GRESIK,1minute.id – Pandemi korona belum berakhir. Krisis ekonomi di depan mata. UU Omnibus Law Cipta Kerja sudah digedok. Tapi, Kita tetap harus happy.
Berwisata, salah satu cara untuk bisa menghilangkan penat. Wartawan 1minute.id, Jumat 9 Oktober 2020 berkunjung di Lontar Sewu. Eduwisata di Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Gresik. Wisata memanfaatkan lahan aset desa seluas sekitar 9,5 hektare ini dikelola badan usaha milik desa (BUMDes).
Terbagi dua bagian yakni lahan waduk untuk wisata air. Lahan tanaman lontar untuk wisata alamnya. Top view adalah ribuan pohon siwalan yang tumbuh dan tertata apik. Cocok untuk swafoto di media sosial. Istagram, facebook maupun tik-tok an.
Eduwisata baru setahun di buka oleh pemerintah desa. Namun, pandemi korona merebak. “Baru bulan Juli atau awal Agustus 2020 dibuka kembali,”ujar Keman, 38, warga setempat ditemui Jumat 9 Oktober 2020. Harga tiket masuk juga tidak merogoh kantong terlalu dalam. HTM Senin-Jumat Rp 3 ribu per orang. Sabtu-Minggu Rp 5 ribu per kepala. Ditambah uang parkir Rp 5 ribu bisa menikmati eduwisata sepuasnya.
Bila lapar, wisatawan bisa menikmati ayam bakar dan minum lengen asli. Heemm. “Kalau kesini enak sore, karena bisa melihat aktivitas warga mengambil legen dari atas pohon siwalan,”ujarnya. Begini pemandangan eduwisata Lontar Sewu itu. (*)
GRESIK, 1minute.id – Krisis air bersih mulai dirasakan masyarakat Gresik. Untuk mencukupi mandi, cuci dan kakus (MCK) masyarakat melakukan berbagai cara. Bagi masyarakat ekonomi menengah atas memilih beli air tangki. Sebaliknya, ekonomi kurang mampu memilih ngangsu di telaga desa.
Sumardi, diantaranya. Lelaki 60 tahun itu harus bolak-balik dari rumah ke telaga desa untuk mengambil air. Menggunakan sepeda angin, kakek dua cuci meletakkan dua jerigen di samping kiri dan kanannya. “Itu rumah saya terlihat dari sini,”kata lelaki yang tinggal di Dusun Terangbangi, Desa Kandangan, Kecamatan Cerme ditemui 1minute.id, Kamis 9 Oktober 2020.
AIR untuk MCK : Sumardi, 60, warga Dusun Terongbangi, Desa Kandangan, Kecamatan Cerme mengambil aie di telaga dusun, Jumat 9 Oktober 2020 ( foto : chusnul cahyadi /1minute.id )
Sumardi ambil air telaga berwarna kehijauan itu, sehari dua kali. Pagi dan sore hari. “Buat mandi saja,”kata pensiunan pekerja pabrik perlengkapan otomotif itu. Bagi Sumardi dan sebagian masyarakat Dusun Terongbangi aktivitas mengambil air bersih itu rutinitas tahunan di musim kemarau.
“Kalo beli air tangki dari sumur ukuran 5 ribu liter Rp 130-an ribu. Yo, sangat berat,”kata Sumardi yang juga buruh tani ini. Air telaga dusun ini hanya bisa digunakan MCK. Tapi, Sumardi membahkan, untuk mencuci pakaian putih tidak menggunakan air telaga itu. “Klambi putih iso mangkak (warna memudar kekuningan),”katanya.
Bagaimana dengan minum? Dia mengaku menggunakan air isi ulang. Ada tiga jenis digunakan Sumardi dan sebagian masyarakat Dusun Terongbangi itu. Tiga jenis air adalah air minum menggunakan air isi ulang ; MCK menggunakan air telaga. Kemudian mencuci pakaian putih menggunakan air sumur.
Krisis Air Bersih : Warga Desa Kandangan, Kecamatan Cerme, Gresik mengambil air di telaga desa, Jumat 9 Oktober 2020 ( foto : chusnul cahyadi /1minute.id )
Dalam pengamatan 1minute.id, Desa Kandangan ini memiliki dua telaga. Setiap pagi dan sore hari, dua telaga terletak di pinggir jalan kabupaten menghubungkan Cerme dengan Benjeng itu hilir mudik masyarakat untuk mengambil air telaga. Ada menggunakan geledekan berisi delapan jerigebln ; menggunakan sepeda motor dan ngonthel.
