Bersepeda Listrik, Berkeliling Bagikan Masker hingga Probiotik


GRESIK,1minute.id – Puluhan anggota yayasan Budi Mulia Christian (BMC) School (BMS), Forum Masyarakat Gresik Pecinta Keberagaman (Formagam) dan PGIS Gresik, bersama Kodim 0817 dan Polres Gresik membagikan masker, vitamin dan probiotik kepada masyarakat pada Sabtu, 20 Maret 2021.

Mereka membagikan paket kesehatan tersebut dengan berkeliling menggunakan 60 sepeda listrik di berbagai rute, seperti Pasar Baru Gresik, Alun-alun Gresik, dan simpang empat Sentolang.
Pembina Yayasan BMC Abraham Budi menjelaskan aksi sosial ini menjadi kampanye pengingat agar masyarakat tidak lengah terkait penyebaran Covid-19.

Meski, jumlah kasus sembuh lebih tinggi daripada kasus konfirmasi. Artinya hingga sekarang, virus yang sudah melanda di tanah air lebih dari setahun ini masih ada di sekitar kita. “Mungkin karena sudah lama, masyarakat banyak yang lengah dalam menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19, seperti tidak menggunakan masker,” ujarnya.

Ia menambahkan, aksi sosial ini merupakan bentuk dukungan Yayasan BMC terhadap pemerintah dalam memerangi Covid-19. Menurut Abraham, virus ini akan cepat ditekan kasusnya jika setiap orang aktif memerangi, sehingga ia memilih kampanye pengingat ini sebagai peranan aktifnya.

“Semoga kegiatan ini juga menginspirasi masyarakat untuk kembali aktif memerangi Covid-19 dengan senantiasa menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya. Sementara itu, Ketua Yayasan BMC Tabita Dasa Murni Ningsih menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun “sense of human” kepada muridnya. Sehingga mereka memiliki kepedulian dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam kegiatan ini dibagikan sekitar 3.000 paket yang berisi masker dan vitamin untuk meningkatkan imun masyarakat di tengah wabah Covid-19. Tampak hadir pula dalam kegiatan ini Kasdim 0817 Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi dan Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar.

“Sinergitas ini bentuk dukungan kami terhadap pemerintah dalam menekan kasus Covid-19,”tegasnya. (*)

Bersepeda Listrik, Berkeliling Bagikan Masker hingga Probiotik Selengkapnya

Menuju One Data, One Portal, Bupati Gresik Rangkul Pegiat Media Sosial


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani merangkul para pegiat media sosial untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dalam penyajian data dan informasi pembangunan. Masyarakat juga bisa lebih mudah menyampaikan keluhan melalui media sosial (medsos)

Pertemuan dengan pegiat medsos itu dihelat di ruang Putri Mijil Kompleks Pendapa Rumah Dinas Bupati Gresik pada Sabtu, 20 Maret 2021. Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, peran influencer atau semacam seseorang yang memberi pengaruh di masyarakat memiliki peran tak kalah penting. 

Bahkan, sangat signifikan dalam membantu mempublikasikan  pembangunan baik dalam menyajikan data akurat, serta mendongkrak pamor daerah melalui promosi potensi lokal seperti budaya, produk UMKM dan dinamisasi politik.

“Saya sangat mengapresiasi upaya teman-teman semua dalam menyajikan informasi kepada masyarakat, sehingga potensi pembangunan di Gresik bisa diketahui. Pemerintah perlu masukan dari para pegiat sosial untuk bisa membangun big data sehingga bisa dinikmati masyarakat,”ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani pada Sabtu, 20 Maret 2021.

Gus Yani mengungkapkan dalam waktu dekat pihaknya akan melaunching aplikasi Gresikpedia yang memungkinkan masyarakat bisa mengakses layanan pemerintah, baik layanan kependudukan, perbaikan infrastruktur, kependidikan dan lain sebagainya. 

Tak hanya masyarakat, aplikasi Gresikpedia yang akan dilaunching akhir Maret ini juga bisa diakses Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyampaikan data pembangunan kepada masyarakat.

“Untuk itu, kami butuh masukan dari para pegiat medsos yang sudah sekian tahun berpengalaman mengelola medsos, apa yang harus kami lakukan serta bagaimana cara mengelolanya,”katanya.

