SIG Salurkan Bantuan Sarana Pendidikan dan Sosial untuk Santri dan Komunitas Anak Muda di Jawa Timur

GRESIK,1minute.id – Ali Yafi berulang kali mengucapkan rasa syukur. Kepala Pondok Pesantren Minhaju Al Ihtida’ di Situbondo, Jawa Timur berusia 42 tahun itu mengungkapkan rasa syukurnya karena para santri kini sudah memiliki ruangan khusus yang lebih layak dan nyaman untuk aktivitas belajar termasuk mengaji.

Ruangan yang direnovasi oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) tersebut terdiri atas bangunan dua lantai yang difungsikan sebagai aula dan ruang serbaguna. “Selama ini, seluruh aktivitas belajar mengajar termasuk mengaji, masih dilaksanakan di masjid karena belum tersedia ruangan yang mampu mengakomodir aktivitas santri. Dukungan dari SIG membantu kami meningkatkan kualitas infrastruktur untuk kegiatan belajar yang efektif dan produktif,” kata Ali Yafi. 

Pihaknya mengaku sangat terbantu, mengingat sejak berdiri pada 2000 dan efektif beroperasi pada 2007, Pondok Pesantren Minhaju Al Ihtida’ berkembang secara swadaya dan jarang tersentuh bantuan dari pihak lain.Tidak hanya sektor ekonomi, komitmen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat juga terwujud dalam dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan mendorong kegiatan positif sosial kemasyarakatan. 

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), SIG menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan, serta fasilitas operasional dan penunjang kegiatan sosial kemasyarakatan bagi lembaga pendidikan keagamaan dan komunitas masyarakat di Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Senada dengan Ali Yafi, Ketua Komunitas Gerakan Muda Bersatu, Anang Rudianto, 36, mengaku bahwa bantuan dari SIG sangat membantu keberlangsungan kegiatan sosial dan keagamaan yang rutin dilaksanakan komunitasnya di Bondowoso. Sejak aktif pada 2015, Gerakan Muda Bersatu aktif menggelar kegiatan salawat dari satu desa ke desa lain.

“Selama ini, kami selalu sewa sound system. Alhamdulillah, sekarang sudah punya sendiri berkat bantuan dari SIG. Genset juga sangat membantu karena tidak semua titik lokasi memiliki akses listrik memadai, sementara motor roda tiga memudahkan pengangkutan perlengkapan dan logistik bantuan terutama jika ada donatur yang menyalurkan bantuan sembako bagi warga kurang mampu di sekitar desa. Kami berterima kasih kepada SIG atas kepeduliannya yang tidak hanya mendukung kegiatan keagamaan, tetapi juga memperkuat peran kami dalam membantu masyarakat,” ujar Anang Rudianto.

Bantuan yang disalurkan meliputi pembangunan dan renovasi asrama santri, serta pagar beton di Pondok Pesantren Minhaju Al Ihtida’ di Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, dan 1 unit mobil pikap untuk operasional kegiatan sosial bagi Jamiyah Muhibbullah Warasulah di Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo. Sementara di Desa Mangli, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, SIG menyalurkan bantuan operasional berupa 12 unit sound system, 12 unit mesin genset, 1 unit mesin pemotong rumput, dan 1 unit motor roda tiga untuk menunjang aktivitas komunitas Generasi Muda Bersatu.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, program TJSL SIG senantiasa ditujukan untuk memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Fokus utamanya pada peningkatan kualitas pendidikan, serta aspek pemberdayaan sosial dan ekonomi, sehingga mampu memberikan dampak positif yang lebih luas. Dengan demikian, diharapkan akan lahir generasi unggul yang memperkokoh langkah mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“SIG tidak hanya menghadirkan solusi bahan bangunan berkelanjutan, tetapi juga membangun masyarakat di sekitar wilayah operasi. Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan kenyamanan dan kualitas belajar para santri, mendukung kegiatan lembaga keagamaan, serta memperkuat peran komunitas dalam kegiatan sosial, keagamaan, maupun ekonomi produktif masyarakat. Bagi SIG, keberhasilan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari kontribusi nyata bagi kemajuan bersama,” kata Vita Mahreyni. (yad)

