Diduga Kelelahan, Pekerja Pemasang Iklan Rokok Semaput Di Atas Papan Reklame di Gresik

GRESIK,1minute.id – Tubuh Khoirul tiba-tiba ambruk. Pekerja borongan itu tidak sadarkan tatkala sedang memasang baliho reklame salah satu produk rokok depan Masjid Achmad Dahlan dekat terminal Bunder itu, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada Rabu malam, 14 Juni 2024.

Diduga kuat lelaki yang tinggal di Jalan Dinoyo, Surabaya itu pingsan karena kelelahan setelah memanjat papan reklame berada di depan Masjid Achmad Dahlan dekat terminal Bunder itu.  

Ali Machfud, warga Simumulyo Baru, Surabaya, rekan kerja  Khoirul pun panik. Ali Machfud yang gemetaran itu kemudian meminta bantuan kepada petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik. “Pelapor menghubungi call center 112 Gresik,” kata Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono pada Kamis, 20 Juni 2024.

Menurut Suyono, pada Rabu malam, sekitar pukul 21.34 WIB, korban Khoirul dan rekannya, Ali Machfud mendapatkan pekerjaan pemasangan reklame di depan Masjid Achmad Dahlan di sekitar Terminal Bunder, Gresik. Mereka memanjat papan reklame setinggi kurang lebih 3 meter. Ketika berada diatas papan reklame milik perusahaan reklame dengan produk rokok itu korban Khoirul semaput.

“Mungkin kelelahan,” kata mantan Asisten bidang Pemerintahan Setkab Gresik itu. Kabar ada pekerja borongan pingsan, imbuhnya, sebanyak tujuh personel rescue Damkarmat menuju ke lokasi kejadian. Petugas membawa truk sky walker dan peralatan lainnya. 

Butuh waktu kurang lebih 35 menit untuk mengevakuasi korban yang berada di atas papan reklame itu. Ketika proses evakuasi, tim kesehatan dengan mobil ambulans stanby di bagian bawah. Setelah korban berhasil di evakuasi kemudian dilakukan pemeriksaan dan langsung dibawah menuju rumah sakit. “Alhamdulillah, korban bisa terselamatkan,” tegas Suyono lega. (yad)

Diduga Kelelahan, Pekerja Pemasang Iklan Rokok Semaput Di Atas Papan Reklame di Gresik Selengkapnya

Sapi Kurban Ngamuk, Warga Jegong, Gresik Panik

GRESIK,1minute.id – Seekor sapi kurban ngamuk pada Minggu, 16 Juni 2024. Tali yang mengikat sapi jenis limousin warna coklat itu pun terputus. Sapi itu pun kabur dan berhenti setelah tercebur sebuah parit Dusun Jegong di Jalan Ibrahim Zahir, Kelurahan Singosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Puluhan warga setempat mencoba melakukan evakuasi sapi yang memiliki berat diatas 500 kilogram itu. Akan tetapi, sapi mberot alias berontak membuat warga sekitar kesulitan melakukan evakuasi sapi nahas tersebut .

“Ada seorang warga bernama pak Budi yang meminta bantuan kami (Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan),” ujar Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono pada Minggu, 16 Juni 2024.

Sekitar pukul 13.35 WIB permintaan bantuan dari warga diterima oleh petugas. Dalam hitungan menit, tujuh petugas meluncur ke lokasi kejadian. Butuh waktu hampir 60 menit petugas melakukan evakuasi dengan dibantu oleh warga setempat. “Sekitar pukul 14.15 WIB evakuasi selesai,” terang mantan Asisten bidang Pemerintahan Setkab Gresik itu. (yad)

Sapi Kurban Ngamuk, Warga Jegong, Gresik Panik Selengkapnya

Mengorkestrasi Mitigasi Banjir Kali Lamong, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Raih Magister Manajemen Bencana dari Unair Surabaya 

GRESIK,1minute.id – Gelar Fandi Akhmad Yani, Bupati Gresik bertambah yakni Magister Manajemen Bencana atau M.MB. Gelar itu berasal Universitas Airlangga atau Unair Surabaya itu baru sematkan pada Sabtu, 14 Juni 2024.

