GRESIK,1minute.id – Lokal Media Network menggelar diskusi bertajuk ‘Ngopi dan Opini Gresik’ di DDjirolu Cafe Jalan Pahlawan Sidayu, Gresik pada Rabu malam, 24 Juni 2026. Diskusi yang berupaya membangun peta jalan tenaga kerja lokal berbasis dunia pendidikan SMK, kampus, hingga pesantren.
Serta, mempersiapkan dan melindungi warga lokal untuk kebutuhan ketenagakerjaan di masa mendatang, seiring masifnya pembangunan industri di Gresik wilayah utara.
Diskusi mengusung tema ‘Menyiapkan dan Melindungi Tenaga Kerja Lokal’, menghadirkan empat narasumber yakni Kepala Disnaker Kabupaten Gresik Zainul Arifin, Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Khoirul Anwar, Ketua Konfederasi SPSI Gresik Imam Syafiuddin, dan perwakilan Manajemen Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integreted Industrial and Port Estate (JIPPE) Yudi Darjanto.
Moderator acara ini yakni Akhmad Sutikon, Barista Lokal Media Network yang juga Ketua Serikat Media Siber (SMSI) Kabupaten Gresik pun berlangsung gayeng. Banyak hal yang dibahas dalam diskusi ditengah perkembangan kebutuhan tenaga kerja yang kian modern. Perwakilan lembaga sekolah seperti SMK hingga perwakilan Cabang Dinas Pendidikan menyampaikan berbagai keluhan.
“Perkembangan dunia usaha kian modern. Banyak kebutuhan skil dunia usaha seperti di Jippe, berbondong-bondong seperti sektor mineral, konstruksi, pelabuhan, hingga teknologi,” kata perwakilan PT BKMS, pengelola KEK JIIPE Yudi Darjanto.
Yudi mengatakan, membuka lebar jika ada warga Gresik yang memiliki kompetensi tersebut untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di JIPPE. Gayung bersambut, perwakilan lembaga SMK PGRI mengakui kurangnya modal lembaga dalam memenuhi kompetensi anak didiknya.
Kata dia, untuk memenuhi kompetensi itu fasilitas uji praktik untuk mendukung hal tersebut terbilang harganya mahal. “Kita berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja seperti membentuk kerjasama dengan para instansi dan pengusaha,” jelas Wakil Kepala SMK PGRI 1 Gresik Suwarno Hadi
Sementara, Rektor UMG Khoirul Anwar menyampaikan bahwa pihak akademik tidak menutup mata akan masifnya perkembangan kebutuhan skill tenaga kerja di era modern. Ia mengakui, dunia pendidikan di Indonesia tertinggal hampir 10 tahun dengan negara lain seperti, China.
Pihaknya perlu kurikukum baru yang sepadan untuk mewujudkan kesetaraan kebutuhan tenaga kerja modern. “Minim pengalaman, soft skill yang kurang, faktor itu juga yang membuat para pekerja belum memenuhi kebutuhan dunia kerja,” paparnya.
Mewakili serikat pekerja Syaiduddin, menyebut sulit untuk mendapatkan hak-hak perlindungan para pekerja. Ia menceritakan, perlu belasan tahun memperjuangkan bersama rekan sejawat mendapat hak-hak pekerja. Puncaknya, warga Gresik mendapatkan haknya sebagai tenaga lokal mendapat porsi 70 persen bekerja di perusahaan.
“Itu tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan yang kemudian diperkuat oleh Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 71 Tahun 2024,” jelasnya.
Kepala Disnaker Kabupaten Gresik Zainul, menyampaikan Gresik memiliki potensi besar daerah industri. Namun kebanyakan perusahaan di Gresik sekarang lebih mengarah ke padat modal, ketimbang padat karya. Artinya perusahaan lebih memaksimalkan teknologi ketimbang jumlah tenaga kerja.
Angka Upah Minimum Kerja (UMK) mencapai Rp 5 juta, turut menjadikan pekerja berbondong-bondong mencari kerja di Gresik.
Pemkab Gresik berupaya memberikan solusi terbaik bagi pencari kerja di Gresik. Salah satunya pencarian kerja tersebut digaungkan melalui program aplikasi Gresik Kerja. “Dengan ber-KTP Gresik, pencari kerja bisa mencari dan dicari perusahaan sesuai kebutuhan kompetensi. Kita juga memberikan pembekalan agar mereka juga siap kerja,” pungkasnya. (yad)
KAWASAN pesisir Kabupaten Gresik yang saat ini berada pada fase transformasi ekonomi yang sangat penting. Sebagai salah satu pusat hilirisasi industri nasional di Jawa Timur, dan pintu gerbang Nusantara, Gresik menjadi magnet investasi di sektor manufaktur, pelabuhan, logistik, dan industri maritim.
Kehadiran berbagai kawasan industri terpadu, termasuk Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), telah memperkuat posisi Gresik sebagai simpul ekonomi strategis yang mendukung visi Indonesia sebagai negara maritim dunia. Namun, di balik percepatan pertumbuhan tersebut, terdapat tantangan yang tidak dapat diabaikan.
Dalam perspektif ekonomi lingkungan, ekspansi industri pesisir selalu membawa konsekuensi berupa tekanan terhadap ekosistem pantai, peningkatan risiko abrasi, degradasi habitat mangrove, serta perubahan dinamika hidrologi kawasan pesisir. Pertanyaan mendasar yang kemudian muncul adalah: bagaimana memastikan bahwa pembangunan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan?
Pertanyaan tersebut menemukan jawaban menarik melalui kegiatan penanaman 2.000 bibit mangrove yang diselenggarakan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Gresik bersama berbagai pemangku kepentingan di kawasan Kalimireng, Desa Manyarsidomukti pada Sabtu, 13 Juni 2026 lalu. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tersebut menjadi lebih menarik karena diprakarsai dan didukung secara aktif oleh Akademisi Program Studi Teknik Konstruksi Perkapalan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).
Bagi sebagian kalangan, keterlibatan program studi yang identik dengan desain kapal, struktur baja, hidrodinamika, dan konstruksi maritim dalam kegiatan restorasi mangrove mungkin tampak tidak lazim. Namun jika ditelaah melalui perspektif rekayasa modern, manajemen risiko, dan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), langkah tersebut justru mencerminkan “strategi yang sangat visioner”.
Akademisi Teknik Kontruksi Perkapalan UMG, melihat bahwa inisiatif ini bukan sekadar kegiatan sosial atau agenda seremonial lingkungan. Sebaliknya, kegiatan tersebut merupakan bentuk rekayasa sinergi antara kepentingan akademik, industri, lingkungan, dan masyarakat yang patut dijadikan model pembangunan maritim berkelanjutan.
