Wabup Gresik Kesengsem Karya Aam, Pelukis  Menggunakan Kaki juga Anggota Amfpa Asal Gresik

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah kepincut dengan karya lukis Muhammad Amanatullah-biasa disapa-Aam. Pelukis difabel tinggal di Jalan R.A.Kartini, Gresik. Lukisan pelukis dengan kaki yang membuat Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu kesengsem itu tentang petani membajak sawah secara tradisional yakni menggunakan dua ekor sapi. 

Membajak sawah tradisional ini kini langka. Sebab, sebagian besar petani telah menggunakan mesin traktor. “Saya minat dengan lukisan ini, saya beli ya Mas Aam,”kata Bu Min. “Njeh monggo Bu Min, syukur Alhamdulillah lukisan saya diminati Ibu Wakil Bupati Gresik,”jawab Aam. 

Ketertarikan Bu Min-sapaan karib-Wakil Bupati Aminatun dengan lukisan karya Aam tidak serta-merta. Awalnya, Aam melakukan demonstrasi melukis di depan Wabup Gresik itu di Pendapa Bupati Gresik pada Sabtu, 23 September 2022. Saat itu, Wabup Aminatun Habibah menghadiri acara pembagian bantuan sosial alat bantu penyandang disabilitas, duafa dan lanjut usia (Lansia) rangkaian HUT Omah Duafa yang didirikan oleh Syaikhu Busiri itu.

Aam, pelukis satu-satunya dari Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang menjadi anggota Association of Mouth and Foot Painting Artists (AMFPA), sebuah asosiasi pelukis menggunakan mulut dan kaki yang bermarkas di Eropa itu menunjukkan keahlian, melukis dengan kaki. Aam terlahir dengan organ tubuh pendek. Kedua kaki dan tangannya pendek. 

Keterbatasan fisik tidak membuat Aam berkecil hati. Karena Aam memiliki keahlian melukis dengan kaki. Selain melukis dengan kaki, Aam juga guru ngaji di tempat pendidikan quran (TPQ) di masjid deket rumah. Aam yang baru menyandang gelar Sarjana Pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) itu dikenal sebagai seorang motivator. Ia pun dinobatkan sebagai The Best Motivator di UMG 2022 itu.

Bu Min kagum dengan karya Aam. Mata Bu Min berkaca-kaca karena terharu sampai meneteskan air mata. “Saya terharu sekaligus kagum melihat beliau (Aam). Dengan keterbatasan yang dimiliki ternyata menyimpan semangat yang begitu luar biasa. Semangat itu ditunjukkan dengan berbagai karya lukis yang sudah dibuat. Saya lihat hasil lukisan ternyata sangat menakjubkan,”kata Bu Min.

Ia menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada Aam. Sebab, ia melihat sosok Aam yang begitu menginspirasi. “Saya menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada mas Aam. Saya tertarik dengan salah satu lukisan beliau berminat untuk membeli,” ucap Bu Min. 

Aam gembira karyanya diminati oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Artinya, semakin banyak tokoh yang mengoleksi karyanya. Sebelumnya, lukisan Aam telah dikoleksi oleh mantan Kepala Kepolisian Daerah Jatim Inspektur Jenderal Anton Bahrul Alam ;  Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf. Aam juga pernah melukis wajah Presiden Joko Widodo dan menyerahkan kepada presiden ketika melakukan kunjungan kerja ke Gresik tahun lalu. Kini,  Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. (yad)

Wabup Gresik Kesengsem Karya Aam, Pelukis  Menggunakan Kaki juga Anggota Amfpa Asal Gresik Selengkapnya

Kapal Katamaran Multipurpose Karya Mahasiswa, Siswa SMK Maskumambang dan Parasandi Segera Berlayar 

GRESIK,1minute.id – Kapal Katamaran multipurpose segera berlayar. Kapal Fiberglass buatan “keroyokan” mahasiswa jurusan teknik perkapalan UMG, siswa SMK Maskumambang, Dukun dan nelayan itu memasuki tahapan finishing.

Diperkirakan kapal fiberglass  memiliki panjang 7 meter, lebar 3 meter yang dibuat di Living Labolatory Maritime Teknik Perkapalan UMG di Dermaga Pesona Pekelingan Jalan R.E.Martadinata, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu rampung akhir September 2022. Ada dua kapal Katamaran Multipurpose yang sedang dikerjakan oleh mereka. Dan, satu kapal perbaikan karena bekas selama 7 tahunan. 

Pekerjaan tiga kapal ( dua pembuatan dsn satu perbaikan) dilakukan mulai pagi hingga sore hari. Pada Jumat, 23 September 2022 sekitar pukul 15.00 WIB, wartawan  1minute.id ketika mendatangi tempat pembuatan kapal Katamaran Multipurpose terlihat sejumlah siswa dan pekerjaan anggota Persatuan Penyelam Tradisional Pelestari Kawasan Pantai (Parasandi) Gresik melakukan pengamplasan. 

