Bayi Lahir, Pulang Bawa Akta Kelahiran, BPS Mencatat ada 20.946 Bayi Lahir

GRESIK,1minute.id – Satu lagi terobosan anyar pelayanan publik, program 99 hari kerja pasangan Bupati-Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah terealisasi pada Senin, 22 Maret 2021.

Program pelayanan publik di bidang administrasi kependudukan itu bertajuk “Lahir Pulang Bawa Akte”.

Pemkab Gresik memberikan pelayanan dan kemudahan kepada masyarakat untuk memperoleh akta kelahiran bagi orang tua yang baru melahirkan di 32 puskesmas atau 21 rumah sakit di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Sebelum resmi dilaksanakan, 21 rumah sakit dan 32 puskesmas tersebut melakukan penandatanganan MoU dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) serta Dinas Kesehatan Gresik di ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Penandatanganan MoU tersebut disaksikan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Wabup Gresik Aminatun Habibah mengatakan pemerintah fokus memperbaiki dan menpercepatan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah berusaha terus hadir dan dekat kepada masyarakat dalam memberikan pelayanan publik.

“Program ini memberikan kemudahan dalam mengurus akta kelahiran. Masyarakat tak perlu lagi khawatir dan repot dalam mengurus akta anaknya. Ibu baru melahirkan, ketika pulang sudah bisa bawa pulang akta kelahiran buah hatinya,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah.

Bu Min berharap kepada orang tua yang akan melahirkan sudah mempersiapkan nama calon bayinya. Sehingga dalam prosesnya tidak terlalu memakan waktu lama untuk mencetak akta kelahiran buah hatinya. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Gresik pada 2019 tercatat 20.946 bayi lahir. Bila di rata-rata ada 1.746 bayi lahir per bulan. (*)

Bayi Lahir, Pulang Bawa Akta Kelahiran, BPS Mencatat ada 20.946 Bayi Lahir Selengkapnya

Wabup Gresik Serahkan SK P3K kepada 227 Tenaga Honorer K-2

GRESIK,1minute.id – Penantian panjang ratusan tenaga honorer berbuah manis. Mereka akhirnya diangkat sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (P3K) Pemkab Gresik pada Senin, 22 Maret 2021.

Pengangkatan 227 pegawai itu langsung disambut salat Dhuha dan sujud syukur berjamaah di halaman Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik. Ratusan pegawai baru itu, hasil seleksi pada 2019. Mereka adalah hononer yang ketegori K-2. 

Rinciannya, tenaga pendidik 167 orang , tenaga kesehatan 26 orang dan penyuluh pertanian 34 orang. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gresik, ratusan orang itu tercatat sebagai tenaga honorer sejak 1 Januari 2005. 

Artinya, minimal masa kerja per 1 Januari 2021 lalu, adalah 16 tahun. Bila di rata-rata terutama tenaga pendidik bergelar sarjana strata-1 usia mereka kini berkepala tiga. 

Penyerahan surat keputusan (SK) P3K diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah disaksikan para kepala organisasi peringkat daerah. Sebelum, penyerahan SK P3K itu, Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah menyerahkan secara simbolis santunan kepada anak yatim.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang membacakan sambutan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan selamat kepada para P3K tersebut. “Tentunya Anda sudah sangat menunggu momen seperti ini selama bertahun-tahun. Alhamdulillah kali ini sudah tiba saatnya anda menerima SK P3K. Saya mengajak anda untuk selalu bersyukur kepada Allah,  semuanya dari Allah SWT,”ujar Bu Min mengingatkan.

SUJUD SYUKUR : Ratusan tenaga hononer K-2 melakukan sujud syukur ketika menerima SK P3K di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 22 Maret 2021 ( foto : humas Pemkab Gresik for 1minute.id)

Bu Min mengajak kepada para P3K ini untuk bekerja melayani masyarakat lebih baik dan profesional. Mereka diminta untuk kreatif dan selalu berinovasi untuk kesejahteraan masyarakat.