SIG Salurkan Bantuan Sarana Pendidikan dan Sosial untuk Santri dan Komunitas Anak Muda di Jawa Timur Selengkapnya

Bu Min : Lembaga Pendidikan Berbasis Agama di Gresik Berkomitmen Jadi Ruang Aman dan Nyaman bagi Anak

GRESIK1minute.id – Pelaksana tugas atau Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah kembali mengingatkan lembaga pendidikan berbasis agama harus menjadi ruang aman dan nyaman bagi anak dalam menempuh pendidikan.

“Hadirnya anak-anak ini bukan hanya tanggung jawab orangtua, tetapi juga tanggung jawab bersama masyarakat. Sinergi dan kolaborasi antara berbagai pihak ditekankan untuk mewujudkan pesantren yang bebas dari kekerasan dan bullying,” tegas Bu Min-sapaan akrab- Aminatun Habibah saat membuka Advokasi dan Inisiasi Pencegahan Kekerasan pada Perempuan dan Anak di Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin Al Mustofa, Desa Sidoraharjo, Kecamatan Kedamean pada Senin, 18 November 2024.

Ia berharap, melalui sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman mengenai perlindungan anak. Serta menjadikan kegiatan ini sebagai komitmen bersama mengenai perlindungan anak di Kabupaten Gresik. 

“Kegiatan advokasi dan inisiasi pencegahan kekerasan pada perempuan dan anak ini sudah dilaksanakan di beberapa tempat. Maksud dari Pemkab Gresik yaitu meminimalisir kekerasan pada anak tidak terjadi di kota santri (sebutan lain Kota Gresik),” harapnya. 

Selain itu, lanjut Bu Min, diperlukan komitmen bersama. Baik pendidik, pimpinan, pengasuh dan santri bahwa pendidikan berasrama berbasis agama ini harus memberi ruang aman dan nyaman bagi anak dalam menempuh pendidikan. 

“Upaya ini untuk memperkuat orientasi dan komitmen para pihak dalam rangka memajukan, memenuhi, melindungi serta menghormati hak-hak anak,” tutur Bu Min yang berlatar pendidik ini.

Para guru, katanya, diharapkan bisa memiliki kedekatan hubungan emosional yang lebih terhadap para santrinya. Agar dalam proses transfer ilmu yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar. 

“Anak-anak adalah masa depan kita, dan perempuan adalah tiang keluarga. Kita harus memastikan bahwa mereka terlindungi dari segala bentuk kekerasan,” pungkasnya. (yad)

Bu Min : Lembaga Pendidikan Berbasis Agama di Gresik Berkomitmen Jadi Ruang Aman dan Nyaman bagi Anak Selengkapnya

Petrokimia Gresik Kucurkan Bantuan untuk Masjid, Musala, Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Senilai Rp 0,5 Miliar 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik,  perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia memberikan bantuan Ramadan untuk Masjid, Musala, Pondok Pesantren dan Panti Asuhan di Mustikarasa Cafe & Resto Jalan Tridharma Petrokimia Gresik pada Kamis, 6 April 2023. Bantuan operasional senilai Rp 0,5 miliar itu diberikan kepada 56 masjid ; 98 musala ; 50 Pondok Pesantren dan Panti Asuhan yang tersebar di tiga kecamatan yakni Gresik, Kebomas dan Manyar. 

Menurut Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik Yusuf Wibisono, bantuan operasional untuk masjid, musala, ponpes dan panti asuhan bertujuan untuk lebih mendekatkan antara perusahaan dengan masyarakat sekitar. Juga bentuk rasa syukur dan rasa terima kasih perusahaan kepada masyarakat sekitar perusahaan. 

