ini, intensitas kejadian banjir terus berkurang dari tahun ke tahun, dan waktu surut banjir juga semakin singkat,” ujarnya. Bu Min mengharapkan kerja sama ini tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga dapat berkontribusi pada masa depan pengelolaan sumber daya air yang lebih baik di Kabupaten Gresik di masa yang akan datang.

“Semoga kerja sama yang kita jalin hari ini menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya pengelolaan wilayah sungai yang lebih baik dan lebih berkelanjutan di masa depan. Kami percaya, dengan langkah bersama ini Kabupaten Gresik akan menjadi lebih maju, aman, dan sejahtera. Lebih dari itu, kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan semakin erat di masa mendatang, demi kesejahteraan masyarakat serta kelestarian lingkungan,” tutupnya.

Hal serupa disampaikan oleh Kepala BBWS Bengawan Solo Maryadi Utama. Disampaikan bahwa penandatanganan ini merupakan bentuk komitmen bersama antara BBWS dengan Pemerintah Kabupaten Gresik terkait pengelolaan sungai.

“Komitmen ini akan meliputi beberapa aspek utama yakni perencanaan pengelolaan sungai yang komprehensif dan berkelanjutan yamg melibatkan berbagai stakeholder. Berikutnya adalah pelaksanaan pembangunan dan infrastruktur pendukung serta menyiapkan kelembagaan dan peraturan terkait pengelolaan Sungai Bengawan Solo,” terangnya.

Ditambahkan juga bahwa komitmen ini juga akan berfokus pada pemanfaatan penggunaan sumber daya sungai yang bijaksana dan berkelanjutan, serta pemeliharaan dan perawatan prasarana agar tetap berfungsi dengan baik dan berkelanjutan. (yad) 

Pemkab Gresik Teken Pemanfaatan SDA, Perawatan Sarpar dengan BBWS Bengawan Solo Selengkapnya

Mitigasi Bencana Banjir, Bupati Gresik Tanam Ribuan Rumput Vetiver di Tanggul Kali Lamong

GRESIK,1minute.id – Ikhtiar pengendalian banjir Kali Lamong terus dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Selain melakukan normalisasi. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani mulai menggalakkan penanaman rumput vetiver di bantaran sungai Kali Lamong pada Selasa, 30 Mei 2023.

Penanaman rumput vetiver di bantaran sungai Kali Lamong dipusatkan Desa Lundo, Kecamatan Benjeng. Sebanyak 1.500 rumput vetiver di tanam secara gotong royong di bagian tanggul sungai Kali Lamong.  Untuk diketahui Desa Lundo, salah satu desa terdampak luapan sungai Lamong saat musim penghujan. Namun sejak dilakukan normalisasi oleh Pemkab Gresik, dampak yang ditimbulkan berangsur berkurang.

Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, bahwa manfaat rumput vetiver selain sebagai penahan banjir dan tanah longsor, juga bisa berfungsi sebagai tanaman yang mengikat sedimentasi tanah. Ia juga mengatakan bahwa penanaman rumput vetiver ini sebagai salah satu langkah mitigasi bencana banjir.

“Akar yang dimiliki tanaman tersebut menghujam ke dalam tanah hingga sekitar enam meter sehingga akar tersebut bisa mengikat unsur yang berada di sekitarnya termasuk pergerakan tanah,” kata Gus Yani.

Dengan penanaman rumput vetiver di Desa Lundo, Gus Yani berharap agar masyarakat dapat mengetahui besarnya manfaat rumput vetiver ini. Sehingga memiliki nilai edukasi bagi masyarakat.

“Manfaat menanam rumput vetiver di bantaran sungai ini lebih besar dibandingkan dengan menanam tanaman lain, seperti pisang, kacang, singkong dan lain sebagainya. Sebab menurut penelitian, tanaman vetiver ini memiliki kemampuan penahan kontur tanah sehingga tanah menjadi kuat dan tidak mudah terjadi abrasi,” katanya.Oleh sebab itu, bupati ingin agar sepanjang sempadan aliran sungai Kali Lamong ditanami rumput vetiver. 