Camat Cerme Suyono dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan dari desa-desa terkait krisis air bersih yang dialami warganya. “Sampai saat ini (Kamis malam), belum ada desa yang melaporkan krisis air bersih.
Seperti diberitakan 1minute.idsebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik memprediksi 71 desa tersebar di 13 kecamatan di Gresik mengalami krisis air bersih. Krisis air bersih terjadi karena musim kemarau panjang. (*)
GRESIK,1minute.id – Calon wakil bupati (Cawabup) Asluchul Alif berguru ilmu ekonomi kepada Ketua Yayasan Himmatun Ayat KH Abdul Kholiq. Cawabup pasangan calon bupati (Cabup) Moh Qosim itu mendapat masukkan untuk membuat program pembentukkan bank wakaf.
Mengadopsi program perekonomian umat yang dicanangkan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin. Program ini tidak hanya di tingkat ritel dan toko kelontong. Juga, menjadi sebuah korporasi bertujuan memperkuat perekonomian umat. Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Himmatun Ayat KH Abdul Kholiq secara khusus kepada Cawabup nomor urut satu Asluchul Alif.
Menurut KH Abdul Kholiq, program pemberdayaan melalui keterampilan di bidang UMKM mulai dari pembuatan produk, quality kontrol, pengemasan hingga pemasaran. Pemasaran perlu jaringan, karena selama ini produk yang dihasilkan UMKM kesulitan akses pasar. “Jadi istilahnya belum naik kelas, hanya terdistribusi di tetangga dan toko toko kelontong,”katanya dalam siaran pers diterima 1minute.id, Kamis 8 Oktober 2020.
KH Abdul Kholiq mencontohkan yayasan yang dikelolanya. “Di yayasan kami, ada yang wakaf kambing 5 ekor, sekarang sudah mencapai 50 ekor dan telah kami bagikan kepada yang berhak,”terang KH Abdul Kholiq. Cawabup Alif terlihat serius mendengarkan gagasan KH Abdul Kholiq itu.
Ia menambahkan, konteks wakaf ini bukan hanya wakaf untuk pembangunan masjid dan gedung madrasah. “Namun lebih kepada wakaf aset ekonomi,”sarannya. Lebih jauh Kholiq memberikan contoh wakaf yang bisa membantu ekonomi ummat yang masih lemah.
Di antaranya salah satu yayasan lembaga pendidikan mengelola aset wakaf sebuah hotel. Sehingga keuntungan dari layanan hotel tersebut dipakai untuk membiayai operasional pendidikan termasuk menggaji guru-gurunya.
Di Malaysia, terangnya, punya aset wakaf kebun sawit sekian ribu hektare dari mantan perdana menteri Malaysia Mahatir Mohammad untuk disalurkan kepada yayasan yatim piatu disana. “Lha model seperti ini kalau diterapkan oleh Mas Alif dan Pak Qosim di Gresik akan sangat bagus sekali, hanya saja model wakaf seperti ini belum populer,” cerita Abdul Kholiq yang juga terlibat dalam forum yayasan panti asuhan se- Kabupaten Gresik ini.
Cawabup pasangan QA, dokter Alif didampingi Ketua Yayasan Himmatun Ayat, KH Abdul Kholiq. ( foto : Tim Media QA )
Cawabup Gresik Asluchul Alif sependapat dengan ide KH Abdul Kholiq itu. Dokter Alif-sapaan-Asluchul Alif pun berkomitmen untuk memberdayakan ekonomi umat. Khususnya kalangan yang perlu mendapat perhatian adalah para janda atawa single parent dan anak yatim. Sebab selama ini masih banyak yang belum mendapatkan akses ekonomi.
“Dalam program saya bersama Pak Qosim mencanangkan program pendidikan untuk anak yatim dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi,”kata pasangan QA ini.
Sedangkan, Ibu-ibu single parent, tambah Ketua DPC Partai Gerindra ini, mencanangkan pendampingan dengan keterampilan di bidang UMKM. Mulai dari pembuatan produk, quality kontrol, pengemasan hingga pemasaran.