“Dukungan mereka sungguh sangat berarti kepada perusahaan sehingga bisa tumbuh dan berkembang sampai di usia hampir 51 tahun,” kata Yusuf Wibisono pada Kamis, 6 April 2023.

Bantuan operasional untuk  masjid, musala, ponpes dan panti asuhan ini rangkaian dari kegiatan HUT ke-51 Petrokimia Gresik. Sebelumnya, diawali pemberian bantuan pemberdayaan 1000 guru TPQ sekitar perusahaan. Kegiatan pemberian bantuan dilaksanakan pada bulan Ramadan dengan harapan semakin mendapatkan berkah.  

Sementara itu, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Gresik Zainal Abidin menambahkan bantuan dari Petrokimia Gresik terus mengalami perkembangan. Awalnya, bantuan operasional hanya untuk masjid dan musala. Sekarang berkembang menjadi bantuan operasional kepada masjid, musala, pondok pesantren dan panti asuhan. 

“Ini tentu menggembirakan bagi kami (Pengurus DMI, red),” ujar Zainal Abidin. Jumlah masjid se-Kabupaten Gresik mencapai 1.200-an. Sehingga tidak semua masjid dan musala yang mendapatkan support operasional dari Petrokimia Gresik. DMI, imbuhnya, melakukan pendataan. “Tentu, Petrokimia Gresik juga memiliki kreteria dalam penyaluran bantuan operasional untuk masjid itu,” tegasnya.  

Masjid dan musala, katanya, sebagai lembaga islamic center di setiap dusun atau kampung membutuhkan support. “Petrokimia Gresik salah satu yang konsisten memberikan support berupa bantuan kegiatan,” katanya. 

Support operasional ini, kata Zainal, tentu sangat berarti bagi pengurus sehingga mereka bisa memakmurkan masjid atau musala. Zainal berharap bantuan Petrokimia Gresik bisa terus bertambah. Misalnya, kerjasama pemanfaatan lahan masjid di lahan tanah hibah atau wakaf  untuk pertanian.

Terpisah, Badriyatul Muniroh, pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatul Rochman, Desa Tlogopojok, Kecamatan Gresik mengaku sangat bersyukur bisa mendapatkan bantuan dari Petrokimia Gresik ini. “Bantuan ini, nanti akan kami pergunakan untuk perbaikan ponpes. Karena ada beberapa bagian yang rusak. Sebagai untuk bisyaroh pengajar,” ujar Badriyatul Muniroh. Bantuan operasional ini bukan kali pertama bagi ponpes Hidayatul Rochman yang memiliki santri kurang lebih 50 orang. 

Sedangkan, Kepala Pengasuh Panti Asuhan Nurul Jannah Zawawi mengatakan, panti yang diasuhnya mendapatkan perhatian yang cukup dari Petrokimia Gresik. “Kira-kira bantuan operasional dari Petrokimia Gresik dan karyawan Petrokimia Gresik mencapai 80 persen,” katanya.

Hampir semua kebutuhan mendapatkan suplai dari Petrokimia Gresik dan donasi karyawan Petrokimia Gresik sehingga prestasi anak panti asuhan Nurul Jannah itu luar biasa. Sejumlah anak asuh Panti Asuhan Nurul Jannah Gresik telah menyandang gelar sarjana. Ada yang lulusan Kedokteran Universitas Indonesia, ada ITS, Brawijaya, UNJ dan sejumlah perguruan tinggi lainnya.  

“Secara akademik anak-anak panti asuhan Nurul Jannah ini alhamdulillah sangat menggembirakan,” katanya. Terkait bantuan operasional yang baru diterima, Ia mengatakan akan dipergunakan untuk biaya pendidikan anak asuh. Sebab, anak asuh mereka saat ini ada sekolah di negeri maupun swasta. Mereka ini juga mendapatkan bimbingan belajar. Panti asuhan juga mendatangkan guru ngaji dan guru tahfidz. 

