Wamentan Apresiasi Program Agro Solution, Gairahkan Milenial untuk Bertani

GRESIK,1minute.id – Program Agro Solution dikembangkan Pupuk Indonesia mendapatkan apresiasi dari Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi saat berkunjung ke Petrokimia Gresik pada Kamis,1 April 2021. 

Sebab, program Agro Solution itu sebagai upaya Pupuk Indonesia untuk mengakomodasi petani agar tidak bergantung pada pupuk subsidi. Juga, bertujuan menarik minat generasi milenial, karena program ini menawarkan keuntungan yang sangat menjanjikan.

“Kita harus menjaga dan membuat profesi petani ini menarik. Jadi dengan adanya program Agro Solution, mudah-mudahan bisa menjawab tantangan ini,”ujar Harvick. 

Direktur Utama Pupuk Indonesia Achmad Bakir Pasaman menambahkan hasil uji coba program Agro Solution di Kabupaten Jember, Banyuwangi, Bima, Dompu, Ponorogo, dan sebagainya, petani berhasil meningkatkan produktivitas tanamannya. 

“Panen gabah kering naik 55 persen, jagung kering naik 45 persen. Adapun keuntungan petani padi naik hingga 91 persen dan jagung kering naik hingga 60 persen,”ujar Bakir. 

Dalam program ini, lanjutnya, Pupuk Indonesia memberikan kawalan lengkap off farm dan on farm. Pada kegiatan off farm, Pupuk Indonesia memberikan akses permodalan kepada petani, bimbingan teknis, akses terhadap asuransi dan memberikan jaminan offtaker hasil panen.

Sedangkan di on farm, Pupuk Indonesia menyediakan produk agro input berkualitas, baik itu pupuk, benih, pestisida dan lain sebagainya. Juga memberikan kawalan teknologi dan bimbingan teknis.

Program Agro Solution ini telah dilaksanakan pada 10.861 hektare lahan di berbagai wilayah Indonesia. Pada 2021  target mencapai 50 ribu hektare. Hasil program ini mampu meningkatkan hasil panen dari rata-rata 5 sampai 6 ton menjadi 8 hingga 10 ton per hektare. 

“Harapannya bila produktivitas meningkat, maka pendapatan petani juga meningkat sehingga mereka mampu membeli pupuk non-subsidi dan tidak lagi tergantung pada pupuk bersubsidi,”kata Bakir. (yad)

Wamentan Apresiasi Program Agro Solution, Gairahkan Milenial untuk Bertani Selengkapnya

Stok Pupuk Tercukupi, Wamentan Optimistis Bisa Swasembada Pangan

GRESIK, 1minute.id – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi mengunjungi Petrokimia Gresik, anggota holding Pupuk Indonesia pada Kamis, 1April 2021.

Kunjungan Wamentan Harvick itu untuk memastikan kesiapan produksi pupuk subsidi memasuki musim tanam kedua pada tahun ini. 

Menurut Harvick, kunjungan ke PT Petrokimia Gresik untuk memantau kesiapan musim tanam kedua bulan April-Mei 2021 ini, dan memastikan pupuk tersedia untuk masyarakat petani.

“Sesuai arahan Presiden, kami di sini memastikan kebutuhan pupuk untuk petani tercukupi, sehingga target pemerintah untuk swamsembada pangan bisa terlaksana,”ujar Harvick.

Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Indonesia Achmad Bakir Pasaman di hadapan Wamentan menambahkan bahwa stok pupuk subsidi telah disiapkan di gudang lini 1 (produsen) sampai dengan lini 4 (kios resmi) sebanyak 2,1 juta ton. Jumlah ini mencukupi untuk kebutuhan selama enam minggu ke depan. 

“Kami selalu berusaha memastikan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan aturan yang ada, baik itu Permendag maupun Permentan,”ujar  Achmad Bakir Pasaman. 

“Stok tersebut lebih dari tiga kali lipat dari stok minimum pemerintah, sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan petani di musim tanam ini,”lanjutnya. 

Ia menambahkan, untuk membantu kelancaran penyaluran pupuk subsidi, Pupuk Indonesia didukung jaringan distribusi yang dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia, yaitu memiliki sembilan unit pengantongan, enam unit Distribution Center (DC), 203 kapal laut, 6.000 lebih truk.

Kemudian, 595 gudang dengan kapasitas 3,1 juta ton, dan memiliki jaringan distributor sebanyak 1.200 dengan 29.000 lebih kios resmi. 

