Sembilan Desa di Cerme Terendam Kali Lamong

GRESIK,1minute.id – Luapan Kali Lamong semakin meluas. Kini, kecamatan Cerme sudah sembilan desa yang terendam air bah kiriman dari kabupaten tetangga itu.

DataSatgas Bencana Kecamatan Cerme sembilan desa yang tergenangi banjir tahunan itu adalah Dadapkuning ; Ngembung ; Sukoanyar dan Guranganyar. Kemudian, Desa Dungus ;  Morowudi ; Pandu ; Betiting dan Iker-ikergeger.

Di sembilan desa yang terdampak banjir Kali Lomong itu, ada 286 rumah yang tergenangi air bah dengan ketinggian antara 20 cm hingga 80 cm. Kondisi terparah dialami warga Kompleks Perumahan Cerme Prisma Land (CPL).

Ada 210 unit rumah kompleks perumahan berlokasi Desa Guranganyar, Kecamatan Cerme, Gresik.Ketinggian antara 60 cm – 80 cm. Selain, ratusan rumah penduduk, air itu menerjang ratusan hektare sawah dan tambak. Akibat ini, masyarakat mengalami kerugian puluhan hingga ratusan juta.

Camat Cerme Suyono, air bah mulai masuk Cerme pada Sabtu malam. Namun, curah hujan yang tinggi membuat air bah cepat meluas. “Tadi pagi, sudah sembilan desa yang tergenangi banjir Kali Lamong,”ujar Suyono pada Senin, 15 Maret 2021. 

Untuk kawasan perumahan, kondisi terparah di Desa Guranganyar. “Di Kompleks perumahan CPL ada 210 rumah yang tergenangi air. Ketinggian air sekitar 80 centimeter,”ujar Suyono yang juga Plt Camat Duduksampeyan itu.

Sedangkan, untuk infrastruktur jalan yang terendam banjir Kali Lamong paling parah di Desa Sukoanyar sepanjang 1,5 kilometer. (*)

Sembilan Desa di Cerme Terendam Kali Lamong Selengkapnya

Kuasa Hukum KMB : Warga Tidak Berhak Memasang Portal

GRESIK,1minute.id  – Kuasa hukum PT Kohir Mustika Berkah (KMB) Moch Toha angkat bicara terkait pemasangan portal jalan yang dilakukan warga Kompleks Perumahan Alam Bukit Raya (ABR) pada Minggu pagi, 14 Maret 2021.

Dia mengatakan, masyarakat tidak memiliki hak memasang portal  jalan tersebut. Pasalnya, jalan tersebut adalah aset klien, PT KMB. Berdasarkan eigendom verponding lahan yang dimiliki KMB seluas 25 hektare atau 25 ribu meter persegi.

“Jalan yang dipasang portal itu bagian dari aset klien kami,”kata Toha pada Minggu, 14 Maret 2021. PT KMB , tambahnya, selama ini tidak mempermasalahkan aset klien digunakan untuk jalan dan taman, sebagai fasilitas umum atau fasilitas sosial. Meski, klien tambah Cak To-sapaan-Moch Toha belum melakukan transaksi penjualan kepada masyarakat.

Selama ini, dia mengklaim penjualan di aset KMB dilakukan oleh pengembang sebelumnya. “Tapi fakta hukumnya pengembang sebelumnya itu tidak pernah bisa menunjukkan hak kepemilikan lahannya kepada user (pembelinya),”katanya. 

Sehingga, katanya, warga yang merasa tidak puas menimpahkan kekesalannya kepada PT Kohir. “Seolah-olah kesalahan ditimpahkan klien. Padahal, kesalahan itu dilakukan pengembang sebelumnya yang tidak bisa menunjukkan legalitas kepemilikan lahannya,”katanya.

Selain itu, tambahnya, klien juga ikut membantu pembuatan jalan tersebut. “Saat itu, klien membantu pembangunan jalan itu sekitar Rp 240 jutaan,”kata Cak To. Atas dasar itu, jelasnya, masyarakat tidak berhak untuk memasang portal jalan. 

