Minapolitan Berintegrasi di DAS Bengawan Solo Desa Randuboto Segera Direalisasikan 

GRESIK,1minute.id – Revitalisasi kawasan Heritage di Gresik Kota Lama berlanjut. Tahun ini make over wajah GKL yang memiliki nilai sejarah berpotensi menjadi destinasi wisata minat khusus dijanjikan kelar. 

Selain melakukan revitalisasi kawasan Heritage di Gresik Kota Lama itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CK-PKP) Gresik akan mewujudkan kawasan integrasi di bantaran atau Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Gresik sebagai kawasan Minapolitan.

Seperti apa kawasan integrasi  Minapolitan  Randuboto  itu? Menurut Kepala Dinas CK PKP Gresik Ida Lailatussa’adiyah, sejumlah bangunan di bantaran Sungai Bengawan Solo di Pantai Utara Gresik itu dilakukan pemugaran. Bangunan yang saat ini banyak membelakangi DAS Bengawan Solo itu akan diubah menghadap aliran sungai terpanjang di Pulau Jawa. 

“Harapan masyarakat tidak membuang sampah di bantaran sungai,”ujar Ida Lailatussa’adiyah dalam sosialisasi dengan puluhan jurnalis di salah satu kafe di Gresik pada Jumat, 28 Januari 2022. Arsitektur bangunannya, imbuhnya, juga akan di make over bergaya arsitektur Dhurung (bangunan berarsitektur khas Bawean). 

2018 : Kondisi DAS Bengawan Solo di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Gresik. Kawasan ini di make over menjadi minapolitan terintegrasi. (Foto atas) maket minapolitan yang akan dikerjakan oleh Dinas CK PKP Gresik kepada jurnalis pada Jumat, 28 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Dhurung adalah bangunan multifungsi. Selain sebagai tempat menyimpan padi, hasil panen. Dhurung juga difungsikan untuk menerima tamu. “Bangunan rumah saat ini berada sekitar 7 meter dari bantaran sungai akan mundur menjadi 8 meteran,”katanya. 

Sehingga akses jalan semakin lebar. Di kawasan Minapolitan, tambahnya, akan dibangun diantaranya, tempat pelelangan ikan (TPI). TPI akan menampung hasil tangkapan ikan dari nelayan di Kecamatan Ujungpangkah yakni Desa Pangkah Kulon ; Pangkah Wetan, dan Banyuurip. Serta hasil tangkapan ikan nelayan Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu.

“Hasil kajian mobilisasi hasil laut lebih mudah melalui Desa Randuboto,”kata mantan Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten (Setkab) Gresik itu.

PENGOLAHAN IKAN : Konsep pembangunan kawasan minapolitan di Desa Randuboto Kecamatan Sidayu yang bakal dilakukan oleh Dinas CK PKP Gresik (Foto: Tangkapan layar /1minute.id)

Program integrasi di Desa Randuboto ini, rencananya mulai dikerjakan pada tahun ini. Untuk diketahui, kawasan minapolitan di bantaran atau  DAS Bengawan Solo di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu digagas mulai September 2021. 

Langkah awal dimulai sosialisasi antara Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik bersama pemerintah desa setempat.  Rpat konsolidasi tanah komprehensif pada Rabu, 1 September 2021. Kepala Kantor BPN Gresik Asep Heri mengatakan untuk mendukung kawasan minapolitan, dibutuhkan sinergi antarlembaga baik Pemkab, Pemdes serta pemerintah pusat.

“Jadi program ini induknya DAK integrasi didanai Kementrian PUPR, tetapi dibarengi dengan program ATR BPN konsolidasi tanah. Jadi nanti ada penataan tanah,”kata Asep Heri.  Asep menambahkan, dalam pengembangannya juga akan diatur terkait fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos). Bahkan, penataan jalan serta segala fasilitas yang ada.