Rumput vetiver merupakan jenis rumput dengan akar yang menyebar dan memiliki kekuatan untuk dapat mempertahankan lapisan tanah atas akibat gerusan air yang mengalir di sungai. Rumput vetiver diklaim dapat mengatasi longsoran tanah sekaligus menyehatkan kembali kondisi struktur tanah dan bisa mengembalikan kualitas air tanah. (yad)

Mitigasi Bencana Banjir, Bupati Gresik Tanam Ribuan Rumput Vetiver di Tanggul Kali Lamong Selengkapnya

Bupati Gresik Ajak Partisipasi Masyarakat Turut Bantu Mitigasi Bencana Hidrometeorologi 

GRESIK,1minute.id – Kali Lamong kembali meluap. Sejumlah desa di dua kecamatan yakni Balongpanggang, Benjeng dan Cerme tergenangi air bah yang berasal dari hulu Kali Lamong berada di Mojokerto maupun Lamongan pada Selasa malam, 14 Maret 2023.

Namun, meluapnya Kali Lamong, kali kedua tahun ini curah tergolong masih tinggi cepat surut. Air “hanya” mampir. Normalisasi Kali Lamong yang dilakukan oleh Pemkab Gresik mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang berada di bantaran Kali Lamong itu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya mitigasi Penanggulangan banjir Kali Lamong. Ia mengungkapkan sejak awal dilantik sebagai Bupati Gresik upaya penanganan dilakukan melalui APBD berupa pembebasan lahan di bantaran Kali Lamong. 

Langkah lainnya menjalin komunikasi dengan perusahaan sekitar, untuk mengucurkan CSR-nya untuk menormalisasi sungai anak Kali Lamong. “Kita tahu bahwa langkah-langkah ini belum cukup untuk menanggulangi banjir. Oleh karenaya langkah berikutnya yang akan kita lakukan adalah membangun kolam retensi di titik-titik yang menjadi langganan banjir,” terang Bupati Fandi Akhmad Yani ketika menerima kunjungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 15 Maret 2023.

Tim BPPB dipimpin oleh Tenaga Ahli Kepala BNBP Pusat Brigjen TNI Bambang Eko dan Kolonel Agus Marsanto, serta Kasubdit Dukungan Pengerahan SDM BNPB Andria Yuve Rizal. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim Gatot Subroto dan Kepala Pelaksana BPBD Gresik Darmawan.

Dalam kunjungan tersebut BNPB menyerahkan bantuan  dana siap pakai sebesar Rp 250 juta. Dana tersebut merupakan dukungan operasional BNPB dalam penanganan banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Gresik.

Mantan Ketua DPRD Gresik itu melanjutkan, upaya normalisasi Kali Lamong menjalin sinergi dengan semua stakeholder. Termasuk Pemprov Jatim. Menurut Gus Yani, upaya normalisasi Kali Lamong menyoroti belum maksimalnya peran Pemprov Jatim dalam membantu Pemerintah Kabupaten Gresik untuk menjinakkan Kali Lamong. 

“Kita juga terbuka kepada semua pihak untuk bersama-sama kami untuk menuntaskan permasalahan banjir di Kabupaten Gresik. Baik itu dari pusat, dan tentunya harapan juga kepada BPBD Jatim dan Pemprov untuk ikut serta membantu kami menanggulangi bencana,” ujarnya. 

