Living Laboratory Maritime Pertama di Indonesia Berdiri di Dermaga Pesona Pekelingan Gresik

GRESIK, 1minute.id – Sejumlah nelayan terlihat melakukan keel laying (peletakan lunas awal dari konstruksi) kapal di Dermaga Pesona Pekelingan, Kecamatan Gresik pada Jumat, 18 Juni 2021.

Momentum bersejarah bagi para nelayan di pesisir Pekelingan itu disaksikan oleh Kepala Dinas Perikanan Gresik Choirul Anam, VP Humas PT Petrokimia Gresik Awang Djohar Bachtiar, Dosen Teknik Perkapalan UMG Ali Yusa, Kasat Polair Polres Gresik AKP Poerlaksono dan pengurus persatuan penyelam tradisional pelestari kawasan pantai (Parasandi) Gresik untuk merayakan Hari Dermaga Nasional yang diperingati setiap 16 Juni itu. 

Keel laying ini bagian dari pencanangan Living Laboratory Maritime yang diinisiasi nelayan setempat bersama UMG ; Petrokimia Gresik dan Pemkab Gresik. Living laboratory atau  sebuah laboratorium hidup adalah konsep penelitian, yang dapat didefinisikan sebagai ekosistem inovasi terbuka yang berpusat pada pengguna, berulang , sering beroperasi dalam konteks teritorial (misalnya kota, aglomerasi, wilayah atau kampus), mengintegrasikan penelitian bersamaan dan proses inovasi dalam kemitraan publik-swasta-masyarakat.

Laboratorium hidup di pesisir Pekelingan khusus tentang maritim akan digunakan sebagai tempat antara lain, doking kapal terapung, edu eco wisata, klinik kapal dan pelestarian lingkungan. “Jadi Living Laboratory Maritime ini kali pertama di Indonesia,”ujar Dosen Teknik Perkapalan UMG Ali Yusa pada Jumat, 18 Juni 2021.

VP Humas PT Petrokimia Gresik Awang Djohar Bachtiar mengatakan, pelatihan ini sangat berarti bagi para nelayan dan mahasiswa. Sebab, mereka bisa menaikkan kapabilitas dan keahlian. “Ini langkah awal. Pilot project dengan bahu membahu semua elemen dan semakin meningkatnya kapabilitas dan keahlian akan menjadi jujugan masyarakat lainnya,”ujar Awang.

Keel Laying : Nelayan sedang menyesaikan pekerjaan pembuatan kapal berbahan fiberglass di Dermaga Pesona Pekelingan di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan Gresik pada Jumat, 18 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Kepala Dinas Perikanan Gresik Choirul Anam menambahkan, laboratorium hidup khusus maritim ini sesuai dengan program Nawa Karsa keempat Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah. Nawa Karsa keempat ini tentang Agropolitan. “Kemandirian nelayan, kebersihan lingkungan. Alhamdulillah pendanaan didukung Petrokimia Gresik sehingga bisa membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan,”kata Choirul Anam.

Sebab, di Living Laboratory Maritime ini, lanjutnya, kapal rusak diambilalih UMG dibantu pendanaan oleh Petrokimia Gresik untuk perbaikannya. “Berdirinya tempat ini akan mengajak nelayan sekitarnya bisa belajar disini,”katanya. 

Sementara itu, dalam pengamatan  1minute.id  sejumlah nelayan sedang menyelesaikan pembuatan kapal berbahan fiberglass. Kapal itu berukuran panjang 7 meter, lebar 2,8 meter. Kapal berbobot 2 grosstonage itu bisa mengangkut berat 4 ton. Mahasiswa teknik perkapalan ikut melakukan pengawasan dan pembelajaran secara langsung mekanisme pembuatan kapal berbahan fiberglass ini. (yad)

Living Laboratory Maritime Pertama di Indonesia Berdiri di Dermaga Pesona Pekelingan Gresik Selengkapnya

Diselimuti Geomembran, Sementara Aman, Kawasan Bukit Putri Cempo yang Longsor

GRESIK,1minute.id –  Hujan mengguyur Kota Santri seminggu terakhir ini. Bagaimana kondisi kawasan Bukit Cempo yang longsor itu. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji mengatakan, untuk sementara waktu kondisi relatif aman.

