Pemkab Gresik dan Baznas Gelontorkan Insentif kepada Ribuan Penghafal Alquran 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyalurkan tunjangan kehormatan atau insentif kepada 1.067 penghafal Alquran se-Kabupaten Gresik

Tunjangan senilai Rp 500 ribu kepada para hafiz atau huffaz itu sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik dipusatkan di Masjid Al Inabah Kompleks Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 6 September 2024.

Wakil Bupati Aminatun Habibah mengucapkan terima kasih sebesar-sebesarnya kepada para huffaz di Kabupaten Gresik. Dirinya juga menjelaskan bahwa program ini merupakan salah satu upaya dalam mendukung dan mengapresiasi para insan yang telah berkontribusi dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Alquran.

“Para huffaz ini bukan hanya menjaga tradisi Islam, tetapi juga menjadi sumber keberkahan bagi masyarakat Gresik. Kami ingin memberikan dukungan nyata agar panjenengan terus termotivasi,” ujar Bu Min-sapaan akrab-Wabup Aminatun Habibah pada Jumat, 6 September 2024.

Ia menambahkan, pemberian tunjangan ini adalah bentuk penghargaan sekaligus dorongan agar semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang tertarik mendalami Alquran.

“Kami berharap para penghafal Alquran ini dapat menjadi teladan dan inspirasi bagi masyarakat lainnya. Walaupun apa yang kita berikan hari ini tidak banyak, tapi kita harap bisa menjadi rezeki yang barokah. Saya juga minta doanya ke panjenengan agar Kabupaten Gresik ini menjadi kabupaten yang aman, makmur, baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur ,” tutur wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik ini. 

Secara keseluruhan, total anggaran yang disalurkan dalam program ini mencapai Rp 533,5 juta. Rincian Rp 500 juta berasal dari APBD Gresik dan Rp 33,5 juta berasal dari Baznas Gresik.

Seluruhnya telah disalurkan dengan transparan kepada penerima yang berhak. Diharapkan, melalui program ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan materi, tetapi juga untuk memperkuat fondasi spiritual masyarakat Gresik.

Kedepan, Pemkab Gresik berharap program ini dapat terus berlanjut dan semakin banyak penghafal Alquran yang lahir di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik menjadikan daerah ini sebagai pusat pendidikan agama yang kuat.

Dukungan terhadap para huffaz diharapkan dapat memperkuat kehidupan religius dan sosial masyarakat di Gresik, sejalan dengan visi daerah yang ingin menciptakan harmoni antara pembangunan fisik dan spiritual. (yad) 

Pemkab Gresik dan Baznas Gelontorkan Insentif kepada Ribuan Penghafal Alquran  Selengkapnya

75 Tahun Nembang, Lestarikan Budaya, Kemendikbud Ristek Berikan “Gelar” Mbah Mat Kauli Maestro Macapat 

GRESIK,1minute.id – Kesehatan mbah Mat Kauli terus menurun. Bahkan kaki maestro macapat berusia 93 tahun itu tidak bisa lagi menahan berat tubuhnya. Kakek yang memiliki 10 anak, dengan 31 cucu dan 35 cicit itu pun harus berbaring di tempat tidur di rumahnya yang sederhana di Jalan Awikoen Jaya no 31 Gemantar, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. 

“Sejak Idul Fitri lalu, bapak sakit,” kata Sumiyati, 70 tahun, anak sulung dari 10 bersaudara pasangan suami istri, Mat Kauli dengan Suparti pada Rabu, 21 Agustus 2024.

Wartawan 1minute.id  secara bersamaan dengan dua siswa bernama Aqila Callysta Putri dan Senna Niswara, serta Surya Yetni, guru pembimbing dari UPT SMP Negeri 4 Gresik mengunjungi rumah mbah Mat Mauli. Kedatangan kedua siswa dan seorang pembimbing untuk melakukan pendalaman penelitian tentang macapat, kebudayaan khas di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. 

Pendalaman penelitian dengan judul : Eksistensi Mocopat Ala Gresik sebagai Local Culture Education ini, setelah mereka lolos nasional ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia atau OPSI yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,  Riset dan Teknologi atau Kemendubud Ristek 2024. Selama hampir 2 jam berbincang santai dengan  maestro Macapat Mbah Mat Kauli di kamar tidurnya yang berukuran 3×4 meter persegi itu.

Di dalam kamar itu terdapat dua buah lemari. Satu lemari pakaian bagian rak atas digunakan sebagai tempat Mbah Mat Kauli menyimpan buku-bukunya. Buku macapat itu ada yang masih menggunakan aksara Jawa kuno atau hanacaraka, dan aksara Jawa latin. Buku aksara Jawa kuno dengan cover warna hitam dan kertas sudah berwarna kuning. 