“Produk UMKM dari Ibu-ibu kami buatkan akses pasar ke ritel modern. Jadi kami buat regulasi pasar modern di Gresik seperti tenan di mal-mal dan minimarket waralaba seprti Alfamart, Indomaret untuk menyerap produk UMKM,”katanya. “Tentu akan kami dampingi agar produk UMKM yang dihasilkan Ibu-ibu bisa sesuai standar pasar modern tersebut,”imbuhnya.
Mantan Wakil Ketua DPRD Gresik ini mengaku saat ini memimpin yayasan lembaga pendidikan yang menaungi TPQ dan madrasah diniyah (Madin) tinggalan orang tuanya, sehingga sedari awal bidang pendidikan Islam dan pemberdayaan umat menjadi salah satu prioritasnya.
“Insyaallah bila diijabai oleh Allah memimpin Gresik apa yang kami serap dari Bapak Abdul Kholiq dan yayasan ini akan Kami realisasikan,”kata dokter Alif. (*)
Tidak ada galeri yang dipilih atau galeri itu dihapus.
GRESIK, 1minute.id – Hore !!! Jalan Raya Cerme ruas Legundi – Cerme mulai di buka kembali, Jumat 9 Oktober 2020. Jalan nasional di tutup sejak 24 Juli 2020.
Dalam pengamatan wartawan 1minute.id, Jumat 9 Oktober 2020 pekerjaan pengocoran jalan sepanjang 965 meter, lebar 11 meter telah selesai. Rinciannnya, panjang jalan yang di cor selanjang 765 meter dari exit tol Cerme hingga rel kereta api. Kemudian, dari exit tol Cerme sampai pintu masuk Desa Pandu dan Jono sekitar 200 meter.
Meski pengecoran selesai, masih ada pekerjaan pemasang box culvert, saluran air di sisi barat dan timur jalan. Alat berat bechoe, dan slinder masih beroperasi. Jalan pun masih berdebu. Terlihat kendaraan roda dua dan mobil pribadi lalang.
Akses masuk jalan itu masih di pasang trafic cone selebar mobil pribadi. “Wis saiki ngak muter Duduksampeyan lagi,”kata Rokim, pengendara mobil, Jumat 9 Oktober 2020. Ini kondisi Jalan Raya Cerme pascapengecoran itu. (*)
GRESIK,1minute.id – Wabah korona belum berakhir. Masih ada penambahan pasien reaktif di Kota Giri. Kini, muncul kabar baru yakni klaster pondok pesantren. Kondisi itulah membuat tim Penggerak PKK Persatuan Gresik turun tangan dengan membagikan 20 ribu masker kepada kaum hawa.
Ribuan masker itu dibagikan melalui ketua TP PKK kecamatan di Pendapa Bupati Gresik disela Sosialisasi Pilbup. Ketua Tim Penggerak PKK Gresik Maria Ulfa Sambari mengatakan masker tersebut sumbangan dari Satgas Covid Gresik berasal dari berbagai pihak di Gresik.
“Kami membagikan melalui TP PKK karena kami yakin organisasi ini ada dan aktif sampai di tingkat RT,”kata Maria Ulfa melalui Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik Reza Pahlevi, Jumat 9 Oktober 2020.
“Pembagian masker melalui PKK akan lebih efektif dan tepat sasaran. Para ibu ini lebih punya kesempatan dan aktif dalam bersosialiasasi dengan masyarakat,”imbuh Reza.
Sejak Maret 2020, pertemuan TP PKK mulai tingkat Kabupaten sampai tingkat RT dibekukan. Kini, kondisi wabah semakin reda pertemuan pengurus PKK kembali digelar dengan protokol kesehatan.
SIMBOLIS : Ketua TP PKK Gresik Hj Maria Ulfa membagikan masker kepada TP PKK Kecamatan di Pendapa Bupati Gresik ( foto : Humas Pemkab Gresik )
“Sesuai petunjuk provinsi, Posyandu untuk balita kita laksanakan beradaptasi dengan kebiasaan baru. Sedangkan Posyandu untuk manula kita tunda dulu mengingat resikonya terlalu tinggi bila tetap dilaksanakan dimasa pendemi Covid kali ini,”ujarnya.
Istri Bupati Gresik Sambari Halim Radianto itu menambahkan pelaksanaan Posyandu bisa dilaksanakan door to door atau diadakan di ruang terbuka. “Pokoknya tetap harus melaksanakan dengan social distancing, meminimalisir kontak fisik dan menyiapkan segala persyaratan sesuai protocol Kesehatan,”katanya.
