Petrokimia Gresik & Pemkab Gresik Bersinergi Dalam Pemanfaatan Lahan Reklamasi

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia bersama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersinergi untuk percepatan kesepakatan pemanfaatan lahan reklamasi. Solusi tersebut didapatkan usai dilakukan pertemuan antara Petrokimia Gresik dengan Pemkab Gresik di Gresik di Mustikarasa Cafe & Resto pada Jumat, 15 Desember 2023.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Pemkab Gresik Agung Endro Dwi Setyo Utomo mewakili Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa retribusi yang nantinya dibayarkan oleh Petrokimia Gresik akan dikelola Pemkab Gresik untuk kemajuan masyarakat Gresik. Untuk itu, ia berharap ada sinergitas antara Petrokimia Gresik dengan Pemkab dalam mencari solusi pembayaran pemanfaatan lahan reklamasi. “Mari kita bersinergi, ada percepatan,” katanya. 

Ditempat terpisah Agung ketika dikonfirmasi membenarkan telah bertemu dengan manajemen Petrokimia Gresik pada Jumat, 15 Desember 2023. Ia mengatakan, pihak Petrokimia Gresik telah mengurus perizinan reklamasi pada 2009, namun Surat Keputusan Hak Pengelolaan Lahan (SKHPL) dan Hak Guna Bangunan HGB keluar Desember 2022. Pemanfaatan lahan reklamasi lebih kurang seluas 14,5 hektar tepatnya 145.195 meter persegi. Retribusi senilai kurang lebih Rp 147 miliar dengan masa durasi selama 30 tahun. Artinya retribusi pemanfaatan lahan reklamasi “hanya” Rp 1 juta per meter persegi per 30 tahun.

Sementara, SVP Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik Adityo Wibowo mewakili Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo mengungkapkan bahwa, Petrokimia Gresik telah berdiri selama 51 tahun dan sudah menjadi bagian dari masyarakat dan Pemkab Gresik. Petrokimia Gresik juga berkomitmen untuk terus berkontribusi aktif bagi seluruh entitas yang ada di Kabupaten Gresik.

“Petrokimia Gresik selalu berkomitmen berkontribusi untuk kemajuan Pemkab dan masyarakat Gresik. Selama ini kami juga taat dalam membayar pajak, termasuk PBB yang alhamdulillah kepatuhan tersebut mendapatkan apresiasi dari Bupati Gresik kemarin. Sehingga dalam pemanfaatan lahan reklamasi ini, komitmen kami tetap sama”. Terangnya.

Saat ini, tambah Adit, sapaan akrab, Adityo Wibowo, Petrokimia Gresik dan Pemkab Gresik sudah mengajukan permintaan kepada BPKP Jawa Timur untuk mereview mengenai tarif pemanfaatan lahan ini.

“Selain kinerja Petrokimia Gresik diawasi oleh berbagai pihak, kami juga menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance dalam berbagai aksi perusahaan, sehingga semua kegiatannya harus memiliki landasan yang jelas. Untuk itu, terkait pemanfaatan lahan ini, Petrokimia Gresik dan juga Pemkab Gresik bersama-sama mengajukan review kepada BPKP Jatim untuk memberikan masukan” tandasnya kembali.

Dengan komitmen yang telah disampaikan sebelumnya, Adit kembali mengutarakan bahwa komitmen Petrokimia Gresik tidak akan pernah berubah untuk kemajuan Kabupaten Gresik. “Petrokimia Gresik berharap agar dasar pembayaran kepada Pemkab Gresik kuat dengan mempertimbangkan masukan dan review BPKP Jatim. Petrokimia Gresik akan melakukan pembayaran sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati,” pungkasnya. (yad)

Petrokimia Gresik & Pemkab Gresik Bersinergi Dalam Pemanfaatan Lahan Reklamasi Selengkapnya

Patuh Membayar PBB, Petrokimia Gresik Dapat Apresiasi Dari Bupati Gresik 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia mendapatkan penghargaan dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atas kepatuhan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) 2023 di Kabupaten Gresik pada Kamis, 14 Desember 2023.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan terima kasih kepada Bupati Gresik atas apresiasi yang selama ini banyak diberikan kepada Petrokimia Gresik, khususnya penghargaan yang diberikan terkait tanggung jawab perusahaan membayar PBB. Ia memastikan Petrokimia Gresik akan terus berkomitmen untuk kemajuan Kabupaten Gresik.

“Kami menyadari, kelancaran operasional bisnis perusahaan selama lebih dari setengah abad ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten dan masyarakat. Untuk itu kami memastikan akan senantiasa maju bersama”, tandasnya.

Sementara, SVP Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik Adityo Wibowo menambahkan Petrokimia Gresik berdiri di atas lahan lebih dari 550 Hektar (Ha) dan berada di tiga kecamatan, yaitu Gresik, Kebomas dan Manyar maka keberadaan Petrokimia Gresik harus memberikan manfaat bagi masyarakat Gresik.

“Petrokimia Gresik memiliki komitmen untuk kontribusi bagi masyarakat Gresik. Penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi Pemkab Gresik kepada Petrokimia Gresik yang melakukan pembayaran pajak sebelum jatuh temponya,” ujar Adit, panggilan Adityo Wibowo.

Ia memastikan pemberian penghargaan ini memotivasi bagi Petrokimia Gresik untuk selalu taat dalam membayar pajak. Karena pajak nantinya akan kembali kepada masyarakat Gresik melalui pembangunan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, selain melalui PBB, Petrokimia Gresik juga berkontribusi melalui sejumlah retribusi. Periode 2022, Petrokimia Gresik telah berkontribusi dengan membayar retribusi sebesar Rp 8,1 miliar. Sementara di tahun 2023, Petrokimia Gresik juga telah membayar pajak dan retribusi sebesar Rp 27,4 miliar. “Angka ini merupakan kewajiban Petrokimia Gresik saat pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) beberapa bangunan dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG),” terangnya.