“Yang dari Pendidik, jadilah guru dan pendidik yang baik. Untuk yang tenaga kesehatan, saya ingatkan bahwa di masa pandemi ini anda merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan. Dan, untuk Penyuluh pertanian, anda bertanggung jawa terhadap kesejahteraan para petani dan swasembada pangan masyarakat,”ujar Bu Min mantap.

Kepala BKD Gresik Nadlif kepada Kepala Bagian Humas dan Protokol Reza Pahlevi menambahkan SK P3K kali ini merupakan formasi tahap I pada 2019. Jumlahnya 227 orang dengan formasi yakni Guru 167 orang, Tenaga Kesehatan 26 orang dan penyuluh pertanian 34 orang.

“Mereka semuanya sudah mengabdi sejak lama dan puluhan tahun, bahkan yang tertua yaitu Ir. Suwiji berumur 56 tahun. Dia adalah penyuluh pertanian. Jadi kotrak kerjanya hanya 2 tahun,”kata Reza Pahlevi. (*)

Wabup Gresik Serahkan SK P3K kepada 227 Tenaga Honorer K-2 Selengkapnya

Gresik Menuju Mentor PUG, Kementerian PPPA Verifikasi APE Virtual

GRESIK,1minute.id – Pandemi corona membuat verifikasi lapangan penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pada Jumat,19 Maret 2021.

Verifikasi dihadiri Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini dan Kepala KBPP Gresik dr Adi Yumanto.

Verifikasi ini untuk melihat lebih dalam tentang data dan informasi terkait gender berdasarkan pengisian formulir evaluasi. Sehingga tim memperoleh data lebih lengkap, komprehensif dan objektif sebagai bahan penyusunan Index Persamaan Gender 2021. Selain itu, sebagai dasar pertimbangan dalam menominasikan calon penerima Anugerah Parahita Ekapraya (APE).

Menurut Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, dirinya menyambut baik pelaksanaan verifikasi  perkembangan kemajuan pelaksanaan pengarustamaan gender (PUG) di Gresik. Mulai bidang pembangunan terkait dengan pemberdayaan perempuan dan juga perlindungan anak.

Ia mengatakan, bersama dengan jajaran Pemkab Gresik, berkomitmen melakukan berbagai perbaikan khususnya berbasis PUG. “Salah satu yang menjadi perhatian kami adalah terkait dengan program Sekoper (Sekolah Perempuan, Red). Program tersebut akan terus kami laksanakan demi terciptanya pengarusutamaan gender dan kesetaraan hak perempuan dalam berbagai sektor,”ujarnya.

Bu Min-begitu sapaan akrab-Aminatun Habibah, Sekolah Perempuan adalah salah satu upaya untuk meningkatkan wawasan pendidikan bagi kaum perempuan. Dengan mengimplementasikan berbagai pelatihan untuk kaum perempuan. 

Sekoper ini mampu menjadikan spirit tersendiri bagi kaum perempuan untuk memperoleh kesetaraan hak di mata masyarakat. selain itu, kita mencoba untuk melibatkan kaum perempuan dalam proses pembangunan bersama pemerintah Kabupaten Gresik.

“Alhamdulillah dengan hadirnya inovasi sekolah perempuan ini tentu kita selangkah lebih maju dalam menjamin kesetaraan hak kaum perempuan. Melalui sekolah perempuan ini pula, diharapkan taraf hidup dan perekonomian khususnya kaum perempuan dapat meningkat,” imbuh Bu Min.

Gresik menyabet APE sejak 2016. Predikatnya terus meningkat berawal dari Madya. Pada 2018, Gresik meraih gelar Utama. Untuk 2020 ini, Pemkab Gresik menargetkan gelar Mentor. “Bila gelar APE Mentor bisa diraih, Gresik kian responsif terhadap gender,”katanya. 

Ketua TP-PKK Gresik Nurul Haromaini setali tiga uang, bahwa pihaknya berusaha dalam membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Salah satu inovasi yang menjadi perhatian khusus bagi Ketua TP-PK Gresik adalah hadirnya Rumah Curhat. 

“Melalui rumah curhat, pihaknya terus berkomitmen dalam memberikan dorongan dan motivasi bagi kaum perempuan sehingga memiliki motivasi yang kuat dalam berdaya saing,”kata istri Fandi Akhmad Yani ini. 

