27 Pelukis Cilik Ramaikan Bulan Menggambar Nasional, Ada Menggunakan Puntung Rokok 


GRESIK,1minute.id – Sebanyak 27 anak dari 9 Kabupaten /kota di Indonesia menggelar pameran lukisan di Iconmall pada Sabtu, 21 Mei 2022. Sebanyak 65 karya yang dipamerkan bocah-bocah puluhan tahun anggota Sanggar Lukis DAUN bertajuk “DAUN Drawing Exhibition” itu.

Pameran lukisan ini memperingati Bulan Menggambar Nasional berlangsung hingga 29 Mei 2022.
Meski usia mereka tergolong belia, namun karya mereka tergolong fonomenal. Out of the box. Genre lukisan juga variatif. Sehingga sangat enak dinikmati oleh siapa pun. 
“Kami disini (Sanggar Lukis DAUN) membangun infrastruktur gagasan. Out put adalah karya,”kata Pendiri dan Pembina Sanggar DAUN Arik S. Wartono pada Sabtu, 21 Mei 2022.

Gagasan tentu original. “Seni rupa anak, terdepan kita prioritaskan kreatifitas anak,”tegasnya. Puluhan karya pelukis anak berasal dari kota Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Kudus, Jogyakarta, Depok, Jakarta dan Denpasar ini membuat para pengunjung terasa betah menikmati karya mereka.

Bhre Otes : Bhre Bhawana Praja Kawula, pelukis cilik menggunakan media puntung rokok sebagai karyanya. Karya Bhre, murid Sanggar DAUN bisa menyelamatkan lingkungan dab kali pertama di Indonesia dalam DAUN Drawing Exhibition di Gresik pada Sabtu, 21 Mei 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Diantaranya, karya Bhre Bhawana Praja Kawula. Siswa kelas 3 SDN Pacar Keling, Surabaya memamerkan 4 karya. Bhre tidak memakai cat. Anak nomor dua dari lima bersaudara pasangan Yoko Sardiyoko dan Mela Damayanti itu menggunakan puntung rokok dan pensil. Ia pun mendapatkan julukan Bhre Otes. Otes adalah puntung rokok. 

“Awalnya, nenek marah. Saya memungut rokok dianggap seperti orang gila,”cerita Bhre sambil tersenyum. Namun, akhirnya nenek memahami. Sebab, Bhre dengan ribuan puntung rokok yang dikumpulkan sejak Maret 2022 itu dianggap bisa menyelamatkan lingkungan. Bahkan Walikota Surabaya Eri Cahyadi memberikan apresiasi. “Saya bisa bertemu dengan pak Walikota karena otes itu,”ucapnya. 

Menurut Bhre, puntung rokok filter bisa mencemari lingkungan. Meski sudah ditanam di tanah namun baru bisa terurai 5 tahun sampai 10 tahun. “Sejak Maret lalu, saya memungut 30 ribu puntung rokok,”terangnya. 
Ribuan otes itu lalu di cuci menggunakan cuka dan garam. Kemudian dikeringkan. “Di cuci untuk menghilangkan bakteri,”tegasnya.

Dari ribuan puntung rokok itu, Bhre Otes telah menghasilkan 20 lukisan. Empat diantaranya di pajang dalam DAUN Drawing Exhibition. Empat lukisan itu berjudul Unititle dengan media puntung & pensil on canvas. “Saya pingin pameran tunggal,”katanya. (yad)

27 Pelukis Cilik Ramaikan Bulan Menggambar Nasional, Ada Menggunakan Puntung Rokok  Selengkapnya

Formagam, Jaringan GusDurian Blusukan Bagikan Sembako kepada Pemulung 

GRESIK,1minute.id – Forum Masyarakat Pecinta Keberagaman (Formagam), GusDurian dan Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Gresik turun ke jalan pada Kamis, 7 April 2022. Mereka blusukan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik.