Ia mencontohkan Khoirul Anam. Ia menjadi anak asuh ketika masuk SMA. “Saat ini, Khoirul Anam ini bisa menjadi imam di sejumlah masjid,” katanya. (yad)

Petrokimia Gresik Kucurkan Bantuan untuk Masjid, Musala, Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Senilai Rp 0,5 Miliar  Selengkapnya

Percepatan Administrasi Legalitas Ponpes, Bupati Gresik dan RMI NU Sinergi dengan Kemenag dan BPN Gresik

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 170 pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) berkumpul di Ruang Putri Mijil Kompleks Rumah Dinas Bupati Gresik pada Selasa, 28 Juni 2022. Ada apa? 

Ratusan pengurus ponpes di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu menghadiri acara sosialisasi percepatan pengurus izin Ponpes. Administrasi legalitas ponpes. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menginisiasi percepatan administrasi legalitas ratusan ponpes. 

Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi pengurus Rabitha Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Gresik berkolaborasi dan menjalin sinergi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Gresik dan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik. Sosialisasi yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Gresik A.M. Reza Pahlevi berakhir pukul 17.00. Menjelang Maghrib. 

Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, kehadiran pengurus Ponpes se-Kabupaten Gresik untuk sosialisasi tahap awal terkait administrasi legalitas pondok pesantren (Ponpes). “Kami bersama RMI NU Gresik menginisiasi, sinergitas antarlembaga,”kata Fandi Akhmad Yani yang genap berusia 37 tahun pada Selasa, 28 Juni 2022 ini.

Lembaga yang terlibat adalah Kementerian Agama (Kemenag)  Gresik,  Badan Pertanahan Nasional (BPN)  Gresik dan Pemkab Gresik. “Kami bersama-sama, berkolaborasi dengan tujuan penertiban perizinan di Ponpes,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Ia mencontohkan, BPN terkait dengan yayasan wakaf. “Wakaf yang menjadi aset yayasan. Ini kita selesaikan,”katanya. Kemudian, Kemenag ada terkait surat izin operasi ponpes.  “Dan di pemerintah daerah terkait dengan NIB (nomor izin berusaha) sampai izin mendirikan bangunan pondok pesantren,”terangnya. 

Untuk percepatan proses administrasi legalitas itu, imbuhnya, Pemkab, Kemenag,  BPN Gresik duduk bersama untuk memberikan ruang kepada ponpes dalam proses pengurusan administrasi legalitas ponpes. (yad)

Percepatan Administrasi Legalitas Ponpes, Bupati Gresik dan RMI NU Sinergi dengan Kemenag dan BPN Gresik Selengkapnya

Kabar Gembira, Satu Ponpes Kembali Berdiri di Kota Santri, Ponpes Ihya Ulumiddin 

GRESIK,1minute.id – Kabar gembira. Satu lagi Pondok Pesantren (Ponpes) berdiri di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Ponpes anyar itu bernama Ihya Ulumiddin. Peletakan batu pertama pembangunan ponpes berlokasi di Kampung Arab Jalan KH Zubair, Gresik itu dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Sabtu, 11 Juni 2022.

Menurut Al-Habib Abdul Qadir bin Ali Assegaf pembangunan Ponpes ini merupakan cita-cita dari Al-Habib Husein bin Abdullah Assegaf yang ingin menghidupkan suasana kepesantrenan di sekitar Gresik Kota. “Sehingga harapannya adalah memakmurkan masyarakat Gresik dengan mengangkat dan menyebarluaskan ilmu-ilmu Agama,”kata Al-Habib Abdul Qadir bin Ali Assegaf.

