Perketat Jalur Laut, Polisi Tangkap Pengedar SS Antarpulau

GRESIK,1minute.id – Polisi melakukan memperketat pengawasan peredaran narkoba jalur laut. Tujuannya mengantisipasi peredaran narkoba antarpulau dalam dan luar provinsi yang masuk ke Kota Santri.
Hasil dari pengawasan itu, satuan reserse narkoba (Reskoba) Polres Gresik menangkap pemuda berinisial Dedi Susanto, 33 tahun. Dia asal Tanjungan, Bangkalan, Madura. 

Pemuda berkulit sawo matang itu dibekuk di terminal religi Malik Ibrahim di Jalan R.E.Martadinata, Gresik. Dia beberapa menit turun dari perahu yang ditumpanginya.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengapresiasi masyarakat yang telah peduli dengan memberikan informasi untuk pemberantasan narkoba di Gresik. Informasi orang yang mencurigakan.
Tidak peduli bandar, pengedar atau pemakai yang “bermain” di wilayah hukum Polres Gresik akan diproses sesuai hukum. 

“Polres Gresik tidak akan memberi toleransi akan kami libas,”tegas AKBP Arief Fitrianto pada Jumat, 5 Februari 2021. Dedi Susanto, pengedar asal Madura itu tiba di Gresik dengan naik perahu. Dedi menganggap jalur laut itu aman. Namun, dugaan pemuda 33 tahun meleset. Satreskoba Polres Gresik menengendus. Dedi yang turun dari perahu kemudian berjalan kaki menuju terminal penumpang bus wisata religi Malik Ibrahim kemudian disergapnya. 

Narkoba yang dibawa Dedi dari Madura itu dimasukkan dalam kotak rokok. Dedi yang diduga sudah lama menekuni bisnis haram itu terhenti sementara waktu. “Tersangka kami tahan di Rutan Polres,”ujar Kasubag Humas Polres Gresik AKP Bambang Angkasa didampingi Kasat Reskoba Polres Gresik AKP Hery Kusnanto. (*)

Perketat Jalur Laut, Polisi Tangkap Pengedar SS Antarpulau Selengkapnya

Polres dan PWI Gresik Akselerator Perubahan Bagikan Masker untuk Pemulihan Ekonomi


GRESIK,1minute.id – Hari Pers Nasional (HPN) sebentar lagi. HPN diperingati setiap 9 Februari. Memeriahkan event tahunan itu Polres Gresik bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik membagikan ribuan masker dan handsanitizer kepada masyarakat yang hendak salat Jumat di sejumlah masjid.

Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim, diantaranya. Pembagian masker dan handsanitizer dipimpin langsung Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Ketua PWI Gresik M.Sholahuddin. Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto ditemui usai acara pembagian masker  mengatakan, pembagian masker dilakukan juga sebagai upaya mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Apalagi di Gresik saat ini masih diberlakukan PPKM, sehingga pembagian masker ini termasuk dalam agenda tersebut,” kata alumnus Akpol 2001 itu. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid II akan berakhir 8 Februari 2021. Mantan Kapolres Ponorogo itu menambahkan, kegiatan pembagian masker akan terus dilakukan dengan menggandeng sejumlah pihak, yang bertujuan untuk menekan penyebaran Covid-19 di Gresik.

“Kami dari Polres berterimakasih kepada PWI, masyarakat serta para jamaah masjid, sebab saat ini di Gresik masih PPKM, sehingga imbauan melakukan protokol kesehatan sangat penting,”katanya.

Sementara Ketua PWI Gresik M Sholahudin mengapresiasi upaya Polres Gresik yang menggandeng organisasinya, sebab secara umum HPN 2021 bertema “Bangkit dari Pandemi, Pemulihan Ekonomi, Pers sebagai Akselerator Perubahan”.

“Kami memang mendukung pemulihan ekonomi dan pers sebagai akselerator perubahan. Dan pada hari ini kami menyasar ke tempat ibadah, pasar dan tempat lainnya. Diharapkan masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan,”katanya.