Selain itu, lanjut Adit, sumbangsih Petrokimia Gresik juga dapat dilihat dari realisasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk masyarakat Gresik. Pada 2022, Petrokimia Gresik telah menggelar program Bina Lingkungan bagi masyarakat Gresik sebesar Rp 9,5 miliar.

Selanjutnya, Januari hingga November 2023 sebesar Rp 11,3 miliar. Seluruhnya terealisasi melalui sektor pendidikan; kesehatan; pelestarian lingkungan; bantuan sarana dan prasarana, termasuk tempat ibadah, kegiatan sosial, bantuan sembako, dan lainnya. “Kontribusi ini menjadi bukti jika keberadaan Petrokimia Gresik harus tetap dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Gresik,” pungkasnya. (yad)

Patuh Membayar PBB, Petrokimia Gresik Dapat Apresiasi Dari Bupati Gresik  Selengkapnya

Akhiri Paceklik, Tim Voli Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia Sabet Juara Livoli Divisi Utama 2023

GRESIK,1minute.id – Tim voli putri Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia berhasil menjuarai Livoli Divisi Utama 2023. Prestasi ini mengakhiri peceklik juara selama 18 tahun.  Melengkapi gelar juara tersebut, spiker Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia, Putri Nur Hidayati Agustin dinobatkan sebagai Pemain Masa Depan Livoli Divisi Utama 2023.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengapresiasi prestasi yang diraih oleh tim Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia. Ia berterima kasih karena capaian ini turut memberikan dampak positif bagi perusahaan yang memiliki komitmen untuk memajukan olahraga di Indonesia, termasuk cabang voli.

“Kami berharap, atlet binaan Petrokimia Gresik bisa terus berprestasi hingga level internasional, sehingga dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia di ajang internasional,” ujar Dwi Satriyo pada Senin 11 Desember 2023.

Sementara, Direktur Operasi dan Produksi (DOP) Digna Jatiningsih menambahkan, Petrokimia Gresik sejak 2002 telah membina tim bola voli melalui penyediaan fasilitas lengkap untuk latihan dan memberikan bimbingan pelatihan intensif. Pada akhir 2021 lalu, tim voli binaan Petrokimia Gresik berganti nama menjadi “Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia Volleyball Team”.

Pupuk Indonesia juga memainkan peran penting dalam kehadiran tim ini sebagai sponsor utama tim Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia sehingga dapat berprestasi di ajang Livoli Divisi Utama tahun ini. Kontribusi ini, ujar Digna, merupakan salah satu upaya Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia untuk mendukung generasi muda bangsa berprestasi melalui olahraga voli.

“Kami berharap kemenangan ini memotivasi seluruh pemain di tim untuk meningkatkan prestasinya di kejuaraan-kejuaraan berikutnya,” tandasnya

Tim voli binaan Petrokimia Gresik aktif di berbagai kejuaraan. Di Proliga, tahun ini adalah keikutsertaan yang ke-20, setelah absen satu kali di tahun 2020 dan ditiadakannya penyelenggaraannya di tahun 2021 karena pandemi Covid-19. Prestasi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, tim voli binaan Petrokimia Gresik pernah meraih Juara 3 di tahun 2016 dan Juara 2 Proliga di tahun 2022 ini.

Selain Proliga, tim voli Petrokimia Gresik sebelumnya juga pernah meraih Juara 2 Kejurnas Livoli Divisi 1 tahun 2019. Dan tahun ini gelar juara 1 Livoli Divisi Utama 2023 diraih setelah mengalahkan tim TNI AU, dan merupakan kedua kalinya diraih Petrokimia Gresik setelah gelar pertama direbut pada 2005 atau 18 tahun silam.

Pelatih Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia, Pedro Lilipali menyampaikan bahwa kemenangan ini diraih karena para pemainnya fokus dan menjadikan kekalahan sebelumnya sebagai motivasi. Ia mengaku selalu memberikan motivasi kepada para pemain dan memberikan arahan agar memperbaiki saat serve receive maupun saat block. Dengan itu, ternyata semangat anak asuhnya makin bagus sehingga bisa bermain dengan lepas.

“Kunci kemenangan anak-anak bisa bermain lepas. Kami juga belajar dari dua kekalahan sebelumnya saat bertemu tim PBV AU, dengan memperbaiki receive, blok dan cover,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Ketua Umum PBV Petrokimia Gresik juga mengapresiasi kerja keras para atlet sehingga mampu memberikan prestasi terbaiknya di kejuaraan tahun ini. Ia berharap prestasi ini bisa terus ditingkatkan. “Para atlet sudah bekerja semaksimal mungkin dengan berlatih sesuai evaluasi dari para pelatih. Prestasi ini harus ditingkatkan melalui latihan lebih baik lagi,” pungkas Koko. (yad)

Akhiri Paceklik, Tim Voli Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia Sabet Juara Livoli Divisi Utama 2023 Selengkapnya

Di COP 28 Dubai, Petrokimia Gresik Beberkan Strategi Mengurangi Emisi Karbon 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia membeberkan lima strategi dalam Conference of The Parties 28 (COP) 28 di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) pada Rabu malam, 6 Desember 2023. Lima strategi industri dan proyek baru untuk mendukung pemerintah mengurangi emisi karbon. Dari strategi tersebut, perusahaan penghasil pupuk terlengkap di Indonesia ini mampu meminimalisasi emisi karbon lebih dari 1,2 juta ton dalam setahun. 

“Petrokimia Gresik adalah produsen pupuk dan bahan kimia terlengkap di Indonesia. Produk utama kami adalah pupuk, yang merupakan kebutuhan dasar bagi sektor pertanian untuk menghasilkan pangan. Dalam operasional perusahaan, kami terus berupaya untuk meminimalisasi adanya emisi karbon yang terjadi karena proses industri,” ujar Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo saat menjadi pembicara dalam acara “Pavilion Indonesia Talks Session” COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) pada Rabu malam, 6 Desember 2023.