“Kami akan lakukan pendekatan kepada pengurus RW dan masyarakat lainnya,”ujarnya. Sebab, pihak KMB akan melakukan upaya hukum bila portal jalan itu tidak di buka. “Klien memiliki bukti, berupa eigendom vorponding atas nama keluarga A.Kohir,”jelasnya. 

Surat Eigendom verponding yang diklaim dimiliki oleh PT Kohir Mustika Berkah di area Kompleks Perumahan ABR ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Seperti diberitakan, ratusan warga Kompleks Perumaham Alam Bukit Raya (ABR) menggelar unjukrasa di dalam kompleks perumahan pada Minggu, 14 Maret 2021.

Mereka berasal dua desa yakni Kembangan, Kecamatan Kebomas dan Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik itu merasa resah aktivitas pembangunan yang dilakukan oleh salah satu perusahaan yang melakukan aktivitas pembangunan di dalam kompleks perumahan itu.

Aktivitas pembangunan itu tanpa kulo nuwun kepada masyarakat. Menggunakan fasilitas jalan swadaya masyarakat. Selain itu, aktivitas pembangunan itu menutup saluran air sehingga berpotensi menimbulkan banjir ketika hujan. 

Massa berasal dari dua rukun warga (RW) 09 Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas dan RW 20 Desa Suci, Kecamatan Manyar itu pun akhirnya kehilangan kesabaran. Sebab, manajemen perusahaan yang mengklaim sebagai pengembang perumahan di kompleks perumahan ABR itu ditengarai tidak memiliki iktikad baik.

“Tiga kali diundang untuk pertemuan tidak pernah datang,”ujar Ketua RW 09 Rudi Winarto pada Minggu, 14 Maret 2021. Masyarakat  akhirnya menutup akses jalan keluar ABR dengan memasang portal jalan.

Akses jalan itu yang di portal itu adalah yang pembangunannya dilakukan secara swadaya warga perumahan. Sehingga, saat inu aktivitas keluar-masuk warga menggunakan on gate system. (*)

Kuasa Hukum KMB : Warga Tidak Berhak Memasang Portal Selengkapnya

Warga ABR Portal Jalan Keluar Perumahan, Menolak Penggunaan Fasum tanpa Izin

GRESIK,1minute.id – Ratusan warga Kompleks Perumaham Alam Bukit Raya (ABR) menggelar unjukrasa di dalam kompleks perumahan pada Minggu, 14 Maret 2021.

Warga di dua desa yakni Kembangan, Kecamatan Kebomas dan Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik merasa resah aktivitas pembangunan yang dilakukan oleh salah satu perusahaan yang melakukan aktivitas pembangunan di dalam kompleks perumahan itu.

Aktivitas pembangunan itu tanpa kulo nuwun kepada masyarakat. Selain itu, aktivitas pembangunan itu menutup saluran air sehingga berpotensi menimbulkan banjir ketika hujan. 
Ratusan penghuni di dua rukun warga (RW) 09 Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas dan RW 20 Desa Suci, Kecamatan Manyar itu pun akhirnya kehilangan kesabaran.

Sebab, manajemen perusahaan yang mengklaim sebagai pengembang perumahan di kompleks perumahan ABR itu ditengarai tidak memiliki ikhtikad baik. “Tiga kali diundang untuk pertemuan tidak pernah datang,”ujar Ketua RW 09 Rudi Winarto pada Minggu, 14 Maret 2021.

Masyarakat di dua desa itu akhirnya menutup akses jalan keluar ABR dengan memasang portal jalan. Jalan itu hasil swadaya masyarakat. Sehingga, aktivitas keluar-masuk warga menggunakan on gate system

“Kalau mereka merusak portal atau taman yang dibangun warga sepakat akan melapor ke polisi,”tegas Rudi Winarto. Penutupan satu akses jalan keluar itu untuk mengantisipasi perusahaan melakukan aktivitas pembangunan.

“Warga tidak menolak pembangunan. Tapi, gunakan akses jalan lain. Karena mereka selama ini tidak bisa menunjukkan legalitas kepemilikan lahannya,”tegas Rudi dan diamini ratusan warga lainnya.