SEMANGAT: Maestro Macapat Mbah Mat Kauli yang tetap semangat ketika nembang sambil tidur di kamar tidur di rumahnya Jalan Awikoen Jaya, Gemmtar, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Rabu, 21 Agustus 2024 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sedangkan, buku aksara Jawa latin hasil terjemahan itu ditulis tangan oleh Mbah Mat Kauli. Selama 14 bulan Mbah Mat Kauli menyalin. Buku-buku tertata rapi. 

“Tidak komplit, ada yang dipinjam anak-anak mahasiswa yang melakukan penelitian dan belum dikembalikan,” sela Sumiyati. 

Meski kaki tidak bisa menahan berat tubuhnya,  daya ingatan Mbah Mat Kauli masih luar biasa. Di usia 93 tahun kebanyakan orang mengalami pikun, akan tetapi ingatan Mbah Mat Kauli yang mulai nembang macapat di usia 18 tahun itu masih sangat tajam. Selama 75 tahun mbah Mat Kauli nembang Macapat. 

Hanya pendengarannya mulai berkurang. Melihat ada tamu, Mbah Mat Kauli terlihat senang. Seakan menjadi “obat” bagi mbah Mat Kauli. “Matur suwun, sik diperhatikan,” katanya. Mbah Mat Kauli pun mengizinkan tamunya untuk merekam dan memotretnya.

Ia pun menceritakan tentang masa muda, hingga dinobatkan sebagai seorang maestro Macapat oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek Republik Indonesia. Ia juga bercerita menjadi aktor film yang dibuat oleh Yayasan Gang Sebelah, yang berdiri sejak 2017. 

Yayasan yang berfokus pada kerja riset, arsip dan pengembangan kebudayaan menaungi berbagai komunitas. Yakni, Gresik Movie (Komunitas Film), Sanggar Intra (Komunitas Teater), Onomastika (Kelompok Musikalisasi Puisi), Ruang Sastra (Komunitas Sastra), serta Rubamerah (perpustakaan). 

“Pingin teko, tapi kondisi kesehatan seperti ini,” ujarnya. Pada usia 22 tahun mbah Mat Kauli menikah dengan Supartin yang saat itu masih berusia 12 tahun. Dari pernikahan itu, Mbah Mat Kauli dikarunia 10 anak. Tiga di antara 10 anak meninggal dunia. Supartin adalah cinta pertama dan terakhir Mbah Mat Kauli. 

Kondisi kesehatan Mbah Mat Kauli yang lahir 1 Mei 1931 menurun sejak istrinya, Supartin wafat pada 16 Agustus 2021. “Sejak ibu meninggal itu, kondisi kesehatan bapak terus menurun,” cerita Sumiyati.

Sekitar 3 bulan terakhir ini, Mbah Mat Kauli tidak bisa berjalan. Bahkan, kakinya sudah tidak bisa menahan berat tubuhnya. Mbah Mat Kauli hanya bisa berbaring di tempat tidur. Akan tetapi, Mbah Mat Kauli sangat  bersemangat ketika membang macapat. “Bagi bapak nembang macapat bagai obat yang mujarab. Bapak selalu bersemangat kalau ada yang minta nembang,” ujar Sumiyati. (yad)

75 Tahun Nembang, Lestarikan Budaya, Kemendikbud Ristek Berikan “Gelar” Mbah Mat Kauli Maestro Macapat  Selengkapnya

DPW Kukuhkan Pengurus DPD Matra Gresik, Adat dan Budaya Gresik Keren

GRESIK,1minute.id – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Masyarakat Adat Nusantara atau DPD Matra Gresik dikukuhkan di Pendapa Bupati Gresik pada Ahad, 11 Agustus 2024.

Yang mrngukuhkan kepengurusan dibawah kepemimpinan M. Fatih Hamdie- yang biasa disapa-Andy Buchory ini adalah Ketua DPW MATRA Jawa Timur Kanjeng Pangeran Panji Sri Putro Jowo atau KPP Cristian Sabilal Pussung Ciptonegoro. DPD Matra Gresik adalah kepengurusan ke-12 terbentuk di Jawa Timur. 

Matra sendiri merupakan organisasi adat dan budaya tingkat regional, dimana para anggotanya terdiri dari kerajaan, kesultanan, lembaga adat, akademisi, budayawan, seniman masyarakat umum, dan sebagainya. 

