Gudang Produksi Kalender Bahan Plastik di Gresik Ludes Terbakar

GRESIK,1minute.id -Kebakaran pabrik kembali terjadi di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Dini hari tadi, Sabtu, 5 Oktober 2024, gudang produksi kalender bahan plastik, PT Royal Oriental Raplastex hangus terbakar. 

Dugaan awal penyebab gudang berlokasi di Jalan Krikilan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu terbakar karena korsleting. Petugas kebakaran dari Dinas Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik membutuhkan waktu selama 4 jam untuk menjinakkan amuk si jago merah itu.

Kebakaran gubang produksi kalender bahan plastik, PT Royal Oriental Raplastex diketahui sekitar pukul 01.53 WIB. Prisdianto, petugas keamanan gudang  mengatakan bahwa api tiba-tiba membesar disertai kepulan asap tebal dan menyebar ke seluruh bagian gudang. “Saat itu, tidak ada aktivitas di dalam gudang,” terang Prisdianto kepada petugas Damkarmat Gresik pada Sabtu, 5 Oktober 2024.

Hembusan angin pagi membuat lidah api cepat membesar. Petugas keamanan gudang  berlokasi di Krikilan, Driyorejo, Gresik meminta bantuan melalui call center 112 Gresik. Petugas Damkarmat Gresik Pos Krikilan berjumlah 5 orang dengan kekuatan satu unit mobil damkar dan satu unit mobil suplai air menuju tempat kejadian kebakaran alias TKK. 

Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono mengatakan, dalam proses pemadaman kebakaran, pihaknya mendapatkan bantuan damkar dari Garudafood, Agrindo, dan Inti Dragon Suryatama Mojokerto. Bantuan atau kolaborasi dengan sejumlah pemadam kebakaran memudahkan proses pemadaman. “Butuh waktu hampir 4 jam,” kata Suyono yang mantan Asistem bidang pemerintahan Sekretariatan Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik. 

Suyono, mengimbau kepada seluruh perusahaan di wilayah Gresik untuk meningkatkan kewaspadaan dan memastikan sistem keamanan kebakaran di tempat kerja selalu berfungsi dengan baik. Ia menekankan pentingnya memeriksa instalasi listrik secara rutin guna mencegah terjadinya hubungan arus pendek yang dapat memicu kebakaran.

“Kami mengimbau agar setiap perusahaan memastikan alat pemadam kebakaran tersedia dan mudah diakses, Hal ini sangat penting untuk meminimalisir dampak jika kebakaran terjadi,” tegas Suyono yang mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau PMD Gresik. Dalam catatan Damkarmat Gresik, kebakaran gudang pabrik yang memproduksi kalender bahan plastik adalah kali ke-14 pada 5 Oktober 2024 ini. Artinya, rata-rata 3 kejadian kebakaran setiap harinya. Mayoritas media yang terbakar adalah ilalang. (yad)

Gudang Produksi Kalender Bahan Plastik di Gresik Ludes Terbakar Selengkapnya

Sepekan Command Center 112 Berikan Layanan Kedaruratan, Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah : Respon Cepat, Trust Masyarakat Meningkat

GRESIK,1minute.id – Ekspektasi masyarakat Gresik untuk berani melapor kedaruratan membuat Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah semringah. Sejak di launching oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Senin, 23 September 2024, jumlah laporan masyarakat yang masuk call center 112 atau command center menunjukkan tren meningkat.

Hari ini, Selasa, 1 Oktober 2024, genap sepekan layanan bebas pulsa untuk kedaruratan tercatat sebanyak 115 laporan atau rata-rata 16 laporan saban hari. Hal itu terungkap ketika Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah melakukan kunjungan untuk meninjau langsung operasional pusat kendali tersebut pada Selasa, 1 Oktober 2024. Utamanya dalam menangani laporan kedaruratan dari masyarakat.

Command Center yang bertempat lantai satu di Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Layanan kedaruratan hasil kolaborasi 9 organisasi perangkat daerah atau OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik buka 24 jam non stop ini  

diharapkan mampu menjadi pusat pengendali segala bentuk kedaruratan masyarakat. 

Baik yang berkaitan dengan pelayanan publik, keamanan, maupun penanganan situasi darurat lainnya. Salah satu layanan penting yang turut ditinjau Plt Bupati adalah Call Center 112, yang merupakan layanan tanggap darurat berbasis panggilan telepon bebas pulsa. 

“Layanan 112 ini bukanlah hal baru di Gresik, karena sudah aktif sejak 2021. Namun dengan adanya Command Center, kita telah mengintegrasikannya secara penuh sehingga semua laporan yang masuk dapat langsung di proses di sini. Ini memungkinkan penanganan yang lebih cepat, karena semua sistem sudah terkoneksi dalam satu jaringan,” jelas Aminatun Habibah.

Plt Bupati perempuan pertama di Kota Santri- sebutan lain – Kabupaten Gresik ini secara langsung menguji keandalan sistem dengan mencoba menghubungi Call Center 112. Saat sambungan tersambung, dirinya mengikuti seluruh prosedur yang dilalui masyarakat ketika menyampaikan aduan. Mulai dari verifikasi data, pencatatan laporan, hingga langkah penanganan awal yang dilakukan oleh operator Command Center.