Pupuk Indonesia juga telah menerapkan teknologi 4.0 dalam pendistribusian pupuk, melalui sistem Distribution Planning and Control System yang dapat memonitor posisi pengiriman barang, dan memantau stok hingga ke level kios secara real time. Sehingga potensi kelangkaan atau kekurangan stok dapat dicegah sejak dini. (yad)

Stok Pupuk Tercukupi, Wamentan Optimistis Bisa Swasembada Pangan Selengkapnya

Petrokimia Gresik, Satgas Covid-19 BUMN di Jatim, Buka Layanan SVB Targetkan 5 Ribu Vaksin Sehari

GRESIK,1minute.id – Sentra Vaksinasi Bersama (SVB) BUMN untuk Wilayah Jawa Timur resmi dibuka oleh Menteri BUMN Erick Thohir di Kompleks Grand City Mall Surabaya pada Minggu, 28 Maret 2021.

Dengan dibukanya SVB Jatim, maka total sudah empat titik SVB BUMN di Indonesia. Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia sekaligus Koordinator Satgas Tanggap Covid-19 BUMN Jawa Timur.

Tiga SVB lainnya diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta ; Lapangan Tennis Indoor Jakarta; dan di Semarang.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan program SVB BUMN, sebagai komitmen  dukungan untuk mempercepat vaksinasi di kota besar. Kota yang jumlah penduduknya besar. Program ini didukung oleh Kementerian Kesehatan, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota, serta perusahaan BUMN yang ada di wilayah setempat.

Ia pun mendorong agar semua perusahaan BUMN menjadi pioner untuk melakukan vaksinasi kepada lansia di lingkungan BUMN dan juga masyarakat. Hal ini akan memacu sektor-sektor industri lain, baik swasta dan milik pemerintah dalam meningkatkan kepedulian akan kesehatan lansia di lingkungannya, serta untuk menumbuhkan produktivitas demi perbaikan pertumbuhan ekonomi di masa pandemi.

“Kami menargetkan Sentra Vaksinasi Bersama di Surabaya ini bisa melakukan vaksinasi 5.000 orang dalam sehari. Tapi kalau bisa lebih ya Alhamdulillah,”ujarnya.

Staf Khusus III Menteri BUMN sekaligus Ketua Satgas SVB BUMN Arya Sinulingga menambahkan saat ini vaksinasi untuk lansia masih sedikit. Kementerian BUMN menyiapkan SVB agar mereka mendapatkan tempat yang nyaman untuk vaksinasi. Demikian juga untuk pelayan publik bagi karyawan di BUMN.

“Ini merupakan tempat keempat. Berikutnya akan kita bangun di Banyumas dan Bandung. Dengan demikian akan semakin banyak lansia di Pulau Jawa yang mengikuti vaksinasi,”ujar Arya.

Ia mengatakan, vaksinasi merupakan quick wins untuk menyelamatkan Indonesia dari wabah Covid-19.  Akan tetapi, masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan, karena memang obat dari Covid-19 belum ditemukan.

Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo mengatakan SVB Jatim ini dibuka bagi lansia dan pelayan publik karyawan BUMN di Jatim. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim memiliki jumlah lansia terbesar ketiga di Indonesia. 

Di awal 2021, terdapat sekitar 4,3 juta warga berusia 60 tahun ke atas di Jatim. Kota Surabaya sendiri menyumbang sekitar 265 ribu lansia. “Layanan SVB Jatim akan berlangsung selama 2 (dua) bulan hingga 28 Mei 2021. Tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang sesuai kebijakan pemerintah,”ujar Dwi Satriyo.

Lebih lanjut Dwi Satriyo menjelaskan Satgas BUMN Jatim telah dibentuk sejak 17 Maret 2020 ini membawahi 14 Rumah sakit (RS) BUMN yang tersebar di 11 kabupaten/kota. Antara lain, Surabaya, Malang, Gresik, Jember, Banyuwangi, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, Kalianget, Kediri, dan Mojokerto.

Satgas BUMN Jatim juga telah membentuk Posko Penanggulangan Covid-19 di 38 titik di seluruh Jatim. Total ada 14 BUMN yang berkantor pusat di Jatim dan 13 BUMN yang berkantor cabang di Jatim yang terlibat langsung dalam Satgas BUMN Jatim.

Sementara jumlah penyaluran bantuan mencapai Rp 34,88 miliar dengan sebaran 57 persen untuk alat kesehatan atau alat pelindung diri (APD), 25 persen untuk sembako, 10 persen untuk obat-obatan, dan 8 persen untuk bantuan lain.

Selain itu, Satgas BUMN Jatim juga telah melaksanakan Program Donor Plasma BUMN untuk Indonesia, dan hingga saat ini telah terdapat 124 pendonor dengan total volume plasma sekitar 49.600 cc.

