Muhammad Amanatullah, Pemuda Difabel, Anggota Seni Lukis Kaki dan Mulut Eropa, Terpilih The  Best Motivator UMG 2022

GRESIK,1minute.id – Muhammad Amanatullah lahir dengan tubuh pendek. Namun, pemuda difabel kelahiran 4 Mei 1993 itu tidak pernah berhenti memberikan manfaat untuk masyarakat. Ia pemuda multitalenta. Mengajar ngaji bagi anak-anak di tempat pendidikan Alquran (TPQ) di kampungnya di Jalan RA Kartini Gang XVI Nomor 21, Kelurahan Sidomoro, Kecamatan Kebomas, Gresik. 

Melukis dan sesekali tampil sebagai motivator secara hybrid maupun dalam jaringan (daring). Aam, panggilan akrabnya, pernah tampil sebagai motivator di sejumlah perguruan tinggi di Jawa Timur. Antara lain, di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Brawijaya (UB) Malang dan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), tempat Aam kuliah di Fakultas Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Ditemani sepeda roda tiga buatan orang tuanya, Aam tampil percaya diri. Sepeda tanpa mesin. Roda sepeda bergerak dengan dorongan dua kaki Aam yang pendek itu. “Kali terakhir Saya tampil sebagai motivator melalui zoom bersama dengan kumpulan mahasiswa Nusantara,”kata Aam dikonfirmasi 1minute.id melalui selulernya pada Selasa, 21 Februari 2022. Mahasiswa dari berbagai daerah, mulai Papua, Makasar, Bali dan Jawa.

The Best Motivator : Muhammad Amanatullah ketika dinobatkan sebagai The Best Motivator 2022 di Yudisium XL FKIP Universitas Muhammadiyah Gresik pada Jumat, 18 Februari 2022 ( Foto : Aam for 1minute.id)

Keterbasatan fisik tidak membuat alumnus SMP Negeri 4 Gresik itu terhenti memberikan manfaat bagi orang lain. Apalagi, Aam , pemuda multitalenta. Ia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki kebanyakan orang lainnya. 

Aam, memiliki keahlian melukis. Ia melukis dengan kakinya sejak sekolah dasar. Pada 2016, Aam tergabung di dalam perkumpulan seni lukis kaki dan mulut bermarkas di Eropa. Namanya, AMFPA ( Association of Mouth and Foot Painting Artists). “Saya satu-satunya pelukis asal Gresik yang tergabung di AMFPA,”kata Aam. 

Ditengah kesibukan itu, Aam tetap bisa menyelesaikan studinya di Jurusan PGSD di UMG. Pada Jumat, 18 Februari 2022 ia menjalani Yudisium di salah satu hotel di Gresik Kota Baru (GKB). Di Yudisium XL Fakultas Ilmu FKIP Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMG, Aam meraih salah satu kategori terbaik. Yakni, The Best Motivator 2022. “Rencana wisuda pada 25 Maret nanti,”ujarnya. 

Meraih gelar sarjana menjadi impian Aam selepas lulus di SMA Semen Gresik. Namun, kondisi keuangan keluarga membuat ia menunda meraih mimpinya itu. Ia tidak menyerah. Aam terus berkarya serta mengajar melukis anak-anak berkebutuhan khusus diprakarsai oleh Perkumpulan Pemerhati Anak Berkebutuhan khusus (PPABK) di Kampus UMG. “Alhamdulillah, ada dua orang donatur yang membiayai saya sampai lulus kuliah ini,”,ungkapan dengan mengucap rasa syukur berulangkali.

Kini, Aam berusaha mewujudkan mimpinya memiliki galeri seni lukis. “Masih belum teralisasi. Lukisan belum banyak juga. Di rumah juga tidak ada tempat ,”katanya. (yad)

Muhammad Amanatullah, Pemuda Difabel, Anggota Seni Lukis Kaki dan Mulut Eropa, Terpilih The  Best Motivator UMG 2022 Selengkapnya

Kapal Rumah Sakit Kebutuhan Warga Kepulauan itu Ghanda Nusantara

“Idealnya Jawa Timur memiliki empat sampai lima unit kapal rumah sakit terapung”

Ali Yusa


MODA transportasi paling unik menurut saya adalah kapal. Siapa penemu kapal. Saya menggunakan lima medin pencari di Internet, tidak menemukan hasil memuaskan. Moda transportasi kapal memang hidup bersama masyarakat sebuah moda tranportasi yang tumbuh dari kebutuhan manusia berpindah tempat.