Dia menyatakan, untuk tahap pertama ada 186 rumah yang akan dijadikan pilot projek. Nantinya, akan diklirkan soal legalitas tanah termasuk dengan sertifikat hak milik. “Selain bidang tanah ditata kebutuhan dasar masyarakat dibantu seperti sertifikat tanah, pemasangan instalasi listrik, PDAM, jalan dan lain sebagainya. Kebutuhan dasar akan diperbaiki,”tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Randuboto Andhy Sulandra menerangkan pihaknya siap menerima program DAK Integrasi sebagai upaya penataan kawasan bantaran sungai. (yad)

Minapolitan Berintegrasi di DAS Bengawan Solo Desa Randuboto Segera Direalisasikan  Selengkapnya

Revitalisasi Kawasan Heritage Gresik Kota Lama Dituntaskan Tahun Ini

GRESIK,1minute.id – Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) diprakarsai Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CK PKP) Gresik berlanjut. Tahun ini, dinas digawangi oleh Ida Lailatussa’adiyah itu akan  menuntaskan tujuh ruas jalan di Gresik Kota Lama (GKL).

Tujuh ruas yang bakal menjadi destinasi wisata minat khusus di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Tujuh ruas jalan itu adalah Jalan Basuki Rahmat dengan panjang 200 m ; Jalan AKS Tubun (200 m) ; Jalan Kramatlangon (317 m) ; Jalan Agus Salim (269 m) ; Jalan Malik Ibrahim (460 m) ; Jalan KH Zubair (625 m) dan Jalan Setia Budi (160 m).

Menurut Kepala Dinas CK PKP Gresik Ida Lailatussa’adiyah, pembangunan drainase dan pedestrian di tujuh ruas jalan di Gresik Kota Lama dikerjakan secara bergiliran. Sehingga, masyarakat pengguna jalan tetap bisa melakukan aktivitas secara normal. “Hanya pengalihan arus lalu lintas yang akan dilakukan,”kata Ida Lailatussa’adiyah dalam sosialisasi bersama jurnalis pada Jumat, 28 Januari 2022.

Pekerjaan pembangunan drainase akan dituntaskan pada tahun ini. Revitalisasi kawasan Gresik Kota Lama (GKL) ini akan mengubah kawasan heritage di GKL. Lebih menarik dan ciamik. “Penataan kawasan heritage ini menggunakan anggaran dari APBN dan APBD Gresik,”tegasnya. Konsep revitalisasi untuk mewujudkan salah satu Program Nawa Karsa, Gresik Lestari. 

MAKET KAWASAN MALIK IBRAHIM: Dinas CK PKP Gresik tahun ini akan melakukan revitalisasi kawasan Heritage di Gresik Kota Lama. Diantaranya, ruas Jalan Malik Ibrahim, Gresik (FOTO : tangkap layar CK PKP Gresik for 1minute.id)

Revitalisasi dilakukan digagas oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Gresik menggunakan konsep tematik. Kepala DPKP Gresik Ida Lailatussa’adiyah mengatakan, revitalisasi tujuh ruas kawasan heritage di Gresik Kota Lama. 

Seperti diberitakan revitalisasi di tujuh ruas jalan itu berupa pembangunan saluran air, penerangan jalan, pavingisasi dan lainnya. “Untuk konsepnya kita sesuaikan dengan kawasan tersebut,”ujarnya. Ia mencontohkan, ruas jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Bedilan, Kecamatan Gresik. Kawasan itu banyak bangunan peninggalan Kolonial Belanda. 

Bangunan yang masih terawat apik diantaranya rumah dinas (rumdin) Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Informasi yang dihimpun rumdin Wabup itu sebelumnya adalah Wedana. Wedana adalah pembantu pimpinan wilayah Daerah Tingkat II (kabupaten ), membawahkan beberapa camat; pembantu bupati.  Lalu, Kantor Pos Pelabuhan dan lainnya. “Bagaimana konsep PJU, pavingnya akan disesuaikan dengan konsep kolonial. Tapi, unsur khas Gresik tetap harus masuk. Lampu ada Damarkurung,”tegasnya. 

TUJUH RUAS : Ini tujuh ruas jalan yang tahun ini akan dilakukan revitalisasi Dinas Cipta Karya PKP Gresik untuk mewujudkan Nawa Karsa ( FOTO : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Konsep tematik itu, juga untuk ruas lainnya. Seperti, Jalan Malik Ibrahim yang terdapat situs religi, Sunan Maulana Malik Ibrahim, Wali Sanga. Penyebar agama Islam di Pulau Jawa sekaligus Syahbandar pertama di Gresik. “Konsep revitalisasinya akan memadukan kekhasan setempat,”ujarnya. 