“Hari ini saya ingin memastikan sendiri bagaimana alur laporan dari masyarakat ditangani, terutama seberapa cepat respons yang diberikan oleh petugas ketika ada situasi darurat. Semua harus berjalan dengan lancar, tanpa hambatan, karena pelayanan publik yang prima adalah prioritas kami,” ujar Bu Min-sapaan akrab- Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah ini.

Hasil simulasi menunjukkan bahwa layanan 112 yang telah terintegrasi dengan Command Center mampu merespons laporan dengan cepat, baik untuk kategori darurat seperti kebakaran, kecelakaan, maupun laporan darurat lainnya. Ia pun menyampaikan juga apresiasi kepada tim operator yang bekerja sigap menangani setiap laporan yang masuk.

Data mencatat, sejak diresmikannya Command Center, jumlah laporan masyarakat yang masuk menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Data dari tim operator mencatat terdapat 115 laporan dan rata-rata 10 laporan perhari dalam kurun waktu 7 hari sejak diresmikan. Lonjakan laporan ini terkait berbagai isu, mulai dari permasalahan layanan publik hingga situasi darurat.

Peningkatan ini dipandang sebagai bentuk kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan Command Center sebagai sarana pelaporan kedaruratan yang lebih mudah diakses dan dapat diandalkan. Namun sayangnya, hingga saat ini masih banyak pihak-pihak yang kurang bertanggung jawab melakukan prank call.

“Saya melihat peningkatan jumlah laporan ini sebagai tanda positif. Artinya, masyarakat kini merasa lebih percaya dan terbantu dengan adanya layanan ini. Ini juga menjadi tantangan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan agar semua laporan bisa ditangani dengan cepat dan tepat. Kita akan terus upayakan standart pelayanan dibawah 30 menit bisa terus terpenuhi,” tambahnya.

Beragam testimoni dari masyarakat yang diunggah melalui akun Instagram resmi layanan 112 atuau @gresikakas112, juga menjadi gambaran layanan 112. Salah satu pengguna layanan, Deny Aditya @deny.aditya memberikan testimoni: “Terima kasih atas respon cepat dan kerjasamanya”.

Testimoni lainnya datang dari Safiqwi Indrawan (@safiqwi_indrawan) yang memberikan apresiasi pada layanan 112 dan tim URC Bima Gresik: “Maturnuwun sahabat² @gresikakas112 dan @urcbimagresik gercep, semoga tambah rejekie di tahun 2024. Maturnuwun orang baik”.

Bu Min juga mengecek tampilan closed circuit television atau CCTV lalu lintas yang terhubung dengan Command Center. Hal ini lantaran kedepan Command Center juga akan dikembangkan menjadi pusat kendali data yang memonitor berbagai sektor pelayanan publik lainnya, termasuk keamanan lingkungan, hingga pengawasan lalu lintas. (yad)

Sepekan Command Center 112 Berikan Layanan Kedaruratan, Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah : Respon Cepat, Trust Masyarakat Meningkat Selengkapnya

Menyonsong Gresik Emas yang Mendunia, Pemkab Gresik Siapkan SDM dan Kebijakan untuk Gen-Z

GRESIK,1minute.id – Rembug Akur kembali dihelat oleh Pemerintah Kabupaten Gresik pada Sabtu malam, 21 September 2024. Gelaran kali kedua yang diinisiasi oleh Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat atau Bakohumas Gresik dipusatkan di hall Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik atau UMG ini bertajuk “Rembug Akur dan Mimbar Mahasiswa : Gresik Kerja, Gresik Daulat Industri”.

Dialog yang menghadirkan ratusan mahasuswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM dari berbagai kampus serta para pemuda di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini berlangsung seru. Ada tiga narasumber yang hadir yakni Bupati Fandi Akhmad Yani ; Rektor UMG  Nadhirotul Laily serta Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman.

Kabupaten Gresik yang memiliki luas wilayah 1.194 kilometer persegi. Nilai investasi tren terus naik. Ribuan pabrik beroperasi. Kini, ada pabrik smelter terbesar di dunia beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus, Java Integreted Industrian and Port Estate atau KEK JIIPE di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Upah minimum kabupaten atau UMK Gresik 2024 sebesar Rp 4.642.031 perbulan atau tertinggi nomor dua di Jawa Timur. 

Berbagai “keistimewaan” itu, Gresik di mata para pencari kerja Gresik bagai gadis bertubuh lencir, berkulit kuning dan berhidung mancung. Pencari kerja berbondong-bondong untuk menikmati “madunya”.

“Apakah BEM siap diubah?” tanya Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengawali mimbarnya. “Berubah seperti apa?” tanya peserta. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani tampil memakai sarung, baju koko warna putih, berkopyah hitam serta sepatu dengan lugas mengatakan perubahan yang diinginkan menjadi lebih baik. 

Caranya, mahasiswa harus aktif belajar, berorganisasi dan meningkatkan kompetensi. Gus Yani memberikan teladan kepada mahasiswa dan pemuda lainnya. Ditengah kesibukan sebagai orang nomor satu-julukan lain-Bupati Gresik tetap belajar. “Saya saat ini juga mahasiswa sedang menempuh program S-3 (doktoral, Red),” katanya mendapatkan tepuk sorak peserta yang memenuhi Hall Sang Pencerah. Gus Yani sarjana Ekonomi dan Magister Mitigasi Bencana dari Universitas Airlangga Surabaya.