Dari sungai hingga samudra. Dan, moda transportasi sanggup  bertahan terhadap bencana yang sangat besar di zaman es. Nabi Nuh AS sekitar 3650 sebelum masehi (SM) telah memperkenalkan teknologi kapal yang sangat komplek jauh melebihi masa teknologi saat itu.  Bahkan untuk direalisasikan saat ini akan sulit dilaksanakan. Bagaimana kapal tersebut mengangkut manusia, seluruh spesies hewan darat, hingga bahan bahan kebutuhan hidup selama berada di atas kapal yang di perkiraan berdasar kitab suci sekitar 150-200 hari. 

Perjalanan yang panjang jika dilakukan di zaman milenial ini. Karena itu, saya berpendapat bahwa desain kapal diciptakan kali pertama bukan oleh manusia, namun teknologi yang diturunkan oleh tuhan melalui utusanya di bumi yaitu Nuh. Karena keunikan ini maka menempatkan kapal sebagai moda tranportasi saja sangatlah tidak bijak, karena kapal juga berfungsi sebagai infrasturktur juga sebagai sarana kita bisa melihat laut sebagai alur/jalan yang diberikan oleh tuhan kepada manusia tanpa harus membangun jalan raya/tol untuk membantu/mempermudah perjalanan.

Bangsa ini telah melupakan bahwa lautan justru mempermudah kita melakukan perpindahan orang secara masal, barang dan aktifitas apapun di muka bumi. Karenanya kita menemukan jenis- jenis kapal berdasar fungsinya. Ada kapal pesiar, kapal kargo, kapal  pengangkut gas cair  di sebut kapal LNG , kapal selam, hingga kapal yang di gunakan sebagai pusat layanan kesehatan yang di sebut kapal rumah sakit (rumah sakit terapung).

KRS GHANDA NUSANTARA: Fasilitas pelayanan di kapal rumah sakit Ghanda Nusantara milik Pemprov Jatim (Foto : Ali Yusa)

Rumah Sakit Terapung Pemprov Jatim 
Menurut WHO (World Health Organization), rumah sakit adalah bagian integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan paripurna (komprehensif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pencegahan penyakit (preventif) kepada masyarakat. 

Rumah sakit juga merupakan pusat pelatihan bagi tenaga kesehatan dan pusat penelitian medik. Jika merujuk undang-undang no. 44/ 2009 tentang rumah sakit, yang dimaksudkan dengan rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.

Keberadaan rumah sakit merupakan salah satu faktor utama  dari tercapainya pembangunan kesehatan di Indonesia. WHO mendefinisikan kesehatan sebagai sebuah kondisi dimana kesejahteraan fisik, mental dan sosial, dan bukan sekedar bebas penyakit dan kelemahan fisik. Dalam prakteknya, pengukuran tingkat kesehatan yang digunakan tingkat harapan hidup. Ukuran ini merupakan salah satu dari tiga komponen dalam penghitungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). 

Sehingga keberadaan rumah sakit atau layanan kesehatan di daerah terpencil mutlak dibutuhkan. Diantaranya,  Jawa Timur yang memiliki luas lautan lebih luas dari pada daratan dan memiliki lebih dari 431 pulau. Pemprov Jatim membutuhkan layanan kesehatan yang memadai untuk seluruh masyrakatnya yang tersebar di pulau-pulau tersebut.

Terjadinya pandemi Covid-19 menunjukan betapa rentanya ketahanan kondisi fasilitas layanan kesehatan kita. Akan tetapi, kondisi geografis ini sebenarnya sangat menguntungkan bagi provinsi Jawa Timur dalam melaksanakan layanan kesehatan karena keberadaan laut yang bisa menjadi penghubung percepatan layanan kesehatan di Jawa Timur. Asalkan kita memandang wilayah Jawa Timur tidak terbatas pada daratannya dan pada center of gravity yang ada.

Dimana kapal digunakan sebagai HUB yang menghubungkan kebutuhan sarana kesehatan di kawasan kepulauan. Dan ini merupakan pengembangan dari keberadaan puskesmas air yang dikembangkan kali pertama di sungai-sungai di Kalimantan, pedalaman Papua dan kawasan kepulauan di Maluku. Keberadaan kapal rumah sakit ini akan menjadi solusi instan dalam pembangunan fasilitas kesehatan di daerah pesisir dan kepulauan.