Contohnya di kampung Pecinan (kawasan Kelenteng Kim Hin Kiong,Red). “Untuk 2022 akan mensupport kawasan permukiman pribumi seperti Kampung Kemasan, kampung  Bedilan dan Pulopancikan,”terangnya.
 Dinas CK PKP juga telah melakukan pertemuan dengan sejumlah pemilik utilitas seperti PT Telkom, PT PLN, PDAM dan lainnya. Karena utilitas itu nantinya harus ditanam. “Satu minggu sebelum kegiatan harus diamankan semuanya,”katanya. (yad)

Revitalisasi Kawasan Heritage Gresik Kota Lama Dituntaskan Tahun Ini Selengkapnya

Datang Terlambat, Gerbang Kantor Bupati Ditutup, Ratusan Kendaraan Diduga ASN Mengular

GRESIK,1minute.id – Etos kerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik masih belum sesuai ekspektasi. Diduga puluhan bahkan ratusan abdi negara terpaksa tidak bisa mengikuti apel pagi setiap Senin karena terlambat. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gresik bakal memberikan sanksi pengurangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). 

“Sudah kami ingatkan sejak awal. ASN yang terlambat masuk kerja akan mendapatkan sanksi pengurangan TPP,”kata Kepala BKD Gresik Khusaini dikonfirmasi selulernya pada Senin, 24 Januari 2022. 

TERLAMBAT: Puluhan kendaraan diduga ASN tertahan tidak bisa masuk karena terlambat masuk kantor pada Senin, 24 Januari 2022 (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Dalam pengamatan 1minute.id puluhan bahkan ratusan kendaraan bermotor roda dua dan empat berjubel di gerbang masuk kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Senin pagi, 24 Januari 2022. Bahkan, antrean masuk meluber di jalan nasional itu. Mereka tidak bisa masuk karena gerbang kantor ditutup. Di halaman kantor Bupati itu sedang ada apel pagi.  Sejumlah kendaraan yang datang terlambat ada yang memilih untuk balik kanan. (yad)

Datang Terlambat, Gerbang Kantor Bupati Ditutup, Ratusan Kendaraan Diduga ASN Mengular Selengkapnya

Siang ini, Gedung baru, UPT PKB Dishub Gresik Diresmikan

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memiliki gedung baru, UPT pengujian kendaraan bermotor (PKB) Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik. 
Gedung baru itu berlokasi di Jalan raya nasional di Raya Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.

Gedung baru menjadi harapan baru bagi Pemkab Gresik yang bakal merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Pemkab Gresik yang diperingati setiap 27 Februari itu. 
Selama hampir 5 dasawarsa, Pemkab Gresik hanya sewa pakai gedung PKB milik Pemprov Jatim di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas. Gedung lama itu, sekarang digunakan sebagai gedung Samsat.
Gedung baru, UPT PKB Dishub Gresik ini memiliki luas 20.369 meter persegi (m²). Luas bangunan 1.550 m² terdiri dari gedung utama uji PKB dan kantor 1.440 m² dan 150 m². 

Pembangunan gedung baru UPT PKB Dishub Gresik dilakukan melalui 2020 dengan anggaran sebesar Rp 10 miliar. Gedung tersebut rencananya diresmikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada siang hari ini, Senin, 24 Januari 2022.

Kepala UPT PKB Dishub Gresik Sriono mengatakan, pembangunan gedung diharapkan bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD) Pemkab Gresik. Tahun lalu, PAD yang disetorkan ke Pemkab Gresik sekitar Rp 2,5 miliar. “Tahun ini target meningkat sekitar Rp 3 miliar “kata Sriono pada Senin, 24 Januari 2022.

