GRESIK,1minute.id – Puasa Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi memasuki sepuluh hari terakhir. Waktu yang paling istimewa bagi umat muslim, karena terdapat malam yang mulia, yaitu Lailatur Qodar. Malam seribu bulan.
Bagi Azzam Hesham, puasa Ramadan tahun ini berbeda. Pemuda asal Yaman, satu dari 19 mahasiswa luar negeri yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Mahasiswa Teknik Industri semester II ini untuk kali pertama menjalankan ibadah puasa di Gresik yang dikenal dengan julukan Kota Santri.
“Awalnya memang sedih karena berpuasa tidak bersama keluarga. Tapi, setelah menjalani ibadah disini terasa sangat nyaman,” ujar Azzam ditemui di Kampus UMG Jalan Sumatera, Gresik Kota Baru (GKB) pada Senin, 9 Maret 2026. Azzam bersama dua sahabatnya, yakni Abdul Rahman Isiya asal Nigiria dan Hozifa Ismail Ali Adam asal Sudan. Mereka didampingi oleh Moh Agung Surianto, Direktur Humas, Protokol dan Kerjasama Nasional UMG.
Bagi Azzam, berpuasa di Gresik, Indonesia hampir sama dengan di Yaman, rerata 14 jam per hari. Durasi puasa Ramadan di Yaman, salah satu yang terpendek di kawasan Timur Tengah. Cuaca juga nyaris sama berkisar antara 15 sampai 40 derajat celcius. “Badal tarawih juga sama banyak orang baca Alquran (tadarus). Ini yang membuat Saya nyaman,” katanya.
Ia menceritakan, tiga tahun terakhir ini pemerintah Yaman tidak lagi menerapkan libur sekolah selama Ramadan. “Sama juga disini (Indonesia) selama Ramadan tetap kuliah,” katanya sambil tersenyum.
Abdul Rahman Isiya asal Nigiria mengaku merasa nyaman belajar di UMG ini. Bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi Akuntansi semester II ini, puasa Ramadan 2026 adalah pengalaman pertamanya. Ia mengaku tidak merasa kendala. Termasuk menu Sahur. Rahman mengatakan, bisa belajar di Indonesia sangat menyenangkan.
“Di negeri kami, Indonesia itu sangat terkenal, apalagi kalau musim haji banyak kita temui jamaah asal Indonesia. Saya suka belajar di kampus ini karena silaturahmi dan persaudaraan yang ditunjukkan warga di sini sangat. Ini saya lihat kalau ketemu, baik di masjid atau di tempat lain,” ujar pemuda penggemar olah rada basket ini.
Mimpi besar Rahman saat ini, adalah bisa mengabdikan keilmuannya yang diraih di Indonesia untuk negerinya. Rahman setelah meraih gelar sarjana Ekonomi dari UMG berkeinginan melanjut studi magister hingga doktoralnya di Indonesia. “Saya ingin menjadi dosen di negara Saya,” katanya. Untuk meraih mimpi itu, Rahman, Azzam maupun Hozifa Ismail Ali Adam berfokus untuk belajar. “Belum punya berpikiran untuk berpacaran,” ujar mereka.
(Searah jarum jam) Abdul Rahman Isiya asal Nigiria ; Azzam Hesham (Yaman) , Hozifa Ismail Ali Adam (Nigeria), Direktur Humas, Protokol dan kerjasama nasional UMG Moh Agung Surianto, dan Rektor UMG Prof Khoirul Anwar berdialog bersama 3 dari 19 luar negeri yang kuliah di UMG pada Senin, 9 Maret 2026 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Sementara itu, Rektor UMG Prof Khoirul Anwar menegaskan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) memberikan ruang seluas-luasnya kepada mahasiswa asal luar negeri untuk menempuh pendidikan di UMG ini.
Kesempatan ini terutama diberikan kepada mahasiswa asal kawasan Timur Tengah dan Afrika yang banyak didera konflik atau perang saudara, sehingga membuat para kawula mudanya mendambakan suasan yang tenang dan nyaman untuk belajar.
“Di negara asalnya, umumnya terjadi konflik sesama warga negara atau perang saudara, sehingga para kawula muda yang masih ingin menempuh Pendidikan tinggi, memilih Indonesia sebagai tempat belajar, termasuk di UMG ini. Untuk itu, kami membuka ruang seluas-luasnya bagi mereka yang ingin meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi,” ungkap Prof Khoirul Anwar pada Senin, 9 Maret 2026.
Didampingi Dr Moh. Agung Surianto, Direktur Humas, Protokol, dan Kerja Sama Nasional UMG, Prof Khoirul mengatakan, kampus yang dipimpinnya menjadi salah satu pilihan bagi mahasiswa asing sejak lima tahun terakhir. Tahun ini, sebanyak 19 mahasiswa asing kini mempah pendidikan tinggi di UMG.
Merka di antaranya berasal dari, Yaman, Pakistan, Sudan, Nigeria, Komoro, juga Thailand. “Kami juga memberikan kesempatan kepada adik-adik di Palestina untuk belajar di kampus ini dengan skema beasiswa. Ini bagian dari aspek kemanusiaan yang kami kembangkan,” tambah Prof Khoirul.
Sementara Agung menambahkan, banyaknya mahasiswa asal luar negeri ini menguatkan stigma, bahwa UMG tidak saja menjadi kampus pilihan bagi mahasiswa dalam negeri dari berbagai daerah. Lebih dari itu, UMG mendapat kepercayaan dari warga dunia.
“Kami terus kembangkan dan membuka ruang bagi adik-adik calon mahasiswa di luar negeri untuk belajar di kampus ini,” ujar Agung. (*)
GRESIK,1minute.id – Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menyelenggarakan wisuda ke-47 Tahun Akademik 2024/2025 di Graha Kartini Gresik pada Kamis, 2 Oktober 2025.
Sebanyak 574 sarjana. Perguruan tinggi berada di Jalan Sumatra, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) yang menguatkan jati diri sebagai kampus Unggul, Mandiri, dan Entrepreneur Islami.