Kehadiran anggota komunitas itu untuk memberikan bantuan sembako kepada para pemulung yang mengais rezeki di TPA berlokasi di Jalan Prof Moh Yamin, Desa Ngipik, Kecamatan Gresik itu. Baksos di bulan suci Ramadaan ini dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Asisten Bidang Kesra Suyono dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Mokh Najikh.

Sebanyak 250 paket sembako yang dibagikan kepada para pemulung dan petugas kebersihan yang dibagikan oleh komunitas lintas agama dan organisasi kemasyarakatan itu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi kegiatan peduli kemanusiaan. “Kegiatan ini sangat menginspirasi sekali. Selain sebagai sarana membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan dan sebagai ajang silaturrahmi, kegiatan ini juga mencerminkan kerukunan antar umat beragama yang kuat. Kita lihat, saudara kita ada yang dari Persatuan Gereja, Formagam dan dari organisasi lainnya,”puji Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Gus Yani berharap semoga bantuan ini bermanfaat bagi yang membutuhkan. Sementara itu, Ketua Formagam Gresik Joko Pratomo mengatakan, kegiatan ini inisiasi jaringan GusDurian setiap Ramadan. “Jika, sebelum pandemi Jaringan GUSDURian menggelar kegiatan sahur bersama secara offline. Kini, kegiatan baksos tersebut salah satu media untuk menyapa dan bersilaturahmi GUSDURian dan jaringan lintas iman kepada kelompok marginal,” ujarnya. 

Kegiatan baksos merupakan kegiatan rutin yang digelar Jaringan GusDurian melalui komunitas di setiap kabupaten/kota. Dimana, dengan adanya kegiatan tersebut saling gotong royong untuk membantu sesama yang membutuhkan uluran tangan. Bakti sosial ini merupakan bentuk kolaborasi antara Gusdurian Gresik, Formagam, PGI yang didukung oleh Food Cycle, GusDurian Peduli, Pattiro Gresik, Sapta Darma, PSMTI, FGKS, PP. Internasional Al Illiyin. (yad)

Formagam, Jaringan GusDurian Blusukan Bagikan Sembako kepada Pemulung  Selengkapnya

Nguri-uri Budaya Kota Lama Gresik, Bupati Ungkap Kejayaan dan Keistimewaan Kota Gresik

GRESIK,1minute.id – Launching Gresik Heritage dan Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Kota Lama Gresik (KLG) terasa meriah pada Sabtu, 5 Maret 2022. Gelaran acara itu seperti nguri-uri budaya dan kesenian khas Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik dipusatkan di halaman SMP Darul Islam (Daris) itu dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Para pencipta sejarah dan budaya Gresik tumplek blek di acara itu. Antara lain, Mat Kauli, seniman macapat,  sejarawan Kota Lama Gresik (KLG) Oemar Zainuddin, keturunan Kanjeng Poesponegoro Askabul Kahfi, dan lainnya. Lahirnya komunitas anyar yang diketuai oleh Sumarga Adhi Satria ini menjadi sebuah harapan baru bagi masyarakat yang peduli terhadap budaya dan sejarah yang ada di KLG itu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  mengawali  sambutannya mengutip ucapan Presiden Indonesia pertama, Soekarno “Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarah. Bangsa yang besar, bsngsa yang menghargai para pahlawannya”.

Maknanya apa dari kutipan tersebut,  kata Fandi Akhmad Yani, kita harus belajar dari sejarah. Belajar tentang kejayaan masa lalu,  juga bisa belajar tentang kehancuran. “Belajar sejarah bisa melihat kejayaan di masa lampau.  Belajar pula bisa melihat kehancuran  mudah-mudahan di Kabupaten Gresik, khusus lembaga pendidikan memberikan kurikulum  yang mengenal sejarah lokal. Ini sangat luar biasa,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani pada sambutannya.

Bupati berusia 36 tahun ini, memberikan apresiasi dan akan mendukung Dinas Pendidikan membuat kurikulum sejarah muatan lokal Gresik.  “Kami mendukung betul karena kita belajar sejarah kota Gresik faktanya Kota yang sangat tua, Kota Bandar tertua. Kota bandar terbesar di eranya,”kata Gus Yani. 