Pengukuhan pengurus DPD MATRA Gresik dihadiri puluhan “darah biru” atau keturunan  raja atau sultan dari berbagai daerah di Jawa, Madura hingga Bali. Pemkab Gresik diwakili oleh Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman.

Achmad Washil Miftachul Rachman menuturkan, Gresik memiliki sejarah panjang yang patut dilestarikan. Di era kerajaan Hayam Wuruk, di salah satu prasasti yang tertulis di Gresik Utara adalah pusat ekonomi gerabah dan palawija. “Gresik juga pusat persebaran agama Islam dimulai prasasti Siti Fatimah binti Maimun, Sunan Maulana Malik kemudian Sunan Giri,” kata Washil dalam sambutannya. 

Lalu ada Kanjeng Raden Tumenggung Poesponegoro, Bupati Gresik dan di utara terdapat Kanjeng Sepuh. Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik, kata Washil, memiliki spirit untuk mempertahankan peninggalan lama. Termasuk kawasan di Bandar Grissee yang berada di Gresik Kota Lama. “Spirit kita melestarikan kota lama,” ujarnya. 

Untuk mengetahui sejarah Gresik, imbuhnya, pihaknya telah mendapatkan salinan menuskrip dari museum yang ada Belanda, Museum Volkenkunde di Kota Leiden, Belanda. “Kita akan terjemahkan tentang posisi Gresik,” katanya. Ia pun berharap Matra bisa berkolaborasi dengan Pemkab Gresik. “Program (Matra) bisa menjadi yang terdepan di Jawa Timur,” harap Washil.

Sementara itu, Ketua DPW Matra Jatim KPP Cristian Sabilal Pussung Ciptonegoro menyatakan, pihaknya mendorong kepada pengurus Matra Gresik untuk mengedepankan kolaborasi dengan semua pihak. Terutama kepada Pemkab Gresik. 

Mengapa? Karena Gresik memiliki budaya dan adat yang keren. Ia mencontohkan para wali, Syekh Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri dalam menyebarkan agama Islam yang berbaur dengan adat dan kebudayaan setempat. 

“Saya harapkan pengurus DPD Matra Gresik mengenalkan kebudayaan dan keadatan kepada anak muda,” katanya.  Cristian Sabilal Pussung Ciptonegoro mengaku dirinya sedang risau. Sebab, nasionalisme generasi(Gen) Z terus menurun karena mereka lebih mempelajari dan meniru gaya orang asing. 

“Nasionalisme generasi Z terus menurun yang semula hanya 5 persen sekarang turun menjadi 2,5 persen artinya mereka kurang bernasionalisme dengan bangsanya sendiri karena mereka mempelajari dan bergaya seperti orang asing,” tegasnya. 

Ia pun berharap untuk Gen-Z di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini harus bangga dengan adat dan kebudayaan. “Untuk Gresik ini, pemuda dan pemudinya harue bangga dan mencintai berperilaku dan budaya yang tidak melanggar agama kita sebagai orang muslim,” pesan Kanjeng Pangeran Panji Cristian Sabilal Pussung Ciptonegoro. (yad)

DPW Kukuhkan Pengurus DPD Matra Gresik, Adat dan Budaya Gresik Keren Selengkapnya

Korsleting Listrik 3 Warung Terbakar, Bakar Sampah Gudang Mebel di Doudo, Panceng, Gresik Ludes

GRESIK,1minute.id – Dua kejadian kebakaran mewarnai kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik pada Sabtu, 10 Agustus 2024. Kebakaran itu mengakibatkan seorang korban luka bakar. 

Kebakaran kali pertama terjadi di Jalan Kaot Darmo Sugondo, Desa Indro, Kecamatan Kebomas. Ada tiga warung yakni warung kopi milik Ny Seh ; warkop plus jualan bensin eceran miliki Rosid dan warung mi ayam milik Sugiono yang hangus menjadi abu.

Kebakaran yang terjadi pada Sabtu, 10 Agustus 2024 sekitar pukul 00.30 WIB diduga dipicu konsleting listrik. Percikan api itu kemudian membakar tiga warung dengan bangunan semi permanen yang berjajar itu. Api cepat membesar karena diantara warung kopi dan penjual mi ayam itu juga melayani penjualan bensin eceran. 

Tidak ada korban dalam kejadian kebakaran itu karena saat musibah itu terjadi sedang tidak ada pembeli. Kebakaran kali kedua selang 1 jam dari kebakaran kali pertama ini terjadi di Desa Doudo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik. Kebakaran gudang kayu mebel milik Lubis Aziz, 40 tahun. 