Sebab, tanah longsor di kawasan yang menjadi jalan alternatif dari Kelurahan Gending-Desa Ngargosari itu telah “diselimuti” geomembran. Sejenis terpal warna hitam. Geomembran ini memiliki karakteristik kedap terhadap cairan dan ringan.

“Untuk sementara semua tanah di bukit Putri Cempo sudah kami pasang geomembran,”kata Gunawan. Geomembran ini berfungsi melindungi kawasan yang longsor supaya terlindung air hujan. “Untuk bangunan penahan tanah longsor masih menunggu gambar. Nanti pekerjaan dimulai dari sisi utara,”kata Gunawan.

Untuk diketahui, DPUTR Gresik mengusulkan anggaran Rp 450 juta untuk pembelian geomembran ini. Ukurannya, panjang 60 meter, lebar 20 meter dan tinggi 10 meter.  “Geomembran, ini tahan panas dan air sehingga harganya cukup mahal,”katanya. 

Dengan menggerukupi tanah longsor itu, diharapkan, air hujan tidak bisa menerobos masuk ke dinding bukit dengan tanah kapur. “Sebab, kalau masih air masuk akan mengakibatkan longsor semakin parah,”kata Gunawan.

Pantauan 1minute.id longsor bukit kapur di Kawasan Putri Cempo sejak 2018. Puncak terjadi longsor hebat pada Februari 2021. Akses jalan alternatif dari Kelurahan Gending-Desa Ngargosari terputus. Sejumlah bangunan terancam longsor.

Antara lain, bagian dapur rumah juri kunci Makam Putri Cempo. Tugu gerbang masuk makam Sayyid Abdurrahman, Paman Sunan Giri dan sebagian bangunan Liminous Cafe rontok karena tanah longsor. (yad)

Diselimuti Geomembran, Sementara Aman, Kawasan Bukit Putri Cempo yang Longsor Selengkapnya

Pembangunan Sanitasi Aman dan Sehat Dikebut, Di Gresik baru Terbangun 15 Persen


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan peletakan batu pertama pembangunan prasarana air limbah di Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas. Pembangunan sanitasi ini diinisiasi oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Gresik. Tujuannya, menciptakan kawasan permukiman yang sehat dan aman dan tanpa pencemaran lingkungan.

“Semoga peletakan batu pertama sanitasi aman dan sehat diikuti di daerah yang lainnya. Sehingga, bisa tercipta lingkungan yang sehat,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani. Sanitasi aman merupakan fasilitas sanitasi yang dimiliki rumah tangga yang terhubung dengan septictank dengan rutinitas penyedotan satu kali dalam kurun waktu 3-5 tahun dan dibuang ke instansi pengolahan tinja atau IPTL.

IPTL adalah Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja merupakan pengolahan air limbah yang dirancang hanya menerima dan mengolah lumpur tinja yang berasal dari sistem setempat (on site) yang diangkut melalui sarana pengangkut lumpur tinja.

Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, upaya mendukung terwujudnya program pemerintah 100 – 0 – 100.  Program tersebut menuju pemenuhan target tiga sektor antara lain 100 persen akses layak air minum ; pengurangan  kawasan kumuh 0 persen dan  pemenuhan 100 persen akses  sanitasi layak.

MENGHADAP SALURAN : Konsep kawasan permukiman di Kelurahan Tlogopojok, Kecamatan Gresik yang menghadap saluran ini diyakini bisa meminalisir warga membuang limbah sembarangan. Saluran air dan kampung terlihat bersih pada Kamis, 17 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Berdasarkan data UPT UPL DPUTR Gresik untuk pembangunan sanitasi aman dan sehat , tidak mencemari lingkungan baru 15 persen,”ujar Washil pada Kamis, 17 Juni 2021. Sedangkan, sanitasi akses telah terpenuhi semuanya. 

“Sanitasi akses sudah ada semuanya,”katanya. Akses sanitasi layak adalah fasilitas sanitasi yang memenuhi syarat kesehatan yaitu fasilitas tersebut digunakan oleh rumah tangga sendiri atau bersama dengan rumah tangga lain tertentu, dilengkapi dengan kloset jenis leher angsa, serta tempat pembuangan akhir tinja berupa tangki septik atau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“Sanitasi akses d Gresik ini sesuai dengan MDGs,”tegas Washil.  Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) adalah agenda 2030 yang merupakan kesepakatan pembangunan berkelanjutan berdasarkan hak asasi manusia dan kesetaraan. (yad)

