Hari Ketiga PPKM Darurat, 500 Warga Mendapatkan Sanksi Teguran, RTH di Pol PP Line


GRESIK,1minute.id – Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat memasuki hari ketiga pada Senin, 5 Juli 2021. Petugas gabungan terdiri dari TNI, Polri dan Pol PP Gresik bakal semakin intensif melakukan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan (Prokes).

Dalam operasi yustisi ini, petugas bakal melakukan tindakan persuasif hingga represif yakni pembubaran setiap kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Gresik Abu Hasan mengatakan, memasuki hari ketiga, tindakan persuasif dengan melakukan pencerahan kepada masyarakat sudah mencapai angka 500-an. “Bila masih melakukan pelanggaran pihaknya akan melakukan tindakan lebih tegas yakni pemberian saksi sesuai dengan Perbup,”tegas Abu Hasan usai acara launching Gresik Jaman Now di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 5 Juli 2021.

Teguran yang dijatuhkan kepada masyarakat mayoritas tidak memakai masker secara benar. Dalam PPKM Darurat ini, imbuh mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, ini masyarakat disarankan untuk memakai masker double. 

Sementara itu, dalam pengamatan 1minute.id , sejumlah fasilitas umum (fasum) yang aset Pemkab Gresik telah dipasang pita warna kuning bertuliskan Satpol PP Gresik Dilarang Melintas, mirip Police Line. Fasum yang telah dipasang pita itu antara lain di ruang terbuka hijau (RTH) Bunderan Gresik Kota Baru dan Alun-alun Gresik.

Pita kuning Pol PP Gresik untuk mencegah masyarakat berkumpul yang berpotensi persebaran corona virus disease 2019. (yad)

Hari Ketiga PPKM Darurat, 500 Warga Mendapatkan Sanksi Teguran, RTH di Pol PP Line Selengkapnya

Warga Gresik Nang Omah Wae, Pelaku Usaha Membandel Sanksi Pencabutan Izin Usaha


GRESIK,1minute.id – Gresik Jaman Now resmi dilaunching oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 5 Juli 2021.

Orang Gresik Jangan Kemana-mana , Nang Omah Wae ini bertujuan untuk mencegah persebaran wabah Covid-19 yang semakin mengganas. Termasuk di Gresik. Gerakan anyar ini muncul setelah pemerintah memutuskan PPKM Darurat sejak 3 Juli hingga 20 Juli 2021 itu.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, Gresik Jangan Kemana-mana, Nang Omah Wae (Jaman Now) ini lahir diinisiasi oleh Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mencermati perkembangan pagebluk Covid-19 yang semakin mengganas secara nasional , termasuk di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

“Saya meminta kepada ASN Pemkab Gresik sebagai teladan bagi masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan,”kata Wabup Bu Min-panggilan-Aminatun Habibah dalam sambutannya. Bila tidak ada keperluan mendesak, imbuh Bu Min, tetap stay di rumah saja.

GRESIK JAMAN NOW : Forkopimda Gresik dalam launching Gresik Jaman Nowo di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin. 5 Juli 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Launching Gresik Jaman Now ditandai dengan menempelkan stiker di kaca belakang mobil dinas Wabup Aminatun Habibah ini dihadiri forkopimda plus. Yakni, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Kejari Gresik Heru Winoto, Ketua Pengadilan Negeri Gresik Wiwin Arodawanti, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir dan Pj Sekretaris Daerah Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno berlangsung tidak lebih 30 menit.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menambahkan, selama masa Perberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, pihaknya bersama TNI dan Pol PP akan semakin intensif melakukan operasi yustisi. Alumnus Akpol 2001 itu, memberikan warning kepada masyarakat maupun pelaku usaha untuk mematuhi aturan masa PPKM Darurat.