Terjaminnya kebutuhan kesehatan masyarakat dan  merupakan bagian dari efisiensi dan percepatan dalam membangun fasilitas kesehatan masyrakat dalam upaya meningkatkan IPM  di Jawa Timur. Kita bisa membayangkan keberadaan kapal ini ketika memberi layanan di kepulauan Masa Lembu dan Masa Kambing, Pulau Madura yang tidak memiliki layanan kesehatan rumah sakit tipe atau puskesmas tipe A. Keberadaan kapal rumah sakit ini akan sangat membantu masyarakat.

Dan jika kita tidak memandang ruang maka kapal ini bisa juga membantu melakukan percepatan layanan kesehatan. Semua pasien warga kepulauan bisa dilayani di kapal. Pasien tidak perlu dibawa ke rumah sakit di Surabaya yang butuh waktu dua kali lebih lama ketimbang kapal ini menuju Makasar. Atau masyarakat di kepulauan Kangean, Madura yang membutuhkan dua moda transportasi untuk menuju Surabaya dalam upaya memperoleh layanan kesehatan yang memadai.

Kapal rumah sakit ini dapat menjadi solusi begitu juga masyarakat Gili Mandangin akan lebih terjamin layanan kesehatanya karena memiliki pilihan yang beragam apakah menuju Sampan atau menuju Probolinggo untuk memperoleh layanan kesehatan apa bila di kapal rumah sakit sudah tidak mampu lagi menangani kondisi permaslaahan kesehatanya.

Pemprov Jawa Timur saat ini telah memiliki dua unit kapal rumah sakit. Kapal itu dapat dari hibah dari Kementrian Perhubungan. Pada 19 Maret 2021 Gubernur Jawa Timur juga sudah memerintahkan percepatan penggunaan kapal rumah sakit ini sebagai bagian dari pusat layanan kesehatan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat Jawa Timur. 

Menurut saya idealnya Jawa Timur memiliki empat sampai lima unit kapal rumah sakit terapung. Dan kekurangan kebutuhan tersebut di dapat dari jumlah penduduk yang akan dilayani kapal tersebut dan berdasar pada alur perjalanan kapal. Kondisi ini mirip dengan layanan kapal selam Indonesia yang hanya 2 buah untuk meng-cover wilayah Indonesia yang panjang luasanya sepanjang  Benua merika. Belum lagi tugas yang diemban rumah sakit terapung ini tidak hanya menjadi rumah sakit tapi juga memiliki tugas tambahan sebagai moda transportasi.

Dua unit kapal  Rumah Sakit yang berada di Jawa Timur saat ini adalah kapal  Ghanda Nusantara 01 dan Ghanda Nusantara 02 telah diresmikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Kamis,15 Agustus 2019 lalu. Namun baru diserah terimakan pada 19 Maret 2021. Dan baru awal Agutus 2021 kapal ini baru selesai docking untuk dapat segera di operasikan pada awal Oktober 2021 ini.

Ghanda Nusantara 01 dan dan Ghanda Nusantara 02 keberadaan kedua kapal ini sudah barang tentu akan menjadikan beberapa masalah yang menjadi beban di masyarakat kepulauan akan terselesaikan, masalah logistik, angkutan manusia, dan masalah kesehatan
Pengaturan Jadwal KRS. Dalam pengoperasian kapal rumah sakit ini diperlukan sampel berdasar kondisi operasional yang ada saat ini sebagai permodelannya. Sehingga efektifitas dan efisiensi operasional kapal dapat tercapai.  Sebagai sampel perhitungan dapat mengunakan data dari salah satu perusahaan pelayaran dalam kurun waktu 1 tahun atau lebih.

Penggunaan sampel berbasis kapal kargo, perintis/ pelayaran rakyat jauh akan lebih baik digunakan sebagai sampel di banding kapal penumpang. Meskipun kapal rumah sakit ini lebih berfungsi juga sebagai kapal penumpang dibanding kapal kargo. Tapi jika melihat kebutuhan layanan kesehatan yang dilakukan maka bersandar lebih lama di dermaga seperti yang dilakukan kapal kargo perintis/pelayaran rakyat akan menjadi pemodelan yang lebih tepat. 