Penyebab kebakaran diduga pembakaran sampah yang tidak ditunggu. Kondisi kemarau membuat daerah sekitar kering sehingga mudah terbakar. Dalam kebakaran ini, diduga ada seorang warga yang menjadi korban yang terbakar. Belum diketahui identitas korban tersebut. 

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik Suyono mengatakan kejadian dua kebakaran bisa ditangani anggota. “Untuk kebakaran di Kebomas diduga dipicu konsleting kami koordinasi dengan PLN. Untuk yang di Desa Doude karena orang membakar sampah lalu merembet ke gudang mebel,” kata Suyono. (yad)

Korsleting Listrik 3 Warung Terbakar, Bakar Sampah Gudang Mebel di Doudo, Panceng, Gresik Ludes Selengkapnya

Hutan Bambu di Kampung Sawo, Gresik Terbakar 

GRESIK,1minute.id – Hutan bambu di kampung Sawo di Jalan Mayjend Sungkono, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik terbakar pada Jumat, 9 Agustus 2024. Kebakaran yang diduga berawal pembakaran sampah itu sempat menimbulkan kepanikan warga setempat. 

Beruntung, petugas dari Dinas Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik cepat tiba di tempat kejadian kebakaran atau TKK. Menurut cerita warga kebakaran hutan bambu terjadi pada Jumat, 9 Agustus 2024 sekitar pukul 10.05 WIB. 

Pagi itu, mayoritas penghuni laki-laki di kampung Sawo Jalan Mayjend Sungkono, Kebomas sedang bekerja. Tiba-tiba api muncul dari tumpukan daun kering bambu. Tidak diketahui siapa yang membakar sampah daun itu. Tiupan angin membuat lidah api cepat membesar dan mengarah ke rumah warga setempat. 

Farah, salah satu warga Kampung Sawo pun panik. Ia pun berteriak kebakaran…kebakaran…kebakaran.  Teriak itu bagaikan suara kentongan tanda bahaya membuat warga semburat keluar rumah. Sejumlah warga memcoba memadamkan amuk api dengan menyiram air menggunakan ember. Sebagain lagi, meminta bantuan Damkar Gresik melalui sambungan telepon call center 112.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik Suyono mengatakan, pihaknya mengerahkan 7 personel dengan mengendarai satu unit mobil Damkar dan satu unit mobil sumpai air. “Kami butuh waktu hampir 1 jam untuk memadamkan api,” kata Suyono pada Jumat, 9 Agustus 2024. 

Ia melanjutkan tidak korban dalam kebakaran itu. “Api bisa kami padamkan bersama  warga sebelum merembet ke rumah warga,” terang mantan Asisten bidang Pemerintahan Setkab Gresik itu. Suyono menghimbau kepada semua warga di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik untuk tidak membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan. Apalagi, saat ini musim kemarau sehingga rawan menimbulkan kebakaran. (yad)

Hutan Bambu di Kampung Sawo, Gresik Terbakar  Selengkapnya

Di Gresik Layanan Kesehatan Cukup Gunakan KTP,   Wapres Ma’ruf Amin Anugerahi Bupati Gresik UHC Award 2024 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi, Wakil Bupati Aminatun Habibah mendapat penghargaan Universal Health Coverage atau UHC Awards 2024 tingkat utama dari Wakil Presiden Indonesia KH Ma’ruf Amin. Penghargaan diberikan atas prestasi dan komitmen dalam mendaftarkan penduduknya pada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 

Penghargaan secara simbolis diserahkan oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Krakatau Grand Ballroom Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta pada Kamis, 8 Agustus 2024.

Per 1 Agustus 2024, capaian kepesertaan JKN  Gresik yakni 101.9% atau 1.325.036 jiwa. Rinciannya 264.893 jiwa segmen APBD ;  534.981 jiwa segmen APBN ; 22.348 segmen bukan pekerja atau BP ;  146.718 jiwa segmen Pekerja Bukan Penerima Upah/PBPU atau Mandiri ; 302.979 segmen Pekerja Penerima Upah selain Penyelenggara Negara atau PPU BU dan 57.328 jiwa segmen Pekerja Penerima Upah Penyelenggara Negara atau PPU PN.

“Alhamdulillah hari ini kita hadir di TMII dalam rangka menerima penghargaan UHC Award. Pelayanan UHC ini mudah karena hanya menggunakan KTP atau NIK Kabupaten Gresik,” ucap Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Kamis, 8 Agustus 2024.

