Wabup dan Satgas Pangan Sidak Sembako, Harga Stabil, Stok Aman

GRESIK,1minute.id – Puasa Ramadan memasuki hari ke-9 pada Rabu, 21 April 2021. Kondisi pasar swalayan maupun tradisional terlihat mulai ramai pengunjung.  Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah bersama tim Satgas Pangan Satreskrim Polres Gresik melakukan inspeksi mendadak (sidak) di toko swalayan Serikat Jaya dan Pasar Baru.

Di toko swalayan Serikat Jaya Wabup Aminatun Habibah memantau perkembangan sembako yakni beras, gula dan minyak goreng. Pagi itu, kondisi swalayan di Jalan R.A Kartini, Gresik  itu mulai ramai pengunjung. 

Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah didampingi Kadiskoperindag Agus Budiono, dan Kadis Pertanian Eko Anindito langsung njujuk tempat beras. Bu Min lalu melihat list harga toko dengan versi diskoperindag. Terlihat juga Ketua Satgas Pangan Polres Gresik AKP Bayu Febrianto Prayogo. “Secara keseluruhan stok barang cukup. Harga stabil,”ujar Bu Min.

SEMBAKO : Wabup Gresik Aminatun Habibah, Kadiskoperindag Gresik Agus Budiono dan Satgas Pangan Polres Gresik AKP Bayu Febrianto Prayogo melihat stok dan harga gula di swalayan di Gresik pada Rabu, 21 April 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Wakil Bupati perempuan pertama di Gresik meminta penggelola swalayan untuk menerapkan protokol kesehatan. “Semoga pandemi corona cepat berakhir. Sehingga daya beli masyarakat meningkat,”harap Bu Min.

Manajer Toko Serikat Jaya Li Hong Song berharap puasa dan lebaran tahun ini ada peningkatan daya beli masyarakat. “Tahun lalu, sudah setengah mati. Tahun ini, Januari dan Februari juga sangat sulit,”kata Li Hong Song. Bulan Maret mulai merangkak naik daya beli masyarakat. “Tapi, Saya tidak bisa memprediksi kondisi pasar. Karena kondisi pandemi,”ujar Song.(yad)

Wabup dan Satgas Pangan Sidak Sembako, Harga Stabil, Stok Aman Selengkapnya

Guru Mapel Bahasa Inggris SD Wadul ke Wabup, Ada apa?

GRESIK,1minute.id – Sejumlah guru bahasa Inggris di sekolah dasar mengadu ke Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah pada Kamis, 15 April 2021.

Mereka adalah guru yang tergabung dalam kelompok Kerja Guru (KKG) mata pelajaran Bahasa Inggris. Mereja dipimpin oleh Ngatijan dan Kadek Ayu. Pembina dan Ketua KK itu diterima di ruang rapat Wakil Bupati Gresik. 

Dalam pertemuan dengan Wabup Aminatun Habibah mereka menumpahkan keluh kesah karena sebagian besar para guru Bahasa Inggris SD tidak bisa mengajar maksimal. 

Pembina KKG Mapel Bahasa Inggris Ngatijan mengatakan sejak berlakunya kurikulum 2013, pelajaran Bahasa Inggris untuk SD tidak lagi menjadi mata pelajaran di sekolah. Hanya beberapa sekolah yang memberlakukan mapel Bahasa Inggris sebagai muatan lokal (mulok).

“Bahkan beberapa SD di Gresik menjadikan Bahasa Inggris sebatas kegiatan ekstra kurikuler,”ujar Ngatijan. Mantan ketua KKG ini menambahkan, kebijakan para kepala sekolah tersebut akibatnya banyak guru mapel Bahasa Inggris tidak mendapatkan jam mengajar dan tidak bisa lagi mengajarkan Bahasa Inggris di sekolah.