Pelabuhan Gresik, imbuhnya, yang ada saat ini punya cerita kesuksesan luar biasa. Pusat perdagangan dari bangsa mana pun.  India,  Gujarat, China dan ini meninggalkan fakta.Banyak prasasti-prasasti kuno mulai dari Makam Nyai Fatimah binti Maimun,  Makam para waliyullah,  Maulana Malik Ibrahim,  makan Sunan Giri 

NGURI-URI BUDAYA: Seniman Macapat satu-satunya di Gresik, Mbah Mat Kauli, 77, bersama keturunan KRT Poesponegoro, Bupati Gresik pertama di launching Gresik Heritage dan Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Kota Lama Gresik di halaman SMP Darul Islam pada Sabtu, 5 Maret 2022 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Bahkan di ada klenteng Kim HinKiong yang umurnya sudah ratusan tahun.  Ini fakta yang masih ada prasastinya. Jadi, Gresik ini sangat luar biasa. Lokasi sangat setrategis, tentunya banyak sejarah yang harus kita lestarikan.  Salah satunya ada tari tadi,  Tari Masmundari,”ujarnya. 

Keistimewaan Kota Gresik ini, jelas Gus Yani, tidak dimiliki oleh kabupaten/kota lainnya di Indonesia. Kota Surabaya, Lamongan, Tuban, Bojonegoro dan lainnya. Kota Gresik, imbuhnya, memiliki sejarah sangat kuat karena pertemuan 4 budaya yakni Arab, Pecinan, Kolonial Belanda dan Melayu (Jawa). “Bahkan, Semarang, Jawa Tengah yang memiliki kota tua,  masih kurang lengkap di banding Kota Gresik. Semarang hanya memiliki 3 budaya,”katanya. 

Karena sejarah yang kuat itu, pemerintah pusat memberikan hadiah bentuk pembangunan senilai Rp 50 miliar.  “Anggaran itu digunakan untuk membetulkan irigasi yang sudah berpuluh-puluh tahun ngak menata irigasi, memperbaiki lampu dan sebagainya,”ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Kota Lama Gresik Sumarga Adhi Satria mengungkapkan rasa syukur karena Launching dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kadispendik Gresik S. Harianto,  Kepala Dinas Kebudayaan, Ekonomi Kreatif, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafparpora) Gresik Sutaji Rudi dan lainnya. “Hari ini begitu menggembirakan karena nguri-uri budaya mendapatkan respon positif,”katanya. (yad)

Nguri-uri Budaya Kota Lama Gresik, Bupati Ungkap Kejayaan dan Keistimewaan Kota Gresik Selengkapnya

Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Kota Lama Gresik Segera Launching , Siap Nguri-uri Budaya 

GRESIK,1minute.id – Satu lagi komunitas berdiri di Gresik. Komunitas anyar itu adalah KomunitasPecinta Sejarah dan Budaya Kota Lama Gresik (KLG). Komunitas anggotanya dari berbagai profesi. Diantaranya, akademisi, pendidik, budayawan, sejarawan, pengusaha, tokoh masyarakat dan para pemuda kreatif yang peduli terhadap sejarah dan warisan budaya. Khususnya di wilayah Kota Lama Gresik ini bakal dilaunching pada Sabtu, 5 Maret 2022.

Ketua Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Kota Lama Gresik Sumarga Adhi Satria mengangkat, komunitas telah terbentuk pada akhir Desember 2021. “Komunitas ini terbentuk hasil diskusi dan kajian akademisi yang dilakukan oleh mahasiswa program doktoral di Balai Desa Gapurasukolilo,”kata Sumargo pada Rabu, 2 Maret 2022.

