GRESIK,1minute.id – Telaga Sumber di Dusun Sumber, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik lebih ramai dari biasanya pada Rabu, 13 September 2023. Lokasi tepatnya telaga peninggalan Kanjeng Sunan Giri pada 1479 Masehi itu dalam kompleks Masjid Agung Gresik (MAG). Sejak dibangun 544 tahun silam oleh Sunan Giri, air telaga itu tidak pernah Sat alias kering meski di musim kemarau.
Warga memanfaatkan air telaga itu untuk mandi, dan air minum. Air telaga itu juga untuk irigasi pertanian warga sekitar. Ratusan warga Desa Kembangan memadati area telaga itu untuk menggelar tradisi Rabo Wekasan. Rabu Wekasan atau Rabu terakhir di bulan Safar tahun ini bertepatan 13 September 2023. Ratusan warga tersebut menggelar doa dan selamatan sebagai rasa syukur telah mendapatkan rezeki, kesehatan dan keselamatan.
Tradisi Doa dan Selamatan pada Rabu Wekasan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Kepala Desa Kembangan Ngadimin serta Forkopimcam Kebomas, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Antara lain, KH Ahmad Zakaria Al Ansori.
Pada kesempatan itu, Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu mengajak warga sekitar untuk memelihara kebersihan Telaga sumber yang dibuat oleh Kanjeng Sunan Giri tersebut.
“Menurut sejarah, telaga sumber ini merupakan telaga pertama yang dibuat oleh Mbah Kanjeng Sunan Giri sekitar 1479 Masehi. Hingga sekarang telaga sumber ini tidak pernah kering, mari kita jaga agar air dari telaga sumber ini bisa dapat terus dimanfaatkan oleh warga,” harapnya.
Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah ini mengapresiasi warga Desa Kembangan dalam menjaga tradisi. “Untuk itu, mari kita berdoa dan bersyukur meminta kepada Allah untuk dijauhkan dari bala dan bencana,” katanya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik menggelar Pameran Keris Pusaka Gresik di GNI Gresik pada Jumat, 23 Juni 2023.
Ada puluhan Keris Pusaka Gresik, koleksi Museum Daerah Kabupaten Gresik “Sunan Giri” yang dipamerkan selama 3 hari, mulai Jumat, 23 Juni 2023 ini. Pameran Keris Pusaka Gresik, milik Kanjeng Sunan Giri, Kanjeng Sepuh dan Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Poesponegoro, Bupati Gresik pertama ini dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.
Menurut Aminatun Habibah, Kabupaten Gresik kaya akan peninggalan zaman dulu yang mempunyai nilai historis. Baik berupa budaya maupun kesenian yang hingga saat ini terus dilestarikan oleh masyarakat. “Seperti pelaksanaan malem slawe, pasar bandeng dan kolak ayam Gumeno di tiap bulan Ramadan. Termasuk pusaka keris yang menjadi salah satu peninggalan masa lampau juga ada di Gresik,” kata Bu Min sapaan akrab Wabup Gresik.
PEMERAN KERIS: Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah ketika melihat pameran Keris Pusaka Gresik di Gedung Nasional Indonesia Gresik pada Jumat, 23 Juni 2023 ( Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya gelaran pameran Keris Pusaka Gresik. Sebab, pameran keris ini memiliki substansi yakni memperkenalkan sejarah pusaka keris yang digunakan di masa lampau kepada masyarakat Gresik.
“Tidak banyak masyarakat yang tahu akan sejarah masa lampau, khususnya para generasi muda. Maka melalui pameran ini, masyarakat akan lebih kenal dengan sejarah dan perjuangan para pendahulu,” harap Wabup perempuan berlatar pendidik itu.
Ia berharap, melalui pameran keris ini menjadi pemikat dan daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Gresik. Terlebih, menjadi salah satu wisata edukasi dengan adanya museum Sunan Giri. “Kita kenalkan museum Sunan Giri sebagai salah satu destinasi wisata edukasi bagi wisatawan yang berkunjung di Gresik,” katanya.
Keris merupakan salah satu warisan budaya yang sangat populer, khususnya di Pulau Jawa. Selain sebagai pelengkap aksesori dan warisan budaya, masyarakat Indonesia juga mempercayai keris sebagai senjata sekaligus sebuah benda yang memiliki kekuatan supranatural. UNESCO (Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan Serikat Bangsa-Bangsa) juga telah menetapkan bahwa keris sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) yang dimiliki oleh Indonesia. Oleh sebab itu, keris merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan.
Pameran Keris Pusaka Gresik ini, bertujuan nguri-nguri budaya. Sejumlah keris bernilai historis tinggi di pajang dalam pameran kali pertama di tahun ini tersebut. Diantaranya, Keris Kalam Munyeng, peninggalan Sunan Giri, salah satu Wali Sanga yang juga Kepala Pemerintahan di Bukit Giri bergelar Prabu Satmata itu. Keris Empu Kriendoehadji milik Kanjeng Sepuh.