“Memang ada solusi, yaitu para guru tersebut melimpah ke SMP. Tapi tidak semudah itu, mengingat SMP yang ada sekarang pelajaran Bahasa Inggrisnya telah dikurangi dan masing-masing SMP sudah ada guru Bahasa Inggrisnya,”imbuh Ngatijan.

Ketua KKG Kadek Ayu menambahkan akibat tidak dapatn jam mengajar, mereka saat ini tidak mendapat tunjangan sertifikasi. Peraturan Bupati yang lama kurang mendukung terhadap berlakunya kurikulum 2013.

“Kami mohon Pemkab Gresik membuat peraturan Bupati yang baru untuk menguatkan kami bisa mengajar kembali. Kami menganggap Pendidikan Bahasa Inggris masih sangat diperlukan di Gresik. setidaknya di perbup yang baru nanti, pelajaran Bahasa Inggris bisa menjadi muatan lokal yang diajarkan di seluruh SD di Kabupaten Gresik,”pinta Kadek Ayu.

Menanggapi keinginan para guru Bahasa Inggris tersebut, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah berjanji akan mengkonsultasikan ke bagian hukum Pemkab Gresik. 

“Kami akan mempelajari semua aduan saudara-saudaraku semua, bagaimanapun saya dulu sebagai pengajar Bahasa Inggris. Tentu sangat tahu betul keinginan saudara. Namun demikian, saya tetap akan mengkonsultasikan dengan Dinas Pendidikan terutama dengan Bagian Hukum Pemkab Gresik,”kata Bu Min-sapaan akrab- Wabup Gresik  Aminatun Habibah. (yad)

Guru Mapel Bahasa Inggris SD Wadul ke Wabup, Ada apa? Selengkapnya

Ingin Husnul Khotimah, Kerja yang Baik Melayani Masyarakat

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 526 aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Gresik naik pangkat. Surat keputusan kenaikkan pangkat (SKKP) diserahkan simbolis oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati pada Senin, 12 April 2021.

Rinciannya, 240 pegawai struktural dan 268 fungsional. Mereka tampak semringah. Wabup Aminatun Habibah sempat menanyakan besaran nominal kenaikkan gaji mereka itu kepada Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Gresik Nadlif?

“Kenaikkan sedikit,”jawab Nadlif membuat Bu Min -sapaan-Aminatun Habibah tersenyum.
Bu Min kemudian meminta kepada abdi negara itu untuk tetap bekerja memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Hal ini karena komitmen pemerintahan Gus Yani (Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani,Red) untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,”kata Bu Min serius.

Dia melanjutkan, tidak semua PNS bisa naik pangkat sesuai waktunya. Hal ini tergantung kinerja masing-masing. “Kalau kinerjanya baik, maka saat pensiun nanti akan selalu dikenang dan bisa dijadikan contoh oleh PNS yang lain. Tentu saja pada masa purna tugas nanti menjadi husnul khotimah,”pesan Bu Min. 

Sekretaris Daerah Gresik Abimanya Poncoatmojo Iswinarno saat membacakan laporan mengatakan, jumlah PNS yang naik pangkat pada periode 1 April 2021 ini sebanyak 526 orang. Rnciannya, PNS struktural 240 orang dan fungsional 268 orang.

“Selamat kepada yang naik pangkat, semoga anda semakin bersyukur dan meningkatkan kinerjanya. Tidak semua PNS itu bisa naik pangkat tepat waktu. Hal ini tergantung kinerjanya. Banyak PNS yang terpaksa tertunda kenaikan pangkatnya. Ingat naik pangkat bukan hak, anda perlu instropeksi diri,”katanya.