“Kami siap mendukung pemerintah melalui program-program Kementerian BUMN dalam memerangi Covid-19. Semoga upaya ini dapat mempercepat Indonesia terbebas dari wabah ini,” tutup Dwi Satriyo. (*)

Petrokimia Gresik, Satgas Covid-19 BUMN di Jatim, Buka Layanan SVB Targetkan 5 Ribu Vaksin Sehari Selengkapnya

Petrokimia dan Pemkab Gresik Kalaborasi Launching Kampung Sehat, Wujudkan Kampung Dambaan Bebas Covid

GRESIK,1minute.id – Pagebluk coronavirus disease 2019 (Covid-19) belum berakhir. Meski, jumlah kasus sembuh trenya lebih tinggi dibandingkan kasus konfirmasi. Masyarakat tidak boleh lengah. Hadirnya, Kampung Sehat 2021 menjadi sebuah harapan menjadikan masyarakat Kota Santri -sebutan lain – Kabupaten Gresik terbebas dari wabah berawal dari Wuhan, Tiongkok itu.

Kampung Sehat 2021 resmi dilaunching oleh Direktur Utama (Dirut) PT Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Wisma Kebomas pada Rabu, 17 Maret 2021. Launching program yang didanai dari Corporate Social Responsibility (CSR) dari BUMN penghasil pupuk itu sebesar Rp 1,4 miliar. 

Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo mengatakan program Kampung Sehat diinisiasi oleh perusahaannya sudah berlangsung 10 tahun. Total dana yang telah dialokasikan untuk kegiatan kampung sehat sebesar Rp 13,4 miliar.

Kurun waktu satu dasawarsa sekitar 13,8 persen dari 1,3 juta penduduk Gresik yang menerima manfaat program Kampung Sehat ini.

“Selama sepuluh tahun tersebut, kami sudah melaksanakan kegiatan pengobatan umum untuk masyarakat, fogging, penanganan gizi buruk, papsmear, khitanan masal, pembangunan IPAL komunal, pencegahan stunting, dan lain-lain,”kata Dwi Satriyo Annurogo.

Untuk program Kampung Sehat 2021  dialokasikan dana sebesar  Rp 1,4 miliar. “Kami mempersiapkan tema kampung Dambaan Bebas Covid,”ujar Dwi Satriyo. Kampung Dambaan kepanjangan dari Dampak Baik Berkelanjutan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan terima kasih kepada Petrokimia Gresik atas program peningkatan Kesehatan kepada masyarakat Gresik selama ini.

“Kolaborasi dan sinergitas memang sangat diperlukan dalam penyelenggaraan Pemerintahan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap, kedepan harus lebih ditingkatkan dengan cakupan yang lebih luas,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya.

Gus Yani kemudian memaparkan perkembangan pandemic Covid-19 di Kota Santri. Alumnus Fakultas Ekonomi Airlangga Surabaya itu mengatakan pagebluk Covid-19  belum reda. Dia mengajak BUMN untuk bersama-sama membantu Pemerintah dalam penurunan angka paparan Covid-19 di Kota Santri ini.

“APBD di Pemkab Gresik saat ini sangat terbatas. Tentu dengan bantuan korporasi maka kita perlu membagi sasaran program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”ujarnya. 

“Kami welcome kepada Petrokimia Gresik untuk bersama-sama memutus penyebaran Covid-19.  Juga meningkatkan gizi masyarakat untuk menurunkan stunting,”imbuh Gus Yani. (*)

Petrokimia dan Pemkab Gresik Kalaborasi Launching Kampung Sehat, Wujudkan Kampung Dambaan Bebas Covid Selengkapnya

Petrokimia Gresik Mulai Produksi 1,5 Juta Liter POC Phonska OCA

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik memulai produksi pupuk organik cair (POC) subsidi Phonska OCA. Produksi perdana POC subsidi Phonska Oca melalui anak perusahaan, yaitu Petrosida Gresik.

Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih menjelaskan bahwa Petrokimia Gresik tahun ini mendapatkan tambahan amanah menyalurkan POC subsidi Phonska Oca sebanyak 1,5 juta liter untuk 11 (sebelas) provinsi. 

Yaitu, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.

“Phonska Oca merupakan pupuk organik cair inovasi Petrokimia Gresik. Mulai tahun ini pemerintah memasukkan pupuk ini ke dalam skema subsidi melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 49/2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Subsidi 2021,”ujar Digna pada Selasa, 9 Maret 2021.

Kebijakan POC subsidi ini, menurutnya, merupakan respon positif pemerintah dalam upaya mengoptimalkan pagu anggaran subsidi pupuk organik. Kurang lebih 10 tahun terakhir, tren serapan pupuk organik subsidi baik bentuk padat atau granul tidak pernah mencapai angka 100 persen. Sehingga setiap tahun terdapat sisa anggaran yang direalokasikan ke pupuk anorganik lainnya.

Di sisi lain, seluruh peneliti, baik dari Badan Litbang Pertanian dan Perguruan Tinggi serta para praktisi pertanian telah bersepakat bahwa pupuk organik sangat diperlukan untuk memperbaiki sifat fisik tanah.