Wakil Rektor I UMG Assoc. Prof. Dr. Slamet Asari menyampaikan, terdapat 574 mahasiswa yang dinyatakan lulus pada Tahun Akademik 2024/2025. Mereka yang terdiri atas 564 lulusan dari program Diploma III, Sarjana, dan Pascasarjana, serta 10 lulusan dari program Profesi Kesehatan. Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Rektor UMG Nomor 215/CAP/II.UMG/R/A/2025 yang ditetapkan di Gresik pada tanggal 21 Agustus 2025.
Sementara dalam prosesi wisuda ke-47, Rektor UMG Prof Dr Khoirul Anwar menegaskan kembali visi utama UMG yang berfokus pada tiga pilar, yaitu Unggul, Mandiri, dan Entrepreneur Islami.
“Unggul tidak hanya diukur dari prestasi akademik, melainkan juga karakter, integritas, serta keberanian berpikir. Mandiri berarti kemampuan civitas akademika dalam menciptakan peluang dengan jati diri kuat. Sementara menjadi jiwa usaha yang beretika, memfokuskan pada kontribusi sosial, serta mengintegrasikan nilai-nilai Kemuhammadiyahan, seperti kejujuran, keadilan, keberanian, dan semangat problem solver yang inovatif,” tandas Prof Khoirul.
Dikatakan, UMG saat ini memasuki fase rujukan nasional (2022–2026) sebagai bagian dari Rencana Induk Pengembangan (RIP) 2010–2030, dengan target menuju peradaban global (2026–2030) melalui publikasi internasional, program double degree, serta jejaring global. Kemajuan signifikan UMG dibangun pada tiga pilar utama, yakni pendidikan, tata kelola, dan kewirausahaan.
Ia menambahkan, prestasi dan inovasi UMG mulai dari bidang pendidikan dengan mengimplementasi realistic education plus dengan capaian 80% pengembangan kurikulum dari 33 prodi. Lalu, didukung komitmen riset yang kuat, terbukti dengan dipertahankannya Klaster Utama Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM), memenangkan hibah besar, dan menghasilkan inovasi nyata, berupa pengajuan pelepasan 70 varietas unggul tebu.
Pada pilar tata kelola, jelasnya, UMG berupaya menuju Good University Governance dengan peningkatan SDM, yang diperkuat dengan 51 dari 223 dosen bergelar S3, dan 115 besertifikasi profesional. Selain itu, UMG berhasil melakukan penjaminan mutu sesuai standar internasional ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018.
Dalam bidang kewirausahaan Islami, eksistensi UMG dibuktikan dengan prestasi dosen dan mahasiswa dalam riset industri, serta ajang wirausaha nasional. Berkembangnya UMG termasuk dalam penerimaan 17 mahasiswa asing dari berbagai negara, seperti Komoro, Pakistan, Thailand, Sudan, Yaman, Nigeria, dan Kamboja.
“Rencana besar menuju akreditasi internasional Quacquarelli Symonds (QS) dan Times Higher Education (THE), pembangunan Fakultas Kedokteran Gigi, serta fasilitas modern baru,” jelas Prof Khoirul.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Dr Hidayatullah, menyampaikan dukungan penuh agar UMG meraih akreditasi ‘Unggul’. Ia berpesan kepada para wisudawan agar mendarmabaktikan ilmu yang diperoleh di kampus untuk bangsa, baik melalui karier, kewirausahaan, melanjutkan studi, maupun kehidupan pribadi.
Sementara itu, Prof Lincolin Arsyad, PhD, Dewan Pakar Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dalam orasi ilmiahnya menekankan pentingnya peningkatan kualitas modal insani (human capital) Indonesia. Menurutnya, kecerdasan akademik harus diimbangi dengan akhlak dan moral mulia.
Dalam wisuda kali ini, UMG memberikan penghargaan kepada 20 wisudawan terbaik. Salah satunya adalah Vina Mar’atus Sholihah, SBns, lulusan Prodi Kewirausahaan yang berhasil meraih IPK 3,98. Ia menjadi wisudawan terbaik akademik berkat dukungan beasiswa KIP UMG.
Selain itu, Restu Kinanti Alif Rahmawati, SAk, dari Prodi Akuntansi juga menorehkan prestasi di bidang olah raga. Ia meraih Juara 2 dan 3 pada ajang Banyuwangi Championship Nasional, serta Juara 3 Seni Beregu Putri Satria Yudha Championship. (yad)
GRESIK,1minute.id – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui program Pendampingan Literasi dan Numerasi berbasis Pembelajaran Mendalam bagi sekolah menengah di Kabupaten Gresik.
Program ini berlangsung dari Agustus hingga November 2025 dan menyasar beberapa sekolah dengan capaian literasi dan numerasi yang masih perlu ditingkatkan, sekaligus memperkuat kompetensi guru dan membangun budaya belajar yang inovatif.
Kegiatan pendampingan dilakukan oleh tim pengabdi yang terdiri dari Dekan FKIP UMG Dr. Nur Fauziyah, Wakil Rektor I UMG Dr. Slamet Asari dan Ketua Prodi S2 Pendidikan Bahasa Inggris Dr. Nirwanto Ma’ruf dibantu dua mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika, Achmad Syauqi Al Munawwir dan Muhammad Muchlisin.
Tim ini membimbing guru-guru dari sekolah sasaran melalui workshop, pelatihan, dan implementasi lesson study secara bertahap. Guru dibimbing menyusun modul ajar yang menguatkan literasi dan numerasi, mengaitkan materi pembelajaran dengan pengalaman nyata siswa, serta memanfaatkan sumber belajar yang beragam.
Selain itu, program ini juga mendorong kolaborasi antara sekolah, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), dan perguruan tinggi, sehingga tercipta jejaring pembelajaran yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, guru tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis tentang literasi, numerasi, dan pembelajaran mendalam, tetapi juga praktik langsung dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang bermakna dan kontekstual. Pelaksanaan lesson study memberikan kesempatan bagi guru untuk melakukan refleksi bersama, berbagi pengalaman, serta memperbaiki strategi pembelajaran secara kolaboratif.
Dr. Nur Fauziyah menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran mendalam bagi siswa. “Pendekatan ini mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan reflektif. Guru juga dibimbing untuk menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, relevan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa,” ujarnya.