Peletakan batu pertama pembangunan Ponpes Ihya Ulumiddin ini dihadiri Habib Bakar bin Ali Assegaf, Habib Muhammad bin Ali Assegaf, Habib Abdul Qadir bin Ali Assegaf, Habib Ahmad bin Abu Bakar bin Ali Assegaf, Habib Taufiq bin Abdul Qadir Assegaf, Habib Ali Zainal Abidin bin Hasan Baharun serta Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya pihak akan mendukung 100 persen pembangunan pondok pesantren di kawasan Gresik Kota tersebut. “Urusan pemerintahan Insya Allah kami mendukung 100 persen,”katanya.

Ia melanjutkan para Habaib berperan penting dalam pengembangan pendidikan para Generasi muda saat ini. “Salah satu pembangunan bangsa ini salah satu variabelnya adalah pendidikan, dan disini peran Habaib sudah membantu bangsa ini, membantu dalam memperbaiki suatu pendidikan yang mana berharap muncul sumber daya manusia berlandaskan akhlakul karimah,”sambungnya.

Bupati Gresik  termuda di Kabupaten Gresik itu menambahkan dimasa depan akan ada banyak pesantren sesuai dengan julukan kota Gresik yaitu Kota Santri. Menurutnya dampak sosial dari pembangunan sebuah ponpes dilingkungan sekitar sangat berdampak baik dan memberikan hal yang positif. “Ketika disini ada sebuah pesantren, dampak lingkungan sosial itu juga berpengaruh yang sangat luar biasa, cermin sebuah kota santri yang sangat dirindukan,”tutur mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Terakhir beliau berjanji akan terbuka dan mensupport penuh terhadap bidang pendidikan di Gresik. “Kami atas nama pemerintah sangat terbuka dan mendukung penuh terutama dalam bidang pendidikan, dan perbaikan masalah pendidikan” tutupnya. 

Berapa jumlah ponpes di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik saat ini. Merujuk data dilaman  gresikkab.go.id  jumlah 148 pondok pesantren. Sedangkan, data ponpes.net berjumlah 103 ponpes. Sementara data ditpdpontren.kemenag.go.id terdapat 94 ponpes dengan jumlah santri kurang lebih 23.551. Rincianya, 12.837 santri mukim dan 10.674 santri non mukim. (yad)

Kabar Gembira, Satu Ponpes Kembali Berdiri di Kota Santri, Ponpes Ihya Ulumiddin  Selengkapnya

Wabup Dorong Industri Lebih Sinergi dengan Ponpes dan SMK untuk Mengentas Pengangguran

GRESIK,1minute.id –  PT Smelting membagikan ratusan lemari besi atau loker ke sejumlah pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Manyar, Bungah dan Sidayu. Kegiatan yang mengandeng Pengurus Cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PC RMI NU) Gresik itu dipusatkan di SMK Assa’adah, Kecamatan Bungah pada Rabu, 27 Oktober 2021.

Bantuan loker itu diserahkan oleh Assisten Manager General Affair PT Smelting Indra Junor kepada Ketua PC RMI NU Gresik KH. Ala’uddin dan disaksikan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Wabup Gresik Aminatun Habibah mengharapkan sinergi antara industri dengan pondok pesantren (Ponpes) harus terus dijalin. Apalagi Gresik dikenal sebagai Kota Santri.

“Saya dan Pak Bupati (Fandi Akhmad Yani, Red) berharap dukungan industri bagi sekolah maupun pesantren di Gresik. Baik bantuan program atau sarana pembelajaran untuk kepentingan santri,”ujarnya.  Lebih lanjut, Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah,  juga mendorong adanya perusahaan mampu mengurangi jumlah pengganguran di Gresik.

“Kami berharap industri semakin banyak menyerap tenaga kerja warga Gresik. Dengan begitu diharapkan pula angka pengangguran dapat berkurang dan masyarakat Gresik bisa sejahtera,” harap Wabup.

Indra Junor mengatakan pemberian lemari besi ke pondok pesantren (Ponpes) merupakan bagian dari program CSR perusahaan. “Ada 142 lemari besi bekas karyawan yang kami bagikan,”ujarnya. Ditambahkan Indra, sebelum diberikan kepada ponpes, terlebih dulu lemari besi direkondisi. Sehingga seperti baru. “Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi pondok,”katanya.