“Produksi tahun ini adalah awal, tidak menutup kemungkinan tahun berikutnya alokasi POC subsidi akan meningkat,”tandas Digna.

Untuk itu, Petrokimia Gresik melalui Petrosida Gresik telah menyiapkan pabrik untuk memproduksi Phonska Oca dengan kapasitas sebesar 264 ribu liter per bulan atau 3,16 juta liter per tahun.

Phonska Oca berbeda dengan pupuk organik cair lainnya, karena memiliki kandungan C-Organik minimal 6 persen, unsur hara makro Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), dan diperkaya unsur mikro serta mikroba yang sangat bermanfaat untuk tanaman. 

Kandungan pupuk majemuk dalam Phonska Oca untuk meningkatkan produktivitas pertanian, sedangkan unsur organik untuk memperbaiki kandungan hara pada tanah.

“Tapi perlu dipahami dan disampaikan kepada petani bahwa POC bersubsidi merupakan suplemen tambahan dalam konsep pemupukan berimbang. Bukan pupuk yang diaplikasikan secara mandiri,”ujar Digna.

Untuk itu sebagai bagian dari edukasi terhadap petani, Petrokimia Gresik telah melakukan demonstration plot (demplot) di beberapa tempat di wilayah Jawa, Sumatera, Sulawesi dan NTB.  Secara umum pupuk ini mampu mendorong peningkatan hasil mencapai 10 hingga 60 persen bergantung pada jenis komoditas.

“Kita harus mampu memberikan pemahaman kepada petani bahwa produk ini dapat memenuhi harapan petani dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan. Ini adalah titik awal kepercayaan pemerintah dan petani terhadap Petrokimia Gresik terkait pupuk organik cair,”ujar Digna.

Sementara itu Petrokimia Gresik juga menggandeng Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian (BB-SDLP); serta Balai Penelitian Tanah untuk memberikan supervisi dan pengawalan teknologi agar program POC subsidi ini dapat berjalan sebagaimana mestinya.

“Sebagai jaminan produk ini bagus dan sesuai dengan kebutuhan petani, maka Petrokimia Gresik berkolaborasi dengan BB-SDLP dan Balai Penelitian Tanah. Karena jaminan produk berkualitas inilah yang akan meningkatkan produktivitas pertanian nasional,”terangnya.

Sedangkan, Kepala BB-SDLP Dr. Husnain yang turut menyaksikan produksi perdana Phonska Oca menyampaikan bahwa, Phonska Oca semakin relevan karena kesuburan tanah semakin kritis. Untuk Pulau Jawa saja kandungan organik tanah kurang dari 2 persen, sehingga diperlukan pupuk organik yang merupakan ruh dari kesuburan tanah.

“Pemerintah memberikan insentif pada POC cair ini sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian dengan memperbaiki kondisi tanah,” terangnya.

Tantangannya, petani masih banyak yang enggan menggunakan pupuk organik karena memang hasilnya tidak instan. Ini tantangan bersama untuk memberikan edukasi kepada petani penggunaan POC subsidi merupakan investasi jangka panjang guna memperbaiki kondisi tanah.

“Phonska Oca merupakan  pupuk yang kualitasnya bagus karena banyak kandungan tambahan, sehingga akan memberikan efek yang signifikan. Jika petani memahami hasil dari aplikasi Phonska Oca, maka pupuk organik cair ini akan dicari petani,” ujar Dr. Husnain.

Ia menambahkan bahwa BB-SDLP akan mengawal uji mutu agar POC ini bisa memberikan hasil optimal. Di sisi lain ia juga berharap ada pengawalan bersama terkait lahan yang nantinya telah mengaplikasikan Phonska Oca, untuk menjadi bahan evaluasi. (*)

Petrokimia Gresik Mulai Produksi 1,5 Juta Liter POC Phonska OCA Selengkapnya

Petrokimia Gresik Gunakan Prinsip Enam Tepat dalam Distribusi Pupuk Subsidi

JAMIN DISTRIBUSI : Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satryo A., ketika mendampingi Komisi IV DPR RI Gresik di Bali pada Senin, 15 Februari 2021


GRESIK,1minute.id – Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo  mengatakan, memastikan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan ketentuan pemerintah.  “Penyaluran pupuk menjadi faktor yang sangat vital, apalagi peningkatan produktivitas pertanian tidak sekadar menjaga ketahanan pangan tapi juga sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional akibat wabah Covid-19,” ujar Dwi Satriyo saat mendampingi anggota Komisi IV DPR RI berkunjung ke Gudang Pupuk Petrokimia Gresik di Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali pada Senin,  15 Februari 2021.

