GRESIK,1minute.id – Rido’i semringah. Lelaki 50 tahun itu membayangkan bisa makan enak. Tidur pun nyenyak. Dua smartphone hasil kejahatan sudah dalam genggamannya. Dipasaran dua gawai itu seharga jutaan rupiah bisa untuk kebutuhan hidupnya beberapa hari kedepan.
Akan tetapi, apa yang dibayangkan lelaki asal Wonokusomo, Surabaya itu sebuah mimpi di siang bolong. Rido’i sadar setelah mendengar teriakan maling dari dalam gudang salah satu pabrik di Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo.
Informasi yang dihimpun Jumat 2 Oktober 2020 sekitar pukul 12.30 Rido’i menyelinap masuk sebuah gudang di Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo, Gresik. Siang itu gudang dalam kondisi sepi. Lelaki 50 tahun itu melihat ada smartphone yang sedang di charger. Dua gawai itu merek LG dan OPPO A.9.
Setelah celingukan kanan-kiri, lelaki asal Wonokusumo, Surabaya langsung menyambut ya. Rido’i bablas menggunakan sepeda motor Honda Beat nomor polisi (nopol) L 3902 RB. Baru beberapa meter, seseorang berteriak maling.
Orang itu adalah Erfan Aprianto, 22, dan M Ainur Roji, 24, dua petugas di gudang mengejarnya. Rido’i pun tertangkap. Beruntung ada polisi yang sedang patroli di sekitar lokasi sehingga Rido’i terselesaikan dari ajukan massa.
Kapolsek Driyorejo Kompol Wavek Arifin membenarkan telah menangkap pelaku pencurian dua smartphone yang dilakukan Rido’i. “Tersangka mengaku sendirian ketika beraksi,”kata Wavek Arifin dikonfirmasi Minggu 4 Oktober 2020. (*)
SEGO Menir. Kuliner satu ini berbeda dengan kuliner lainnya. Disajikan dalam wadah pincuk (daun pisang). Menyantap sego menir paling enak untuk sarapan pagi. Karena sayur masih hangat. Heeemmmm. Sueger dan nikmat.
Juga tidak bikin kantong bolong. Lalu apa sih Sego Menir itu. Yuk, sarapan Sego Menir bersama 1minute.id di Jalan Raden Santri, Kelurahan Bedilan, Kecamatan/Kabupaten Gresik. Dekat SMA Nahdlatul Ulama 1 ( Smanusa) Gresik.
SUEGER : Sego Menir dengan lauk bali belut, tempe, tahu dan sambal terasi ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id )
Sego Menir Buk Yanti. Lapaknya sederhana. Menggunakan satu meja lalu diberi tenda payung untuk penahan sinar matahari. Di pinggir jalan kampung. Sekitar 50 meter dari Kantor Kelurahan Bedilan atau 100 meter dari SMA Nahdlatul Ulama 1 (Smanusa) Gresik.
Pagi itu, jarum jam menunjukkan pukul 09.00. Sinar matahari terasa terik. Lapak Buk Yanti masih terasa dingin karena terhalang bangunan di dekatnya. Pembeli juga tidak terlalu ramai pembeli. Mengalir, silih berganti. Karena mereka hanya membungkus alias disantap di rumah.
WADAH SENDIRI : Rempeyek kacang sebagai pelengkap kuliner khas Gresik, Sego Menir ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id )
Saya memilih makan di lokasi. Sego Menir dengan lauk bali belut, tahu, tempe, dan peyek kacang. Semuanya dalam wadah satu pincuk (takir daun pisang istilah lainnya). Kecuali rempeyek. “Sambal pencet atau iring (sambal terasi),”tanya Buk Yanti dan saya jawab sambal terasi. Sambal pencit berwarna keputih-putihan. Karena bahannya mangga muda. Rasa pedas campur asam.
Buk Yanti memberi kuah cukup banyak. Nyaris meluber dari wadah takir. Mungkin kondisi udara panas. Dalam hitungan menit, satu takir Sego Menir langsung ludes. “Sueger…lezat…campur jadi satu”. Sego Menir, kedengarannya aneh bagi masyarakat luar Kota Santri. “Opo sih Sego Menir itu,”tanya seorang teman yang kepo.
Sego artinya nasi. Sedangkan, Menir adalah sejenis sayur bening. Bedanya, sayur Menir menggunakan rajangan kangkung. Ada yang ditambahi labu. Bumbunya terdiri atas kunci, bawang merah dan putih dan gerusan menir.