Ia meminta agar program PKK tidak boleh berhenti. Laksanakan program yang sekiranya bisa dilaksanakan. Pelaksanaannya tetap dengan cara mengadaptasi kebiasaan baru (new normal). Protokol Kesehatan tetap kita laksanakan pada setiap pelaksanaan program PKK.
Misalnya, membatasi peserta hanya separo dari kapasitas gedung atau tempat acara. Mempersingkat acara, dan menghindari kontak fisik antar sesama dengan merenggangkan jarak antara satu dengan yang lain. “yang penting semuanya harus memakai masker, dan cuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir,”tegasnya. (*)
GRESIK,1minute.id – Aksi penolakan pengesahan UU Omnibus Law Cipta Karya semakin memanas. Gedung DPRD Gresik sebagai pusat aksi yang dilakukan oleh massa. Ada dua gelombang aksi unjuk rasa dilakukan oleh gabungan mahasiswa di Kota Giri.
Kali pertama mahasiswa gabungan yang ngeluruk kantor parlemen berlokasi di Jalan KH Wachid Hasyim. Aksi sempat memanas karena aksi lembar air mineral dan bakar ban bekas. Namun, aparat cepat bisa mendinginkan situasi. Aksi kedua dilakukan aktivis dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).
Mahasiswa jas merah ini menggelar salat ghaib Randi, mahasiswa jurusan Budidaya Perairan Universitas Halu Oleo Kendari angkatan 2016 yang tewas tertembak peluru aparat ketika berdemonstrasi menolak RUU KPK dan RKUHP di DPRD Sulawesi Tenggara, 26 September 2020.
“Sedangkan doa bersama kami tujukan kepada nakes yang berjuang di masa pandemi korona,”ujar koordinator aksi IMM Gresik Muhammad Zia-ul Afak, Kamis 8 Oktober 2020. Selain beorasi, mahasiswa membentangkan sejumlah poster. Bunyi poster itu diantara UU omnibus law produk jahiliyah ; Wakil Rakyat Penghianat ; DPR the real imposter dan Maaf Sedang ada Perbaikan Negoro. (*)
GRESIK,1minute.id– Panitera Muda Hukum PA Gresik Emi Rumhastuti ketika dikonfirmasi membenarkan ada tren kenaikkan DK itu. Emi menyebut, Agustus 2020 ada 20 pemohon DK.
“Bulan September 2020 naik menjadi 23 pemohon,”terang Emi ditemui di kantornya, Rabu 7 Oktober 2020. Untuk bulan September 2020, tambah Emi, tidak semua permohonan DK dikabulkan oleh hakim. “Dari 23 pemohon itu, satu mencabut berkas permohonan, 15 pemohon dikabulkan hakim,”jelas perempuan bertutur ramah itu.
Lalu apa alasan remaja itu mengajukan DK? Emi mengatakan selain karena dijodohkan orang tua. “Mayoritas karena hamil duluan. Rata-rata usia kehamilan 1-2 bulan,”jelas Emi. Fonomena perjodohan ini, kata Emi, masih sangat kental terjadi di desa-desa. “Biasanya perjodohan dilakukan karena kekerabatan,”tegasnya.
Emi mengatakan dalam UU Perkawinan yang baru, batas minimal usia menikah adalah 19 tahun. Sedangkan, UU Pernikahan nomor 1/1974 batas minimal untuk menikah 17 tahun untuk laki-laki dan 16 tahun untuk perempuan.
“Harapan pemerintah menaikkan usia lebih dewasa diharapkan pasutri dalam mengarungi rumah tangga lebih dewasa dalam bersikap. Angka perceraian bisa ditekan,”kata Emi.
Sementara Umi Khulsum, pegiat perlindungan perempuan mengatakan fonomena DK ini membuat dirinya prihatin. Apalagi, alasan anak dibawah umur menikah dini karena hamil lebih dulu. “Sudah waktunya pendidikan seks usia dini masuk dalam mata pelajaran,”kata Umi Khulsum, Kamis 8 Oktober 2020.
Mbak Umi-sapaan-Umi Khulsum mengaku memiliki 5 klien akibat ketidaktahuan resiko berhubungan intim dilakukan oleh anak. Mereka baru menyesali perbuatannya setelah hamil. “Pendidikan seks anak usia dini bukan perbuatan yang tabu yang harus dibicarakan sama anak,”ujarnya. (*)
GRESIK,1minute.id – Pandemi korona membuat sebagian remaja mengalami “reaktif”. Bukan reaktif terjangkit virus korona loh. Tapi, remaja Kota Gresik ini cenderung tidak bisa mengontrol syahwat. Lalu, hamil duluan.