Setidaknya ada 7 langkah yang dilakukan oleh Teknik Kontruksi Perkapalan dan PII Cabang Gresik yang mendukung pembangunan tersebut, yaitu:
Aktivis lingkungan memberikan briefing sebelum aksi penanaman mangrove di kawasan Kalimireng, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik yang diisiasi oleh mahasiswa UMG bersama Persatuan Insiyur Indonesia (PII) Cabang Kabupaten Gresik pada Sabtu, 13 Juni 2026 ( Foto : PII Cab Gresik untuk 1minute.id)
1. Mitigasi Risiko Aset Pesisir
Bagi dunia maritim, abrasi bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan ancaman ekonomi yang nyata. Infrastruktur pelabuhan, dermaga, kawasan industri pesisir, dan jalur pelayaran sangat bergantung pada stabilitas garis pantai. Aktivitas kapal yang semakin padat di wilayah perairan Manyar menghasilkan fenomena ship wake atau gelombang akibat lintasan kapal.
Dalam jangka panjang, energi gelombang tersebut berkontribusi terhadap percepatan erosi pantai. Berbagai penelitian mengenai pesisir Gresik menunjukkan bahwa perubahan garis pantai terjadi secara dinamis akibat kombinasi faktor alam dan aktivitas manusia.
Dalam konteks tersebut, mangrove berfungsi sebagai benteng alami yang mampu meredam energi gelombang, menangkap sedimen, dan memperkuat struktur pantai. Berbagai studi menunjukkan bahwa hutan mangrove dapat mengurangi tinggi gelombang secara signifikan sebelum mencapai garis pantai. Oleh karena itu, penanaman mangrove di Kalimireng sesungguhnya merupakan investasi mitigasi risiko yang melindungi aset-aset maritim bernilai tinggi di masa depan.
Dari perspektif bisnis, biaya rehabilitasi pantai dan perbaikan infrastruktur akibat abrasi jauh lebih mahal dibandingkan biaya pencegahan melalui restorasi ekosistem. Dengan kata lain, konservasi mangrove merupakan bentuk investasi defensif yang memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.
2. Integrasi ESG ke dalam Kurikulum Teknik
Dalam satu dekade terakhir, konsep Environmental, Social, and Governance (ESG) telah berkembang dari sekadar tren menjadi standar global. Perusahaan-perusahaan multinasional kini menjadikan kepatuhan ESG sebagai indikator utama dalam investasi dan pengelolaan bisnis.
Perubahan ini turut memengaruhi dunia pendidikan teknik. Lembaga akreditasi internasional semakin menekankan pentingnya pendidikan keberlanjutan dalam kurikulum rekayasa.
Teknik Konstruksi Perkapalan UMG tampaknya memahami perubahan tersebut dengan sangat baik. Kegiatan di Kalimireng menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk memahami hubungan antara teknologi maritim dan keberlanjutan lingkungan.
Mahasiswa tidak hanya mempelajari cara merancang kapal yang kuat dan efisien, tetapi juga memahami bagaimana aktivitas maritim memengaruhi ekosistem pesisir. Mereka belajar bahwa keberhasilan pembangunan maritim tidak hanya diukur dari kapasitas pelabuhan atau jumlah kapal yang dibangun, tetapi juga dari kemampuan menjaga keseimbangan ekologis. Melalui pendekatan ini, UMG sedang mempersiapkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan industri global yang semakin berorientasi pada prinsip ESG.
3. Kalimireng sebagai Living Laboratory kedua Teknik Kontruksi Perkapalan, setelah Pakelingan
Salah satu tantangan terbesar perguruan tinggi adalah memastikan bahwa penelitian yang dilakukan memiliki relevansi terhadap persoalan nyata masyarakat.
Kawasan Kalimireng menawarkan peluang luar biasa sebagai laboratorium alam atau living laboratory. Berbeda dengan laboratorium tertutup yang memiliki kondisi terkendali, Kalimireng menyediakan data nyata yang sangat berharga untuk penelitian multidisiplin. Mahasiswa dan dosen dapat melakukan pengukuran mengenai pengaruh akar mangrove terhadap pola sedimentasi, karakteristik arus, distribusi gelombang, stabilitas garis pantai, hingga kapasitas penyimpanan karbon biru (blue carbon).
Penelitian mengenai ekosistem mangrove di wilayah Gresik menunjukkan adanya keragaman spesies yang cukup tinggi dengan karakteristik lingkungan yang kompleks. Kondisi ini memberikan peluang besar bagi pengembangan riset hidrodinamika, rekayasa pantai, konservasi pesisir, dan teknologi mitigasi perubahan iklim.
Data yang dihasilkan dari kawasan ini berpotensi menjadi sumber publikasi ilmiah bereputasi internasional, meningkatkan indeks sitasi universitas, serta membuka peluang memperoleh hibah penelitian nasional maupun internasional.
Dengan demikian, kegiatan penanaman mangrove bukan hanya menghasilkan manfaat ekologis, tetapi juga menciptakan nilai tambah akademik yang sangat besar.selain membangun beberapa *sarana bangunan apung* yang menunjang masyarakat.
4. Efisiensi melalui Kolaborasi Pentahelix
Keberhasilan sebuah proyek pembangunan sering kali ditentukan oleh kemampuan mengelola sumber daya secara efisien. Dalam konteks ini, kegiatan Kalimireng menunjukkan implementasi nyata model kolaborasi pentahelix yang melibatkan akademisi, pemerintah, industri, komunitas, dan organisasi profesi.
“Teknik Kontruksi Perkapalan beserta PII Gresik” berperan sebagai penghubung berbagai pemangku kepentingan. Industri menyediakan dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), pemerintah memberikan dukungan regulasi dan data teknis, masyarakat berkontribusi sebagai pelaksana lapangan, sedangkan perguruan tinggi menyediakan keahlian ilmiah dan teknis.
Model seperti ini memungkinkan distribusi biaya, risiko, dan manfaat secara lebih merata. Tidak ada satu pihak yang menanggung seluruh beban kegiatan, tetapi seluruh pihak memperoleh manfaat sesuai kepentingannya masing-masing.
Dalam perspektif manajemen proyek modern, pendekatan ini merupakan contoh nyata efisiensi sumber daya yang patut direplikasi di berbagai daerah pesisir Indonesia.
5. Rekayasa Ekologis untuk Menjamin ROI Lingkungan
Banyak program rehabilitasi mangrove di Indonesia gagal karena dilakukan tanpa pendekatan ilmiah yang memadai. Penanaman sering dilakukan pada lokasi yang tidak sesuai dengan karakteristik ekologis mangrove sehingga tingkat kematian bibit sangat tinggi.