Selain meningkatkan kompetensi guru, program ini membangun komunitas belajar yang solid. Guru terbiasa merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran secara kolegial, sehingga praktik berbagi pengalaman dan praktik baik dapat terus berlangsung bahkan setelah program selesai.
Program ini juga menegaskan peran penting perguruan tinggi dalam mendukung pendidikan dasar dan menengah secara praktis. Melalui pendampingan berkelanjutan, FKIP UMG membantu sekolah mengembangkan strategi penguatan literasi dan numerasi yang efektif, sekaligus membentuk budaya kolaboratif di kalangan guru dan staf sekolah.
FKIP UMG berharap model pendampingan ini dapat direplikasi di sekolah menengah lain, baik di Gresik maupun wilayah lain di Indonesia. Dengan penguatan kapasitas guru, pengembangan komunitas belajar, dan kolaborasi berkelanjutan, kualitas pendidikan di Kabupaten Gresik diharapkan meningkat,. (yad)
GRESIK,1minute.id – Ribuan Industri beroperasi di Kabupaten Gresik sehingga mendapatkan julukan sebagai Gresik Kota Industri. Bagaimana kesehatan mental dan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan dunia kerja.
Pada Rabu, 9 Juli 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bekerja sama dengan Jawa Pos menggelar Health Festival 2025 di Aula Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif.
Festival kesehatan ini menyoroti isu kesehatan mental serta kesiapan generasi muda menghadapi tantangan dunia kerja. Berbagai kegiatan digelar, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, layanan konseling psikologis, talkshow kesehatan, hingga edukasi gizi. Peserta diajak memahami bahwa kesehatan merupakan fondasi utama bagi produktivitas dan kesejahteraan jangka panjang.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menekankan pentingnya membekali generasi muda dengan ketangguhan fisik dan mental. “Anak-anak muda Gresik harus sehat jasmani dan rohani. Selain upgrade ilmu, mereka juga harus kuat secara mental dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Melalui Health Festival ini, kita bangun budaya hidup sehat dan mental yang tangguh sejak dini,” tegas dokter Alif, sapaan Asluchul Alif.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah, menambahkan bahwa aspek kesehatan mental menjadi perhatian penting dalam festival ini. “Kami hadirkan layanan cek kesehatan fisik dan mental sebagai bentuk kepedulian kami kepada adik-adik agar siap menghadapi tantangan dunia kerja,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelentrehkan hasil analisis Dinas Kesehatan Gresik terkait kondisi kesehatan remaja di tahun 2024. “Tercatat 25 persen remaja putri mengalami anemia, 2,7 persen remaja mengalami obesitas, 0,3 persen remaja usia 15–18 tahun mengalami hipertensi, dan 0,6 persen dirujuk untuk konsultasi kesehatan jiwa. Data ini menunjukkan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk dilakukan,” kata dokter Khusnah.
Talkshow kesehatan pada acara kali ini menghadirkan tiga narasumber, di antaranya, Dosen Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Gresik Idha Rahayuningsih ; Sekretaris Apindo Gresik bidang PUU dan Advokasi Ngadi, dan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Gresik dr. Anik Lutfiyah.
Selain edukasi, festival ini memberi ruang bagi pelajar dan mahasiswa untuk memahami pentingnya occupational health, manajemen stres, serta menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari. Health Festival 2025, Pemkab Gresik berharap generasi muda makin peduli terhadap pentingnya menjaga kesehatan, karena kesehatan adalah bekal utama untuk menjadi pribadi yang kuat dan siap menghadapi masa depan. (yad)
GRESIK,1minute.id – Sebanyak sebelas mahasiswa berasal dari empat negara mengunjungi Kampung Kemasan dan Rumah Gajah Mungkur pada Rabu, 30 November 2022. Mereka mahasiswa dari Indonesia, Sudan, Thailand dan Vietnam. Kunjungan itu bertajuk “Short Indonesian Culture and Language Program for Foreign Speakers” Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).
Sekitar pukul 10.30 WIB rombongan mahasiswa berasal dari empat negara itu tiba di rumah Gajah Mungkur yang berada di Jalan Nyai Ageng Arem-arem, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/ Kabupaten Gresik itu.
Rombongan disambut oleh Akhmad Khoiri, anak Hj. Nur Rahmah, keturunan keempat pasangan almarhum Haji Djaelan dengan almarhumah Hj Romlah. Pemilik rumah Gajah Mungkur. Khoiri menemui puluhan mahasiswa itu di lantai dasar rumah itu. Lantai dasar rumah yang juga digunakan sebagai ruang pamer atau galeri batik karya Akhmad Khoiri itu.
Dihadapan mahasiswa, Khoiri, menjelaskan sejarah tentang rumah Gajah Mungkur dibangun pada 1898 itu. Ia mengatakan rumah Gajah Mungkur dibangun oleh kakek buyut, almarhum Haji Djaelan. Ia pengusaha pribumi yang berbisnis penyamakan kulit. Bisnis berkembang pesat. Sehingga, Haji Djaelan dan keluarga bisa membangun sejumlah rumah mewah yang memiliki arsitektur campuran Kolonial, Tionghoa dan Jawa. Selain rumah Gajah Mungkur juga sejumlah rumah di Kampung Kemasan.
JAJAL BATIK : Mahasiswa dari 4 negara mencoba memakai batik ketika mengunjungi Rumah Gajah Mungkur pada Rabu, 30 November 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)
“Dan sampai hari ini, seluruh bangunan masih terawat baik,”terang Khoiri yang dialih bahasa oleh seorang penerjemah dari UMG. Pada Ahad, 2 Oktober 1927, Raja Kesunanan Surakarta, Pakubuwana X mengunjungi rumah Gajah Mungkur. Penyambutan sangat mewah.
Sebuah karpet merah di beber mulai rumah Gajah Mungkur hingga Masjid Jamik Gresik di Alun-alun Gresik untuk menyambut Susuhunan kesembilan Kesunanan Surakarta itu. “Panjang karpet merah sekitar 2 kilometer. Sampai hari karpet merah sepanjang 2 kilometer belum terpecahkan,” ujarnya.