Untuk menutupi aibnya anak-anak belum cukup umur itu ramai-ramai meminta dispensasi perkawinan (DK). Tren DK cenderung meningkat di Pengadilan Agama Gresik.
Merujuk UU Perkawinan baru juga memuat aturan dispensasi perkawinan, yang agak berbeda rumusannya dari UU nomor 1 tahun 1974. Dispensasi adalah pemberian hak kepada seseorang untuk menikah meskipun usianya belum mencapai batas minimal 19 tahun. Artinya, para pihak dapat mengesampingkan syarat minimal usia perkawinan.
Dalam pengamatan 1minute.id, Rabu 7 Oktober 2020 kantor PA Gresik riuh. Bahkan parkir kendaraan pemohon meluber ke jalan raya. Suasana di dalam kantor berlokasi di Jalan DR Wahidin Sudirohuso, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik tidak jauh beda. Ramai. Kursi ruang tunggu kantor Pengadilan Agama (PA) Gresik penuh. Sebagian lainnya memilih menunggu halaman kantor. Tua, muda, laki-laki dan perempuan.
MENUNGGU : Pemohon sedang antre menunggu kerabat mereka di Kantor Pengadilan Agama (PA) Gresik, Rabu 7 Oktober 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Di bagian kursi tunggu itu seorang laki-laki berusia sekitar 43 tahun menyapa wartawan 1minute.id. Ketika di tanya kehadirannya di PA, lelaki berprofesi sebagai guru swasta itu mengaku mengantar keponakannya. “Ini antar keponakan minta dispensasi kawin,”ujar lelaki 43 tahun asal Gresik Selatan itu. “Dia baru lulus SMA. Orang tuanya juga telah menyaran menunda nikah. Karena usia sangat muda. Usianya sekitar 18 tahun.
Orang tuanya menyarankan menunggu setahun. Ia tidak mau. Paman remaja itu pun pasrah. Tetap mendampingi keponakannya untuk proses sidang dispensasi pernikahan di PA Gresik. Pernikahan dini menjadi sebuah fonomena baru remaja di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Sejak pandemi corona virus disease 2019, tren DK meningkat.
Data di PA Gresik menyebutkan Agustus 2020 ada 20 pemohon DK di PA Gresik. Bulan September naik menjadi 23 pemohon DK. Selain tren kenaikkan jumlah pemohon. Yang bikin ngelus dada adalah alasan remaja mengajukan DK ini sebagian besar hamil sebelum nikah.
Ali Muchsin, pengacara dari Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Madin membenarkan fonomena DK di Kota Santri ini. “Biasa sidang DK seminggu sekali. Tapi, sejak pandemi sidang DK dua kali per pekan,” ujarnya di temui di kantor PA Gresik, Rabu 7 Oktober 2020.
Penambahan jadwal sidang DK itu, tambah Ali, karena pemohon DK tren naik. “Yang memprihatinkan sebagian pernohonan DK karena hamil,”ujarnya. (*)
GRESIK,1minute.id – Imam Santoso semringah. Lelaki 61 tahun itu tidak pernah membayangkan bisa ke tanah suci, Makka. Ibadah umrah. Sopir PT Semesta Abadi Transport selaku expenditur PT Semen Indonesia Tbk (SIG) itu terpilih sebagai sopir terhebat dalam Program Sopir Hebat SIG.
Penyerahan hadiah dilakukan oleh General Manager of Transportation SIG Fredy Agung Prabowo kepada pengemudi dengan poin tertinggi untuk pengumpulan periode Januari hingga Agustus 2020 itu, Rabu 7 Oktober 2020.
General Manager of Transportation SIG Fredy Agung Prabowo mengatakan program Sopir Hebat merupakan wujud apresiasi terhadap kinerja pengemudi ekspeditur yang menjadi mitra penting bagi perusahaan. Hingga saat ini sebanyak 5.478 pengemudi yang terdaftar dalam database Sopir Hebat.