Dijelaskan oleh Sekda bahwa naik pangkat bukan hak, artinya PNS tidak berhak menuntut BKD bila kenaikan pangkatnya tertunda. “Kalau gaji itu hak dan anda boleh protes bila gajinya tidak sesuai baik besaran atau waktunya,”imbuhnya. (yad)

Ingin Husnul Khotimah, Kerja yang Baik Melayani Masyarakat Selengkapnya

Jalani Uji Kompetensi, 19 Pejabat Eselon II Nderedek

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 19 pejabat pimpinan tinggi pratama setingkat eselon II di Pemkab Gresik menjalani uji kompetensi ini dibuka Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.

Uji kompetensi ini nantinya akan dipakai untuk mengisi jabatan yakni mutasi, rotasi atau pengisian jabatan lowong di pemerintahan kabupaten (Pemkab) Gresik. Uji kompetensi digelar di ruang Graita Eka Praja lantai II Kantor Bupati Gresik.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah meminta kepada peserta uji kompetensi tidak tegang dan tetap semangat serta fokus. 

“Uji kompetensi ini suatu hal biasa bagi ASN yang sesuai perundangan dilakukan secara berkala. Jadi anda juga harus menghadapi dengan serius tapi santai, semangat dan tetap fokus,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah didampingi Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Nadlif pada Kamis, 8 April 2021.

Bu Min melanjutkan hasil dari uji kompetensi ini untuk penempatan pejabat sesuai hasil kompetensi yang dilaksanakan kali ini.  

Pj Sekda Gresik Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno menambahkan uji kompetensi ini kegiatan rutin bagi pejabat pimpinan tinggi pratama. “Sesuai perundangan dilakukan setiap 2 tahun sekali. Hal ini juga berlaku untuk pejabat administrator dan pengawas, sifatnya fleksibel,”kata Abimanyu.

Untuk uji kompetensi kali ini, tambahnya, diprioritaskan untuk para pejabat eselon II yang usianya dibawah 59 tahun.  Jumlahnya 19 orang. “Pelaksanaan uji kompetensi kali ini, Pemkab Gresik menggandeng PT Binaman Utama Jakarta,”terang Abimanyu.

PT Binaman Utama, kata Abimanyu, adalah lembaga uji kompetensi yang telah sukses menguji para pejabat di kementerian dan beberapa lembaga negara.

“Hasil uji kompetensi assessment ini bisa dipakai pengisian jabatan.Sifatnya untuk merefresh dan mereview pada masing-masing pejabat,”kata Abimanyu sambil mencontohkan mutasi, rotasi, pengisian jabatan yang kosong. 

Siapa saja peserta uji kompetensi pejabat pimpinan tinggi pratama ini? Mereka adalah Abu Hasan ; Achmad Washil Miftahul Rahman ; Agustin Halomoan Sinaga ; Budi Raharjo dan Choirul Anam. Kemudian, Darmawan ; Eddy Hadisiswoyo ; Eko Anindito Putro dan Ida Lailatussa’diyah. 

Berikutnya, Khusaini, Malahatul Fardah, Mokh Najikh ; Nanang Setiawan ; Ninik Asrukin ; serta Nuri Mardiana. Selanjutnya, drg Syaifudin Ghozali ; Siti Jaiyaroh ; Sutaji Rudy dan Tarso Sagito. (yad)

Jalani Uji Kompetensi, 19 Pejabat Eselon II Nderedek Selengkapnya

Hore…Pemkab Izinkan PTM Dimulai 19 April

GRESIK,1minute.id – Hore…! Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik akhirnya memberikan izin pembelajaran tatap muka (PTM) di gelar di Gresik. Izin PTM diberikan setelah melakukan pengkajian perkembangan wabah coronavirus disease 2019 (Covid-19) menunjukkan tren mereda.

Status Kota Santri yang semula masuk zona merah berubah menjadi zona kuning. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, hasil rapat koordinasi dengan Satgas Covid-19, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama (Kemenag) Gresik , Komisi IV DPRD Gresik di Ruang Graita Eka Praja lantai II Kantor Bupati semua sepakat dan menyetujui PTM bisa dilakukan di Gresik.