Pembangunan Sanitasi Aman dan Sehat Dikebut, Di Gresik baru Terbangun 15 Persen Selengkapnya

Pemkab Gresik Bangun TPST Berkapasitas 100 Ton Perhari


GRESIK, 1minute.id – Persoalan sampah bakal segera terurai satu per satu. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik bakal membangun tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) di Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean. Pembangunan TPST berkapasitas 100 ton per hari itu akan bermitra dengan salah satu perusahaan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, persoalan sampah masih menjadi problem di Gresik selama ini. “Mudah-mudahan dengan teknologi yang ada pelan-pelan persoalan sampah bisa terselesaikan,”ujar Gus Yani usai acarapekerjaan pembangunan prasarana air limbah dan launching Rumah Susun Sederhana Sewa (rusunawa) Desa Kambingan, Kecamatan Cerme ; Grand Desain Pengolahan Sampah Terpadu  dan Aplikasi Gresik Kerja di Balai Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas pada Rabu, 16 Juni 2021.

Untuk tahap pertama pengelohan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik di Kecamatan Gresik. Kondisi TPA sudah overload dan belum ada solusi. “Mudah-mudahan dengan teknologi yang dipaparkan tadi bisa segera terselesaikan,”ujar Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Mokh Najikh.

BUKIT SAMPAH : Kondisi tempat pembuangan akhir Ngipik, Kelurahan Ngipik, Gresik (Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Sedangkan, TPST di Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean akan mulai running pada awal tahun. “Pembangunan TPST ini bermitra dengan pihak ketiga,”tegasnya. Sebelumnya, Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gresik Ida Lailatussa’diyah mengatakan TPST Belahanrejo untuk melayani masyarakatan di empat kecamatan yakni Kedamean, Driyorejo, Menganti dan Wringinanom. Jumlah penduduk di empat kecamatan 400.837 jiwa dengan timbunan sampah sebanyak 120,25 ton per hari. 

“TPST ini memiliki kapasitas pengolahan 100 ton per hari,”kata Ida. Untuk diketahui, komposisi sampah di Gresik terdiri 43 persen sampah makanan ; 1 persen logam ; 17 persen plastik ; 10 persen kertas ; 11 persen B3 dan 18 persen residu.

Saat ini, tambahnya, jumlah TPS SR eksisting sebanyak 10 unit. TPS SR ini di kelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Desa yang tersebar di Wringinanom ;  Betoyo Guci, Manyar ; Menganti ; Kedamean ; Bungah ; Gresik dan Tambak, Kepulauan Bawean.

Potensi daur ulang sampah lapak 28 persen bisa dioptimalkan dengan pemilihan sampah sejak dari sumber lalu dikumpulkan pada pengepul, bank Sampah atau Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, and Recycle (TPS 3R) terdekat. (yad)

Pemkab Gresik Bangun TPST Berkapasitas 100 Ton Perhari Selengkapnya

Anjal dan Ortu Riang, Main Permainan Tradisional, Go Back to Door eh Gobak Sodor


GRESIK,1minute.id – Suasana rumah belajar anak jalanan (anjal) di Terminal Gubernur Suryo, Gresik meriung. Sejumlah anak anjal dan pembimbingnya terlihat gembira. Tersenyum bahkan sampai tertawa lepas pada Minggu, 13 Juni 2021.

Ya, pagi itu anak-anak itu “istirahat” mengais rezeki di jalan. Mereka larut dalam permainan tradisional yakni selodor, gobak sodor, dakon dan engkle. Permainan tradisional yang mulai langka itu terasa lebih asyik dan menyenangkan dibandingkan games melalui gawai. Selama bermain mereka tertawa ger…geran.

Menurut pembimbing rumah belajar Anjal Gubernur SuryonUstadzah Iin Budiarti,  permainan tradisional seperti selodor, gobak sodor dan engkle sudah mengurat dan berakar di tanah air ini. “Saat ini sudah kurang dikenal oleh anak anak, bahkan terasa asing, kita berharap agar permainan ini tidak punah, ya kita kenalkan pada binaan kita,”kata Ustadzah Iin pada Minggu pagi, 13 Juni 2021.

Ia menyebut permainan tradisional anak anak itu  sudah ada sejak zaman nenek moyang. Permainan itu  penuh filosofi baik pendidikan moral, kebersamaan, setia kawan, dan sportivitas. Permainan Gobak Sodor, diantaranya.