Rencananya puncak acara HPN, 9 Februari 2021 akan dihadiri Presiden Joko Widodo secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta. Sementara itu, berdasarkan data Polres Gresik pelanggar PPKM di wilayah itu mencapai 6.938 orang. Selain itu, Polres Gresik melakukan teguran lisan sebanyak 58.404 kali, teguran tertulis 14.985 kali, sanksi sosial 6.853 kali, dan Tindak Pidana Ringan (tipiring) sebanyak 85 kali. (*)

Polres dan PWI Gresik Akselerator Perubahan Bagikan Masker untuk Pemulihan Ekonomi Selengkapnya

Diduga Mengantuk, Tronton Muat 26 Ton Tepung Nabrak Pohon, Satu Meninggal


GRESIK,1minute.id – Kecelakaan tunggal terjadi di ruas jaalan Raya Tebaloan, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik pada Jumat pagi, 5 Februari 2021. Sebuah truk tronton menabrak pohon peneduh. Ngadiyo, 56, sopir tronton nomor polisi K 1412 HS diduga mengantuk. Kecelakaan pukul 06.00 itu mengakibatkan Fathur Rozi, 19, warga Jl. Pala LK.III Bandar Utama Tebingtinggi Sumatra Utara diduga kernet tronton meninggal dunia. 

Informasi dihimpun 1minute.id matahari belum beranjak dari ufuk. Kondisi Jalan Raya Duduksampeyan masih lengang.  Satu unit truk tronton nomor polisi K 1412 HS melaju dari arah Lamongan menuju Surabaya. 
Sekitar pukul 05.00 tronton sarat muatan itu memasuki Jalan Raya Duduksampeyan, Gresik. Perjalanan jauh Jakarta menuju Surabaya diduga membuat sopir tronton kecapekan. Sopir mengantuk. 

Ketika memasuki Jalan Raya Samirplapan, Kecamatan Duduksampeyan laju tronton mulai oleng. Rasa kantuk semakin menyergap. Memasuki tingkungan Jalan Raya Tebaloan tidak bisa menguasai kemudinya. Tronton menabrak pohon peneduh pinggir jalan. Benturan bodi tronton sangat kuat.

Membuat bodi tronton bagian depan rusak berat. Ngadiyo tergencet di belakang kemudi tronton yang dikendarai. Sedangkan, Fatkhur Rozi, kernet meninggal di lokasi kejadian. 

Satlantas Polres Gresik membutuhkan dua truk untuk proses evakuasi tronton bermuatan 26 ton tepung. “Tadi mau dipanggilkan tukang las untuk evakuasi sopir,”kata Amin, pengguna jalan.

Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto melalui Kanit Laka Satlantas Polres Gresik Ipda Yosi Eka Prasetya mengatakan penyebab kecelakaan tunggal terjadi diduga human error. “Sopir mengantuk,”kata Yosi.  (*)

Diduga Mengantuk, Tronton Muat 26 Ton Tepung Nabrak Pohon, Satu Meninggal Selengkapnya

Tumbuhkan Kecintaan pada Polisi, Bhabinkamtimas Bagikan Buku kepada Anak

GRESIK,1minute.id – Suasana Markas Polisi Sektor (Mapolsek) Ujungpangkah berbeda. Sejumlah anak pelajar sekolah dasar terlihat keluar masuk markas polisi berlokasi di Jalan Pendidikan, Banyulegi, Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik itu. 

Mereka terlihat semringah ketika keluar mapolsek sambil menenteng dua buku. Buku itu berjudul “Mengenal Polri” dan “Polisi Sahabat Dan Pelindung Kita”. Buku itu dibagikan oleh bhabinkamtimas Polsek setempat. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, melalui Kapolsek Ujungpangkah AKP Sujito menjelaskan, buku-buku tersebut menjadi sarana mengenalkan tugas Polisi kepada para anak, serta untuk menumbuhkan kecintaan pada Polisi.
“Jadi polisi itu bukan untuk ditakuti, namun polisi pun bisa jadi sahabat anak, yang mengayomi dan melindungi,” ujarnya. 
Masa pandemi Covid-19, kegiatan belajar dilakukan secara daring atawa dalam jaringan. “Meski di masa pandemi seperti ini, Saya harap semangat untuk belajar tidak turun,”katanya.