Gus Yani menyampaikan bahwa Pemkab Gresik telah menyiapkan rencana jangka, menengah, panjang untuk mengoptimalkan Sumber Daya Manusia atau SDM yang memadai untuk kebutuhan penyerapan industri.  Masyarakat Gresik di usia produktif, bisa menambah kemampuan dan keterampilan untuk menjawab kebutuhan dunia kerja. 

Selain pelatihan, Pemkab juga sudah menyiapkan kebijakan untuk mematangkan instrumen pengembangan SDM tersebut dengan menekankan aspek integrasi antara budaya, industri dan masyarakat.

“Tantangan kita semakin besar. Dengan percepatan kemajuan teknologi, tugas kita menyiapkan keterampilan semaksimal mungkin. termasuk ketrampilan bahasa asing,” ujar Gus Yani.  

“Kami mengajak pada seluruh anak-anak muda yang  ada di kabupaten Gresik siap berubah, Kalau tidak kita siapakan hari ini akan menjadi masalah yang besar,” lanjutnya.  

Selain itu, adanya Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK banyak potensi yang perlu diserap. Tidak hanya terkait penyerapan tenaga kerja saja. Ada peluang lain seperti penyediaan logistik, Makan dan minuman atau mamin bagi pekerja. Hal itu, sudah diformulasikan Pemkab Gresik, untuk kemanfaatan masyarakat lokal melalui kerja sama dengan sektor UMKM lokal. 

“Jadi tidak hanya soal tenaga kerja saja. Ekonomi kultur masyarakat juga harus disiapkan. Seperti mendorong produksi petambak Bandeng sebagai produk lokal. Itu menjadi satu ekositem yang mendukung adanya KEK,” jelasnya. 

Ia juga meminta kepada seluruh stokeholder, termasuk Perguruan Tinggi, ikut mendorong menyiapkan SDM lokal yang kompeten siap bekerja sesuai kebutuhan industri, misal jurusan yang berkaitan dengan keterampilan teknik mesin. Pada 2025, Pemkab Gresik akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6,5 miliar.  Anggaran itu, akan digunakan oleh Dinas Tenaga Kerja atau Disnaker Gresik memberikan pelatihan kepada anak-anak usia produktif di Gresik. Sebab, pelatihan keterampilan bersertifikasi sangat dibutuhkan. “Anggaran untuk penamping anak Gresik,” tegasnya. 

FOTO BARENG MAHASISWA : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (baju putih berkopyah) , Rektor UMG Nadhirotul Laily foto bersama usai Rembug Akur dan Mimbar Mahasiswa di Hall Sang Pencerah UMG pada Sabtu malam, 21 September 2024 (Foto : chusnul cahyadi /1munute.id)

Sementara itu, Rektor UMG Nadhirotul Lailly, menyampaikan, bahwa Kabupaten Gresik merupakan kota strategis yang punya keunggulan sebagai kota industri. “Ada ribuan industri mikro hingga multinasional,” kata Nadhirotul.

Namun menurutnya, keunggulan tersebut juga tidak lepas dari tantangan, yakni bagaimana potensi tersebut bisa berdaulat. Bisa dimanfaatkan masyarakat lokal, terutama generasi Z. 

Untuk itu, Ia mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi. “Jangan menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang),” kata Laila. Mahasiswa Gresik bisa punya empati sosial dan peran di komunitas masyarakat. Karena dunia pendidikan menurutnya masih belum cukup untuk mengasah soft skill ketika masuk ke dunia kerja. “Tidak bisa dipungkiri dunia mahasiswa tidak cukup, butuh soft skill untuk menjadi modal di dunia kerja,” pungkasnya.

Sementara itu,  Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman menyampaikan konsep Gresik kedepan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD dengan slogan “Gresik Emas yang Mendunia”. Slogan tersebut mengingat Kabupaten Gresik kedepan akan menjadi tumpuan ekonomi Jawa Timur. “Salah satu yang kita siapkan yakni bahasa Asing, Bahasa Inggris dan Mandarin,” jelasnya. 

Washil menerangkan, bahwa, Pemkab Gresik juga, sudah  membuat regulasi yang mengakomodir kepentingan masyarakat lokal. Setidaknya ada 2 komponen regulasi, pertama, terkait penyertaan kemitraan UMKM, kedua regulaasi ketenagakerjaan yang mewajibkan perusaahaan untuk penyerapan warga lokal Gresikk 60 persen. “Sudah ada regulasi. Jadi tinggal kita manfaatkan untuk masuk,” jelasnya. 

Lebih lanjut Washil, membeberkan, jika KEK di Manyar akan semakin banyak investor, industri yang masuk. Itu akan menambah peluang penyerapan tenaga kerja lokal. “Ada industri baru nanti. Ada industri tembaga dan timah yang masuk. Ini bisa menambah peluang,” bebernya. (yad/adv) 

Menyonsong Gresik Emas yang Mendunia, Pemkab Gresik Siapkan SDM dan Kebijakan untuk Gen-Z Selengkapnya

Pengurus Organda Gresik Dilantik, Rahmad Ruspendi : Wacanakan Angkot Listrik di Gresik 

GRESIK,1minute.id – Dewan Pengurus Cabang Organisasi Angkutan Darat atau Organda Gresik memiliki nakhoda baru. Komandan baru itu bernama Rahmad Ruspendi.Pengusaha transpotasi di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini berduet dengan sekretaris  Muhammad Rizaldi Saputera, yang anggota DPRD Gresik itu. 