Raja Pakubuwana X terkesan dengan arsitektur bangunan rumah Gajah Mungkur itu. Raja Pakubuwana X kemudian membangun rumah mirip Gajah Mungkur di Surakarta. “Tapi rumah lebih besar. Dan, berada di jalan utama Kota Solo. Persisnya, di Jalan Slamet Riyadi Solo,”terangnya. Usaha penyamakan kulit semakin besar. Haji Djaelan kemudian mendirikan pabrik rokok di Surakarta.
Kini, sisa masa kejayaan pengusaha pribumi itu bisa dinikmati masyarakat di Kota Santri. Bangunan rumah kuno yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Rumah heritage yang banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun luar negeri. “Untuk bulan ini, menerima 4 kunjungan secara rombongan. Untuk kunjungan perorangan banyak,”katanya.
Setiap ada kunjungan itu, Khoiri juga mengenalkan tentang batik. Puluhan mahasiswa itu pun senang bisa mengenal tentang batik. Apalagi, motif batik karya Khoiri ini semuanya memiliki ciri khas Gresik atau kearifan lokal (local wisdom).
BATIK MAHAKARYA : Akhmad Khoiri ketika menerangkan batik karyanya kepada mahasiswa dari 4 negara ketika mengunjungi Rumah Gajah Mungkur pada Rabu, 30 November 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Misalnya, motif Damarkurung. Damarkurung adalah sebuah karya seni yang dipopularkan oleh almarhumah Mbah Masmundari. Damarkurung, salah satu ikon Gresik. Lalu motif pudak dan jubung. Kedua adalah makanan khas Gresik. Kemudian, motif sisik bandeng. Gresik dikenal salah satu penghasil ikan bandeng terbesar di Jawa Timur.
Puluhan mahasiswa itu, diperbolehkan memakai kain batik Gajah Mungkur. “Kain ini bisa untuk sewek (jarit),”katanya. Halaman rumah Gajah Mungkur bagai peragaan busana. Gajah Mungkur Fashion Week. (yad)
GRESIK,1minute.id – Kapal Katamaran multipurpose segera berlayar. Kapal Fiberglass buatan “keroyokan” mahasiswa jurusan teknik perkapalan UMG, siswa SMK Maskumambang, Dukun dan nelayan itu memasuki tahapan finishing.
Diperkirakan kapal fiberglass memiliki panjang 7 meter, lebar 3 meter yang dibuat di Living Labolatory Maritime Teknik Perkapalan UMG di Dermaga Pesona Pekelingan Jalan R.E.Martadinata, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu rampung akhir September 2022. Ada dua kapal Katamaran Multipurpose yang sedang dikerjakan oleh mereka. Dan, satu kapal perbaikan karena bekas selama 7 tahunan.
Pekerjaan tiga kapal ( dua pembuatan dsn satu perbaikan) dilakukan mulai pagi hingga sore hari. Pada Jumat, 23 September 2022 sekitar pukul 15.00 WIB, wartawan 1minute.id ketika mendatangi tempat pembuatan kapal Katamaran Multipurpose terlihat sejumlah siswa dan pekerjaan anggota Persatuan Penyelam Tradisional Pelestari Kawasan Pantai (Parasandi) Gresik melakukan pengamplasan.
Menghaluskan atau mengamplas dempul yang ada di bagian lambung dan dak kapal. Pekerja itu, diantaranya, Nazrie Rachim, siswa kelas XII SMK Maskumambang, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik itu terlihat semangat. Nazrie tidak sendirian. Siswa jurusan teknik kontruksi kapal baja (TKKB) itu bersama 10 teman lainnya. Sebelas anak itu adalah siswa magang atau praktik kerja lapangan (PKL). Sore itu, mereka didampingi Ketua PKL Abdul Azis.
“Kami sejak awal ikut magang pembuatan kapal ini,”kata Nazrie yang didapuk sebagai juru bicara siswa itu. Banyak pengalaman baru yang bisa didapatkan dalam proses magang ini. “Saya dan teman-teman jurusan TKKB. Disini, kami magang membuat kapal fiberglass. Ini baru kami,”jelas Nazrie. Di tempat magang inu, Nazrie dkk mendapatkan pengetahuan yang tidak didapatkan di bangku sekolah. Yakni, pembuatan kapal fiberglass. “Saya di jurusan kapal Baja. Disini membuat fiberglass. Membuat kapal fiberglass lebih simpel,”katanya.
Pandemi Covid-19 selama 2,5 tahun membuat sejumlah galangan kapal sepi order. Puluhan siswa SMK memasuki program magang atau PKL tidak bisa magang seluruhnya di galangan kapal yang ada di Gresik, Lamongan hingga Madura. Living Labolatory Maritime Teknik Perkapalan UMG menjadi pilihan bagi siswa SMK yang dipimpin oleh Ahmad Yulianto.
Kepala PKL SMK Maskumambang Dukun Abdul Azis mengatakan, program magang pembuatan kapal Katamaran Multipurpose, berbahan fiberglass ini sebuah pengalaman baru. “Pengalaman baru bagi siswa ini, semoga bisa menambah luas pengetahuan,”kata Abdul Aziz pada Jumat, 23 September 2022. Selepas program magang ini, ia berharap siswa bisa menerapkan ilmu yang di sekolah. “Minimal nanti siswa bisa membuat miniatur kapal fiberglass di sekolah,”harapnya.
Living laboratory Maritime UMGini berdiri sejak 18 Juni 2021. Belum genap dua tahun beroperasi. Living laboratory Maritime pertama di Indonesia ini berada di Dermaga Pesona Pekelingan Jalan R.E.Martadinata, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik.
Living Labolatory Maritime sederhana. Tidak ada bangunan gedung atau layaknya sebuah pabrikan. Tempat candradimuka bagi mahasiswa, pelajar dan anggota Parasandi ini atapnya hanya ditutup terpal untuk pelindung dari sengatan sinar matahari.
KAPAL PERTAMA : Kapal Fiberglass buatan Living Labolatory Maritime Teknik Perkapalan UMG di Dermaga Pesona Pekelingan Jalan R.E.Martadinata, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada 7 Juli 2021 ( Foto dok. Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Meski sederhana, Living Labolatory Maritime ini tergolong produktif. Kapal pertama berukuran panjang 7 meter, lebar 2,8 meter. Kapal berbobot 2 grosstonage itu bisa mengangkut berat 4 ton. Bahan sama, fiberglass. Kapal pesanan seorang pengusaha asal Bekasi, Jawa Barat itu kelar pada Sabtu, 7 Juli 2021. Saat itu, peran mahasiswa teknik perkapalan UMG ikut melakukan pengawasan dan pembelajaran secara langsung mekanisme pembuatan kapal berbahan fiberglass itu.