Kanjeng Sepuh adalah Adipati ke-8 di Kabupaten Sidayu di masa Kerajaan Mataram. Kanjeng Sepuh dianggap sebagai aulia dan pemimpin besar Kadipaten Sedayu yang layak mendapatkan penghormatan. Kanjeng Sepuh tersohor lantaran beliau adalah seorang bupati yang ulama atau ulama yang menjadi seorang bupati (Rojo Pandito). Beliau sangat dicintai masyarakatnya karena beliau sangat memperhatikan nasib rakyat yang dipimpinnya terutama kawula alit. Kecintaan itu hingga kini tidak luntur.
“Koleksi keris pusaka peninggalan Kanjeng Sepuh ini jumlahnya puluhan. Pak Bupati (Fandi Akhmad Yani, Bupati Gresik, Red) berencana membuat museum di Sidayu,” kata Bu Min.
Sementara itu, Kepala Disparekrafbudpora Gresik Syaifuddin Ghozali mengatakan, kegiatan ini melibatkan seluruh lintas sektor. Diantaranya para budayawan dan seluruh organisasi dibawah Disparekrafbudpora.
“Kami harap seluruh yang terlibat untuk dapat mengajak dan memromosikan kepada masyarakat yang lain untuk berkunjung ke pameran ini,” katanya. (yad)
BULAN Suci Ramadan 1444 Hijriah akan memasuki fase sepuluh hari ketiga yakni 10 hari terakhir pada Selasa, 11 April 2023. Ada banyak keutamaan 10 hari terakhir di bulan Ramadan yang penuh berkah, ampunan dan rahmat ini.
Umat muslim dituntut lebih khusyuk beribadah untuk meraih pahala dan ampunan dari Allah SWT. Salah satunya iktikaf dan memperbanyak doa untuk meraih malam kemuliaan yakni Lailatul Qadar. Seperti iktikaf, shalat malam, membaca Al Quran, dzikir, dan bersedekah.
Nah, 1minute.id mengutip dari buku berjudul “Grissee Kota Bandar” menyajikan sejumlah tempat religi di Kabupaten Gresik yang patut menjadi tempat iktikaf. Grissee Kota Bandar
adalah salah satu buku muatan lokal. Semuanya cerita yang ada di Gresik. Mulai destinasi wisata religi, seni budaya dan destinasi wisata di Gresik daratan sampai pulau Bawean. Buku itu karya Chusnul Cahyadi ini- kini mengelola media online 1minute.id, hasil dari ngelutus lebih dari satu dasawarsa di Kabupaten Gresik. Saat itu, masih “nyantrik” di Jawa Pos. Cetakan pertama, Februari 2019. Cetakan kedua pada Maret 2022.
Dimana saja, Destinasi Wisata Religi yang patut menjadi jujugan di Kabupaten Gresik ini. Kita mulai dari Sunan Giri. Lalu Syekh Maulana Malik. Terus dimana lagi? ikuti terus di 1minute.id ya!.
ZIARAH MAKAM SUNAN GIRI: Bupati dan Wakil Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah ketika melakukan ziarah ke makam Sunan Giri pada 8 Maret 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)
SUNAN GIRI
LAHIR di Kerajaan Blambangan, 1442 Masehi. Sunan Giri, salah satu Wali Sanga. Penyebar agama Islam di Indonesia. Sunan Giri membangun Giri Kedaton untuk pusat penyebaran agama Islam di Jawa yang memiliki pengaruh sampai Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi hingga Maluku. Sunan Giri adalah anak dari Maulana Ishaq. Ibundanya bernama Dewi Sekardadu.
Sunan Giri dinobatkan sebagai Kepala Pemerintahan di Bukit Giri Kedaton pada 1478 Masehi. Sunan Giri mendapat gelar Prabu Satmata. Penobatan Sunan Giri, yang memiliki nama asli, Muhammad Ainul Yaqin itu dilakukan di Bukit Kedaton di Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Sunan Giri wafat pada 1506 Masehi dan dimakamkan di Bukit Giri.
Penobatan Sunan Giri yang memiliki panggilan – Joko Samudro, Raden Paku, Sultan Abdul Faqih, Raden Ainul Yaqin – sebagai Kepala Pemerintahan kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Gresik yang peringati setiap 9 Maret oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Tahun Kota Gresik memasuki usia 536 tahun.
Setiap nama yang dimiliki Sunan Giri ada sejarahnya sendiri. Salah satunya, asal-usul julukan Joko Samudro. Dikisahkan di Buku Sejarah Kebudayaan Islam, Prabu Menak Sembuyu , Raja Blambangan yang juga kakek Sunan Giri merasa iri atas keberhasilan menantunya, Syekh Maulana Ishaq dalam menyebar agama Islam di Blambangan.