Di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini, belum banyak pascasarjana menyandang gelar M.MB ini. Namun, Fandi Akhmad Yani memilih program studi yang tergolong langka tersebut. Butuh waktu tiga tahun, orang pertama di Kantri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini meraih gelar Magister Manajemen Bencana itu. Fandi Akhmad Yani tercatat di Prodi Manajemen Bencana angkatan 2020/2021.

Gus Yani-sapaan akrab-Fandi Akhmad Yani mengajukan penelitian untuk tesis program magister ini dengan judul “Model Kebijakan Mitigasi Bencana Secara Berkelanjutan: Banjir Kali Lamong Kabupaten Gresik”.

Banjir Kali Lamong di Gresik Selatan meliputi Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Kedamean, Menganti, hingga hilirnya di perbatasan Surabaya-Kebomas, Kabupaten Gresik menjadi objek penelitian karena sudah puluhan tahun selalu terjadi terutama musim hujan. Dalam kurun waktu 50 tahun lahirnya pemerintah kabupaten atau Pemkab Gresik dipimpin sebanyak sembilan Bupati dan tiga penjabat Bupati Gresik persoalan banjir Kali Lamong belum bisa teratasi.

Fandi Akhmad Yani sejak menjabat sebagai Bupati Gresik mulai 21 Februari 2021 memimpin langsung mitigasi bencana Kali Lamong itu. Ia membulatkan niat melakukan percepatan penanganan banjir Kali Lamong. Rencana dan aksi telah maktub dalam Rencana pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD Kabupaten Gresik 2021-2026.

Sungai Kali Lamong memiliki luas Daerah Aliran Sungai atau DAS lebih kurang 720 kilometer persegi atau km² dengan panjang alur sungai lebih kurang 103 kilometer serta memiliki 7 anak sungai. Lebih kurang 58 kilometer dari 103 kilometer panjang alur

Sungai Kali Lamong itu melintas di Kabupaten Gresik. Panjang alur sungai Kali Lamong mengalir jauh mulai dari Kecamatan

Balongpanggang, Benjeng, Cerme, hingga Kecamatan Kebomas berbatasan dengan Kota Surabaya.

Selain itu letak geografis Gresik yang dataran rendah membuat air Kali Lamong sering meluap setiap tahun. Penyebab Kali Lamong meluap ditengarai curah hujan tinggi, ditambah kondisi badan sungai menyempit dan adanya pendangkalan. 

Dengan kata lain, penyebab yang utama adalah adanya kemerosotan kualitas lingkungan yang menyebabkan ancaman banjir. Hal tersebut terlihat dari permasalahan Daerah Pengaliran Sungai atau DPS Kali Lamong pada musim kemarau memiliki debit sebesar 250 meter kubik per detik, sedangkan debit di musim hujan sebesar 700 meter kubik per detik. 

Selain permasalahan DPS, luasan area penghijauan di DAS Kali Lamong berkurang akibat adanya pengembangan kawasan budidaya. Kali Lamong menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai atau BBWS Bengawan Solo yang kantor di Pabelan, Surakarta, Jawa Tengah. 

Di era Fandi Akhmad Yani ini, BBWS Bengawan Solo mau berbagi peran dengan Pemkab Gresik. BBWS Bengawan Solo membangun tanggul dan parapet. Pemkab Gresik melakukan normalisasi dengan melebar dan memperdalam alur Kali Lamong.

“Kita tidak menghilangkan banjirnya. Tapi yang kita lakukan mengurangi dampak banjir bagi warga terdampak,” ujar Bupati Fandi Akhmad Yani pada suatu kesempatan. (yad)

Mengorkestrasi Mitigasi Banjir Kali Lamong, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Raih Magister Manajemen Bencana dari Unair Surabaya  Selengkapnya

Hanya Seorang Manusia Silver Terjaring Razia URC Pol PP Gresik 

GRESIK,1minute.id – Manusia silver itu lemas. Ia hanya bisa tertunduk ketika di giring ke mobil patroli milik Satuan Polisi Pamong Praja atau Pol PP Gresik pada Senin malam, 10 Juni 2024. 

Petugas yang sudah mengantisipasi menghadang di dalam perkampungan di Jalan A.Yani atau Kelurahan Sukorame, Kecamatan / Kabupaten Gresik membuat manusia berlumur cat warna silver itu menyerah. Tidak ada perlawanan ketika diajak naik mobil patroli itu.