Lebih lanjut Gus Yani menolak kesan ingin mengebiri kreatifitas pegiat medsos dalam silaturahmi ini. Bahkan, ia menginginkan kontrol media agar terus dipertajam sepanjang kritikannya merupakan kritikan yang membangun. 

Pegiat medsos pertemuan tersebut admin berbagai media sosial seperti Info Gresik, Gresik News, Ini Gresik, Gresik Media, Gresik Sumpek, Info Seputar Gresiki, Gresspedia, Berita Gresik, Media Politik Gresik, Beritae Wong Gresik, Gresik Waras, Gresik Movie dan lain-lainnya.

Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi  (Diskominfo) Gresik Budi Raharjo, silaturahmi ini  memperluas informasi program-program Pemkab Gresik kepada masyarakat. ” Kehadiran penggiat media sosial ini dapat sebagai jembatan penyampaian aspirasi dari masyarakat kepada pemerintah melalui konten-konten menarik,”katanya.

Gresikpedia, merupakan salah satu program kerja 99 hari Nawa Karsa Gresik Baru. Pemerintah Kabupaten Gresik berkolaborasi dengan berbagai komunitas untuk mengembangkan Gresikpedia sebagai media sinkronisasi data dan integrasi sistem informasi menuju sistem satu data rujukan terpadu yang dapat diakses oleh semua. (*)

Menuju One Data, One Portal, Bupati Gresik Rangkul Pegiat Media Sosial Selengkapnya

Kado Hari Jadi ke-534 Kota Gresik, Onomastika Rilis lagu Damar Kurung

GRESIK,1minute.id – Onomastika musik merilis album anyar di channel youtube pada Selasa, 9 Maret 2021. Album berjudul Damar Kurung itu sengaja dirilis bertepatan Hari Musik Nasional dan kado untuk pemerintah kabupaten (Pemkab) dan masyarakat Gresik yang sedang merayakan Hari Jadi ke-534 Kota Gresik dan HUT ke-47 Pemkab Gresik.

Kelompok musikalisasi musik asal Gresik ini berkalaborasi dengan komunitas film pendek, Gresik Movie untuk membuat video lirik di Bale Keling, Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik.

Menurut Bambang Setiawan, mengalihwahanakan lukisan menjadi lagu pengalaman kali pertama bagi Onomastika Musik sejak 3 tahun berkarya. “Damar Kurung menjadi lagu pertama yang sajaknya ditulis sendiri menggunakan Bahasa Jawa,”kata gitaris Onommastika dalam siaran pers diterima  1minute.id  pada Selasa, 9 Maret 2021.

Onomastika mengadaptasi gagasan lukisan Damarkurung karya maestronya, almarhumah Masmundari, yang berhasil mengilustrasi sisi kehidupan masyarakat Gresik dalam lukisan dua dimensi. 

Kelompok musikalisasi musik, Onomastika Musik asal Gresik membuat video klip diatas perahu di Bale Keling, Kelurahan Lumpur, Gresik ( foto : dok Onomastika for 1minute.id)

Lukisan itu menceritakan aktivitas sore hari masyarakat Gresik yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan buruh pabrik. Kegiatan anak-anak mengaji. Ada juga, budaya padusan menjelang bulan Suci, Ramadan.

Untuk ketahui, pada 2017, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan ikon budaya masyarakat Gresik, Damar Kurung, sebagai Warisan Budaya tak benda. Hal menjadikan keberadaannya perlu dilestarikan dan dikembangkan, salah satunya melalui musik.

Para personil Onomastika merasa perlu untuk membuat lagu ini dan menjulukinya sebagai lagu daerah. Sebab hingga saat ini, belum banyak terdengar lagu daerah yang benar-benar dimiliki dan dibuat oleh orang Gresik. Memilih untuk menggunakan lirik berbahasa Gresik-an dan aransemen yang berbeda dari lagu-lagu Onomastika sebelumnya. 

“Nyatanya tidak membuat Onomastika kehilangan karakternya. Setiap karya punya tujuan masing-masing, aransemen lagu ini dipilih sesuai kebutuhan,”kata Bambang.

Sesuai semangat yang diusung Onomastika, tugas kita adalah memberi suara pada kota yang mulai kehilangan Irama. Melalui lagu Damar Kurung ini, para personilnya seolah mengajak seluruh masyarakat Gresik untuk bersama mengisi kekosongan, menyeimbangkan yang timpang, berkembang, berkarya dan berdaya bersama. 