Karena merasa terancam Syekh Maulana Ishaq memutuskan untuk kembali ke tempat asalnya, Aceh. Pada saat itu Sunan Giri masih berada dalam kandungan. Setelah lahir, Prabu Menak Sembuyu memasukkan Sunan Giri ke peti lalu membuangnya ke laut. Saat berada di laut, Sunan Giri ditemukan oleh seorang saudagar perempuan kaya yang tengah berlayar. Ia bernama Nyai Ageng Pinatih dan menjadikan Sunan Giri sebagai anak angkat. Karena bayinya ditemukan di laut akhirnya ia diberi nama Joko Samudra oleh Nyai Ageng Pinatih.
Pada usia 11 tahun, Sunan Giri diantarkan oleh ibu angkatnya ke sebuah pesantren untuk berguru kepada Sunan Ampel di Ampeldenta, Surabaya. Disana lah, beliau mendapatkan banyak ilmu dari gurunya. Sunan Giri sempat diminta meneruskan usaha ibu angkatnya untuk berdagang. Namun, ia lebih memilih untuk menyebarkan agama Islam dan mendirikan pondok pesantren. Sunan Giri dikenal dengan gaya dakwah pesantren. Ia banyak mengajari santri-santrinya lewat permainan anak-anak. Permainan yang ia buat dan masih terkenal hingga saat ini antara lain Cublak-cublak Suweng. (*/bersambung)
GRESIK,1minute.id – Kecelakaan beruntun terjadi di ruas Jalan Raya Klangonan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Senin, 26 Desember 2022. Kecelakaan karambol terjadi pukul 09.45 WIB itu melibatkan tiga kendaraan mengakibatkan lima pelajar SMP asal Kecamatan Pare, Kediri mengalami luka ringan dan satu korban meninggal. Mereka rombongan ziarah Wali.
Tiga mobil yang terlibat dalam kecelakaan itu adalah Toyota Innova nopol D 1140 AIH yang dikemudikan oleh Bambang Suteja, 62, warga Margahayuraya Barat, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung ; Daihatsu Ayla nopol L 1481 JQ dikendalikan Moch Khoirur Roziqin, 36, warga Jalan Kiai Abdullah, Surabaya dan bus nopol L 7588 AP yang dikemudikan Sugeng Santoso, 55, tinggal di Kedung Baruk Beringin, Surabaya.
Informasi yang dihimpun, kecelakaan beruntun melibatkan keadaraan yakni Toyota Innova melaju dari Gresik ke arah makam Sunan Giri. Memasuki Jalan Raya Klangonan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, lelaki 62 tahun asal Margahayuraya Barat, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung mengambil haluan ke kiri untuk parkir.
“Saat itu posisi sudah berhenti. Tapi saya lupa (mobilnya, red) tidak dinetralkan. Saat saya mau turun, kaki kiri nyangkut pedal gas. Akhirnya itu nabrak kendaraan di depannya,” kata Bambang Suteja, pengemudi Innova kepada wartawan.
Toyota Innova kemudian menyeruduk Daihatsu Ayla yang parkir di bahu jalan ada di depannya. Mobil Ayla lalu menyeruduk enam orang pejalan kaki kemudian menabrak bus yang parkir di bahu jalan itu. Enam korban itu adalah rombongan pelajar berasal dari Pare, Kabupaten Kediri. Korban luka berat bernama Zahira Amira Syifa Sanjaya, 12, warga Sawahan, Desa Watugede, Kecamatan Pucu.
Sedangkan korban luka ringan adalah Elsa Yosephin, 13, warga Dusun Suwalo, Desa Sambirejo ; Keylia Dinda Prameswari, 13, warga Jalan Sarinjing, Desa Darungan. Berikutnya, Mega Aura Lestari, 12, warga Desa Sisadane ; Putri Silvi Lambang Sari, 13, Alamat Desa Turus dan Neifa Vizzella,13, warga Jl. Barito, Desa Bendo Asri.
Kasat Lantas Polres Gresik AKP Agung Fitriansyah melalui Kanit Laka Satlantas Polres Gresik Ipda Wiji Muyono berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian kecelakaan itu diduga human error. “Pengemudi tidak memperhatikan kendaraan di depan dan menjaga jarak aman,” kata Ipda Wiji Muyono pada Senin, 26 Desember 2022.