Menghaluskan atau mengamplas dempul yang ada di bagian lambung dan dak kapal. Pekerja itu, diantaranya, Nazrie Rachim, siswa kelas XII SMK Maskumambang, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik itu terlihat semangat. Nazrie tidak sendirian. Siswa jurusan teknik kontruksi kapal baja (TKKB) itu bersama 10 teman lainnya. Sebelas anak itu adalah siswa magang atau praktik kerja lapangan (PKL). Sore itu, mereka didampingi Ketua PKL Abdul Azis. 

“Kami sejak awal ikut magang pembuatan kapal ini,”kata Nazrie yang didapuk sebagai juru bicara siswa itu. Banyak pengalaman baru yang bisa didapatkan dalam proses magang ini. “Saya dan teman-teman jurusan TKKB. Disini, kami magang membuat kapal fiberglass. Ini baru kami,”jelas Nazrie.  Di tempat magang inu, Nazrie dkk mendapatkan pengetahuan yang tidak didapatkan di bangku sekolah. Yakni, pembuatan kapal fiberglass. “Saya di jurusan kapal Baja. Disini membuat fiberglass. Membuat kapal fiberglass lebih simpel,”katanya. 

Pandemi Covid-19 selama 2,5 tahun membuat sejumlah galangan kapal sepi order. Puluhan siswa SMK memasuki program magang atau PKL tidak bisa magang seluruhnya di galangan kapal yang ada di Gresik, Lamongan hingga Madura. Living Labolatory Maritime Teknik Perkapalan UMG menjadi pilihan bagi siswa SMK yang dipimpin oleh Ahmad Yulianto.

Kepala PKL SMK Maskumambang Dukun Abdul Azis mengatakan, program magang pembuatan kapal Katamaran Multipurpose, berbahan fiberglass ini sebuah pengalaman baru. “Pengalaman baru bagi siswa ini, semoga bisa menambah luas pengetahuan,”kata Abdul Aziz pada Jumat, 23 September 2022. Selepas program magang ini, ia berharap siswa bisa menerapkan ilmu yang di sekolah. “Minimal nanti siswa bisa membuat miniatur kapal fiberglass di sekolah,”harapnya. 

Living laboratory Maritime UMGini berdiri sejak 18 Juni 2021. Belum genap dua tahun beroperasi. Living laboratory Maritime pertama di Indonesia ini berada di Dermaga Pesona Pekelingan Jalan R.E.Martadinata, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik. 

Living Labolatory Maritime sederhana. Tidak ada bangunan gedung atau layaknya sebuah pabrikan. Tempat candradimuka bagi mahasiswa, pelajar dan anggota Parasandi ini atapnya hanya ditutup terpal untuk pelindung dari sengatan sinar matahari. 

KAPAL PERTAMA : Kapal Fiberglass buatan Living Labolatory Maritime Teknik Perkapalan UMG di Dermaga Pesona Pekelingan Jalan R.E.Martadinata, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada 7 Juli 2021 ( Foto dok. Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Meski sederhana, Living Labolatory Maritime ini tergolong produktif. Kapal pertama berukuran panjang 7 meter, lebar 2,8 meter. Kapal berbobot 2 grosstonage itu bisa mengangkut berat 4 ton. Bahan sama, fiberglass. Kapal pesanan seorang pengusaha asal Bekasi, Jawa Barat itu kelar pada Sabtu, 7 Juli 2021. Saat itu, peran mahasiswa teknik perkapalan UMG ikut melakukan pengawasan dan pembelajaran secara langsung mekanisme pembuatan kapal berbahan fiberglass itu. 

Nah, pembuatan kapal Katamaran Multipurpose, imbuhnya, pekerjaan dilakukan oleh mahasiswa, siswa SMK dan anggota Parasandi Gresik. Artinya, UMG  melakukan peningkatan kopetensi dengan mendidik 15 mahasiswa dari jurusan Teknik Kontruksi kapal baja, siswa SMK dan warga sekitar. Dengan memberi materi teori banguanan kapal dan manajemen produksi kapal.

“Dimana efisiensi waktu pengerjaan didapat 1/3 waktu normal  dan biaya pengerjaan yang menelan biaya hanya 40 persen dari biaya normal. Jauh dari kebiasaan selama ini yang mencapai 65 hari untuk 1 unit kapal dan biaya hingga Rp 120jt/unit,”jelas Kepala Jurusan Perkapalan Fakultas Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Ali Yusa kepada 1minute.id pada Sabtu, 24 September 2022. (yad)

Kapal Katamaran Multipurpose Karya Mahasiswa, Siswa SMK Maskumambang dan Parasandi Segera Berlayar  Selengkapnya

Begini Upaya Petrokimia Gresik Melindungi Lingkungan Maritim!

GRESIK,1minute.id – Memperingati Hari Maritim Nasional, Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia terus meningkatkan komitmennya dalam menerapkan Green Port.

Green Port yakni konsep pengembangan pelabuhan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek kelestarian lingkungan, konservasi energi, community development, dan kepentingan ekonomi dari pelabuhan itu sendiri.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, menyampaikan penerapan konsep Green Port di pelabuhan Petrokimia Gresik telah dilakukan sejak 2021 sebagai komitmen perusahaan terhadap perlindungan lingkungan maritim yang merupakan terjemahan poros maritim dunia. “Oleh karena itu, penerapannya perlu didorong untuk terus disesuaikan dengan kaidah pengelolaan pelabuhan yang mendukung pembangunan keberlanjutan,” ujarnya.