Penghargaan ini, lanjut Gus Yani-sapaanakrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, diberikan kepada kabupaten/kota sebagai apresiasi terhadap komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional bagi masyarakat. Sedangkan Kabupaten Gresik per Agustus 2024 capaian UHC sudah 100 persen dan melampaui target dari pemerintah yaitu minimal 95 persen dari jumlah total penduduk. 

“Pelayanan dan kualitas kesehatan ini harus terus ditingkatkan. Mulai dari tersedianya fasilitas kesehatan yang berkualitas maupun kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Baik yang ada di daratan maupun di kepulauan,” tandasnya didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr Mukhibatul Khusnah dan Kepala Cabang BPJS Kesehatan Gresik Janoe Tegoeh Prasetijo.

Sementara, Wapres Ma’ruf Amin dalam arahannya, meminta kepada seluruh kepala daerah untuk memastikan tersedianya fasilitas kesehatan yang berkualitas. Berikut, kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayahnya. 

Menurut Wapres, UHC merupakan konsep pembangunan kesehatan global yang memastikan setiap individu memiliki akses pelayanan kesehatan yang adil, komprehensif dan optimal. 

“Saya mengapresiasi atas dedikasi dan komitmen tinggi kepala daerah dalam mewujudkan UHC, dengan cakupan perlindungan kepesertaan JKN, minimal 95 persen dari total penduduk. Saya harap, penghargaan ini menjadi motivasi bagi semua pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan pelayanan kesehatan yang terjangkau, berkualitas dan merata bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.

Wapres Ma’ruf Amin juga berpesan kepada seluruh kepala daerah agar terus memperluas jangkauan kepesertaan UHC hingga 100 persen. Selain itu dirinya juga meminta kepala daerah untuk memastikan adanya monitoring dan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam melakukan sosialisasi pentingnya kepesertaan JKN.

“Terima kasih kepada seluruh kementrian dan lembaga serta seluruh pemerintah daerah yang telah bekerja keras dalam rangka mewujudkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (yad)

Di Gresik Layanan Kesehatan Cukup Gunakan KTP,   Wapres Ma’ruf Amin Anugerahi Bupati Gresik UHC Award 2024  Selengkapnya

Museum Kanjeng Sepuh Sidayu Resmi Dibuka, Ini Harapan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani 

GRESIK,1minute.id – “Dari Sejarah kita bisa belajar kejayaan masa lampau. Dari sejarah pula kita bisa melihat sebab kehancuran Bangsa-Bangsa yang.besar“. Gus Yani, 2 Agustus 2024.

“Kanjeng Sepuh bisa menjadi inspirasi masyarakat sekarang untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi yang lain”. Aminatun Habibah.

“Terimakasih kami sebagai keturunan Kanjeng Sepuh sangat berharap semua peninggalan beliau akan membawa manfaat bagi masyarakat Sidayu & Gresik”. Agni Tripratiwi, dari Generasi ke4 Kanjeng Sepuh.

“Semoga dengan disiapkan museum Eyang Buyut Badroen, RAA Soeroadiningrat dapat diteladani Jiwa Kepemimpinan bagi masyarakat Sedayu pd umumnya khususnya cucu, cicitnya beliau” Raha Willy Soedjono, Cicit Eyang Buyut Bradoen.

Masyarakat di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik memiliki banyak alternatif belajar sejarah lokal. Selain museum Sunan Giri. Kini, masyarakat bisa belajar sejarah tentang keteladanan Kanjeng Sepuh. 

Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani, pembukaan museum Kanjeng Sepuh ini bukan hanya sekadar proyek pembangunan infrastruktur. Tetapi merupakan wujud nyata dari komitmen kita bersama untuk menjaga dan merawat identitas serta kebudayaan lokal.

“Nantinya, museum ini dapat menanamkan pengertian kepada generasi muda. Bahwa museum adalah tempat inspirasi dari masa lalu untuk masa depan,” ujar Gus Yani saat meresmikan Museum Kanjeng Sepuh yang berada di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik pada Jumat, 2 Agustus 2024.

Gus Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengharapkan museum Kanjeng Sepuh Sidayu menjadi salah satu jujugan wisata edukasi masyarakat. Kita tidak boleh melupakan sejarah, karya maupun tulisan para pendahulu kita. 

“Dari sejarah kita bisa belajar tentang kejayaan masa lampau. Dari sejarah pula kita bisa melihat sebab kehancuran bangsa bangsa yang besar,” ungkapnya. 

