Satlantas Polres Gresik Ingatkan Pengendara, Menyalip Sebelah Kiri Berbahaya

GRESIK,1minute.id – Puluhan banner himbauan tidak nyalip di sebelah kiri di pasang Satuan Polisi Lalu atau Satlantas Polres Gresik di sepanjang Jalan Raya Duduksampeyan, Gresik.

Kampanye meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan berkendara. Keselamatan nomor satu. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Unit Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran atau Kamsel Satlantas Polres Gresik Ipda Andreas Dwi Anggoro, bersama sejumlah anggotanya.  

Banner imbauan dipasang di titik-titik strategis yang selama ini dikenal rawan pelanggaran lalu lintas, khususnya aksi menyalip dari kiri yang kerap membahayakan pengguna jalan lain. Pemasangan banner ini merupakan salah satu bentuk upaya preventif yang diambil oleh jajaran Satlantas untuk membangun kesadaran tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kasat Lantas AKP Rizki Julianda Putera Buna mengatakan, kampanye ini ditujukan agar pengendara lebih memahami bahaya manuver menyalip dari sisi kiri.

“Kami ingin mengingatkan masyarakat bahwa menyalip dari kiri sangat membahayakan, baik bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ujar AKP Rizki pada Sabtu, 10 Mei 2025.

Ia berharap kegiatan ini menjadi bagian dari edukasi berkelanjutan yang mampu mengubah perilaku pengendara menjadi lebih disiplin dan patuh terhadap aturan lalu lintas. “Semoga langkah preventif ini mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Gresik,” tambahnya. 

Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Gresik menegaskan komitmennya dalam menciptakan budaya berlalu lintas yang aman dan tertib, demi keselamatan semua pengguna jalan. (yad)

Satlantas Polres Gresik Ingatkan Pengendara, Menyalip Sebelah Kiri Berbahaya Selengkapnya

Forkom Lalin Gresik Gelar Evaluasi Arus Mudik Lebaran 2025. Ini Komitmennya 

GRESIK,1minute.id – Forum Komunikasi Lalu Lintas atau FKLL Kabupaten Gresik menggelar rapat evaluasi arus mudik dan balik Lebaran 2025 serta penanganan titik rawan kecelakaan lalu lintas (blackspot). Kegiatan ini berlangsung di Aula Dinas Perhubungan Gresik pada Selasa, 15 April 2025.

Evaluasi inisiatif dari Satuan Polis Lalu Lintas atau Satlantas Polres Gresik ini dihadiri antara lain Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir ; Kasatlantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda Putera Buna, dan Kepala Dinas Perhubungan atau Kadishub Gresik Khusaini. Serta, perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang atau DPUTR Gresik , Dinas Kesehatan Gresik, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan atau Bappeda Gresik dan Jasa Raharja. 

Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir menekankan pentingnya menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam perencanaan transportasi publik. Ia mendorong agar hasil evaluasi ini menjadi landasan dalam penyusunan perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah atau P-APBD Gresik 2025, khususnya untuk menangani daerah rawan kecelakaan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kasat Lantas AKP Rizki Julianda menegaskan pentingnya aksi konkret di lapangan, seperti pemasangan rambu tambahan, peningkatan penerangan jalan umum, serta penambahan median jalan di jalur rawan laka. Ia juga menyoroti urgensi perbaikan kontur jalan dan pemasangan garis kejut sebagai bentuk pencegahan dini kecelakaan.

Dinas Kesehatan dan Jasa Raharja yang menyatakan komitmen dalam memberikan layanan cepat dan responsif terhadap korban laka lantas. Termasuk percepatan proses pencairan BPJS dan penerbitan surat jaminan rumah sakit.

Dari sisi infrastruktur, Dinas PUTR menyatakan kesiapannya menangani kerusakan jalan sesuai prosedur dan skala prioritas, sedangkan Bappeda menyarankan adanya pergeseran anggaran guna memperkuat fasilitas keselamatan lalu lintas di wilayah prioritas.

Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Gresik dan seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmen bersama dalam menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan selamat bagi seluruh masyarakat, sekaligus meneguhkan peran strategis FKLL dalam menyatukan visi keselamatan lintas sektor di Kabupaten Gresik.

Dalam catatan 1minute.id sejumlah kejadian kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik lebaran 2025. Kejadian itu, antara lain, sebuah mobil sedang BMW 704 Li terjun dari Tol Krian-Gresik yang belum tersambung pada Sabtu, 5 April 2025 sekitar pukul 22.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal itu.

Kecelakaan berikutnya adalah trailer pengangkut kayu gelondongan versus KA Komuter Jenggala jurusan Stasiun Indro-stasiun Pasar Turi di Gresik pada 8 April 2025. Peristiwa itu terjadi di pelintasan JPL 11 KM 7+600 tepatnya di Kelurahan Tenggulunan, Kebomas, Gresik itu mengakibatkan seorang tewas.

Kejadian kali ketiga, adu banteng Isuzu Panther versus PO Bus Rajawali Indah di Jalan Raya Duduksampeyan, Gresik pada 10 April 2025. Kejadian itu mengakibatkan 7 orang penumpang Panther meninggal dunia. (yad)

Forkom Lalin Gresik Gelar Evaluasi Arus Mudik Lebaran 2025. Ini Komitmennya  Selengkapnya

Dirlantas Polda Jatim, Kapolres Gresik dan Tim TAA Selidiki Penyebab Laka di Jalan Raya Duduksampeyan

GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Lalu Lintas atau Satlantas Polres Gresik mengumpulkan informasi untuk mengungkap kronologi lengkap kecelakaan maut yang mengakibatkan 7 orang meninggal dunia di Jalan Raya Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Kamis, 10 April 2025.

Kecelakaan adu banteng yang melibatkan Isuzu Panther versus Bus Rajawali Indah itu terjadi pukul 05.45 WIB. Kejadian yang memilukan itu membuat masyarakat Gresik seakan turut berduka. Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut. Dalam keterangannya, ia mengungkapkan rasa duka yang mendalam kepada keluarga korban.

“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas korban jiwa dalam kecelakaan ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar AKBP Rovan saat meninjau lokasi kejadian pada Kamis, 10 April 2025.

Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur Kombes Pol Komarudin, juga turut hadir di lokasi bersama Tim Traffic Accident Analysis (TAA).  Ia menyampaikan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, sopir dan satu penumpang bus mengalami luka ringan dan saat ini tengah menjalani perawatan di RSUD Ibnu Sina Gresik — rumah sakit yang sama tempat proses identifikasi jenazah para korban dilakukan.

Kapolres Gresik mengingatkan seluruh masyarakat, khususnya pengguna jalan, untuk lebih berhati-hati dan selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum bepergian, terutama saat melintasi jalur rawan kecelakaan seperti kawasan Duduksampeyan.

“Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Mari tingkatkan kewaspadaan demi menghindari kejadian serupa,” tambahnya. Pihak kepolisian masih terus mengumpulkan informasi untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian ini. Penanganan korban dan proses evakuasi dilakukan dengan koordinasi intensif antara aparat dan tenaga medis. Tragedi ini menjadi pengingat keras akan pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas.

Tragedi yang memilukan itu terjadi sekitar pukul 05.45 WIB bermula saat mobil Isuzu Panther bernomor polisi DK 1157 FCL dalam perjalanan mengantar rombongan umrah menuju Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo. 

Mobil Panther dikemudikan oleh Akhmad Basuki, 48, warga Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Tuban dengan 6 penumpang melaju dari Lamongan menuju Gresik. Memasuki Jalan Raya Duduksampeyan diduga mobil mengalami selip pada ban kiri, sehingga kehilangan kendali dan oleng ke kanan, melintasi markah jalan. 