Dalam diskusi, imbuhnya, peserta memiliki kesamaan visi dan misi untuk turut serta menjaga dan melestarikan haritage yang ada di Kota Lama Gresik (KLG) . Kawasan KLG memiliki nilai historis yang sangat luar biasa. “Nilai historis dan arsitektur bangunan di GKL belum mendapakan perhatian serius. Padahal, kalau di rawat bisa menjadi potensi wisata,”kata Sumarga yang juga Kepala SMP Darul Islam Gresik itu.

Dia berkata perkumpulan yang bakal di launching di Alun-alun Gresik ini bisa menjadi titik awal untuk merawat dan mewujudkan sebagai destinasi budaya.  “Istilahnya nguri-uri budaya dan warisan budaya,”imbuhnya. 

Untuk warisan budaya tidak hanya bangunan kuno. Tapi, warisan dari unsur makanan, jajanan, dan kerajinan kuno seperti produk sarung tenun, songkok, batik, dan damar kurung sebagai produk andalan yang sampai sekarang ini telah menjadi ikon Gresik.  “Sayangnya  banyak sekali generasi muda yang tidak mengetahuinya, seolah menjadi kearifan kuno yang tidak menarik lagi di mata milenial,”ujar Sumarga. 

Dalam kaitannya dengan tugas dan tanggungjawab sebagai Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Kota lama Gresik serta SMP Darul Islam Gresik, kami memiliki visi misi perkembangan bersama dalam  menumbuhkembangkan atau mengangkat pemahaman arti Kebudayaan dan Sejarah Kota lama Gresik kepada para Pelajar dan masyarakat Kota Gresik. Bisa dimulai dari siswa Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah Atas. “Alhamdulillah kesadaran dan niat kami didukung secara langsung oleh Pak Harianto (Kepala Dinas Pendidikan Gresik,Red),”katanya. 

Dispendik Gresik, tambahnya, akan mengagendakan  kurikulum khusus bagi sekolah di Kabupaten Gresik, agar para pelajar mengetahui tentang bangunan cagar budaya dan sejarah Kota Lama Gresik yang memiliki nilai historis tinggi dan dapat ditujukan sebagai destinasi wisata pendidikan Kota Lama Gresik.

Odiek, salah anggota komunitas menambahkan, banyak bangunan bernilai historis yang dipugar atau dijual oleh pemiliknya. Bangunan itu kemudian dirobohkan berganti bangunan modern atau toko. “Kalau kondisi ini terus terjadi bangunan tua di Gresik Kota Lama bisa habis,”kata Odiek, budayawan asal Gapurasukolilo, Gresik itu. (yad)

Komunitas Pecinta Sejarah dan Budaya Kota Lama Gresik Segera Launching , Siap Nguri-uri Budaya  Selengkapnya

Pasekgres Ngowes Pakai Batik Tetap Fashionable

GRESIK, 1minute.id – Ada nuansa beda ngowes bareng bersama Paguyuban Sepeda Kebo Gresik pada Sabtu, 2 Oktober 2021. Biasanya, puluhan anggota paguyuban yang berdiri sejak 2004 atawa 17 tahun lalu, itu memakai kostum ala pejuang atau baju ala Jawa. 

Tapi, pagi tadi gowes bareng dengan start dan finish di Alun-alun Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik itu memakai kostum batik. Baju batik dikombinasikan blangkon, atau kopiah dengan bawahan celana atau sarung. Sehingga, ngowes anggota perkumpulan sepeda kuno binaan Komando Distrik Militer (Kodim) 0817 Gresik ini terasa lebih ciamik. 

Mereka keliling jalan protokol, mulai Jalan Pahlawan, Panglima Sudirman, R.A.Kartini , DR Soetomo, Jaksa Agung Suprapto lalu Pahlawan dan finish Alun-alun Gresik.  “Kami mampir ke Makodim karena organisasi ini binaan pak Dandim (Letkol Inf Taufik Ismail, Red),”kata Penasehat Pasekgres Sumadi didampingi Ketua Pasekgres Zainal Arifin usai ngowes pada Sabtu, 2 Oktober 2021. 