“Setiap ada kerumunan akan kami bubarkan,” tegas perwira dua melati di pundak itu. Sedangkan, bagi pelaku usaha yang membandel sudah disiapkan sanksi. “Bentuk sanksi mulai peneguran hingga pencabutan izin usaha,” tegasnya. Pencabutan izin usaha akan diusulkan kepada pemerintah kabupaten. (yad)

Warga Gresik Nang Omah Wae, Pelaku Usaha Membandel Sanksi Pencabutan Izin Usaha Selengkapnya

Gresik Jaman Now, PPKM Darurat Operasi Yustisi dan Lakukan Penyekatan di Tiga Titik


GRESIK, 1minute.id – Masa PPKM Darurat Jawa Bali memasuki hari kedua pada Minggu, 4 Juli 2021. Tim gabungan terdiri dari TNI. Polri dan Pol PP masif melakukan operasi yustisi. Pada Sabtu malam, 3 Juli 2021 operasi yustisi dilakukan serentak di wilayah hukum Polres Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Kasat Pol PP Gresik Abu Hasan memimpin operasi yustisi di Gresik Kota yakni Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar. Sasaran operasi adalah warung kopi, kafe hingga mal serta tempat fasilitas umum yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Petugas dalam operasi yustisi ini masih persuasif. Melakukan himbauan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dan mensosialisasikan pemberlakuan jam malam pukul 20.00. Petugas melakukan himbauan secara humanis.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, pemerintah telah menggulirkan PKKM Darurat. Polres Gresik mempelopori Gerakan Gresik “Jaman Now,” atawa JANgan keMANa-mana Nang Omah Wae. “Gerakan ini untuk mengurangi mobilitas masyarakat Gresik. Sehingga harapannya tidak terjadi kerumunan dan mencegah penyebaran Covid-19,”kata Alumnus Akpol 2001 disela operasi yustisi hari pertama pada Sabtu malam, 3 Juli 2021. 

Selain operasi yustisi, Polres Gresik kembali memberlakukan penyekatan di perbatasan Gresik dengan Surabaya ditempatkan di simpang empat Segoromadu ; Gresik dengan Lamongan di Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan dan exit Tol Manyar. “Melalui operasi yustisi ini, kami ingin mengingatkan masyarakat Gresik bahwa PPKM Darurat telah dimulai,”tegas AKBP Arief Fitrianto. 

Sebelumnya, Sabtu pagi sejumlah petugas gabungan membubarkan kerumanan massa di salah satu kafe di Jalan DR Soetomo, Gresik. Massa mayoritas kaum milenial memakai kaus hitam adalah peserta games online, Mobile Legends. (yad)

Gresik Jaman Now, PPKM Darurat Operasi Yustisi dan Lakukan Penyekatan di Tiga Titik Selengkapnya

TPU Pertama Pemkab Gresik di Desa Yosowilangun, Antisipasi Tempat Pemakaman Penuh


GRESIK,1minute.id – Tren peningkatan kasus Covid-19 disikapi dengan cepat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Selain, percepatan vaksinasi, penambahan 200 tempat tidur baru di sejumlah rumah sakit di Kota Santri dan mereaktivasi Pondok Rehabilitasi Stadion Gelora Joko Samudro (G-Jos).

Pemkab Gresik juga menyiapkan lahan baru untuk tempat pemakaman umum (TPU) untuk mengantisipasi lonjakan korban meninggal dunia akibat pagebluk memasuki tahun kedua ini.

Asisten III bidang Administrasi dan Pemerintahan Pemkab Gresik Tursilowanto Harijogi mengatakan, lahan TPU itu berlokasi di Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Gresik. Luas lahannya 7.600 meter persegi (m2). “Ini TPU pertama aset Pemkab Gresik,”kata Tursilowanto Harijogi dikonfirmasi  1minute.id pad Jumat, 2 Juli 2021.

Karena TPU aset Pemkab, imbuhnya, pemanfaatannya untuk semua warga masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. “TPU pemakaman  tidak hanya umat muslim,”ujarnya. Semula, kata Tursilo-begitu sapaan-Tursilowanto Harijogi, lahan itu awalnya akan digunakan untuk gedung sekolah jenjang sekolah menengah atas (SMA). 
Karena kewenangan diambilalih Pemprov Jatim sehingga rencana itu dibatalkan. Sempat juga direncanakan untuk lapangan atlet sepatu roda.

“Karena situasi dan kondisi pandemi mengkhawatirkan sehingga diputuskan untuk digunakan TPU. Untuk antisipasi tempat pemakaman penuh akibat wabah corona,”imbuhnya. “Lapangan sepatu roda nanti akan dialihkan ke G-Jos (Gelora Joko Samudro,Red),”imbuhnya.