Buku-buku itu juga dibagikan dibagikan kepada anak yang dijumpai oleh anggota bhabinkamtibmas di kampung-kampung. Pasalnya,  sampai saat ini kegiatan belajar mengajar di sekolah belum aktif seperti biasanya dikarenakan Covid-19. (*)

Tumbuhkan Kecintaan pada Polisi, Bhabinkamtimas Bagikan Buku kepada Anak Selengkapnya

Buru Pelaku Pembobol Alfamart hingga Jawa Tengah

GRESIK,1minute.id – Tim Reskrim Polsek Duduksampeyanterus memburu komplotan Sukriyanto. Penjahat spesialis menggangsir tembok minimarket, alfamart di Desa Samirplapan, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik.  
Memasuki hari kedua, tim gabungan masih mengubek-ubek sejumlah tempat untuk menangkap kolega Sukriyanto berinisial A itu. 

“Ini masih di luar kota,”kata sumber dikepolisian pada Kamis, 4 Februari 2021. Saat ini, penyidik Polsek Duduksampeyan masih terus mengorek keterangan dari tersangka berusia 38 tahun itu. Sebab, lelaki asal Desa/Kecamatan Sumberwringin, Bondowoso itu bukan sekali melubangi tembok minimarket. 

Sedikitnya ada enam minimarket yang telah disatroni. Pelaku kemudian menguras isi minimarket.  Enam minimarket yang disatroni penjahat antarkota itu tersebar di Lamongan ada tiga tempat kejadian perkara (TKP),  Madiun ada dua TKP. Dan, Duduksampeyan, Gresik akhir perjalanan kejahatan yang dilakukan Sukriyanto. 

Pada 23 Januari 2021, Sukriyanto membobol minimarket di Madiun dua kali. Kali pertama pukul 01.00, Sukriyanto mendapatkan bagian Rp 5 juta. Selang sejam kemudian atawa pukul 02.00 satu minimarket lagi. “Tersangka mendapat bagian Rp 3,5 juta,”jelasnya. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kepala sub Bagian Humas Polres Gresik AKP Bambang Angkasa mengatakan, tim Reserse Kriminal (Reskrim) masih melakukan pengembangan. “Nanti, kalau perkembangan pasti akan dikabari,”ujar Bambang Angkasa. 

Seperti diberitakan, Alfamart digangsir penjahat. Pelaku melubangi tembok minimarket di Desa Samirplapan, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik itu pada Rabu, 3 Februari 2021. Dua pelaku masuk minimarket pukul 01.00. Tapi, aksi mereka terpegok penjaga minimarket. Sukriyanto dan temannya berisial A kabur. Mobil Daihatsu Xenia nomor polisi (nopol) N 9115 EW (diduga palsu)  ditinggalkan oleh pelaku disita polisi. (*)

Buru Pelaku Pembobol Alfamart hingga Jawa Tengah Selengkapnya

Unyil Edarkan Sabu-sabu dalam Kemasan Wafer dan Permen untuk Ngelabui Polisi


GRESIK, 1minute.id – Satuan reserse narkoba (Satreskoba) Polres Gresik menangkap Iwan Prasetyo. Pemuda 25 tahun menjadi pengedar sabu-sabu. Unyil disergap di pos parkir di Jalan Letjen Sutoyo, Medaeng, Sidoarjo. Pemuda tinggal di Jalan Imam Bonjol, Medaean, Sidoarjo ini kaki tangan Suhariyanto. Pengedar narkoba dalam kemasan wafer yang ditangkap anggota Reserse Narkoba (Reskoba) Polres Gresik di sekitar SPBU Krikilan, Kecamatan Driyorejo, Gresik.

Identitas Unyil, sebagai pemasok narkoba kemasan wafer itu dari “nyanyian” Suhariyanto. Anak buah AKP Hery Kusnanto, Kasatreskoba Polres Gresik njujug tempat parkir di Jalan Letjen Sutoyo, tempat Unyil bekerja sebagai juru parkir atawa jukir.