Dwi Satriyo memastikan, untuk penyaluran pupuk bersubsidi, Petrokimia Gresik berpedoman pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) 49/2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Tahun Anggaran 2021 dan Permendag 15/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian. Petani yang berhak atas pupuk bersubsidi adalah petani yang menggarap lahan tidak lebih dari 2 hektar, tergabung dalam kelompok tani (Poktan), dan menyusun Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK).

“Isu kelangkaan pupuk biasanya terjadi pada petani yang belum menyusun E-RDKK. Karena memang syarat wajib petani menerima subsidi harus menyusun E-RDKK terlebih dahulu,” jelasnya. Selain itu, Dwi Satriyo menyadari potensi isu kelangkaan pupuk pada 2021, karena memang alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan pupuk petani.

Merujuk pada E-RDKK 2021, kebutuhan pupuk petani di Indonesia tercatat 23 juta ton. Sementara alokasi pupuk bersubsidi yang disediakan oleh pemerintah hanya 9,04 juta ton dan 1,5 juta liter pupuk organik cair (setara 1.500 ton).  “Gap inilah yang sering kali memicu isu kelangkaan pupuk di beberapa daerah. Tapi petani tidak perlu khawatir, karena Petrokimia Gresik menyiapkan pupuk non-subsidi sebagai alternatifnya,”tandas Dwi Satriyo.

Sementara ini, dalam penyaluran pupuk bersubsidi, Petrokimia Gresik juga berpegang teguh pada Prinsip 6 Tepat, yaitu Tepat Tempat, Tempat Harga, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Jenis, dan Tepat Waktu. Serta dikawal oleh petugas lapangan di seluruh Indonesia yang rutin berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), kelompok tani, hingga aparat berwajib setempat.

Terkait pemupukan, Petrokimia Gresik menghimbau petani untuk mengikuti rekomendasi pemupukan berimbang 5:3:2. Dimana untuk satu hektar sawah cukup diberikan 500kg pupuk organik Petroganik, 300kg pupuk NPK Phonska atau Phonska Plus, dan 200kg pupuk Urea.

Pemupukan berimbang adalah solusi dari Petrokimia Gresik atas pemakaian pupuk yang cenderung berlebih oleh petani. Sehingga alokasi pupuk bersubsidi yang terbatas dapat lebih efektif dan efisien, dengan hasil atau produktivitas tetap maksimal.

“Pemupukan berimbang sangat kami rekomendasikan karena sudah teruji mampu meningkatkan hasil panen satu hingga dua ton per hektar,” ujar Dwi Satriyo. Terakhir, Petrokimia Gresik mengimbau kepada distributor maupun pihak terkait untuk meningkatkan sinergi demi kepentingan petani dan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi. 

Ia mengingatkan bahwa pihaknya tidak ragu untuk menindak tegas distributor dan penyalur pupuk bersubsidi yang kedapatan melakukan kecurangan. Sebab, pupuk bersubsidi merupakan barang dalam pengawasan dan harus disalurkan sesuai aturan.

Segala bentuk penyelewengan akan berhadapan dengan pihak berwajib. “Kami tidak segan menindak tegas para distributor dan penyalur pupuk bersubsidi yang tidak jujur. Ingat, bahwa setiap tindakan penyelewengan pupuk bersubsidi dapat dijerat hukuman pidana maksimal 5 tahun penjara,” tutupnya. (*)

Petrokimia Gresik Gunakan Prinsip Enam Tepat dalam Distribusi Pupuk Subsidi Selengkapnya

Kabar Baik, Pahlawan Covid-19 Bermunculan, Penyintas Berbondong-bondong Daftar Donor Plasma Convalense

GRESIK,1minute.id – Pahlawan Covid-19 bermunculan. Pemahaman penyitas coronavirus diseass 2019 untuk berbagi dan menolong sesama semakin tinggi. Perkembangan yang menggembirakan bagi masyarakat kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

Antusiasme penyintas Covid-19 untuk donor plasma covalense terlihat dalam kegiatan yang dilakukan oleh Petrokimia Gresik (PG), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia pada Selasa, 9 Februari 2021.

Sebanyak 300 penyintas yang mendaftar untuk donor plasma convalense di kantor Cabang Palang Merah Indonesia (PMI) Gresik di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik. Saking banyaknya yang kepingin menjadi pahlawan Covid-19 pendaftaran dibagi lima sesi.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program “Plasma BUMN untuk Indonesia”, arahan Menteri BUMN Erick Thohir. Kegiatan dilaksanakan serentak secara nasional bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

“Kami mendukung penuh upaya pemerintah dalam memerangi Covid-19 di tanah air. Untuk itu, Petrokimia Gresik mewakili BUMN di wilayah Jawa Timur (Jatim) berkolaborasi dengan PMI Provinsi Jatim turut ambil bagian dalam gerakan donor plasma ini,”ujar Dwi Satriyo.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi implementasi salah satu core value AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmoni, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) yang dimiliki Petrokimia Gresik sebagai perusahaan BUMN.