“Kami berhasil amankan seorang Silverstone, yang sedang minta minta di perlimaan Sukorame atau Proliman Petro beserta uang hasil minta minta miliknya,” kata Kasat Pol PP Gresik Agustin Halomoan Sinaga pada Selasa, 11 Juni 2024

Razia yang dilakukan oleh Unit Reaksi Cepat atau URC Pol PP Gresik dilakukan secara serentak di sejumlah tempat yang ditengarai tempat berkumpul para pengamen, pengemis dan lainnya. Diantaranya, simpang 5 Sukorame atau Perlimaan Petro ; Simpang Tiga GKB, Simpang Tiga Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim, Kecamatan Kebomas; Exit Tol Kebomas, Tugu Selamat Datang Gresik, dan Simpang Empat Sentolang.

Razia ini membuat para pengamen, pengemis di setiap lampu setopan atau traffic light ini kelabakan. Mereka kabur menyelamatkan diri. 

“Anggota kami juga memberikan teguran simpatik kepada para pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar,” terang Sinaga. (yad)

Hanya Seorang Manusia Silver Terjaring Razia URC Pol PP Gresik  Selengkapnya

Fajar Izzul dan Salsa Erikha, Duta GenRe Gresik 2024, Ning Nurul : Tugas Para Duta Genre Dimulai

GRESIK,1minute.id – Fajar Izzul dan Salsa Erikha, dinobatkan sebagai Duta GenRen Gresik 2024. Grand final ajang pencarian bakat Generasi Berencana atau GenRe dihelat di Gedung Nasional Indonesia atau GNI pada Sabtu malam, 8 Juni 2024.

Menurut Bunda GenRe Gresik Nurul Haromaini Ali atau Ning Nurul, acara ini bertujuan menjaring dan mencari anak-anak muda yang berbakat.

“Setelah acara apresiasi selesai, bukan berarti tugas kalian selesai. Justru setelah grand final ini tugas para Duta Genre dimulai. Nantinya, anda memberikan pengaruh yang baik untuk remaja di Kabupaten Gresik,” jelas istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini.

Ia mengaku sangat prihatin terhadap para remaja yang identik dengan kegiatan konotasi negatif. Dia berharap, para remaja GenRe dapat merangkul, bukan menggurui.

“Ada pepatah yang mengatakan bahwa padi yang dipanen tidak ditanam kemarin sore. Tetapi padi yang ditanam ini telah melalui proses yang luar biasa, artinya untuk mencapai tujuan perlu berproses. Saya percaya finalis yang saat ini telah terpilih, merupakah buah dari proses yang telah dilalui,” tutur Ning Nurul yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik itu.

Pemilihan Duta GenRe 2024 diprakarsai oleh Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik. Ada ratusan peserta mengikuti dalam ajang pencarian bakat. 

Kepala Dinas KBPPPA Gresik Titik Ernawati mengatakan, program GenRe yaitu mensosialisasikan tentang kesehatan reproduksi remaja, life skill, penyiapan program berkeluarga, serta kependudukan dan pembangunan keluarga. 

“Tidak hanya untuk menjauhi pernikahan dini, seks pranikah, dan napza. Tetapi program GenRe saat ini ada tambahan yaitu stop pernikahan dini dan stop stunting,” jelasnya.

Dijelaskan, Grand Final diikuti 10 pasang finalis putra dan putri yang lolos seleksi. Mereka telah melalui beberapa tahapan sejak Maret lalu. Seleksi itu di antaranya, tes administrasi, wawancara, prakarantina, karantina, hingga grand final malam ini. (yad)

Duta GenRe Gresik 2024

1. Juara I  : Fajar Izzul dan Salsa Erikha

2. Juara II : Akbar Albaihaqi dan Azriela Alfasya

3. Juara III : Jabbir Danadyaksa dan Naura Khansa.

Duta GenRe Tervaforit : Muhammad Ramadhan (Kecamatan Gresik) dan Clarisaa Naila (Kebomas)

Duta Persahabatan : Fawwas Firdaus (Kebomas) dan Shinta Rahmah (Manyar)

Duta Berbakat GenRe :  Muhammad Dimas Amirullah (Gresik) dan Jocelyn Maurika (Gresik)

Fajar Izzul dan Salsa Erikha, Duta GenRe Gresik 2024, Ning Nurul : Tugas Para Duta Genre Dimulai Selengkapnya

Bakar Kotoran Hewan, Rumah di Ujungpangkah Terbakar

GRESIK,1minute.id – Dua kejadian kebakaran mewarnai Kabupaten Gresik. Di Desa Domas, Kecamatan Menganti  rumah milik M.Syafii terbakar. Kebakaran yang terjadi Jumat, 7 Juni 2024 pukul 21.00 WIB ini diduga dipicu pemilik rumah mematikan kompor gas.