Unyil mengemas barang haram itu lebih variatif dibandingkan Suhariyanto. Sabu-sabu dengan bungkus permen mint, atau bungkus wafer. Calon pengguna hanya cukup sebut kemasan saja. “Cak tuku wafer siji,”ujar sumber. Atau, tuku permen siji. Untuk kemasan wafer berisi 0,30-an gram. Kemasan lain bisa lebih berat lagi. Harga juga berbeda.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan membenarkan anggotanya melakukan penangkapan pengedar narkoba di Sidoarjo. “Iya benar, penangkapan tersebut merupakan pengembangan dari ungkap kasus sebelumnya. Sat Narkoba Polres Gresik terus mengejar pelaku lain jaringan narkoba antarkota tersebut,”terang AKBP Arief Fitrianto pada Kamis, 4 Februari 2021. Dari tangan pelaku Tim Sat Narkoba berhasil mengamankan dua paket kristal warna putih diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor timbang masing-masing 0,34 gram  dan  0,30 gram.  

Tersangka Unyil itu mengemas dua paket sabu siap edar ini dalam bungkus wafer berlapis kemasan permen. Namun, petugas jeli. “Pemasok sabu antarkota berkedok tukang parkir,”tambah alumnus Akpol 2001 ini.  Unyil dijerat Pasal 114 ayat (1) Sub Pasal 112 (ayat (1)  UU RI No. 35/2009 tentang narkotika. Bunyinya, setiap orang tanpa hak atau melawan hukum, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana paling sedikit 5 tahun,  paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 1 miliar,  paling banyak Rp 10 miliar.  (*)

Unyil Edarkan Sabu-sabu dalam Kemasan Wafer dan Permen untuk Ngelabui Polisi Selengkapnya

Gangsir Tembok, Penjahat Spesial Pembobol Minimarket Gagal Kuras Minimarket, Dibekuk Polisi


GRESIK,1minute.id – Tembok Alfamart di Desa Samiplapan, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik bolong.Lubang gangsiran berdiameter 50 centimeter. Pelaku melubangi tembok itu menggunakan linggis.  

Nahas, aksi penjahat spesialis pembobol minimarket gagal. Sebab, aksi mereka tepergok pegawai minimarket itu.  Satu dari dua pelaku berhasil ditangkap anggota reserse kriminal (reskrim) Polsek Duduksampeyan. Dia bernama Sukriyadi. Umurnya 38 tahun asal Desa/Kecamatan Sumberwringin, Bondowoso. Seorang lagi, berinisial A melarikan diri dan polisi masih memburunya. 

Selain mengamankan Sukriyadi,  anak buah AKP Sugeng Ari Putra, Kapolsek Duduksampeyan menyita satu unit mobil Daihatsu Xenia dengan nomor polisi N 9115 EW (diduga palsu), sebuah linggis dengan panjang 90 centimeter dan sebuah obeng. 

Informasi yang dihimpun Rabu dini hari pukul 01.00, Alfamart tutup. Tiga orang pegawai minimarket berlokasi di Desa Samirplapan, Kecamatan Duduksampeyan itu masih berada di dalam minimarket itu.  Tiga pegawai itu adalah Ali Murtadho,  23 dan Mohammad Rizal Basori, 21. Keduanya warga Kecamatan Duduksampeyan. Serta,  Pi’i, 25, asal Kecamatan Panceng.

Pagi itu mereka sedang memasang harga produk displai minimarket itu. Tiba-tiba mereka mendengar suara gaduh. Dak…Duk.. Dak…Duk. Rizal merasa curiga mendekati suara itu. Ali Murtadho dan Pi’i keluar lewat pintu depan untuk memastikan situasi. 

Barbuk : Selain mengamankan pelaku. Polisi mengamankan mobil, linggis dan pelat nomor dari pelaku spesialis pembobol minimarket pada Rabu, 3 Februari 2021

Hitungan menit tembok minimarket sudah bolong. Dua pelaku, Sukriyadi dan temannya berinisial A masuk minimarket itu. Mereka kaget. Sebab,  di dalam minimarket berdiri Rizal, penjaga minimarket.