“Alhamdulillah semua menyetujui PTM diberlakukan,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah usai rakor pada Senin, 5 April 2021.

Bu Min menambahkan, berdasarkan hasil rapat, PTM disetujui digelar pada Senin, 19 April 2021 mendatang. “Secara prinsip, 98 sekolah di Gresik sudah siap,”kata Wabup perempuan pertama di Gresik itu.

Meski demikian, Bu Min mengingatkan PTM nanti lembaga pendidikan harus memenuhi syarat dan ketentuan sesuai Perbup 50/2020.
“Secara teknis, Dispendik dan Kemenag serta Satgas Covid-19 kecamatan yang mempersiapkan semuanya,”katanya.

“Terutama berapa sekolah yang siap melaksanakan PTM di masing-masing kecamatan,”sambungnya. Demi kelancaran PTM, kata Bu Min, nantinya akan melibatkan Dinas Kesehatan dan Polres Gresik untuk mengawasi protokol kesehatan (prokes). “Supaya PTM berjalan sesuai yang diharapkan,”pungkas Wabup perempuan pertama di Gresik tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dispendik Gresik Nur Maslichah mengatakan, sinyal lampu hijau tentu menggembirakan. “PTM akan dimulai 19 April 2021. Untuk detailnya kami masih harus berkoordinasi dengan sekolah,”ujarnya. (yad)

Hore…Pemkab Izinkan PTM Dimulai 19 April Selengkapnya

Wabup Gresik Sidak Pelayanan Publik, Ini Hasilnya

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah melakukan inspeksi memdadak (sidak) di tiga kantor pelayanan publik  di Kecamatan Dukun, Gresik pada Rabu, 24 Maret 2021.

Kantor pelayanan administrasi kependudukan, Puskesmas Mentaras dan Kantor Desa Mojopetung. Sidak ini untuk memastikan pelaksanaan program “Lahir Pulang Bawa Akta”. Program ini di launching pada Senin, 22 Maret 2021.

Program kalaborasi antara Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik. Setiap ibu yang baru melahirkan, ketika pulang sudah membawa akta kelahiran bagi si buah hatinya di 21 rumah sakit dan 32 puskesmas di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Nah, tadi pagi sekitar pukuln07.45 Wabup Gresik Aminatun Habibah mendatangi ruang layanan administrasi pencatatan kependudukan di Kantor Kecamatan Dukun. Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah celingukan ke kanan dan kiri.

Bu Min mencari petugas layanan tapi tidak menemukan petugas dari disdukcapil. “Tadi cuma ada pegawai kecamatan yang sifatnya diperbantukan. Seharusnya pegawai Disdukcapil tetap standby sesuai jam kerja. Sehingga masyarakat yang ingin mengurus KK, KTP atau catatan sipil lainnya bisa terlayani dengan baik,”ujar Bu Min pada Rabu, 24 Maret 2021. 

Bu Min pun menyayangkan atas ketidakhadiran pegawai Disdukcapil di ruang layanan tersebut. Apalagi, layanan administrasi kependudukan di Kecamatan Dukun ini satu-satunya kecamatan di wilayah Pantura yang memiliki support cetak e-KTP.

“Apapun alasannya, jangan sampai pegawai yang bertugas melayani cetak e-KTP maupun catatan sipil lainnya meninggalkan tempat saat jam kerja. Kasihan masyarakat yang sudah jauh-jauh datang ternyata tidak terlayani,” ungkapnya.

Berikutnya, Bu Min menuju kantor  UPT Puskesmas Mentaras. Bu Min mendengar adanya keluhan masyarakat terkait kurang ramahnya petugas resepsionis terhadap pasien. Tak hanya itu, dia juga menemukan adanya data yang tidak sinkron terkait jumlah kasus stunting atau kekurangan gizi anak.