Di sinilah keunggulan keterlibatan tenaga ahli teknik perkapalan dan kelautan. Pendekatan yang digunakan tidak sekadar menanam, tetapi menerapkan prinsip ecological engineering atau rekayasa ekologis.
Faktor-faktor seperti elevasi lahan, karakteristik sedimen, salinitas, pola pasang surut, dan kecepatan arus dianalisis sebelum penanaman dilakukan. Pendekatan berbasis data tersebut meningkatkan peluang keberhasilan rehabilitasi secara signifikan.
Dari sudut pandang ekonomi, keberhasilan hidup bibit mencerminkan Return on Investment (ROI) lingkungan yang tinggi. Setiap dana yang dikeluarkan menghasilkan manfaat nyata berupa perlindungan pantai, peningkatan biodiversitas, penyimpanan karbon, dan peningkatan produktivitas perikanan.
Penelitian mengenai karbon biru menunjukkan bahwa ekosistem mangrove mampu menyimpan karbon beberapa kali lebih besar dibandingkan hutan daratan. Oleh karena itu, keberhasilan rehabilitasi mangrove juga berkontribusi terhadap target mitigasi perubahan iklim nasional.
6. Menyiapkan Talenta Blue Economy
Dunia maritim sedang mengalami transformasi besar menuju ekonomi biru atau blue economy. Pelabuhan hijau (green port), galangan kapal hijau (green shipyard), dan teknologi maritim rendah emisi kini menjadi standar baru dalam industri global.
Perusahaan tidak lagi hanya mencari lulusan yang memiliki kemampuan teknis tinggi, tetapi juga individu yang memahami keberlanjutan dan tata kelola lingkungan.
Melalui keterlibatan langsung dalam rehabilitasi pesisir, mahasiswa Teknik Konstruksi Perkapalan UMG memperoleh pengalaman yang tidak dapat diperoleh hanya dari ruang kelas.
Mereka memahami hubungan antara aktivitas pelayaran, kesehatan ekosistem pesisir, perubahan iklim, dan pembangunan ekonomi. Pengalaman tersebut membentuk generasi insinyur yang memiliki perspektif lebih luas dan siap memimpin transformasi industri maritim Indonesia menuju era ekonomi biru.
Dalam jangka panjang, langkah ini merupakan investasi sumber daya manusia yang sangat strategis bagi daerah maupun bangsa.
7. Penguatan Modal Reputasi Institusi
Dalam era ekonomi berbasis pengetahuan, reputasi merupakan aset yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi. Perguruan tinggi tidak lagi bersaing hanya melalui fasilitas pendidikan atau jumlah program studi, tetapi juga melalui kontribusinya terhadap penyelesaian masalah masyarakat.
Keterlibatan aktif Teknik Konstruksi Perkapalan UMG dalam rehabilitasi mangrove memberikan pesan kuat bahwa institusi ini tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata terhadap tantangan pembangunan pesisir.
Reputasi sebagai kampus yang peduli lingkungan dan berorientasi pada keberlanjutan akan meningkatkan daya tarik bagi calon mahasiswa, mitra industri, investor, serta lembaga pendanaan penelitian. Bagi Teknik kontruksi Perkapalan UMG dan PII Gresik, keberhasilan menginisiasi kolaborasi ini juga memperkuat posisi organisasi sebagai katalisator pembangunan daerah yang mampu menjembatani kepentingan profesi, industri, dan masyarakat.
Melampaui Eksploitasi Menuju Simbiosis Maritim
Apa yang dilakukan oleh Teknik Konstruksi Perkapalan UMG bersama PII Gresik di Kalimireng sesungguhnya merupakan sebuah blueprint pembangunan maritim berkelanjutan yang layak dijadikan contoh nasional. Mereka berhasil membuktikan bahwa konservasi lingkungan tidak harus dipandang sebagai beban biaya atau cost center.
Sebaliknya, konservasi dapat menjadi investasi strategis yang menghasilkan manfaat ekonomi, sosial, dan ekologis secara simultan. Di tengah derasnya arus hilirisasi industri, Gresik menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan tidak harus saling bertentangan. Dengan pendekatan rekayasa yang tepat, galangan kapal yang modern dapat berdiri berdampingan dengan hutan mangrove yang sehat. Pelabuhan yang produktif dapat berkembang tanpa mengorbankan keberlanjutan pesisir.
J⁶ika model sinergi seperti yang diterapkan di Kalimireng dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia, maka manfaat yang diperoleh tidak hanya berupa perlindungan garis pantai atau peningkatan tutupan mangrove. Lebih jauh lagi, Indonesia akan memiliki fondasi ekonomi maritim yang tangguh, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat global.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah bangsa maritim bukanlah seberapa besar kapal yang mampu dibangun atau seberapa luas pelabuhan yang dimiliki. Ukuran sejatinya adalah kemampuan menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kelestarian alam. Sinergi biru di Kalimireng telah menunjukkan bahwa insinyur Indonesia tidak hanya mampu membangun kapal untuk mengarungi samudra, tetapi juga mampu merancang masa depan pesisir yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan bagi generasi yang akan datang.
* Ali Yusa , Wakil Ketua PII Cab. Gresik – Dewan Pakar IKA ITS Jawa Timur
GRESIK,1minute.id – Puasa Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi memasuki sepuluh hari terakhir. Waktu yang paling istimewa bagi umat muslim, karena terdapat malam yang mulia, yaitu Lailatur Qodar. Malam seribu bulan.
Bagi Azzam Hesham, puasa Ramadan tahun ini berbeda. Pemuda asal Yaman, satu dari 19 mahasiswa luar negeri yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Mahasiswa Teknik Industri semester II ini untuk kali pertama menjalankan ibadah puasa di Gresik yang dikenal dengan julukan Kota Santri.
“Awalnya memang sedih karena berpuasa tidak bersama keluarga. Tapi, setelah menjalani ibadah disini terasa sangat nyaman,” ujar Azzam ditemui di Kampus UMG Jalan Sumatera, Gresik Kota Baru (GKB) pada Senin, 9 Maret 2026. Azzam bersama dua sahabatnya, yakni Abdul Rahman Isiya asal Nigiria dan Hozifa Ismail Ali Adam asal Sudan. Mereka didampingi oleh Moh Agung Surianto, Direktur Humas, Protokol dan Kerjasama Nasional UMG.