Dalam aksi usai kerja bakti pembersihan tamanan itu ada empat yang dituntut warga yakni menolak PT Kohir Mustika Berkah (KMB) di Perumahan ABR, menolak segela bentuk premanisme masuk wilayah ABR, Menolak semua Pekerja PT Kohir Mustika Berkah masuk wilayah ABR dan Menolak PT Kohir Mustika Berkah memakai tanah fasum/fasos tanpa seizin warga perumahan ABR. (*)

Tidak ada galeri yang dipilih atau galeri itu dihapus.

Warga ABR Portal Jalan Keluar Perumahan, Menolak Penggunaan Fasum tanpa Izin Selengkapnya

Kali Lamong Meluap, Anggota Polisi dan Koramil Benjeng Bantu Dorong Motor Mogok

GRESIK,1minute.id –  Curah hujan yang tinggi membuat Kali Lamong meluap pada Sabtu, 13 Maret 2021. Air bah kiriman dari kabupaten tetangga itu merambah jalan raya Benjeng-Balongpanggang. Ketinggian air sekitar 50 centimeter.

Sejumlah pengendara motor terlihat menuntun kendaraan karena mogok. Akibatnya, lalu lintas terganggu. Sejumlah personel dari Koramil dan Polsek Benjeng dikerahkan untuk membantu masyarakat dan pengendara yang terjebak banjir Kali Lamong itu. 

Sambil melakukan pengaturan arus lalu lintas, anggota Koramil maupun Polsek Benjeng terlihat membantu mendorong kendaraan yang mogok.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto  melalui Kapolsek Benjeng AKP Sholeh Lukman Hadi mengatakan, banjir yang terjadi kali ini merupakan dampak dari luapan aliran sungai Kali Lamong dan ini sudah terjadi kesekian kalinya awal 2021 ini.

Pihaknya bersama personel Koramil Benjeng turun ke lokasi banjir untuk mengantisipasi terjadinya kerawanan kemacetan akibat genangan air.  “Semoga keberadaan anggota di sepanjang ruas jalan raya tersebut bisa membantu warga utamanya bagi pengguna jalan yang melintasi area banjir,”kata AKP Sholeh Lukman.

Selain mengantisipasi kemacetan, tambah mantan Kapolsek Panceng itu, penempatan personil juga mengantisipasi timbulnya korban jiwa maupun kerugian harta benda pengguna jalan akibat meluapnya air anak Kali Lamong. (*)

Kali Lamong Meluap, Anggota Polisi dan Koramil Benjeng Bantu Dorong Motor Mogok Selengkapnya

Kodim 0817 Gresik bersama Masyarakat Buat Akses Jalan ke Makam Putri Cempo

GRESIK,1minute.id – Kawasan Bukit Cempo longsor semakin parah. Akses jalan menghubungkan Kelurahan Gending dan Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Gresik terputus.

Akibat longsor di kawasan perbukitan terdapat dua tempat wisata religi, yakni Pesarean Putri Cempo dan Syeh Sayyid Abdurahman, Paman Sunan Giri sudah tidak bisa dikunjungi oleh para peziarah. Sebab, akses jalan selebar 1 meter dengan panjang 100 meter selama ini digunakan lalu lalang masyarakat maupun para peziarah sudah hilang sejak Rabu, 3 Maret 2021. 

JALAN Alternatif : Kondisi jalan alternatif menuju makam Putri Cempo masih bisa dilewati pengendara motor pada 27 September 2020. Kini, jalan itu sudah hilang akibat bukit di kawasan Bukit Putri Cempo longsor pada Rabu,3 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Kondisi itu membuat anggota Komando Distrik Militer (Kodim) 0817 Gresik turun tangan pada Jumat, 5 Maret 2021. Sejak pagi hari, puluhan anak buah Letkol Inf Taufik Ismail, Komandan Kodim 0817 Gresik kerya bakti bersama masyarakat setempat membuat akses jalan menuju masjid, maupun makam Putri Cempo dan Syeh Sayyid Abdurahman itu. 