Gus Yani mengajak untuk bersama-sama tanggulangi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Gresik. “Cuaca ekstrim beberapa hari kebelakang benar-benar membawa dampak bagi masyarakat di Kabupaten Gresik. Di wilayah Gresik Selatan, Kali Lamong meluap dan di Pulau Bawean selain banjir juga terjadi tanah longsor. Oleh karenanya, kami sangat berterima kasih atas dukungan dana yang diberikan BNPB hari ini,” katanya. (yad)

Bupati Gresik Ajak Partisipasi Masyarakat Turut Bantu Mitigasi Bencana Hidrometeorologi  Selengkapnya

Tanggul Desa Beton Jebol Lagi, Selebar 4 Meteran

GRESIK,1minute.id – Tanggul Desa Beton, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik kembali jebol pada Senin malam, 20 Februari 2023. Lebarnya sekitar 4 meteran. Lebih lebar dibandingkan kali pertama jebol pada Minggu, 19 Februari 2023.

Lokasi tanggul yang jebol akibat tidak kuat menahan derasnya arus membuat air masuk ke areal persawahan dan sebagian area rumah warga yang menempati tanah kavlingan di Desa itu. Pemerintah desa setempat telah menyiapkan tempat pengungsian bagi warga yang terdampak luapan Kali Lamong tersebut.

“Iya, tanggul (Desa Beton) kembali jebol,” kata Gunawan Purna Admaja dikonfirmasi seluler pada Selasa, 21 Februari 2023. Lokasi tanggul yang jebol, katanya, di lokasi yang baru selesai perbaikan penanggulangan. “Arusnya memang sangat kuat. Deras,” tegas mantan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setkab Gresik itu. 

Akibat tanggul yang jebol itu, puluhan hektar sawah kembali terendam. Air juga masuk ke area tanah kavlingan. “Ada beberapa yang terendam. Kami sudah siapkan tempat evakuasi bagi warga. Lokasinya di Balai desa,” terangnya. Untuk diketahui, Minggu malam tanggul Desa Beton jebol selebar 2 meteran. Air mengalir deras ke areal persawahan. 

Pemkab Gresik menggerahkan dua unit ekskavator untuk melakukan penanggulangan pada Senin, 20 Februari 2023. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Dhianita Tri Astuti, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Darmawan serta Camat Menganti Gunawan Purna Admaja meninjau lokasi penanggulan. Saat itu, kondisi sedang hujan. 

Namun upaya Pemkab Gresik belum bisa menahan derasnya air kiriman dari bagian hulu yakni Lamongan dan Mojokerto itu. Akibat, tanggul kembali jebol. (yad)

Tanggul Desa Beton Jebol Lagi, Selebar 4 Meteran Selengkapnya

Raya Morowudi Terendam Air Luapan Kali Lamong, Nekat Terobos Ratusan Motor Mogok

GRESIK,1minute.id – Banjir luapan Kali Lamong merambah  Kecamatan Cerme dan Menganti. Sejumlah desa di dua kecamatan itu terendam air luapan Kali Lamong itu. 

Di Jalan Raya Desa Morowudi, Kecamatan Cerme ketinggian air setinggi pinggang orang dewasa. Jalan Raya Morowudi pun ditutup untuk semua jenis kendaraan bermotor. Sepeda motor maupun mobil.  Namun, sejumlah pengendara tetap nekat menerobos genangan air itu. Sebab, mereka enggan berputar melewati Benjeng untuk tujuan ke Benowo, Surabaya karena jaraknya berlipat-lipat jauh.

Akibatnya, kendaraan yang mereka naikki mogok karena kemanusukan air.  “Seharusnya tadi saya ambil Utara,  karena ada anak renang saya pilih bagian sisi selatan akhirnya mogok,” kata Rahardian, pengendara Granmax ditemui 1minute.id pada Senin, 20 Februari 2023.

Ia pun harus menuntun kendaraan berbodi bongsor sejauh 200 meteran. “Lumayan pegel,” katanya sambil nyengir.  Jalan Raya Morowudi mulai banjir pada Minggu petang. Intensitas curah hujan tinggi membuat sejumlah desa di aliran Kali Lamong di Gresik kebanjiran sejak Sabtu, 18 Februari 2023. 