Selain itu pertumbuhan ekonomi dianggap konstan, dan tidak ada kasus yang di luar kebiasaan (sebagai contoh pandemi) serta menggunakan konsep pelayaran linier tidak dilakukan perhitungan proyeksi muatan dan penjadwalan kapal dari rute yang sudah dipilih, dan dilakukan sampai tahapan menentukan rute yang optimum tentu akan memperolehmendapatkan biaya transportasi minimum / maksimum profit. 

Shipping Cost
Biaya Kapital,  Biaya Operasi, Biaya Pelayaran dan Biaya Bongkar/Muat. Dengan batasan yang diberikan dalam analisa optimasi ini adalah : • Total waktu perjalanan dalam melayani rute terpilih kurang dari sama dengan hari efektif selama setahun, • Rute yang dipilih harus memiliki konsep roundtrip ( cth : Perjalanan dari pelabuhan A, harus berakhir di pelabuhan A juga), • Distribusi muatan dalam kurun waktu 1 tahun kurang dari sama dengan jumlah permintaan yang ada dalam kurun waktu yang sama.

Maka Kondisi aktual perusahaan peluang untuk meningkatkan profitabilitas (baca: efiensiensi dan efektifitas) dari jaringan rute yang ada maka pengoperasian kapal rumah sakit ini tidak hanya merupakan pemberiaan layanan kesehatan kepada masyarakat namun juga sangat berpotensi memberikan kontribusi kepada PAD provinsi atau memperoleh pendapat non pajak yang bisa digunakan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan layanan pada kapal rumah sakit ini. 

Meningkatnya jumlah trip, juga tidak selalu akan mempengaruhi peningkatan profit (baca: efiensiensi dan efektifitas) yang di peroleh oleh kapal rumah sakit sehingga optimal profit diperoleh tidak berdasarkan pada banyaknya pelabuhan yang dilayani kapal tersebut, melainkan diperoleh dengan berdasarkan pada tingkat penggunaan hari efektif dan jarak tempuh antar pelabuhan.

Perencanaan yang matang dengan model optimasi yang valid, dapat meningkatkan peluang kebermanfaatan dalam pelayanan kesehatan dan logistik dari pemanfaatan kapal rumah sakit ini dibanding pengoperasian rumah sakit di darat di tambah pengoperasian kapal argo/perintis/pelayaran rakyat  pada kondisi pasar yang sama.

Dan melihat gugus pulau yang ada di Jawa Timur yaitu gugus Pulau Kangean, gugus Pulau Masa Lembu, gugus Pulau Selat Madura, dan gugus Pulau Kalianget. Maka Jawa Timur setidak memerlukan 5 unit kapal Rumah Sakit, dan setidaknya bisa dioperasikan sebelum 2025 sebagai bagian dari upaya meningkatkan IPM Jawa Timur melalui bidang kesehatan dan menurunkan disparitas harga di wilayah Jawa Timur.  (*)

(Penulis : Yusa Ali, Kepala Prodi Teknik Perkapalan Universitas Muhammadiyah Gresik)

Kapal Rumah Sakit Kebutuhan Warga Kepulauan itu Ghanda Nusantara Selengkapnya

Sepuluh Hari KKN, 18 Mahasiswa UMG Tuntaskan Pendampingan 1.000 Bidang PTSL

GRESIK, 1minute.id – Kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) di Desa Palebon, dan Setrohadi di Kecamatan Duduksampeyan berakhir. Selama sepuluh hari, 18 mahasiswa dari dua fakultas yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) dan Fakultas Teknik (FK).

KKN di dua desa itu diketuai oleh Achmad Faishol Ridho, mahasisa dari Teknik Perkapalan. Selama 10 hari mereka melakukan pendampingan kepada masyarakat di dua desa tersebut dalam mengurus program Percepatan Pendaftaran Tanah  Sistematis (PTSL) Kementerian ATR/BPN.

Pendampingan yang dilakukan dengan mengedukasi masyarakat hingga pendampingan dalam proses kelengkapan administrasi. Hasilnya? 

“Alhamdulillah, selama 10 hari melakukan pendampingan di Desa Palebon bisa menyelesaikan proses pendaftaran 300 bidang tanah.  Sedangkan, di Desa Setrohadi mencapai 700 bidang tanah,”ujar Achmad Faishol Ridho pada Selasa, 24 Agustus 2021. 

Pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa ini menghapus stigma mengurus sertifikat ribet dan lama. “Momentum ini diharapkan dapat menghapus paradigma lama, dimana pengurusan sertifikat sering dikeluhkan oleh masyarakat karena lamanya waktu pengurusan,”imbuh Edo-sapaan- Achmad Faishol Ridho

Asmaul, salah satu warga setempat bersyukur tanah yang dimiliki sudah terdaftar di Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Terimakasih sekali karena biaya ringan dan proses cepat,”ujar Asmaul. (yad)

Sepuluh Hari KKN, 18 Mahasiswa UMG Tuntaskan Pendampingan 1.000 Bidang PTSL Selengkapnya

Kapal Fiberglass Karya Nelayan Gresik di Living Laboratory Maritime Siap Melaut

GRESIK, 1minute.id – Kapal fiberglass buatan nelayan Gresik itu siap melaut. Selama sebulan sejumlah nelayan di Dermaga Pesona Pekelingan, Kecamatan Gresik, menyelesaikan kapal pesanan dari nelayan di Jawa Barat itu.  Dermaga Pesona Pekelingan di Jalan R.E. Martadinata, Kelurahan Pekelingan, Gresik menjadi  Living Laboratory Maritime yang diklaim pertama di Indonesia itu berdiri diinisiasi nelayan setempat bersama UMG ; Petrokimia Gresik dan Pemkab Gresik. Keel laying (peletakan lunas awal dari konstruksi) kapal dilakukan 18 Juni 2021.

Dosen Teknik Perkapalan UMG Ali Yusa mengatakan kapal buatan nelayan Gresik itu pesanan nelayan asal Bekasi, Jawa Barat. “Pekerjaan dilakukan oleh nelayan setempat. Mahasiswa melakukan pengawasan dan pembelajaran secara langsung mekanisme pembuatan kapal berbahan fiberglass ini,”kata Yusa dalam pesan WhatsApp pada Sabtu, 7 Agustus 2021.

Yusa ketika dikonfirmasi masih memakai alat bantu pernapasan karena terpapar coronavirus disease 2019. Kondisi kesehatan Yusa semakin membaik. “Hari ini (Sabtu), kapal buatan nelayan Gresik itu dibawa ke Bekasi,”ujar Yusa.

Dalam pengamatan 1minute.id pada Jumat, 6 Agustus 2021, dua orang nelayan sedang melakukan finishing. Diantaranya, pemasangan alat di bagian kemudi. “Sabtu besok( hari ini) sudah siap dikirim ke Bekasi,”kata seorang nelayan. Kapal berbahan fiberglass ini, akan digunakan di tempat wisata. Kapal itu berukuran panjang 7 meter, lebar 2,8 meter. Kapal berbobot 2 grosstonage itu bisa mengangkut berat 4 ton.

SIAP MELAUT: Kapal Fiberglass buatan nelayan Gresik, pesanan dari nelayan Bekasi siap untuk dikirim pada Sabtu, Agustus 2021 (foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

Seperti diberitakan, sejumlah nelayan terlihat melakukan keel laying (peletakan lunas awal dari konstruksi) kapal di Dermaga Pesona Pekelingan, Kecamatan Gresik pada Jumat, 18 Juni 2021. Momentum bersejarah bagi para nelayan di pesisir Pekelingan itu disaksikan oleh Kepala Dinas Perikanan Gresik Choirul Anam, VP Humas PT Petrokimia Gresik Awang Djohar Bachtiar, Dosen Teknik Perkapalan UMG Ali Yusa, Kasat Polair Polres Gresik AKP Poerlaksono dan pengurus persatuan penyelam tradisional pelestari kawasan pantai (Parasandi) Gresik untuk merayakan Hari Dermaga Nasional yang diperingati setiap 16 Juni itu. 

Living laboratory atau  sebuah laboratorium hidup adalah konsep penelitian, yang dapat didefinisikan sebagai ekosistem inovasi terbuka yang  berpusat pada pengguna, berulang , sering beroperasi dalam konteks teritorial (misalnya kota, aglomerasi, wilayah atau kampus), mengintegrasikan penelitian bersamaan dan proses inovasi dalam kemitraan publik-swasta-masyarakat.

Laboratorium hidup di pesisir Pekelingan khusus tentang maritim akan digunakan sebagai tempat antara lain, doking kapal terapung, edu eco wisata, klinik kapal dan pelestarian lingkungan. “Jadi Living Laboratory Maritime ini kali pertama di Indonesia,”ujar Dosen Teknik Perkapalan UMG Ali Yusa pada Jumat, 18 Juni 2021.