FASHIONABLE: Anggota Pasekgres Ngowes memakai batik menjadi daya tarik bagi masyarakat pada Sabtu, 2 Oktober 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sumadi mengatakan, ngowes kali berbeda karena memperingati Hari Batik Nasional. “Baju batik, celana dan aksesoris lainnya bebas,”katanya. Hari Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober. Kain Indonesia dengan gambar dan pembuatan dibutuhkan keahlian khusus ini oleh Unesco telah ditetapkan sebagai warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009. Batik semakin fashionable. (yad)

Pasekgres Ngowes Pakai Batik Tetap Fashionable Selengkapnya

Bukber, Salat Jamaah, Lalu Dapat Paket Sembako, Anjal Semringah

GRESIK,1minute.id – Puluhan anak jalanan terlihat semringah pada Sabtu, 24 April 2021Mereka tersenyum bahagia karena bisa salat maghrib dan buka berjamaah bersama para pengurus Asosiasi Bank Sampah Gresik (Asbag).

Buka puasa dan salat berjamaah dilakukan di rumah belajar anak  jalanan (Anjal) di kompleks terminal angkutan kota dan desa di Jalan Gubernur Suryo, Gresik itu.

“Kami senang bisa berbagi dengan anak-anak kurang beruntung,”kata pengurus Asbag Siti Fitria. Fitri mengatakan, selama bulan suci Ramadan ini paket sembako itu dikumpulkan dari anggota Asbag dan donasi masyarakat yang peduli kepada sesama yang secara ekonomi kurang beruntung. Anak yatim dan anjal, diantaranya.

Pembimbing di rumah belajar anak jalanan Ustadzah Iin Budiarti bersyukur ada pihak yang memberikan bingkisan bagi binaannya.

“Kami sangat bahagia dan sangat bersyukur,  beberapa kelompok masyarakat dan juga pribadi yang memberikan support pada kami. Sumbangan ini akan kami bagikan secara langsung kepada mereka yang berhak,”kata Iin-sapaan- ustadzah Iin Budiarti. (yad)

Bukber, Salat Jamaah, Lalu Dapat Paket Sembako, Anjal Semringah Selengkapnya

Peringati Hari Bumi, EH Ajak Masyarakat Diet Plastik

GRESIK,1minute.id – Sejumlah aktivis dari Earth and Human (EH) Gresik dan siswa MTs Maarif Sidumukti, Kecamatan Kebomas turun ke jalan pada Kamis. 22 April 2021. 

Mereka membagikan tumbler, sedotan stainless dan masker kain kepada para pengendara di Jalan Sumatera Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Aksi simpatik para aktivis itu untuk memperingati  Hari Bumi Sedunia yang diperingati setiap 22 April itu. Koordinator EH Gresik Syaiful Fauzi mengatakan, aksi ini bagian dari edukasi kepada masyarakat agar bijak berplastik. Diet plastik.

“Sosialisasi penggunaan produk yang ramah lingkungan,”ujar Syaiful Fauzi.
Penggunaan sedotan stainless, botol minum (tumblr) serta masker kain, tambahnya, belum banyak dilakukan masyarakat.

Dengan cara ini, imbuhnya, berusaha menggugah dan mengingatkan masyarakat untuk memakai produk ramah lingkungan. Apalagi, belakangan ini banyak restoran dan kafe berdiri di Gresik.

“Banyak restoran dan kafe yang lebih suka menggunakan kemasan sekali pakai dari pada gelas kaca yang bisa dipakai berulang ulang. Dan juga mengingatkan tentang penggunaan masker yang dapat dipakai berulang-ulang, biar tidak nyampah,”tegasnya.

Untuk diketahui Hari Bumi adalah acara tahunan yang dirayakan di seluruh dunia pada 22 April untuk menunjukkan dukungan bagi perlindungan lingkungan.

Peringatan pertamakali dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat Gaylord Nelson pada 1970 seorang pengajar lingkungan hidup.
Menurut data yang diperoleh EH Gresik perolehsedotan plastik dan gelas plastik memerlukan waktu selama ratusan tahun untuk terurai.