“Waktu saya tanya data kasus stunting di wilayah kerja Puskesmas Mentaras, Kepala UPT-nya bilang cuma ada 7. Yakni 5 di Desa Lowayu dan 2 di Tirem. Setelah saya cek lagi ternyata data yang tercatat ada 172 kasus,” ucapnya.

Dia pun menghimbau agar pelayanan di UPT Puskesmas Mentaras lebih ditingkatkan. Salah satunya dengan tetap bersikap ramah kepada masyarakat atau pasien yang membutuhkan pelayanan medis.

“Tadi kami juga mampir ke Kantor Desa Mojopetung. Ternyata layanan di ruang Polindesnya tidak ada petugas medis satupun. Harusnya ada yang standby di situ,” imbuh perempuan berhijab itu. (*)

Wabup Gresik Sidak Pelayanan Publik, Ini Hasilnya Selengkapnya

Bagikan Ribuan Paket Sembako, Berikutnya Normalisasi Kali Lamong

GRESIK,1minute.id – Banjir luapan Kali Lamong berangsur surut. Masyarakat terdampak banjir hanya berdoa Kali Lamong tidak meluap lagi untuk kali kelima di awal tahun ini.

Kondisi yang dialami masyarakat desa terdampak banjir tahunan menjadi perhatian pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik. Kini, giliran Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah turun mendatangi masyarakat.

Ada dua desa yang disambangi Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Tarso Sagito pada Senin, 22 Maret 202q.
Dua desa itu, adalah Bulurejo, Kecamatan Benjeng dan Iker-ikergeger, Kecamatan Cerme. Di dua desa itu, Bu Min membagikan sembako secara simbolis. 

“Paket bantuan kepada korban banjir ini kami bagikan simbolis agar tidak terjadi kerumunan,”ujar Bu Min. Untuk warga Desa Iker-ikergeger , pemkab mengalokasikan 350 paket sembako. Sedangkan, warga Desa Bulurejo mendapatkan 1.052 paket sembako.

Paket sembako itu, diharapkan bisa meringankan warga terdampak banjir Kali Lamong. Bu Min mengatakan, dirinya bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sedanv berupaya melakukan penanganan banjir tahunan itu.

“Saat ini kami tengah berupaya untuk membebaskan lahan di sekitar Kali Lamong. Upaya itu demi melakukan normalisasi sehingga warga Gresik bisa terbebas dari banjir tahunan akibat meluapnya Kali Lamong,”kata Bu Min. 

Seperti diberitakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berencana melakukan normalisasi Kali Lamong pada musim kemarau tahun ini.

Diperkirakan mulai April 2021. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran sekitar Rp 100 miliar. Sedangkan, pemkab Gresik menyediakan anggaran untuk pembebasan lahan. (*)

Bagikan Ribuan Paket Sembako, Berikutnya Normalisasi Kali Lamong Selengkapnya

Bayi Lahir, Pulang Bawa Akta Kelahiran, BPS Mencatat ada 20.946 Bayi Lahir

GRESIK,1minute.id – Satu lagi terobosan anyar pelayanan publik, program 99 hari kerja pasangan Bupati-Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah terealisasi pada Senin, 22 Maret 2021.

Program pelayanan publik di bidang administrasi kependudukan itu bertajuk “Lahir Pulang Bawa Akte”.

Pemkab Gresik memberikan pelayanan dan kemudahan kepada masyarakat untuk memperoleh akta kelahiran bagi orang tua yang baru melahirkan di 32 puskesmas atau 21 rumah sakit di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Sebelum resmi dilaksanakan, 21 rumah sakit dan 32 puskesmas tersebut melakukan penandatanganan MoU dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) serta Dinas Kesehatan Gresik di ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Penandatanganan MoU tersebut disaksikan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Wabup Gresik Aminatun Habibah mengatakan pemerintah fokus memperbaiki dan menpercepatan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah berusaha terus hadir dan dekat kepada masyarakat dalam memberikan pelayanan publik.