Nahas, saat yang bersamaan, sebuah bus Rajawali Indah nopol S 7707 UA yang dikemudikan oleh Suwarno, asal Tuban, melaju dari arah berlawanan (Gresik-Lamongan). Kedua kendaraan pun mengalami tabrakan adu banteng. Benturan kendaraan itu sangat keras, membuat bodi mobil Panther rusak parah.

Sebanyak 7 orang penumpang Isuzu Panther meninggal dunia. Rinciannya, 4 orang meninggal di lokasi kejadian, dan 3 orang lainnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Diduga, tujuh korban meninggal itu satu keluarga. Sedangkan, dua penumpang bus yang mengalami luka-luka bernama sopir bus Suwarno, 46, asal Tuban dan Khoirul Anam, 22, asal Bojonegoro. Keduanya mengalami patah tulang. (yad)

Dirlantas Polda Jatim, Kapolres Gresik dan Tim TAA Selidiki Penyebab Laka di Jalan Raya Duduksampeyan Selengkapnya

Kecelakaan Maut, Isuzu Panther Vs Bus, 7  Orang Rombongan Pengantar Umrah Meninggal Dunia

GRESIK,1minute.id – Kecalakaan maut terjadi di ruas Jalan Raya Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Kamis, 10 April 2025. Kecelakaan yang melibatkan MPV Isuzu Panther versus PO Bus Rajawali Indah itu mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia dan dua orang luka-luka.

Tujuh korban meninggal dunia itu adalah penumpang mobil Panther. Mereka adalah rombongan jemaah Umrah dari Tuban. Sedangkan, dua korban luka-luka adalah penumpang bus. Informasi yang dihimpun, tragedi yang memilukan itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB bermula saat mobil Isuzu Panther bernomor polisi DK 1157 FCL dalam perjalanan mengantar rombongan umrah menuju Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo. 

Mobil Panther dikemudikan oleh Akhmad Basuki, 49, warga Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Tuban dengan 6 penumpang melaju dari Lamongan menuju Gresik. Memasuki Jalan Raya Duduksampeyan diduga mobil Panther mengalami selip pada ban kiri, sehingga kehilangan kendali dan oleng ke kanan, melintasi markah jalan. 

Nahas, saat yang bersamaan, sebuah bus  Rajawali Indah nopol S 7707 UA yang dikemudikan oleh Suwarno, asal Tuban, melaju dari arah berlawanan (Gresik-Lamongan). Kedua kendaraan pun mengalami tabrakan adu banteng. Benturan kendaraan itu sangat keras, membuat bodi mobil Panther rusak parah. Sebanyak 4 orang penumpang Panther meninggal dunia di lokasi kejadian. Tiga penumpang Panther lainnya meninggal perjalanan ke rumah sakit. Diduga, tujuh korban meninggal itu satu keluarga. Mereka hendak mengantarkan umrah, Muhammad Aqib, 27, yang juga penumpang Panther yang meninggal dunia.

Sedangkan, dua penumpang bus yang mengalami luka-luka bernama sopir bus Suwarno, 46, asal Tuban dan kenek Khoirul Anam, 22, asal Bojonegoro. Keduanya mengalami patah tulang.

Kasatlantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda Putera Buna melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik Ipda Andri Aswoko menjelaskan korban meninggal akibat kecelakaan adalah penumpang mobil Panther. “Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kecelakaan ini. Termasuk memeriksa kondisi kendaraan dan kondisi jalan di sekitar lokasi kejadian,” kata Andri kepada wartawan. 

Polres Gresik mengimbau seluruh pengendara untuk lebih berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa di masa depan. (yad)

Kecelakaan Maut, Isuzu Panther Vs Bus, 7  Orang Rombongan Pengantar Umrah Meninggal Dunia Selengkapnya

Keselamatan Pemudik Prioritas Utama, Satlantas Polres Gresik Lakukan Rampcheck Moda Darat

GRESIK,1minute.id – Puncak arus mudik lebaran Idul Fitri 1446 hijriah diperkirakan mulai Kamis besok, 27 Maret 2025. Untuk memastikan kelancaran dan keselamatan pemudik Satuan Lalu Lintas atau Satlantas Polres Gresik menggelar rampcheck serta pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi bus angkutan umum. 