Seperti diberitakan, beberapa minggu terakhir terjadi lonjakan kasus Covid-19 secara nasional termasuk di Gresik. 
Sebanyak 200 tempat tidur baru di sejumlah rumah sakit telah penuh dalam kurun waktu 4 hari. Selain itu, angka kematian akibat covid juga melonjak. Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dikabarkan telah meminta kepada desa untuk membantu melakukan pemakaman karena petugas Covid-19 Gresik kewalahan. 

Dalam kondisi yang mengkhawatirkan ini, akan lebih bijak bila tidak keluar rumah bila tidak begitu penting. Selain itu, patuh protokol kesehatan dengan menerapkan 6M yakni menggunakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, mencuci tangan dan menghindari makan bersama. (yad)

TPU Pertama Pemkab Gresik di Desa Yosowilangun, Antisipasi Tempat Pemakaman Penuh Selengkapnya

Pemkab Siapkan Lahan Pemakaman Baru, Antisipasi Lonjakan Korban Corona


GRESIK,1minute.id – Weekend kemana Sabtu besok, 3 Juli 2021. Dirumah saja lebih baik. Lebih aman untuk diri sendiri dan keluarga. Pasalnya, corona virus disease 2019 “menggila”. Memakan korban terkapar di rumah sakit hingga keliang kubur.

Saking banyaknya, kasus baru terpapar corona sejumlah instalasi gawat darurat di rumah sakit tidak menerima pasien. Sebab, ketersediaan tempat tidur sudah penuh. Sebenarnya, Pemkab Gresik telah menambah 200 tempat tidur baru di sejumlah rumah sakit di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

“Dalam waktu 4 hari penambahan 200 tempat tidur saat ini sudah penuh,”kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam rapat koordinasi (Rakor) penetapan PPKM Darurat pada Kamis, 1 Juli 2021. Gus Yani, begitu biasa disapa, juga mendapatkan laporan tempat pemakaman umum (TPU) penuh. 

“Kami harus mengambil sikap dan sudah memerintahkan Asisten untuk mencari lahan tanah negara dan merupakan aset Pemkab Gresik untuk pemakaman umum baru. Alhamdulillah sudah mendapat lahan untuk makam baru,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Data Satgas Covid-19 Gresik pada 1 Juli 2021 angka pasien terpapar Covid-19 tembus 6 ribu sejak awal wabah pada Maret 2020 lalu. Ledakan jumlah pasien terjadi seminggu belakangan ini.
Masih merujuk data Satgas Covid-19 Gresik kurun waktu 5 hari terakhir, mulai 27 Juni hingga 1 Juli 2021, terjadi penambahan 120 kasus baru terakumulasi menjadi 6.022 kasus ; sembuh bertambah 52 menjadi 5.414 kasus.

Kemudian meninggal dunia bertambah 9 kasus menjadi 372 kasus, dan isolasi tercatat 236 orang. Kondisi itu, menjadi mengkhawatirkan bila harus berwisata. Liburan di rumah menjadi tempat paling aman saat ini. (yad)

Pemkab Siapkan Lahan Pemakaman Baru, Antisipasi Lonjakan Korban Corona Selengkapnya

Pemkab Gresik Jamin Ketersediaan Oksigen untuk Pasien Covid-19 Aman

DIALOG : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Kadinkes Gresik drg Syaifuddin Ghozali berdialog dengan keluarga pasien di RSUD Umar Mas’ud di Pulau Bawean pada 9 Juni 2021. (Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Lonjakan jumlah kasus terpapar  corona virus disease 2019 menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Gresik. Pemkab Gresik selain menambah 200 tempat tidur pasien di sejumlah rumah sakit rujukan. Pemkab Gresik juga menjamin ketersediaan oksigen untuk pasien yang terpapar dan  membutuhkan bantuan oksigen.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik drg Syaifuddin Ghozali mengatakan, pihak sudah mendapatkan jaminan ketersediaan oksigen untuk kebutuhan pasien yang di rawat di rumah sakit. “Bapak bupati (Fandi Akhmad Yani,Red) telah berkomunikasi manajemen perusahaan untuk mengutamakan kebutuhan oksigen di rumah sakit,”kata Ghozali.

Lonjakan pasien yang terpapar Covid-19 membuat permintaan oksigen di semua rumah sakit meningkat tajam. Kebetulan, perusahaan yang memproduksi oksigen untuk rumah sakit berlokasi di Gresik. Sehingga, pemerintah meminta kepada produsen untuk memperioritaskan rumah sakit yang ada di Gresik. “Untuk kebutuhan oksigen pasien aman,”tegas Ghozali.