Kebakaran berikutnya terjadi di rumah Suparlan, 60, di Desa Ketapang Lor, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik pada Sabtu dini hari, 8 Juni 2024. Rumah korban terbakar ditengarai pembakaran kotoran hewan yang tidak diawasi sehingga melahap rumah.

Dua kejadian itu, tidak menimbulkan korban jiwa. Kerugian ditaksir jutaan rupiah. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik Suyono meminta kepada masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan. 

Sebab, kondisi cuaca sedang kemarau. Sehingga rawan menimbulkan kebakaran. “Jangan bakar sampah sembarangan. Apalagi tidak diawasi karena rawan terjadinya kebakaran,” tegas Suyono pada Ahad, 8 Juni 2024.

Peringatan mantan Asisten Bidang Pemerintahan Setkab Gresik karena sejumlah kejadian kebakaran yang terjadi belakangan ini di Kabupaten Gresik itu diduga karens human error alias kelalaian. Ia mencontohkan kebakaran di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Lumpur, Kecamatan/Kabupaten Gresik.

Kejadian yang mengakibatkan 10 ekor kambing terpanggang dan tempat jemur ikan ludes diduga berawal pembakaran sampah untuk mengusir nyamuk. Karena lokasi di dekat pesisir pantai, hembusan angin merembet ke kandang kambing dan tempat menjemur ikan. 

“Dan, tadi pagi di Ujungpangkah, rumah warga terbakar karena ada membakar kotoran hewan tidak diawasi merembet rumah warga,” ujarnya. Kejadian kebakaran itu menambah panjang jumlah kebakaran di Kabupaten Gresik. “Sampai hari ini (Sabtu) ada 8 kejadian kebakaran,” ujarnya. (yad)

Bakar Kotoran Hewan, Rumah di Ujungpangkah Terbakar Selengkapnya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Wacanakan Memberikan Tunjangan Akhir Jabatan Kades

GRESIK,1minute.id  – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjajaki kemungkinan pemberian tunjangan akhir masa jabatan bagi para kepala desa. 

Menurut Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani, pemberian tunjangan itu sebagai bentuk ungkapan terima kasih atas pengabdian kepala desa. Namun, Ia menegaskan bahwa hal tersebut masih akan didalami regulasinya oleh dinas-dinas terkait.

“Kita akan cari peraturan yang memungkinkan kepala desa bisa mendapatkan tunjangan akhir masa jabatan, sebagai bentuk ungkapan terima kasih atas pengabdiannya. Kajian ini akan dibahas lebih lanjut dengan dinas terkait seperti PMD, Bappeda, Staf Ahli dan BPKAD,” terang Bupati Fandi Akhmad Yani ketika memberikan SK Perpanjangan Masa Jabatan 306 Kepala Desa di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro pada Rabu, 5 Juni 2024.

Penyerahan SK Perpanjangan Masa Jabatan Kades ini, menjadi bagian dalam puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK 2024. Hal ini bukan tanpa alasan, melainkan diharapkan makin eratnya kolaborasi yang apik antara kepala desa dengan PKK.

Penyerahan SK ini tindak lanjut dari revisi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang telah disahkan menjadi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024. Dengan adanya undang-undang yang baru, masa jabatan kepala desa akan bertambah dari yang sebelumnya 6 tahun menjadi 8 tahun. Maksimal 2 periode. 

Perubahan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi kepala desa dalam merealisasikan program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

“Saya mengikuti perkembangam terkait hal ini dari awal. Dari sini, saya menemukan fakta bahwa problematika di tingkat desa tidak mudah dalam penyelesaiannya paskapemilihan kepala desa,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Karenanya, lewat perpanjangan masa jabatan ini diharapkan para kepala desa dapat melanjutkan program-program pembangunan yang telah direncanakan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, kepala desa diharapkan juga dapat lebih fokus dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat. (yad)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Wacanakan Memberikan Tunjangan Akhir Jabatan Kades Selengkapnya

Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Idul Adha, Pemprov Jatim dan Pemkab Gresik Gelar Bazar GPM

GRESIK,1minute.id – Menjelang Hari Raya Idul Adha harga kebutuhan pokok terkerek  naik. Harga premium Rp 15.266 per kilogram dan medium seharga Rp 12.626 perkilogram. Harga itu mengalami kenaikkan berdasarkan data sistem informasi bahan pokok atau SIBAPO.