Pembukaan jalan baru ini menggunakan peralatan  konvensional, yakni cangkul, sabit dan lainnya. 
“Karya bakti Kodim 0817 Gresik bersama masyarakat untuk membuat akses jalan alternatif,”kata Sersan Satu (K) Iza Elmi, anggota Komando Wanita Angkatan Darat (Kowad) Kodim 0817 Gresik. (*)

Kodim 0817 Gresik bersama Masyarakat Buat Akses Jalan ke Makam Putri Cempo Selengkapnya

Bupati Gresik Turun Gunung, Warga Nurut Ajakan Mengungsi

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gresik Ida Lailatussa’diyah, Kepala DPKP Gresik Achmad Washil dan Kepala DLH Gresik Mokh Najikh melihat kondisi bagian dapur rumah keluarga Musa’adah lantainya mulai longsor (foto : chusnul cahyadi1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik bergerak cepat mengantisipasi terjadinya korban jiwa akibat tanah longsor di kawasan Bukit Putri Cempo. Pemkab menyediakan rumah untuk keluarga Musa’adah, 70, yang semakin mengkhawatirkan. Apalagi, lantai dapur sudah bolong. Longsor. 

Rumah tinggal sementara tersebut tidak jauh dari rumah Musa’adah sebelumnya.  Jaraknya sekitar 100 meteran. Letaknya, dekat Makam Putri Cempo. Rumah berdinding tembok itu selama ini ditempati oleh Sulaiman, ASN di Dinas Informasi dan Komunikasi (Diskominfo) Gresik. Leman-sapaan-Sulaiman bertugas menjaga tower komunikasi milik Diskominfo tersebut.

Tower komunikasi ini sangat vital karena pusat pengendali jaringan internet semua kegiatan Pemkab Gresik. 

Tawaran Bupati Gresik termuda itu membuat kepala organisasi perangkat daerah (OPD) turun tangan. Pasca Gus Yani – panggilan akrab – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani turun tangan. Ada tiga kepala OPD yang berusaha menyakinkan keluarga Musa’adah agar mau menerima tawaran Gus Yani itu.

Tiga kepala OPD itu adalah Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ida Lailatussa’diyah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Mokh Najikh. Mereka didampingi Sekcam Kebomas Zainul Arifin dan Lurah Gending dan Ngargosari.

MENGUNGSI : Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gresik Ida Lailatussa’diyah untuk melihat rumah keluarga Musa’adah pada Rabu,3 Maret 2021 ( foto : ,chusnul cahyadi/1minute.id)

Musa’adah dan keluarganya luluh hatinya. Mereka menyatakan akan segera boyongan ke “rumah” barunya itu. 

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ida Lailatussa’diyah pun lega. Ida mengatakan, pemerintah mengantisipasi kondisi terjelek. “Bila longsor terus jadi, jangan sampai ada korban,”kata Ida Lailatussa’diyah.

Sebab, kondisi rumah kediaman keluarga Musa’adah sangat mengkhawatirkan. “Lantai dapur sebagian sudah longsor,”katanya.  Karena itulah, Pemkab Gresik menyediakan rumah pengungsian sementara. “Untuk kondisinya ya apa adanya,”katanya. 

Saifuddin, anak Musa’adah mengaku selama ini, bila hujan turun keluarga pindah ke tempat yang lebih aman. “Setelah hujan reda ya kembali lagi,”ujar pria yang berprofesi sebagai juru kunci Makam Putri Cempo itu. Namun, Syaifudin mengaku sesekali tinggal rumah.

Sebab, profesi sebagai juru kunci Makam Putri Cempo -ada menyebut-Putri Campa harus memberikan pelayan kepada masyarakat hendak berziarah ke Putri Cempo. Tamu, tambahnya, datang sewaktu-waktu. Kadang pagi, sore hingga malam hari. “Kalau Saya hampir tidak tidur malam. Semoga diparingi keselamatan semua,”katanya. (*)

Bupati Gresik Turun Gunung, Warga Nurut Ajakan Mengungsi Selengkapnya

Kawasan Bukit Putri Cempo Semakin Mengkhawatirkan, Begini Kondisinya

LONGSOR : Bangunan kafe di kawasan Putri Cempo mulai longsor (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Azan Asar baru selesai berkumandang, nenek Musa’adah mengambil wudu kemudian salat Asar. Setelah salat nenek 70 tahun itu menuju dapur rumahnya untuk memasak. 