“Semoga lagu Damar kurung ini menyebar dan memberi manfaat bagi kita semua. Dan tentu saja, semoga menjadi kebanggaan bagi warga Gresik,”pungkas Bambang. (*)

Kado Hari Jadi ke-534 Kota Gresik, Onomastika Rilis lagu Damar Kurung Selengkapnya

Besok, Program Mengaji untuk Anjal dan Orang Tua Direalisasikan

GRESIK,1minute.id – Iin Budiarti dan Fatimah tidak bisa menahan air mata. Mereka terharu,  senang melihat anak jalanan dan orang tuanya mau belajar mengaji, salat bahkan olah raga. Mereka yang biasanya mendapat stigma kumuh,  lecek, kotor,  jorok serta stempel lainnya berkeinginan hidup bersih dan sehat.

Bagi Bunda Iin dan Fatimah, dua perempuan pembimbing di kawasan anak jalanan di terminal Gubernur Suryo, Gresik, keinginan anjal dan orang tuanya itu bagai sebuah hidayah. Saban Ahad pagi, Iin Budiarti mendatangi kawasan terminal Gubernur Suryo, Gresik. 

Mereka ngobrol bareng sambil mendengarkan harapan mereka. Mendengarkan keinginan anak-anak anjal dan orang tua. Selama ini, kehidupan mereka seakan tidak ada yang mempedulikan.  “Dengan pendekatan hati, dan juga contoh perilaku secara langsung, sehingga kebiasaan baik akan biasa dilakukan bagi penghuni kawasan terminal,”ujar Bunda Iin Budiarti pada Minggu, 14 Februari 2021.

Dalam ngobrol santai itu, keta Guru PAUD itu, mereka memiliki mimpi bisa menjalani kehidupan layaknya masyarakat lainnya. Hidup di lingkungan sehat. “Kita begitu bergaul dengan anak-anak dan juga orang tuanya, ternyata mereka butuh bimbingan dalam senam dan mengaji bahkan bacaan dalam salat,”terang Bunda Iin menirukan permintaan warga penghuni terminal.

Bunda Fatimah menambahkan, saat mendampingi ibu-ibu membaca alquran masih banyak menjumpai mereka belum hafal bacaan bahkan gerakan salat. “Baca surat Al Fatihah saja, ibu-ibu yang usianya 40-an tahun ke atas tidak hafal,”kata Fatimah. Fatimah bertekad bisa membimbing, melatih dan mengajarkan ilmu agama, terutama dalam bacaan salat kepada mereka.

“Semoga saya bisa ikut mendampingi dalam pembelajaran ilmu agama, baik pada ibu ibu, juga pada anak anak, karena ini sangat penting bagi kehidupan mereka saat ini dan buat yang akan datang,”paparnya. 
Rencananya, bimbingan agama untuk anak anjal dan orang tuanya itu akan memulai memberikan pembelajaran membaca alquran pada Senin, 15 Februari 2021. (*)

Besok, Program Mengaji untuk Anjal dan Orang Tua Direalisasikan Selengkapnya

Mengantar Kebaikan di Masa Pandemi menjadi Gerakan Jumat Berkah Nasional

GRESIK,1minute.id – Ratusan jamaah salat Jumat di masjid  KH Ahmad Dahlan menikmati makan siang bersama. Mereka makan nasi dalam kemasan kotak dengan lauk daging dan telur setelah salat Jumat. Jamaah masjid berlokasi di dekat Terminal Bunder itu begitu lahap menyantap nasi yang disediakan oleh tim Pola Pertolongan Allah (PPA) Gresik itu.

Sebenarnya, aksi sosial dengan label Gerakan Jumat Berkah (GJB) itu sudah lama dilakukan oleh anggota PPA Gresik. Akan tetapi, jumlah nasi kotak dalam aksi berbagi kebahagian itu terbatas. Sekitar 250 nasi kotak. Ratusan nasi kotak itu dibagikan kepada pekerja yang ada di jalanan. 

Diantaranya, petugas kebersihan,  pengepul sampah, pekerja proyek dan jamaah salat Jumat. Sehingga tidak semua jamaah salat Jumat di masjid KH Ahmad Dahlan itu menikmati nasi badal salat.