TELAGA DADAKAN : Seorang bocah didampingi ibunya berenang di Jalan raya Morowudi, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik terendam luapan Kali Lamong pada Senin, 20 Februari 2023 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Mulai kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme dan Menganti. Air bah selain merendam sawah, rumah dan jalan poros desa. Juga, sejumlah gedung sekolah tergenangi air.  Di Desa Morowudi, diantaranya, halaman SMK Muhammadiyah 7 Cerme tergenangi air setinggi mata kaki orang dewasa. “Sudah banyak berkurang. Biasa air lewat saja,” kata Camat Cerme Umar Hasyim pada Senin, 20 Februari 2023.

Saat ini, imbuhnya, genangan air luapan Kali Lamong hanya tersisa di Desa Morowudi dan Desa Dungus. “Mulai surut,” imbuhnya.  Sementara itu, air bah itu terus mengalir jauh. Air bah merambah di Desa Gadingwatu, Boboh dan Beton. Menurut Camat Menganti Gunawan Purna Admaja mengatakan, untuk Desa Gading Watu karena kondisi desa rendah sehingga menjadi langganan banjir. “Hanya beberapa rumah saja,” kata Gunawan.

Sedangkan, di Desa Boboh, kondisi geografis desa sehingga air yang menggenang tidak bisa keluar. “Untuk yang di Desa Beton karena ada tanggul yang jebol. Tapi, hanya area persawahan yang tergenangi air luapan Kali Lamong,,” kata mantan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setkab Gresik itu. Kondisi genangan air akan cepat surut bila di bagian huli yakni Lamongan dan Mojokerto tidak hujan. “Karena air ini hanya kiriman saja,” katanya.  

Sementara itu, dalam pengamatan wartawan 1minute.id luapan air bah menjadi arena bermain bagi anak-anak. Mereka berenang di air genangan yang menyerupai Telaga dadakan. Sejumlah orang memanfaatkan air banjir untuk membersihkan motor dan memancing. Karena banjir luapan Kali Lamong tahun mendekati tahun politik, sejumlah view “telaga” dadakan “dibanjiri” baliho anggota dewan atau calon anggota dewan. Baliho itu menampilkan senyum manis mereka, sementara rakyat berjalan kaki menerjang banjir. (yad)

Raya Morowudi Terendam Air Luapan Kali Lamong, Nekat Terobos Ratusan Motor Mogok Selengkapnya

Korban Tenggelam di Aliran Kali Lamong Ditemukan Meninggal

GRESIK,1minute.id – Tim pencarian korban tenggelam di aliran Kali Lamong berhasil menemukan dan mengevakusi korban tenggelam di aliran Kali Lamong pada Senin, 26 Desember 2022. Namun, tuhan berkehendak lain, Nanang Kurniawan yang ditemukan pukul 15.00 WIB dalam kondisi meninggal.

Pemuda 27 tahun asal Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Jombang itu ditemukan sekitar 10 meter dari lokasi tenggelam aliran Kali Lamong di Desa Bulangkulon, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik. 

Pencarian korban tenggelam memasuki hari kedua ini dilakukan mulai pagi hari. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik dibantu Tim BPBD Jombang melakukan penyisiran hingga radius 1 kilometer. Sebab, kondisi arus Kali Lamong kuat. Sehingga diperkirakan hanyut. Masyarakat sekitar lokasi musibah di Desa Bulangkulon juga ikut membantu melakukan pencarian.  

Mereka menggunakan perahu karet mengubek-ubek sejumlah tempat yang dicurigai korban tenggelam. Pencarian tanpa kenal lelah akhirnya membuahkan hasil. Korban Nanang Setiawan berhasil ditemukan. Korban dalam kondisi meninggal kemudian dibawah RSUD Ibnu Sina Gresik dengan menggunakan mobil milik BPBD Gresik. “Tadi sekitar pukul 3 sore, korban kami temukan. Korban meninggal,” jelas Kabid Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Gresik FX Driatmiko Herlambang pada Senin, 26 Desember 2022.