Sementara, Keel laying ini bagian dari pencanangan Living Laboratory Maritime yang diinisiasi nelayan setempat bersama UMG ; Petrokimia Gresik dan Pemkab Gresik. Laboratorium hidup di pesisir Pekelingan khusus tentang maritim akan digunakan sebagai tempat antara lain, doking kapal terapung, edu eco wisata, klinik kapal dan pelestarian lingkungan. “Jadi Living Laboratory Maritime ini kali pertama di Indonesia,”ujar Dosen Teknik Perkapalan UMG Ali Yusa pada Jumat, 18 Juni 2021. (yad)

Kapal Fiberglass Karya Nelayan Gresik di Living Laboratory Maritime Siap Melaut Selengkapnya

Living Laboratory Maritime Pertama di Indonesia Berdiri di Dermaga Pesona Pekelingan Gresik

GRESIK, 1minute.id – Sejumlah nelayan terlihat melakukan keel laying (peletakan lunas awal dari konstruksi) kapal di Dermaga Pesona Pekelingan, Kecamatan Gresik pada Jumat, 18 Juni 2021.

Momentum bersejarah bagi para nelayan di pesisir Pekelingan itu disaksikan oleh Kepala Dinas Perikanan Gresik Choirul Anam, VP Humas PT Petrokimia Gresik Awang Djohar Bachtiar, Dosen Teknik Perkapalan UMG Ali Yusa, Kasat Polair Polres Gresik AKP Poerlaksono dan pengurus persatuan penyelam tradisional pelestari kawasan pantai (Parasandi) Gresik untuk merayakan Hari Dermaga Nasional yang diperingati setiap 16 Juni itu. 

Keel laying ini bagian dari pencanangan Living Laboratory Maritime yang diinisiasi nelayan setempat bersama UMG ; Petrokimia Gresik dan Pemkab Gresik. Living laboratory atau  sebuah laboratorium hidup adalah konsep penelitian, yang dapat didefinisikan sebagai ekosistem inovasi terbuka yang berpusat pada pengguna, berulang , sering beroperasi dalam konteks teritorial (misalnya kota, aglomerasi, wilayah atau kampus), mengintegrasikan penelitian bersamaan dan proses inovasi dalam kemitraan publik-swasta-masyarakat.

Laboratorium hidup di pesisir Pekelingan khusus tentang maritim akan digunakan sebagai tempat antara lain, doking kapal terapung, edu eco wisata, klinik kapal dan pelestarian lingkungan. “Jadi Living Laboratory Maritime ini kali pertama di Indonesia,”ujar Dosen Teknik Perkapalan UMG Ali Yusa pada Jumat, 18 Juni 2021.

VP Humas PT Petrokimia Gresik Awang Djohar Bachtiar mengatakan, pelatihan ini sangat berarti bagi para nelayan dan mahasiswa. Sebab, mereka bisa menaikkan kapabilitas dan keahlian. “Ini langkah awal. Pilot project dengan bahu membahu semua elemen dan semakin meningkatnya kapabilitas dan keahlian akan menjadi jujugan masyarakat lainnya,”ujar Awang.

Keel Laying : Nelayan sedang menyesaikan pekerjaan pembuatan kapal berbahan fiberglass di Dermaga Pesona Pekelingan di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan Gresik pada Jumat, 18 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Kepala Dinas Perikanan Gresik Choirul Anam menambahkan, laboratorium hidup khusus maritim ini sesuai dengan program Nawa Karsa keempat Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah. Nawa Karsa keempat ini tentang Agropolitan. “Kemandirian nelayan, kebersihan lingkungan. Alhamdulillah pendanaan didukung Petrokimia Gresik sehingga bisa membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan,”kata Choirul Anam.

Sebab, di Living Laboratory Maritime ini, lanjutnya, kapal rusak diambilalih UMG dibantu pendanaan oleh Petrokimia Gresik untuk perbaikannya. “Berdirinya tempat ini akan mengajak nelayan sekitarnya bisa belajar disini,”katanya. 