Nah, Jumat hari ini, 12 Februari 2021, mereka menambah dua kali lipat dari Jumat sebelumnya menjadi 500 nasi kotak. Untuk keperluan itu, tim PPA Gresik itu memasak daging 27 kilogram  dan telur 31 kilogram. Mereka memasak sendiri di rumah salah satu anggotanya di kawasan Kompleks Perumahan Pongangan Indah (PPI) di Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Gresik.

Sejak pagi tim PPA Gresik itu memasak untuk mempersiapkan Gerakan Jumat Berkah Nasional (GJBN)  bertemakan “Mengantarkan Kebaikan” yang menjadi program PPA Pusat. 

“Menghantarkan Kebahagiaan, menjadi sebuah spirit dari gerakan ini. Bukan tanpa alasan melainkan karena memasukan kebahagiaan di hati seseorang adalah salah satu amalan yang utama,”kata Founder PPA Rendy Reza dalam rilis yang diterima 1minute.id dari tim PPA Gresik pada Jumat, 12 Februari 2021.

PPA ini adalah penggagas komunitas Employee of Allah (EOA) yang menjadi penggerak acara ini. Mereka membagikan makanan siap saji, kebutuhan dapur dan sehari-hari (sembako), buah-buahan, uang tunai, logam mulia, terapi gratis dan lain sebagainya. Inti kegiatan tersebut, menghantarkan kebahagiaan kepada banyak orang.

GJB mendapat respon yang positif dari masyarakat, khususnya para pemetik manfaat. Untuk meningkatkan manfaat dan menyebarkan gerakan ini, terhitung mulai 12 Februari dijadikan gerakan nasional, Gerakan Jumat Berkah Nasional (GJBN).

Saat peluncuran hari ini, GJBN dilakukan di 105 kota/Kabupaten, dimana masing-masing tempat melaksanakannya di 2-5 titik. Masing-masing titik akan membagikan 50-400 paket yang dibutuhkan oleh para pencari nafkah di jalanan. Kaum duafa, anak yatim piatu, penghafal Al Quran, anak-anak berkebutuhan khusus (ABK), warga lapas, mualaf dan lainnya. Penerima manfaat GJBN ini diperkirakan lebih dari seratus ribu paket.

Ketua Panitia Sonny Abikim mengatakan GJBN dilakukan serentak di 105 kabupaten/kota di Indonesia. “Akan terus kami gulirkan sehingga gerakan ini semakin meluas dan bisa menjangkau seluruh wilayah di Indonesia. Kami ingin mengajak sebanyak mungkin orang terlibat dalam kegiatan ini,”ujar Sonny Abikim.

Sony menambahkan selain dengan doa yang rutin kami lantunkan, juga ingin berkontribusi untuk Indonesia dengan aksi nyata. “Dan saya yakin, gerakan ini akan semakin membesar dan memberi manfaat besar bagi masyarakat Indonesia. Saya mengajak siapapun untuk ikut menghantarkan kebaikan kepada banyak orang di negeri yang kita cintai ini,”ujarnya. (*)

Mengantar Kebaikan di Masa Pandemi menjadi Gerakan Jumat Berkah Nasional Selengkapnya

Asumsi Ajak Masyarakat ikut Lawan Covid dengan Memakai Masker

 GRESIK,1minute.id – Wabah corona belum berakhir. Tidak ada yang bisa memastikan virus berawal dari Wuhan, Tiongkok itu kapan berakhir. 
Memakai masker menjadi salah satu cara mencegah penyebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Asosiasi UMK Sidayu (Asumsi)  melihat masyarakat banyak tidak memakai masker. Mereka tergerak untuk membantu pemerintah dengan membagikan 500 masker pada Senin, 1 Februari 2021.

Pembina Asumsi M. Khoirudin mengatakan, pembagian masker ini karena melihat masyarakat tidak memakai masker di sekitar Pasar Sidayu. Pengendara, pengunjung dan pedagang.  Program Asumsi membagikan seribu masker dalam dua periode.

“Tahap pertama hari ini kami bagikan 500 masker. Urunan anggota Asumsi,”kata Khoirudin melalui Whatsapp pada Senin, 1 Februari 2021. 