Kegiatan yang menjadi bagian dari Operasi Ketupat Semeru 2025 ini berlangsung di Terminal Kelas B Bunder, Gresik pada Rabu, 26 Maret 2025. Dalam kegiatan ini, Satlantas Polres Gresik sinergi bersama  Dinas Perhubungan atau Dishub Gresik,  Dinas Kesehatan Gresik, Dokkes Polres Gresik, CPM Gresik, serta tim medis dari RS Bhayangkara Bojonegoro. 

Tujuan utamanya adalah memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan serta memastikan para sopir dalam keadaan sehat dan bebas dari pengaruh zat berbahaya.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kasat Lantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda Putera Buna, menegaskan pentingnya kegiatan ini guna mendukung keselamatan para pemudik. “Rampcheck ini dilakukan untuk memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan dan surat-suratnya lengkap. Selain itu, pemeriksaan kesehatan sopir juga dilakukan agar mereka benar-benar siap mengemudi tanpa terpengaruh zat berbahaya,” ujar AKP Rizki.

Dalam kegiatan ini, beberapa prosedur dilakukan, antara lain:

✔ Rampcheck kendaraan oleh Dishub untuk memastikan kelayakan operasional bus.

✔ Pemeriksaan kesehatan sopir, termasuk pengecekan tekanan darah dan tes urine untuk mendeteksi penggunaan zat adiktif atau alkohol.

✔ Sosialisasi keselamatan kepada penumpang dengan pembagian brosur tentang mudik aman.

✔ Pemasangan stiker hotline 110, sebagai layanan bagi masyarakat yang ingin melaporkan sopir ugal-ugalan atau membahayakan keselamatan di jalan.

Dalam kegiatan rampcheck ini, sebanyak 22 unit bus diperiksa, yang terdiri dari 3 unit Bus Antar Kota Antar Provinsi atau AKAP ; 15 unit bus antar kota dalam Provinsi atau AKDP dan 4 unit bus Trans Jatim. 

Dan Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh kendaraan dalam kondisi laik jalan dan memiliki dokumen yang lengkap. Sementara itu, dari hasil tes urine terhadap 22 sopir bus, tidak ditemukan indikasi penggunaan narkoba atau alkohol.

“Dari Hasil Pemeriksaan Semua Bus Laik Jalan, Sopir Bebas Narkoba,” tegas AKP Rizki. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para pemudik dapat menikmati perjalanan yang lebih aman dan nyaman. Satlantas Polres Gresik juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melapor jika menemukan sopir yang berkendara secara membahayakan.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Mari bersama-sama menjaga keamanan di jalan agar mudik tahun ini berjalan dengan lancar dan selamat sampai tujuan,” harap AKP Rizki. (yad)

Keselamatan Pemudik Prioritas Utama, Satlantas Polres Gresik Lakukan Rampcheck Moda Darat Selengkapnya

Perlintasan Rel KA di Cerme, Gresik jadi Potensi Kemacetan saat Mudik Lebaran

GRESIK,1minute.id – Satuan Lalu Lintas atau Satlantas Polres Gresik bersama Ditlantas Polda Jawa Timur menggelar pemetaan daerah rawan kecelakaan atau blackspot dan rawan kemacetan alias troubelspot di wilayah hukum Polres Gresik pada Senin, 10 Maret 2025. Persiapan menghadapi arus mudik Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kasat Lantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda Putera Buna, menjelaskan bahwa pemetaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi titik-titik rawan yang dapat menghambat kelancaran arus mudik. 

Tim gabungan melakukan survei langsung di sejumlah lokasi, termasuk Jalan Raya Duduksampean yang masuk kategori blackspot serta perlintasan sebidang palang pintu rel Kereta Api atau KA Cerme, yang menjadi salah satu titik troubelspot.