Bagi Azzam, berpuasa di Gresik, Indonesia hampir sama dengan di Yaman, rerata 14 jam per hari. Durasi puasa Ramadan di Yaman, salah satu yang terpendek di kawasan Timur Tengah. Cuaca juga nyaris sama berkisar antara 15 sampai 40 derajat celcius. “Badal tarawih juga sama banyak orang baca Alquran (tadarus). Ini yang membuat Saya nyaman,” katanya.
Ia menceritakan, tiga tahun terakhir ini pemerintah Yaman tidak lagi menerapkan libur sekolah selama Ramadan. “Sama juga disini (Indonesia) selama Ramadan tetap kuliah,” katanya sambil tersenyum.
Abdul Rahman Isiya asal Nigiria mengaku merasa nyaman belajar di UMG ini. Bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi Akuntansi semester II ini, puasa Ramadan 2026 adalah pengalaman pertamanya. Ia mengaku tidak merasa kendala. Termasuk menu Sahur. Rahman mengatakan, bisa belajar di Indonesia sangat menyenangkan.
“Di negeri kami, Indonesia itu sangat terkenal, apalagi kalau musim haji banyak kita temui jamaah asal Indonesia. Saya suka belajar di kampus ini karena silaturahmi dan persaudaraan yang ditunjukkan warga di sini sangat. Ini saya lihat kalau ketemu, baik di masjid atau di tempat lain,” ujar pemuda penggemar olah rada basket ini.
Mimpi besar Rahman saat ini, adalah bisa mengabdikan keilmuannya yang diraih di Indonesia untuk negerinya. Rahman setelah meraih gelar sarjana Ekonomi dari UMG berkeinginan melanjut studi magister hingga doktoralnya di Indonesia. “Saya ingin menjadi dosen di negara Saya,” katanya. Untuk meraih mimpi itu, Rahman, Azzam maupun Hozifa Ismail Ali Adam berfokus untuk belajar. “Belum punya berpikiran untuk berpacaran,” ujar mereka.
(Searah jarum jam) Abdul Rahman Isiya asal Nigiria ; Azzam Hesham (Yaman) , Hozifa Ismail Ali Adam (Nigeria), Direktur Humas, Protokol dan kerjasama nasional UMG Moh Agung Surianto, dan Rektor UMG Prof Khoirul Anwar berdialog bersama 3 dari 19 luar negeri yang kuliah di UMG pada Senin, 9 Maret 2026 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Sementara itu, Rektor UMG Prof Khoirul Anwar menegaskan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) memberikan ruang seluas-luasnya kepada mahasiswa asal luar negeri untuk menempuh pendidikan di UMG ini.
Kesempatan ini terutama diberikan kepada mahasiswa asal kawasan Timur Tengah dan Afrika yang banyak didera konflik atau perang saudara, sehingga membuat para kawula mudanya mendambakan suasan yang tenang dan nyaman untuk belajar.
“Di negara asalnya, umumnya terjadi konflik sesama warga negara atau perang saudara, sehingga para kawula muda yang masih ingin menempuh Pendidikan tinggi, memilih Indonesia sebagai tempat belajar, termasuk di UMG ini. Untuk itu, kami membuka ruang seluas-luasnya bagi mereka yang ingin meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi,” ungkap Prof Khoirul Anwar pada Senin, 9 Maret 2026.
Didampingi Dr Moh. Agung Surianto, Direktur Humas, Protokol, dan Kerja Sama Nasional UMG, Prof Khoirul mengatakan, kampus yang dipimpinnya menjadi salah satu pilihan bagi mahasiswa asing sejak lima tahun terakhir. Tahun ini, sebanyak 19 mahasiswa asing kini mempah pendidikan tinggi di UMG.
Merka di antaranya berasal dari, Yaman, Pakistan, Sudan, Nigeria, Komoro, juga Thailand. “Kami juga memberikan kesempatan kepada adik-adik di Palestina untuk belajar di kampus ini dengan skema beasiswa. Ini bagian dari aspek kemanusiaan yang kami kembangkan,” tambah Prof Khoirul.
Sementara Agung menambahkan, banyaknya mahasiswa asal luar negeri ini menguatkan stigma, bahwa UMG tidak saja menjadi kampus pilihan bagi mahasiswa dalam negeri dari berbagai daerah. Lebih dari itu, UMG mendapat kepercayaan dari warga dunia.
“Kami terus kembangkan dan membuka ruang bagi adik-adik calon mahasiswa di luar negeri untuk belajar di kampus ini,” ujar Agung. (*)
GRESIK,1minute.id – Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menyelenggarakan wisuda ke-47 Tahun Akademik 2024/2025 di Graha Kartini Gresik pada Kamis, 2 Oktober 2025.
Sebanyak 574 sarjana. Perguruan tinggi berada di Jalan Sumatra, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) yang menguatkan jati diri sebagai kampus Unggul, Mandiri, dan Entrepreneur Islami.
Wakil Rektor I UMG Assoc. Prof. Dr. Slamet Asari menyampaikan, terdapat 574 mahasiswa yang dinyatakan lulus pada Tahun Akademik 2024/2025. Mereka yang terdiri atas 564 lulusan dari program Diploma III, Sarjana, dan Pascasarjana, serta 10 lulusan dari program Profesi Kesehatan. Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Rektor UMG Nomor 215/CAP/II.UMG/R/A/2025 yang ditetapkan di Gresik pada tanggal 21 Agustus 2025.
Sementara dalam prosesi wisuda ke-47, Rektor UMG Prof Dr Khoirul Anwar menegaskan kembali visi utama UMG yang berfokus pada tiga pilar, yaitu Unggul, Mandiri, dan Entrepreneur Islami.
“Unggul tidak hanya diukur dari prestasi akademik, melainkan juga karakter, integritas, serta keberanian berpikir. Mandiri berarti kemampuan civitas akademika dalam menciptakan peluang dengan jati diri kuat. Sementara menjadi jiwa usaha yang beretika, memfokuskan pada kontribusi sosial, serta mengintegrasikan nilai-nilai Kemuhammadiyahan, seperti kejujuran, keadilan, keberanian, dan semangat problem solver yang inovatif,” tandas Prof Khoirul.
Dikatakan, UMG saat ini memasuki fase rujukan nasional (2022–2026) sebagai bagian dari Rencana Induk Pengembangan (RIP) 2010–2030, dengan target menuju peradaban global (2026–2030) melalui publikasi internasional, program double degree, serta jejaring global. Kemajuan signifikan UMG dibangun pada tiga pilar utama, yakni pendidikan, tata kelola, dan kewirausahaan.