Wabah corona sejak Maret 2020 itu menjadikan anggota asosiasi usaha kecil menengah (UKM) di Kecamatan Sidayu merasakan dampaknya. Omzet menurun. Untuk mengatasi wabah di era global ini, tidak bisa mengharapkan dari pemerintah. Masyarakat harus ikut berjuang mengenyahkan Covid-19. 

“Semua harus dimulai dari diri sendiri,  Dan mulai lah dari lingkungan terdekat. Jika semua dilakukan serentak, kita pasti bisa mengenyahkan Covid-19 dari bumi Indonesia tercinta,”katanya. 

Sementara itu, data Satgas Covid-19 hari ini mencatat ada penambahan jumlah 14 kasus konfirmasi terakumulasi menjadi 4.813 kasus. Sedangkan, jumlah sembuh bertambah 18 kasus menjadi 4.174 kasus. Kasus meninggal dunia tetap terakumulasi  320 kasus. (*)

Asumsi Ajak Masyarakat ikut Lawan Covid dengan Memakai Masker Selengkapnya

Goresan Tangan Ariel, Bersatu Melawan Pandemi Menyita Perhatian Penggemar Seni di Gresik


GRESIK, 1minute.id – Lukisan Ariel Ramadhan menyita perhatian penggemar seni di Gresik. Lukisan itu berjudul Bersatu Melawan Pandemi. Mahasiswa Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya itu mengambarkan dengan kapal pinisi. Puluhan orang dari berbagai negara memakai masker. 

Ariel menganalogikan kapal kayu berbendera Indonesia dengan bagian layar terdapat logo red cross atawa palang merah Internasional itu bisa selamat berlayar. Mengarungi wilayah  Indonesia, dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote bila seluruh orang dalam kapal itu bersatu.

Awak dan penumpang kapal mematuhi protokol kesehatan. Diantaranya, memakai masker. “Saya mengamati, selama pandemi masih ada masyarakat abai dengan prokes itu,”kata Ariel ditemui di salah satu mal di Gresik, Minggu, 17 Januari 2021.

Ariel bersama 25 teman lainnya menggelar pameran lukisan, sketsa, batik, fotografi dan puisi. Ada 87 karya dalam pameran bertajuk Art Journey. Pameran seni untuk memperingati 17 tahun Sanggar Daun Gresik. Pendiri dan pembina utama Sanggar DAUN Arik S. Wartono mengatakan, Art Journey digelar hingga 6 Februari 2021. “Karya Ariel Ramadhan, nanti akan hibahkan ke RSUD Ibnu Sina Gresik,”kata Arik.

Arik S. Wartono

Namun,  Arik belum bisa memastikan apakah manajemen rumah sakit pemerintah itu mau menerima dan memasang karya siswa Sanggar Daun itu. “Kami sedang berkomunikasi dengan manajemen rumah sakit,”katanya.  
Menurut Arik,  Sanggar Daun berdirinya 2004. Ratusan karya siswa telah dipersembahkan untuk bangsa Indonesia. “Tidak kurang dari 900 penghargaan internasional,”kata Arik.  Siswa diundang dan menjadi peserta pameran dan festival seni rupa anak internasional. 

Penyelenggara lembaga PBB, sosial, perusahaan multinasional dan galeri di berbagai negara. Seperti, Australia, Jepang, Kanada, Mesir, Inggris, USA, Russia, Jerman, Prancis, Polandia, Belanda, Macedonia, Turki, India, Hongkong. “Termasuk berpameran di Museum Van Gogh Belanda, Look and Learn dan Saatchi Gallery UK, IE NO HIKARI dan Kanagawa Gallery Jepang,”katanya.

Raihan itu tercapai karena kreatifitas adalah kata kunci untuk anak-anak DAUN. Belajarnya pun, terangnya,  lebih banyak di luar ruangan, yakni di taman kota, stasiun kereta api, trotoar jalanan, alun-alun, pantai, gunung, sawah, hutan. 
“Untuk pelajaran teknis biasanya lokasi belajarnya bergantian di teras rumah siswa, atau di halaman belakang, bukan di dalam ruangan,”ujarnya. (*)

Goresan Tangan Ariel, Bersatu Melawan Pandemi Menyita Perhatian Penggemar Seni di Gresik Selengkapnya

Komunitas Kurma, Sebarkan Cinta, Berbagi Kebahagiaan bersama Anak Yatim


GRESIK, 1minute.id – Puluhan anak panti di Yayasan Ar- Rohmah itu tampak riang. Bersenda gurau, berlari-lari kecil. Kemudian, tersenyum riang bermain bersama anggota komunitas Kurma. 