Sebagian orang menyebut Sego Menir, dengan istilah Sego Londo (Belanda). Karena sebutan Menir pada masa penjajahan identik dengan orang Belanda. Tidak ada literatur yang menyebut Sego Menir ada sejak pendudukan Hindia Belanda. Kalau makam Belanda ada di dekat kantor Kelurahan Bedilan itu. (*)
KAPOLRES Gresik AKBP Arief Fitrianto mem-warning pelaku kejahatan untuk tidak beraksi di Kota Santri. Pasalnya, pihaknya tidak akan memberikan ampun bagi penjahat yang bikin situasi kamtibmas yang sudah kondusif terganggu.
“Kami akan lakukan tindakan tegas dan terukur kepada pelaku kejahatan. Apalagi, sampai membahayakan anggota,”tegas alumnus Akpol 2001 itu. Polres Gresik akan terus berusaha memberikan perasaan aman kepada masyarakat. Polres juga memintai bantuan masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian. “Karena penjahat beraksi bila ada kesempatan,”tegas alumnus Akpol 2001 ini.
BARANG BUKTI : Kapolres Gresik AKBP Arief Ftrianto menunjukkan barang bukti dan peralatan yang digunakan tiga tersangka pembobol konter handphone, SPBU dan mininarket di Mapolres Gresik, Jumat 2 Oktober 2020 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Sementara itu, tersangka Gunawan Wibisono mengaku sebelum beraksi mengaku melakukan survei lokasi terlebih dahulu. “Saya keliling naik motor dulu,”kata Gunawan. Selain memetakan lokasi juga memantau situasi. Trio spesialis pembobol tempat usaha ini melakukan aksinya antara pukul 01.00 hingga 04.00 atau sebelum subuh. Sebagian uang hasil kejahatan digunakan untuk foya-foya, dan membeli barang lainnya. (*)
GRESIK, 1minute.id – Baru sebulan Gunawan Wibisono mendapatkan asimilasi. Tapi, pemuda 23 tahun kembali berulah. Membobol konter handphone di Kecamatan Driyorejo, SPBU kecamatan Menganti dan nimimarket waralaba di kecamatan Benjeng.
Dari tiga lokasi kejadian itu, pemuda asal Sambikerep, Surabaya itu mengasak uang lebih dari Rp 160 juta. Gunawan tidak sendirian. Residivis perkara narkoba itu bersama dua temannya yakni Legeno, 34, warga Sambikerep, Surabaya dan Andi Sugiantoro, 21, warga Kandangan, Benowo, Surabaya.
“Otak pencurian G (Gunawan Wibisono,Red),”Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto di Mapolres Gresik, Jumat 2 Oktober 2020. Kapolres Arief didampingi Kasatreskrim Polres Gresik AKP Bayu Febrianto Proyogo, Kasubag Humas AKP Bambang Angkasa dan Kanit Pidum Satreskrim Polres Gresik Ipda Joko Suprianto.
Alumnus Akpol 2001 itu menambahkan, untuk melakukan pembobolan di tiga lokasi kejadian itu, pelaku menggunakan peralatan sederhana yakni sendok dan penggaris dari alumnium. “Untuk masyarakat, kami meminta agar lebih berhati-hati menyimpan aset berharga. Kalau memungkinkan rumah dilengkapi CCTV,”imbuh AKBP Arief Fitrianto.
Informasi yang dihimpun penangkapan tiga penjahat itu hasil penyelidikan olah TKP dan informasi masyarakat. Selasa 29 September 2020, anggota reserse kriminal (reskrim) Polres Gresik mendapatkan kabar adanya penjualan smartphone secara online. Sistemnya, cash on delivery (COD). Setelah dilakukan penelisikan, penjual bernama Gunawan Wibisono.
Pemuda 23 tahun asal Sambikerep, Surabaya itu terdeteksi membobol konter handphone di Kecamatan Driyorejo. Empat buah smartphone dan uang tunai Rp 24 juta digasak pelaku. Kerugian konter handphone itu mencapai Rp 60 juta.
“Saat transaksi COD itu G ditangkap,”ujar Kapolres Arief Fitrianto. Dalam pengembangan tersangka Gunawan mengaku bersama dua temannya yakni Legeno, 34, warga Sambikerep, Surabaya dan Andi Sugiantoro, 21, warga Kandangan, Benowo, Surabaya. “Ketiga tersangka ini mengakui tiga kali beraksi di Gresik,”jelas perwira dua melati di pundak itu.