Sementara itu, dalam pengamatan  1minute.id  sejumlah nelayan sedang menyelesaikan pembuatan kapal berbahan fiberglass. Kapal itu berukuran panjang 7 meter, lebar 2,8 meter. Kapal berbobot 2 grosstonage itu bisa mengangkut berat 4 ton. Mahasiswa teknik perkapalan ikut melakukan pengawasan dan pembelajaran secara langsung mekanisme pembuatan kapal berbahan fiberglass ini. (yad)

Living Laboratory Maritime Pertama di Indonesia Berdiri di Dermaga Pesona Pekelingan Gresik Selengkapnya
PENGABDIAN MASYARAKAT : Dosen FKIP UMG bersama guru MTs dan MA saat melakukan pengabdian masyarakat di Pulau Bawean ( foto: istimewa )

Pendemi Corona, Tak Jadi Kendala Dosen FKIP UMG Melakukan Pengabdian Masyarakat di Pulau Bawean

GRESIK,1minute.id – Masa pandemi tidak menjadi kendala bagi dosen Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat.

Kali ini, empat dosen yakni Dr. Nur Fauziyah, S.Pd., M.Pd. sebagai ketua tim dan anggotanya Dr. Slamet Asari, M.Pd., Ulfatul Ma’rifah, M.Pd. dan Churun L. Maknun itu menyasar ke Pulau Bawean, sekitar 80 mil laut dari pusat pemerintahan Gresik sebagai tempat melakukan pengabdian mereka. 

Tepatnya, Yayasan Penaber di Kecamatan Tambak. Yayasan ini terdapat sekolah jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Dua lembaga pendidikan di yayasan itu menjadi tujuan pengabdian bagi empat dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMG itu merujuk hasil analisis sebelumnya bahwa sebagian besar siswa di sekolah ini masih kurang aktif dalam proses pembelajaran di kelas. 

Sedangkan, guru cenderung ceramah dan tidak menggunakan media pembelajaran yang interaktif yang dapat melibatkan siswa baik kognitifnya maupun psikomotoriknya. 

“Kegiatan pengabdian kali ini dilakukan melalui kegiatan workshop design pembelajaran yang dapat menumbuhkan keaktifan dan kemampuan siswa dalam berpikir tingkat tinggi (HOTS),”kata Dr Nur Fauziyah dalam rilis yang diterima  1minute.id pada Minggu, 30 Mei 2021.

Kegiatan workshop yang dilakukan selama 2 hari ini menghasilkan 3 perangkat pembelajaran yaitu masing-masing berupa chapter design dan lesson design. Dalam menyusun chapter dan lesson design ini para guru melakukannya secara berkelompok dan berkolaborasi. 

Diskusi berjalan sangat baik, satu sama lainnya saling memberikan ide dan gagasannya. “Hasil lesson design ini telah direncanakan akan di implementasikan di kelas pada akhir semester genap tahun pelajaran 2020/2021 ini setelah siswa masuk kelas,”ujar Nur Fauziah. 

Pada saat implementasi nanti, imbuhnya, masing-masing tim guru akan mengimplementasikannya di kelas masing-masing. Seorang guru akan bertugas menjadi guru model dan guru lainnya dalam satu tim tersebut akan menjadi observer. 

Kemudian, tugas guru model adalah mengeksekusi pembelajaran di kelas dan tugas observer adalah mengamati aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. “Hasil observasi akan didiskusikan bersama tim pengabdi secara daring melalui aplikasi zoom,”terangnya.

Kegiatan selanjutnya akan dilakukan kunjungan kembali pada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022 untuk melakukan kegiatan peningkatan kualitas pembelajaran pada siklus kedua. Setelah kegiatan pengabdian ini selesai maka harapannya sekolah dapat melakukan kegiatan peningkatan pembelajaran secara mandiri. (yad)

Pendemi Corona, Tak Jadi Kendala Dosen FKIP UMG Melakukan Pengabdian Masyarakat di Pulau Bawean Selengkapnya

Ajang Pencarian Bibit Atlet Gresik Gelar UMG e-Sport Competition

GRESIK,1minute.id – UMG e-Sport Competiton di helat salah sstu mal di Kota Santri pada Rabu, 25 Mei 2021. Kompetisi diikuti 33 tim. Setiap tim berjumlah 5 orang. Semuanya anak milenial. Mayoritas mahasiswa. 

Event UMG e-Sport Competiton bagian dari agenda Pengurus Kabupaten (Pengkab) e- Sports Indonesia (ESI) Gresik ini peserta memainkan games yang sedang  booming bagi para milenial yakni Mobile Legends. Menurut Presiden BEM UMG Moh Zakqi, permainan game yang digemari dari usia anak anak, hingga dewasa, perlu diarahkan, bahkan juga dibina untuk menjadi atlet.