Untuk korban, ini ada enam orang pelajar SMP dari Kediri. Mereka berdiri di belakang bus saat kejadian. Satu pelajar meninggal dunia atas nama Zahra Amira dan dibawa ke RSUD Ibnu Sina. Sementara lima lainnya luka-luka ringan dibawa ke RS Semen Gresik. Identitas masih proses pendataan. (yad)
GRESIK,1minute.id – Tembang berjudul Wirangrong seakan menghipnotis puluhan pasang mata. Pelantun syair Jawa itu adalah Mat Kauli. Seniman Macapat asli Wong Gresik. Rumahnya di Jl Awikoen Jaya, Desa Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Usia Mat Kauli kini lebih dari 91 tahun. Ia lahir 1 Mei 1931. Namun, Mat Kauli “ngidung” bahasa Jawa tanpa kacamata.
Sambil memengang dua buku. Mat Kauli mencari salah satu bait syair. Syair itu telah ditandai dengan lingkaran menggunakan pensil. “Syair ini, cerita tentang ciri-ciri orang yang kecanduan narkoba,”kata Mat Kauli di acara Pelantikan Pengurus Gerakan Nasional Antinarkotika (Granat) Gresik pada Selasa, 28 Juni 2022. Bunyi syair itu , begini!
… //yen leren nyeret adhidhis//Netrane pan merem karo//yen wus ndadi awake akuru//cahya biru putih//Njelambut wedi toya//Lambe biru untu pethak//…
Artinya kurang lebih begini.
…//ketika berhenti mencari kutu (tumo) // dua matanya tertutup//kalau sudah ketagihan badannya kurus//badannya membiru//Jorok takut air//mulutnya membiru gigi putih//…
Mat Kauli membacakan syair Jawa dengan bernada. Cengkoknya panjang. Sehingga terasa enak di telinga meski tanpa iringan musik. Suasana gedung eks kantor Bank Gresik di Jalan Pahlawan, Gresik, tempat pelantikan Pengurus Granat Gresik itu hening. Mereka seakan terhipnotis oleh suara Mat Kauli. Tamu istimewa dalam acara tersebut adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Ketua DPD Granat Jawa Timur Kanjeng Mas Ayu Tumenggung (KMAT) Arie Soeripan.
Sejak 1949, Mat Kauli sinau Macapat. Usianya sangat muda. Masih 18 tahun. Mat Kauli lahir 1 Mei 1931. Mat Kauli belajar macapat langsung dari ayahnya, almarhum Niti Sastro Samardi. Mat Kauli dalam membacakan karya sastra Jawa tidak kalah dengan penyair lainnya. Di Indonesia. Bisa menghipnotis penonton.
Meski Mat Kauli tidak tamat sekolah dasar. Ia hanya mengenyam bangku sekolah dasar-dulu sekolah rakyat (SR) selama 3 tahun. “Separoh (18 bulan) sekolah zaman Perang Dunia kedua. Separoh lagi, sekolah zaman penjajah Jepang,” terang kakek 26 cucu itu sambil tersenyum.
Mat Kauli sempat terhenti belajar Macapat karena desanya di bombardir serdadu Belanda. Puluhan bahkan ratusan pejuang gugur. Mereka dimakamkan di Gunung atau Bukit Lengis. “Saiki dadi G-JOS (Stadion Gelora Joko Samudro),”kenang kakek 23 cicit itu.
Kini dia mahir menembang macapat. Ada puluhan tembang yang populer. Antara lain, Durma, Mijil, Kinanthi, Gambuh, Pucung, dan Megatruh. Kemudian, Pangkur, Maskumambang, Sinom, Asmaradana, Dhangdhanggula, dan Wirangrong. Masing-masing mengandung cengkok dan cerita yang berbeda-beda.
Mat Kauli sangat ingin tradisi macapatan, khususnya macapat Gresik, tetap lestari. Tidak punah. Karena itulah dia risau. Maklum, di era modern, kata suami Supartin itu, tradisi macapat semakin jarang ditampilkan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Padahal, macapatan merupakan tradisi Gresik sejak zaman Sunan Giri dan generasi sesudahnya. ’’Ini harus dilestarikan,”imbuhnya sambil menoleh Suwarmo, 62, rekan duet macapatnya.
Dalam catatan wartawan 1minute.id kurun waktu empat bulan, Mat Kauli hanya tampil dua kali. Pada 5 Maret 2022, penggiat macapat ini tampil di acara Launching komunitas Gresik Heritage dan Komunitas Pecinta Sejarah Budaya Kota Lama Gresik (KLG) di halaman SMP Darul Islam (Daris) Gresik. Kedua, tampil di pelantikan pengurus Granat Gresik pada 28 Juni 2022.
“Kalau bisa tradisi macapatan ini ditampilkan ketika banyak orang,”katanya. Harapannya tradisi nguri-uri budaya macapatan bisa lestari. Demi tekadnya itu, lelaki yang selalu memakai kopyah hitam ketika tampil itu selalu hadir setiap ada undangan macapatan. Tidak peduli apakah dapat sangu atau tidak. Dijemput atau tidak jemput oleh panitia. “Dijemput di rumah saja sudah cukup senang,”katanya.