Untuk diketahui, beberapa hari terakhir terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia, Gresik, diantaranya. Data Satgas Covid-19 Gresik, sepekan terakhir tambahan kasus baru menyentuh dua digit. Sedangkan, angka kesembuhan lebih kecil, hanya satu digit. Akibatnya, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit nyaris penuh.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail sepakat menambah 200 tempat tidur pasien di 17 rumah sakit rujukan. Selain itu, mereaktivasi Stadion Gelora Joko Samudro (G-Jos) menjadi tempat isolasi pasien kategori ringan dan tanpa gejala (OTG). 

Selama ini, stadion berlokasi di Jalan Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Gresik digunakan isolasi untuk pekerja migran Indonesia atau tenaga kerja Indonesia (TKI) yang pulang. Tempat isolasi untuk PMI dialihkan ke shelter Dinas Sosial di Kecamatan Cerme. (yad)

Pemkab Gresik Jamin Ketersediaan Oksigen untuk Pasien Covid-19 Aman Selengkapnya

Pemkab Gresik buka tambahan 200 Tempat Tidur Pasien Antisipasi Lonjakan Covid-19

GRESIK, 1minute.id – Pemerintah kabupaten Gresik bergerak cepat mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 di Kota Santri. Pemkab menambah 200 tempat tidur di rumah sakit. Penambahan tempat tidur diputuskan dalam rapat koordinasi di Aula Sarja Arya Mapolres Gresik pada Sabtu, 27 Juni 2021.

Rakor dihadiri tiga pilar yakni Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail. Selain tiga pilar itu, juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik drg Sysifuddin Ghozali serta 17 direktur rumah sakit rujukan se-Gresik.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, tren kenaikkan kasus corona virus disease 2019 terjadi hampir semua kabupaten/kota. PIhaknya, tambah Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani, tidak ingin ada pasien Covid-19 terlantar di rumah sakit karena keterbatasan tempat tidur. 

“Untuk itu akan ada penambahan hingga 200 tempat tidur di rumah sakit. Kita harus punya strategi karena tren Covid-19 cukup tinggi, kami tidak ingin ada pasien yang tidak bisa terawat di rumah sakit,”kata Gus Yani.

Komandan Satgas Cavid-19 ini juga meninjau kesiapan rumah sakit yang menjadi rujukan dan membuka kembali stadion Gelora Joko Samudro (G-Jos) yang berada di Jalan Veteran, Kecamatan Kebomas untuk pasien Covid-19 dengan gejala ringan dan orang tanpa gejala (OTG). Sedangkan dengan gejala kategori berat langsung ditangani rumah sakit rujukan. 

Antara lain, RSUD Ibnu Sina akan menambah 50 tempat tidur dan rumah sakit lainnya. “Prinsip kita duduk bersama jumlah tempat tidur tersedia,”imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu. Bagaimana dengan penanganan Pekerja Migrain Indonesia (PMI) yang selama ini harus menjalani karantina di G-Jos, Gus Yani mengatakan isolasi untukPMI akan dialihkan di Shelter Dinas Sosial di Kecamatan Cerme. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dalam sambutanya menyampaiakan bahwa Peningkatan jumlah pasien Covid-19 harus segera ditindaklanjuti dengan penyiapan tempat tidur di rumah sakit sehingga apabila lonjakan terus terjadi bisa kita antisipasi dengan baik.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar selalu mematuhi dan disiplin protokol kesehatan semoga pandemi ini segera berakhir dan masyarakat bisa kembali beraktivitas secara normal kembali,”kata alumnus Akpol 2001 ini. (yad)

Pemkab Gresik buka tambahan 200 Tempat Tidur Pasien Antisipasi Lonjakan Covid-19 Selengkapnya

Saat Bersama Mencegah Covid dengan Protokol Kesehatan 6M


GRESIK,1minute.id – Persebaran corona virus disease 2019 semakin cepat.  Bed Occupancy Rate atau keterisian tempat tidur pasien (BOR) di rumah sakit semakin tinggi. Saatnya semua elemen bersatu melawan Covid-19. Pemerintah melakukan percepatan vaksinasi. Masyarakat patuh protokol kesehatan serta berprilaku pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Data Satgas Covid-19 Gresik pada Jumat, 25 Juni 2021 mencatat ada penambahan kasus baru sebayak 17 kasus menjadi 5.881 kasus. Sembuh “hanya” 6 kasus menjadi 5.356 kasus. Kasus meninggal dunia bertambah satu terakumulasi menjadi 362 orang dan isolasi 163 orang. 