Nah, pembuatan kapal Katamaran Multipurpose, imbuhnya, pekerjaan dilakukan oleh mahasiswa, siswa SMK dan anggota Parasandi Gresik. Artinya, UMG melakukan peningkatan kopetensi dengan mendidik 15 mahasiswa dari jurusan Teknik Kontruksi kapal baja, siswa SMK dan warga sekitar. Dengan memberi materi teori banguanan kapal dan manajemen produksi kapal.
“Dimana efisiensi waktu pengerjaan didapat 1/3 waktu normal dan biaya pengerjaan yang menelan biaya hanya 40 persen dari biaya normal. Jauh dari kebiasaan selama ini yang mencapai 65 hari untuk 1 unit kapal dan biaya hingga Rp 120jt/unit,”jelas Kepala Jurusan Perkapalan Fakultas Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Ali Yusa kepada 1minute.id pada Sabtu, 24 September 2022. (yad)
MELONGOK Keberadaan Living Labolatory Maritime Teknik Perkapalan (Tekpal) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).
SEJUMLAH orang sedang melakukan pembuatan kapal motor. Kapal berbahan fiberglass. Kapal Katamaran multipurpose ini istimewa. Sebab, kapal tersebut digarap secara “keroyokan”. Yakni, mahasiswa jurusan teknik perkapalan (Tekpal) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), siswa SMK Maskumambang di Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik dan anggota Persatuan Penyelam Tradisional Pelestari Kawasan Pantai (Parasandi) Gresik.
Kapal Katamaran Multipurpose itu memiliki panjang 7 meter dan lebar 3 meter. Estimasi pembuatan kapal butuh waktu 20 hari. “Biaya tidak sampai Rp 50 juta,”kata Kepala Jurusan Perkapalan Fakultas Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Ali Yusa kepada 1minute.id pada Kamis, 22 September 2022.
Kapal Katamaran ini adalah kapal kali kedua yang digarap di Living Labolatory Maritime Teknik Perkapalan UMG berlokasi di dekat Dermaga Pesona Pekelingan di Jalan R.E.Martadinata, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu.
Kapal pertama berukuran panjang 7 meter, lebar 2,8 meter. Kapal berbobot 2 grosstonage itu bisa mengangkut berat 4 ton. Bahan sama, fiberglass. Kapal pesanan seorang pengusaha asal Bekasi, Jawa Barat itu kelar pada Sabtu, 7 Juli 2021. Saat itu, kata Yusa, mahasiswa teknik perkapalan UMG ikut melakukan pengawasan dan pembelajaran secara langsung mekanisme pembuatan kapal berbahan fiberglass itu.
KAPAL FIBERGLASS: Kapal berbahan fiberglass pesanan pengusaha asal Bekasi, Jawa Barat yang dikerjakan di Living Labolatory Maritime UMG di Dermaga Pesona Pekelingan Jalan RE.Martadinata , Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Sabtu, 7 Juli 2021 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Nah, pembuatan kapal Katamaran Multipurpose, imbuhnya, pekerjaan dilakukan oleh mahasiswa, siswa SMK dan anggota Parasandi Gresik. Artinya, UMG melakukan peningkatan kompetensi dengan mendidik 15 mahasiswa dari jurusan Teknik Kontruksi kapal baja, siswa SMK dan warga sekitar. Dengan memberi materi teori banguanan kapal dan manajemen produksi kapal.
Kapal memiliki panjang 7 meter, lebar 3 meter. Draft 40 centimeter ini mampu berlayar di perairan dengan kedalaman 40 centimeter dan Kemampuan angkut 15 ton.
“Dimana efisiensi waktu pengerjaan didapat 1/3 waktu normal dan biaya pengerjaan yang menelan biaya hanya 40 persen dari biaya normal. Jauh dari kebiasaan selama ini yang mencapai 65 hari untuk 1 unit kapal dan biaya hingga Rp 120jt/unit,”jelas Yusa.
Selain membuat kapal Katamaran Multipurpose, lanjutnya, mereka melakukan rekonstruksi kapal fiberglass yang sempat tenggelam 7 tahun lalu. Living laboratory Maritime UMG ini berdiri pada 18 Juni 2021. Kini, baru 15 bulan atau memasuki tahun kedua. Lokasi Living Labolatory Maritime sederhana. Tidak ada bangunan gedung atau layaknya pabrikan. Di Living Labolatory Maritime ini, para mahasiswa, siswa dan anggota Parasandi mengerjakan pembuatan kapal fiberglass di lahan terbuka. Dekat bantaran Dermaga Pesona Pekelingan. Atapnya hanya ditutup terpal untuk pelindung dari sengatan sinar matahari.
Living laboratory atau sebuah laboratorium hidup adalah konsep penelitian, yang dapat didefinisikan sebagai ekosistem inovasi terbuka yang berpusat pada pengguna, berulang , sering beroperasi dalam konteks teritorial (misalnya kota, aglomerasi, wilayah atau kampus), mengintegrasikan penelitian bersamaan dan proses inovasi dalam kemitraan publik-swasta-masyarakat. (yad)
GRESIK,1minute.id – Muk Ifa terlihat semringah. Ibu berusia 27 tahun itu bisa mendapatkan air bersih dari Perusahaan Daerah (Perumda) Giri Tirta Gresik menjelang HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selama ini, ibu rumah tangga bermukim di kawasan Dermaga Pesona Pekelingan, Jalan R.E.Martanata, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik ini mendapat air bersih dengan membeli air secara jerigen atau mobil tanki air. “Satu kubiknya Saya beli Rp 40 ribu,”kata Efa pada Selasa, 16 Agustus 2022.
Air itu hanya bisa mencukupi untuk kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK) selama 8 hari. “Karena dirumah hanya saya sama suami,”imbuhya. Dalam sebulan Efa bisa membeli 3 kubik sampai 4 kubik. Untuk keperluan air bersih bila di rata-rata 4 kali per bulan. Efa harus merogoh kocek sebesar Rp 160 ribu.