Pengurus baru hasil musyawarah anggota pada 26 Agustus 2024 lalu itu dilantik oleh Ketua DPD Organda Jatim Firmansyah Mustofa di ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 18 September 2024. 

Pelantikan pengurus Organda Periode 2024-2029 ini dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kepala Dinas Perhubungan Gresik Khusaini. Dalam susunan kepengurusan anyar, pembina Organda Gresik Haji Nur Cholis. Usai pelantikan dilanjutkan Rapat Kerja atau raker.

Ketua DPC Organda Gresik Rahmad Ruspendi, berjanji akan membawa organisasi lebih aktif melakukan sinergi dengan pemerintah kabupaten atau Pemkab Gresik dan stakeholder lainnya. “Agenda terdekat internal adalah membangun kantor DPC Organda Gresik,” kata Pendik-panggilan-Rahmad Ruspendi dalam sambutannya.

Sedangkan, agenda eksternal melakukan koordinasi dengan para sopir angkutan umum alias angkutan kota dan angkutan pedesaan atau angkot-angkudes. “Lin (angkutan) lama akan digantikan angkutan listrik,” tegasnya. Pihaknya, katanya, telah melakukan koordinasi dengan Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Gresik. 

Ketua DPD Organda Jatim Firmansyah Mustofa mengapreasi wacana pengurus baru Organda Gresik untuk menjalin sinergi lebih erat dengan Pemkab Gresik. Sinergi dalam melakukan penataan angkutan umum, seperti angkot yang kondisinya memprihatinkan. “Nasib angkot hidup segan, mati tidak mau. Disini peran pemerintah harus hadir. Karena angkutan umum ini bisa mengurangi angka kecelakaan,” kata Firmansyah Mustofa. 

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berharap struktur pengurus baru Organda Gresik yang beranggota pengusaha muda atau generasi kedua bisa berjalan lebih baik. “Organisasi bisa berjalan baik dan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,” kata Gus Yani-panggilan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

SUSUNAN Pengurus DPC ORGANDA Gresik periode 2024-2029

Terkait, moda transportasi darat massal atau angkutan umum, orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik bisa meniru transportasi massal, seperti TransJatim. Transportasi antarkota ini telah mengubah gaya hidup dalam angkutan massal. “Karena Aman, nyaman dan murah,” ungkap magister mitigasi bencana Universitas Airlangga Gresik itu. 

Ia mendukung wacana yang dilontarkan oleh pengurus Organda Gresik terkait peremajaan angkutan umum dari bahan bakar fosil menjadi tenaga listrik. Sebab, transportasi umum yang aman, nyaman, murah sangat dibutuhkan masyarakat. Gus Yani mengatakan saat musrenbang (musyawarah rencana pembangunan) melibatkan anak aspirasi itu muncul. Seorang siswa sekolah menengah pertama membacakan aspirasinya bunyinya adalah “Pak Bupati, kami anak-anak butuh angkutan umum yang nyaman, aman, murah, tepat waktu dan tidak bau asap rokok”.

Peremajaan angkutan umum harus segera dilakukan. Bagaimana dengan nasib para sopir angkot? “Ayo kita duduk bareng. Musyawarah bersama Organda, Sopir Angkot dan Pemerintah. Saya jamin sopir lama Aman,” tegasnya. (yad) 

Pengurus Organda Gresik Dilantik, Rahmad Ruspendi : Wacanakan Angkot Listrik di Gresik  Selengkapnya

BAZNAS Gresik Peduli Pendidikan Gelontorkan Ratusan Juta untuk Beasiswa Produktif Mahasiswa

GRESIK,1minute.id –  Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS Gresik kembali menggelontorkan beasiswa produktif kepada generasi atau Gen-Z.

Beasiswa sebanyak 76 mahasiswa ini menegaskan kembali komitmen Pemkab Gresik dalam mendukung pendidikan generasi muda di Kota Santri-sebutan lain- Kabupaten Gresik. 

Beasiswa produktif dalam acara pendistribusian dan pembinaan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah di Ruang Pertemuan Durung Bawean, Kompleks  Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 17 September 2024.

Dalam program ini, mahasiswa penerima beasiswa dibagi menjadi dua kelompok, yaitu mahasiswa internal dan eksternal. Rinciannya, sebanyak 37 mahasiswa internal adalah mereka yang berasal dari Kabupaten Gresik dan menempuh studi di perguruan tinggi yang berada di wilayah Kabupaten Gresik. Sedangkan 39 mahasiswa eksternal adalah mahasiswa asal Kabupaten Gresik yang berkuliah di perguruan tinggi luar wilayah Kabupaten Gresik.