Adapun strategi yang dijalankan Petrokimia Gresik untuk meminimalisasi emisi karbon, pertama adalah pemanfaatan karbon untuk bahan baku pupuk Urea, ZA, serta menggunakan karbon untuk bahan produksi CO2 cair dan dry ice. Melalui strategi ini, Petrokimia Gresik telah memanfaatkan emisi karbon sekitar 902.700 ton/tahun.

Kedua, Petrokimia Gresik seoptimal mungkin meningkatkan efisiensi dalam pembakaran pada boiler berbahan bakar batubara. Melalui upaya ini, Petrokimia Gresik mampu meminimalisasi emisi karbon sekitar 1.600 ton/tahun.

Strategi efisiensi energi berikutnya dilakukan Petrokimia Gresik melalui pemanfaatan purge gas sebagai bahan bakar tambahan yang dapat mengurangi konsumsi gas alam. Melalui langkah ini, Petrokimia Gresik juga meminimalisasi emisi karbon hingga 3.145 ton/tahun.

Ketiga, Petrokimia Gresik juga melakukan transisi energi dengan mengurangi produksi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Batubara dan menggantinya dengan konsumsi listrik dari PLN. Transisi energi ini dapat meminimalisasi emisi karbon hingga 105.000 ton/tahun.

Keempat, upaya Petrokimia Gresik untuk meminimalisasi emisi karbon juga dilakukan dengan memanfaatkan energi terbarukan, yaitu menginstalasi panel surya dengan dengan kapasitas 471 kWp menghasilkan sekitar 516.000 kWh per tahun. Melalui panel ini, Petrokimia Gresik bisa mengurangi potensi timbulnya emisi karbon sekitar 447 ton/tahun. Selain itu, Petrokimia Gresik juga telah membeli Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN 2.160 unit/bulan. Melalui upaya ini, Petrokimia Gresik bisa meminimalisasi emisi karbon setara 22.550/tahun

Kelima, Petrokimia Gresik melakukan elektrifikasi dengan menggunakan 150 unit kendaraan listrik untuk operasional usaha, sehingga mampu mengurangi emisi karbon hingga 50 ton/tahun. “Strategi-strategi ini telah dijalankan oleh Petrokimia Gresik dan sudah memberikan kontribusi nyata dalam meminimalisasi emisi karbon,” tandas Dwi Satriyo.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, selain strategi tersebut, Petrokimia Gresik juga memiliki rencana proyek yang mampu mengurangi emisi karbon. Antara lain Co-Firing Ammonia di Coal-Fired Boiler dapat mereduksi 60.000 ton emisi karbon/tahun.

Petrokimia Gresik juga akan membangun pabrik soda ash, yang merupakan pabrik soda ash pertama di Indonesia. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi hingga 300.000 ton dan memanfaatkan 174.000 ton CO2 sebagai bahan baku.

Dwi Satriyo menjelaskan, soda ash sendiri merupakan komoditas yang permintaannya mencapai sekitar 1 juta ton per tahun dan saat ini masih sepenuhnya di impor. Hal ini juga didorong oleh tumbuhnya industri lain seperti industri kaca dan keramik, sabun, dan deterjen yang merupakan industri turunan dari soda ash. “Petrokimia Gresik akan terus tumbuh menjadi perusahaan go global dengan senantiasa berwawasan lingkungan,” pungkasnya.

Sementara itu, di COP28 para pemimpin dunia tahun ini tengah membahas isu perubahan iklim di masa depan dan strategi untuk menurunkan emisi karbon dunia. Adapun salah satu sesi di COP28 adalah “Pavilion Indonesia Talks Session” dengan tema “Circular Economic Approach in Decarbonizing Hard-to-Abate Fertilizer Company”.

Siapkan Fasilitas Energi Bersih

Sementara itu di rangkaian COP28, Pupuk Indonesia menandatangani Joint Development Agreement (JDA) bersama PLN, dan ACWA Power. JDA ini terkait pengembangan sumber energi bersih yaitu ekosistem green hydrogen dan green ammonia yang akan dibangun di kawasan Petrokimia Gresik.

Merespon kerja sama tersebut, Dwi Satriyo menyampaikan pihaknya menyambut positif kesepakatan tersebut dan mendukungnya dengan menyiapkan fasilitas pengembangan yang dibutuhkan. “Dalam proyek ini, Petrokimia Gresik mendapat tugas dari Pupuk Indonesia menyiapkan lahan untuk lokasi pembangunan electrolyzer, atau alat yang akan menghasilkan green hydrogen dari air. Selanjutnya green hydrogen tersebut akan dikirim ke salah satu Pabrik di Petrokimia Gresik sehingga dapat menghasilkan green ammonia,” tandas Dwi Satriyo.

Dalam kerjasama ini, Pupuk Indonesia bersama PLN dan ACWA Power akan membentuk sebuah perusahaan joint-venture (JV). Perusahaan patungan ini akan menjalankan proyek, termasuk pemilihan kontraktor EPC (Engineering, Procurement, & Construction) hingga penjualan green ammonia untuk pasar domestik maupun mancanegara. (yad)

Di COP 28 Dubai, Petrokimia Gresik Beberkan Strategi Mengurangi Emisi Karbon  Selengkapnya

DNA Insan Petrokimia Gresik Mengalir Hingga Anper, Borong 21 Penghargaan di Ajang TKMPN 2023

GRESIK,1minute.id – DNA Inovasi insan Petrokimia Gresik semakin bersinar. Dalam ajang Temu Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XXVII di Jogjakarta, inovasi perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia itu berhasil memborong 21 penghargaan. Dari belasan penghargaan tersebut, sembilan diantaranya adalah kategori Diamond yang merupakan penghargaan tertinggi di ajang level nasional ini.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, menyampaikan bahwa perolehan Diamond Petrokimia Gresik di event TKMPN tahun ini meningkat dibanding pada saat keikutsertaannya tahun lalu, yaitu delapan Diamond.