Harapan orang nomor satu di Kota Santri itu, musem Kanjeng Sepuh menjadi jujugan wisatawan bukan tanpa alasan. Pasalnya, dalam waktu dekat ini, Kawasan Sidayu akan dilalui moda transportasi massal yakni Trans Jatim. Koridor baru yang digagas oleh Pemerintah Provinsi atau Pemprov Jawa Timur yang akan beroperasi melintasi wilayah Pantura Gresik Sidayu. 

Dengan transportasi yang murah dan aman mudah-mudahan bisa menarik wisata untuk berkunjung ke museum Kanjeng Sepuh. “Artinya destinasi wisata ini akan terintegrasi dengan museum Art Digital yang ada di Kecamatan Balongpanggang,” kata Gus Yani. 

Selain itu, Gus Yani juga mengajak satuan pendidikan untuk bisa memanfaatkan museum sejarah Kanjeng Sepuh Sidayu maupun museum Art Digital yang berada di kompleks  masjid KH Robbach Ma’sum yang ada di Kecamatan Balongpanggang.

“Partisipasi sekolah yang ada di Kabupaten Gresik bisa memanfaatkan dengan mengajak anak didiknya untuk berkunjung ke museum Kanjeng Sepuh dan museum Art Digital yang ada di Balongpanggang,” ucapnya. 

Dirinya juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta menjaga dan merawat museum tersebut dengan baik. Serta memanfaatkan sebagai pusat kegiatan budaya dan edukasi. “Semoga museum ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita semua dan menjadi kebanggaan sekaligus identitas Kabupaten Gresik,” pungkasnya. 

Pada kesempatan itu, Bupati Fandi Akhmad Yani bersama Wabup Aminatun Habibah melihat satu persatu benda pusaka peninggalan Kanjeng Sepuh Sidayu. 

Nama asli Kanjeng Sepuh adalah Raden Adipati Soeryodiningrat. Kanjeng Sepuh adalah salah satu bupati di Kabupaten Sedayu. Kanjeng Sepuh tersohor lantaran beliau adalah seorang ulama. Disamping itu beliau juga memiliki leadership yang tinggi. Ketulusannya untuk selalu memihak pada yang lemah, dan selalu dekat dengan rakyat kecil itulah yang membuat Kanjeng Sepuh sangat dicintai rakyatnya. (yad)

Museum Kanjeng Sepuh Sidayu Resmi Dibuka, Ini Harapan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  Selengkapnya

Keponakan Presiden Joko Widodo sebagai Plt Direktur RSUD Gresik Sehati 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melantik dan mengambil sumpah dr Riyan Charlie Milyantono, SpTHT-KL sebagai Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Gresik Sehati. 

Dokter spesialis kelahiran 1985 ini, juga mendapat tambahan amanah sebagai Pelaksana Tugas atau Plt di rumah sakit umum daerah tipe C berada di Gresik Selatan tepatnya di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. 

Pelantikan dr Riyan Charlie sebagai Kabid Pelayanan Medik ini untuk mempersiapkan operasional rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik itu. “Saya harapkan RSUD Gresik Sehati bisa beroperasi dan melayani masyarakat tahun ini,” ujar Bupati Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani usai pelantikan di ruang Mandala Bhakti Praja Lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 1 Agustus 2024.

Gus Yani didampingi Kepala Dinas Kesehatan atau Kadinkes Gresik dr Mukhibatul Khusnah, Direktur Utama RSUD Ibnu Sina Gresik dr Soni, serta Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia atau BKSDM-dulu bernama-Badan Kepegawaian Daerah Gresik Agung Endro Setyo Utomo melanjutkan penunjukkan dr Riyan Charlie Milyantono untuk mempersiapkan operasional dan sumber daya manusia.

“Saya percaya, dokter Riyan Charlie bisa melaksanakan amanah dengan baik,” tegasnya. Operasional RSUD Gresik Sehati bukan pekerjaan yang mudah. Banyak tantangan dan sangat besar. “Tapi, tugas itu sangat mulia. Mudah-mudahan RSUD Gresik Sehati bisa melayani masyarakat di Gresik Selatan tahun ini,” katanya.

SELFI : Riyan Charlie Milyantono (depan) saat swafoto bersama Ibu Negara Iriana (Foto @riyancharlie)

Operasional RSUD Gresik Sehati bisa dilakukan tahun ini karena sudah masuk rencana pembangunan jangka menengah atau RPJMD Nawa Karsa dimasa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah. 

“Saya ngawal langsung 2 tahun terakhir, progres (pembangunan) tepat waktu dan ini bentuk komitmen dan konsisten dalam pemerataan pembangunan di Kabupaten Gresik,” tegasnya. 