Kegiatan ini dihadiri Tim Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jatim yang dipimpin AKP Darwoyo, serta perwakilan dari berbagai instansi, seperti Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik, Jasa Raharja, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang atau DPUTR Gresik, hingga perwakilan PT KAI Daops 8 Cerme.

Hasil diskusi dan survei lapangan untuk mengidentifikasi kendala serta merumuskan solusi bersama. Beberapa rekomendasi yang dihasilkan antara lain Penambahan rambu peringatan di titik rawan kecelakaan. Peningkatan penerangan jalan umum (PJU) di daerah rawan kecelakaan. Pemangkasan dahan pohon yang menghalangi visibilitas pengendara.

Selain itu, khusus untuk perlintasan sebidang rel KA di Cerme, Ditlantas Polda Jatim akan mengangkat permasalahan ini dalam Forum Koordinasi Lalu Lintas (FKLL) Jawa Timur, agar menjadi perhatian di tingkat yang lebih tinggi.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sinergis antar instansi untuk memastikan jalur mudik 2025 lebih aman, nyaman, dan bebas hambatan bagi para pemudik,” tegas Kasatlantas Polres Gresik. (yad)

Perlintasan Rel KA di Cerme, Gresik jadi Potensi Kemacetan saat Mudik Lebaran Selengkapnya

Jelang Mudik Lebaran, Satlantas Polres Gresik Survei Jalur Blackspot, Troublespot Jalan Duduksampeyan, Ini Temuannya

GRESIK,1minute.id – Arus mudik Idul Fitri biasanya mulai terasa pada H-7. Akan tetapi, Satuan Polisi Lalu Lintas atau Satlantas Polres Gresik melakukan survei antisipasi jalur blackspot dan troublespot di Jalan Raya Duduksampean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Kamis, 6 Maret 2025.

Survei dilakukan bersama Dinas Perhubungan atau Dishub Gresik, Jasa Raharja, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional atau BBPJN Jatim-Bali, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang atau DPUTR Gresik, dan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Sunan Ampel atau UNESA Surabaya.

Kegiatan ini dihadiri antara lain Kasat Lantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda Putera Buna ini bertujuan memastikan kelancaran serta keselamatan arus mudik di jalur nasional Duduksampean, dengan mengidentifikasi titik-titik rawan kecelakaan serta mencari solusi terhadap hambatan yang ada.

Dari hasil survei, ditemukan beberapa titik yang memerlukan perhatian khusus, di antaranya Tikungan Jalan Raya Desa Ambeng-ambeng, merupakan jalur blackspot yang membutuhkan pemasangan speed trap serta penambahan rambu-rambu lalu lintas. 

Kemudian Jembatan Mandepo, ditemukan kondisi aspal bergelombang serta gundukan yang berpotensi membahayakan pengendara. Dibutuhkan perataan aspal untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.Terakhir, Jembatan Pandanan, ditemukan lubang besar hingga rangka besi terlihat, yang sangat membahayakan pengendara.

Sebagai langkah awal, Satlantas Polres Gresik telah memberikan tanda cat putih pada aspal yang rusak guna meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan. Selain itu, koordinasi dengan instansi terkait juga dilakukan agar perbaikan segera dilakukan sebelum puncak arus mudik.Kapolres Gresik

 AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Rizki Julianda Putera Buna, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi agar jalur mudik di wilayah Gresik dapat aman, nyaman, serta bebas hambatan.