Bangunan dapur ibunda juru kunci Makam Putri Cempo – ada yang menyebut – Putri Campa, Ahmad Syaifudin itu berdinding asbes gelombang. Lantai tanah liat. Namun, di bagian pojok timur lantai rumah nenek di kawasan Bukit Putri Cempo, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Gresik itu terlihat berlubang cukup besar. Diameternya sekitar 1 meteran. 

Begitu 1minute.id mencoba melonggo lubang itu terlihat dasar tebingnya. Cukup dalam. Sekitar 7-10 meteran. “Tanahnya longsor,”kata Musa’adah pada Rabu, 3 Maret 2021. 

Musa’adah seakan tidak terlihat risau. Apalagi,  waswas dan khawatir dapur rumah dan bangunan rumah yang berada di depan makam Syeh Sayyid Abdurrahmah, Paman Sunan Giri (Maulana Ainul Yaqin) akan ikut tergerus air hujan dan ke dalam jurang kawasan Bukit Putri Cempo (Puncem) itu.

Apalagi  bagian lantai tanah liat rumah Musa’adah sudah mulai retak-retak. Sehingga, salah satu blandar rumah disanggah kayu balok. “Untuk menahan atap biar tidak ambruk,”sela Syaifuddin, anak Musa’adah yang berprofesi sebagai juru kunci Makam Putri Cempo itu.

Ada tiga bangunan rumah di sekitar makam Syeh Sayyid Abdurahman itu. Semuanya keluarga Musa’adah berjumlah empat orang. Yakni, Musa’adah, Syaifudin dan anaknya. Serta, Samsul Arif, adik Musa’adah. 

Bukit Puncem mengalami longsor sejak 2018. Kondisi tanah kapur yang labil membuat longsoran di kawasan yang terdapat situs religi Makam Putri Cempo dan Syeh Sayyid Abdurahman, paman Sunan Giri itu semakin parah. Dan, kali terakhir, tanah longsor pada Selasa,  2 Maret 2021.

Akses jalan alternatif Gending-Ngargosari terputus. Sejumlah bangunan rumah dan kafe di sekitar Bukit Puncem itu rawan longsor.   

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika berkunjung ke rumah Musa’adah pada Rabu, 3 Maret 2021 merasa khawatir terkait kondisi rumah Musa’adah itu. Bupati Gresik milinial itu telah meminta keluarga Musa’adah untuk mau pindah rumah.

Pasalnya, kondisi rumah mengkhawatirkan. Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik telah menyediakan rumah sebagai tempat pengungsian sementara. (*)

Kawasan Bukit Putri Cempo Semakin Mengkhawatirkan, Begini Kondisinya Selengkapnya

Bupati Gresik Sidak Bukit Putri Cempo, Longsor Semakin Mengkhawatirkan

GRESIK,1minute.id – Kondisi Jalan Bukit Putri Campa semakin mengkhawatirkan. Longsor semakin parah. Bahkan, bagian dapur rumah juri kunci Makam Putri Campa dan salah satu kafe tanahnya mulai tergerus.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan inspeksi mendadak (sidak) kawasan bukit yang sekarang banyak berdiri bangunan untuk kafe itu pada Rabu, 3 Maret 2021.

Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Perkerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji.  “Jadi, sepulang dari Stadion G-JOS, saya pun langsung meninjau lokasi longsor di Putri Cempo,” ujar Bupati Gus Yani pada Rabu , 3 Maret 2021.

Menurut Gus Yani, sidak ini dilakukan sebagai tindak lanjut banyaknya pengaduan masyarakat di media sosial (medsos) terkait kondisi Bukit Pucem. “Jadi, ketika sampai di lokasi (Putri Cempo), saya langsung menelepon Pak Kadis PU untuk mendampingi saya meninjau lokasi,”ungkapnya

Gus Yani berjanji longsornya Bukit Putri Cempo akan menjadi perhatiannya. Ia mengatakan akan membahas penanganan Bukit Putri Cempo dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. 