“Program ini memberikan kemudahan dalam mengurus akta kelahiran. Masyarakat tak perlu lagi khawatir dan repot dalam mengurus akta anaknya. Ibu baru melahirkan, ketika pulang sudah bisa bawa pulang akta kelahiran buah hatinya,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah.

Bu Min berharap kepada orang tua yang akan melahirkan sudah mempersiapkan nama calon bayinya. Sehingga dalam prosesnya tidak terlalu memakan waktu lama untuk mencetak akta kelahiran buah hatinya. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Gresik pada 2019 tercatat 20.946 bayi lahir. Bila di rata-rata ada 1.746 bayi lahir per bulan. (*)

Bayi Lahir, Pulang Bawa Akta Kelahiran, BPS Mencatat ada 20.946 Bayi Lahir Selengkapnya

Wabup Gresik Serahkan SK P3K kepada 227 Tenaga Honorer K-2

GRESIK,1minute.id – Penantian panjang ratusan tenaga honorer berbuah manis. Mereka akhirnya diangkat sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (P3K) Pemkab Gresik pada Senin, 22 Maret 2021.

Pengangkatan 227 pegawai itu langsung disambut salat Dhuha dan sujud syukur berjamaah di halaman Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik. Ratusan pegawai baru itu, hasil seleksi pada 2019. Mereka adalah hononer yang ketegori K-2. 

Rinciannya, tenaga pendidik 167 orang , tenaga kesehatan 26 orang dan penyuluh pertanian 34 orang. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gresik, ratusan orang itu tercatat sebagai tenaga honorer sejak 1 Januari 2005. 

Artinya, minimal masa kerja per 1 Januari 2021 lalu, adalah 16 tahun. Bila di rata-rata terutama tenaga pendidik bergelar sarjana strata-1 usia mereka kini berkepala tiga. 

Penyerahan surat keputusan (SK) P3K diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah disaksikan para kepala organisasi peringkat daerah. Sebelum, penyerahan SK P3K itu, Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah menyerahkan secara simbolis santunan kepada anak yatim.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang membacakan sambutan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan selamat kepada para P3K tersebut. “Tentunya Anda sudah sangat menunggu momen seperti ini selama bertahun-tahun. Alhamdulillah kali ini sudah tiba saatnya anda menerima SK P3K. Saya mengajak anda untuk selalu bersyukur kepada Allah,  semuanya dari Allah SWT,”ujar Bu Min mengingatkan.

SUJUD SYUKUR : Ratusan tenaga hononer K-2 melakukan sujud syukur ketika menerima SK P3K di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 22 Maret 2021 ( foto : humas Pemkab Gresik for 1minute.id)

Bu Min mengajak kepada para P3K ini untuk bekerja melayani masyarakat lebih baik dan profesional. Mereka diminta untuk kreatif dan selalu berinovasi untuk kesejahteraan masyarakat.

“Yang dari Pendidik, jadilah guru dan pendidik yang baik. Untuk yang tenaga kesehatan, saya ingatkan bahwa di masa pandemi ini anda merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan. Dan, untuk Penyuluh pertanian, anda bertanggung jawa terhadap kesejahteraan para petani dan swasembada pangan masyarakat,”ujar Bu Min mantap.

Kepala BKD Gresik Nadlif kepada Kepala Bagian Humas dan Protokol Reza Pahlevi menambahkan SK P3K kali ini merupakan formasi tahap I pada 2019. Jumlahnya 227 orang dengan formasi yakni Guru 167 orang, Tenaga Kesehatan 26 orang dan penyuluh pertanian 34 orang.