Menurut Ustadzah Iin, beberapa orang tua menyebut permainan Gobak Sodor itu berasal dari ksra  ” go back to door ” namun karena lidah Jawa lebih mudah menyebut dengan gobag sodor.  Gobag sodor dimainkan  secara grup atau tim dan melibatkan dua. Tiap tim itu terdiri tiga hingga lima orang.

Biasanya ini  dimainkan  dengan menggunakan lapangan segiempat berukuran 9 x 4 meter yang dibagi menjadi enam bagian. Kedua tim yang secara bergantian untuk memasuki daerah lawan, sementara tim lawan menghalangi dengan hanya menyentuh badan lawan.

Ny Suliwa, 60, orang tua anjal merasa senang bisa melihat anak dan cucunya dengan ceria memainkan beberapa permainan tradisional. Ia mengaku sudah tinggal di lingkungan terminal Gubernur Suryo selama 20 tahun dan baru kali pertama melihat anak dan cucunya begitu riang.

“Saya sudah cukup lama tidak melihat anak anak bermain begitu senang. Permainan tradisional selalu ngangeni karena mengajarkan kebersamaan, meski tidak satu tim namun tetap berteman,”ujarnya. (yad)

Anjal dan Ortu Riang, Main Permainan Tradisional, Go Back to Door eh Gobak Sodor Selengkapnya

Tiga Anak DAUN, Gelar Pameran Fotografi Ponsel


GRESIK,1minute.id – Dua fotografi terus berkembang. Fotografer muda bahkan anak tumbuh subur bagai jamur di musim hujan. Diantaranya, Ariel Ramadhan, 20, Raden Anggara, 11, dan Javiera Alin Yuditha, 13.

Ketiganya siswa DAUN Photografi itu memamerkan puluhan karya di salah satu mal di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Pameran fotografi menggunakan smartphone itu bertajuk Daun Photography Exbition “Art Journey into the Future” untuk merayakan HUT ke-17 DAUN Chindren Art School pimpinan Arik S. Wartono itu.

Arik S.Wartono mengatakan, Alin, Angga dan Ariel adalah siswa gelombang pertama, Daun Photography. Mereka belajar fotografi pada Agustus 2020. “Praktis baru delapan bulan belajar fotografi,”kata Arik pada Sabtu, 12 Juni 2021. Semua karya yang dipamerkan hingga 27 Juni 2021 nsnti itu tidak menggunakan kamera DLSR atau Mirroless.

“Mereka hanya menggunakan smartphone,” ujarnya. Meski memakai smartphone, imbuhnya, mereka wajib memakai mode profesional alias pakar. “Kami optimistis, ketika mereka  menguasai mode pro berpindah ke kamera DLSR hasilnya akan semakin luar biasa,”tegasnya. 
Sebagai anak yang lahir dan dibesarkan di kota pesisir, imbuhnya, secara sadar atau tidak eksplorasi karya-karya mereka tidak jauh dari imaji tentang laut.

Alin yang saat ini bersekolah Kelas VII di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya karya-karyanya lebih fokus pada genre travel photography dan human interest. Kemudian, Ariel Ramadhan yang saat ini berkuliah di Prodes ITS Design & Digital Marketing dia lebih memilih foto-foto abstrak minimalism.

Sedangkan Raden Anggoro yang masih berstatus pelajar Kelas V SD Luqman Al – Hakim Surabaya genre foto-produk atau still life. Angga, fotografer cilik mengaku baru setahun terakhir belajar fotografi ponsel. “Kadang masih kesulitan mencari objek fotonya,”kata bocah 11 tahun bercita-cita sebagai arsitek ini. (yad)

Tiga Anak DAUN, Gelar Pameran Fotografi Ponsel Selengkapnya

Jhukong, Mahakarya Asli Bawean Didaftarkan ke Unesco


GRESIK, 1minute.id – Ratusan pasang mata tertuju pada sebuah perahu di Wisata Bahari Selayar (WBS) pada Rabu, 9 Juni 2021. Mereka adalah rombongan kunjungan kerja hari kedua Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah ke Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean itu. 

Kehadiran Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani itu untuk melaunching WBS sebagai salah satu destinasi di Pulau Bawean. WBS yang baru setahun di buka untuk umum itu berlokasi di Desa Sungai Rujing, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik.