Dalam pengamatan 1minute.id selama musim hujan sudah beberapa kawasan bukit Putri Campa-ada menyebut-Putri Cempo mengalami longsor. Jalan alternatif menghubungkan kelurahan Gending dan Ngargosari sudah terputus total. “Kemarin (Selasa) pagi longsor cukup parah,”ujar Ny Musa’ada ditemui 1minute.id dirumahnya pada Rabu sore, 3 Maret 2021.

Menurut nenek 70 tahun itu, tanah longsor di sisi selatan di dekat deretan berdirinya kafe di kawasan itu. Untuk saat ini, akses jalan menuju selebar 1 meter dibangun masyarakat sekitar ke makam Putri Campa dan makam Syeh Sayyid Abdurahman, Paman Sunan Giri sudah hilang. Longsor. Bahkan, bangunan gapura ke  makam Paman Sunan Giri juga hilang. 

MENGKHAWATIRKAN : Bangunan dapur rumah nenek Musa’ada, ibunda Juru Kunci Makam Putri Cempo yang semakin mengkhawatirkan. Pemkab Gresik telah menyiapkan sebuah rumah untuk pengungsian sementara. (Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Petugas memasang pita garis plastik di dekat makam aman Sunan Giri itu. Sekitar pukul 14.00, tiga kepala organisasi perangkat daerah mendatangi rumah nenek Musa’ada yang tidak lain ibunda juru kunci Makam Putri Campa, Syaifuddin. 

Mereka adalah Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gresik Ida Lailatussa’diyah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Mokh Najikh. Mereka didampingi Sekcam Kebomas Zainul Arifin dan Kades Gending dan Ngargosari.

Tujuannya, mereka meminta kepada Musa’ada dan keluarganya mengungsi. Pemkab Gresik telah menyiapkan rumah sementara di dekat Makam Putri Campa. “Mohon untuk sementara jangan tidur disini karena kondisi mengkhawatirkan,”ujar Ida Lailatussa’diyah. (*)

Bupati Gresik Sidak Bukit Putri Cempo, Longsor Semakin Mengkhawatirkan Selengkapnya

Peringati HPSN, Bhayangkari Polres Gresik Bagikan Sembako dan Alat Kebersihan di TPA Ngipik


GRESIK,1minute.id – Pagebluk  Covid-19 masih belum berakhir. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik masih menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala Mikro.

Kondisi itu membuat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) dilakukan secara berbeda oleh Pengurus Bhayangkari Cabang Gresik pada 21 Februari 2021. Ibu-ibu anggota Polres Gresik itu menggelar bakti sosial (Baksos) dengan membagikan masing-masing seratus paket sembako dan alat kebersihan kepada petugas kebersihan di tempat pembuangan akhir (TPA) Ngipik.

Baksos dipimpin Ketua Bhayangkari Cabang Gresik Ny Inanda Arief Fitrianto. Baksos diawali penyerahan paket sembako dari ketua Bhayangkari Polres Gresik Ny Inanda kepada salah satu polisi wanita (Polwan) kemudian diteruskan kepada petugas kebersihan di TPA Ngipik.

BAKSOS HPSN : Anggota Polwan Polres Gresik menyerahkan bantuan alat kebersihan dari Pengurus Bhayangkari Cabang Gresik kepada pemulung di TPA Ngipik Gresik. Baksos ini memperingati HPSN diperingati setiap 21 Februari.

Ketua Bhayangkari Cabang Gresik Ny Inanda Arief Fitrianto mengatakan bakti sosial sebagai wujud kepedulian para istri Polri di Polres Gresik untuk membantu masyarakat terhadap kesulitan yang dihadapi di masa  Pandemi Covid-19 ini.

“Bhayangkari Cabang Gresik, mencoba meringankan beban mereka dalam bentuk baksos dengan membagikan paket sembako dan paket alat kebersihan,”kata istri Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto ini.