Dua lokasi lainnya adalah SPBU di Kecamatan Menganti dan minimarket waralaba di Kecamatan Benjeng. Di SPBU Menganti membobol laci meja mendapatkan uang tunai Rp 6 juta. Sedangkan, di minimarket waralaba di Desa Bulurejo, Benjeng, Gresik itu pelakumenggasak rokok 1.500 bungkus senilai Rp 100 jutaan. Di minimmarket Kecamatan Benjeeng itu pelaku membobol melalui dinding. (*)
GRESIK, 1minute.id – Jalan Tol Trans Sumatera terlihat kokoh. PT Semen Indonesia Tbk (SIG) melalui unit usahanya PT Semen Padang dan PT Solusi Bangun Andalas memasok kebutuhan semen untuk pembangunan jalan Tol Trans Sumatera. Semen yang dipasok hingga September 2020 mencapai 1 juta ton.
Jalan tol yang dibangun menggunakan semen produk SIG diantaranya, ruas Kayu Agung-Palembang-Betung sepanjang 112 km ; Kisaran-Tebing Tinggi, Seksi 6 Padang-Pekanbaru, Pekanbaru-Bangkinang, Pekanbaru-Dumai sepanjang 131,48 km ; serta Sigli-Banda Aceh sepanjang 74,2 km.
Jalan tol Pekanbaru-Dumai, Riau telah diresmikan penggunaannya Presiden Joko Widodo, 25 September 2020. Senior Vice President of Sales SIG Rahman Kurniawan mengatakan, semen yang digunakan untuk proyek pembangunan jalan Tol Trans Sumatera dipasok dari fasilitas SIG yang terdekat dari area pembangunan.
SIG, tambah Rahman, memiliki dua fasilitas produksi yakni PT Solusi Bangun Andalas di Aceh, serta PT Semen Padang di Sumatera Barat. “SIG juga memiliki fasilitas packing plant dan pelabuhan yang tersebar di seluruh Pulau Sumatera,”kata Rahman Kurniawan, Kamis 1 Oktober 2020.
Lebih lanjut, Rahman Kurniawan menjelaskan keberadaan pabrik semen, packing plant dan pelabuhan tersebut sangat membantu dalam kecepatan pengiriman serta ketersediaan pasokan, sehingga pembangunan jalan tol Trans Sumatera ini tidak terhambat.
TOL Trans Sumatera : SIG memasok semen untuk pembangunan jalan tol Trans Sumatera ( foto : Humas SIG)
Dia mencontohkan, pembangunan jalan tol ruas Sigli-Banda Aceh yang dikerjakan oleh PT Adhi Karya. “Kebutuhan semennya dikirim dari PT Solusi Bangun Andalas dan PT Semen Padang melalui packing plant Malahayati, Aceh,”jelasnya.
Sedangkan, untuk ruas seksi 6, Pekanbaru-Bangkinang sepanjang 40 km, tambahnya, SIG bekerjasama dengan PT Wijaya Karya Beton, PT Brantas Abipraya dan PT Hakaaston. “Kebutuhan semen dipasok dari PT Semen Padang,”terang Rahman Kuniawan.
Rahman Kurniawan bersyukur produk SIG terus mendapat kepercayaan untuk pembangunan proyek strategis nasional (PSN). “SIG akan terus melakukan penjajakan kerjasama dengan berbagai perusahaan karya agar terus terlibat dalam pembangunan PSN lainnya,”pungkas Rahman Kurniawan. (*)
BUPATI Gresik Sambari Halim Radianto meresmikan RS Non Covid di Jalan Raya Menganti, Gresik, Kamis 1 Oktober 2020 ( foto : Humas Pemkab Gresik )
GRESIK, 1minute.id– Pandemi korona membuat masyarakat khawatir berobat di rumah sakit. Pasalnya, hampir semua rumah sakit melayani pasien terkonfirmasi coronavirus disease 2019 (Covid-19).
Kini, di Kota Santri ada rumah sakit yang khusus melayani pasien non-covid. Rumah sakit namanya Eka Husada Gresik yang diresmikan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, Kamis 1 Oktober 2020. Rumah sakit berada di Desa Sidojangkung, Kecamatan Menganti, Gresik.
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto brrharap beroperasinya RS Eka Husada ini tidak ada lagi pasien non COVID yang ketakutan masuk rumah sakit. “Selama ini disinyalir banyak orang sakit yang takut mendatangi rumah sakit. Hal ini sangat berbahaya karena akan semakin meningkatkan jumlah orang yang penyakitnya semakin parah dan meninggal dunia,”ujar Bupati Sambari.
Rumah Sakit Eka Husada ini, tambahnya, sebagai jawaban agar pasien tidak takut datang ke Rumah Sakit. Beroperasi rumah sakit ini, tambahnya,.menambah jumlah tempat tidur rumah sakit di Gresik menjadi 1.716 tempat tidur.