Program beasiswa produktif ini sudah berjalan sejak 2023. BAZNAS Gresik berkolaborasi dengan Baitul Maal wa Tamwil atau BMT Mandiri Sejahtera Jawa Timur telah menyalurkan beasiswa kepada 66 mahasiswa, yang terdiri dari 43 mahasiswa internal dan 23 mahasiswa eksternal. Dengan demikian,  dalam dua tahun terakhir, BAZNAS Gresik telah menyalurkan beasiswa produktif sebanyak 142 mahasiswa. 

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BAZNAS Gresik dan BMT Mandiri Sejahtera Jawa Timur atas perannya dalam mendukung pendidikan generasi muda Gresik. Selain memberikan apresiasi kedua lembaga tersebut, Wabup berlatar pendidik ini memberikan motivasi kepada para penerima beasiswa produktif tersebut. 

Bu Min-sapaan akrab-Wabup Aminatun Habibah berpesan kepada para mahasiswa penerima beasiswa agar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, menjadikan pendidikan sebagai landasan untuk masa depan yang lebih baik, dan terus berfokus pada peningkatan prestasi akademik maupun non akademik.

PEDULI PENDIDIKAN : Wasil Bupati Gresik Aminatun Habibah bersama mahasiswa penerima beasiswa produktif dari Baznas dan BMT Mandiri Sejahtera Jawa Timur di kantor Bupati Gresik pada Selasa, 17 September. 2024 ( Foto : istimewa)

“Beasiswa ini bukan hanya bantuan finansial, tetapi juga merupakan bentuk kepercayaan dan investasi dari masyarakat Gresik melalui BAZNAS dan BMT Mandiri Sejahtera. Kalian semua adalah harapan masa depan Gresik. Saya berharap, dengan beasiswa ini, kalian bisa terus mengembangkan diri, baik dalam bidang akademik maupun non akademik,” ujar Bu Min. 

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pengembangan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa dan mengharapkan para penerima beasiswa produktif BAZNAS tidak hanya menjadi tenaga kerja yang siap pakai, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru dan berkontribusi bagi pembangunan ekonomi di Kabupaten Gresik.

“Kita tidak hanya membutuhkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga pemikir dan pelaku yang mampu menciptakan lapangan kerja baru. Saya yakin, dengan ilmu dan keterampilan yang kalian peroleh, kalian bisa memberi dampak positif, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat luas,” tambahnya.

Sebagai informasi, beasiswa produktif yang diberikan oleh BAZNAS Gresik merupakan dukungan finansial untuk membantu mahasiswa asal Gresik guna menyelesaikan pendidikan mereka dengan lebih fokus tanpa harus terbebani biaya. Mahasiswa internal, yang berkuliah di universitas dalam wilayah Gresik, menerima beasiswa sebesar Rp 1,5 juta per semester, sedangkan mahasiswa eksternal, yang berkuliah di universitas luar wilayah Gresik, mendapatkan Rp 2 juta per semester. 

Beasiswa ini diberikan untuk jangka waktu maksimal delapan semester atau empat tahun masa studi, tergantung dari perkembangan akademik penerima beasiswa.

Pada 2024, total anggaran yang didistribusikan melalui program ini mencapai Rp 244 juta. Beasiswa produktif ini diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya pendidikan dan memotivasi para mahasiswa untuk terus berprestasi di bidang akademik dan non akademik.

Program beasiswa produktif BAZNAS Gresik merupakan salah satu wujud nyata dari pemanfaatan dana zakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan. 

Ketua BAZNAS Gresik Muhammad Mujib, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga lebih banyak mahasiswa yang terbantu untuk menyelesaikan pendidikannya dan mencapai prestasi yang lebih tinggi.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung generasi muda Gresik agar mereka dapat meraih pendidikan tinggi dan menjadi bagian dari pembangunan daerah. Dengan kolaborasi yang baik ini, kami optimis bisa mencetak SDM unggul yang dapat memberikan manfaat luas,” ujar Najib.

Program beasiswa produktif ini juga mencerminkan sinergi positif antara pemerintah daerah Kabupaten Gresik, BAZNAS Gresik, dan BMT Mandiri Sejahtera dalam upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Diharapkan, program beasiswa ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek berupa bantuan biaya pendidikan, tetapi juga berdampak jangka panjang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Gresik. (yad) 

BAZNAS Gresik Peduli Pendidikan Gelontorkan Ratusan Juta untuk Beasiswa Produktif Mahasiswa Selengkapnya

Pemdes Tebaloan, Duduksampeyan Berikan Pelayanan Prima, Siapkan Mobil Siaga untuk Warga

GRESIK,1minute.id – Ada pemandangan beda di halaman Balai Desa Tebaloan. Satu unit mobil multi purpose vehicle atau MPV terparkir di Balai Desa yang dipimpin oleh Afuan Afandi itu. 

Bodi mobil serba guna alias bisa mengangkut barang dan orang kelir hitam itu bertuliskan “Mobil Siaga” Desa Tebaloan, Kecamatan Duduksampeyan. 

“Mobil siaga ini baru datang Kamis lalu (12 September 2024),” kata Kepala Desa Tebaloan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Afuan Afandi ditemui  pada Ahad, 15 September 2024.

Mobil Siaga, yang aset desa ini semakin menambah panjang program pelayanan kepada warga Desa Tebaloan yang memiliki jumlah penduduk lebih kurang 3.900 jiwa yang tersebar di Dusun Brak dan Dusun Tebaloan. Mayoritas warga di Desa Tebaloan ini berprofesi sebagai petambak. 