Gedung baru semangat pelayanan akan semakin dipermudah. Bila selama ini, pendaftaran kendaraan yang hendak melakukan uji kir melalui cara konvensional yakni datang ke kantor. “Kedepan pendaftaran bisa dilakukan secara online,”imbuhnya. Dalam sehari rata-rata 150 unit kendaraan bermotor yang melakukan uji kir. (yad)

Siang ini, Gedung baru, UPT PKB Dishub Gresik Diresmikan Selengkapnya

Bukit Sampah Ngipik Semakin Menjulang

GRESIK,1minute.id – Sampah kota bakal menjadi problem krusial bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Pasalnya, tempat pembuangan akhir (TPA) Ngipik semakin menggunung. TPA berlokasi di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik menampung mayoritas sampah rumah tangga warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik berjumlah 1,3 juta jiwa. 

ANTRE: Truk pengangkut sampah menunggu antrean membuang sampah di TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Antrean panjang truk pengangkut sampah menjadi pemandangan saban hari. Sejak musim hujan. Para sopir harus sabar antre menunggu giliran membuang sampah di TPA Ngipik itu pada Sabtu, 22 Januari 2022. “Kalau sampeyan kesini hari efektif (Senin sampai Jumat) antrean sampai luar pagar (gerbang) TPA,”cerita Imam Solikin, salah satu sopir pengangkut sampah ditemui 1minute.id pada Sabtu, 22 Januari 2022.

Pada Sabtu dan Minggu antrean berkurang. Solikin mengaku sudah 30 menit menunggu giliran membuang sampah. Sampah yang diangkut Solikin diambil dari Kecamatan Cerme, Gresik itu. “Sehari Saya empat sampai lima kali rit,”katanya. 

BECEK : Air hujan bercampur air lindi sampah membuat TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik becek pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Dalam pengamatan 1minute.id antrean panjang truk sampah itu terjadi mulai terlihat begitu masuk gerbang TPA hingga tempat pembuangan. Sebanyak 8 truk yang antre setelah jembatan timbangan. Antrean lebih panjang sebelum jembatan timbang. Antrean terjadi karena jalan di TPA Ngipik becek karena musim hujan. 

Antrean semakin parah karena alat berat yang beroperasi hanya masing-masing satu unit backhoe dan bulldozer. Menurut sejumlah orang yang ada di TPA itu, biasanya ada tiga unit backhoe yang beroperasi untuk meratakan sampah. Namun, sejak sepekan terakhir dua dari tiga backhoe rusak. “Satu backhoe yang beroperasi,”kata salah satu pemulung di TPA Ngipik. 

ALAT BERAT: Operator Backhoe sedang meratakan sampah di TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

TPA Ngipik, satu-satunya lahan pembuangan akhir yang dimiliki Pemkab Gresik. Di TPA itu tempat menampung semua sampah rumah tangga mulai dari Kota, Gresik Selatan, dan Utara. Gresik Selatan meliputi Kecamatan Wringinanom, Driyorejo, Kedamean, Menganti, Cerme, Benjeng, Balongpanggang dan Duduksampeyan. Kemudian, Gresik Utara mulai dari Bungah, Dukun, Sidayu, Panceng dan Ujungpangkah. Berikut, sampah rumah tangga di kawasan Gresik Kota meliputi Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar. Saban hari volume sampah yang dibuang ke TPA Ngipik berkisar antara 200 ton – 300 ton.

BANGAU: Tumpukan sampah di TPA Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik menjadi tempat burung Bangau untuk mencari makan pada Sabtu, 22 Januari 2022 (Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Semuanya tumplek-blek dibuang di TPA Ngipik. 
Pemkab Gresik sudah berancang-ancang membuka sejumlah tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) lainnya. Yakni, Gresik Selatan, Utara dan Pulau Bawean. Namun, hingga saat ini belum teralisasi. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik  Mokh Najikh mengatakan,  ada dua TPST yang akan dipersiapkan untuk pengelolaan sampah rumah tangga. “TPST Ngipik dan Belahanrejo, Kecamatan Kedamean,”kata Najikh dikonfirmasi 1minute.id melalui selulernya pada Sabtu, 22 Januari 2022. (yad)

Bukit Sampah Ngipik Semakin Menjulang Selengkapnya

Bupati Gresik Marger Dua OPD dan Bentuk OPD Damkar, Efisiensi Anggaran Puluhan Miliar

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melantik dan mengambil sumpah jabatan 402 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Pelantikan dilakukan di hall parkir Selatan Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 18 Januari 2022. 