Seperti diberitakan Nanang Kurniawan, 27, asal Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Jombang itu tenggelam setelah berhasil menyelamatkan adiknya, Aris Setiawan, 22. Nanang hanyut kemudian tenggelam pada Minggu, 25 Desember 2022 sekitar pukul 09.00 WIB. 

Pagi itu, Nanang dan adiknya, Aris Setiawan bersama 10 temannya berangkat dari Jombang untuk mencari biawak atau nyambek. Mereka mempunyai hobi sama, berburu binatang reptil biawak. Nanang dan Aris memilih tempat berburu biawak di bantaran aliran Kali Lamong di Desa Bulangkulon. Saat itu, kabarnya tembakan Aris berhasil mengenai biawak. Karena hewan reptil itu kabur Aris mengajarkan. Nahas, pemuda 22 tahun itu terpeleset dan kecebur Kali Lamong. 

Informasi lain, Aris setelah berburu biawak kemudian mencuci tangan di bantaran Kali Lamong itu. Musim hujan, bantaran Kali Lamong licin. Aris pun tercebur. Nanang melihat adiknya, Aris tercebur berusaha menolong. Ia melompat masuk Kali Lamong yang kondisi arus cukup kuat tersebut. Nanang berhasil menyelamatkan adiknya, Aris.

Namun, kondisi arus Kali Lamong yang kuat membuat tubuh pemuda 27 tahun itu terseret arus. Nanang pun tenggelam. Kabar ada orang tenggelam cepat menyebar. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik melakukan upaya pencarian. Hingga menjelang Magrib, upaya pencarian belum membuahkan hasil. 

Hingga siang pukul 13.10 WIB tim pencarian masih belum berhasil menemukan korban Nanang.  “Kita lanjutkan hari ini (Senin, 26/12/2022). Mohon doanya bisa cepat kami temukan,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Gresik FX Driatmiko Herlambang. (yad)

Korban Tenggelam di Aliran Kali Lamong Ditemukan Meninggal Selengkapnya

Pencarian Hari Kedua, Korban Tenggelam di Aliran Kali Lamong Belum Ditemukan 

GRESIK,1minute.id – Tim pencarian korban tenggelam di aliran Kali Lamong kembali dilanjutkan pada Senin,  26 Desember 2022.. Pencarian hari kedua, korban diduga bernama Nanang Kurniawan ini hingga radius 1 kilometer dari lokasi tenggelam di Desa Bulang Kulon, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik. 

Pemuda 27 tahun asal Desa Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, Jombang itu tenggelam setelah berhasil menyelamatkan adiknya, Aris Setiawan, 22. Nanang hanyut kemudian tenggelam pada Minggu, 25 Desember 2022 sekitar pukul 09.00 WIB. 

Pagi itu, Nanang dan adiknya, Aris Setiawan bersama 10 temannya berangkat dari Jombang untuk mencari biawak atau nyambek. Mereka mempunyai hobi sama, berburu binatang reptil biawak. Nanang dan Aris memilih tempat berburu biawak di bantaran aliran Kali Lamong di Desa Bulangkulon. Saat itu, kabarnya tembakan Aris berhasil mengenail biawak. Karena hewan reptil itu kabur Aris mengajarkan. Nahas, pemuda 22 tahun itu terpeleset dan kecebur Kali Lamong. 

Informasi lain, Aris setelah berburu biawak kemudian mencuci tangan di bantaran Kali Lamong itu. Musim hujan, bantaran Kali Lamong licin. Aris pun tercebur. Nanang melihat adiknya, Aris tercebur berusaha menolong. Ia melompat masuk Kali Lamong yang kondisi arus cukup kuat tersebut. Nanang berhasil menyelamatkan adiknya, Aris.