Kebutuhan air semakin banyak bila dalam satu keluarga terdapat 4 orang atau lebih. Seorang pemilik warung di dekat Dermaga Pesona Pekelingan mengaku rata-rata sebesar Rp 200 ribu perbulan. “Kalau ada air bersih lebih murah ya Saya senang,”kata seorang ibu lainnya.
Kini, Efa dan ratusan warga lainnya Merdeka Air Bersih. Menjelang Hari Kemerdekaan. Ratusan jiwa warga berada di kawasan Dermaga Pekelingan itu bisa mendapatkan air bersih lebih mudah. Tentu lebih murah. Program Air Bersih yang dimotori Living Labolatory Maritime Teknik Perkapalan Universitas Muhammadiyah sudah diresmikan pada Selasa, 16 Agustus 2022.
ANTUSIAS WARGA: Sejumlah ibu-ibu tinggal di kawasan Dermaga Pekelingan menikmati program Air Bersih. (Foto atas) Direktur Teknik Perumda Giri Tirta Gresik Agung Sutono membuka kran air dari tando menandai program Air Bersih digagas oleh UMG pada Selasa, 16 Agustus 2022 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Program Air Bersih itu bisa terwujud hasil kolaborasi sejumlah perguruan tinggi dan instansi lainnya. Antara lain, Perumda Giri Tirta Gresik, PT Pelindo Gresik, Keluarga Besar Keluarga Universitas Airlangga (Kalingga), Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Gresik, Kelurahan Pekelingan serta komunitas setempat.
Peresmian Program Air Bersih dilakukan oleh Asisten III Setkab Gresik Choirul Anam. Tampak hadir Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Giri Tirta Gresik Agung Sutono.
Dosen Teknik Perkapalan Universitas Muhammadiyah Gresik Ali Yusa mengatakan, pihaknya bersama elemen lain menggagas program air bersih untuk warga karena selama ini mereka belum menikmati air bersih secara layak. “Mereka selama berpuluh tahun harus membeli air tangki,”ujar Yusa pada Selasa, 16 Agustus 2022.
Ia berharap program Air Bersih ini bisa menjadi pengungkit perekonomian warga setempat. “Air bersih pembangkit ekonomi. Ini salah satu implementasi program Nawa Karsa,”kata Yusa yang juga penanggungjawab Living Labolatory Maritime di Dermaga Pesona Pekelingan ini.
Untuk tahap awal, pihaknya, masih menyediakan satu tandon dengan ukuran 5 ribu liter. Berdasarkan hasil analisis, warga sekitar yang membutuhkan berjumlah 500 jiwa. Kebutuhan air setiap orang sekitar 16 liter/hari atau sekitar 8 ribu liter perhari. “Untuk hari pertama ini, karena memeriahkan Hari Kemerdekaan air kami bagikan gratis,”tegasnya.
Asisten III Setkab Gresik Choirul Anam mengapresiasi program Air Bersih ini.”Orientasi untuk melayani warga,”kata mantan Kepala Dinas Perikanan Gresik itu. Hal senada diungkapkan perwakilan dari PT Pelindo Gresik. (yad)
GRESIK,1minute.id – Muhammad Amanatullah lahir dengan tubuh pendek. Namun, pemuda difabel kelahiran 4 Mei 1993 itu tidak pernah berhenti memberikan manfaat untuk masyarakat. Ia pemuda multitalenta. Mengajar ngaji bagi anak-anak di tempat pendidikan Alquran (TPQ) di kampungnya di Jalan RA Kartini Gang XVI Nomor 21, Kelurahan Sidomoro, Kecamatan Kebomas, Gresik.
Melukis dan sesekali tampil sebagai motivator secara hybrid maupun dalam jaringan (daring). Aam, panggilan akrabnya, pernah tampil sebagai motivator di sejumlah perguruan tinggi di Jawa Timur. Antara lain, di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Brawijaya (UB) Malang dan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), tempat Aam kuliah di Fakultas Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Ditemani sepeda roda tiga buatan orang tuanya, Aam tampil percaya diri. Sepeda tanpa mesin. Roda sepeda bergerak dengan dorongan dua kaki Aam yang pendek itu. “Kali terakhir Saya tampil sebagai motivator melalui zoom bersama dengan kumpulan mahasiswa Nusantara,”kata Aam dikonfirmasi 1minute.id melalui selulernya pada Selasa, 21 Februari 2022. Mahasiswa dari berbagai daerah, mulai Papua, Makasar, Bali dan Jawa.
The Best Motivator : Muhammad Amanatullah ketika dinobatkan sebagai The Best Motivator 2022 di Yudisium XL FKIP Universitas Muhammadiyah Gresik pada Jumat, 18 Februari 2022 ( Foto : Aam for 1minute.id)
Keterbasatan fisik tidak membuat alumnus SMP Negeri 4 Gresik itu terhenti memberikan manfaat bagi orang lain. Apalagi, Aam , pemuda multitalenta. Ia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki kebanyakan orang lainnya.
Aam, memiliki keahlian melukis. Ia melukis dengan kakinya sejak sekolah dasar. Pada 2016, Aam tergabung di dalam perkumpulan seni lukis kaki dan mulut bermarkas di Eropa. Namanya, AMFPA ( Association of Mouth and Foot Painting Artists). “Saya satu-satunya pelukis asal Gresik yang tergabung di AMFPA,”kata Aam.
Ditengah kesibukan itu, Aam tetap bisa menyelesaikan studinya di Jurusan PGSD di UMG. Pada Jumat, 18 Februari 2022 ia menjalani Yudisium di salah satu hotel di Gresik Kota Baru (GKB). Di Yudisium XL Fakultas Ilmu FKIP Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMG, Aam meraih salah satu kategori terbaik. Yakni, The Best Motivator 2022. “Rencana wisuda pada 25 Maret nanti,”ujarnya.