Upaya Petrokimia Gresik dalam menghadirkan pelabuhan yang sejalan dengan kaidah Green Port salah satunya diwujudkan dengan mengerahkan 60 personil dalam “Gerakan Bersih Pantai dan Laut” beberapa waktu lalu. “Melalui aksi ini, Petrokimia Gresik mendapat apresiasi dari Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Gresik sebagai Juara I dalam gerakan tersebut,”imbuh Dwi Satriyo.

Selain itu, Petrokimia Gresik juga aktif dalam pelestarian lingkungan laut melalui konservasi hutan mangrove. Terbaru, Petrokimia Gresik melakukan penanaman 31 ribu bibit mangrove di pesisir pantai sekitar perusahaan.

Upaya pelestarian lingkungan Pelabuhan Petrokimia Gresik berikutnya adalah mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) handal, melalui kegiatan Marine Pollution Exercise (Marpolex) atau Latihan Penanggulangan Pencemaran di Laut secara periodik bersama KSOP Kelas II Gresik.

“Meskipun sejauh ini tidak ada material berjenis minyak dalam kegiatan bongkar-muat di Pelabuhan Petrokimia Gresik, ke depan tidak menutup kemungkinan sejalan dengan upaya komersialisasi pelabuhan, sehingga pelatihan ini sebagai langkah antisipatif,”tandas Dwi Satriyo.

Marpolex sendiri sejalan dengan program International Maritime Organization (IMO) tentang Marine Pollution (MARPOL) 73/78 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia yang tertuang dalam PM 58 Tahun 2013 tentang Penanggulangan Pencemaran di Perairan dan Pelabuhan serta dalam upaya menjaga lingkungan perairan dan pelabuhan.

Lebih lanjut, Dwi Satriyo menjelaskan, penerapan Green Port di Petrokimia Gresik diperkuat melalui konservasi energi. Beberapa implementasi yang telah dilakukan diantaranya pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk gedung dan perkantoran, penggunaan sepeda motor listrik, mengganti lampu penerangan konvensional dengan LED, penerapan green building, penyediaan shore connection untuk supply energi kapal, serta pemanfaatan CCTV pada Digital Port Supervising (Aplikasi Petroport) untuk mengurangi penggunaan energi pada kendaraan serta meningkatkan layanan distribusi pupuk.

“Penghematan biaya operasional pada akhirnya akan berpengaruh pada harga produk, sehingga langkah ini juga menjadi upaya Petrokimia Gresik dalam memberikan perlindungan bagi konsumen melalui produk berkualitas dengan harga yang lebih kompetitif,”ujar Dwi Satriyo.

Sementara untuk aspek community development, Petrokimia Gresik senantiasa melibatkan masyarakat sekitar pelabuhan untuk konservasi hutan mangrove. Karena manfaat dari adanya hutan mangrove jug dirasakan oleh masyarakat.

Diantaranya mampu mengurangi abrasi pantai, menjaga kualitas air pesisir, konservasi keanekaragaman hayati dan menyediakan bahan-bahan alami penting yang mendukung sektor perikanan. Sehingga, dengan adanya hutan mangrove ini diharapkan mampu mendukung sumber mata pencaharian masyarakat pesisir pantai sekitar perusahaan.

Dalam konservasi hutan mangrove ini, Petrokimia Gresik melibatkan masyarakat dari Desa Roomo, Kelurahan Korman dan Lumpur sehingga mereka juga turut menjaga hutan itu sendiri. “Kami percaya Green Port berdampak baik bagi kinerja perusahaan secara global. Hal ini dikarenakan adanya aspek pengelolaan energi, pengelolaan limbah, pengelolaan lingkungan yang tentunya dapat meningkatkan kinerja dan citra perusahaan,”tutup Dwi Satriyo. (yad)

Begini Upaya Petrokimia Gresik Melindungi Lingkungan Maritim! Selengkapnya

Living Labolatory Maritime UMG, Tempat Pembuatan Kapal Fiberglass Bagai Candradimuka Mahasiswa, Siswa SMK dan Warga 

MELONGOK Keberadaan Living Labolatory  Maritime Teknik Perkapalan (Tekpal) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).

SEJUMLAH orang sedang melakukan pembuatan kapal motor. Kapal berbahan fiberglass. Kapal Katamaran multipurpose ini istimewa. Sebab, kapal tersebut digarap secara “keroyokan”. Yakni, mahasiswa jurusan teknik perkapalan (Tekpal) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), siswa SMK Maskumambang di Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik dan anggota Persatuan Penyelam Tradisional Pelestari Kawasan Pantai (Parasandi) Gresik. 

Kapal Katamaran Multipurpose itu memiliki panjang 7 meter dan lebar 3 meter. Estimasi pembuatan kapal butuh waktu 20 hari. “Biaya tidak sampai Rp 50 juta,”kata Kepala Jurusan Perkapalan Fakultas Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Ali Yusa kepada 1minute.id pada Kamis, 22 September 2022.