Pada kesempatan itu, Inanda Arief Fitrianto  mengajak kepada seluruh masyarakat melakukan berprilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). “Mari kita peduli dengan menjaga kebersihan lingkungan, sehingga dapat menciptakan bangsa yang sehat dan berprestasi,”pungkasnya. (*)

Peringati HPSN, Bhayangkari Polres Gresik Bagikan Sembako dan Alat Kebersihan di TPA Ngipik Selengkapnya

Momentum HPSN, Asbag dan Istri Bupati Prakarsai Punguti Sampah, DLH Menggelar Pedas


GRESIK,1minute.id – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Mokh Najikh menghimbau kepada masyarakat untuk berprilaku hidip bersih dan sehat (PHBS). Caranya, kata Najikh,tidak membuang sampah sembarangan, melaksanakan pemilahan sampah di sumber-sumber sampah yang secara berkelanjutan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengurangan sampah.

Momentum peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap 21 Februari ini, Najikh akan menggelar Pekan Sedekah Sampah (Pedas). 
Pedas selain memeriahkan HPSN juga menyemarakkan Bulan Rajab, Syakban, dan menyonsong bulan suci, Ramadan.

“Kami menghimpun sedekah dalam bentuk pengumpulah barang bekas tidak terpakai. Sampah yang masih ada nilai ekonomisnya,”kata mantan Sekretaris DPRD Gresik ini pada Sabtu, 20 Februari 2021.  Hasil yang didapat dari Pedas itu dilaporkan ke Baznas Gresik.

“Tapi, kami mohon kembali untuk disalurkan ke rekan-rekan pasukan kuning, pasukan taman, pasukan TPA dan anak yatim,”kata mantan Plt (Sekretaris Daerah) dan Plt Bupati Gresik menggantikan berakhirnya masa kepemimpinan periode dua almarhum KH Robbach Ma’sum pada 1 September 2010 itu.

Untuk diketahui sampah perkotaan masih menjadi problem pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik. Volume sampah terus bertambah seiring bertambahnya jumlah penduduk. Saat ini, diperkirakan jumlah penduduk Gresik sekitar 1,3 juta jiwa. Sementara, tempat pembuangan akhir (TPA) hanya satu. TPA Ngipik di Jalan Prof Moh Yamin, Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik. 

Edukasi Sampah : Istri Bupati Gresik terpilih, Nurul Haromaini (dua dari kanan) bersama Ketua Asbag Siti Fitriah saat memperingati HPSN di Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Sabtu, 20 Februari 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Pemerintah sedang berupaya membangun tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) di tiga wilayah. Yakni, Wilayah Selatan di Kecamatan Kedamean, Wilayah Utara diusulkan di Kecamatan Ujungpangkah. Satu lagi, di Pulau Bawean diusulkan di Kecamatan Sangkapura.

Problem sampah rumah tangga itu akan bisa teratasi bila masyarakat peran aktif melakukan tindakan mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse) dan mendaur ulang sampah (recycle) mulai dari awal yaitu rumah, warung atau kafe masing-masing. 

Tadi pagi, Sabtu. 20 Februari 2021, Nurul Haromain Yani bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Asosiasi Bank Sampah Gresik (Asbag) melakukan kegiatan peduli lingkungan. Kegiatan dihelat di sekitar bangunan pendapa Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Gresik itu mengawali rangkaian Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap 21 Februari itu.

Istri Bupati Gresik terpilih, Fandi Akhmad Yani itu secara simbolis menanam pohon kehidupan jenis kedondong, mengedukasi para pemilik kafe di sekitar Desa Ngargosari-kini menjadi-salah satu sentral kafe di Gresik itu. 

Bahkan, ibu dua anak berusia 28 tahun itu, ikut membantu relawan Asbag memunguti sampah plastik, botol air mineral di sekitar lokasi HPSN. Alumnus Ilmu Komunikasi Unair Surabaya tidak terlihat canggung. Puluhan karung berisi botol mineral berhasil dikumpulkan dalam aksi peduli lingkungan itu. (*)

Momentum HPSN, Asbag dan Istri Bupati Prakarsai Punguti Sampah, DLH Menggelar Pedas Selengkapnya