Sementara, Kepala Dinas KBPPA dr. Adi Yumanto menjelaskan, APE merupakan pernghargaan yang diberikan Kementerian kepada pemerintah daerah yang dinilai telah berkomitmen dalam pencapaian dan perwujudan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

 “APE ini juga merupakan bentuk pengakuan atas komitmen Pemkab Gresik bersama jajaran terkait dalam upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam strategi pengarusutamaan gender,”katanya. (*)

Gresik Menuju Mentor PUG, Kementerian PPPA Verifikasi APE Virtual Selengkapnya

Kendalikan Kehamilan, Wabup Gresik Luncurkan Program KB MKJP Gratis

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah meminta warga agar mengatur dan mengendalikan jarak kehamilan sehingga turut menyukseskan program pengendalian laju pertumbuhan penduduk.

Hal itu diungkapkan Wabup Aminatun saat melaunching Program KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) 2021 di Kampung KB Budi Luhur Desa Kramat, Kecamatan Bungah, Gresik pada Rabu, 17 Maret 2021.

“Dalam penerapannya, program KB mendorong masyarakat untuk menggunakan alat kontrasepsi guna mencegah atau menunda kehamilan hingga saat yang tepat,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah.

Kebijakan pelaksanaan program keluarga berencana ini, tambahnya, meningkatkan kualitas pelayanan KB untuk masyarakat,  mengendalikan kelahiran, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan KB serta jaminan ketersediaan kontrasepsi. 

Untuk itulah saat ini kita selenggarakan pelayanan kontrasepsi keluarga berencana gratis. Dipilihnya metode kontrasepsi jangka panjang pada pelayanan ini karena metode kontrasepsi jangka panjang merupakan metode kontrasepsi dengan tingkat keefektifan yang tinggi.

“Program KB MKJP merupakan program skala nasional yang memiliki banyak manfaat dan bermuara pada terbentuknya keluarga yang berkualitas dan masyarakat yang sehat, mencegah terjadinya pernikahan di usia dini,” ungkapnya.

Bu Min menambahkan kontrasepsi yang tepat juga akan menekan angka kematian ibu dan bayi akibat hamil di usia yang terlalu muda atau terlalu tua, atau akibat penyakit sistem reproduksi.

“Serta menekan jumlah penduduk serta menyeimbangkan jumlah kebutuhan dengan jumlah penduduk. Untuk itu menjadi kewajiban kita bersama untuk mensukseskan program tersebut,”tegasnya.

Ia melanjutkan, program KB MKJP ini juga sangat tepat dilakukan khususnya di saat pandemi. Mengingat, implementasi program tersebut dilakukan sekali pemasangan dan dapat bertahan selama 3 tahun.

MKJP merupakan jenis kontrasepsi yang sekali pemasangannya dapat bertahan selama 3 tahun sampai seumur hidup, sehingga sangat tepat dilakukan khususnya di saat pandemi, karena akseptor tidak perlu ke faskes berkali-kali untuk pelayanan KB. 

Metode KB MKJP ini meliputi IUD (alat kontrasepsi dalam rahim), implant atau susuk, serta medis operasi wanita (MOW) dan medis operasi pria (MOP). 

Adapun pelayanan MKJP yang dilayani saat ini di Desa Kramat adalah IUD (alat kontrasepsi dalam rahim) dan implant atau susuk. Sedangkan untuk pelayanan MOW/MOP akan dilakukan di sarana kesehatan. Yakni,  RSUD Ibnu Sina Gresik dan RS swasta yang melayani sesuai prosedur yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Dinas KBPPA Gresik dr. Adi Yumanto mengatakan tujuan kegiatan ini sebagai penanda dimulainya pelayanan KB MKJP gratis di Kabupaten Gresik.