Terkait progres pembangunan RSUD Gresik Sehati akan diselesaikan pada tahun ini. Khususnya, ruang operasi di lantai V. ” Karena rumah sakit tipe C, izin operasional cukup izin dari Bupati,” tegas Ketua DPRD Gresik periode 2019-2020 itu. 

Siapakah dr Riyan Charlie Milyantono? Sumber 1minute.id menyebutkan Riyan adalah keponakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Riyan Charlie Milyantono menamatkan pendidikan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok – Bedah Kepala dan Leher di Universitas Airlangga. Selain itu, ia juga terhimpun dalam organisasi Perhimpunan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia (PERHATI-KL). 

Sebelum diangkat sebagai Plt Direktur RSUD Gresik Sehati, Riyan bertugas di RSUD Ibnu Sina Gresik. Dalam unggahan di media sosial, Instagram @riyancharlie kerap mengunggah kebersamaan dengan keluarga Presiden Jokowi. “Family Selfie” yang selalu tidak pernah ketinggalan disetiap acara yang diunggah 10 Desember 2022 terlihat bersama ibu negara Iriana mendapatkan 423 like.

Kemudian, saat halalbihalal dengan Presiden Jokowi dengan narasu Lebaran Tahun ini (Sabtu 22 April 1444 hijriah/2023 M) mendapat 401 like. 

Terpisah, Kepala Dinkes Gresik dr Mukhibatul Khusnah mengatakan untuk operasional RSUD Gresik Sehati yang tipe C membutuhkan sedikitnya 120-an orang termasuk 5 orang dokter spesialis. “Itu kebutuhan minimal,” tegas dr Mukhibatul Khusnah. (yad)

Keponakan Presiden Joko Widodo sebagai Plt Direktur RSUD Gresik Sehati  Selengkapnya

Damkarmat Gresik Kini Punya 192 Redkar, Dikukuhkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani 

GRESIK,1minute.id – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik kini memiliki relawan. Namanya, Redkar alias Relawan Pemadam Kebakaran. Jumlahnya 192 orang. Mereka adalah anak-anak muda tangguh di Gresik.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang mengukuhkan langsung Redkar Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja Lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 31 Juli 2024.

“Relawan pemadam kebakaran bukan hanya pelengkap, tapi ujung tombak dalam penanganan awal penanggulangan kegawatdaruratan. Tugas yang panjenengan lakukan ini adalah tugas yang sangat mulia dan harus didasari dengan rasa ikhlas,” pesan Bupati Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani dalam sambutannya.

Kabupaten Gresik menjadi satu dari delapan kabupaten/kota di Jawa Timur yang memiliki Dinas Pemadam Kebakaran tersendiri. Khusus di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan berdiri pada2022. Berdirinya dinas ini menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dibawah kepemimpinan duet Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Saat ini, Damkar menjadi isu nasional serta menjadi kecintaan masyarakat dan ini juga terjadi di Kabupaten Gresik. Semua kondisi kegawatdaruratan ditangani oleh Damkar. Karenanya, saya berpesan agar Damkar Kabupaten Gresik untuk terus konsisten dalam memberikan pelayanannya kepada masyarakat. Jangan meminta imbalan apapun,” tegas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu. 

Usai pengukuhan, relawan Redkar Gresik mendapatkan praktik simulasi cara memadamkan kebakaran rumah di halaman Kantor Bupati Gresik. Mereka mendapatkan bimbingan teknik pemadaman api, penyelamatan hewan liar, hingga penggunaan alat pemadam kebakaran yang dipandu oleh instruktur berpengalaman dan tim Damkar Gresik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik Suyono menegaskan,  sebanyak 192 Redkar ini merupakan perpanjangan tangan dinas Damkarmat Gresik. Mereka memiliki tiga fungsi utama dalam mendukung pelayanan Damkar pada masyarakat.

“Redkar memiliki tiga fungsi, yakni melakukan mitigasi dan memberikan informasi, membantu penanganan dini, serta membantu proses evakuasi dan penyelamatan sebelum petugas tiba di lokasi,” ujar Suyono.

Program pengukuhan dan pembinaan ini merupakan bagian dari inisiatif strategis Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik untuk membangun komunitas yang tangguh terhadap bencana. Dengan relawan yang terlatih dan berkomitmen, diharapkan respon terhadap insiden kebakaran dapat dilakukan dengan cepat dan efisien, sehingga meminimalisir kerugian dan dampak yang ditimbulkan.