SUNSET : Jhukong, salah satu objek menarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bawean ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Namun, WBS menyita perhatian publik Kota Santri-sebutan-Kabupaten Gresik karena menyabet juara tiga Anugerah Wisata Gresik 2021 kategoti wisata alam.  Moda transportasi laut para nelayan itu ditambat di bibir pantai sekitar 50 meter dari  lokasi launching yang dilakukan oleh Gus Yani-panggilan-Bupati Fandi Akhmad Yani itu.

Perahu terlihat unik dan ramping. Warnanya juga ngejreng. Di dua sisinya di topang bambu. Perahu itu bergoyang pelan diterjang riak air pantai berpasir putih nan bening itu. Perahu itu hanya ada di Bawean. Masyarakat Pulau Bawean menyebut moda laut bagi nelayan itu dengan nama Jhukong.

MELAYANG : Jhukong, perahu khas nelayan Pulau Bawean di pantai Sangkapura (foto : Grissee Kota Bandar karya chusnul cahyadi)

Dalam buku berjudul Grissee Kota Bandar (2019) karya chusnul cahyadi, wartawan  1minute.id  memberi  sebutan Jhukong itu adalah perahu “bersayap”, karena ada dua keseimbangan yang terbuat dari bambu itu. Jhukong ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang berkunjung ke pulau berjarak 80 mil laut atau 3-4 jam perjalanan dengan kapal cepat dari Pelabuhan Gresik itu. 

Menurut Ahmad Najib, inisiator Wonderful Sail to Indonesia di Bawean 3-6 Oktober 2019 lalu, Jhukong telah dibawa masyarakat Pulau Bawean, Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gresik untuk didaftarkan ke United Nations Educational Scientific and Cultural Orrganization (UNESCO), lembaga dibawah naungan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) itu.

“Jhukong adalah mahakarya perahu tradisional asal Bawean,”ujar Najib ditemui dirumahnya di Bawean pada Selasa malam, 8 Juni 2021. Hampir dua tahun, Jhukong didafkarkan ke Unesco. “Mohon doa dan dukungan masyarakat sehingga bisa tercatat sebagai mahakarya warisan di Indonesia. Jhukong sebagai warisan budaya Bawean bertaraf Internasional,”kata lelaki peraih penghargaan Setya Lencana dari Presiden Indonesia itu. 

PARADE JHUKONG : Nelayan Pulau Bawean berangkat mencari ikan pada Rabu, 9 Juni 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Jhukong, moda laut serba bisa. Bisa untuk memancing dan mengendus bermacam ikan. Antara lain, ikan tongkol. Selain itu, Jhukong telah teruji memilliki ketahanan terhadap gelombang  sampai 2 meter. Penumpang tidak akan mabuk laut karena kapal punya dua keseimbangan dari bambu. 

Jika dilihat bentuknya butuh keterampilan khusus untuk membuat satu unit jhukong, dengan kayu binong yang terkenal tangguh dan tahan gelombang. Sayangnya, ketersedian bahan baku kayu itu mulai langka di Bawean. Harga pun terus melambung. “Jhukong juga terdapat di relief Candi Borobudur,”kata Najib. (yad)

Jhukong, Mahakarya Asli Bawean Didaftarkan ke Unesco Selengkapnya

GU Gaet Subangkit dan CEO Baru, Target Naik ke Liga 2


GRESIK, 1minute.id – Klub kebanggan masyarakat Gresik United (GU) mulai melakukan persiapan menyongsong bergulirnya Kompetisi Liga 3 Regional Jawa Timur. Klub dengan supoter berjuluk Ultrasmania itu, punya target naik ke Liga 2 dengan menggaet mantan pemain timnas dan mantan pelatih Sriwijaya FC Subangkit.

Menurut Presiden Klub GU Fandi Akhmad Yani, melihat ada titik terang dunia bola di tanah air. Baik itu akan digulirkannya Liga 1 maupun Liga 2 dan 3. Maka manajemen GU juga mempersiapkan tim dengan matang karena tahun ini punya target masuk ke Liga 2.

“Malam ini kita duduk bersama dengan pelatih kepala Subangkit yang dari awal punya komitmen bagaimana memperbaiki tim GU sekaligus sebagai juru racik dalam mengarungi kompetisi Liga 3,”kata Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Jumat, 11 Juni 2021.