Kapal Katamaran ini adalah kapal kali kedua yang digarap di Living Labolatory Maritime Teknik Perkapalan UMG berlokasi di dekat Dermaga Pesona Pekelingan di Jalan R.E.Martadinata, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu. 

Kapal pertama berukuran panjang 7 meter, lebar 2,8 meter. Kapal berbobot 2 grosstonage itu bisa mengangkut berat 4 ton. Bahan sama, fiberglass. Kapal pesanan seorang pengusaha asal Bekasi, Jawa Barat itu kelar pada Sabtu, 7 Juli 2021. Saat itu, kata Yusa, mahasiswa teknik perkapalan UMG ikut melakukan pengawasan dan pembelajaran secara langsung mekanisme pembuatan kapal berbahan fiberglass itu. 

KAPAL FIBERGLASS: Kapal berbahan fiberglass pesanan pengusaha asal Bekasi, Jawa Barat yang dikerjakan di Living Labolatory Maritime UMG di Dermaga Pesona Pekelingan Jalan RE.Martadinata , Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Sabtu, 7 Juli 2021 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Nah, pembuatan kapal Katamaran Multipurpose, imbuhnya, pekerjaan dilakukan oleh mahasiswa, siswa SMK dan anggota Parasandi Gresik. Artinya, UMG  melakukan peningkatan kompetensi dengan mendidik 15 mahasiswa dari jurusan Teknik Kontruksi kapal baja, siswa SMK dan warga sekitar. Dengan memberi materi teori banguanan kapal dan manajemen produksi kapal.

Kapal memiliki panjang 7 meter, lebar 3 meter. Draft 40 centimeter ini mampu berlayar di perairan dengan kedalaman 40 centimeter dan
Kemampuan angkut 15 ton.

“Dimana efisiensi waktu pengerjaan didapat 1/3 waktu normal  dan biaya pengerjaan yang menelan biaya hanya 40 persen dari biaya normal. Jauh dari kebiasaan selama ini yang mencapai 65 hari untuk 1 unit kapal dan biaya hingga Rp 120jt/unit,”jelas Yusa.

Selain membuat kapal Katamaran Multipurpose, lanjutnya, mereka melakukan rekonstruksi kapal fiberglass yang sempat tenggelam 7 tahun lalu. Living laboratory Maritime UMG ini berdiri pada 18 Juni 2021. Kini, baru 15 bulan atau memasuki tahun kedua. Lokasi Living Labolatory Maritime sederhana. Tidak ada bangunan gedung atau layaknya pabrikan. Di Living Labolatory Maritime ini, para mahasiswa, siswa dan anggota  Parasandi  mengerjakan pembuatan kapal fiberglass di lahan terbuka. Dekat bantaran Dermaga Pesona Pekelingan. Atapnya hanya ditutup terpal untuk pelindung dari sengatan sinar matahari. 

Living laboratory atau  sebuah laboratorium hidup adalah konsep penelitian, yang dapat didefinisikan sebagai ekosistem inovasi terbuka yang berpusat pada pengguna, berulang , sering beroperasi dalam konteks teritorial (misalnya kota, aglomerasi, wilayah atau kampus), mengintegrasikan penelitian bersamaan dan proses inovasi dalam kemitraan publik-swasta-masyarakat. (yad)

Living Labolatory Maritime UMG, Tempat Pembuatan Kapal Fiberglass Bagai Candradimuka Mahasiswa, Siswa SMK dan Warga  Selengkapnya

PGFC Bergulir Lagi, Ketut Rusnaya : Ajang Silaturahmi, Pencarian Bibit, Melatih Sportivitas 

GRESIK,1minute.id –  Petrokimia Gresik Futsal Championship (PGFC) 2022 bergulir kembali. Kalu terakhir kompetisi futsal antarpelajar SMA/SMK sederajat pada 2017. SMA Nahdlatul Ulama (SMANU) 2 sebagai jawara futsal itu.

Nah tahun ini, PGFC tahun kelima. Turnamen futsal terbesar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik diikuti 32 tim futsal dari lima kabupaten/kota di Jawa Timur. Yakni, Gresik, Surabaya, Sidoarjo,.Mojokerto dan Lamongan. 

Turnamen futsal dibuka oleh Senior Executive Vice President (SEVP) Operasi Petrokimia Gresik I Ketut Rusnaya di Sarana Olahraga (SOR) Tri Dharma Petrokimia Gresik pada Senin, 19 September 2022. Pembukaan turnamen pun meriah. Pertandingan pembuka mempertemukan derby SMANU yakni SMA NU 1 (NUSA) dan NU 2 (NUDA).

PIALA BERGILIR PGFC : Senior Executive Vice President (SEVP) Operasi Petrokimia Gresik I Ketut Rusnaya menerima piala dari juara bertahan SMA NUDA dalam pembukaan turnamen futsal di SOR Tri Dharma Petrokimia Gresik pada Senin, 19 September 2022 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

I Ketut Rusnaya mengatakan, sebagai bagian dari BUMN yang memiliki fungsi agen pembangunan, Petrokimia Gresik tidak hanya berorientasi pada profit dan kinerja perusahaan semata, tetapi juga berkomitmen tinggi dalam memajukan olahraga nasional, salah satunya dengan mendorong munculnya bibit-bibit atlet berprestasi.

