Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Idul Adha, Pemprov Jatim dan Pemkab Gresik Gelar Bazar GPM

GRESIK,1minute.id – Menjelang Hari Raya Idul Adha harga kebutuhan pokok terkerek  naik. Harga premium Rp 15.266 per kilogram dan medium seharga Rp 12.626 perkilogram. Harga itu mengalami kenaikkan berdasarkan data sistem informasi bahan pokok atau SIBAPO.

Untuk menjaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gresik menggelar Bazar Gerakan Pangan Murah (GPM). 

Pasar murah dipusatkan di Balai Desa Suci, Kecamatan Manyar pada Kamis, 6 Juni 2024. Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman mengungkapkan, Kabupaten Gresik pada Mei 2024 mengalami deflasi sebesar 0,06% dan Year-on-Year di angka 2,86%. Harapanya, tidak terjadi lonjakan angka inflasi dan tidak menjadi perhatian nasional. 

“Kita juga akan menghadapi Hari Raya Idul Adha sehingga perlu ada intervensi-intervensi terkait dengan kegiatan yang kita lakukan untuk penanganan inflasi. Bagaimana koordinasi antarwilayahnya, sosialiasinya, penanaman tanaman-tanaman yang sifatnya support supaya inflasi di bahan pangan tidak terjadi kenaikan,” kata Washil saat membuka bazar GMP di Desa Suci, Kecamatan Manyar pada Kamis, 6 Juni 2024. Bazar juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Dydik Rudi Prasetya, Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putro serta perwakilan dari Bulog Cabang Surabaya. 

Washil melanjutkan Pemerintah Kabupaten Gresik juga terus melakukan pemantauan melalui aplikasi sistem informasi bahan pokok atau SIBAPO serta dengan sinergitas antar OPD terkait. Kegiatan bazar GPM ini juga bekerja sama dengan Perum Bulog Cabang Surabaya dalam penyediaan beras SPHP dan produsen binaan dalam penyediaan komoditas pokok lainnya (telur ayam ras, minyak goreng, gula pasir, bawang serta cabai.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Dydik Rudi Prasetya, menanggapi adanya isu kenaikan harga beras di Jawa Timur di saat panen raya terjadi karena adanya kenaikan struktur biaya produksi seperti adanya pengurangan pupuk subsidi. Sehingga petani harus memenuhi dengan harga yang tinggi. 

Oleh karena itu, GPM ini diselenggerakan guna menyeimbangkan antara kesejahteraan para petani dan konsumen. 

“Kita menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gresik. GPM menghadirkan beras dengan harga Rp 11.300 perkilogram. Ini artinya sangat dibutuhkan bagi masyarakat. Apakah harga itu masih perlu dipertahankan atau nanti dikembalikan ke harga awal,” tuturnya. (yad)