Untuk kasus Covid di Gresik sudah semakin membaik. Indikatornya jumlah pasien Covid yang ada di pondok rehabilitasi atau rumah sakit lapangan di Stadion Gelora Joko Samudro sudah sangat berkurang. “Okupansinya hanya 9 tempat tidur yang terisi dari 200 tempat tidur yang disiapkan saat ini,”jelas bupati berlatar pengusaha ini.
Bupati Sambari menegaskan program kesehatan adalah yang paling utama. Dia berharap, semoga dengan diresmikannya terletak di Jalan Raya Menganti Gresik ini akan semakin meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Gresik.
Sementara itu, Dirut PT Rumah Sakit Eka Husada dr Indrawati MARS mengatakan Rumah Sakit Eka Husada adalah sebuah rumah sakit swasta kelas C dengan 101 tempat tidur. Rumah sakit ini, berfokus sebagai rumah sakit traumatologi dengan layanan unggulan trauma centre.
“Kami fokuskan disana karena lingkungan rumah sakit adalah jalur padat lalu lintas dengan volume kendaraan berat yang super sibuk. Lingkungan kami juga banyak industri berat,”katanya. (*)
GRESIK , 1minute.id – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2020 di Monumen Pancasila Sakti, Kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis 1 Oktober 2020.
Pantauan 1minute.id dari siaran langsung Youtube Sekretariat Presiden, upacara dihadiri secara virtual pejabat publik dengan protokol kesehatan (prokes). Memakai masker dan berjaga jarak.
Di Pemkab Gresik, upacara digelar di ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik, Kamis 1 Oktober 2020. Upacara diantaranya, dihadiri Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufiq Ismail, Ketua Pengadilan Negeri Gresik Fransiskus Arkadeus Ruwe dan Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir. Meski virtual, upacara berlangsung khidmat.
VIRTUAL : Forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) Gresik dalam upacara Hari Kesaktian Pancasila virtual di Ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik, 1 Oktober 2020 ( foto : Humas Polres Gresik )
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan kegiatan peringatan hari Kesaktian Pancasila dilaksanakan di setiap daerah sesuai zona. Untuk zona kuning atau hijau dilaksanakan upacara secara sederhana dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Sedangkan untuk zona oranye atau merah seperti Kabupaten Gresik digelar secara virtual dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
“Pelaksanaan upacara tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 seperti memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak,”ujar alumnus Akpol 2001 itu. (*)
GRESIK, 1minute.id – Tahapan pemilihan bupati (Pilbup) terus bergulir. Saat ini, dua pasangan calon (Paslon) sedang berkampanye untuk memikat hati calon pemilih. Sementara itu, Polres Gresik mematangkan kesiapan pengamanan coblosan 9 Desember 2020.
Sebanyak 2.260 personel gabungan terdiri dari TNI, Polri dan Linmas. Nah, untuk mengetahui kesiapan Polres Gresik melakukan pengamanan pesta demokrasi itu, Waka Polda Jatin Brigjend Pol Slamet Hadi Supraptoyo melakukan kunjungan kerja ke Polres Gresik, Rabu 30 September 2020.
Sekitar pukul 15.00, Brigjend Pol Slamet Hadi Supraptoyo tiba di Mapolres GresikJenderal bintang satu itu disambut langsung Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto bersama pejabat utama (PJU) Polres Gresik. Mereka kemudian menuju Aula Parama Satwika 98. Selama 1,5 jam dilakukan di lantai dua gedung sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polres Gresik itu.
Waka Polda Jatim Brigjend Pol Slamet Hadi Supraptoyo mengatakan, kedatangannya untuk melihat kesiapan Polres Gresik dalam pelaksanaan pengamanan Pilbup Gresik. “Karena kesiapan ini wujud tanggung jawab kita dalam melayani masyarakat,”ujar Brigjend Slamet Heru.
Pilbup tahun ini, tambahnya, berbeda karena digelar pada masa pandemi korona dan negara dalam kondisi resesi ekonomi. “Karena situasi Covid saat ini sangat berpengaruh dalam setiap tahapan . Maka dalam masa kampanye tetap mengutamakan protokol kesehatan,”tegas Brigjend Slamet Hadi. Polri harus ikut berperan dalam penurunan kasus Covid-19. “Jangan sampai ikut meningkatkan kasus Covid – 19,”katanya.
PROKES : Kapolres Gresik AKBP Arif Fitrianto menerima kunjungan rombong dari Polda Jatim di Mapolres Gresik ( Foto Humas Polres Gresik)
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menambahkan, Polres Gresik mendapatkan hibah dana pengamanan Pilbup 2020 sebesar Rp 5 miliar. “Untuk pengamanan di kota diutamakan di Kantor KPU, Kantor Bawaslu dan rumah pasangan calon,”jelas alumnus Akpol 2001 itu.