Bupati Gresik Fandi Alhmad Yani mengajak kepada semua kepala desa untuk bersama-sama menerapkan dan memaksimalkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala Mikro untuk mencegah sebaran Covid-19.

“Kepada kades dan perangkat agar tak henti-hentinya mengingatkan kepada warganya untuk menegakkan protokol kesehatan (prokes) agar sebaran Covid-19 bisa ditekan dan akhirnya sirna. Sehingga, kehidupan masyarakat bisa kembali normal dan ekonomi kembali bangkit,” kata mantan Ketua DPRD Gresik ini saat menjadi pemateri pelatihan peningkatan kapasitas aparatur desa (pemdes), yang digelar Asosiasi Kepala Desa (AKD)  di Hotel Aston Inn pada Jumat, 25 Juni 2021. 

Selain Gus Yani-sapaan- Bupati Fandi Akhmad Yani, kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir. Gus Yani kembali mengajak kepala desa bersinergi melawan Covid-19. 

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Syaifuddin Ghozali mengatakan, Bed Occupancy Rate atau keterisian tempat tidur pasien (BOR) rumah sakit sudah mencapai 80 persen. “Kami masih akan rapat untuk mengaktifkan lagi Gelora Joko Samudro eebagadan tambahan tempat tidur di sejumlah rumah sakit,”ujar Ghozali pada Jumat siang, 25 Juni 2021.

G-Jos, tambahnya, tetap sebagai pondok rehabilitasi kasus Covid kategori ringan hingga sedang. Selain G-Jos, juga rumah sakit lapangan SOR Tridharma Petrokimia Gresik satu lagi rumah sakit di Kecamatan Menganti akan dimimta untuk menambah tempat tidur pasien terkonfirmasi Covid-19.

Bagaiamana denga RSUD Umar Mas’ud di Pulau Bawean? Ghozali mengatakan, rumah sakit berjarak 80 mil laut dari Pemkab Gresik juga telah mempersiapkan untuk perawatan warga terpapar corona virus disease 2019 itu. “Intinya, mari kita bersama-sama untuk mencegah paparan Covid dengan melakukan 6 M,”tegas Ghozali.

Protokol kesehatan 6M adalah memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi keramaian, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama. (yad)

Saat Bersama Mencegah Covid dengan Protokol Kesehatan 6M Selengkapnya

230 Ribu Dosis Vaksin Habis, Dinkes Siap Menerima Vaksin Lebih Banyak

GRESIK,1minute.id – Kesadaran masyarakat Kota Santri untuk melakukan vaksinasi Covid-19 patut diapresiasi. Sebanyak 230 ribu dosis vaksin telah diberikan kepada warga dengan prosentase 96 persen. Gresik menjadi nomor wahid dalam percepatan vaksinasi di Jatim.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik drg Syaifuddin Ghozali. Menurut Ghozali, Pemkab Gresik mendapatkan  233.430 dosis vaksin. Ribuan dosis vaksin itu telah disuntikkan kepada masyarakat. 

“Alhamdulilah berdasarkan data dari Jawa Timur, kita kabupaten tercepat dalam menghabiskan dropping vaksin,”kata Ghozali pada Jumat, 25 Juni 2021. Ribuan dosis vaksin itu buatan Sinovac dan AstraZeneca.

Percepatan vaksinasi ini tidak terlepas dari peran masyarakat, tenaga kesehatan, Forkopimda dalam membantu sosialisasi dan lancarnya vaksinasi di masyarakat. Bahkan vaksinasi kepada masyarakat di tingkat desa. 

Berkat sinergitas dari semua elemen, lanjut Ghozali, Gresik yang awalnya berada di posisi 16 dalam percepatan vaksinasi merangkak naik menjadi tercepat nomor satu di Jawa Timur.

Ghozali menyebut dengan tingginya angka kesadaran masyarakat tentang vaksinasi di Gresik. Pihaknya siap menerima drop vaksin dalam jumlah yang lebih besar dan dalam waktu penerimaan dosis vaksin yang lebih cepat kepada masyarakat. 