Lebih lanjut, Fredy Agung Prabowo menjelaskan, program Sopir Hebat (Sobat) ini rutin diselenggarakan dengan reward yang selalu bertambah sebagai apresiasi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) atas kinerja pengemudi ekspeditur yang mendukung kelancaran distribusi semen dari Pabrik Tuban, Jawa Timur dan Rembang, Jawa Tengah ke pelanggan.
“Dengan adanya program ini kami berharap pengemudi ekspeditur terpacu untuk bekerja optimal memenuhi target waktu pengiriman sesuai yang sudah ditentukan, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan bagi para pelanggan yang pada akhirnya mampu meningkatkan volume penjualan,’’kata Fredy Agung.
Program Sobat pada periode ini, SIG menyediakan hadiah senilai Rp 400 juta yang terdiri dari paket umrah, sepeda motor, emas batangan, mesin cuci, lemari es, TV LED, handphone, kompor gas dan voucher belanja.
APRESIASI SIG : Imam Santoso dinobatkan sebagai Sobat SIG dan mendapatkan hadiah Umrah ( foto : Humas SIG )
Sementara itu, Imam Santoso penerima hadiah umrah mengaku senang mendapat hadiah. Tidak pernah terbayang sebelumnya untuk berangkat ke tanah suci dari program Sopir Hebat SIG. Selama 20 tahun, Imam Santoso selalu berusaha mengirim semen dari Rembang menuju Sukoharjo, Karanganyar, dan Batang tepat waktu. Kerja keras Imam itu diganjar hadiah umrah.
“Terima kasih SIG, dengan hadiah yang saya dapat akan semakin memacu saya dan rekan pengemudi lainnya untuk bekerja mengirimkan semen dengan tepat waktu serta mengedepankan keselamatan kerja,”ungkap Imam Santoso. (*)
GRESIK, 1minute.id – Target 77,5 persen pemilih dalam pemilihan bupati (Pilbup) Gresik 2020 membuat komisioner komisi pemilihan umum (KPU) harus kerja keras. Pasalnya, pemungutan suara 9 Desember itu dihelat ditengah pandemi korona.
Untuk mencapai target pemilih itu, KPU intens menggelar sosialisasi. Diantaranya, ke vvorganisasi perempuan yakni PKK dan Dharma Wanita Persatuan di Pendapa Bupati Gresik, Rabu 7 Oktober 2020.
Sosialisasi bertajuk Mensukseskan Pemilukada 9 Desember 2020 itu dibuka Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Hj Maria Ulfa. Istri Bupati Gresik Sambari Halim Radianto itu mengajak para ketua TP PKK di kecamatan hingga kelurahan atau desa untuk hadir saat pencoblosan.
“Para ibu mengingatkan agar saat hari pemungutan suara yang dijadikan hari libur itu tidak berpergian sebelum mencoblos terlebih dahulu,”kata Hj Maria Ulfa, Rabu 7 Oktober 2020.
Menurut Maria Ulfa, TP PKK Kabupaten Gresik ikut bertanggung jawab dalam mensukseskan pemilu yang bersih aman, tertib dan damai. Dalam melaksanakan sosialisasi ke masyarakat, Maria Ulfa mewanti-wanti tetap melaksanakan protokol kesehatan. Yaitu selalu menggunakan masker, selalu cuci tangan dan physical distancing.
“Sosialisasi yang paling baik melalui grup-grup media sosial,”katanya sambil mencontohkan WhatApp. “Para ibu camat harus punya grup WA yang anggotanya para Ibu kades, ibu ketua RW atau para ibu ketua RT dan akhirnya sampai ke masyarakat,”ujarnya.
SOSIALISASI : Komisioner KPU Gresik Elvita Yulianti melakukan sosialisasi kepada pengurus PKK Kabupaten dan Dharma Wanita Persatuan di Pendapa Bupati, Rabu 7 Oktober 2020 ( foto : Humas Pemkab Gresik )
Sementara itu, komisioner KPU Devisi Teknis Penyelenggaraan Elvita Yulianti mengajak peserta sosialisasi dalam melaksanakan hak pilih sesuai hati nurani. “Kenali calon melalui visi-misinya, kiprahnya, serta dalami apa yang telah anda ketahui tentang calon pemimpinmu,”kata Vetty-sapaan-Elvita Yulianti..
Terkait kampanye terbuka dan rapat umum dengan menghadirkan banyak massa dilarang. Maksimal 50 orang. “Kami lebih mengedepankan kampanye dalam jaringan (daring),”katanya. (*)