Sukriyadi dan temannya balik kucing. Kabur. Polisi datang ke lokasi. Sekitar 300 meter dari lokasi minimarket ada mobil Daihatsu Xenia nomor polisi N 9115 EW. 

Tiga anggota Reskrim Polsek Duduksampeyan yakni Aiptu Supriyanto, Aipda Choirul Anam dan Aipda Ariyanto menanyakan menanyakan pemilik Xenia itu. “Tidak ada yang mengakui.Empat ban mobil lalu digembosi oleh polisi,”ujar sumber di kepolisian.

Polisi lalu melakukan pencarian pelaku sekitar lokasi kejadian. Selama 4 jam polisi mengubek-ubek hingga area tambak sekitar lokasi dan menemukan Sukriyanto. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasubag Humas Polres Gresik AKP Bambang Angkasa mengatakan, anggota masih melakukan pencarian pelaku lainnya. “Masih satu yang diamankan. Satu pelaku masih dilakukan pencarian,”ujarnya pada Rabu, 3 Februari 2021. (*)

Gangsir Tembok, Penjahat Spesial Pembobol Minimarket Gagal Kuras Minimarket, Dibekuk Polisi Selengkapnya

Vaksinasi Kedua, Selanjutnya Vaksin Covid-19 untuk Masyarakat

 
GRESIK 1minute.id – Puluhan tenaga kesehatan dan forkopimda menjalani vaksinasi tahap kedua pada Selasa, 2 Februari 2021. Vaknasasi untuk mereka ini kali pertama disuntikkan pada 19 Januari 2021. 

Forkopimda yang mendapat vaksinasi kali kedua adalah Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail. Vaksinasi dipusatkan di Puskesmas Alun-alun di Jalan Pahlawan, Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengaku vaksin Covid-19 buatan Sinovac ini aman dan halal. Vaksinasi ini, ikhtiar pemerintah Indonesia segera terbebas dari wabah coronavirus disease 2019 (Covid-19). 

“Saya tegaskan vaksin Sinovac ini aman dan halal serta tidak berefek buruk bagi kesehatan penggunanya,” tegas alumnus Akpol 2001 ini. Perwira dua melati di pundak itu meminta kepada seluruh masyarakat Gresik untuk turut membantu ikhtiar pemerintah ini agar berjalan lancar.

“Harapan kedepan tidak ada lagi keraguan bagi masyarakat Gresik terhadap penggunaan vaksin Sinovac,”tambah mantan Kapolres Ponorogo tersebut.

Dandim 0817/Gresik Letkol Inf. Taufik Ismail mengaku tidak ada rasa sakit waktu divaksin. “Bahkan saya bisa langsung melakukan aktivitas olahraga seperti biasa. Tidak ada efek buruk bagi kesehatan,”tegas Taufik Ismail.

Seperti diberitakan, pemkab Gresik akan menggeber vaksinasi untuk masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Syaifudin Ghozali dihadapan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan akan menambah 100 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Saat ini, 56 fasyankes. 

Selain fasyankes, juga akan menambah 500 hingga 1000 vaksinator. Penambahan fasyankes dan vaksinator ini inisiasi dari Gubernur Jatim Khofifah untuk masyarakat dengan harapan mempercepat pemulihan ekonomi. (*)

Vaksinasi Kedua, Selanjutnya Vaksin Covid-19 untuk Masyarakat Selengkapnya

Ops Yustisi Dulu, Bagi 1.500 Masker Kemudian


GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Arief Futrianto dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail memimpin bagi-bagi masker pada Selasa,2 Februari 2021.Dua pucuk pimpinan di dua institusi dari TNI dan Polri di Kota Santri itu membagikan ribuan masker kepada pengendara kendaraan di simpang empat Sentolang, Kecamatan Kebomas. 