“Kegiatan ini sebagai upaya untuk pengendalian laju pertumbuhan penduduk,  dan meningkatkan kualitas pelayanan KB untuk masyarakat guna mengendalikan kelahiran, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan KB serta jaminan ketersediaan kontrasepsi,”ujar Adi Yumanto. (*)

Kendalikan Kehamilan, Wabup Gresik Luncurkan Program KB MKJP Gratis Selengkapnya

Tiga Menteri Panen Raya, Mentan SYL Sarankan Olah Hasil Panen agar Harga Jual Kompetitif

GRESIK,1minute.id- Tiga menteri kabinet Indonesia Maju melakukan panen raya padi di Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik pada Jumat, 12 Maret 2021.

Tiga menteri itu adalah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Menteri BUMN Erick Thohir. Mereka secara simbolis memamen padi dengan menggunakan mesin panen padi alias traktor dampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Bahkan, Mentan SYL mengoperatori traktor sendiri didampingi Mendag Muhammad Lutfi dan Wabup Gresik Aminantun Habibah. Sedanhkan, Menteri BUMN Erick Thohir dan Gubernur Jatim Khofifah menumpang traktor lainnya.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, luas area lahan pertanian di Gresik mencapain37.941,4 hektar. Sedangkan, luas tegalan 23.763,2 hektar. “Hasil panen rata-rata di Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan gabah kering panen 6,6 ton per hektar,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah.

Pada kesempatan itu, Bu Min mengeluarkan uneg-uneg terkait alokasi pupuk subsidi bagi petani Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. “Alokasi pupuk subsidi selama ini hanya mencover 37 persen kebutuhan petani,”ujar Bu Min.

Dia berharap Menteri Pertanian SYL menambah alokasi pupuk subsidi mengingat pabrik penghasil pupuk, PT Petrokimia Gresik berlokasi di Gresik. Selain persoalan pupuk bersubsidi, Wakil Bupati yang berpasangan dengan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani juga menyentil harga jeruk nipis yang kian anjlok di pasaran.

Gresik memiliki potensi penghasil jeruk nipis sebanyak 600 ton. Jeruk nipis itu sudah disertikasi sebagai varietas unggul. “Saat ini Pak, harga jeruk nipis sangat murah, yaitu Rp 600 per kilogram. Mohon bantuan solusi dari Pak Menteri untuk hal ini,”kata Bu Min.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, di era modern ini meminta kepada petani untuk menjual gabah secara gelondongan alias tanpa proses. Mengelola pertanian harus dimulai dari hulu. Kemudian, pascapanennya.

“Makin sedikit kerugian atau kehilangan makin bagus, oleh karena itu cara cara terampil dan mekanisasi menjadi pilihan kita untuk hari ini dan esok,”kata Mentan SYL. 

Dia menambahkan, proses berikutnya adalah proses kemasan dan mengolahnya. Kemudian sesudah itu marketplace-nya. “Sepanjang ini bisa mampu dikoperasikan dengan baik, maka hasilnya juga pasti akan tinggi,”sambungnya.

Mentan SYL juga mengingatkan untuk mulai memikirkan mengenai persediaan air “Musim ini agak ekstrim, persediaan air harus bisa dipikirkan mulai dari sekarang,”katanya. (*)

Tiga Menteri Panen Raya, Mentan SYL Sarankan Olah Hasil Panen agar Harga Jual Kompetitif Selengkapnya

Giliran Vaksin untuk Guru, PTM Diperkirakan Juli Nanti


GRESIK,1minute.id – Vaksinasi 1.110 guru berjalan lancar. Vaksin Sinovac untuk tenaga pendidik dan guru ini dipusatkan di UPT SMP Negeri 13 Ujungpangkah pada Rabu, 10 Maret 2021.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar dan Kasdim 0817 Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi memantau langsung vaksinasi untuk guru PAUD, TK, SMP Negeri dan Swasta ini. Akselerasi program vaksin ini sebagai persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Santri-sebutan lain-Pemkab Gresik.

Sebelum divaksin, para guru menjalani sekrining kesehatan. Pemeriksaan tekanan darah dan suhu badan serta riwayat kesehatan.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, vaksinasi kali ini menyasar para guru dan tenaga pendidik. Targetnya, ke depan agar pembelajaran tatap muka bisa segera dilaksanakan.