Untuk menjaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gresik menggelar Bazar Gerakan Pangan Murah (GPM). 

Pasar murah dipusatkan di Balai Desa Suci, Kecamatan Manyar pada Kamis, 6 Juni 2024. Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman mengungkapkan, Kabupaten Gresik pada Mei 2024 mengalami deflasi sebesar 0,06% dan Year-on-Year di angka 2,86%. Harapanya, tidak terjadi lonjakan angka inflasi dan tidak menjadi perhatian nasional. 

“Kita juga akan menghadapi Hari Raya Idul Adha sehingga perlu ada intervensi-intervensi terkait dengan kegiatan yang kita lakukan untuk penanganan inflasi. Bagaimana koordinasi antarwilayahnya, sosialiasinya, penanaman tanaman-tanaman yang sifatnya support supaya inflasi di bahan pangan tidak terjadi kenaikan,” kata Washil saat membuka bazar GMP di Desa Suci, Kecamatan Manyar pada Kamis, 6 Juni 2024. Bazar juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Dydik Rudi Prasetya, Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putro serta perwakilan dari Bulog Cabang Surabaya. 

Washil melanjutkan Pemerintah Kabupaten Gresik juga terus melakukan pemantauan melalui aplikasi sistem informasi bahan pokok atau SIBAPO serta dengan sinergitas antar OPD terkait. Kegiatan bazar GPM ini juga bekerja sama dengan Perum Bulog Cabang Surabaya dalam penyediaan beras SPHP dan produsen binaan dalam penyediaan komoditas pokok lainnya (telur ayam ras, minyak goreng, gula pasir, bawang serta cabai.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Dydik Rudi Prasetya, menanggapi adanya isu kenaikan harga beras di Jawa Timur di saat panen raya terjadi karena adanya kenaikan struktur biaya produksi seperti adanya pengurangan pupuk subsidi. Sehingga petani harus memenuhi dengan harga yang tinggi. 

Oleh karena itu, GPM ini diselenggerakan guna menyeimbangkan antara kesejahteraan para petani dan konsumen. 

“Kita menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gresik. GPM menghadirkan beras dengan harga Rp 11.300 perkilogram. Ini artinya sangat dibutuhkan bagi masyarakat. Apakah harga itu masih perlu dipertahankan atau nanti dikembalikan ke harga awal,” tuturnya. (yad)

Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Idul Adha, Pemprov Jatim dan Pemkab Gresik Gelar Bazar GPM Selengkapnya

Bakar Sampah, 10 Ekor Kambing Kurban Mati Terpanggang di Pesisir Lumpur, Gresik 

GRESIK,1minute.id – Eko syok. Penjual kambing kurban di Jalan R.E Martadinata, Kelurahan Lumpur, Kecamatan / Kabupaten Gresik itu kehilangan 10 ekor kambing pada Rabu dini hari, 5 Juni 2024.

Puluhan kambing jenis Etawa milik Eko itu mati mengenaskan. Mati terpanggang karena kandangnya terbakar. Eko mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Padahal sejak bukalapak kambing di dekat pesisir pantai Lumpur pada awal Juni 2024, itu belum satu ekor pun terjual.

Apalagi musibah ini, bukan karena keteledoran Eko. “Ada orang membakar sampah dan tidak diawasi kemudian merembet dan membakar tempat pengeringan ikan dan  kandang kambing,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik Suyono pada Rabu, 5 Juni 2024.

Pada Rabu, 5 Juni 2024 sekitar pukul 00.58 WIB call cemter 112 Damkarmat berdering. Nova, petugas sekuriti SPBU Lumpur dengan nada gemetar meminta bantuan. Sebab, kobaran api di tempat pengeringan ikan dan kandang kambing semakin membesar. 

Nova khawatir api terus merembet. Sebab, lokasi SPBU Lumpur dengan pusat kebakaran dipisahkan jalan paving selebar 1,5 meter. Satu tim regu Damkar Kota Gresik berjumlah 7 otang dengan membawa satu unit mobil pemadam dan satu unit mobil suplai air menuju tempat kejadian kebakaran atau TKK. 