Sementara itu, Ketua PC RMI NU Gresik KH. Ala’uddin mengaku senang atas kepedulian Smelting ke sejumlah ponpes di tiga kecamatan. “Nantinya lemari ini dapat dimanfaatkan untuk menyimpan berkas atau barang-barang pondok,”ungkap Gus Ala-panggilan akrab-KH. Ala’uddin didampingi Sekretaris RMI NU Gresik Imam Junaidi. “Kami tentunya berharap, semakin banyak perusahaan yang peduli dengan pondok,” imbuhnya. (yad)

Wabup Dorong Industri Lebih Sinergi dengan Ponpes dan SMK untuk Mengentas Pengangguran Selengkapnya

Pemkab Gresik Fasilitasi Santri untuk Rapid Test Antigen Gratis


GRESIK,1minute.id – Rencana Pemerintah kabupaten Gresik memfasilitasi pemeriksaan kesehatan gratis bagi santri yang bakal balik ke pondok pesantren bakal direalisasikan. 

Dalam koordinasi yang dipimpin oleh Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Abimanyu Pontjoadmojo Iswinarno disepakati Pemkab Gresik akan memberikan pelayanan kesehatan tes usap Antigen kepada ratusan santri dan santriwati asal Gresik yang bakal balik ke ponpes.

Tes usap Antigen gratis dilakukan di puskesmas yang ditunjuk Dinkes Gresik pada H-1 santri atau santriwati hendak balik ke pondok. Data dari Rabhitah Ma’ahad Islamiyah atau Asosiasi Pesantren se-Indonesia (RMI)  Nahdlatul Ulama Gresik  jadwal keberangkatan Santri balik ke Pondok Pesantren sebagai berikut.

Sebanyak 340 santri Ponpes Gontor pada 21 dan 22 Mei serta 26 dan 27 Mei 2021. Sedangkan, 174 santri Ponpes Lirboyo berangkat 23 Mei 2021.

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dinas Perhubungan Gresik Muhammad Amri mengatakan, untuk santri dan santriwati Ponpes Gontor asal Gresik transportasinya akan difasilitasi oleh alumni Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor. 

Pemkab Gresik melalui Dinas Kesehatan Gresik memfasilitasi rapid tes Antigen. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik bertugas melakukan penyemprotan disinfektan kendaaraan bus yang akan membawa santri.

Lalu tugas Dishub Gresik ? “Kami mengkontrol pengawasan arus lalin pada saat pemberangkatan,”kata Amri dikonfirmasi  1minute.id melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 18 Mei 2021.

Rencana pemberangkatan sebanyak 340 santri ponpes modern Gontor dilakukan secara tiga tahap pada 21, 26 dan 27 Mei 2021. “Pemberangkatan di halaman masjid KH Ahmad Dahlan,”kata Amri.

Bagaimana dengan 174 santri Ponpes Lirboyo, Jombang? Amri secara diplomatis mengatakan masih mengusahkan. “Transportasi santri asal Lirboyo masih kita usahakan,”katanya.

Sedangkan santri dari ponpes lainnya, Amri belum bisa memastikan karena anggaran di dishub Gresik cekak. “Kami belun bisa fasilitasi. Namun kami siap bantu untuk mncarikn bus jika dperlukan,”ujarnya.

Sementara itu, dalam pengamatan  1minute.id  Pemkab Gresik memiliki sedikitnya 3 unit bus. Bus itu, sebelumnya digunakan untuk angkutan sekolah. Saat ini, tiga bus kontribusi dari perusahaan itu terparkir di halaman gudang sisi timur kantor Bupati Gresik. Bus mirip angkutan calon penumpang di bandara internasional Juanda Sidoarjo itu berkapasitas 15 seat. 