“Selain menjaga ketahanan pangan nasional, Petrokimia Gresik juga diberi amanah untuk membantu pemerintah dalam memerangi Covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi,”imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa donor darah yang digelar Petrokimia Gresik mendapat dukungan dan sambutan positif dari berbagai pihak. Terbukti dari banyaknya pendonor yang mendaftarkan diri.

“Kami mengapresiasi dukungan dan peran aktif para pendonor. Semoga apa yang kita lakukan hari ini bisa menyelematkan saudara kita yang masih berjuang untuk sembuh dari Covid-19,” ujarnya.

Dwi Satriyo berharap, apa yang dilakukan pendonor ini dapat menginspirasi penyintas Covid-19 lainnya untuk mendonorkan plasmanya, sehingga gerakan ini berkelanjutan dan menyebar kepada masyarakat lebih luas lagi.

“Saya mengimbau penyintas lain yang sudah sembuh untuk mendonorkan plasma guna meningkatkan rasio kesembuhan penderita Covid-19. Permintaan plasma sangat tinggi dan tidak sebanding dengan jumlah plasma yang dapat dikumpulkan dari sejumlah penyintas Covid-19, untuk itu ayo berdonor,” ajaknya.

Dwi Satriyo juga mengajak masyarakat untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan dengan 5M, yaitu Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas. Selain itu menjaga kesehatan dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Covid-19 masih ada di sekitar kita, kita tidak boleh lengah untuk melindungi diri dan keluarga kita,” ujar Dwi Satriyo.

Sementara itu, salah satu pendonor di Petrokimia Gresik, Muhammad Salahudin A., berharap upaya yang ia lakukan bisa bermanfaat bagi penyintas Covid-19 yang saat ini berjuang untuk kesembuhan. Ia juga mengajak sesama penyintas yang sudah sembuh untuk segera mendonorkan plasmanya.

“Saya mengapresiasi kegiatan positif yang diinisasi oleh Kementerian BUMN. Ini akan membantu meningkatkan angka kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia. Ayo kita donor plasma,”katanya. (*)

Kabar Baik, Pahlawan Covid-19 Bermunculan, Penyintas Berbondong-bondong Daftar Donor Plasma Convalense Selengkapnya

PG Mengawali Program Agro Solution dengan Tanam Jagung 108 Hektar di NTB

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik mencanangkan program Agro Sulution,  Selasa 19 Januari 2021. Perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menandai program anyar itu dengan tanam perdana jagung di Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Lahan perdana jagung itu seluas 108 hektare. Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo melalui Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih  menyatakan Agro Solution merupakan program terobosan holding PT Pupuk Indonesia, yang mengusung konsep usaha pertanian dari hulu hingga hilir.

Program ini bertujuan menjaga kedaulatan pangan nasional di tengah pandemi Covid-19, melalui peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

Dalam program ini Pupuk Indonesia mendapatkan penugasan seluas 50 ribu hektare. “Petrokimia Gresik mendapat tugas untuk mengawal pertanian di lahan seluas 16 ribu hektare atau 32 persen,”ujar Digna dalam siaran pers diterima 1minute.id, Selasa 19 Januari 2021.

Lebih lanjut ia menjelaskan tanam perdana jagung di Lombok Timur ini merupakan pilot project bagi Petrokimia Gresik. “Keberhasilannya nanti akan diduplikasi di daerah lainnya,”katanya.  Selama ini, petani masih berhadapan  banyak kendala dalam menjalankan usahanya.

Seperti rendahnya produktivitas pertanian, harga agro-input (pupuk, pestisida, benih dan lainnya) tidak terjangkau, minimnya akses ke lembaga keuangan. Selanjutnya, harga jual hasil panen cenderung turun ketika panen raya, belum terlindunginya petani dari risiko gagal panen, infrastruktur yang terbatas, serta kendala lainnya.

“Petrokimia Gresik bersama mitra akan melakukan pendampingan intensif bagi petani dalam menjalankan usaha pertanian dengan memberikan jaminan sarana produksi dan pemasaran hasil pertanian,”ujar Digna.

Pendampingan ini dilakukan bersama Aliansi Kemitraan Pertanian Berkelanjutan, yaitu PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) sebagai penyedia asuransi pertanian, PT Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai penyedia permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR), PT Bisi Internasional sebagai penyedia benih jagung, serta PT Datu Nusra Agribisnis (DNA) sebagai off taker hasil pertanian di Lombok Timur.

Sedangkan tugas Petrokimia Gresik adalah sebagai koordinator sekaligus menyediakan pupuk dan pestisida, melalui anak perusahaan yaituPT Petrosida Gresik dan PT Petrokimia Kayaku. 