Ia menambahkan, prestasi dan inovasi UMG mulai dari bidang pendidikan dengan mengimplementasi realistic education plus dengan capaian 80% pengembangan kurikulum dari 33 prodi. Lalu, didukung komitmen riset yang kuat, terbukti dengan dipertahankannya Klaster Utama Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM), memenangkan hibah besar, dan menghasilkan inovasi nyata, berupa pengajuan pelepasan 70 varietas unggul tebu.
Pada pilar tata kelola, jelasnya, UMG berupaya menuju Good University Governance dengan peningkatan SDM, yang diperkuat dengan 51 dari 223 dosen bergelar S3, dan 115 besertifikasi profesional. Selain itu, UMG berhasil melakukan penjaminan mutu sesuai standar internasional ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018.
Dalam bidang kewirausahaan Islami, eksistensi UMG dibuktikan dengan prestasi dosen dan mahasiswa dalam riset industri, serta ajang wirausaha nasional. Berkembangnya UMG termasuk dalam penerimaan 17 mahasiswa asing dari berbagai negara, seperti Komoro, Pakistan, Thailand, Sudan, Yaman, Nigeria, dan Kamboja.
“Rencana besar menuju akreditasi internasional Quacquarelli Symonds (QS) dan Times Higher Education (THE), pembangunan Fakultas Kedokteran Gigi, serta fasilitas modern baru,” jelas Prof Khoirul.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Dr Hidayatullah, menyampaikan dukungan penuh agar UMG meraih akreditasi ‘Unggul’. Ia berpesan kepada para wisudawan agar mendarmabaktikan ilmu yang diperoleh di kampus untuk bangsa, baik melalui karier, kewirausahaan, melanjutkan studi, maupun kehidupan pribadi.
Sementara itu, Prof Lincolin Arsyad, PhD, Dewan Pakar Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dalam orasi ilmiahnya menekankan pentingnya peningkatan kualitas modal insani (human capital) Indonesia. Menurutnya, kecerdasan akademik harus diimbangi dengan akhlak dan moral mulia.
Dalam wisuda kali ini, UMG memberikan penghargaan kepada 20 wisudawan terbaik. Salah satunya adalah Vina Mar’atus Sholihah, SBns, lulusan Prodi Kewirausahaan yang berhasil meraih IPK 3,98. Ia menjadi wisudawan terbaik akademik berkat dukungan beasiswa KIP UMG.
Selain itu, Restu Kinanti Alif Rahmawati, SAk, dari Prodi Akuntansi juga menorehkan prestasi di bidang olah raga. Ia meraih Juara 2 dan 3 pada ajang Banyuwangi Championship Nasional, serta Juara 3 Seni Beregu Putri Satria Yudha Championship. (yad)
GRESIK,1minute.id – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui program Pendampingan Literasi dan Numerasi berbasis Pembelajaran Mendalam bagi sekolah menengah di Kabupaten Gresik.
Program ini berlangsung dari Agustus hingga November 2025 dan menyasar beberapa sekolah dengan capaian literasi dan numerasi yang masih perlu ditingkatkan, sekaligus memperkuat kompetensi guru dan membangun budaya belajar yang inovatif.
Kegiatan pendampingan dilakukan oleh tim pengabdi yang terdiri dari Dekan FKIP UMG Dr. Nur Fauziyah, Wakil Rektor I UMG Dr. Slamet Asari dan Ketua Prodi S2 Pendidikan Bahasa Inggris Dr. Nirwanto Ma’ruf dibantu dua mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika, Achmad Syauqi Al Munawwir dan Muhammad Muchlisin.
Tim ini membimbing guru-guru dari sekolah sasaran melalui workshop, pelatihan, dan implementasi lesson study secara bertahap. Guru dibimbing menyusun modul ajar yang menguatkan literasi dan numerasi, mengaitkan materi pembelajaran dengan pengalaman nyata siswa, serta memanfaatkan sumber belajar yang beragam.
Selain itu, program ini juga mendorong kolaborasi antara sekolah, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), dan perguruan tinggi, sehingga tercipta jejaring pembelajaran yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, guru tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis tentang literasi, numerasi, dan pembelajaran mendalam, tetapi juga praktik langsung dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang bermakna dan kontekstual. Pelaksanaan lesson study memberikan kesempatan bagi guru untuk melakukan refleksi bersama, berbagi pengalaman, serta memperbaiki strategi pembelajaran secara kolaboratif.
Dr. Nur Fauziyah menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran mendalam bagi siswa. “Pendekatan ini mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan reflektif. Guru juga dibimbing untuk menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, relevan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa,” ujarnya.
Selain meningkatkan kompetensi guru, program ini membangun komunitas belajar yang solid. Guru terbiasa merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran secara kolegial, sehingga praktik berbagi pengalaman dan praktik baik dapat terus berlangsung bahkan setelah program selesai.
Program ini juga menegaskan peran penting perguruan tinggi dalam mendukung pendidikan dasar dan menengah secara praktis. Melalui pendampingan berkelanjutan, FKIP UMG membantu sekolah mengembangkan strategi penguatan literasi dan numerasi yang efektif, sekaligus membentuk budaya kolaboratif di kalangan guru dan staf sekolah.
FKIP UMG berharap model pendampingan ini dapat direplikasi di sekolah menengah lain, baik di Gresik maupun wilayah lain di Indonesia. Dengan penguatan kapasitas guru, pengembangan komunitas belajar, dan kolaborasi berkelanjutan, kualitas pendidikan di Kabupaten Gresik diharapkan meningkat,. (yad)
GRESIK,1minute.id – Ribuan Industri beroperasi di Kabupaten Gresik sehingga mendapatkan julukan sebagai Gresik Kota Industri. Bagaimana kesehatan mental dan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan dunia kerja.
Pada Rabu, 9 Juli 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bekerja sama dengan Jawa Pos menggelar Health Festival 2025 di Aula Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif.
Festival kesehatan ini menyoroti isu kesehatan mental serta kesiapan generasi muda menghadapi tantangan dunia kerja. Berbagai kegiatan digelar, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, layanan konseling psikologis, talkshow kesehatan, hingga edukasi gizi. Peserta diajak memahami bahwa kesehatan merupakan fondasi utama bagi produktivitas dan kesejahteraan jangka panjang.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menekankan pentingnya membekali generasi muda dengan ketangguhan fisik dan mental. “Anak-anak muda Gresik harus sehat jasmani dan rohani. Selain upgrade ilmu, mereka juga harus kuat secara mental dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Melalui Health Festival ini, kita bangun budaya hidup sehat dan mental yang tangguh sejak dini,” tegas dokter Alif, sapaan Asluchul Alif.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah, menambahkan bahwa aspek kesehatan mental menjadi perhatian penting dalam festival ini. “Kami hadirkan layanan cek kesehatan fisik dan mental sebagai bentuk kepedulian kami kepada adik-adik agar siap menghadapi tantangan dunia kerja,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelentrehkan hasil analisis Dinas Kesehatan Gresik terkait kondisi kesehatan remaja di tahun 2024. “Tercatat 25 persen remaja putri mengalami anemia, 2,7 persen remaja mengalami obesitas, 0,3 persen remaja usia 15–18 tahun mengalami hipertensi, dan 0,6 persen dirujuk untuk konsultasi kesehatan jiwa. Data ini menunjukkan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk dilakukan,” kata dokter Khusnah.