Seperti diberitakan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengungkapkan keinginan untuk memberikan fasilitas kesehatan berupa pemeriksaan rapid test Antigen kepada santri asal Gresik yang akan balik ke pondok pesantren masing-masing. Hal itu diungkapkan Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani ketika memimpin apel hari pertama ASN masuk kerja pascalibur Idul Fitri pada Senin, 17 Mei 2021. (yad)

Pemkab Gresik Fasilitasi Santri untuk Rapid Test Antigen Gratis Selengkapnya

Pemkab Fasilitasi Tes Swab Santri Balik ke Pondok

GRESIK,1minute.id – Masa liburan sekolah santri segera berakhir. Pembelajaran diperkirakan mulai 11 Syawal 1442 hijriah atau 23 Mei 2021 mendatang.  Santri asal Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik bersiap balik ke pondok pesantren mereka masing-masing sebelum pembelajaran. 

Menurut Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi mengatakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berencana memfasilitasi tes kesehatan untuk santri yang mau balik ke pndok pesantren. Tes kesehatan antara lain tes swab PCR atau Antigen gratis.

“Dalam apel pagi tadi, Bupati mengungkap rencana baik pemerintah itu,”kata Reza pada Senin, 17 Mei 2021. Mekanisme pemeriksaan kesehatan itu dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik. Selain tes usap, tambahnya, pemkab juga mewacanakan untuk memberikan pelayanan pengangkutan bagi para santri yang bakal balik ke pondok itu.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik Nanang Setiawan mengatakan, saat ini ada 200-an santri Ponpes Lirboyo, Jombang mengajukan permohonan untuk mendapatkan fasilitas angkutan balik ke pondok. “Kita akan coba usahakan bantuan CSR,”kata Nanang Setiawan.

Seperti diberitakan, mulai Selasa, 18 Mei 2021, pemerintah akan melonggarkan pembatasan perjalanan. Meski begitu, masyarakat yang bepergian ke luar kota pada periode 18-24 Mei 2021 tetap mesti mematuhi beberapa persyaratan.

Persyaratan ini berlaku untuk masyarakat yang menggunakan angkutan transportasi umum dan pribadi. Pengetatan syarat perjalanan ini juga berlaku untuk seluruh moda transportasi baik darat, laut, udara, dan kereta api dalam perjalaman antarkota/kabupaten dan antarprovinsi.

Syarat-syarat bepergian untuk Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) berikut ini :
1. Keterangan Negatif Covid-19

Syarat perjalanan tercantum dalam Adenum SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021.Salah satu syarat itu adalah surat keterangan negatif Covid-19 yang berlaku 24 jam untuk tes usap atau swab test PCR dan swab antigen. Sementara, hasil tes GeNose berlaku hanya pada hari keberangkatan perjalanan. 

2. Surat Keterangan Perjalanan

Pemerintahn juga mengimbau masyarakat untuk membatasi perjalanan demi mengurangi risiko tertular Covid-19. Apabila terpaksa untuk melakukan perjalanan, masyarakat diminta menyiapkan dokumen yang dapat menjelaskan kepentingan melakukan perjalanan.

Surat keterangan, baik itu surat keterangan karena tugas maupun juga surat keterangan dari kepala desa atau lurah setempat jika kepentingannya adalah kepentingan pribadi.

3. Pengisian e-HAC Indonesia

Pelaku perjalanan dengan moda transportasi darat umum maupun pribadi kembali diimbau untuk melakukan pengisian e-HAC Indonesia.
Sedangkan, bagi pelaku perjalanan udara dan laut wajib melakukan pengisian e-HAC Indonesia.

e-HAC adalah electronic-Health Alert Card atau Kartu Kewaspadaan Kesehatan. Kartu elektronik ini dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), khususnya pada Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan, Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. (yad)

Pemkab Fasilitasi Tes Swab Santri Balik ke Pondok Selengkapnya