“PGFC merupakan salah satu wadah yang dihadirkan Petrokimia Gresik untuk memunculkan talenta atau atlet baru di cabang olahraga futsal. Kompetisi ini juga bisa menjadi ajang silaturahmi,”katanya. 

Kompetisi futsal mempertandingkan tim dari SMA/sederajat, sehingga pesertanya masih memiliki kesempatan menjadi atlet profesional dan berprestasi melalui pembinaan lebih lanjut. 

“Untuk melahirkan atlet berprestasi tidak dapat dilakukan dengan cara instan, butuh banyak latihan, pengalaman, pembinaan, dan tentunya dukungan dari banyak pihak. Peran Petrokimia Gresik melalui PGFC ini adalah memberikan ruang dan sarana bagi talenta-talenta tersebut untuk mengasah diri dan mental dalam berkompetisi,”imbuh Ketut.

Harapannya, muncul atlet yang kelak bisa tampil di event Jawa Timur hingga nasional. Ketut juga menuturkan untuk mendorong para peserta PGFC menjadi atlet berprestasi, dalam ajang tahun ini Petrokimia Gresik juga memberikan sejumlah bantuan dan fasilitas, diantaranya gratis biaya pendaftaran, setiap tim mendapatkan satu set jersey bagi seluruh pemain, bantuan bola futsal bagi tim yang lolos babak penyisihan grup, serta hadiah puluhan juta rupiah bagi pemenang.

JERSEY SSB : Senior Executive Vice President (SEVP) Operasi Petrokimia Gresik I Ketut Rusnaya (kanan) melaunching jersey sekolah sepak bola Petrokimia Gresik dalam pembukaan PGFC di SOR Tri Dharma Petrokimia Gresik pada Senin, 19 September 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Selain itu, pada acara pembukaan ini juga dilaksanakan peresmian Sekolah Sepak Bola (SSB) Petrokimia Gresik yang akan menjadi wadah untuk melahirkan dan mendidik calon atlet di cabang olahraga sepak bola. “SSB Petrokimia Gresik diharapkan dapat merangsang minat anak-anak di Gresik dan sekitarnya untuk menjadi pemain sepak bola berprestasi, “tuturnya. 

Lebih lanjut Ketut mengungkapkan komitmen Petrokimia Gresik dalam memajukan olahraga di tanah air sudah tertanam sejak dulu. Beberapa cabang olahraga binaan Petrokimia Gresik antara lain silat, voli, renang, dan senam yang telah menorehkan banyak prestasi baik di tingkat regional, nasional, bahkan internasional.

“Untuk itu kami meminta dukungan dari seluruh pihak agar Petrokimia Gresik dapat terus memberikan kinerja terbaik, sehingga berkah atau manfaat yang kami berikan untuk masyarakat sekitar perusahaan, termasuk di dunia olahraga juga semakin besar lagi,” ungkapnya.

Terakhir, di hadapan peserta, Ketut menegaskan bahwa seluruh peserta harus mengedepankan sportivitas dalam pertandingan. Menurutnya, perjuangan untuk meraih kemenangan akan sangat bermakna, bernilai dan sempurna, ketika kemenangan yang diraih itu selalu menjunjung tinggi sportivitas.

“Saya menekankan adanya sportmanshipness karena sejatinya, sikap keolahragawanan merupakan bagian penting sebagai alat pembentuk nilai dan karakter, serta pembentuk atlet dengan kualitas kepribadian yang sehat, tangguh dan moral yang luhur,” pungkasnya.(yad)

PGFC Bergulir Lagi, Ketut Rusnaya : Ajang Silaturahmi, Pencarian Bibit, Melatih Sportivitas  Selengkapnya

JMS Bergulir Lagi, Membentuk Siswa Berakter untuk Cegah ABH

GRESIK,1minute.id – Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) kembali bergulir. Program edukasi bagi pelajar tentang penyuluhan hukum kali ini menyasar siswa UPT SMPN 22 Gresik. JMS yang diikuti seluruh siswa kelas IX ini digelar di Aula SMPN 22 Gresik berada di Jalan Raya Bengawan Solo, Kompleks Perumahan Randuagung, Kecamatan Kebomas pada Senin, 19 September 2022.

Ada pemateri dari korp Adhyaksa yang memberikan penyuluhan yakni Kepala Su  Seksi (Kasubsi)Ekmon Rifqiy El Farabiy dan Fungsional Pranata Komputer Sudiarto. Materi yang disampaikan diantaranya, pengenalan tentang Kejaksaan RI Undang-Undang No. 16 Tahun 2004 dan proses persidangan di Pengadilan Negeri ; Undang-Undang Narkotika No. 35 Tahun 2009 dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi elektronik.

Kasi Intel Kejari Gresik Deni Niswansyah mengatakan program JMS merupakan bagian dari bentuk keperdulian dan partisipasi aktif Kejaksaan Negeri Gresik sebagai aparat penegak hukum. “Program JMS memberikan penerangan dan penyuluhan hukum kapada adik-adik generasi penerus bangsa agar mengetahui dan paham tentang hukum dan proses persidangan,” kata Deni sapaan akrabnya pada Senin, 19 September 2022.