Selain itu, setiap tahunnya satu juta burung laut mati karena menelan sampah plastik.Bahkan, diprediksi sekitar delapan juta ton sampah plastik. (yad)

Peringati Hari Bumi, EH Ajak Masyarakat Diet Plastik Selengkapnya

Kabar Panceng Siapkan Tenda, Rombong hingga Takjil Delivery Gratis

GRESIK,1minute.id –Pegiat media sosial facebook Kabar Panceng tidak hanya berbagi informasi. Komunitas ini juga berbagi takjil untuk warga yang sakit dengan tajuk “Takjil Delivery” gratis. Bulan suci, Ramadan menjadi momentum bagi admin medsos itu berbagi kebaikkan. 

Ketua Kabar Panceng Didik Ahmad Sihabul Milah mengaku selama bulan Ramadan ini, dia bersama para admin Kabar Panceng setiap hari membeli dagangan masyarakat secara bergilir.Kemudian takjil itu dikumpulkan dan diantar ke rumah-rumah warga dengan mengendarai sepeda motor.

“Takjil kami bagikan ke setiap rumah warga di Desa Wotan tanpa terkecuali sampai seluruh rumah mendapatkan manfaat. Program ini kita beri nama takjil dilevery gratis,”kata Didik pada Rabu, 14 April 2021. Takjil delivery ini juga berisikan beras dan mi instan kepada warga.

Selain membagikan takjil, kata pria 33 tahun itu, pegiat medsos ini juga membuka bazar ramadan untuk memfasilitasi para pelaku usaha mikro dan kecil menengah (UMKM) bahkan masyarakat yang menjadi pedagang takjil dadakan dengan menyediakan tenda dan rombong untuk berjualanan.

“Semua tenda dan rombong di Bazar Ramadan Kabar Panceng kita siapkan bagi masyarakat dan gratis. Program ini bertujuan untuk membangkitkan kembali perekonomian akibat wabah Covid-19,”kata Didik. 

Menurut Didik, fasilitas tenda dan rombong untuk jualan tidak berhenti setelah bulan Ramadan. Fasilitas itu akan kembali bisa digunakan warga setempat secara cuma-cuma. Jika tidak ada aral melintang setiap akhir pekan akan ada bazar dan pasar malam.

“Tidak cuma itu nantinya setelah ramadan tenda-tenda dan rombong-rombong ini akan kami jadikan pasar malam dan pasar tradisional yang bertujuan untuk menumbuhkan UMKM untuk menjadi lebih maju dan punya daya saing bagi target pasar,” terangnya. (yad)

Kabar Panceng Siapkan Tenda, Rombong hingga Takjil Delivery Gratis Selengkapnya

Melongok Aktivitas Parasandi Gresik, Pontensi PAD yang Belum Tergarap

GRESIK,1minute.id – Sejumlah pekerja sedang memperbaiki kapal. Suara mesin las dan “gempuran” palu menimbulkan suara dok.. dok.. dok saling bersahutan. 

Air laut di kawasan pesisir Kelurahan Pekelingan,  Kecamatan/Kabupaten Gresik sedang pasang. Masiadi, 51, Suratno, 41, pekerja doking tradisional itu bisa melakukan aktivitas perbaikan kapal. Karena pekerjaan di bagian dak kapal. 

“Kalau pekerjaan bagian bawah, ya menunggu air surut,”Suratno pada Rabu, 31 Maret 2021. Doking kapal dan perahu di kawasan pesisir Pekelingan, Kroman dan Lumpur, Kecamatan Gresik ini sudah bertahun-tahun.Bahkan, turun temurun. 

Mereka berkerja mandiri. Tanpa sertifikat keahlian. Pemasaran juga dilakukan secara getok-tular atau dari mulut ke mulut. “Selama ini, pekerjaan tidak pernah ada komplain dari pemilik kapal atau perahu,”imbuhnya.