Sebagai informasi, pada 2023 terdapat total 522 kejadian kebakaran. Terbanyak di Kecamatan Menganti sebanyak 333 kejadian. Sedangkan untuk penyelamatan tercatat sebanyak 433 aksi penyelamatan. Adapun kecamatan dengan aksi penyelamatan tertinggi adalah Kecamatan Kebomas sebanyak 124 aksi penyelamatan.

“Untuk tahun 2024 sampai 30 Juli 2024, tercatat 142 kejadian kebakaran dan 343 aksi penyelamatan,” pungkas mantan Asisten bidang Pemerintahan Setkab Gresik itu. (yad)

Damkarmat Gresik Kini Punya 192 Redkar, Dikukuhkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  Selengkapnya

Puncak HAN, Dua Literasi Edukasi Digital, Inovasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik Jadi Magnet Siswa

GRESIK,1minute.id – Belasan siswa UPT SDN Setiabudi Gresik terlihat antusias memeloti komputer tablet. Didampingi petugas dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan atau Perpusda Gresik mereka belajar tentang anotomi tubuh.

Sementara siswa lainnya, belajar tentang tata surya. Siswa yang kebanyakan anak Tionghoa  di sekolah “Bhineka Tunggal Ika” di Jalan Setibudi, Gresik itu.

Tangan-tangan lentik bocah beberapa kali terlihat menyentuh layar komputer tablet yang diletakkan di meja sambil duduk lesehan di lantai kayu di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro atau WEP itu. 

Gedung dengan  arsitektur atap berbentuk rumah Keong itu dipenuhi ratusan anak. Mereka siswa Pendidikan Anak Usia Dini dan sekolah dasar negeri dan swasta. Mereka tumplek-blek di WEP yang berlokasi di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik itu untuk menghadiri pucak Peringatan Hari Anak Nasional atau HAN 2024 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan atau Dispendik Gresik pada Rabu, 31 Juli 2024.

Di Kabupaten Gresik, HAN tahun ini mengusung tema “Anak Merdeka dari Kekerasan, Perkawinan Anak, Pekerja Anak dan Stunting menuju Gresik Inklusif”. Acara yang melibatkan 836 siswa itu dihadiri antara lain Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Ketua Bunda Puspa Gresik Nurul Haromaini Ali, Kepala Dinas Pendidikan Gresik S.Hariyanto serta para kepala PAUD hingga SMP Negeri dan Swasta. 

Nah, permainan edukasi digital yang dimainkan puluhan siswa, diantaranya dari UPT SDN Setiabudi Gresik itu di sediakan oleh Dinas Perpustakaan dan Keatsiapan Gresik. 

Menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik Budi Raharjo ada dua jenis permainan edukasi digital hasil inovasi yang dibawah ke puncak HAN 2024. Dua inovasi itu adalah Literasi Grafis ke Digital Grafis dan Literasi Edukasi Digital. Inovasi literasi edukasi digital ini baru 4 bulan diperkenalkan kepada siswa. “Di era digital, anak-anak generasi Z dan Alpha sangat senang dengan games. Nah, kami mengenalkan permainan yang ada edukasinya,” ujar Budi Raharjo pada Rabu, 31 Juli 2024.

BELAJAR TATA SURYA: Siswa UPT SDN Setia Budi, Gresik ketika belajar Literasi Edukasi Digital, Inovasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik pada Peringatan HAN 2024 di WEP Gresik pada Rabu, 31 Juli 2024 ( FOTO : chusnul cahyadi/1minute.id)

Literasi Grafis ke Digital Grafis, kata Budi Raharjo, anak diajak mewarnai ikan dan menulis namanya diatas buku gambar. Gambar itu kemudian di scan. “Melalui aplikasi, gambar ikan yang sudah di scanner itu bisa bergerak-gerak di sebuah akuarium. Dan, ada nama mereka. Anak-anak senang,” kata mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika atau Kominfo Gresik ini.

Sedangkan, inovasi kedua adalah Literasi Edukasi Digital. Di literasi edukasi digital ini, jelas Budi Raharjo, anak-anak dikenalkan beberapa ilmu pengetahuan. Diantaranya, Tata Surya dan Anatomi tubuh manusia. “Di Literasi Edukasi digital ini kami masih punya 10 pengetahuan dan games edukasi,” ujar mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja atau Kadisnaker Gresik ini.

Pengenalan Literasi Edukasi Digital untuk meningkatkan minat baca anak. “Karena era digital, anak-anak bisa main games yang tetap memiliki edukasi,” katanya. (yad)

Puncak HAN, Dua Literasi Edukasi Digital, Inovasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik Jadi Magnet Siswa Selengkapnya