Tidak hanya bermain, anak-anak yatim itu juga mendapatkan edukasi cara mencuci tangan yang benar dan pembiasaan hidup bersih dan sehat (PHBS). 

Sejumlah anggota komunitas Kukuhkan Silahturahmi Mari Berbagi Bersama (Kurma) Gresik begitu telaten memberikan edukasi kepada anak-anak yayasan berlokasi di Desa Pongangan, Kecamatan Manyar itu. 

Kecerian semakin terasa ketika seorang badut ikut menghiburnya. Ketua Pelaksana Acara  Riezky Ardyansah mengatakan, masa pandemi Covid-19 mungkin membuat mereka terasa jenuh.

FOTO BARENG : Anggota Komunitas Kurma bersama anak Yayasan Ar Rohman

“Kami ingin memberikan hiburan dan suasana baru, edukasi dan motivasi dengan harapan adik-adik di yayasan tidak jenuh selama pandemi ini, “ujar Riezky dalam siaran pers diterima 1minute.id, Senin 21 Desember 2020.

Selain permainan dan edukasi, tambahnya, anak-anak juga mendapatkan motivasi untuk tetap semangat belajar.  “Kegiatan ini agenda tahunan komunitas,”katanya. Riezky melanjutkan kegiatan sosial ini bertujuan memperkukuh tali silahturahmi kami dengan anak yatim.

Diakhir kegiatan bertajuk “Spread Love and Share Happiness” ini dilakukan pembagian sembako, bingkisan dan uang saku untuk anak yatim. “Kemudian kami makan bersama mereka. Melihat mereka senang, kami merasa ikut bahagia,”katanya.  (*)

Komunitas Kurma, Sebarkan Cinta, Berbagi Kebahagiaan bersama Anak Yatim Selengkapnya

Keren, Film Gemintang Produksi Gresik Movie Masuk Festif, Diputar Perdana di Jogjakarta

GRESIK,1minute.id – Keren. Film pendek produksi Gresik Movie masuk dalam fasilitas Ide Sinema Kreatif (Festif) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekaf) 2020.

Film pendek berjudul “Gemintang” itu diputar perdana dengan 20 film pendek berbahasa daerah lainnya di Jogjakarta,  Minggu 29 November 2020 malam. 

Pemutaran film berdurasi 12 menit itu sekaligus launching Festif kerjabareng dengan JAFF (Jogja-NETPAC Asian Film Festival). Mengusung tema ‘Isolasi–keterasingan fasilitasi- ini menjadi wadah yang berperan untuk meningkatkan daya saing komunitas melalui film berbahasa daerah.

“Para peserta Festif datang dengan ide yang khas dari daerahnya dan perspektifnya menarik,”tutur Litani Tesalonika manajer Program Festif dalam siaran pers dari Gresik Movie kepada 1minute.id, Minggu malam. 
Yurico Abi dari Indonesian Film Community Network menambahkan bahwa film-film Festif yang diproduksi tidak sekadar menjadi portofolio komunitas. 

“Harapannya komunitas bisa bergerak lagi di sub sektor ekonomi kreatif, dan mengantarkan tidak pada ranah kompetisi saja namun bisa dalam peningkatan SDM,”tandasnya.

Festif diluncurkan di 15th JAFF ‘Kinetic’ pada Jumat 27 November 2020 di Kedai Kebun Forum, Jogyakarta.  Festif diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekaf) bekerjasama dengan Salaka Credu dan didukung oleh Indonesian Film Community Network ( IFCN ) , ini memberikan ruang dan apresiasi kepada pelaku perfilman dalam mengekspresikan diri di tengah pandemi.

JAFF digelar sejak  25-29 November 2020, memutar 57 film panjang dan 72 film pendek dari 29 negara se-asia pasifik. Dalam rangkaian festival ini, film Gemintang (Gresik Movie) diputar bersama film “Rundag” dari Tegal (Sinema Pantura).