Talkshow kesehatan pada acara kali ini menghadirkan tiga narasumber, di antaranya, Dosen Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Gresik Idha Rahayuningsih ; Sekretaris Apindo Gresik bidang PUU dan Advokasi Ngadi, dan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Gresik dr. Anik Lutfiyah.
Selain edukasi, festival ini memberi ruang bagi pelajar dan mahasiswa untuk memahami pentingnya occupational health, manajemen stres, serta menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari. Health Festival 2025, Pemkab Gresik berharap generasi muda makin peduli terhadap pentingnya menjaga kesehatan, karena kesehatan adalah bekal utama untuk menjadi pribadi yang kuat dan siap menghadapi masa depan. (yad)
GRESIK,1minute.id – Sebanyak sebelas mahasiswa berasal dari empat negara mengunjungi Kampung Kemasan dan Rumah Gajah Mungkur pada Rabu, 30 November 2022. Mereka mahasiswa dari Indonesia, Sudan, Thailand dan Vietnam. Kunjungan itu bertajuk “Short Indonesian Culture and Language Program for Foreign Speakers” Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).
Sekitar pukul 10.30 WIB rombongan mahasiswa berasal dari empat negara itu tiba di rumah Gajah Mungkur yang berada di Jalan Nyai Ageng Arem-arem, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/ Kabupaten Gresik itu.
Rombongan disambut oleh Akhmad Khoiri, anak Hj. Nur Rahmah, keturunan keempat pasangan almarhum Haji Djaelan dengan almarhumah Hj Romlah. Pemilik rumah Gajah Mungkur. Khoiri menemui puluhan mahasiswa itu di lantai dasar rumah itu. Lantai dasar rumah yang juga digunakan sebagai ruang pamer atau galeri batik karya Akhmad Khoiri itu.
Dihadapan mahasiswa, Khoiri, menjelaskan sejarah tentang rumah Gajah Mungkur dibangun pada 1898 itu. Ia mengatakan rumah Gajah Mungkur dibangun oleh kakek buyut, almarhum Haji Djaelan. Ia pengusaha pribumi yang berbisnis penyamakan kulit. Bisnis berkembang pesat. Sehingga, Haji Djaelan dan keluarga bisa membangun sejumlah rumah mewah yang memiliki arsitektur campuran Kolonial, Tionghoa dan Jawa. Selain rumah Gajah Mungkur juga sejumlah rumah di Kampung Kemasan.
JAJAL BATIK : Mahasiswa dari 4 negara mencoba memakai batik ketika mengunjungi Rumah Gajah Mungkur pada Rabu, 30 November 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)
“Dan sampai hari ini, seluruh bangunan masih terawat baik,”terang Khoiri yang dialih bahasa oleh seorang penerjemah dari UMG. Pada Ahad, 2 Oktober 1927, Raja Kesunanan Surakarta, Pakubuwana X mengunjungi rumah Gajah Mungkur. Penyambutan sangat mewah.
Sebuah karpet merah di beber mulai rumah Gajah Mungkur hingga Masjid Jamik Gresik di Alun-alun Gresik untuk menyambut Susuhunan kesembilan Kesunanan Surakarta itu. “Panjang karpet merah sekitar 2 kilometer. Sampai hari karpet merah sepanjang 2 kilometer belum terpecahkan,” ujarnya.
Raja Pakubuwana X terkesan dengan arsitektur bangunan rumah Gajah Mungkur itu. Raja Pakubuwana X kemudian membangun rumah mirip Gajah Mungkur di Surakarta. “Tapi rumah lebih besar. Dan, berada di jalan utama Kota Solo. Persisnya, di Jalan Slamet Riyadi Solo,”terangnya. Usaha penyamakan kulit semakin besar. Haji Djaelan kemudian mendirikan pabrik rokok di Surakarta.
Kini, sisa masa kejayaan pengusaha pribumi itu bisa dinikmati masyarakat di Kota Santri. Bangunan rumah kuno yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Rumah heritage yang banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun luar negeri. “Untuk bulan ini, menerima 4 kunjungan secara rombongan. Untuk kunjungan perorangan banyak,”katanya.
Setiap ada kunjungan itu, Khoiri juga mengenalkan tentang batik. Puluhan mahasiswa itu pun senang bisa mengenal tentang batik. Apalagi, motif batik karya Khoiri ini semuanya memiliki ciri khas Gresik atau kearifan lokal (local wisdom).
BATIK MAHAKARYA : Akhmad Khoiri ketika menerangkan batik karyanya kepada mahasiswa dari 4 negara ketika mengunjungi Rumah Gajah Mungkur pada Rabu, 30 November 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Misalnya, motif Damarkurung. Damarkurung adalah sebuah karya seni yang dipopularkan oleh almarhumah Mbah Masmundari. Damarkurung, salah satu ikon Gresik. Lalu motif pudak dan jubung. Kedua adalah makanan khas Gresik. Kemudian, motif sisik bandeng. Gresik dikenal salah satu penghasil ikan bandeng terbesar di Jawa Timur.
Puluhan mahasiswa itu, diperbolehkan memakai kain batik Gajah Mungkur. “Kain ini bisa untuk sewek (jarit),”katanya. Halaman rumah Gajah Mungkur bagai peragaan busana. Gajah Mungkur Fashion Week. (yad)
GRESIK,1minute.id – Kapal Katamaran multipurpose segera berlayar. Kapal Fiberglass buatan “keroyokan” mahasiswa jurusan teknik perkapalan UMG, siswa SMK Maskumambang, Dukun dan nelayan itu memasuki tahapan finishing.
Diperkirakan kapal fiberglass memiliki panjang 7 meter, lebar 3 meter yang dibuat di Living Labolatory Maritime Teknik Perkapalan UMG di Dermaga Pesona Pekelingan Jalan R.E.Martadinata, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu rampung akhir September 2022. Ada dua kapal Katamaran Multipurpose yang sedang dikerjakan oleh mereka. Dan, satu kapal perbaikan karena bekas selama 7 tahunan.