“Mereka semuanya sudah mengabdi sejak lama dan puluhan tahun, bahkan yang tertua yaitu Ir. Suwiji berumur 56 tahun. Dia adalah penyuluh pertanian. Jadi kotrak kerjanya hanya 2 tahun,”kata Reza Pahlevi. (*)

Wabup Gresik Serahkan SK P3K kepada 227 Tenaga Honorer K-2 Selengkapnya

Gresik Menuju Mentor PUG, Kementerian PPPA Verifikasi APE Virtual

GRESIK,1minute.id – Pandemi corona membuat verifikasi lapangan penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pada Jumat,19 Maret 2021.

Verifikasi dihadiri Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini dan Kepala KBPP Gresik dr Adi Yumanto.

Verifikasi ini untuk melihat lebih dalam tentang data dan informasi terkait gender berdasarkan pengisian formulir evaluasi. Sehingga tim memperoleh data lebih lengkap, komprehensif dan objektif sebagai bahan penyusunan Index Persamaan Gender 2021. Selain itu, sebagai dasar pertimbangan dalam menominasikan calon penerima Anugerah Parahita Ekapraya (APE).

Menurut Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, dirinya menyambut baik pelaksanaan verifikasi  perkembangan kemajuan pelaksanaan pengarustamaan gender (PUG) di Gresik. Mulai bidang pembangunan terkait dengan pemberdayaan perempuan dan juga perlindungan anak.

Ia mengatakan, bersama dengan jajaran Pemkab Gresik, berkomitmen melakukan berbagai perbaikan khususnya berbasis PUG. “Salah satu yang menjadi perhatian kami adalah terkait dengan program Sekoper (Sekolah Perempuan, Red). Program tersebut akan terus kami laksanakan demi terciptanya pengarusutamaan gender dan kesetaraan hak perempuan dalam berbagai sektor,”ujarnya.

Bu Min-begitu sapaan akrab-Aminatun Habibah, Sekolah Perempuan adalah salah satu upaya untuk meningkatkan wawasan pendidikan bagi kaum perempuan. Dengan mengimplementasikan berbagai pelatihan untuk kaum perempuan. 

Sekoper ini mampu menjadikan spirit tersendiri bagi kaum perempuan untuk memperoleh kesetaraan hak di mata masyarakat. selain itu, kita mencoba untuk melibatkan kaum perempuan dalam proses pembangunan bersama pemerintah Kabupaten Gresik.

“Alhamdulillah dengan hadirnya inovasi sekolah perempuan ini tentu kita selangkah lebih maju dalam menjamin kesetaraan hak kaum perempuan. Melalui sekolah perempuan ini pula, diharapkan taraf hidup dan perekonomian khususnya kaum perempuan dapat meningkat,” imbuh Bu Min.

Gresik menyabet APE sejak 2016. Predikatnya terus meningkat berawal dari Madya. Pada 2018, Gresik meraih gelar Utama. Untuk 2020 ini, Pemkab Gresik menargetkan gelar Mentor. “Bila gelar APE Mentor bisa diraih, Gresik kian responsif terhadap gender,”katanya. 

Ketua TP-PKK Gresik Nurul Haromaini setali tiga uang, bahwa pihaknya berusaha dalam membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Salah satu inovasi yang menjadi perhatian khusus bagi Ketua TP-PK Gresik adalah hadirnya Rumah Curhat. 

“Melalui rumah curhat, pihaknya terus berkomitmen dalam memberikan dorongan dan motivasi bagi kaum perempuan sehingga memiliki motivasi yang kuat dalam berdaya saing,”kata istri Fandi Akhmad Yani ini. 

Sementara, Kepala Dinas KBPPA dr. Adi Yumanto menjelaskan, APE merupakan pernghargaan yang diberikan Kementerian kepada pemerintah daerah yang dinilai telah berkomitmen dalam pencapaian dan perwujudan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

 “APE ini juga merupakan bentuk pengakuan atas komitmen Pemkab Gresik bersama jajaran terkait dalam upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam strategi pengarusutamaan gender,”katanya. (*)

Gresik Menuju Mentor PUG, Kementerian PPPA Verifikasi APE Virtual Selengkapnya