“Mobil siaga ini bisa digunakan untuk  pelayanan kepada seluruh warga,” kata Kades yang alumni Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Trunojoyo, Madura itu. Semua jenis pelayanan selama 24 jam non stop. 

Mobil layanan non stop, 24 jam ini, untuk pelayanan sosial, kesehatan, serta operasional perangkat desa saat memberikan pelayanan kepada warga. Serta, layanan kedaduratan lainnya. Sehingga membantu meringankan beban warga yang butuh untuk berobat kerumah sakit atau yang sifatnya urgen atau mendesak membutuhkan pertolongan.

SIAP MELAYANI WARGA : Kepala Desa Tebaloan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Jawa Timur Afuan Afandi atau Andik mencoba mobil Siaga di halaman Balai Desa Tebaloan pada Ahad, 15 September 2024 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Karena mobil siaga yang kinyis-kinyis keluaran 2024 ini belum sepakan menjadi aset sehingga Pemerintahan Desa dalam waktu dekat pemerintahan desa atau Pemdes Tebaloan akan melaksana musyawarah desa atau musdes terkait standar operasional prosedur atau SOP Mobil Siaga. Hasil musdes nantinya akan  ditetapkan sebagai peraturan desa atau Perdes. 

“Karena baru datang untuk sementara operator Mobil Siaga adalah Saya sendiri,” kata kades berusia 29 tahun ini. Layanan bidang kesehatan, salah satu program prioritas Kades Andik yang baru menjabat sebagai Kepala Desa Tebaloan ini. 

Sejatinya, layanan antar dan jemput warga yang sakit atau hendak berobat ke rumah sakit sudah berjalan sejak Andik-sapaan akrab-Afuan Afandi menjabat sebagai Kades dua tahun lalu. Akan tetapi, alat transportasi masih menggunakan mobil sewa dan mobil pribadi kepala desa. Untuk mobil sewa ini, kata Andik, keluarga pasien harus mengeluarkan tambahan biaya. 

“Saya kasihan karena rata-rata yang membutuhkan transportasi ekonomi kurang mampu,” ujar Andik. “Kalau Saya ada pasti akan saya antar sendiri,” imbuhnya. Ia mengaku kerap menjadi jujugan ketika warga mengalami kesulitan mendapatkan transportasi. “Bahkan, Saya pernah jemput warga says yang sakit stroke ke Pacitan. Berangkat jam 2 pagi, nyampe Gresik jelang Mahrib,” katanya. 

Kini, masyarakat Desa Tebaloan bakal tidak kesulitan lagi transportasi untuk kebutuhan yang mendesak, seperti, berobat karena Pemerintahan Desa telah menyiagakan satu unit Mobil Siaga. Saking senangnya masyarakat, kedatangan Mobil Siaga ini melakukan syukuran. “Sejak lama warga membutuhkan Mobil Siaga ini,” pungkas Andik. (yad/adv) 

Pemdes Tebaloan, Duduksampeyan Berikan Pelayanan Prima, Siapkan Mobil Siaga untuk Warga Selengkapnya

20 Jam Api yang Menghanguskan pabrik Plastik, PT Langgeng Jaya Plastindo, Satu Petugas Alami Luka Bakar

GRESIK,1minute.id – Petugas pemadam kebakaran Gresik akhirnya bisa menjinakkan api yang menghanguskan pabrik daur ulang plastik,  PT Langgeng Jaya Plastindo pada Jumat, 13 September 2024. 

Petugas Damkar membutuhkan waktu hampir 24 jam. Perusahaan daur ulang plastik berlokasi di Jalan Raya Kedamean,  Kecamatan Kedamean,  Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu diketahui terbakar pada Kamis, 12 September 2024 pukul 11.00 WIB.  

Kejadian kebakaran mengakibatkan seorang petugas Damkar dari Dinas Pemadam kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik dilarikan ke rumah sakit karena terbakar. Korban bernama Dalil. 

“Iya benar ada anggota kami yang terluka bakar di bagian kakinya. Kaki melepuh,” kata Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono dikonfirmasi 1minute.id pada Jumat, 13 September 2024. 

Kebakaran hebat pabrik daur ulang plastik diduga dari terbakarnya alang-alang yang berada di dekat pabrik.  Tiupan angin membuat lidah api membesar dan “menjilat” bangunan pabrik yang ada di bagian belakang. Api cepat membesar karena material yang tersulut api adalah tumpukan plastik. 

Asap hitam menyembul ke angkasa. Saking tingginya sehingga asap terlihat di Kota Surabaya. Untuk memadamkan api ini,  Damkarmat Gresik menggerahkan kekuatan penuh. Tiga dari empat posko damkar dikerahkan. Tiga posko damkar itu dari pos pusat di kota,  pos Menganti dan Driyorejo. “Kami juga dibantu damkar dan perusahaan Garuda Food,” terang mantan Asisten bidang pemerintahan Setkab Gresik itu. 

Butuh waktu 20 jam untuk memadamkan amuk si jago merah. Lamanya proses pemadaman karena media yang terbakar adalah plastik yang mencapai ribuan kubik. “Selain itu,  area yang terbakar sangat luas mencapai 1,1 hektar,” jelas Suyono yang mantan Camat Gresik itu. 