Meraih gelar sarjana menjadi impian Aam selepas lulus di SMA Semen Gresik. Namun, kondisi keuangan keluarga membuat ia menunda meraih mimpinya itu. Ia tidak menyerah. Aam terus berkarya serta mengajar melukis anak-anak berkebutuhan khusus diprakarsai oleh Perkumpulan Pemerhati Anak Berkebutuhan khusus (PPABK) di Kampus UMG. “Alhamdulillah, ada dua orang donatur yang membiayai saya sampai lulus kuliah ini,”,ungkapan dengan mengucap rasa syukur berulangkali.
Kini, Aam berusaha mewujudkan mimpinya memiliki galeri seni lukis. “Masih belum teralisasi. Lukisan belum banyak juga. Di rumah juga tidak ada tempat ,”katanya. (yad)
“Idealnya Jawa Timur memiliki empat sampai lima unit kapal rumah sakit terapung”
Ali Yusa
MODA transportasi paling unik menurut saya adalah kapal. Siapa penemu kapal. Saya menggunakan lima medin pencari di Internet, tidak menemukan hasil memuaskan. Moda transportasi kapal memang hidup bersama masyarakat sebuah moda tranportasi yang tumbuh dari kebutuhan manusia berpindah tempat.
Dari sungai hingga samudra. Dan, moda transportasi sanggup bertahan terhadap bencana yang sangat besar di zaman es. Nabi Nuh AS sekitar 3650 sebelum masehi (SM) telah memperkenalkan teknologi kapal yang sangat komplek jauh melebihi masa teknologi saat itu. Bahkan untuk direalisasikan saat ini akan sulit dilaksanakan. Bagaimana kapal tersebut mengangkut manusia, seluruh spesies hewan darat, hingga bahan bahan kebutuhan hidup selama berada di atas kapal yang di perkiraan berdasar kitab suci sekitar 150-200 hari.
Perjalanan yang panjang jika dilakukan di zaman milenial ini. Karena itu, saya berpendapat bahwa desain kapal diciptakan kali pertama bukan oleh manusia, namun teknologi yang diturunkan oleh tuhan melalui utusanya di bumi yaitu Nuh. Karena keunikan ini maka menempatkan kapal sebagai moda tranportasi saja sangatlah tidak bijak, karena kapal juga berfungsi sebagai infrasturktur juga sebagai sarana kita bisa melihat laut sebagai alur/jalan yang diberikan oleh tuhan kepada manusia tanpa harus membangun jalan raya/tol untuk membantu/mempermudah perjalanan.
Bangsa ini telah melupakan bahwa lautan justru mempermudah kita melakukan perpindahan orang secara masal, barang dan aktifitas apapun di muka bumi. Karenanya kita menemukan jenis- jenis kapal berdasar fungsinya. Ada kapal pesiar, kapal kargo, kapal pengangkut gas cair di sebut kapal LNG , kapal selam, hingga kapal yang di gunakan sebagai pusat layanan kesehatan yang di sebut kapal rumah sakit (rumah sakit terapung).
KRS GHANDA NUSANTARA: Fasilitas pelayanan di kapal rumah sakit Ghanda Nusantara milik Pemprov Jatim (Foto : Ali Yusa)
Rumah Sakit Terapung Pemprov Jatim Menurut WHO (World Health Organization), rumah sakit adalah bagian integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan paripurna (komprehensif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pencegahan penyakit (preventif) kepada masyarakat.
Rumah sakit juga merupakan pusat pelatihan bagi tenaga kesehatan dan pusat penelitian medik. Jika merujuk undang-undang no. 44/ 2009 tentang rumah sakit, yang dimaksudkan dengan rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.
Keberadaan rumah sakit merupakan salah satu faktor utama dari tercapainya pembangunan kesehatan di Indonesia. WHO mendefinisikan kesehatan sebagai sebuah kondisi dimana kesejahteraan fisik, mental dan sosial, dan bukan sekedar bebas penyakit dan kelemahan fisik. Dalam prakteknya, pengukuran tingkat kesehatan yang digunakan tingkat harapan hidup. Ukuran ini merupakan salah satu dari tiga komponen dalam penghitungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Sehingga keberadaan rumah sakit atau layanan kesehatan di daerah terpencil mutlak dibutuhkan. Diantaranya, Jawa Timur yang memiliki luas lautan lebih luas dari pada daratan dan memiliki lebih dari 431 pulau. Pemprov Jatim membutuhkan layanan kesehatan yang memadai untuk seluruh masyrakatnya yang tersebar di pulau-pulau tersebut.
Terjadinya pandemi Covid-19 menunjukan betapa rentanya ketahanan kondisi fasilitas layanan kesehatan kita. Akan tetapi, kondisi geografis ini sebenarnya sangat menguntungkan bagi provinsi Jawa Timur dalam melaksanakan layanan kesehatan karena keberadaan laut yang bisa menjadi penghubung percepatan layanan kesehatan di Jawa Timur. Asalkan kita memandang wilayah Jawa Timur tidak terbatas pada daratannya dan pada center of gravity yang ada.
Dimana kapal digunakan sebagai HUB yang menghubungkan kebutuhan sarana kesehatan di kawasan kepulauan. Dan ini merupakan pengembangan dari keberadaan puskesmas air yang dikembangkan kali pertama di sungai-sungai di Kalimantan, pedalaman Papua dan kawasan kepulauan di Maluku. Keberadaan kapal rumah sakit ini akan menjadi solusi instan dalam pembangunan fasilitas kesehatan di daerah pesisir dan kepulauan.
Terjaminnya kebutuhan kesehatan masyarakat dan merupakan bagian dari efisiensi dan percepatan dalam membangun fasilitas kesehatan masyrakat dalam upaya meningkatkan IPM di Jawa Timur. Kita bisa membayangkan keberadaan kapal ini ketika memberi layanan di kepulauan Masa Lembu dan Masa Kambing, Pulau Madura yang tidak memiliki layanan kesehatan rumah sakit tipe atau puskesmas tipe A. Keberadaan kapal rumah sakit ini akan sangat membantu masyarakat.
Dan jika kita tidak memandang ruang maka kapal ini bisa juga membantu melakukan percepatan layanan kesehatan. Semua pasien warga kepulauan bisa dilayani di kapal. Pasien tidak perlu dibawa ke rumah sakit di Surabaya yang butuh waktu dua kali lebih lama ketimbang kapal ini menuju Makasar. Atau masyarakat di kepulauan Kangean, Madura yang membutuhkan dua moda transportasi untuk menuju Surabaya dalam upaya memperoleh layanan kesehatan yang memadai.