Kondisi pesisir Pekelingan, Kecamatan Gresik terlihat kumuh. Padahal penataan pesisir berpotensi menambah PAD Gresik (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Pembina persatuan penyelam tradisional pelestari kawasan pantai (Parasandi) Andi Sarjono Sucipto mengatakan sarana dan prasarana (sarpras) konvensional menjadikan pekerjaan doking tidak bisa selesai tetap waktu. “Karena bergantung pasang surut air laut,”kata Andi.

Akibatnya, antrian perbaikkan kapal atau perahu cukup panjang. Andi memimpikan ada doking terapung. Akan tetapi, investasinya cukup besar. “Satu peralatan doking terapung sederhana berkisar Rp 300 – 400 jutaan,”katanya.
Bila peralatan itu sudah teralisasi, waktu penyelesaian pekerjaan bisa sesuai sekedul.

“Penataan kawasan pantai akan bisa lebih maksimal,”ujar Andi. Selain, keahlian perbaikan kapal dan perahu, anggota Parasadi berjumlah 60-an memiliki banyak keahlian. Antara lain, nyelam tradisional.

Keahlian mereka menyelam dengan peralatan tradisional sudah banyak diakui. “Meski mereka belum memiliki serifikasi penyelam,”ungkapnya.

Kajur Perkapalan UMG Ali Yusa bersama anggota Parasandi di pesisir Pekelingan, Gresik pada Rabu, 31 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Terpisah, Kepala jurusan perkapalan fakultas teknik industri Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Ali Yusa mengatakan kawasan pesisir laut Gresik bila digarap serius berpotensi mendapatkan pendapatan asli daerah (PAD) Gresik sekitar Rp 1,5 miliar. 

“Selain PAD, perdayaan masyarakat dengan menciptakan lapangan kerja,”katanya. Yusa mencontohkan, ojek laut. Ada puluhan perahu nelayan yang selama ini melayani kebutuhan anak buah kapal atau masyarakat.

“Mereka melakukan antarjemput awak kapal. Suplai kebutuhan air bersih untuk awak kapal. Juga, bisa antarmasyarakat susur laut,”katanya.
Akan tetapi, kata Yusa, banyak perahu nelayan yang belum memiliki Pas kecil dan SKK 30.

“Pas kecil seperti STNK. Sedangkan, SKK 30 fungsinya seperti SIM (surat izin mengemudi),”kata pria yang gemar memelihara jenggot itu. Dia menegaskan, sebenarnya banyak sisi maritim yang bisa di tata. Caranya, sinergitas antara akademi, pemerintah dan masyarakat. (yad)

Melongok Aktivitas Parasandi Gresik, Pontensi PAD yang Belum Tergarap Selengkapnya

Lembaga Anyar, Fokus Lingkungan Berdiri di Gresik

GRESIK,1minute.id – Satu lagi lembaga swadaya masyarakat (LSM) berdiri di Gresik. Lembaga anyar itu bernama Gresik Ekologi dan Observasi (GEO).

LSM yang dipimpin oleh Johar Ismanto ini berfokus dengan misi  lingkungan, pemberdayaan masyarakat serta melakukan penelitian uji kualitas polusi udara.

Menurut Johar Ismanto, Gresik dikenal sebagai kota industri. Ribuan pabrik berskala kecil hingga besar menjalankan operasi di Gresik. “Kami tidak menolak industrialisasi. Tapi, industri yang harus ramah lingkungan,”ujar Jhon Oi-sapaan-Johar Ismanto pada Rabu, 24 Maret 2021.

Pria 41 tahun ini, selama ini kerap terlibat aksi demonstrasi bersama sejumlah aktivis di Gresik ketika melihat ada ketimpangan sosial, maupun lingkungan di Gresik.

“Kami di GEO akan lebih banyak kajian dengan melibatkan akademisi melakukan penelitian uji kualitas polusi udara,”tegas Jhon Oi. (*)

Lembaga Anyar, Fokus Lingkungan Berdiri di Gresik Selengkapnya