Kecepatan vaksinasi yang dilakukan di 200 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang sudah siap serta 1.000 lebih vaksinator di Gresik. “Kami berharap pemerintah pusat dibantu pemerintah provinsi dropping vaksin di Gresik lebih besar, sehingga kita bisa lakukan vaksinasi yang lebih masif lagi dan banyak Gresik divaksi,”paparnya.

Kabupaten Gresik masuk dalam kategori zona oranye atau kategori resiko sedang. Ghozali menghimbau kepada masyarakat  tetap waspada dan jangan sampai panik yang berlebihan. “Kuncinya pada diri kita, harus menerapkan disiplin protokol kesehatan,” tutup Ghozali. (yad)

230 Ribu Dosis Vaksin Habis, Dinkes Siap Menerima Vaksin Lebih Banyak Selengkapnya
RAKOR : Tursilowanto Harijogi dalam Rakor Kelembagaan BUMDesma di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 22 Juni 2021

6 Tahun Kelola Aset Eks PNPM, BUMDesma Miliki Aset Rp 81,4 Miliar

GRESIK,1minute.id – Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) telah dibubarkan sejak 2014. Keuletan pengelola dana eks PNPM MP aset berkembang. Setelah tujuh tahun dikelola lewat lembaga anyar bernama Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) asetnya senilai Rp 81,4 miliar. Bumdesma tersebar di 13 dari 18 kecamatan di Kota Santri-sebutan lain-Pemkab Gresik itu.

Asisten Administrasi Umum Tursilowanto Hariogi saat membuka Pembinaan dan Rapat Koordinasi Kelembagaan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Eks PNPM Mandiri Pedesaan di Ruang Mandala Bakti Praja Kantor Bupati Gresik mengapresiasi keulatan pengelola BUMDesma ini.

“Anda semua para pengelola Bumdesma ini patut saya acungi jempol. Lembaga PNPM yang sudah dibubarkan dulu, saat ini punya aset dan modal sebesar Rp 81,4 miliar,”puji Tursilowanto pada Selasa, 22 Juni 2021.

Ia menghitung, kurun waktu 6 tahun aset dan modal bertambah Rp 20 miliar. “Ini sudah perkembangan yang sangat luar biasa,”imbuh mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemkab Gresik itu.

Dia berharap, modal ini terus dikembangkan dengan berbagai macam usaha. Kalau saat ini hanya bermain di usaha simpan pinjam dan jasa pembayaran. “Kedepan harus berani masuk ke plan bisnis yang lain misalnya perdagangan sembako dan lain-lain. Jangan menunggu payung hukum, karena lembaga ini sudah bubar. Asal tujuannya baik untuk mensejahterakan masyarakat,”katanya.

Pada 2015 PNPM Mandiri dibubarkan berdasar Surat Kementerian Desa, PDTT Nomer 134/DPPMD/VII/2015 tertanggal 13 Juli 2015 tentang panduan pengakhiran dan penataan hasil kegiatan PNPM MP. Saat itu dana PNPM yang ada di masyarakat sebesar Rp 58,1 miliar. Dana awal saat program PNPM kali pertama diluncurkan pada 2004  sebesar Rp 4,1 milliar. Pada 2021 jumlah dana sudah berkembang menjadi Rp 81,4 miliar.

Ketua Asosiasi Pelaksana Operasional Bundesma Yogi Sugianto didampingi Ketua Panitia Rakor Isnanto mengatakan, dana Bundesma sebesar Rp 81,4 miliar tersebar di 13 Kecamatan. Dana terkecil di Kecamatan Tambak, Pulau Bawean sebesar Rp 2,6 miliar dan terbesar di Kecamatan Balongpanggang sebesar Rp 13,6 miliar. 

“Dengan modal sebesar itu, Kami Bumdesma Gresik punya potensi dan berharap Bundesma yang kami kelola ini bisa bersinegitas dengan Pemerintah dan Lembaga lain agar bisa lebih memberi manfaat kepada masyarakat,”harap Yogi.

Sekedar diketahui, Bumdesma di Gresik tersebar di 13 kecamatan dan membawahi 1.223 kelompok. Sedangkan penerima manfaat simpan pinjam Bumdesma sebanyak 13 ribu penerima manfaat. (yad)

6 Tahun Kelola Aset Eks PNPM, BUMDesma Miliki Aset Rp 81,4 Miliar Selengkapnya