“Siang hari ini, ini tadi telah kita launching. Hari ini secara bergantian 1.110 di Kecamatan Ujungpangkah sudah tervaksin semua,”kata Wabup Gresik Aminatun Habibah pada Rabu. 10 Maret 2021.

Guru dan tenaga pendidik, imbuh Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah, menjadi profesi yang rentan terhadap penularan virus corona. Karena itu, guru harus diprioritaskan sehingga saat belajar tatap muka sudah bebas Covid.

“Supaya ketemu anak-anak sudah sehat dan bebas dari Covid. Ini kan guru dan tenaga pendidik harus aman dulu,”tambah dia.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Mahin menambahkan jika di Gresik ada 45 ribu guru dan tenaga pendidik mulai jenjang PAUD, TK, SD maupun SMP negeri maupun swasta seluruhnya akan divaksin.

Mahin menyatakan, pihaknya menargetkan pembelajaran tatap muka bisa dilakukan pada Juli 2021. Untuk tahap pertama akan dilakukan simulasi di sejumlah sekolah.

“Kita pastikan sebelum adanya belajar tatap muka dimulai sudah divaksin semua. Nanti secara bergiliran, akan dilakukan secara bertahap. Total seluruh guru ada 45 ribu guru dan tenaga pendidik,” tambahnya. (*)

Giliran Vaksin untuk Guru, PTM Diperkirakan Juli Nanti Selengkapnya

Bupati dan Wabup Sepakat Tolak Pengadaan Mobdin Baru, Masih Banyak Warga Terdampak Covid

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah  sepakat menolak pengadaan mobil dinas baru.  Pagebluk coronavirus disease 2019 belum berakhir sehingga pengadaan mobil dinas bupati dan wakil bupati tidak diperlukan. 

Masih banyak masyarakat Gresik yang terdampak pandemi Covid-19. Ditambah lagi, angka pengangguran dan kemiskinan di Gresik masih tinggi. 

Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Aminatun Habibah memilih memakai mobil Toyota Innova kelir putih untuk menghadiri serah terima jabatan (sertijab) Bupati  yang dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung DPRD Gresik pada Sabtu, 6 Maret 2021.

“Kami berdua sudah sepakat untuk menolak mobil dinas baru. Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini sangat menghemat anggaran kita,” kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani di halaman kantor DPRD Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan mobil dinas yang lama ketika menghadiri Sertijab Bupati yang dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung DPRD Gresik pada Sabtu, 6 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Sejak dilantik Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi di Kota Surabaya pada Jumat, 26 Februari 2021 lalu, Gus Yani masih menggunakan mobil dinas lama yang digunakan mantan Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, yaitu Toyota Fortuner rakitan 2016 itu.

Begitu juga dengan Aminatun Habibah yang menggunakan bekas mobil dinas mantan Wabup Gresik Moh Qosim. Kondisi mobil dinas lama yang digunakan selama masa pemerintahan Sambari – Qosim itu adalah mobil dinas Toyota Fortuner Vrz Tetradrive warna putih itu masih layak dipakai.

Kondisi mobil masih prima, perawatan servis rutin dan belum ada kerusakaan yang berarti sehingga tidak terlalu penting baginya untuk pengadaan mobil dinas baru.

Sikap Gus Yani dan Bu Min yang menolak mobil dinas baru itu, menghemat anggaran sebesar Rp 1,4 miliar untuk pembelian mobil dinas baru. Dengan rincian, satu mobil dinas baru Toyota New Fortuner Vrz 4×4 2.4 SRZ A/T DSL terbaru dengan harga sekitar Rp 700 jutaan untuk Bupati dan Wakil Bupati. “Pakai ini saja, efisiensi anggaran,” tutupnya. (*)

Bupati dan Wabup Sepakat Tolak Pengadaan Mobdin Baru, Masih Banyak Warga Terdampak Covid Selengkapnya

1.200 Imam Masjid Divaksin Ibadah Ramadan semakin Khusyuk

Gresik Letkol inf Taufik Ismail, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq memantau vaksinasi imam masjid di Kecamatan Manyar di kantor Bupati Gresik pada Sabtu, 6 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Ribuan ulama dan imam masjid melakukan vaksinasi Covid-19 di kantor Bupati Gresik pada Sabtu, 6 Maret 2021. Vaksinasi dilakukan untuk memberikan perasaan nyaman dan aman bagi jamaah dalam beribadah di bulan suci, Ramadan nanti. 