“Pencapaian ini menjadi bukti jika kualitas inovasi yang diciptakan di Petrokimia Gresik semakin meningkat. Petrokimia Gresik tidak pernah berhenti untuk berinovasi dalam menghadirkan sistem bisnis yang lebih efektif dan efisien sebagai komitmen perusahaan menjalankan amanah menyalurkan pupuk bersubsidi, menjadi leader di pasar komersial dalam negeri, serta mendorong Pupuk Indonesia untuk go global,” ujar Dwi Satriyo pada Senin, 4 Desember 2023.

Selain Diamond, Petrokimia Gresik juga menambah prestasinya dengan membawa pulang tiga penghargaan kategori Platinum, enam Best Performance dan tiga Best Presentation. Belasan penghargaan tersebut diraih oleh 12 Gugus Inovasi dari Petrokimia Gresik.

Antara lain GIO Post (meraih Diamond & Best Performance), GIO Fintube (Diamond), GIO Focus (Diamond & Best Performance), GIO SP26 (Diamond & Best Presentation), GIO Equal (Diamond & Best Performance), GIO Cone (Diamond & Best Performance), dan GIO WMS Inbound (Platinum & Best Presentation).

Berikutnya, peserta dari Petrokimia Gresik yang berkompetisi di TKMPN yaitu GIO 2CE (Diamond & Best Performance), SS Kita Atasi (Platinum), SS Vibranium (Diamond & Best Presentation), SS Zinc (Diamond & Best Performance), dan SS GGMU Jembatan Timbang (Platinum).

“DNA Insan Petrokimia Gresik adalah DNA inovasi. Semua Gugus Inovasi Petrokimia Gresik mampu membawa pulang penghargaan tanpa kecuali, setelah mereka berkompetisi bersama dengan 562 Gugus Inovasi yang menjadi peserta di ajang TKMPN tahun 2023 ini,” tandas Dwi Satriyo.

Rinciannya PT Petrosida Gresik mengirimkan dua gugus, yaitu SS SPPD (Platinum) dan SS Trichosida (Diamond); Berikutnya dua gugus dari PT Petrokimia Kayaku, SS PekabisRunr (Diamond) dan SS Oil Dispersion Reborn (Platinum). Anak perusahaan (anper) yang juga mendapatkan Diamond yaitu PT Aneka Jasa Grhadika (AJG) melalui gugus New Three Musketeer (Diamond dan Best Presentation), selain itu SS Lion dari AJG mendapatkan Platinum.

Gugus anper selanjutnya dari PT Petro Graha Medika (PGM), Si Pegas (mendapat Platinum dan Best Presentation), serta Warrior (Diamond dan Best Presentation). Kemudian, Koperasi Konsumen Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (K3PG) mendapatkan dua Platinum dari SS Klik Air K dan GIO Biocast.

Sementara, PT Petrokopindo Cipta Selaras (PCS) mengirimkan SS Evas (yang meraih Gold), GIO PCSGO (Platinum), sertaGIO Zombies (Platinum & Most Favorite). Terakhir satu anper Petrokimia Gresik yang turut berkompetisi yaitu PT Graha Sarana Gresik melalui GIO Sidang mendapatkan Gold dan Most Favorite.

“Keikutsertaan anper ini menjadi bukti jika DNA inovasi yang sudah mengalir di Petrokimia Gresik juga mampu ditularkan hingga anper-anper kami. Alhamdulillah para anper kami juga membawa prestasi yang membanggakan,” kata Dwi Satriyo.

Melengkapi penghargaan tersebut, tujuh anak perusahaan (anper) Petrokimia Gresik dan anper di bawah Yayasan Petrokimia Gresik juga turut berkompetisi dan membawa pulang prestasi. Sebanyak 14 Gugus Inovasi anper berhasil mendapatkan empat Diamond, delapan Platinum, dan dua Gold.

Lebih lanjut ia menambahkan, Petrokimia Gresik berhasil membukukan kinerja terbaik sepanjang sejarah di tahun 2022. Capaian ini tidak lepas dari inovasi-inovasi yang diciptakan Petrokimia Gresik untuk berkontribusi bagi keberlanjutan perusahaan dan kemajuan pertanian Indonesia.

“Capaian dari inovasi ini merupakan sumbangsih dari 91 persen karyawan yang terus berpikir inovatif untuk perusahaan. Kami memastikan jika prestasi tersebut akan memotivasi Insan Petrokimia Gresik untuk terus berinovasi, karena terobosan yang dihasilkan berdampak langsung bagi kemajuan pertanian di Indonesia,” tutup Dwi Satriyo. (yad)

DNA Insan Petrokimia Gresik Mengalir Hingga Anper, Borong 21 Penghargaan di Ajang TKMPN 2023 Selengkapnya

Terapkan BEF untuk Memajukan Pertanian, Petrokimia Gresik Sabet Platinum Award di Ajang IQA 2023

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menerima Platinum Award dan mempertahankan predikat “Industry Leader” dalam ajang Indonesia Quality Award (IQA) 2023. Penghargaan secara simbolis diterima oleh Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Robby Setiabudi Madjid di Jakarta, baru-baru ini.

Usai menerima penghargaan, Robby menyampaikan bahwa, penghargaan ini menjadi bukti jika Petrokimia Gresik semakin optimal dalam menerapkan kerangka Baldrige Excellence Framework (BEF). Dimana BEF merupakan alat ukur kinerja yang bersifat menyeluruh dengan standar internasional dan implementasinya berdampak pada peningkatan kinerja serta daya saing global.

“Petrokimia Gresik dalam asesmen kerangka BEF tahun 2023 ini mendapatkan skor 706. Angka ini tertinggi di antara Pupuk Indonesia Grup, atau sembilan perusahaan aplikan. Atas capaian nilai pula Petrokimia Gresik menerima penghargaan Platinum Award, yang merupakan prestasi pertama diraih Petrokimia Gresik sejak berpartisipasi di asesmen kinerja unggul,” ujar Robby.