Pekerjaan tiga kapal ( dua pembuatan dsn satu perbaikan) dilakukan mulai pagi hingga sore hari. Pada Jumat, 23 September 2022 sekitar pukul 15.00 WIB, wartawan 1minute.id ketika mendatangi tempat pembuatan kapal Katamaran Multipurpose terlihat sejumlah siswa dan pekerjaan anggota Persatuan Penyelam Tradisional Pelestari Kawasan Pantai (Parasandi) Gresik melakukan pengamplasan.
Menghaluskan atau mengamplas dempul yang ada di bagian lambung dan dak kapal. Pekerja itu, diantaranya, Nazrie Rachim, siswa kelas XII SMK Maskumambang, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik itu terlihat semangat. Nazrie tidak sendirian. Siswa jurusan teknik kontruksi kapal baja (TKKB) itu bersama 10 teman lainnya. Sebelas anak itu adalah siswa magang atau praktik kerja lapangan (PKL). Sore itu, mereka didampingi Ketua PKL Abdul Azis.
“Kami sejak awal ikut magang pembuatan kapal ini,”kata Nazrie yang didapuk sebagai juru bicara siswa itu. Banyak pengalaman baru yang bisa didapatkan dalam proses magang ini. “Saya dan teman-teman jurusan TKKB. Disini, kami magang membuat kapal fiberglass. Ini baru kami,”jelas Nazrie. Di tempat magang inu, Nazrie dkk mendapatkan pengetahuan yang tidak didapatkan di bangku sekolah. Yakni, pembuatan kapal fiberglass. “Saya di jurusan kapal Baja. Disini membuat fiberglass. Membuat kapal fiberglass lebih simpel,”katanya.
Pandemi Covid-19 selama 2,5 tahun membuat sejumlah galangan kapal sepi order. Puluhan siswa SMK memasuki program magang atau PKL tidak bisa magang seluruhnya di galangan kapal yang ada di Gresik, Lamongan hingga Madura. Living Labolatory Maritime Teknik Perkapalan UMG menjadi pilihan bagi siswa SMK yang dipimpin oleh Ahmad Yulianto.
Kepala PKL SMK Maskumambang Dukun Abdul Azis mengatakan, program magang pembuatan kapal Katamaran Multipurpose, berbahan fiberglass ini sebuah pengalaman baru. “Pengalaman baru bagi siswa ini, semoga bisa menambah luas pengetahuan,”kata Abdul Aziz pada Jumat, 23 September 2022. Selepas program magang ini, ia berharap siswa bisa menerapkan ilmu yang di sekolah. “Minimal nanti siswa bisa membuat miniatur kapal fiberglass di sekolah,”harapnya.
Living laboratory Maritime UMGini berdiri sejak 18 Juni 2021. Belum genap dua tahun beroperasi. Living laboratory Maritime pertama di Indonesia ini berada di Dermaga Pesona Pekelingan Jalan R.E.Martadinata, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik.
Living Labolatory Maritime sederhana. Tidak ada bangunan gedung atau layaknya sebuah pabrikan. Tempat candradimuka bagi mahasiswa, pelajar dan anggota Parasandi ini atapnya hanya ditutup terpal untuk pelindung dari sengatan sinar matahari.
KAPAL PERTAMA : Kapal Fiberglass buatan Living Labolatory Maritime Teknik Perkapalan UMG di Dermaga Pesona Pekelingan Jalan R.E.Martadinata, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada 7 Juli 2021 ( Foto dok. Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Meski sederhana, Living Labolatory Maritime ini tergolong produktif. Kapal pertama berukuran panjang 7 meter, lebar 2,8 meter. Kapal berbobot 2 grosstonage itu bisa mengangkut berat 4 ton. Bahan sama, fiberglass. Kapal pesanan seorang pengusaha asal Bekasi, Jawa Barat itu kelar pada Sabtu, 7 Juli 2021. Saat itu, peran mahasiswa teknik perkapalan UMG ikut melakukan pengawasan dan pembelajaran secara langsung mekanisme pembuatan kapal berbahan fiberglass itu.
Nah, pembuatan kapal Katamaran Multipurpose, imbuhnya, pekerjaan dilakukan oleh mahasiswa, siswa SMK dan anggota Parasandi Gresik. Artinya, UMG melakukan peningkatan kopetensi dengan mendidik 15 mahasiswa dari jurusan Teknik Kontruksi kapal baja, siswa SMK dan warga sekitar. Dengan memberi materi teori banguanan kapal dan manajemen produksi kapal.
“Dimana efisiensi waktu pengerjaan didapat 1/3 waktu normal dan biaya pengerjaan yang menelan biaya hanya 40 persen dari biaya normal. Jauh dari kebiasaan selama ini yang mencapai 65 hari untuk 1 unit kapal dan biaya hingga Rp 120jt/unit,”jelas Kepala Jurusan Perkapalan Fakultas Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Ali Yusa kepada 1minute.id pada Sabtu, 24 September 2022. (yad)
MELONGOK Keberadaan Living Labolatory Maritime Teknik Perkapalan (Tekpal) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).
SEJUMLAH orang sedang melakukan pembuatan kapal motor. Kapal berbahan fiberglass. Kapal Katamaran multipurpose ini istimewa. Sebab, kapal tersebut digarap secara “keroyokan”. Yakni, mahasiswa jurusan teknik perkapalan (Tekpal) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), siswa SMK Maskumambang di Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik dan anggota Persatuan Penyelam Tradisional Pelestari Kawasan Pantai (Parasandi) Gresik.
Kapal Katamaran Multipurpose itu memiliki panjang 7 meter dan lebar 3 meter. Estimasi pembuatan kapal butuh waktu 20 hari. “Biaya tidak sampai Rp 50 juta,”kata Kepala Jurusan Perkapalan Fakultas Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Ali Yusa kepada 1minute.id pada Kamis, 22 September 2022.
Kapal Katamaran ini adalah kapal kali kedua yang digarap di Living Labolatory Maritime Teknik Perkapalan UMG berlokasi di dekat Dermaga Pesona Pekelingan di Jalan R.E.Martadinata, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu.
Kapal pertama berukuran panjang 7 meter, lebar 2,8 meter. Kapal berbobot 2 grosstonage itu bisa mengangkut berat 4 ton. Bahan sama, fiberglass. Kapal pesanan seorang pengusaha asal Bekasi, Jawa Barat itu kelar pada Sabtu, 7 Juli 2021. Saat itu, kata Yusa, mahasiswa teknik perkapalan UMG ikut melakukan pengawasan dan pembelajaran secara langsung mekanisme pembuatan kapal berbahan fiberglass itu.