Semangat Mat Kauli agar tradisi macapat tetap lestari memang sangat besar. Selain mengajar tanpa pamrih, dia rela menulis ulang buku peninggalan almarhum ayahnya, Niti Sastro Samardi. Mat Kauli mengalihaksarakan huruf Jawa ke tulisan Latin. Tujuannya, semua orang bisa membaca bunyi tulisan meskipun tidak tahu artinya.
Mat Kauli membutuhkan waktu selama 14 bulan untuk mengalihaksarakan huruf Jawa ke tulisan Latin. Ada juga buku yang semula ditulis dalam aksara Arab pegon dialihaksarakan huruf latin. Alihaksara dilakukan oleh almarhum Hadisoedarto, kerabat Mat Kauli yang tinggal di Kelurahan Pekelingan, Gresik.
Lalu apa resep Mat Kauli bisa tetap energik? Mat Kauli memiliki prinsip bahwa rezeki itu tidak bisa dikejar. Bekerja tidak perlu ngoyo. “Ora at labora (berdoa dan berusaha),”katanya. Selain itu, imbuhnya, gaya hidup tidak neka-neka. “Obat panjang umur dan sehat ojo ngonsumsi narkoba,”tegasnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Setelah dua tahun terhenti akibat pandemi Covid-19. Tradisi malam selawe (malam 25 Ramadan) di kawasan wisata religi Sunan Giri kembali menggelar. Tradisi turun temurun peninggalan Sunan Giri, salah satu penggerak ekonomi.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menghabiskan malam 25 Ramadan di Bukit Giri itu. Bupati berusia 36 tahun ini berziarah ke makam Waliyullah itu. Setelah berdoa , Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani yang berziarah memakai sarung, baju takwa (Koko) dan kopiyah kaji warna putih bersama Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis itu berkeliling menyapa warga dan penjual mengais rezeki dari berkah malam selawe itu.
Dalam pengamatan 1minute.id ratusan orang bahkan ribuan tumplek-blek sepanjang jalan Sunan Giri. Jalan Kabupaten sepanjang 2-3 kilometer itu ditutup untuk semua kendaraan bermotor. Roda 2 dan 4. Jalan ditutup mulai simpang empat sejak pukul 18.00. Sejumlah tempat parkir dadakan yang dikelola warga sekitar kebanjiran rezeki parkir. Warga yang hendak berziarah, belanja atau sekadar jalan menghabis salah satu malam ganjil di bulan suci Ramadan harus jalan kaki.
“Malem selawe di wisata religi Sunan Giri ini mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Mereka para pedagang memanfaatkan momentum malem selawe ini untuk berjualan. Dari mulai kuliner, mainan anak hingga fashion,”kata Gus Yani pada Selasa malam, 26 April 2022.
Gus Yani bersyukur, bahwa tradisi ini dapat digelar kembali sehingga memberi angin segar bagi masyarakat pedagang terutama pelaku UMKM sehingga ekonominya kembali meningkat. “Alhamdulillah masyarakat Gresik terutama pedagang dapat kembali menikmati tradisi malem selawe di wisata religi Sunan Giri. Tentu ini berdampak positif bagi pedagang terutama pelaku umkm, ekonominya berangsur pulih dan meningkat,”katanya.
Ia berharap, tradisi tahunan ini dapat terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat. Sebab menurutnya, dari tradisi ini, masyarakat mendapat dua manfaat sekaligus. “Pertama adalah mengasah spiritualitas dan yang kedua adalah mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,”bebernya.
Selain malam Selawe Ramadan. Ada dua tradisi yang berumur ratusan tahun masih dilestarikan warga di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Dua tradisi Ramadan itu, ada Sanggring Kolak Ayam diperingati setiap malam 23 Ramadan serta Pasar dan Lelang Bandeng. Tahun ini, Pemkab Gresik menggelar Pasar dan Lelang Bandeng mulai 28 sampai 30 April 2022. (yad)
GRESIK,1minute.id – Panitia Sanggring Kolak Ayam mematangkan kegiatan tahunan. Kegiatan tahunan setiap 23 Ramadan. Tahun ini, Sanggring Kolak Ayam ke-497 akan digelar pada Ahad, 24 April 2022. Tradisi yang masuk Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WTBI) dipusatkan di Masjid Jamik Sunan Dalem di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik ini diprediksi bakal lebih ramai dibandingkan dua tahun terakhir karena pandemi Covid-19.
Selama dua tahun pengunjung tradisi yang nyaris menyentuh 5 abad ini dibatasi bertujuan mencegah persebaran wabah berawal dari Wuhan, Tiongkok itu. Sehingga, Kolak Ayam hanya dibagikan kepada warga Desa setempat. “Tahun ini untuk umum. Tetapi, tetapi mematuhi protokol kesehatan,”kata Didik Wahyudi, salah satu panitia Sanggring Kolak Ayam ke-497 dikonfirmasi 1minute.id pada Ahad, 17 April 2022.