Usai pemutaran film berbahasa daerah itu, dilanjutkan diskusi bersama Litani Tesalonika (Manajer Program Festif), Jaka Romadon (Sutradara Film Rundag), dan Irfan Akbar Prawiro (Sutradara Film Gemintang). Diskusi cukup gayeng. 

Ketika ditanya tentang responnya terhadap film Gemintang, Reza Fahriansyah, Program Director JAFF, menyatakan bahwa dirinya sangat suka dengan konsep dan model penggarapannya. 

“Selain film ini membicarakan tentang kota, film ini (Gemintang) berhasil membuat perspektif anak-anak menjadi hal yang sangat penting. Kita bisa melihat kota Gresik menjadi sesuatu yang sangat berbeda. Real dan kontekstual,”ungkapnya.

Untuk diketahui, film Gemintang menceritakan tentang dua orang anak yang mendapat tugas dari gurunya untuk menggambar bintang. Namun kesulitan sebab ketika ingin melihat bentuknya, langit di Gresik sedang dirundung mendung saat malam. Film ini diperankan oleh M. Baidlowie Azhari (sebagai Budi) dan Qaireen Khansa P. (Sebagai Kejora). (*)

Keren, Film Gemintang Produksi Gresik Movie Masuk Festif, Diputar Perdana di Jogjakarta Selengkapnya

Gelaran Wedding, Usung Budaya Bali dan Ratna Manggali

Usung busana Khas Bali dan Ratna Manggali, Jogjakarta pukau penonton Serba-serba Manten Expo (Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id—Gelaran Serba-serbi Manten Expo 2020 di salah satu mal di Gresik terasa beda. Event Wedding Tangguh kali pertama di masa coronavirus desease 2019 ini tidak hanya memerkan gaun maupun riasan pengantin modern maupun Jawa.  Ada juga, perias pengantin yang menampilkan busana bak di sebuah karnaval.

Penampilan beda itu menjadikan event pameran perlengkapan pernikahan berkahir Minggu 30 Agustus 2020 itu terasa lebih heboh. Busana ala karnival diberi label Busana Ratna Manggali. Busana itu karya desainer Edi Saptono atau dikenal Andreas Haikal.

Menurut desainer Edi Saptono, busana Ratna Manggali diluncurkan untuk memberikan kesan berbeda dalam pameran Serba-serbi Manten 2020.  ”Saya tidak menyangka antusiasme penonton cukup baik,”ujar Edi pada Sabtu malam. Alumnus SMK PGRI ini mengaku, sejak enam tahun terakhir getol untuk merancang busana karnaval.  ”Akan tetapi, sejak pandemi korona tidak ada event karnaval,”ujarnya. Lelaki asal Gresik itu kemudian berkalaborasi dengan salah satu pemilik perlengkapan pernikahan asal Gresik.  

”Ternyata, sambutan masyarakat luar biasa,”katanya. Edi mengaku dirinya, lebih suka mengekspolrasi busana khas Indonesia.  ”Saya awalnya, menyukai desain setelah melihat GFC (Jember Fashion Carnival) enam tahun lalu,”ungkapnya. Edi mengaku belajar secara otodidak.  ”Di sekolah (SMK PGRI,Red) juga tidak pernah diajarkan,”katanya sambil tersenyum. Dalam Serba-serba MantenExpo ini, Edi merancang dua busana yakni Busana Bali dan Ratna Manggali.

Ratna Manggali adalah putri dari Calon Arang. Sementara itu, Khoiriyah, owner Griya Wedding menambahkan ia memang suka berkolaborasi dengan berbagai pihak. Dengan proses belajar yang tekun, kini dia terbiasa merias model catwalk, pengantin, sampai membuat make-up karakter.  ”Alhamdulillah sukses. Kami menampilkan maksimal sehingga hasilnya banyak apresiasi. Semoga saat ini, era new normal kami pekerja seni kembali bisa berkarya kembali,”ujarnya.

Ria-sapaan-Khoiriyah mengatakan pada event ini  merias dua model dengan karakter berbeda. Satu memakai gaun khas Bali, satu lagi memakai kostum khas Jawa (Jogjakarta) dengan menambah hiasan candi di pakai model diatas kepala.  ”Mengangkat budaya Bali dan Jogjakarta, merupakan destinasi wisata dan berharap bisa bangkit,”katanya. (*)

Gelaran Wedding, Usung Budaya Bali dan Ratna Manggali Selengkapnya