Dalam waktu dekat, tambah Kapolres Arief, Polres akan laksanakan simulasi dan persiapan pengamanan dalam pelaksanaan Pilkada. “Untuk pengaman pilbup ini akan terjunkan 2.260 personil gabungan Polri, TNI dan linmas,”ungkapnya. (*)
SURABAYA,1minute.id – Membanjirnyabaja impor menjadi ancaman serius program tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Pemerintah diminta mewaspadainya. Penegasan itu disampaikan Ketua BPD Gapensi Jatim Agus Gendroyono dalam keterangan pers, Rabu 30 September 2020.
Menurut Agus Gendroyono, pengusaha jasa konstruksi menyambut gembira peraturan pemerintah (PP) nomor 22 tahun 2020. Khususnya rencana pemerintah meningkatkan TKDN. Karena itu, perlu mewaspadai membanjirnya produk baja dari Cina di pasar Indonesia. “Salah satu roh dari PP itu adalah optimalisasi penggunaan produk dalam negeri. Semua material konstruksi nantinya harus teregistrasi dalam sistem berdasarkan spesifikasi yang dikehendaki owners,”tegas Agus Gendroyono.
Penggunaan produk dalam negeri adalah momentum yang tepat guna recovery lesunya ekonomi paskapandemi. “Ini dibutuhkan semangat nasionalisme bersama. Di saat banjirnya produk asing di Indonesia dengan harga lebih murah dari pada produksi dalam negeri,”katanya.
Agus Gendroyono menambahkan, manufaktur di China mendapat banyak stimulus dari pemerintahannya. Selain tentunya tenaga kerja murah. Kebijakan itu perlu dilakukan pemerintah kepada produk baja di dalam negeri. “Untuk itu harus kita cari formula untuk mereduksi ongkos produksi dalam negeri dengan tentu saja harus ada stimulus dari pemerintah atau dalam skema lainya,”ujar pengusaha asal Jawa Timur ini.
Ia mencontohkan, rendahnya harga jual baja impor dimungkinkan karena banyaknya subsidi pemerintah dari negara pengekspor. Antara lain pengalihan kode tarif barang yang berimbas kepada perbedaan bea masuk. “Padahal industri baja lokal memiliki kemampuan memenuhi volume dan standar kualitas yang dibutuhkan,”tegas Agus Gendroyono. Sampai kapan kita harus kalah bersaing dengan Cina.
Agus Gendroyono berpendapat turunnya PP nomor 22 tahun 2020 harus jadi motivator para vendor untuk memperbesar penggunaan produksi dalam negeri. Sebagai upaya pemenuhan syarat registrasi material jasa konstruksi yang segera diintegrasikan oleh kementerian PUPR.
Ketua BPD Gapensi Jatim Agus Gendroyono
Agus Gendroyono melihat, dukungan terhadap PP di atas semakin kuat. Karena bila industri baja dalam negeri mati, maka akan semakin tergantung pada impor. Pihak luar akan dengan mudah mempermainkan harga.
“Di sisi lain tenaga kerja regional akan kehilangan mata pencarian, sementara para tenaga ahli dan perusahaan industri baja kita juga akan kehilangan kesempatan menunjukkan kompetensi mereka dalam persaingan di tingkat global,”ungkapnya.
Selain itu Agus Gendroyono mengungkap sinyalemen tentang baja impor yang dikapalkan sudah mendapat stempel SNI. Seakan-akan produk dalam negeri. Tapi kenyataannya adalah barang dari luar.
Karena itu, Ia mengingatkan agar siapapun jangan mencuri peluang dari kesulitan melakukan pengawasan. Tanpa kejujuran semua pihak, maka upaya pemerintah menerbitkan PP ini akan sia-sia.
“Kalau dibiarkan kondisi ini tanpa ikut campur pemerintah, maka situasi yang amat dilematis akan dihadapi kita semua. Di satu sisi ekonomi dalam negeri akan lumpuh, daya beli masyarakat akan mengecil, PHK akan semakin banyak dan kita akan jadi negara konsumtif,” beber dia.
Dalam kesempatan itu, Agus Gendroyono yakin terbitnya PP nomor 22 tahun 2020 bukan hanya memudahkan badan usaha jasa konstruksi Indonesia untuk bangkit kembali setelah sekian lama terjebak dalam pandemi yang tidak menentu ini. Akan tetapi menyalakan kembali api produksi barang dan jasa di dalam negeri.(*)