Ia juga menambahkan untuk kategori Band of Excellence Achievement, Petrokimia Gresik berhasil mempertahankan predikat “Industry Leader” yang telah dicapai sejak tahun 2022 lalu. Kendati demikian, terdapat peningkatan skor asesmen Petrokimia Gresik tahun ini dibanding tahun sebelumnya yang mendapatkan nilai 682. Atas peningkatan skor sebanyak 24 poin ini pula, Petrokimia Gresik juga menerima penghargaan Bronze Award.

“Petrokimia Gresik menjadi satu-satunya perusahaan yang membawa pulang tiga penghargaan sekaligus dalam ajang yang diselenggarakan oleh IQA Foundation ini,” ujar Robby.

Lebih lanjut ia menjelaskan, implementasi kerangka BEF merupakan instrumen penting bagi perusahaan untuk memajukan pertanian Indonesia, menjaga ketahanan pangan nasional, serta mendukung Pupuk Indonesia menjadi global company. Penerapan BEF ini memberikan dampak positif bagi kinerja perusahaan yang meningkat setiap tahunnya, mulai dari capaian laba terbaik sepanjang sejarah hingga peningkatan jumlah inovasi.

“Kinerja unggul merupakan kebutuhan dasar bagi perusahaan untuk dapat bertahan di tengah berbagai perubahan. Salah satu upaya nyata Petrokimia Gresik menghadirkan kinerja unggul di perusahaan adalah melalui segudang inovasi yang telah diakui di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu contohnya adalah Smart Precision Farming yang dihadirkan Petrokimia Gresik untuk masa depan pertanian Indonesia yang lebih modern,” tutup Robby.

IQA Foundation didirikan tahun 2005 oleh BUMN Executive Club (BEC) untuk mendorong dan memfasilitasi perbaikan kinerja organisasi melalui penerapan kerangka BEF yang dimiliki oleh The National Institute of Standard & Technology (NIST). IQA Foundation sejak pertama didirikan menjadi satu-satunya organisasi di Indonesia yang mendapatkan lisensi dari NIST. Sebagai apresiasi atas hasil asesmen, IQA Foundation menyelenggarakan IQA 2023. (yad)

Terapkan BEF untuk Memajukan Pertanian, Petrokimia Gresik Sabet Platinum Award di Ajang IQA 2023 Selengkapnya

Wamen BUMN Tinjau Persiapan Program Smart Precision Farming Besutan  Petrokimia Gresik 

GRESIK,1minute.id – Wakil Menteri (Wamen) BUMN Kartika Wirjoatmodjo melakukan kunjungan kerja ke Petrokimia Gresik pada Kamis, 9 November 2023. Ia mengunjungi perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia itu untuk meninjau persiapan Program Smart Precision Farming.

Smart Precision Farming merupakan transformasi dari program precision farming yang sudah dikembangkan Petrokimia Gresik selama lebih dari 20 tahun.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi yang turut mendampingi kunjungan Wamen BUMN di Petrokimia Gresik menyampaikan bahwa semangat pendirian perusahaan pupuk oleh Pemerintah sejak awal adalah dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional, dan Petrokimia Gresik merupakan salah satu perusahaan dengan varian produk pupuk dan bahan kimia paling lengkap di Indonesia. Inovasi Smart Precision Farming inisiasi Petrokimia Gresik juga merupakan upaya untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

“Selain pupuk nano dan granul, drone yang dimanfaatkan untuk program Smart Precision Farming juga bisa untuk pengaplikasian pestisida. Dua anak perusahaan Petrokimia Gresik, ada Petrosida Gresik dan Petrokimia Kayaku adalah produsen pestisida yang jika digabungkan keduanya menjadi salah satu leader di pasar pestisida Indonesia,” jelas mantan Dirut Petrokimia Gresik itu di hadapan Wamen BUMN.

Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan bahwa, program Smart Precision Farming yang saat ini dikembangkan perusahaan berawal dari program precision farming yang sudah diinisiasi Petrokimia Gresik sejak tahun 2000 lalu, ditandai terciptanya pupuk NPK dengan formula yang dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan tanaman.

“Kita adalah pioneer pupuk NPK di tanah air, dan Pabrik kita sejak lebih dari 20 tahun lalu sudah bisa menghasilkan pupuk NPK dengan formula yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan umum unsur hara tanaman. Kebutuhan untuk sawit tentu dengan padi sudah pasti berbeda, begitu juga dengan tanaman lain. Melalui produksi customized ini, pupuk yang Petrokimia Gresik hasilkan kandungan yang presisi sesuai kebutuhan tanaman,” tandasnya.

Program precision farming berikutnya dikembangkan Petrokimia Gresik tahun 2005 dengan menciptakan pupuk organik granul Petroganik. Pupuk ini untuk mengantisipasi berkurangnya kandungan organik tanah. Pupuk ini, tambah Dwi Satriyo, juga mendukung program Pemupukan Berimbang yang disosialisasikan Pemerintah untuk pertanian berkelanjutan. “Tahun 2010, Petrokimia Gresik juga mengembangkan pupuk hayati berbahan aktif mikroba, untuk mengefektifkan penggunaan N dan P. Sehingga penyerapan oleh tanaman semakin optimal,” ujar Dwi Satriyo.

Tahun 2015, Petrokimia Gresik mengoptimalkan layanan precision farming dengan menghadirkan Mobil Uji Tanah (MUT) yang kemudian jangkauan layanannya diperluas ke seluruh wilayah di Indonesia pada tahun 2020. Mobil ini mampu menganalisa tingkat kesuburan tanah, sehingga dapat memberikan rekomendasi pemupukan yang tepat sesuai dengan lokasi dan komoditi. Mobil ini melengkapi program edukasi, sosialisasi dan pendampingan budidaya yang dilakukan Petrokimia Gresik.