“Kami berharap masyarakat tetap berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas. Jika menemukan kondisi jalan yang berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada pihak terkait agar dapat segera ditindaklanjuti,” tegasnya. Dengan adanya survei ini, diharapkan arus mudik Lebaran 2025 di wilayah Gresik, khususnya di Jalan Raya Duduksampean, dapat berjalan lancar. (yad)

Jelang Mudik Lebaran, Satlantas Polres Gresik Survei Jalur Blackspot, Troublespot Jalan Duduksampeyan, Ini Temuannya Selengkapnya

Satlantas Polres Gresik Peduli, Melanggar Jam Operasi Ditilang, Sopir dapat Takjil

GRESIK,1minute.id – Satuan Lalu Lintas atau Satlantas Polres Gresik bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik menggelar penertiban kendaraan angkutan barang yang melanggar aturan jam operasional di Tempat Khusus Parkir Ngawen, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Selasa, 4 Maret 2025. 

Kegiatan ini dilakukan untuk menegakkan Surat Edaran Kepala Dishub Kabupaten Gresik yang mengatur pembatasan waktu operasional kendaraan berat guna mengurangi kemacetan dan meningkatkan keselamatan lalu lintas.

Dalam operasi ini, kendaraan yang melanggar diarahkan ke kantong parkir Ngawen dan dikenakan tindakan berupa tilang serta teguran. Selain itu, petugas juga memberikan bimbingan dan penyuluhan (binluh) kepada para sopir mengenai pentingnya kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Menariknya, di tengah kegiatan penertiban, petugas menunjukkan sisi humanis dengan membagikan takjil kepada para sopir truk yang tengah menjalankan ibadah puasa. Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan di bulan Ramadan, memberikan sedikit kebahagiaan bagi mereka yang harus tetap bekerja di jalan raya.

“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas, tetapi juga mempererat hubungan antara petugas dan masyarakat,” ujar Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kasatlantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda Putera Buna.

Lebih lanjut, operasi ini dipimpin langsung oleh Perwira Pengendali, Ipda Arif Harianto, dengan dukungan dari anggota Kamsel, Tim Khusus Satlantas Polres Gresik, serta petugas Dishub Gresik. Dalam penertiban tersebut, sebanyak 11 kendaraan dikenakan sanksi tilang akibat pelanggaran yang dilakukan. Sepanjang kegiatan, situasi tetap berjalan aman, lancar, dan terkendali. 

“Diharapkan dengan adanya penertiban ini, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas semakin meningkat, serta semangat berbagi dan kepedulian di bulan Ramadan dapat terus terjaga,” tutupnya. (yad)

Satlantas Polres Gresik Peduli, Melanggar Jam Operasi Ditilang, Sopir dapat Takjil Selengkapnya

Pertama, Layanan SIM Keliling Satlantas Polres Gresik Layani Perpanjangan SIM di Pulau Bawean

GRESIK,1minute.id – Antusiasme warga Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur untuk memiliki legalitas administrasi surat izin mengemudi patut mendapatkan apresiasi. Buktinya, puluhan warga menyerbu bus layanan perpanjangan SIM Keliling atau SIMLing yang ada halaman pendapa Alun-alun Kecamatan Sangkapura. 

Untuk kali pertama, warga berada di jarak 180 mil laut atau 3 jam perjalanan menggunakan kapal cepat dan 9 jam KMP Gili Iyang dari pusat pemerintahan Gresik bisa menikmati pelayanan perpanjangan surat izin mengemudi atau SIM tanpa harus ke kantor Satlantas Polres Gresik.

Warga di pulau putri-sebutan lain-Pulau Bawean cukup datang Pendapa Kecamatan Sangkapura. Pelayanan prima alias jemput bola kali pertama di era kepemimpinan AKBP Rovan Richard Mahenu, Kapolres Gresik. Untuk pelayanan ini, Satlantas Polres Gresik memboyong bus layanan SIM keliling alias SIMling.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menyampaikan bahwa layanan ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat Bawean dalam mengurus perpanjangan SIM tanpa harus menyeberang ke daratan Gresik, yang tentunya memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

“Kami hadir di sini untuk memberikan kemudahan bagi mereka,” ujar alumnus Akpol 2006 ini. Layanan SIMling dilaksanakan selama dua hari, Kamis dan Jumat, 30-31 Januari 2025. Kurun waktu itu, produksi SIM Keliling mencapai 55 SIM, dengan rincian SIM A sebanyak 22 lembar dan SIM C sebanyak 33 lembar. Sementara itu, penerbitan SIM baru tetap dilakukan di Satuan Penyelenggara Administrasi SIM atau Satpas Satlantas Polres Gresik.