Tahun ini, panitia akan memasak 530 porsi Kolak Ayam. “Satu porsi bisa untuk 20 orang sampai 25 orang,”terang Didik. Untuk memasak ratusan porsi Kolak Ayam itu, panitia membutuhkan ayam 250 ekor ; gula merah 750 kg ; kelapa 700 butir ; jinten bubuk 50 kg ; bawang daun 200 kg dan air 1.500 liter. “Kami sediakan lebih banyak dari tahun lalu,”katanya. Dua tahun belakangan panitia menyediakan 250 porsi sampai 350 porsi. Untuk diketahui, panitia Sanggring Kolak Ayam ini semua kaum adam. Mulai belanja, meracik bumbu, memasak hingga menyajikan kepada masyarakat semua kaum adam.
Kolak Ayam ini disajikan untuk berbuka bersama di masjid Jamik Sunan Dalem. Kolak ayam merupakan makanan takjil atau makanan pembuka untuk berbuka puasa yang sifatnya hanya sementara. Tradisi ini berasal dari suatu riwayat, di saat pelariannya di Desa Gumeno, Sunan Dalem jatuh sakit dan dapat disembuhkan dengan memakan Sanggring ini.
KOLAK AYAM : Panitia Sanggring Kolak Ayam melayani warga menu Kolak Ayam sebelum mendapatkan kuah dengan wadah ember pada peringatan.( FOTO : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Menurut Babad Gresik, Sunan Dalem adalah putra dari Sunan Giri yang memerintah di Giri Kedaton. Sunan Giri meninggal pada 1506 M, kemudian kekuasaan Giri Kedaton digantikan oleh putranya yaitu Sunan Dalem. Di tengah kebingungan penduduk tersebut, Sunan Dalem mendapat petunjuk dari Allah SWT lewat mimpi agar membuat suatu masakan untuk obat. Esok harinya Sunan Dalem memerintahkan semua penduduk supaya membawa seekor ayam jago berumur sekitar satu tahun atau jago lancur ke Masjid.
Maka segera lah semua penduduk membawa seekor ayam jago untuk dimasak dengan santan kelapa, jinten, gula merah dan bawang daun. Setelah masakan selesai, Sunan Dalem memerintahkan kepada penduduk Gumeno agar membawa ketan yang sudah dimasak. Pada saat itu bertepatan dengan Bulan Ramadan sehingga ketika tiba waktu Maghrib (waktu berbuka puasa), Sunan Dalem dan semua penduduk berbuka bersama di masjid. Akhirnya Sunan Dalem mendapat Hidayah, Ma’unah serta Inayah dari Allah sehingga beliau sembuh dari sakit yang dideritanya setelah menyantap masakan tersebut. (yad)
GRESIK,1minute.id – Ziarah makam Sunan Giri rangkaian HUT ke-48 Kabupaten Gresik dan Hari Jadi ke-535 Kota Gresik terasa lebih sakral. Sebab, pengurus yayasan makam Waliyullah di Bukit Giri mengeluarkan keris dan sajadah bernilai historis tinggi. Keris dan Sajadah peninggalan wali sanga bergelar Prabu Satmata, Kepala Pemerintahan di Bukit Giri Kedaton.
BUKA KAIN PENUTUP NISAN : Pengurus Yayasan Sunan Giri membuka kain penutup nisan Makam Sunan Giri kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan rombongan pada Selasa, 8 Maret 2022 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Bukan hanya, juri kunci makam Waliyullah, Sunan Giri itu juga membuka kain penutup nisan berwarna hitam yang bertuliskan warna keemasan berlafal arab serta nama Sunan Giri R.Paku Lahir 1443 Masehi dan Wafat 1506 Masehi. Dibalik penutup kain batu nisa terdapat lambang empat arah mata angin.
KERIS SUNAN GIRI : Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah memegang keris peninggalan Sunan Giri disaksikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, pengurus Yayasan Sunan Giri pada Selasa, 8 Maret 2022 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Ziarah makam Waliyullah itu dipimpin oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah bersama KH Muchtar Djamil, tokoh Nahdlatul Ulama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Taufik Ismail serta diikuti oleh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
CIUM SAJADAH : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mencium sajadah peninggalan Sunan Giri pada Selasa, 8 Maret 2022 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Semua yang ikut berziarah ke Makam Sunan Giri itu mendapat kesempatan untuk mencium sajadah dan memegang keris bernilai historis yang tinggi peninggalan Sunan Giri itu.