Sebagai bentuk keseriusannya lanjut Gus Yani, dirinya juga memperkenalkan Direktur PT GUS yang baru sekaligus CEO. Yakni, Muhammad Allan (Gus Allan) yang berprofesi sebagai pengusaha muda. “Minggu depan seleksi pemain sudah dimulai sebagai persiapan. Untuk teknisnya biar direktur yang baru dan pelatih kepala yang menentukan pemain,”katanya.

Sementara Gus Allan mengatakan, dalam waktu dekat timnya fokus ke training center (TC) dengan melakukan seleksi pemain asli Gresik. Sebagai tambahannya seleksi berikutnya, mencari pemain luar. Sebab, tahun ini manajemen menargetkan masuk ke Liga 2. “Target masuk ke Liga 2 tidak bisa ditawar. Untuk itu, kami mempersiapkan tim dengan matang termasuk mencari pemain yang berkualitas,” paparnya.

Pelatih Kepala GU Subangkit menyatakan, dirinya siap membawa tim asal Gresik masuk Liga 2 dan ini menjadi tantangan tersendiri.”Karena target harus terpenuhi maka persiapannya wajib dimatangkan, dan saya optimis GU bisa lolos Liga 2,” ungkapnya.

Manager GU Thoriqi Fajrin menambahkan, mengenai seleksi pemain semuanya diserahkan ke pelatih kepala karena masuk ke Liga 2 sangat berat. “Mulai senin depan ada seleksi pemain khusus asli Gresik dengan sistem undangan. Dimana klub internal mengirimkan tiga pemainnya yang berkualitas,”ujar Kaji Ricky-panggilan-Thoriqi Fajrin. (yad)

GU Gaet Subangkit dan CEO Baru, Target Naik ke Liga 2 Selengkapnya

Si Atung Berbiak, Satwa Langka Dipenangkaran Rusa Bawean


GRESIK,1minute.id – Hallo Atung. Maskot Asian Games 2018. Satwa langka yang terancam punah. Gimana kondisi satwa mungil yang gesit itu ? Fotografer 1minute.id pada Selasa. 8 Juni 2021 disela mengikuti kunjungan kerja Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah menengok langsung tempat penangkaran Rusa Bawean bernama latin Axis Kuhli di Batu Gebang Desa Pudakit Timur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean itu.

RUSA BAWEAN : Maskot Asian Games 2018 itu di penangkaran rusa di Desa Pudakittimur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Selasa, 8 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Sore itu, matahari mulai beranjak masuk peraduan. Puluhan ekor rusa mulai mendekati pagar seperti sedang menunggu makanan. “Tunggu sebentar. Saya ambil makanan sebentar. Jangan berisik nanti rusa lari,”kata Nur Samsi, Kepala Resor (area sektor) konservasi Wilayah 11 Pulau Bawean kepada 1minute.id

Nur Samsi membawa makanan untuk satwa bertubuh mungil nan lucu itu. Satwa langka yang dikenal gesit itu langsung menyerbu makanan berupa daun segar yang dibawa oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) Bawean itu.Puluhan rusa makan begitu lahap.

SATWA LANGKA : Rusa Bawean di penangkaran rusa di Desa Pudakittimur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Selasa, 8 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Sehari minimal tiga kali kami memberi makan,”kata lelaki yang murah senyum itu. Dia terlihat begitu menyatu dengan satu dan tiga satwa maskot  Asian Games 2018. Di tempat penangkaran yang telah menjadi salah satu destinasi eduwisata di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean terlihat gemuk dan terawat.

“Sebelumnya ada 28 ekor. Sekarang 30 ekor, serta dua ekor betina sedang bunting,”cerita Nur Samsi. Untuk diketahui, sejak 1979 Pemerintah Indonesia menetapkan sebagai Satwa Dilindungi. Pada 2008 Rusa Bawean masuk dalam daftar merah  international union for conservation of nature (IUCN) Red List, dengan kategori kritis alias critically endangered. 

RUSA BAWEAN : Penangkaran rusa di Desa Pudakittimur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Selasa, 8 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Selain itu dikategorikan Appendix I Cities            (convervation on international trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora).Artinya, rusa Bawean tergolong satwa langka yang jumlah di alam sudah sangat sedikit dan terancam punah sehingga tidak boleh diperdagangkan. 