Menurut Kementerian Pertanian kebutuhan pupuk petani berdasarkan usulan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) mencapai 23 juta ton. Sedangkan, pada 2021 pemerintah hanya mengalokasikan pupuk bersubsidi sebesar 9 juta ton plus 1,5 juta liter pupuk organik cair.

“Untuk itu, Petrokimia Gresik berkomitmen menyukseskan program Agro Solution ini dengan memberikan pendampingan secara komprehensif, khususnya melalui penggunaan pupuk non-subsidi,”tandasnya. Petrokimia Gresik mengaplikasikan pupuk non-subsidi NPK Phonska Plus. Berdasarkan uji aplikasi dengan menggunakan dosis pemupukan berimbang 5:3:3 atau 500 kilogram pupuk organik Petroganik, 300 kilogram Phonska Plus, dan 300 kilogram Urea untuk per 1 hektar tanaman jagung.

Hasil panen lebih tinggi 25 persen atau 2,5 ton per hektar pipilan kering dibandingkan dengan penggunaan pupuk NPK Phonska subsidi. “Kami menyediakan pupuk NPK dengan kualitas lebih baik namun dengan harga terjangkau,”ujar Digna.
“Kami optimis program Agro Solution ini membawa pertanian Indonesia semakin maju, dapat menjadi solusi ketahanan pangan nasional sekaligus kesejahteraan petani di Indonesia,” tandasnya. (*)

PG Mengawali Program Agro Solution dengan Tanam Jagung 108 Hektar di NTB Selengkapnya

Phonska OCA, Pupuk Organik Cair, Produk Inovasi Petrokimia Gresik Solusi Praktis bagi Petani

MUSIM TANAM : Petani di Kecamatan Kebomas, Gresik ketika bercocok tanam, Selasa 5 Januari 2021 (foto : chusnul cahyadi /1minute.id)

GRESIK, 1minute.id – Petrokimia Gresik menegaskan berkomitmen untuk mendukung pemenuhan alokasi pupuk bersubsidi nasional sesuai penugasan pemerintah.

Serta, memperkuat posisi perusahaan solusi agroindustri anggota Holding Pupuk Indonesia di pasar komersil, baik domestik maupun ekspor. 

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satryo Annurogo, menyampaikan  memasuki 2021 ada tiga poin strategis akan direalisasikan Petrokimia Gresik .  

Pertama, kata Dwi Satryo, Pupuk Indonesia akan memproduksi jenis pupuk Phonska bersubsidi dengan formula baru 15-10-12 yang akan menggantikan Phonska bersubsidi formula 15-15-15. Ini merupakan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan efisiensi pupuk bagi pertanian.

“Petrokimia Gresik berkomitmen bahwa perubahan tidak akan mengurangi kualitas pupuk bersubsidi,”katanya dalam siaran pers, Senin 4 Januari 2021. Kedua, Petrokimia Gresik mulai memberikan pendekatan berbeda untuk pola pemupukan berimbang.

Yaitu, mengubah pupuk NPK Phonska menjadi NPK Phonska Plus. Sehingga pola pemupukan berimbang 5:3:2 akan menjadi Petroganik (500 kg), NPK Phonska Plus (300kg), dan Urea (200kg) untuk setiap hektar sawah.

Ketiga, Pemerintah berencana akan menambah jenis pupuk bersubsidi tahun 2021 yakni pupuk organik cair dengan nama Phonska Oca. 

Pupuk ini, kata Dwi Satryo, merupakan produk inovasi dari Petrokimia Gresik yang merupakan gabungan antara pupuk majemuk NPK dan pupuk organik dalam bentuk cair.

Kandungannya terdiri dari C-Organik minimal 6 persen,  unsur hara makro Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), dan diperkaya unsur mikro serta mikroba yang sangat bermanfaat untuk tanaman.

Dengan demikian, Phonska OCA dapat menjadi solusi praktis bagi petani. Dimana kandungan pupuk majemuk berfungsi untuk meningkatkan produktivitas tanaman dan pupuk organik dapat memperbaiki kandungan hara pada tanah.

“Kami berharap pupuk-pupuk produksi Petrokimia Gresik dapat menjadi andalan petani secara berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani-petani serta menegaskan area Jawa-Bali sebagai sentra produksi pangan nasional,”tegasnya. (*)

Phonska OCA, Pupuk Organik Cair, Produk Inovasi Petrokimia Gresik Solusi Praktis bagi Petani Selengkapnya

Siaga Musim Tanam, PG Roadshow ke Nusa Tenggara Barat

GRESIK, 1minute.id – Musim tanam telah tiba. Petrokimia Gresik, perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia melakukan roadshow  “Siaga Musim Tanam” bersama distributor resmu di berbagai daerah di Indonesia.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo mengatakan kegiatan ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi sesuai alokasi atau penugasan pemerintah untuk mendukung musim tanam Oktober 2020 – Maret 2021 (Okmar). 