DOA BERSAMA : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Forkopimda Gresik doa bersama di Makam Maulana Malik Ibrahim pada Selasa, 8 Maret 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)
“Sajadah ini tetap wangi meski kami tidak berikan wewangian,”kata Ketua Yayasan Sunan Giri H.Izzudin Sodiq didampingi Pembina Yayasan Sunan Giri H. Umar Faisol Mashud di Makam Sunan Giri pada Selasa, 8 Maret 2022.
NGAJI : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Forkopimda mengaji bersama di Makam K.R.T Poesponegoro, Bupati Gresik pertama pada Selasa, 8 Maret 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Nguri-uri budaya dilanjutkan ke Makam Sunan Prapen, Makam Maulana Malik Ibrahim dan Makam K.R.T. Poesponegoro. (yad)
PEMERINTAH Kabupaten Gresik menggelar Anugerah Wisata Gresik 2021. Event kali pertama dan terbesar itu bagian dari Program Nawa Karsa 99 Hari pertama masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah.
Data Dinas Periwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Gresik, saat ini memiliki 128 daya tarik wisata dengan didukung oleh 51 kelompok sadar wiasata (pokdarwis) dan 6 desa wisata. Ada tiga kategori yang ditetapkan panitia yakni wisata alam, budaya dan buatan.
Dalam AWG dihelat halaman Kantor Bupati Gresik pada Jumat malam, 4 Juni 2021 untuk kategori wisata alam diraih Eduwisata Mangrove Hijau Daun Sangkapura di Desa Daun, Kecamatan Sangkapura. Kemudian, ketegori wisata buatan Selo Tirta Giri (Setigi) di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah dan wisata budaya adalah wisata religi Sunan Giri.
Yuk, kita simak hasil liputan chusnul cahyadi, wartawan 1minute.id juga penulis buku Grissee Kota Bandar tentang objek wisata para jawara Anugerah Wisata Gresik 2021.
1. Ekowisata Edukasi Mangrove Daun Hijau Sangkapura
Ekowisata Mangrove Daun Hijau Sangkapura, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Agustus 2017 (foto : chusnul cahyadi)
Dalam buku Grissee Kota Bandar ada dua cara bagi wisatawan untuk bisa mencapai bibir pantai tempat konservasi mangrove yang dikembangkan Pokwasmas Hijau Daun. Wisatawan bisa berjalan kaki sejauh sekitar 2 kilometer mengitari pantai.
Pemandangan alam nan indah ditambah area pertanian yang subur begitu menyejukkan mata. Bisa pula naik ojek yang disediakan pengurus pokwasmas di gerbang masuk dusun. Menyusuri jalan setepak berkonstruksi cor selebar 50 sentimeter.
Hanya cukup untuk satu kendaraan roda dua alias motor. Lalu, naik jhukung dengan membayar cukup murah. Yakni Rp 25 ribu per orang. ‘’Mereka dapat dua pohon dan harus ditanam di sini,”ujar Subhan pada 18 Agustus 2017.
JHUNGKUNG : Wisatawan menyusuri kawasan ekowisata Mangrove Daun Hijau Sangkapura bisa naik perahu bersayap (Jhungkung) pada Agustus 2017 (foto : chusnul cahyadi)
Pengelolaan ekowisata hutan mangrove mengangkat Pokwasmas Hijau Daun menjadi yang terbaik di Jatim dalam pengelolaan lingkungan. Mereka pun berhak menjadi Duta Jatim ke tingkat nasional pada 2017. Untuk membuat hutan mangrove itu.
Tidak semuda membalik telapak tangan. Butuh waktu 12 tahun pokwanas untuk mewujudkan. Kerja keras dan tekad menyelamatkan lingkungan itu setelah melihat puluhan hektare sawah terendam air laut. Ratusan petani gagal panen. Luas area pertanian yang tergerus abrasi dan terendam air laut diperkirakan mencapai 35 hektare.
2 . Wisata Religi Sunan Giri
ZIARAH : (ki-ka) Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berziarah ke makam Sunan Giri dalam rangkaian HUT Pemkab dan Hari Jadi Kota Gresik pada 8 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi)
Melansir dari Wikipedia Sunan Giri, salah satu wali songo. Penyebar agama Islam di Indonesia. Sunan Giri adalah nama salah seorang Walisongo dan pendiri kerajaan Giri Kedaton, yang berkedudukan di daerah Gresik, Jawa Timur.
Sunan Giri membangun Giri Kedaton sebagai pusat penyebaran agama Islam di Jawa, yang pengaruhnya bahkan sampai ke Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.
Sunan Giri lahir di Blambangan pada 1442 M dan wafat di Bukit Giri, Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada 1506 masehi. Sunan Giri bernama lengkap Muhammad Ainul Yakin ini adalah anak dari Maulana Ishak dengan Dewi Sekardadu kemudian diasuh Nyai Gede atau Ageng Pinatih, syahbandar perempuan pertama di Gresik.