Pada 2009, hasil pengamatan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebut jumlah Rusa Bawean diperkirakan berjumlah 600-an ekor. Survei lembaga konservasi pada 2017 , populasi Rusa Bawean ini berkurang ditaksir tersisa 400-an ekor. Miris, mengingat rusa Bawean adalah salah satu dari empat spesies rusa asli Indonesia. 

Di dunia ada 62 jenis rusa dan empat diantaranya endemik di Indonesia. Yakni Rusa Sumbar (cervus unicolor), rusa Timor (Cervus timorensis) , rusa Bawean (Axis Kuhli) dan Kijang (muntiacus muntjak). 

LAHAP MAKAN : RUSA BAWEAN : Maskot Asian Games 2018 itu di penangkaran rusa di Desa Pudakittimur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Selasa, 8 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Rusa Bawean memiliki tinggi rata-rata 60-70 cm, panjang tubuh 105-115 cm. Bobot betina 15-25 kg dan jantan 19-30 kg. Ciri khas lainnya,  terlihat pada ekornya yang berwarna coklat  dan keputihan pada lipatan ekor bagian dalam. Panjang ekor sekitar 20 cm.

Ciri lain rusa Bawean memiliki tanduk (rangga) panjang. Tanduk bercabang tiga. Tanduk rusa mulai tumbuh ketika berumur 30 bulan. Tanduk berproses alami patah atau tanggal dan tumbuh lagi. 

RUSA BAWEAN : Penangkaran rusa di Desa Pudakittimur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Selasa, 8 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Ketika berumur 7 tahun , rangga tumbuh menjadi tanduk permanen. Keunikan lainnya, rusa merupakan “binatang malam”, lincah dan tajam penglihatan malam hari. Rusa bawean mulai menjelajah habibat untuk mencari makan mulai pukul 17.00 hingga tengah alam. Pada siang hari, umumnya digunakan istirahat dan tidur . 

Menurut Nur Syamsi, saat ini populasi rusa Bawean diperkirakan sekitar 300 ekor. Mereka hidup di luas  4.556,6 ha lahan konservasi (hampir separoh Bawean). Dilahan konservasi itu selain Rusa Bawean ada babi kutil, landak dan elang. (yad)

Si Atung Berbiak, Satwa Langka Dipenangkaran Rusa Bawean Selengkapnya

Bupati Terpukau Keindahan Selayar


GRESIK, 1minute.id – Wisata Bahari Selayar (WBS) baru setahun dibuka sebagai destinasi wisata untuk umum. Akan tetapi, destinasi berlokasi di Desa Sungai Rujing, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean itu sudah memikat perhatian masyarakat.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam kunjungan kerja hari kedua di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean menyempatkan mengunjungi destinasi peraih juara ketiga pada Anugerah Wisata Gresik (AWG) 2021 itu. 

Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani terlihat terpesona melihat keindahan alam anugerah ilahi itu. Air laut bening, sebuah bukit nan hijau menjulang, berpasir putih. “Ini sungguh luar biasa,”kata Gus Yani pada Rabu, 9 Juni 2021. 

Mantan Ketua DPRD Gresik itu optimistis mewujudkan gagasan work ftom Bawean (WfB) bagi organisasi perangkat daerah (OPD) secara bergilir akan memiliki multiplayer effect yang luar biasa untuk mengembangkan potensi pariwisata dan perekonomian di pulau berjarak 80 mil laut dari pusat Pemerintahan Gresik itu.

Setelah mengajak para OPD bisa bekerja dari Bawean, tambahnya, giliran pelajar berkunjung. “Disini potensi wisatanya tidak kalah dengan daerah lain, akan kita maksimalkan dari pengunjung lokal. Nanti Kepala OPD bisa kerja dan monitor layanan di kepulauan,”kata Gus Yani.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Gresik Agustin Halomoan Sinaga menyatakan potensi pariwisata di Pulau Bawean sangat besar. “Selain Pantai Selayar, ada Gili Noko ada juga Mangrove Hijau Daun dan banyak lagi wisatanya. Tentu akan kita dukung potensi ini,” ujarnya.

Mewujudkan kemajuan sektor wisata, tambahnya, dirinya bakal berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan terkait transportasi perintis jalur darat maupun laut. “Intinya untuk memajukan wisata di Bawean ini harus berkolaborasi, baik pokdarwis, kepala desa serta pihak terkait, utamanya Dishub yang akan mewujudkan transportasinya,”tegasnya.(yad)

Bupati Terpukau Keindahan Selayar Selengkapnya