“Petani cukup membawa sampel tanahnya, dalam waktu yang singkat sudah bisa mengetahui kandungan yang ada di tanahnya, sehingga petani bisa menggunakan pupuk yang presisi sesuai dengan kebutuhan. Dan tentunya layanan ini gratis,” ujarnya.

Tahun 2021 sebelum program precision farming dikembangkan menjadi Smart Precision Farming, Petrokimia Gresik juga melahirkan pupuk NPK Phonska Alam. Pupuk ini menjadi pupuk mineral alam yang bersertifikat organik pertama di Indonesia dangan kandungan N, P, dan K terstandar. Penggunaannya jauh lebih presisi dibandingkan dengan penggunaan kotoran hewan pada budidaya tanaman organik.

Selain itu, Petrokimia Gresik juga memiliki data kesuburan tanah yang didokumentasikan dalam sebuah buku berjudul “Pertanian Presisi: Status Kesuburan Tanah”. Buku yang diluncurkan pada acara puncak ulang tahun ke-51 Petrokimia Gresik ini dapat menjadi acuan atau pedoman bagi praktisi pertanian terkait aplikasi pemupukan berimbang.

 Di tahun 2023, Petrokimia Gresik mengembangkan Smart Precision Farming atau program precision farming yang lebih maju, dengan salah satunya mengembangkan pupuk yang diaplikasikan berteknologi nano, sehingga lebih optimal penyerapannya oleh tanaman. Pupuk berteknologi nano ini akan menjadi produk baru dan pertama kali dikembangkan di Indonesia.

Dalam program ini juga, Petrokimia Gresik memanfaatkan teknologi drone yang dilengkapi dengan IoT untuk mengaplikasikan pupuk nano dan mengambil data geo-spasial, soil test kit untuk mengukur unsur hara tanah, serta teknologi Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) yang dapat merekam indeks vegetasi tanaman melalui citra satelit kanal infra merah dan kanal merah. Data yang terekam dari berbagai teknologi ini nantinya dapat digunakan menjadi landasan dosis pemupukan yang presisi sehingga proses pertanian dapat semakin efektif dan efisien. Selain itu, petani juga bisa mendapatkan informasi terkait luas lahan dan database mengenai kondisi tanah di lahannya.

“Smart Precision Farming dapat menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh pertanian Indonesia, dengan memanfaatkan teknologi modern, sehingga budidaya pertanian dapat dilakukan dengan cara lebih efektif, efisien, dan presisi. Hasilnya pun lebih optimal sehingga pendapatan petani meningkat, dan menarik minat generasi muda Indonesia,” tutupnya. (yad)

Wamen BUMN Tinjau Persiapan Program Smart Precision Farming Besutan  Petrokimia Gresik  Selengkapnya

Optimalisasi Eksplorasi Minyak Bumi di Papua Barat, Petrokimia Gresik Suplai 36 Ribu Liter Green Surfactant

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia mendukung optimalisasi produksi minyak bumi dalam negeri dengan berkontribusi pada proyek injeksi “huff and puff” di Lapangan Walio, Kabupaten Sorong, Papua Barat, menggunakan Green Surfactant. Proyek ini ditandai dengan pemberangkatan Green Surfactant oleh SEVP Operasi Petrokimia Gresik I Ketut Rusnaya, mewakili Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo di Gresik, Jawa Timur, baru-baru ini.

 Petrokimia Gresik merupakan satu-satunya industri dalam negeri yang mampu menghasilkan Green Surfactant. Petrokimia Gresik saat ini memiliki dua Pabrik Asam Sulfat dengan kapasitas total 1.170.000 ton/tahun. Salah satu produk intermediate dari pabrik tersebut adalah gas SO3 yang merupakan bahan baku Green Surfactant dengan jumlah yang melimpah dan kualitas yang stabil.

Pabrik Green Surfactant Petrokimia Gresik yang berdiri sejak 2020 ini memiliki kapasitas produksi sebesar 600kL/tahun. Saat ini pabrik tersebut telah melakukan banyak sekali improvement, sehingga produk Green Surfactant yang hasilkan jauh lebih stabil dan telah memenuhi persyaratan untuk digunakan dalam IOR/EOR, atau sesuai dengan permintaan pasar. Kedepan, diproyeksikan pada tahun 2026 kapasitas produksi pabrik Green Surfactant Petrokimia Gresik dapat mencapai 5500kL/tahun.

 Terpisah, Dwi Satriyo menyampaikan bahwa, proyek Huff & Puff di Lapangan Walio dengan skema No Cure No Pay ini dimulai pada bulan November 2023. Petrokimia Gresik berkolaborasi bersama beberapa pihak, dimana Petrokimia Gresik bertugas menyuplai Green Surfactant sebanyak 36.000 liter. Selanjutnya Green Surfactant tersebut diformulasikan oleh PT Dunia Kimia Jaya dan diinjeksikan di lapangan oleh PT Enerproco Global Indonesia

“Green Surfactant sebelum mengikuti proyek ini telah melewati beberapa tahapan uji coba yang dipersyaratkan, yaitu IFT 10-3 dan Windsor type III pada uji phase behavior serta dalam uji imbibisi, Green Surfactant mampu menghasilkan nilai recovery yang cukup menjanjikan,” ungkap Dwi Satriyo pada Jumat, 27 Oktober 2023.

Lebih lanjut Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih menambahkan bahwa Green Surfactant produksi Petrokimia Gresik ini merupakan satu-satunya produk surfaktan ramah lingkungan yang dihasilkan di dalam negeri untuk mengoptimalkan eksplorasi minyak bumi dengan metode Improved Oil Recovery (IOR) dan Enhanced Oil Recovery (EOR).

“Pada proses Huff and Puff kali ini, Green Surfactant diformulasi dengan chemical lain dan diinjeksikan pada sumur minyak, lalu didiamkan (soaking) beberapa waktu. Dalam beberapa waktu kemudian diproduksikan kembali pada sumur tersebut. Proses injeksi ini dapat memisahkan minyak bumi yang masih menempel pada bebatuan sehingga meningkatkan perolehan minyak bumi,” tambah Digna Jatiningsih.