LENGGANG : Sebelum pandemi corona destinasi wisata religi Sunan Giri nyaris tidak pernah sepi. Peziarah mengalir non stop. Pagebluk corona dilakukan pembatasan ketat kepada peziarah sehingga terasa lenggang pada 6 Mei 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Sunan Giri memiliki anak diantaranya, Sunan Kulon, Sunan Dalem, Sunan Kidul, Sunan Tegalwangi, Ratu Gede Kukusan , dan Sunan Weruju. Sunan Giri bergelar Prabu Satmata dan dijuluk Joko Samudro.
Sebelum pandemi corona, jutaan peziarah dari Indonesia hingga wisatawan luar negeri berkunjung untuk ngalap berkah ke Sunan Giri yang makamnya berada dalam Kompleks Masjid Sunan Giri.
Wisatawan yang mau berziarah ke makam Sunan Giri melalui tangga atau melewati jalan perkampungan yang berdekatan dengan makam Sunan Prapen.
3. Wisata Selo Tirta Giri
JEMBATAN PERADAPAN : Lokasi ini jujugan wisatawan ketika berkunjung ke wisata Setigi karena dianggap instagramable pada Mei 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
SELO (Batu) , Tirta (Air) dan Giri (Bukit) berdiri diatas bekas Galian C di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah. Luasnya sekitar 4,6 hektare. Wisatawan datang tidak dalam negeri.
Wisatawan mancanegara juga ada. Mereka ini terpesona melihat bukit-bukit kapur yang megah. Dindingnya menyajikan lekuk-lekuk eksotis bak ukiran batu kapur. Sedangkan, wisatawan domestik (wisdom) memilih tempat yang instagramable. Antara lain, Jembatan Peradaban, Rumah ada Papua serta lainnya.
INSTAGRAMABLE : Salah satu spot foto bagi wisatawan di Setigi pada Mei 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Kini, destinasi Setigi menyediakan tempat pemandian khusus kaum emak-emak. Pemandian itu bernama Kolam Banyu Gentong. Pemandian bernuansa Islami itu diklaim kali pertama di Indonesia. Pemandian yang diperuntukkan khusus kaum hawa ini dibangun di dalam Goa Angin-angin dikelilingi bebatuan alami dengan kerlip lampu warna warni.
Pengunjung bakal merasakan kesegaran yang luar biasa seperti mandinya putri raja. Pengunjung bisa leluasa berendam dengan nyaman bak pemandian bidadari. (*)
GRESIK,1minute.id – Suasana Jalan Sunan Giri dan makan religi Sunan Giri lengang. Padahal, tahun-tahun sebelumnya, menjelang malam selawe Ramadan, sepanjang Jalan Sunan Giri mulai dari monumen Tugu Lontar hingga Sekarkurung meriung.
Penjual berjajar. Wisatawan makam religi Sunan Giri mulai ramai peziarah. Tapi, beberapa jam menjelang malam selawe tahun kondisi masih sepi. “Apa peziarah tidak boleh ke makam Sunan Giri,”tanya Ny Endang, penjual kembang dan ketupat keteg di bawah tangga masuk ke Masjid Sunan Giri ditemui 1minute.id pada Kamis, 6 Mei 2021.
Endang risau, sebab dagangan khawatir tidak laku. Sekitar pukul 13.00 tadi siang, kembang untuk nyekar mengering. Sedangkan, ketupat keteg belum laku sama sekali. “Kalau belum COVID-19 jam segini sudah bolak balik ambil stok,”kata perempuan asli Giri itu.
Camat Kebomas Miftachul Huda mengatakan, kondisi pandemi malam selawe Ramadan ditiadakan. “Tapi, masyarakat masih bisa ziarah ke Makam Sunan Giri,”kata Huda dikonfirmasi pada Kamis, 6 Mei 2021. Ia melanjutkan peziarah yang diperbolehkan ke makam salah satu wali Sanga itu hanya warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. “Untuk peziarah luar Gresik tidak diperbolehkan,”tegas mantan sekretaris KBPP Gresik itu.
SEPI: Ny Endang, penjual kuliner khas Giri, Ketupat Keteg di tangga masuk masjid Sunan Giri pada Kamis, 6 Mei 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Untuk memastikan, tidak ada peziarah luar Gresik, mulai badal Mahrib kendaraan roda empat menuju Makam Sunan Giri tidak boleh melintas. Jalan ditutup. Antara lain, Desa Sekarkurung dan simpang tiga Telaga Paget didirikan pas penyekatan. “Di pos keamanan itu, dilakukan pemeriksaan,”tegas Huda.
Sikap tegas itu dilakukan, imbuhnya, sesuai dengan arahan Bupati Gresik juga Komandan Satgas Covid-19 Gresik Fandi Akhmad Yani untuk memperketat protokol kesehatan. “Ritual malam selawe boleh tapi harus mematuhi prokes,”kata Huda. (yad)