Pelantikan ratusan pejabat baru ini untuk pengisian struktur organisasi tata kelola (SOTK) baru. Dalam pelantikan kali ini, Pemkab Gresik menggabungkan dua organisasi perangkat daerah (OPD) dan membentuk satu OPD baru. 

Dua OPD yang digabung itu adalah Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Gresik menjadi Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Pemuda, Olahraga  ( Disbudparekrafpora) dan Dinas Pertanahan di merger dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Gresik.

Selain marger dua OPD itu, Pemkab Gresik membentuk OPD baru yakni Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Gresik. Sebelumnya, UPT Damkar tergabung di Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP). “Pengabung dua OPD dan pembentukan satu OPD baru ini untuk efisiensi. Pemkab bisa menghemat anggaran puluhan miliar,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman usai pelantikan.

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani melanjutkan, efisien anggaran dilakukan pemerintah ini akan digunakan untuk percepatan pembangunan di Gresik. Tentang OPD baru, Dinas Damkar, Menurut Bupati 36 tahun ini karena Gresik dikenal sebagai Kota Industri. “Akan tidak elok bila tidak ada Dinas Damkar,”tegasnya. 

Seperti diberitakan, gerbong mutasi di pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kembali bergulir. Mutasi dan promosi hari ini, Selasa, 18 Januari 2022 menyasar pimpinan tinggi Pratama, Administrator, Pengawas dan Fungsional di lingkungan Pemkab Gresik. Sebanyak 402 (bukan 274 pejabat seperti diberitakan sebelumnya) yang dilantik. (yad)

Bupati Gresik Marger Dua OPD dan Bentuk OPD Damkar, Efisiensi Anggaran Puluhan Miliar Selengkapnya

Gerbong Mutasi, Rotasi dan Promosi di Pemkab Gresik Kembali Bergulir

GRESIK,1minute.id – Gerbong mutasi di pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kembali bergulir. Mutasi dan promosi hari ini, Selasa, 18 Januari 2022 menyasar pimpinan tinggi Pratama, Administrator, Pengawas dan Fungsional ini digelar di parkir selatan Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Informasi yang dihimpun mutasi dan promosi kali berjumlah 274 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Gresik diambil sumpahnya. Mayoritas adalah guru dan tenaga kependidikan di Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik. Selain itu, juga dilakukan peleburan di organisasi perangkat daerah (OPD). Antara lain adalah Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Dinas Pertanahan Gresik. 

Dispora digabung dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata,  Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora). Sedangkan Dinas Pertanahan dilebur ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik. Belum diketahui siapa yang terpilih menjabat kepala OPD hasil peleburan itu. Ketika berita ini ditulis, petugas masih membacakan surat keputusan (SK) pengangkatan jabatan baru tersebut. Sekitar pukul 09.00 masih 167 SK yang dibacakan. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dalam surat undangan menyatakan sehubungan acara tersebut dimohonkan saudara yang untuk dilantik dan mengangkat sumpah jabatan di lingkungan Pemkab Gresik hadir pada hari Selasa, 18 Januari 2022 memakai pakaian PSL (Full Dress).

Pelantikan dilakukan merujuk pada Peraturan Pemerintah nomor 11/2017 sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah nomor 17/2020 berbunyi setiap Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan harus dilantik dan mengangkat sumpah jabatan menurut agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. (yad)

Gerbong Mutasi, Rotasi dan Promosi di Pemkab Gresik Kembali Bergulir Selengkapnya

Sempurnakan Birokrasi, Bupati Lantik 378 Pejabat

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melantik dan mengambil sumpah jabatan Administrator, Pengawas, dan Fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Pelantikan sebanyak 378 pejabat itu dilakukan di parkir selatan Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 31 Desember 2021.

Fandi Akhmad Yani dalam keterangannya menjelaskan bahwa kegiatan pelantikan sejatinya merupakan amanah dari Mendagri dalam rangka mendukung penyempurnaan birokrasi, yakni dengan menjadikan eselon IV dan eselon III menjadi jabatan fungsional.