Kapal rumah sakit ini dapat menjadi solusi begitu juga masyarakat Gili Mandangin akan lebih terjamin layanan kesehatanya karena memiliki pilihan yang beragam apakah menuju Sampan atau menuju Probolinggo untuk memperoleh layanan kesehatan apa bila di kapal rumah sakit sudah tidak mampu lagi menangani kondisi permaslaahan kesehatanya.
Pemprov Jawa Timur saat ini telah memiliki dua unit kapal rumah sakit. Kapal itu dapat dari hibah dari Kementrian Perhubungan. Pada 19 Maret 2021 Gubernur Jawa Timur juga sudah memerintahkan percepatan penggunaan kapal rumah sakit ini sebagai bagian dari pusat layanan kesehatan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat Jawa Timur.
Menurut saya idealnya Jawa Timur memiliki empat sampai lima unit kapal rumah sakit terapung. Dan kekurangan kebutuhan tersebut di dapat dari jumlah penduduk yang akan dilayani kapal tersebut dan berdasar pada alur perjalanan kapal. Kondisi ini mirip dengan layanan kapal selam Indonesia yang hanya 2 buah untuk meng-cover wilayah Indonesia yang panjang luasanya sepanjang Benua merika. Belum lagi tugas yang diemban rumah sakit terapung ini tidak hanya menjadi rumah sakit tapi juga memiliki tugas tambahan sebagai moda transportasi.
Dua unit kapal Rumah Sakit yang berada di Jawa Timur saat ini adalah kapal Ghanda Nusantara 01 dan Ghanda Nusantara 02 telah diresmikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Kamis,15 Agustus 2019 lalu. Namun baru diserah terimakan pada 19 Maret 2021. Dan baru awal Agutus 2021 kapal ini baru selesai docking untuk dapat segera di operasikan pada awal Oktober 2021 ini.
Ghanda Nusantara 01 dan dan Ghanda Nusantara 02 keberadaan kedua kapal ini sudah barang tentu akan menjadikan beberapa masalah yang menjadi beban di masyarakat kepulauan akan terselesaikan, masalah logistik, angkutan manusia, dan masalah kesehatan Pengaturan Jadwal KRS. Dalam pengoperasian kapal rumah sakit ini diperlukan sampel berdasar kondisi operasional yang ada saat ini sebagai permodelannya. Sehingga efektifitas dan efisiensi operasional kapal dapat tercapai. Sebagai sampel perhitungan dapat mengunakan data dari salah satu perusahaan pelayaran dalam kurun waktu 1 tahun atau lebih.
Penggunaan sampel berbasis kapal kargo, perintis/ pelayaran rakyat jauh akan lebih baik digunakan sebagai sampel di banding kapal penumpang. Meskipun kapal rumah sakit ini lebih berfungsi juga sebagai kapal penumpang dibanding kapal kargo. Tapi jika melihat kebutuhan layanan kesehatan yang dilakukan maka bersandar lebih lama di dermaga seperti yang dilakukan kapal kargo perintis/pelayaran rakyat akan menjadi pemodelan yang lebih tepat.
Selain itu pertumbuhan ekonomi dianggap konstan, dan tidak ada kasus yang di luar kebiasaan (sebagai contoh pandemi) serta menggunakan konsep pelayaran linier tidak dilakukan perhitungan proyeksi muatan dan penjadwalan kapal dari rute yang sudah dipilih, dan dilakukan sampai tahapan menentukan rute yang optimum tentu akan memperolehmendapatkan biaya transportasi minimum / maksimum profit.
Shipping Cost Biaya Kapital, Biaya Operasi, Biaya Pelayaran dan Biaya Bongkar/Muat. Dengan batasan yang diberikan dalam analisa optimasi ini adalah : • Total waktu perjalanan dalam melayani rute terpilih kurang dari sama dengan hari efektif selama setahun, • Rute yang dipilih harus memiliki konsep roundtrip ( cth : Perjalanan dari pelabuhan A, harus berakhir di pelabuhan A juga), • Distribusi muatan dalam kurun waktu 1 tahun kurang dari sama dengan jumlah permintaan yang ada dalam kurun waktu yang sama.
Maka Kondisi aktual perusahaan peluang untuk meningkatkan profitabilitas (baca: efiensiensi dan efektifitas) dari jaringan rute yang ada maka pengoperasian kapal rumah sakit ini tidak hanya merupakan pemberiaan layanan kesehatan kepada masyarakat namun juga sangat berpotensi memberikan kontribusi kepada PAD provinsi atau memperoleh pendapat non pajak yang bisa digunakan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan layanan pada kapal rumah sakit ini.
Meningkatnya jumlah trip, juga tidak selalu akan mempengaruhi peningkatan profit (baca: efiensiensi dan efektifitas) yang di peroleh oleh kapal rumah sakit sehingga optimal profit diperoleh tidak berdasarkan pada banyaknya pelabuhan yang dilayani kapal tersebut, melainkan diperoleh dengan berdasarkan pada tingkat penggunaan hari efektif dan jarak tempuh antar pelabuhan.
Perencanaan yang matang dengan model optimasi yang valid, dapat meningkatkan peluang kebermanfaatan dalam pelayanan kesehatan dan logistik dari pemanfaatan kapal rumah sakit ini dibanding pengoperasian rumah sakit di darat di tambah pengoperasian kapal argo/perintis/pelayaran rakyat pada kondisi pasar yang sama.
Dan melihat gugus pulau yang ada di Jawa Timur yaitu gugus Pulau Kangean, gugus Pulau Masa Lembu, gugus Pulau Selat Madura, dan gugus Pulau Kalianget. Maka Jawa Timur setidak memerlukan 5 unit kapal Rumah Sakit, dan setidaknya bisa dioperasikan sebelum 2025 sebagai bagian dari upaya meningkatkan IPM Jawa Timur melalui bidang kesehatan dan menurunkan disparitas harga di wilayah Jawa Timur. (*)
(Penulis : Yusa Ali, Kepala Prodi Teknik Perkapalan Universitas Muhammadiyah Gresik)