Lebih lanjut dikatakan, JMS diharapkan bagi siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama sebagai generasi penerus bangsa tidak terjerumus dalam masalah-masalah hukum dan mengajak generasi penerus Bangsa untuk membentuk karakter pribadi yang baik dalam bersosialisasi dan bermasyarakat.

“Kami berharap jangan sampai siswa- siswi UPT SMP Negeri 22 Gresik terjerumus di lubang yang salah dan terlibat masalah hukum. Untuk itu, kami terus melakukan upaya pencegahan dengan turun lansung ke sekolah memberikan penerangan dan pemahanan hukum,”ujar Deni yang juga Humas Kejari Gresik itu. (yad)

JMS Bergulir Lagi, Membentuk Siswa Berakter untuk Cegah ABH Selengkapnya

Rektor UMG Wafat, Civitas Akademika Berduka

GRESIK,1minute.id Civitas akademi Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) berduka. Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Eko Budi Leksono wafat. Lelaki 49 tahun itu meninggal usai bulu tangkis sekitar pukul 10.00 WIB. 

Eko meninggalkan seorang istri dan dua anak. Direncanakan jenazah akan di makamkam di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik badal isya. “Jenazah sebelum dimakamkan akan di salatkan di masjid Faqih Usman Kampus UMG,”ujar Khamsun, salah satu sahabat almarhum Eko Budi Leksono pada Ahad, 18 September 2022.

Kabar meninggalnya Eko Budi Leksono membuat civitas akademik UMG seakan tidak percaya. Sebab, alumnus Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) itu segar. Tidak pernah mengeluh sakit. 

Menurut Daifi, minggu pagi Eko Budi Leksono ikut bermain bulutangkis di Jalan Brotonegoro, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), sekitar 1 kilometer dari rumahnya. Eko bermain dua set, draw. Selama 15 menit beristirahat. Duduk di kursi sambil berbincang dengan teman-temannya. Tiba-tiba tubuh Eko lemas dan ambruk. 

Eko kemudian dibawa ke Klinik Satelit Petrokimia Gresik. Namun, tuhan berkehendak lain. Eko meninggal di usia 49 tahun. 

Kiprah Eko Budi Leksono

Pria kelahiran 11 Januari 1973 itu adalah dosen PNS Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) yang diperbantukan ke UMG. Mengutip dari suaramuhammadiyah.id Eko mulai mengajar di UMG sejak 1998, sebagai dosen Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik.

Pada 2003-2005 Eko Budi sempat menduduki Ketua Program Studi Teknik Industri UMG. Dia juga pernah merangkap jabatan sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) pada 2003-2006.

Pada 2005-2009 karier lebih tinggi lagi sebagai Dekan Fakultas Tekni merangkap Pembantu Rektor I Bidang Akademik dan berlanjut sebagai Wakil Rektor UMG I 2009-2013. Hingga kemudian Eko Budi Leksono mendapat amanah dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Rektor UMG periode 2021-2025.

Almarhum Eko Budi Leksono dikenal sebagai sosok pemimpin yang amat ramah, baik kepada semua orang, tegas, dan sangat dekat dengan mahasiswa. Kebaikan bapak selalu melekat di hati.

Dalam unggahan resmi UMG berdo’a Semoga Allah SWT memperluas kuburannya dan memberinya kedamaian abadi. Allah Maha Penyayang terhadap orang yang beriman padanya dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan. 

Sekitar pukul 12.45 WIB Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah melakukan takziah ke rumah duka Eko Budi Leksono Jalan Banjar Baru I , Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB). (yad)

Rektor UMG Wafat, Civitas Akademika Berduka Selengkapnya

Kejurprov Taekwondo, Bupati Gresik ; Bersaing jadi Terbaik, Jaga Sportivitas 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 241 atlet Taekwondo Gresik mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Taekwondo antarpelajar. Kejuaraan yang dihelat di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) itu dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Sabtu, 17 September 2022. 

Kejurprov Taekwondo berdasar kategori mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga perguruan tinggi (PT) dengan usia 5-24 tahun. Ratusan atlet tuan rumah Gresik itu akan bersaing menjadi yang terbaik di kelas festival atau pemula dan kelas prestasi. Kejurprov Taekwondo diikuti 2.039 atlet dari 33 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur.

“Selamat datang di Kabupaten Gresik. Saya sangat gembira melihat besarnya antusiasme anak-anak muda seperti hari ini, Bonus demografi seperti yang disampaikan Pak Presiden akan semakin cerah dengan banyaknya potensi dan mempunyai karakter seperti yang terlihat pada hari ini,”kata Bupati Fandi Akhmad saat membuka Kejurprov Taekwondo pada Sabtu, 17 September 2022.

Melihat atmosfer luar biasa di WEP tersebut, Gus Yani-Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani hakul yakin  para atlet akan menunjukkan kemampuan terbaik yang dimiliki untuk meraih gelar juara. “Saya ucapkan selamat bertanding, jaga terus jaga sportivitas,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Lebih lanjut, Gus Yani juga mengharapkan lewat kejuaraan yang digelar hari ini mampu menghasilkan bibit-bibit baru yang bisa membanggakan daerah masing-masing. Dan, tentunya juga mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. 