Wakil Bupati Aminatun Habibah menegaskan bahwa mutasi dan kenaikan jabatan merupakan hal yang biasa dalam lingkungan ASN. Sehingga sudah selayaknya bahwa dimanapun ASN ditempatkan untuk selalu memberikan kinerja dan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Hal ini karena dalam pertimbangan mutasi dan kenaikan.
“Pada hakikatnya, perpindahan jabatan itu sudah menjadi suatu kebiasaan. Oleh karena itu, tidak boleh merasa tertekan dan itu sudah menjadi tugas ASN untuk melaksanakannya,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah itu. 

Dalam pengambilan keputusan tersebut juga tidak lepas dari berbagai tolok ukur diantaranya kapasitas kompetensi, integritas, loyalitas dan juga moralitas. Dengan berbagai pertimbangan tersebut maka kita semua harus memberikan kinerja yang terbaik untuk Kabupaten Gresik. “Mari bersama-sama membangun Kabupaten Gresik dengan sebaik-baiknya, dan semua adalah untuk masyarakat Kabupaten Gresik,”harap Bu Min. 

Sebelumnya, Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gresik Nasriyah mengatakan, sebanyak 378 orang yang dilantik. Mereka terdiri dari 13 orang jabatan administrator, jabatan pengawas (28 orang), jabatan fungsional (283 orang), serta kepala sekolah (54 orang). (yad)

Sempurnakan Birokrasi, Bupati Lantik 378 Pejabat Selengkapnya

Pemkab Ajak Perusahaan Sinergi, Kolaborasi Penanganan Normalisasi Kali Lamong

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik mengajak perusahaan di Kecamatan Kebomas berkolaborasi dan sinergi dalam penanganan banjir Kali Lamong. Caranya,  perusahaan mengalokasikan corporate Social Responsibility (CSR) untuk normalisasi Kali Lamong melalui paguyuban pengusaha. 

Penuntasan penanganan banjir Kali Lamong yang sudah puluhan tahun menjadi prioritas Pemkab Gresik.  Pertemuan perwakilan pengusaha di Kecamatan Kebomas dihelat di sebuah hotel di Jalan Veteran, Gresik itu dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Camat Kebomas Miftachul Huda.

Washil Miftachul Rachman mengatakan pertemuan dengan perwakilan perusahaan ini bertujuan untuk mendorong perusahaan-perusahaan di wilayah Kecamatan Kebomas untuk membentuk paguyuban, serta mengajak perusahaan untuk mendukung program pemerintah daerah dalam bentuk CSR untuk penanganan banjir di Kali Lamong.

“Dengan jumlah perusahaan sebanyak 356 perusahaan yang berada di Kecamatan Kebomas, akan sangat membantu Kabupaten Gresik apabila kegiatan CSR-nya dilakukan dalam bentuk normalisasi aliran Kali Lamong yang melintasi Kecamatan Kebomas,”kata mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Gresik itu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjelaskan banjir luapan Kali Lamong yang terjadi setiap tahunnya merupakan masalah yang belum teratasi. Kali Lamong sendiri merupakan sungai yang melintasi beberapa kecamatan di Kabupaten Gresik. Salah satunya adalah Kecamatan Kebomas yang mana dilewati Kali Lamong sepanjang kurang lebih  9 kilometer.

“Banjir Kali Lamong yang setiap tahun terjadi di Kabupaten Gresik ini menimbulkan banyak kerugian bagi masyarakat, mulai dari gagal panen hingga rusaknya infrastruktur. Kerugian yang besar ini membuat penanganan banjir Kali Lamong menjadi kebijakan prioritas Pemerintah Kabupaten Gresik, maka dari itu kami menawarkan agar dana CSR di perusahaan dapat difokuskan untuk penanganan banjir Kali Lamong, alih-alih digunakan untuk kegiatan sosial ketika banjir,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad itu.

Oleh karenanya, Gus Yani mengajak seluruh perusahaan yang berada di wilayah Kecamatan Kebomas untuk membuat satu Paguyuban yang menaungi perusahaan di wilayah Kecamatan Kebomas sebagai bentuk sinergitas dan kolaborasi untuk kemajuan Kabupaten Gresik.
“Kami melihat adanya peluang kebersamaan gotong royong antara perusahaan dan Pemerintah Daerah untuk mengatasi permasalahan di Kabupaten Gresik.