Ditambah mobil damkar milik Pelabuhan Indonesia atau Pelindo Gresik mempercepat proses pemadaman api. Amuk si jago merah pun bisa dikuasai. Novi lega. Namun, Eko, pemilik kambing lemas. Semoga pascakebaran ini, dagangan Eko berjualan kambing kurban bisa laris manis. (yad)

Bakar Sampah, 10 Ekor Kambing Kurban Mati Terpanggang di Pesisir Lumpur, Gresik  Selengkapnya

Pemkab Pasang Rambu Larangan Kendaraan Berat, Bupati Gresik Koordinasi Penyedia Layanan Peta Online

GRESIK,1minute.id – Ruas Jalan Prambangan, Kebomas-Betiring, Cerme telah selesai dibangun dan diserahkan kepada pemerintah kabupaten atau Pemkab Gresik.

Jalan alternatif yang bisa mempercepat laju ekonomi itu dikhususkan untuk kelas jalan kabupaten. Sehingga, ruas jalan tersebut harus steril dari kendaraan berat. Rambu larangan kendaraan berat telah di pasang di ruas Jalan Raya Betiring, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada Selasa, 4 Juni 2024.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani tampak hadir saat pemasangan rambu larangan tersebut. Sebelumnya, rambu yang sama telah dipasang di ruas Jalan Prambangan, Kecamatan Kebomas.

Pemasangan rambu jalan ini merupakan bagian dari program peningkatan infrastruktur lalu lintas yang bertujuan untuk meminimalisir kecelakaan, meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, dan menjaga keawetan jalan.

Bupati Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa adanya fasilitas infrastruktur bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat. Namun, dalam pelaksanaannya tentunya diperlukan tanggung jawab bersama untuk menjaga ketertiban dan keselamatan di jalan raya, salah satunya terkait kelas jalan.

“Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan adanya rambu-rambu ini, kami berharap masyarakat lebih tertib dan waspada saat berkendara. Untuk ruas jalan ini (Betiring-Prambangan), tidak boleh dilewati kendaraan berat terutama kendaraan beroda 10,” ujarnya.

Pemasangan rambu di titik Betiring hari ini merupakan kelanjutan dari pemasangan rambu yang sama di titik Prambangan, pada Sabtu lalu, 1 Juni 2024. 

Selain pemasangan rambu jalan, Gus Yani juga akan melakukan koordinasi dengan penyedia layanan peta online. Hal ini karena ditengah perkembangan teknologi informasi, penggunaan layanan peta online biasa digunakan pengguna jalan.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan penyedia layanan peta online. Karena kita tahu, saat ini penggunaan peta online sudah lazim digunakan pengguna jalan. Dalam peta biasanya akan ditunjukkan rute tercepat, nah disini kita akan melakukan koordinasi agar pihak penyedia layanan peta untuk menampilkan notifikasi bahwa jalur Betiring-Prambangan ini tidak boleh dilewati kendaraan berat,” terang mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Larangan kendaraan berat atau roda 10 mendapatkan apresiasi dari masyarakat pengguna jalan tersebut. Sebab, saat masa pemeliharaan selama 6 bulan, mulai Desember 2023 sampai Mei 2024, ruas jalan tersebut kerap mengalami kerusakan karena ditengarai kerap dilintasi kendaraan berat. 

Sebab, keberadaan jalan alternatif, Betiring-Prambangan ini selain mulus, memperpendek perjalanan menuju ke Surabaya atau sebaliknya. 

“Adanya ruas jalan ini sangat membantu akses mobilitas masyarakat. Karenanya, pemasangan rambu ini adalah langkah positif untuk keselamatan kita semua. Semoga pengguna jalan bisa lebih disiplin dan peduli terhadap rambu yang telah dipasang,” ujar salah satu warga sekitar.

Dengan adanya pemasangan rambu jalan ini, Kabupaten Gresik diharapkan menjadi daerah yang lebih aman dan nyaman bagi pengguna jalan. Program ini juga menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dan pelayanan publik. (yad)

Pemkab Pasang Rambu Larangan Kendaraan Berat, Bupati Gresik Koordinasi Penyedia Layanan Peta Online Selengkapnya