“Generasi milenial yang biasa kita sebut dengan generasi gadged, dan permainan yang menarik, sekaligus melatih keterampilan dan kekompakan dalam tim, maka kita gelar turnamen ini,”terang Zakqi  yang diterima 1minute.id pada Rabu, 25 Mei 2021.

Hanya dalam waktu 2 hari begitu diumumkan di sosmed dan grup game gresik, kuota sudah tercapai dengan tercatat 32 tim yang masing masing terdiri 5 orang. Sekitar 60 persen dari pendaftar tersebut adalah mahasiswa UMG, sisanya dari masyarakat umum.

Perwakilan Telkomsel Agus Supriyono menyatakan pihak mensupport penuh langkah dari BEM UMG untuk menyelenggarakan turnamen ML. “Pihak kami sudah beberapa kali mendukung kegiatan turnamen dari UMG, dalam hal ini kami membawa tim juri, chester, dan juga dukungan sinyal, meski kami tidak jualan produk,”jelasnya.

Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) e- Sports Indonesia (ESI) Gresik Ali Sugiarto menyambut gembira diadakan turnamen tersebut, selain untuk ajang sosialisasi dilingkungan perguruan tinggi, juga untuk mencari atlet. “Saat ini, kami masih getol melakukan sosialisasi di lembaga pendidikan dan juga di masyarakat, dan juga mencari bibit baru sebagai binaan dari ESI Gresik,”katanya. (yad)

Ajang Pencarian Bibit Atlet Gresik Gelar UMG e-Sport Competition Selengkapnya

Lulus Pascasarjana 15 Calon Wisudawan Siap Mengabdi

Rektor UMG Prof Dr Ir Setyo Budi M.Si dan 15 Calon Wisudawan Pascasarjana Prodi Magister Manajemen dan Bahasa Inggris di Hall Sang Pencerah Lantai 8 Kampus UMG pada Selasa, 8 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 15 calon wisudawan  melangsungkan Yudisium Pascasarjana ke-3 Wisuda XXXVIII UMG pada Senin, 8 Maret 2021. Rinciannya, 13 mahasiswa program studi (Prodi) Magister Manajemen dan 2 mahasiswa Prodi Magister Bahasa Inggris.

Yudisium Pascasarjana ke-3 yang akan di wisuda pada 20 Maret 2021 itu dihelat di Hall Sang Pencerah lantai 8 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). 

Rektor UMG Prof Dr Ir Setyo Budi MSi dan wisudawan Pascasarjana Prodi Magister Management UMG pada Senin, 8 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Rektor UMG Prof. Dr. Ir Setyo Budi, M.Si menyampaikan pesan kepada calon wisudawan untuk menjaga nama baik almamater. Caranya, berprilaku jujur sesuai kompetensi sehingga bermanfaat bagi bangsa dan negara. “Jujur lah dalam berbuat, dan berkarya, semoga menjadi insan yang sukses dan berakhlak mulia,”ujarnya. 

Direktur Pascasarjana UMG Dr Yudhi Irfani  berharap keilmuan yang telah diterima bisa bermafaat bagi keluarga, bangsa dan negara. Manfaat keilmuan pascasarjana tidak bisa langsung instan dirasakan. “Tapi, berproses satu, dua atau tiga tahun. Keilmuan akan bisa membawa nama baik almamater setelah kembali ke masyarakat,”katanya.

Ketua Program Studi Pascasarjana Prodi Magister Manajemen UMG Eva Desembri Anita menjelaskan, sejak pandemi pembelajaran melalui daring, mahasiswa tidak datang ke kampus dan belajar dari rumah maupun kantor.

“Model perkuliahan dalam kondisi pandemi tidak mengurangi jam kuliah, selain itu UMG membuka program pembelajaran cepat yang dulunya 24 bulan menjadi 18 bulan, dengan harapan wisudawan memiliki kompetensinya mampu memberikan solusi dalam manajemem bisnis berbasis entrepreneur Islami sesuai visi misi UMG,”imbuhnya. 

Sementara itu, calon wisudawan Surya Yetni berharap ilmu yang diterima bisa bermanfaat baik ditempat kerja maupun masyarakat. “Saya akan lebih produktif, menjadi inspirasi maupun motivasi terutama bagi anak saya,”kata ibu tiga anak ini. Surya Yetni tetap melanjutkan mengajar dan mengurus usaha online shop yang ditekuninya. (*)

Lulus Pascasarjana 15 Calon Wisudawan Siap Mengabdi Selengkapnya