Untuk itu, ia bersama dua direksi Petrokimia Gresik lainnya yakni Direktur Operasi dan Produksi Digna Jatiningsih dan Direktur Keuangan dan Umum Dwi Ary Purnomo rutin blusukan menemui distributor sekaligus meninjau langsung ketersediaan pupuk bersubsidi di gudang.

Kegiatan ini telah dilaksanakan sejak bulan Oktober 2020 di Jogjakarta, Jawa Timur (Bojonegoro, Madiun, Probolinggo, Pasuruan), Jawa Tengah (Boyolali, Surakarta, Sukoharjo, Klaten, Semarang, Solo, dan Pekalongan), dan terbaru di Nusa Tenggara Barat (Lombok Timur), serta akan berlanjut hingga ke daerah lainnya di tanah air selama musim tanam.

“Ketersediaan pupuk menjadi faktor yang sangat vital saat musim tanam, apalagi peningkatan produktivitas pertanian tidak sekadar menjaga ketahanan pangan tapi juga sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional akibat wabah Covid-19,” ujar Dwi Satriyo disela-sela tinjauannya ke Gudang Penyangga Kabupaten Lombok Timur, Rabu 18 November 2020.

Secara nasional, lanjut Dwi Satriyo, pemerintah telah menambah alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 951 ribu ton, atau dari 7,9 juta ton menjadi 8,8 juta ton. Sedangkan penugasan Petrokimia Gresik bertambah sebanyak 258.832 ton, naik dari 4,7 juta ton menjadi 4,9 juta ton.

“Penambahan ini sangat vital untuk menjaga ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produktivitas pertanian di tengah wabah Covid-19,”jelasnya.

Oleh karena itu, Dwi Satriyo mengimbau kepada distributor untuk terus melakukan penebusan pupuk-pupuk bersubsidi untuk selanjutnya didistribusikan kepada kios-kios resmi yang tersebar di NTB.

“Kami bersama distributor berkomitmen dan menjamin bahwa pupuk bersubsidi akan selalu tersedia di seluruh Gudang Penyangga sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan akan disalurkan sesuai dengan alokasi dari pemerintah,”tandasnya.

Lebih lanjut, Dwi satriyo meminta seluruh distributor agar penyaluran pupuk bersubsidi di NTB terus digenjot. Hingga hari ini (Rabu, 18 November 2020), realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di NTB sudah mencapai 82.161 ton atau 87% dari total alokasi 94.105 ton.

Sehingga sisa alokasinya tinggal 13% atau 11.944 ton. Sementara menghadapi musim tanam, total stok pupuk bersubsidi yang disiapkan untuk NTB sebesar 13.909 ton.

Petrokimia Gresik bersama distributor menyatukan tekad yang kuat, kerjasama yang solid, serta sinergi yang positif untuk bisa memaksimalkan penyaluran pupuk bersubsidi di NTB,” tandasnya.

Ia juga mengimbau Staf Perwakilan Daerah dan Penjualan (SPDP) dan Petugas Penjualan Daerah (PPD) Petrokimia Gresik, harus bisa lebih aktif untuk menggandeng Kios, Kelompok Tani, Dinas Pertanian Provinsi maupun Kabupaten untuk memaksimalkan penyaluran pupuk bersubsidi di NTB.

“Berikan edukasi mengenai mekanisme penebusan pupuk bersubsidi terutama di masa-masa relaksasi penggunaan Kartu Tani, supaya tidak terjadi kebingungan, baik di tingkat petani maupun kios,”ujarnya.

Dwi Satriyo memastikan Petrokimia Gresik juga akan menyediakan pupuk non-subsidi di kios-kios binaan. Pupuk NPK Phonska Plus, Petro Ningrat, SP-36, ZA, dan Petro Nitrat bisa menjadi alternatif pilihan yang bisa diberikan kepada petani untuk semakin meningkatkan produktivitas lahan.

Selain itu, Petrokimia Gresik juga menghimbau petani agar tergabung dalam kelompok tani dan menyusun Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK). Karena ini adalah syarat wajib bagi petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi di kios resmi.

Adapun untuk mengefisienkan penggunaan pupuk bersubsidi, Petrokimia Gresik menghimbau petani agar menerapkan pola pemupukan berimbang, yaitu Petroganik (500 kg/ha), NPK Phonska (300 kg/ha), dan Urea (200 kg/ha).

“Tujuannya agar petani tidak berlebihan dalam pemupukan, sehingga alokasi dari pemerintah dapat digunakan secara optimal,” tutup Dwi Satriyo.(*)

Siaga Musim Tanam, PG Roadshow ke Nusa Tenggara Barat Selengkapnya