KAPAL FIBERGLASS: Kapal berbahan fiberglass pesanan pengusaha asal Bekasi, Jawa Barat yang dikerjakan di Living Labolatory Maritime UMG di Dermaga Pesona Pekelingan Jalan RE.Martadinata , Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Sabtu, 7 Juli 2021 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Nah, pembuatan kapal Katamaran Multipurpose, imbuhnya, pekerjaan dilakukan oleh mahasiswa, siswa SMK dan anggota Parasandi Gresik. Artinya, UMG melakukan peningkatan kompetensi dengan mendidik 15 mahasiswa dari jurusan Teknik Kontruksi kapal baja, siswa SMK dan warga sekitar. Dengan memberi materi teori banguanan kapal dan manajemen produksi kapal.
Kapal memiliki panjang 7 meter, lebar 3 meter. Draft 40 centimeter ini mampu berlayar di perairan dengan kedalaman 40 centimeter dan Kemampuan angkut 15 ton.
“Dimana efisiensi waktu pengerjaan didapat 1/3 waktu normal dan biaya pengerjaan yang menelan biaya hanya 40 persen dari biaya normal. Jauh dari kebiasaan selama ini yang mencapai 65 hari untuk 1 unit kapal dan biaya hingga Rp 120jt/unit,”jelas Yusa.
Selain membuat kapal Katamaran Multipurpose, lanjutnya, mereka melakukan rekonstruksi kapal fiberglass yang sempat tenggelam 7 tahun lalu. Living laboratory Maritime UMG ini berdiri pada 18 Juni 2021. Kini, baru 15 bulan atau memasuki tahun kedua. Lokasi Living Labolatory Maritime sederhana. Tidak ada bangunan gedung atau layaknya pabrikan. Di Living Labolatory Maritime ini, para mahasiswa, siswa dan anggota Parasandi mengerjakan pembuatan kapal fiberglass di lahan terbuka. Dekat bantaran Dermaga Pesona Pekelingan. Atapnya hanya ditutup terpal untuk pelindung dari sengatan sinar matahari.
Living laboratory atau sebuah laboratorium hidup adalah konsep penelitian, yang dapat didefinisikan sebagai ekosistem inovasi terbuka yang berpusat pada pengguna, berulang , sering beroperasi dalam konteks teritorial (misalnya kota, aglomerasi, wilayah atau kampus), mengintegrasikan penelitian bersamaan dan proses inovasi dalam kemitraan publik-swasta-masyarakat. (yad)
GRESIK,1minute.id – Muk Ifa terlihat semringah. Ibu berusia 27 tahun itu bisa mendapatkan air bersih dari Perusahaan Daerah (Perumda) Giri Tirta Gresik menjelang HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selama ini, ibu rumah tangga bermukim di kawasan Dermaga Pesona Pekelingan, Jalan R.E.Martanata, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik ini mendapat air bersih dengan membeli air secara jerigen atau mobil tanki air. “Satu kubiknya Saya beli Rp 40 ribu,”kata Efa pada Selasa, 16 Agustus 2022.
Air itu hanya bisa mencukupi untuk kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK) selama 8 hari. “Karena dirumah hanya saya sama suami,”imbuhya. Dalam sebulan Efa bisa membeli 3 kubik sampai 4 kubik. Untuk keperluan air bersih bila di rata-rata 4 kali per bulan. Efa harus merogoh kocek sebesar Rp 160 ribu.
Kebutuhan air semakin banyak bila dalam satu keluarga terdapat 4 orang atau lebih. Seorang pemilik warung di dekat Dermaga Pesona Pekelingan mengaku rata-rata sebesar Rp 200 ribu perbulan. “Kalau ada air bersih lebih murah ya Saya senang,”kata seorang ibu lainnya.
Kini, Efa dan ratusan warga lainnya Merdeka Air Bersih. Menjelang Hari Kemerdekaan. Ratusan jiwa warga berada di kawasan Dermaga Pekelingan itu bisa mendapatkan air bersih lebih mudah. Tentu lebih murah. Program Air Bersih yang dimotori Living Labolatory Maritime Teknik Perkapalan Universitas Muhammadiyah sudah diresmikan pada Selasa, 16 Agustus 2022.
ANTUSIAS WARGA: Sejumlah ibu-ibu tinggal di kawasan Dermaga Pekelingan menikmati program Air Bersih. (Foto atas) Direktur Teknik Perumda Giri Tirta Gresik Agung Sutono membuka kran air dari tando menandai program Air Bersih digagas oleh UMG pada Selasa, 16 Agustus 2022 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Program Air Bersih itu bisa terwujud hasil kolaborasi sejumlah perguruan tinggi dan instansi lainnya. Antara lain, Perumda Giri Tirta Gresik, PT Pelindo Gresik, Keluarga Besar Keluarga Universitas Airlangga (Kalingga), Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Gresik, Kelurahan Pekelingan serta komunitas setempat.
Peresmian Program Air Bersih dilakukan oleh Asisten III Setkab Gresik Choirul Anam. Tampak hadir Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Giri Tirta Gresik Agung Sutono.
Dosen Teknik Perkapalan Universitas Muhammadiyah Gresik Ali Yusa mengatakan, pihaknya bersama elemen lain menggagas program air bersih untuk warga karena selama ini mereka belum menikmati air bersih secara layak. “Mereka selama berpuluh tahun harus membeli air tangki,”ujar Yusa pada Selasa, 16 Agustus 2022.
Ia berharap program Air Bersih ini bisa menjadi pengungkit perekonomian warga setempat. “Air bersih pembangkit ekonomi. Ini salah satu implementasi program Nawa Karsa,”kata Yusa yang juga penanggungjawab Living Labolatory Maritime di Dermaga Pesona Pekelingan ini.
Untuk tahap awal, pihaknya, masih menyediakan satu tandon dengan ukuran 5 ribu liter. Berdasarkan hasil analisis, warga sekitar yang membutuhkan berjumlah 500 jiwa. Kebutuhan air setiap orang sekitar 16 liter/hari atau sekitar 8 ribu liter perhari. “Untuk hari pertama ini, karena memeriahkan Hari Kemerdekaan air kami bagikan gratis,”tegasnya.
Asisten III Setkab Gresik Choirul Anam mengapresiasi program Air Bersih ini.”Orientasi untuk melayani warga,”kata mantan Kepala Dinas Perikanan Gresik itu. Hal senada diungkapkan perwakilan dari PT Pelindo Gresik. (yad)