SEVP Operasi Petrokimia Gresik I Ketut Rusnaya, usai memberangkatkan suplai Green Surfactant menyampaikan bahwa Produk Green Surfactant tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas sumur minyak bumi, tetapi juga mampu mengeluarkan minyak mentah dari lapangan atau sumur minyak tua yang sudah tidak berproduksi lagi. 

“Pengeboran minyak suatu saat akan turun produktivitasnya, meskipun cadangan yang ada di dalam sumur masih banyak. Ini terjadi karena minyak terjebak pada bebatuan atau lainnya. Dengan menggunakan Green Surfactant akan ada peningkatan produksi minyak yang awalnya tertinggal karena susah terproduksikan sekarang bisa dioptimalisasi. Huff and Puff Green Surfactant di Lapangan Walio nantinya diharapkan berlanjut menjadi pilot project EOR yang dapat semakin menunjukkan kualitas dari produk kami,” ujar Ketut.

Lebih lanjut Ketut mengungkapkan Green Surfactant memiliki potensi pasar yang besar mengingat harganya lebih kompetitif dan lebih ramah lingkungan. Di sisi lain sumur migas di Indonesia juga sangat banyak. “Kerja sama ini menjadi salah satu wujud dan peran bersama dalam membangun kemandirian bangsa serta dalam rangka mengurangi ketergantungan impor bahan baku dan bahan penolong, seperti Surfaktan,” tutup Ketut. (yad)

Optimalisasi Eksplorasi Minyak Bumi di Papua Barat, Petrokimia Gresik Suplai 36 Ribu Liter Green Surfactant Selengkapnya

Tiga Tahun Inovasi Makmur, Petrokimia Gresik Sukses Makmurkan Ratusan Ribu Petani

GRESIK,1minute.id –  Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia mengklaim sukses menjaga ketahanan pangan nasional dan keberlanjutan pertanian Indonesia. Indikatornya, capaian perusahaan dalam program Makmur selama periode 2021-2023. Kado manis di Hari Pangan Sedunia.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan bahwa, program Makmur diinisiasi oleh Menteri BUMN Erick Thohir bersama Pupuk Indonesia. Petrokimia Gresik menjalankan program ini sejak tahun 2021 dan telah behasil memandirikan sebanyak 106.102 petani di seluruh Indonesia karena tidak lagi bergantung pada pupuk bersubsidi yang alokasinya semakin terbatas tiap tahunnya.

“Petrokimia Gresik dalam program Makmur ini bertugas memberikan pendampingan budidaya tanaman serta kawalan pertanian melalui produk-produk nonsubsidi, sehingga hasil panen melimpah dan kesejahteraan petani turut meningkat. Dengan demikian Petrokimia Gresik berhasil memakmurkan lebih dari 106 ribu petani di Indonesia,” tandas Dwi Satriyo pada Senin,16 Oktober 2023.

Dalam tiga tahun terakhir, Petrokimia Gresik merealisasikan program Makmur di lahan seluas 234.661 hektar (Ha) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Dengan rincian tahun 2021 menjangkau lahan seluas 20.440 hektar dengan keterlibatan sebanyak 21.694 petani. Berikutnya capaian di tahun 2022 terus meningkat, dimana Petrokimia Gresik berhasil menjalankan program Makmur di lahan seluas 98.598 hektar dan menggandeng 60.307 petani.

Terakhir, pada tahun 2023 hingga bulan September atau akhir Triwulan III tahun ini, Petrokimia Gresik berhasil merealisasikan program Makmur pada lahan seluas 115.623 hektar dan melibatkan 24.101 petani. Capaian tiap tahunnya ini melampaui target yang ditetapkan. Adapun komoditas yang menjadi sasarannya terbanyak adalah padi dan tebu. Kemudian jagung, kelapa sawit, bawang merah, hortikultura, kopi, tembakau dan benih kangkung.

“Petrokimia Gresik sebagai perusahaan dengan varian pupuk terlengkap di Indonesia juga mampu memberikan jawaban atas segala kebutuhan petani untuk mendorong petani semakin mandiri. Khususnya di saat pupuk ZA, SP-36 dan Petroganik tidak lagi masuk dalam skema subsidi di tahun 2022 sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2022,” tandasnya.

 Sebagai alternatifnya, Petrokimia Gresik tahun 2022 atau di usia emas perusahaan meluncurkan pupuk nonsubsidi ZA Plus, Phosgreen, pupuk organik cair Phonska OCA Plus. Selain itu juga Petrokimia Gresik menghadirkan sejumlah produk unggulan seperti Phonska Alam, Petroganik Premium, SP-26, Petro Niphos. Pupuk ini diaplikasikan pada beberapa program Makmur.

“Setiap budidayanya kami selalu mengaplikasikan pupuk organik. Hal ini menjadi komitmen perusahaan dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan di Indonesia,” tandasnya.

INOVASI MAKMUR

Dwi Satriyo melanjutkan, dalam menjalankan program Makmur, Petrokimia Gresik banyak melakukan sejumlah inovasi, sehingga hasilnya maksimal. Diantaranya melalui program Sekolah Makmur yang mendapatkan apresiasi langsung dari Menteri BUMN Erick Thohir pada saat pemberangkatan angkatan pertama tahun 2022, kemudian Santri Makmur yang diresmikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.

Sekolah Makmur dan Santri Makmur digagas untuk mengoptimalkan pelaksanaan program Makmur. Dimana melalui program ini, Petrokimia Gresik berupaya mencetak SDM unggul di bidang pertanian bekerja sama dengan Politeknik Pengembangan Pertanian (Polbangtan) dan Pondok Pesantren. “Program ini, merupakan salah satu terobosan yang dihadirkan oleh Petrokimia Gresik dalam memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang selama ini dialami petani,” pungkas Dwi Satriyo. (yad)

Tiga Tahun Inovasi Makmur, Petrokimia Gresik Sukses Makmurkan Ratusan Ribu Petani Selengkapnya

Gus Yani Wujudkan Mimpi Warga Gili Noko Nikmati PLTS, Petrokimia Gresik Berikan Meteran Gratis

GRESIK,1minute.id – Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)  beroperasi di Pulau Bawean. Tepatnya, di Pulau Gili, Desa Sidogunungbatu, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik.  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang meresmikan pemakaian listrik tenaga surya  itu pada Minggu, 15 Oktober 2023.