Vaksinasi ulama dan imam masjid ini dikabarkan kali pertama di Indonesia ini hasil kalaborasi Pemkab Gresik bersama Kodim 0817 Gresik dan Polres Gresik ini dicanangkan oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.

Ulama dan imam masjid terlihat antusias untuk mengikuti vaksinasi ini. Dr Abdul Kholiq, diantaranya. Imam dan khatib salat Jumat di masjid Agung Maulana Malik Ibrahim di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik mendapakan vaksin buatan Sinovac itu.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan vaksinasi untuk ulama dan imam masjid se-Gresik sebagai ikhtiar memutus persebaran wabah berawal dari Wuhan, Tiongkok itu. Ulama, imam dan mabrot masjid menjadi prioritas karena mereka banyak bersentuhan langsung dengan jamaah. “Apalagi, saat ini menjelang bulan suci Ramadan,”kata Bu Min-panggilan akrab-Aminatun Habibah. Bu Min didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Syaifuddin Ghozali.

Vaksinasi yang dipusatkan di Kantor Bupati Gresik untuk ulama dan imam masjid berasal dari empat kecamatan yakni Gresik, Kebomas, Manyar , Cerme dan Duduksampeyan. Untuk ulama dan imam masjid di luar empat kecamatan dilakukan di puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan di kecamatan masing-masing. Kabupaten Gresik memiliki 18 kecamatan. 

“Saya pastikan, untuk vaksinasi ulama dan imam masjid ini selain disini (Kantor Bupati) juga digelar serentak di puskesmas dan fasyankes di seluruh Gresik,”kata Kadinkes Syaifudin Ghozali.

Vaksinasi ini dihadiri oleh Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Gresik Markus serta Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq dan Ketua Dewan Masjid Indonesia Zainal Abidin.

Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq mengapresiasi program vaksinasi untuk ulama, imam masjid dan marbot ini. Sebab, vaksinasi sebagai ikhtiar menjaga kesehatan. “Apalagi menjelang bulan suci Ramadan, ulama dan imam akan semakin banyak beraktivitas bertemu dengan umat atau jamaah,”kata Kiai Mansoer Shodiq didampingi Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Gresik Zainal Abidin 

Vaksin coronavirus disease 2019 ini, tambahnya, diharapkan jamaah mendapatkan ketenangan dalam beribadah. “Karena imamnya sehat telah mendapatkan vaksin mudah-mudahan pelaksanaan Ramadan bisa semakin khusyuk,”harap Kiai Mansoer Shodiq. 

Selain vaksinasi 1.200 ulama, imam dan marbot ini, Pemkab Gresik mencanangkan seribu vaksinator dan memberikan penghargaan kepada 200 fasilitas pelayan kesehatan (fasyankes). Penghargaan itu diserahkan simbolis oleh wakil bupati Gresik Aminatun Habibah. (*)

1.200 Imam Masjid Divaksin Ibadah Ramadan semakin Khusyuk Selengkapnya

Gairahkan Perekonomian, 738 Pedagang Suntik Vaksin Sinovac

GRESIK,1munute.id – Pemkab Gresik menggeber vaksinasi Covid-19. Setelah tenaga kesehatan, pelayan publik, TNI, dan Polri. Hari ini, Jumat, 5 Maret 2021, vaksin buatan Sinovac disuntikkan untuk pedagang Pasar Baru Gresik dan Pasar Petiken, Kecamatan Driyorejo, Gresik.

Sebanyak 738 vaksin untuk para pedagang di dua pasar tradisional itu. Rinciannya, pedagang Pasar Baru Gresik (PBG) di Jalan Gubernur Suryo, Gresik sebanyak 538 pedagang. Sedangkan Pasar Petiken, Driyorejo 200 pedagang. 

Di Pasar Petiken, Driyorejo pencanangan dilakukan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Sedangkan, di PBG pencanangan dilakukann Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, vaksinasi untuk pedagang pasar dilakukan karena mereka ini berinteraksi langsung dengan masyarakat (pembeli).