Kobaran api membuat separoh bangunan pabrik ambruk karena tidak menahan bara api. “Untungnya bangunan pabrik tidak satu bangunan. Sehingga kami bisa menyelamatkan bangunan yang ada di depan,” jelasnya. Pada Jumat sekitar pukul 09.10 WIB api bisa padam. “Saat ini masih proses pembahasan yang dilakukan oleh petugas damkar pos Menganti,” tegasnya. (yad) 

20 Jam Api yang Menghanguskan pabrik Plastik, PT Langgeng Jaya Plastindo, Satu Petugas Alami Luka Bakar Selengkapnya

Pol PP Gresik dan KPPBC Sita Puluhan Ribu Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri Rokok Ilegal

GRESIK,1minute.id – Dinas Satuan Polisi Pamong Praja atau Sat Pol PP Gresik menyatakan “perang” terhadap peredaran rokok ilegal atau tanpa cukai.  Sebab, peredaran rokok tanpa cukai itu merugikan keuangan negara. 

Data yang dihimpun 1minute.id  kurun waktu 5 bulan terakhir, Mei sampai 10 September 2024, satuan penegak peraturan daerah itu telah menyita 85.500 batang rokok berbagai merek yang tanpa cukai. Ribuan batang rokok disita dari pedangan kelontong, toko atau kios yang tersebar berbagai kecamatan. 

Penyitaan dilakukan dengan cara melakukan razia bersama petugas dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai atau KPPBC Gresik. Teranyar,  razia gabungan, Pol PP Gresik dengan KPPBC Gresik digelar di Desa Tanahlandean dan Desa Ngampel.  Keduanya berada di Kecamatan Balongpanggang pada Selasa, 10 September 2024 menyita 996 batang rokok ilegal.  

Kepala Dinas Satpol PP Gresik Agustin H. Sinaga menyampaikan bahwa pihaknya akan rutin melakukan sosialisasi atau edukasi kepada masyarakat Gresik agar tidak menjual dan membeli rokok ilegal yang peredarannya merugikan negara. 

Sebab, pihaknya akan melakukan tindakan tegas mulai dari penyitaan barang bukti hingga proses hukum ke pengadilan. 

“Saat razia menemukan rokok ilegal akan kami lakukan penyitaan. Kegiatan penyitaan ini diperlukan sebagai bentuk pengawasan untuk menciptakan iklim usaha yang sehat di pasar,” tegas Sinaga. “Barang sitaan itu nantinya akan kami musnahkan, ” imbuh mantan Kepala Disparekrafbudpora Gresik itu. 

Ia menjelaskan penyitaa ribuan batang rokok itu karena diduga kuat ilegal. Ciri-cirinya, adalah kemasan tanpa cukai, kemasan dilekati cukai palsu, cukai bekas, berbeda atau merek tidak ada. Sinaga menceritakan,  sebelum razia dilakukan pihaknya melakukan  pemetaan berdasarkan kajian dan laporan masyarakat. 

Kajian yang telah dilakukan oleh Pol PP Gresik, peredaran rokok ilegal ditengarai di berbagai kecamatan di Kabupaten Gresik. Sebagian di perbatasan. Misalnya, daerah perbatasan wilayah seperti di Kecamatan Balongpanggang dengan Lamongan dan Mojokerto

Lalu,  perbatasan Kecamatan Driyorejo dengan Sidoarjo dan Surabaya. Juga, perbatasan Wringinanom, Dukun, Bungah, Ujungpangkah, Menganti dan beberapa daerah lainnya.

Khusus di Kecamatan Balongpanggang, kata Sinaga, timnya menemukan rokok ilegal dijual di sejumlah kios-kios. Dikatakannya, selain penyitaan timnya juga telah melakukan edukasi kepada para penjual terkait apa itu rokok ilegal, termasuk sanksinya sehingga mereka tidak mengulangi kesalahannya.

Sanksi untuk pelanggaran tersebut mengacu pada Undang-Undang RI Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai pasal 54 dan pasal 56. 

Pasal 54 berbunyi “Setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) di pidana dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Sedangkan, Pasal 56 berbunyi: “Setiap orang yang menimbun, menyimpan, memiliki, menjual, menukar, memperoleh, atau memberikan barang kena cukai yang diketahuinya atau patut harus diduganya berasal dari tindak pidana berdasarkan undang-undang ini dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5  tahun dan pidana denda paling sedikit 2 kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Artinya, penjual dan pembeli bisa terkena sanksi berdasarkan UU tengang cukai itu. “Kami berterima kasih juga kepada masyarakat yang sudah mendukung atau memerangi peredaran rokok ilegal di Gresik,” katanya. (yad/adv)

Pol PP Gresik dan KPPBC Sita Puluhan Ribu Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri Rokok Ilegal Selengkapnya

JPN Kejari Gresik Berhasil Lakukan Penyelamatan dan Pemulihan Kerugian Negara Rp 1,4 Miliar 

GRESIK,1minute.id -Komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik mewujudkan prinsip good governance mendapatkan apresiasi dari Kejaksaan Negeri atau Kejari Gresik.