Senada dengan Gus Yani, Ketua Umum Pengurus Provinsi Jawa Timur Taekwondo Indonesia Moch Yusron mengharapkan  akan muncul bibit atlet baru yang bisa bersaing di Kejurnas 2024 dan gelaran PON ke-21 tahun 2022 di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara mendatang. Laporan panitia bahwa Kejurprov ini juga sebagai penggerak ekonomi lantaran mendatangkan ribuan orang untuk datang di Kabupaten Gresik. (yad)

Kejurprov Taekwondo, Bupati Gresik ; Bersaing jadi Terbaik, Jaga Sportivitas  Selengkapnya

Masa Tunggu Haji Puluhan Tahun, Paket Umrah Diminati Warga

GRESIK,1minute.id – Minat warga Gresik untuk beribadah di Tanah Suci Makkah cukup tinggi. Pada Agustus 2022 sebanyak 1.235 warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik berangkat umrah. Tingginya minat warga Gresik untuk umrah karena masa tunggu haji reguler cukup lama. Puluhan tahun. 

Berdata terbaru dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) per 23 Februari 2022, di Indonesia orang yang ingin pergi berhaji harus menunggu sekitar 20 hingga 30 tahun lamanya. Selain itu, peraturan terbaru paska pandemi yang membatasi usia jemaah maksimal 65 tahun.

Umrah menjadi alternatif bagi warga untuk ke Tanah Suci, Makkah. Kementerian Agama (Kemenag) Gresik menyebutkan, hingga kini di Kabupaten Gresik terdapat 6 penyelenggara umrah yang terdaftar di Kemenag. Banyaknya perusahaan penyelenggara umrah ini menunjukkan minat ibadah umrah cukup tinggi. Bahkan Kemenag Gresik mencatat sejak Agustus, jumlah warga Gresik yang berangkat umrah mencapai 1.235 orang.

Menindaklanjuti fenomena tersebut, pihak Kemenag Gresik juga mengupayakan pelayanan maksimal dengan memberikan estimasi waktu pelayanan kurang lebih 20 menit bagi pemohon atau perwakilan datang di Kantor Kemenag Gresik untuk menyerahkan berkas untuk diverifikasi sebagai bahan pembuatan rekomendasi umrah.

Antusiasme masyarakat ini tercermin dalam kegiatan pelepasan jamaah umrah YPI Darussalam yang dilepas langsung oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah pada Senin, 12 September 2022.

Bu Min, begitu sapaan akrab, Wakil Bupati Aminatun Habibah berpesan dengan tingginya antusias warga yang berangkat umrah diminta mempersiapkan fisik dan mental agar bisa melaksanakan ibadah dengan lancar hingga kembali ke Tanah Air.

Bu Min juga menceritakan kondisi di Saudi Arabia ketika dirinya menunaikan ibadah haji beberapa waktu lalu. “Insya Allah kondisi kesehatan secara umum disana sudah kondusif, apalagi panjenengan semua sudah di vaksin nggih. Mudah-mudahan semuanya sudah siap bekal untuk beribadah, sudah punya bekal berupa kesehatan,”tutur Bu Min saat melepas keberangkatan 135 jamaah umrah dari YPI Darussalam Cerme. Sejak pandemi Covid-19 melandai, penyelenggaraan ibadah haji dan umrah kembali bisa dilakukan setelah sempat terhenti kurang lebih selama dua tahun.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua YPI Darussalam Cerme KH. Saiful Kirom menjelaskan, 135 jamaah umrah yang berangkat hari ini berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Gresik, bahkan ada beberapa yang berasal dari wilayah Lamongan dan Surabaya. Seluruh jemaah ini akan diberangkatkan langsung dari Bandara Juanda, Surabaya langsung ke Madinah.

Sebagai informasi, pada 2022  jemaah haji asal Gresik tercatat 1.051 orang. Jumlah ini berkurang dibandingkan musim haji pada 2019 yakni sebanyak 2.137. Pada 2020 dan 2021 pemerintah menghentikan keberangkatan haji akibat pandemi Covid-19. (yad)

Masa Tunggu Haji Puluhan Tahun, Paket Umrah Diminati Warga Selengkapnya

Haul Nyai Ageng Tumengkang Sari, Ahli Kebidanan, Cucu Sunan Giri di Sumur Songo Khidmat 

GRESIK,1minute.id – Haul Nyai Ageng Tumengkang Sari berlangsung khidmat pada Ahad malam, 11 September 2022. Pesarean  cucu Sunan Giri itu berada di pemakaman Sumur Songo, Gresik. Haul ahli pengobatan itu dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. 

Menurut Aminatun Habibah, Haul Nyai Ageng Tumengkang Sari dan bari’an/sedekah bumi, mampu menjadi ajang silaturahmi dan upaya merawat sejarah atau budaya Islam yang ada di Kabupaten Gresik. Untuk itu Wabup berharap nguri-nguri budaya islam itu dapat terus dilestarikan.