Namun, kondisi arus Kali Lamong yang kuat membuat tubuh pemuda 27 tahun itu terseret arus. Nanang pun tenggelam. Kabar ada orang tenggelam cepat menyebar. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik melakukan upaya pencarian. Hingga menjelang Magrib, upaya pencarian belum membuahkan hasil. 

Hingga siang pukul 13.10 WIB tim pencarian masih belum berhasil menemukan korban Nanang.  “Kita lanjutkan hari ini (Senin, 26/12/2022). Mohon doanya bisa cepat kami temukan,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Gresik FX Driatmiko Herlambang. Doa untuk Nanang juga tersebar di jaringan pertemanan, grup WA. ” Moga ndang ketemu sobat,” kata seorang teman korban dalam grup WhatsApp itu. (yad)

Pencarian Hari Kedua, Korban Tenggelam di Aliran Kali Lamong Belum Ditemukan  Selengkapnya

Debit Air Kali Lamong Menurun, Camat Pantau Tanggul Desa

GRESIK,1minute.id – Debit air Kali Lamong menurun. Sejumlah Camat yang berada di aliran Kali Lamong melakukan pemantauan tanggul desa. Sebab, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Surabaya hasil berpotensi turun dengan intensitas rendah, sedang hingga tinggi. 

Debit air Kali Lamong pun berpotensi tinggi apalagi di daerah hulu mulai Mojokerto dan Lamongan terjadi hujan lebat. Camat Menganti Gunawan Purna Atmaja, misalnya. Mantan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemkab Gresik memantau tanggul di Taman Gading di Desa Gadingwatu. 

Sejumlah warga setempat mengkhawatirkan tanggul tersebut jebol. “Saya sudah berkoordinasi dengan PUTR Gresik untuk penguatan tanggul. Mumpung debit air Kali Lamong menurun,”kata Gunawan dikonfirmasi telepon selulernya pada Selasa, 25 Oktober 2022.

“Semoga bagian hulu (Mojokerto dan Lamongan) tidak turun hujan lebat,”imbuhnya. Banjir Kali Lamong di kawasan Gresik Selatan ini terjadi bertahun-tahun. Penyebabnya, adanya pendangkalan dan penyempitan badan Kali Lamong. Hujan lebat di bagian hulu terjadi, kiriman air bah itu tidak bisa tertampung sehingga mengakibatkan meluap.

Ditambahkan ada tanggul desa atau anak Kali Lamong yang jebol menjadikan air bah itu semakin liar. Seperti diberitakan, Kali Lamong kembali meluap pada Senin,  24 Oktober 2022. Sebanyak 4 desa di Kecamatan Balongpanggang tergenangi air bah kiriman itu. Air bah itu menjebolkan tanggul di Desa Cermen, Kecamatan Kedamean. Rumah warga di desa itu terendam air setinggi orang dewasa. Sebagai warga bersiap mengungsi. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengerahkan satu unit ekskavator untuk memperbaiki tanggul Desa Cermen yang jebol itu. Perbaikan dilakukan hingga malam hari. Selanjutnya akan dipasang bambu penahan dan karung berisi pasir sebagai langkah tanggap darurat agar air tidak semakin membanjiri rumah warga. “Sejauh ini tanggul Kali Lamong masih aman. Yang jebol adalah tanggul anak Kali Lamong. Ini secepatnya akan kita perbaiki sebagai  langkah tanggap darurat,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Senin, 24 Oktober 2022.

Perbaikan tanggul di Desa Cermen telah kelar.  “Saya tadi sempat ke Cermen, masih dilakukan penyedotan air di perkampungan,”ujar seorang warga. 

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Ahmad Hadi mengatakan, pihaknya berkolaborasi dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Bera telah melakukan normalisasi Kali Lamong sepanjang 25 kilometer. Pekerjaan normalisasi Kali Lamong diantaranya, pengerukan, pelebaran dan penanggulan Kali Lamong. (yad)

Debit Air Kali Lamong Menurun, Camat Pantau Tanggul Desa Selengkapnya