Dengan membentuk paguyuban, kami mendorong adanya gotong royong untuk mencapai tujuan tidak hanya sosial namun juga menjalin silaturahmi antar perusahaan di wilayah Kecamatan Kebomas serta paguyuban dapat langsung bersinergi dengan pemerintah,” tambah Bupati 36 tahun itu.

Sebelumnya, Pemkab Gresik Pemerintah telah melaksanakan penanganan banjir Kali Lamong di berbagai kecamatan dengan menggandeng perusahaan wilayah tersebut. Pembebasan lahan di wilayah Kecamatan Cerme telah direalisasikan serta normalisasi di beberapa titik telah dilaksanakan dengan menggandeng perusahaan lokal. Pemerintah Kabupaten Gresik sendiri juga telah memfokuskan APBD untuk penanganan Banjir.

Berbagai upaya dilakukan Pemkab Gresik  melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) maupun berkolaborasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo yang memiliki wewenang dalam penanganan Kali Lamong. Efek yang nyata dirasakan setelah adanya normalisasi tersebut adalah makin berkurangnya wilayah yang terdampak banjir dan durasi banjir yang semakin menurun sehingga banjir bisa lekas surut. (yad)

Pemkab Ajak Perusahaan Sinergi, Kolaborasi Penanganan Normalisasi Kali Lamong Selengkapnya

Bupati Minta Kepala OPD Bikin Program Sesuai Kebutuhan Masyarakat

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melantik dan mengambil sumpah sembilan jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 9 Desember 2021.

Sembilan pejabat promosi ke eselon II itu adalah Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto ; Kadinkes dr Mukhibatul Khusnah; Kadinsos Gresik dr Umi Khoiroh ; Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu  (DPM-PTSP) Gresik A.M. Reza Pahlevi dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Gresik Suprapto. 

Selanjutnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Achmad Hadi ,Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Pengembangan Daerah (Bappeda) Gresik Misbahul Munir , Direktur RSUD Ibnu Sina Gresik dr Soni dan Asisten Perintahan dan Kesejahteraan  Rakyat Setda Gresik Suyono. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengingatkan kepada sembilan pejabat baru dilantik bekerja secara tim. Tidak bekerja sendiri-sendiri. Sebab, tantangan kedepan cukup berat. “Team work harus dijalankan. Buatlah kebijakan berbasis kebutuhan masyarakat,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya. Untuk bisa mengetahui kebutuhan masyarakat, seorang pejabat harus memiliki kepekaan, empati responsif dan solutif. 

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani lalu menyebutkan satu per satu pekerjaan rumah yang harus cepat diselesaikan. DPM-PTSP, diantaranya. Ia memberikan tantangan kepada Reza Pahlevi, Kepala DPM-PTSP Gresik membuat program percepatan perizinan operasional lembaga pendidikan dan kemudahan investasi. 

“Banyak lembaga pendidikan kita kesulitan mengurus perizinan, bikin satu gebrakan, permudah izin lembaga kependidikan. Seban, Investasi untuk anak bangsa. Juga, investasi skala besar maupun skala kecil,” kata Gus Yani.Pelantikan dan Pengambilan Sumpah berlangsung khidmat ini dihadiri Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Gresik. 

Terpisah, Kepala DPM-PTSP Gresik A.M Reza Pahlevi mengatakan, bahwa dirinya siap mengemban amanah dan melaksanakan sebaik-baiknya tugas yang dipercayakan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. “Kita sudah memiliki strategi untuk memberikan kemudahan perizinan, izin lembaga kependidikan yang nantinya akan dilaksanakan fasilitasi mulai di tingkat Kecamatan sehingga bisa memudahkan masyarakat,”kata Reza. 

“Dan untuk investasi pastinya kita akan melakukan berbagai percepatan sehingga akan memberikan kemudahan untuk investasi di Kabupaten Gresik,”imbuh mantan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemkab Gresik itu. (yad)

Bupati Minta Kepala OPD Bikin Program Sesuai Kebutuhan Masyarakat Selengkapnya