“Atas nama pemerintah Kabupaten Gresik, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus Yayasan Makam Sumur Songo yang sudah merawat, melestarikan tradisi budaya dan aset sejarah Islam di Kabupaten Gresik Nyai Ageng Tumengkang Sari,”ungkap Wakil Bupati perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu.

Siapa Nyai Ageng Tumengkang Sari dan legenda cerita Sumur Songo? Bu Min-sapaan karib Wakil Bupati Aminatun Habibah mengatakan Nyai Ageng Tumengkang Sari adalah salah satu cucu Sunan Giri, Wali Sanga. Penyebaran agama Islam di Indonesia. Nyai Ageng Tumengkang Sari juga berjasa dalam menyebarkan agama Islam. Beliau dikenal sebagai seorang ahli meracik obat atau jamu dan kebidanan dengan menolong ibu-ibu yang hendak melahirkan. 

“Bahkan sampai sekarang sebagian masyarakat masih percaya, yaitu dengan bermunajad di pusara Nyai Ageng Tumengkang Sari supaya proses persalinan bayinya akan menjadi gangsar (mudah dan lancar),”kata Bu Min. Kehebatan Nyai Ageng Tumengkang Sari dikenal sangat luas. Apalagi, Nyai Ageng Tumengkang Sari adalah perempuan yang cantik. Bahkan, ada seorang pangeran dari Kerajaan Majapahit yang ingin meminangnya.

Nyai Ageng Tumengkang Sari tidak menolak. Sebab, Nyai Ageng Tumengkang Sari khawatir penolakan bisa menimbulkan peperangan. Nyai Ageng Tumengkang hanya meminta satu syarat kepada pangeran yang gagah itu. Menurut cerita, Nyai Ageng Tumengkang Sari meminta pangeran itu membuat 10 sumur dalam semalam. Sang pangeran menyetujui syarat itu. 

Sebelum subuh, pembuatan 10 sumur kelar. Paginya, pangeran menunjukkan hasil pekerjaannya dan berniat menagih janji kepada Nyai Ageng Tumengkang Sari untuk menjadi istrinya. Nyai Ageng Tumengkang Sari  menemui pangeran itu. Dan melihat sumur yang telah di buatnya. Nyai Tumengkang Sari menduduki salah satu sumur tersebut. 

Setelah itu, ia pun menghitung sumur- sumur yang ada tanpa menghitung sumur yang didudukinya. Jumlahnya sembilan sumur. Pangeran merasa tidak percaya. Siji, loro sampai songo. Sumur dihitung berulangkali hanya berjumlah songo (sembilan). Pangeran itu gagal meminang perempuan pujaan hatinya itu. Ia pun marah sampai mengucapkan sumpah serapah. 

“Arek wedok dusun kene ojok onok sing nolak lamarane wong lanang maneh, sampek onok sing nolak lamarane wong lanang maneh koyok sing tak rasakno, dadi perawan tuwo sak lawase(Anak perempuan dusun sini jangan ada yang menolak lamarannya laki-laki lagi, sampai ada yang menolak lamaran anak laki-laki lagi seperti yang saya rasakan, jadi perawan tua selamanya),”ceritanya.

“Nyai Ageng Tumengkang Sari dan kisah Sumur Songo, merupakan sejarah peradaban Islam yang tak terpisahkan di Kabupaten Gresik yang harus kita rawat dan senantiasa kita lestarikan,” tambahnya. “Mudah -mudahan makam ini selain peninggalan sejarah budaya Islam di Kabupaten Gresik, namun juga sebagai pengingat kita sebagai makhluk ciptaan Allah yang nantinya juga akan kembali kepada Allah SWT,”pungkasnya.

Turut mendampingi Wakil Bupati, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Gresik Johar Gunawan dan Lurah Sidokumpul Sulaiman Rasyid

Sementara itu, Pengurus Yayasan Sumur Songo Hudi Suyanto mengatakan, haul Nyai Ageng Tumengkang Sari digelar tiap 12 Safar.  Serangkaian acara digelar dari hari Jum’at diantaranya pengajian jamaah Siji, khotmil Quran, majelis Yasin dan tahlil, pengajian santri TPQ se Kelurahan Sidokumpul, bari’an/sedekah bumi dan ceramah agama.

“Sebagai Puncak dari serangkaian Haul Nyai Ageng Tumengkang Sari (cucu sunan giri), akan digelar pada 15 September 2022,”kata Hudi Suyanto. Hudi menambahkan, bahwa di makam seluas 6 hektare sudah resmi menjadi yayasan makam sumur songo, yang sudah dilengkapi surat dari Kemenkumham RI, dengan tujuan mengamankan aset wisata sejarah Islam kota santri dan kegiatan keagamaan.

“Dengan sudah di bangunnya aula baru dan kantor Yayasan Makam Sumur Songo kami berharap nantinya untuk dibuat kegiatan keagamaan seperti TPQ, Majlis Maulidurrasul Muhammad tiap bulannya, serta Majlis Yasin dan Tahlil oleh warga sekitar,”tandasnya. (yad)

Haul Nyai Ageng Tumengkang Sari, Ahli Kebidanan, Cucu Sunan Giri di Sumur Songo Khidmat  Selengkapnya