Dalam pelaksanaan layanan ini, Polres Gresik mengirimkan tim yang terdiri dari personel Regident SIM, petugas psikologi, serta petugas dari Dokes Polri. Selain melayani perpanjangan SIM, tim juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai tata cara perpanjangan SIM melalui layanan SIMling  dan aplikasi digital Korlantas, SINAR. Selain itu, warga juga diberikan pemahaman mengenai mekanisme dan alur penerbitan SIM baru.

Mantan Kasubdit 4/Jatanras Polda Metro Jaya ini juga mengajak masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas serta memiliki SIM sebagai bentuk legalitas dan bukti kompetensi dalam berkendara di jalan raya. Langkah inovatif ini mendapat apresiasi dari masyarakat Bawean, yang merasa terbantu dengan kemudahan layanan perpanjangan SIM tanpa harus melakukan perjalanan jauh ke Gresik.

Kasatlantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda Putera Buna menambahkan, langkah ini merupakan jemput bola lebih dekat membantu masyarakat. “Langkah Bus SIM keliling di Pulau Bawean untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di Pulau Bawean, memberikan kemudahan dalam pengurusan SIM,” kata Rizki. (yad)

Pertama, Layanan SIM Keliling Satlantas Polres Gresik Layani Perpanjangan SIM di Pulau Bawean Selengkapnya

Operasi Gabungan Serentak di Tiga Titik, Satlantas Polres Gresik Tilang Puluhan Sopir Truk

GRESIK1minute.id –  Satuan Lalu Lintas atau Satlantas Polres Gresik bersama Dinas Perhubungan atau Dishub Gresik menggelar operasi gabungan untuk menertibkan jam operasional kendaraan angkutan barang dan truk galian C. 

Operasi ini dilaksanakan di tiga titik, yakni Jalan R.A. Kartini, Gresik ; Desa Ngawen, Kecamatan Sidayu, dan Exit Tol Cerme, Gresik pada Jumat, 31 Januari 2025.

Dalam ops gab yang pimpin oleh Kasat Lantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda Putera Buna ini petugas melakukan pemeriksaan kelengkapan surat-surat kendaraan serta penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas. Hasilnya, puluhaan sopir yang melakukan pelanggaran dilakukan penindakan dengan rincian, 25 tilang STNK, 15 tilang SIM, serta 84 teguran kepada pengemudi. 

“Selain melakukan penindakan, petugas juga memberikan imbauan kepada para pengemudi truk agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, termasuk larangan melintas di sepanjang Jalan Raya Deandles (Pantura) pada jam operasional tertentu,” tegas Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kasat Lantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda Putera Buna. 

Dalam ops gabungan ini, semua perwira korp sabuk putih itu diterjunkan ke lapangan. Ada Kanit Turjawali , Kanit Gakum dan Kanit Kamsel. Selain sopir truk, polisi juga mengingatkan kepada para pengguna jalan lainnya untuk selalu menaati peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

AKP Rizki Julianda Putera menegaskan bahwa operasi gabungan ini merupakan bagian dari upaya Satlantas Polres Gresik dan Dishub untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan lancar, terutama terkait dengan regulasi jam operasional kendaraan angkutan barang di wilayah hukum Polres Gresik. 

“Diharapkan melalui operasi ini, kesadaran para pengemudi semakin meningkat dalam mematuhi peraturan yang berlaku,” kata AKP Rizki. (yad)

Operasi Gabungan Serentak di Tiga Titik, Satlantas Polres Gresik Tilang Puluhan Sopir Truk Selengkapnya