Ratusan jiwa warga yang mendiami kepulauan yang memiliki destinasi wisata pasir putih dan tempat snorkeling yang menawan itu semringah. Mimpi menikmati lampu penerangan 24 jam non-stop menjadi kenyataan. Setelah puluhan tahun listrik di kawasan itu hanya menyala 5 jam sampai 7 jam dalam sehari karena menggunakan pembangkit dari genset. 

Kegembiraan warga setempat bertambah karena untuk pemasangan meteran listrik gratis. Bantuan dari Corporate Social Responsibility (CSR) Petrokimia Gresik. Selain meteran listrik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia itu membantu perbaikan jembatan apung, tempat pengolahan ikan dan sunit ekowisata. Penyerahan bantuan tersebut diserahkan oleh Direktur Direktur Keuangan dan Umum PT. Petrokimia Gresik Robby Setiabudi Madjid saat melakukan kunjungan bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

“Alhamdulillah warga Pulau Gili kini bisa menikmati listrik, selain itu berbagai bantuan CSR dari PT. Petrokimia Gresik juga mudah mudahan bermanfaat bagi warga Pulau Gili,” ungkap Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani rangkaian kunjungan kerja hari kedua di Pulau Bawean pada Minggu. 15 Oktober 2023.

Bupati mengapresiasi kepedulian Petrokimia Gresik kepada masyarakat Gresik, termasuk di Pulau Gili. Petrokimia Gresik selama ini mendukung program Pemkab Gresik di berbagai sektor. “Tentu membangun Gresik dibutuhkan dukungan dari banyak stakeholder, termasuk perusahaan seperti Petrokimia Gresik. Semoga dukungan ini dapat terus ditingkatkan untuk Gresik semakin maju,” tandasnya.

Ditempat sama, Direktur Keuangan dan Umum PT. Petrokimia Gresik Robby Setiabudi Majid menyampaikan, Petrokimia Gresik bekerjasama dengan pemerintah daerah akan memberikan beberapa bantuan untuk masyarakat yang berfokus pada 3 bidang yaitu Pendidikan, kesehatan & lingkungan, dan ekonomi masyarakat. “Untuk pendidikan ada du jenis bantuan yaitu bentuk dana pendidikan untuk sekolah dasar dan madrasah, kedua peremajaan atau renovasi ruang baca. Saya berharap peremajaan ruang baca meningkatkan minat baca warga,” terang Budi.

Kedua, lanjut Budi, bantuan kesehatan dan lingkungan ada dua yakni alat pengelolaan sampah plastik dan alat pengelolaan biogas. Dirinya berharap dengan alat tersebut nantinya limbah plastik dapat dijadikan bahan batu bata atau paving blok agar kedepan kebutuhan batu bata di Pulau Gili dapat dipenuhi secara mandiri. 

“Selanjutnya, alat pembuatan biogas nantinya jika diolah dapat menghasilkan kebutuhan bahan bakar dan pupuk organik yang dibutuhkan masyarakat,” tambahnya.

Ketiga, bantuan jenis ekonomi masyarakat, perusahaan memberikan 3 jenis. Di antaranya meteran listrik, alat pengolahan ikan, pembuatan dermaga dan sunit ekowisata di Pulau Gili Noko. “Mudah mudahan meteran listrik dapat memenuhi kebutuhan listrik dengan durasi yang panjang dari sebelumnya. Kemudian alat pengolahan ikan diharapkan dapat memproduksi berbagai olahan ikan. Nantinya dapat meningkatkan harga jual, dan nilai tambah serta produknya yang tahan lama dibandingkan hanya memproduksi ikan segar.

Tidak hanya itu, tidak kalah penting juga pembuatan dermaga dan sunit ekowisata di Gili Noko. “Saya berharap bisa lebih dikenal lebih oleh masyarakat luas. Tidak hanya Gresik ataupun masyarakat Jawa Timur bahkan secara Nasional,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Sidogedungbatu  Supar mengungkapkan, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang sudah terbangun dan beroperasi di Pulau Gili Timur merupakan bukti nyata atas kepedulian dan kerja keras Bupati Gus Yani. Untuk masyarakat di Pulau Bawean khususnya masyarakat Desa Sidogedungbatu.

“Penerangan lampu listrik baru terbukti setelah kepemimpinan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Beliau adalah seorang pemimpin yang benar-benar peduli atas keinginan dari masyarakat Pulau Gili Timur yang sudah lama menjadi impiannya,” kata H. Supar.

Diketahui bahwa Pulau Gili Timur bagian dari Desa Sidogedungbatu Kecamatan Sangkapura. Selama bertahun-tahun tidak pernah mendapatkan adanya penerangan lampu seperti desa dan dusun-dusun lain yang ada di Bawean.

Selanjutnya, penyerahan bantuan secara simbolis oleh Bupati Gresik didampingi Direktur Keuangan dan Umum PT. Petrokimia Gresik berupa 53 meteran listrik, alat pengolahan sampah organik dan non organik, bantuan peremajaan ruang baca inspirasi, bantuan ruang dan mesin pengolahan ikan, serta bantuan dana pendidikan. Usai penyerahan dilanjutkan dengan peninjauan rumah baca inspirasi, rumah pengolahan ikan dan biogas. (yad)

Gus Yani Wujudkan Mimpi Warga Gili Noko Nikmati PLTS, Petrokimia Gresik Berikan Meteran Gratis Selengkapnya