“Para pedagang masuk kategori rentan. Vaksinasinasi upaya pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah.
Selain itu, vaksinasi bagi pedagang pasar ini juga memberikan perasaan aman dan nyaman bagi masyarakat yang sedang berbelanja. 

VAKSIN : Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Sekretaris Dinkes Gresik dr Mukhibatul Husna dan Wakil Ketua Pengadila Negeri Gresik Ida Ayu Sri Andriyanthi Astuti Widja memantau vaksinasi Covid-19 untuk pedagang Pasar Baru Gresik pada Jumat, 5 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Diharapkan bisa membangkitkan kembali perekonomian masyarakat,”kata Bu Min. Setelah pedagang pasar, Pemkab Gresik melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik melanjutkan vaksinasi kepada pedagang kaki lima (PKL). “Besok (Sabtu, 6 Maret 2021) giliran imam masjid dulu yang akan mendapatkan vaksinasi,”jelas Bu Min.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) dr Mukhibatul Husna mengatakan, pelaksanaan vaksinasi sudah berjalan empat tahap, dan saat ini menyasar kepada para pedagang pasar.

“Berdasarkan catatan Dinkes Gresik total masyarakat mulai dari unsur tenaga kesehatan (Nakes), TNI, Polri maupun ASN serta pelayan publik yang akan divaksin mencapai 18.135 orang,”kata dr Husna. 

Terpisah, Anik, 46, pedagang PBG mengapresiasi langkah pemkab Gresik melakukan vaksinasi untuk pedagang pasar ini. Sebab, pagebluk corona setahun terakhir ini membuat dirinya waswas. Khawator terhadap lalu-lalang masyarakat yang menjalankan aktivitasnya di pasar.

“Kalau sudah divaksin agak tenang meski tadi sama petugas kesehatan tetap diminta menjalankan protokol kesehatan,”katanya sambil tersenyum. (*)

Gairahkan Perekonomian, 738 Pedagang Suntik Vaksin Sinovac Selengkapnya

Gus Yani Teken Perbup Perubahan Insentif Nakes di G-Jos, Nakes Semringah


GRESIK,1minute.id – Tenaga kesehatan menangani pasien pondok Rehabilitasi Covid di Stadion Gelora Samudro (G-Jos) semringah. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menandatangi peraturan bupati (Perbup) perubahan atas Perbup 22/2020 di pondok rehabilitasi Covid di G-Jos itu pada Rabu, 3 Maret 2021.

Insentif nakes yang menangani pasien corona yang beberapa bulan mandeg itu diperkirakan bisa dicairkan besok, Kamis, 4 Maret 2021. 
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, dirinya membaca aduan di media sosial mengenai masalah belum diterimanya insentif sejak awal tahun bagi para nakes Covid yang bertugas di G-Jos. 

Gus Yani- panggilan akrab- Fandu Akhmad Yani langsung menghubungi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) drg Syaifuddin Ghozali dan Kabag Hukum Edi Hadi Siswoyo untuk menanyakan belum cairnya insentif nakes di G-Jos itu. “Ternyata, masalahnya adalah isi perbup lama yang masih tertera tahun anggaran 2020 sehingga belum bisa dicairkan untuk tahun anggaran 2021,”kata Gus Yani.

Rabu pagi tadi, 3 Maret 2021, Gus Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Aminantun Habibah, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno, Kadinkes Syafuddin Ghozali mendatangi pondok rehabilitasi di G-Jos di Jalan Veteran, Kebomas itu.

“Pagi tadi pagi Perbup perubahan itu bisa saya tandatangi,”kata Gus Yani. Saat ini, Badan  Pendapatan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPPKAD) Gresik melakukan proses pencairan insentif nakes di G-Jos itu.  “Paling lambat besok, Kamis (4 Februari 2021) akan diberikan ke para nakes Covid-19 yang telah bertugas,”harapnya. (*)

Gus Yani Teken Perbup Perubahan Insentif Nakes di G-Jos, Nakes Semringah Selengkapnya