Pembagian masker itu, upaya petugas mendisiplinkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Dan, membudayakan masyarakat memakai masker untuk mencegah penularan Covid-19 sebagai gaya hidup.
Sebelum pembagian ribuan masker petugas gabungan dari TNI, Polri dan Pol PP menggelar operasi yustisi penegakan prokes.

Operasi yustisi di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jilid II.
Operasi yustisi menyasar sejumlah warung kopi, kafe, rumah makan dan pasar tradisional. Petugas menyisir sasaran tersebut untuk memastikan masyarakat mematuhi 5M. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan kegiatan yang dilakukan petugas gabungan itu menindaklanjuti edaran Mendagri 1/2021 dan Keputusan Gubernur Jatim 7/2021 terkait Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). “PPKM hingga 8 Februari mendatang,” ujar alumnus Akpol 2001 itu.

Perwira dua melati di pundak itu mengimbau agar pelaku usaha selalu memperhatikan dan mematuhi ketentuan selama PPKM. Salah satunya memperhatikan kapasitas pengunjung. Juga, para pengunjung. Sebab dengan patuh protokol kesehatan, risiko tertular covid-19 akan semakin kecil. Sehingga penyebaran Covid-19 dapat semakin ditekan.

“Kami juga bagikan sebanyak 1.500 masker gratis. Masker tersebut kami berikan kepada para pengguna jalan, ojol, pedagang dan masyarakat pada umumnya,”ujar mantan Kapolres Ponorogo itu.
Dengan pemberian masker gratis itu, Arief berharap kepatuhan masyarakat semakin meningkat. Tidak ada lagi masyarakat yang keluar rumah tidak menggunakan masker.

Sementara itu,  perkembangan data Covid-19 Gresik jumlah kasus terkonfirmasi bertambah 15 kasus terakumulasi 4.829 kasus pada 2 Februari 2021. Sedangkan kasus sembuh bertambah 16 menjadi 4.189 kasus. Jumlah meninggal disebabkan wabah berawal dari Wuhan, Tiongkok itu bertambah satu menjadi 321 kasus. (*)

Ops Yustisi Dulu, Bagi 1.500 Masker Kemudian Selengkapnya

Alhamdulillah, Korban Kecebur Sungai Kalimas Ditemukan, Begini Kondisinya

GRESIK, 1minute.id – Kerja keras tim gabungan bersama masyarakat membuahkan hasil. Tim gabungan terdiri Polair Polres Gresik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polsek Driyorejo menemukan Hary Hermawan, 50 tahun.

Korban tenggelam di aliran Kalimas di Desa/Kecamatan Driyorejo itu ditemukan sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian tempat penyeberangan perahu pada Minggu, 31 Januari 2021.

“Alhamdulillah,”kata Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Driyorejo Kompol Wavek Arifin dikonfirmasi selulernya pada Senin, 1 Februari 2021.

Menurut Kompol Wavek, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. “Sekitar pukul 11-an tadi,”kata mantan Kapolsek Menganti itu.

Kasat Polair Polres Gresik AKP Masyhur Ade menambahkan pencarian hari kedua dilakukan pagi hari menyusuri aliran sungai Kalimas Surabaya.

Penyisiran dilakukan hingga radius 5 kilometer dari lokasi kejadian. Sebab,  arus sungai cukup deras. “(korban) Sudah kami temukan,”kata AKP Ade.

Seperti diberitakan, Hery Hermawan tercebur ke aliran sungai Kalimas Surabaya di Desa/Kecamatan Driyorejo, Gresik pada Minggu, 31 Januari 2021 pukul 08.00.

Pagi itu,  Hery Hermawan hendak menyeberang menggunakan jasa perahu penyeberangan yang dioperatori Ari Santoso, 57, warga ke Dusun Banjar Anyar , Desa Pertapan Maduretno, Kecamatan  Taman, Sidoarjo.

Nah, saat menaikki perahu penyeberangan itu, ditengarai korban Hery kehilangan keseimbangan sehingga tercebur ke sungai bersama motornya. (*)

Alhamdulillah, Korban Kecebur Sungai Kalimas Ditemukan, Begini Kondisinya Selengkapnya