Sinergi Pemkab Gresik dengan Korp Adhyaksa selaku Jaksa Pengacara Negara atau JPN berhasil memulihkan keuangan negara atau daerah sebesar Rp 1,4 miliar. Uang miliar rupiah itu, hasil pengembalian mal administrasi yang diduga dilakukan organisasi perangkat daerah atau OPD di lingkungan Pemkab Gresik. 

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri atau Kajari Gresik Nana Riana, Inspektorat selaku aparat pengawas internal pemerintahan atau APIP Gresik telah melakukan pemeriksaan beberapa organisasi perangkat daerah atau OPD di lingkungan Pemkab Gresik. Dalam pemeriksaan itu, menemukan adanya dugaan kesalahan atau mal administrasi. 

Hasil perhitungan Inspektorat menemukan kerugian keuangan negara atau daerah bervariasi antara Rp 30 juta hingga Rp 200 juta, dimana tu merupakan beban piutang negara yang harus dibayarkan. Mekanisme penyelesaian tuntutan ganti rugi atau TGR dilakukan secara non litigasi. Non litigasi adalah penyelesaian yang dilakukan di luar pengadilan. 

Pemkab Gresik melalui inspektorat dan Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah atau BPPKAD Gresik, kata Kajari Nana Riana, meminta bantuan hukum non litigasi q sebagai Jaksa Pengacara Negara atau JPN beberapa perkara yang terindikasi adanya kesalahan alias mal administrasi sebagaimana pasal 17 ayat (2) UU. 30 tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. 

“Pemkab Gresik melalui Inspektorat dan BPPKAD telah memohon bantuan hukum kepada Kejari Gresik melalui Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara. Terhadap permohonan bantuan hukum tersebut, pihak JPN telah berhasil menyelesaikan secara non-litigasi pemulihan kerugian keuangan negara yakni penagihan sejumlah Rp.1.414.847.500,” terang Nana Riana dalam siaran pers pada Senin, 9 September 2024.

Terhadap OPD yang bertanggungjawab terhadap adanya kesalahan administrasi tersebut, imbuh Kajari Nana Riana, telah dilakukan sanksi kepegawaian oleh APIP maupun sanksi lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kejaksaan Negeri Gresik sangat mengapresiasi langkah-langkah APIP dalam penanganan Lapdu (Layanan Laporan Pengaduan Masyarakat)  yang mengedepankan prinsip good governance dan kemanfaatan hukum, serta dengan adanya sinergitas dengan pihak kami ini sangat kami tunggu keberlanjutannya.” kata  Nana Riana. (yad) 

JPN Kejari Gresik Berhasil Lakukan Penyelamatan dan Pemulihan Kerugian Negara Rp 1,4 Miliar  Selengkapnya

Pasangan bukan Muhrim Rebahan di Bilik Warkop Ngipik Dirazia Pol PP Gresik

GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Pamong Praja atau Pol PP Gresik kembali melakukan razia kafe dan warung kopi di sepanjang telaga Ngipik  pada Jumat malam, 6 September 2024.

Razia warkop dan kafe di Jalan Siti Fatimah binti Mainum, Gresik untuk kali kesekian di mulai pukul 21.00 WIB. Lagi-lagi, aparat penegak peraturan daerah atau Perda Gresik dibuat tercengang. Sebab, di kawasan telaga Ngipik itu, berjajar warkop dan kafe itu ada yang memiliki bilik kamar. Ada  juga yang  menyediakan tempat untuk karaoke. 

Nah, saat Pol PP melakukan razia di salah satu bilik kamar di kafe yang dinding di dominasi warna kuning mendapati satu pasangan bukan muhrim. Mereka “rebahan” bak suami-istri. Pasangan bukan pasutri itu yang laki-laki berinisial MZZ asal Duduksampeyan, Gresik. Sedangkan,  perempuannya berinisial RYP asal Nganjuk, Jatim. 

Razia penegakkan perda itu dipimpin oleh Kepala Seksi atau Kasi Operasional dan Kasi Pengawasan. Berdasarkan data yang dirilis oleh Pol PP Gresil,  razia selain dilakukan di kafe Yellow, sejumlah kafe juga menjadi sasaran. Antara lain, kafe Kedai Exit, kafe Mawar, Bee Cafe, kafe Armada, kafe Anggrek, dan kafe tanpa nama. 

Di setiap kafe yang di razia, petugas masuk kafe dan memeriksa setiap sudut kamar. Hasilnya, menemukan 2 botol miras, dan 8 botol miras jenis Kawa Kawa berhasi diamankan. Petugad juga menyita 10 kartu tanda penduduk elektronik atau e-KPT untuk dimintai keterangan.

“Semua ini demi Kabupaten Gresik yang lebih tertib dan kondusif sesuai dengan Penegakan Perda no 2 tahun 2022 ketertiban umum, Perda No 7 tahun 2002 tentang perbuatan Cabul, dan Perda 15 tahun 2002 tentang peredaran Miras,”  kata  Kepala Satuan Pol PP Gresik Agustin H. Sinaga pada Sabtu, 7 September 2024. (yad) 

Pasangan bukan Muhrim Rebahan di Bilik Warkop Ngipik Dirazia Pol PP Gresik Selengkapnya